Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Jelajah Doi Kachu | Pagar dan Tata Kota Samurai

Jelajah Doi Kachu | Pagar dan Tata Kota Samurai
Doi Kachu di Aki melestarikan kawasan samurai Edo, pagar ubame, bambu Doyo dan dinding neri. Kunjungi Rumah Nomura serta reruntuhan Kastel Aki.

Ringkasan Cepat

Kawasan samurai Aki

Doi Kachu di Kota Aki, Prefektur Kochi, adalah kawasan bersejarah yang masih mempertahankan tata kawasan kediaman samurai, pagar tanaman, tembok, dan rumah utama secara utuh.

Distrik Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional

Pada 2012, Doi Kachu ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional sebagai kawasan samurai, dengan lanskap dari akhir zaman Edo hingga periode Showa sebelum perang yang masih tersisa.

Pagar tanaman ek ubamegashi dan bambu Doyo

Di tepi kediaman berjajar pagar tanaman ek ubamegashi berdaun tebal dan bambu Doyo yang ramping, membentuk batas hijau di sepanjang jalan.

Tembok neribei dari pecahan genteng

Sesuai dengan sejarah Aki sebagai daerah penghasil genteng, tembok neribei yang disusun dari pecahan genteng dan tembok batu bulat memberi ritme pada jalan.

Kediaman Nomura yang dibuka untuk umum

Kediaman Nomura yang dibuka untuk umum dapat dikunjungi gratis dan disebut dapat dilihat dari sekitar pukul 08.00 hingga sekitar pukul 17.00.

Reruntuhan Kastel Aki dan museum

Mengunjungi juga Reruntuhan Kastel Aki dan Museum Sejarah dan Cerita Rakyat di dekatnya membantu memahami keluarga Goto dan kehidupan samurai secara lebih menyeluruh.

Etika di kawasan permukiman

Karena kawasan ini masih menjadi tempat tinggal warga, jangan menyentuh pagar tanaman atau tembok, utamakan warga dan lalu lintas kendaraan, serta berjalanlah dengan tenang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kochi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Doi Kachū adalah kawasan yang mempertahankan rupa kota samurai hingga kini

Doi Kachū di Kota Aki, Prefektur Kōchi, adalah kawasan bersejarah tempat tata jalan dengan deretan kediaman samurai, pagar tanaman, tembok, dan rumah utama tetap terpelihara sebagai satu kesatuan.

Nilainya bukan terletak pada melihat satu rumah tua, melainkan membaca kehidupan di kawasan samurai dari keseluruhan kota, termasuk lebar jalan dan batas tiap kediaman.

Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting tingkat nasional

Pada 9 Juli 2012, Doi Kachū ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting dengan kategori kota samurai.

Lanskap berkesinambungan berupa rumah utama, bangunan tambahan, pagar tanaman, dan tembok dari akhir zaman Edo hingga masa sebelum perang pada zaman Shōwa dinilai sangat tinggi.

Permukiman samurai yang tercermin dalam nama Kachū

Konon pada zaman Edo, Gotō Masanori generasi ke-5 menata tanah ini dan membentuk kediaman sesuai tugas para pengikutnya.

Setelah mengetahui bahwa kawasan ini dahulu dihuni samurai, jalan yang teratur dan ukuran kediaman akan tampak sebagai sistem kota yang mencerminkan kedudukan dan peran.

Amati tata kota sebelum bangunannya

Saat berjalan-jalan, jangan langsung menuju rumah terkenal. Periksa dahulu bentuk petak dari persimpangan dan tikungan jalan agar lebih mudah memahami luas kawasan pelestarian.

Keberadaan bangunan tua berdampingan dengan rumah dari masa berikutnya juga merupakan bagian sejarah setempat. Jangan hanya memisahkan pemandangan masa lalu; lihat pula kesinambungannya dengan kehidupan masa kini.

Amati pagar tanaman Ubamegashi dan bambu Doyōdake

Hal yang mencolok di jalan Doi Kachū adalah pagar tanaman dari Ubamegashi dan bambu Doyōdake yang membentuk tepi tiap kediaman.

Selain jenis tanaman, bandingkan tinggi, kerapatan, dan hubungan dengan gerbang untuk memahami upaya membentuk batas kediaman.

Sudut pandang untuk mengamati pagar tanaman dan tembok dapat diringkas sebagai berikut.

Unsur Ciri utama Yang diamati
Ubamegashi Pagar tanaman berdaun tebal Pemangkasan dan kerapatan
Doyōdake Pagar bambu ramping Sirkulasi udara dan tinggi
Tembok tanah Neri-bei Lapisan genting dan tanah Penampang dan cara susun
Tembok batu bulat Kombinasi batu bundar Ukuran dan barisan batu

Ubamegashi membentuk garis jalan

Daun pagar Ubamegashi yang bertumpuk menghalangi pandangan dengan lembut dan menciptakan batas hijau yang berbeda dari tembok batu atau genting.

Jangan mematahkan daun atau ranting. Lihat keseluruhan deretan dari sisi jalan, lalu amati bagian yang hanya terbuka di depan gerbang dan perbedaannya dengan kediaman di sebelah.

Pelajari kearifan hidup dan tradisi dari Doyōdake

Konon pagar bambu Doyōdake tidak hanya melindungi dari panas musim panas, dingin musim dingin, dan angin kencang, tetapi juga ditanam agar dapat digunakan membuat busur dan anak panah dalam keadaan darurat.

Jangan menyatakan tradisi tersebut sebagai fakta; terimalah sebagai budaya mengenai cara masyarakat mewariskan kisah tentang fungsi pagar bambu.

Nikmati kehijauan dan cahaya yang berubah mengikuti musim

Warna daun dan cara cahaya menembus pagar tanaman berubah menurut musim dan cuaca, sehingga kesan bangunan di jalan yang sama pun dapat berubah besar.

Di bawah sinar matahari kuat, perhatikan bayangan pada tembok; saat mendung, amati perbedaan warna daun dan genting agar dapat memotret lanskap tanpa terlalu mengarahkan lensa ke rumah warga.

Baca ciri daerah dari tembok genting dan batu bulat

Di Doi Kachū, tembok dari genting dan batu bulat bersama pagar tanaman menciptakan ritme di jalan serta membentuk lanskap kawasan samurai khas wilayah Aki.

Tembok bukan hanya sarana yang mengelilingi kediaman, tetapi juga bahan kajian yang menunjukkan material setempat dan keterampilan para perajin.

Tembok Neri-bei dari susunan pecahan genting

Tembok Neri-bei yang dibuat dengan menumpuk pecahan genting banyak terlihat di wilayah Aki, yang dahulu merupakan daerah penghasil genting, dan sebagian besar diperkirakan dibangun dari akhir masa bakufu hingga pertengahan zaman modern.

Amati secara berurutan garis mendatar dari lapisan genting, perbedaan warna dengan tanah, dan cara susun di sudut untuk menyadari perpaduan fungsi serta keindahan dari pemanfaatan pecahan genting.

Bandingkan perpaduan batu bulat dan genting

Pada bagian yang memakai batu bulat, lihat apakah ukuran dan susunannya seragam, lalu bandingkan dengan lapisan genting yang lurus.

Menaruh tangan atau bersandar pada tembok dapat menyebabkan kerusakan. Jaga jarak, amati dari jalan, dan perhatikan kendaraan yang melintas.

Hubungkan bagian luar dan dalam kediaman samurai di Rumah Nomura

Rumah Nomura yang dibuka untuk umum adalah tempat untuk menghubungkan batas kediaman yang terlihat dari jalan dengan kehidupan di dalam bangunan.

Syarat kunjungan dapat berubah. Periksa panduan resmi Kota Aki tepat sebelum berkunjung dan utamakan pengumuman di lokasi.

Perbedaan antara berjalan di luar dan melihat bagian dalam dapat dipahami melalui tabel berikut.

Situasi Fokus perhatian Yang harus dipatuhi
Jalan Tata kota dan pagar tanaman Utamakan kendaraan dan warga
Sekitar gerbang Pintu masuk kediaman Jangan masuk ke properti pribadi
Rumah Nomura Rumah utama dan taman Berkunjung sesuai petunjuk
Bagian dalam Denah dan komponen kayu Pastikan izin memotret

Gunakan jam buka Rumah Nomura sebagai perkiraan

Panduan Doi Kachū dari Kota Aki menyebutkan bahwa Rumah Nomura dapat dikunjungi gratis, sekitar pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Jangan menganggap kata “sekitar” sebagai jaminan masuk yang pasti. Jika tutup, jangan memaksakan diri masuk dan beralihlah ke kegiatan berjalan di kawasan.

Amati susunan sebagai ruang kehidupan

Di kediaman, perhatikan hubungan posisi ruang tatami, lantai tanah doma, taman, dan gerbang, lalu pikirkan bagaimana pandangan serta alur gerak berpindah dari jalan menuju bagian dalam.

Jangan menyentuh benda pameran atau komponen kayu. Jika ada pengunjung lain, jangan menguasai satu ruangan dan salinglah memberi jalan dengan tenang.

Bedakan rumah yang dibuka untuk umum dan rumah biasa

Walaupun Rumah Nomura dibuka, bukan berarti semua kediaman di kawasan pelestarian boleh dimasuki; banyak di antaranya masih menjadi tempat tinggal.

Meski gerbang atau taman tampak terbuka, jangan menganggapnya sebagai izin masuk. Lahan tanpa tanda dibuka untuk umum hanya boleh dilihat dari sisi jalan.

Gabungkan reruntuhan Kastel Aki dan museum untuk memperdalam pemahaman

Jika tata kota Doi Kachū dipadukan dengan reruntuhan Kastel Aki dan Museum Sejarah dan Folklor di dekatnya, Anda dapat memahami secara lebih utuh pemerintahan wilayah yang berpusat pada kastel serta kehidupan samurai.

Jika merasa informasi dari lanskap kota belum cukup, urutan yang efektif adalah memeriksa dokumen keluarga Gotō dan sejarah Kota Aki di museum.

Pikirkan posisi kota samurai dari reruntuhan Kastel Aki

Kastel Aki dianggap sebagai kastel keluarga Aki. Hingga kini masih tersisa struktur kuruwa, parit horikiri, pintu koguchi, dan ruang persegi masugata di gerbang Ōtemon.

Di reruntuhan kastel, perhatikan lereng dan perbedaan ketinggian. Bandingkan naik turun medan dengan tata kota Doi Kachū yang datar untuk memikirkan pemisahan area pertahanan dan permukiman.

Lihat dokumen keluarga Gotō di Museum Sejarah dan Folklor

Museum Sejarah dan Folklor di reruntuhan Kastel Aki menyimpan karya seni kerajinan serta dokumen kuno keluarga Gotō, yang pernah menjadi karō Domain Tosa, sehingga Anda dapat mempelajari latar belakang Doi Kachū.

Isi pameran dan hari buka dapat berubah. Periksa jadwal hari itu di situs resmi dan, jika ada pameran yang ingin dilihat, sisakan cukup waktu sebelum penerimaan terakhir.

Etika memotret dan langkah keselamatan saat berjalan di kawasan permukiman

Doi Kachū adalah tujuan wisata sekaligus kawasan permukiman tempat kehidupan sehari-hari warga berlangsung. Lanskap tenangnya terjaga berkat perhatian pengunjung.

Di jalan sempit, utamakan lalu lintas daripada foto, jangan berjalan berkelompok memenuhi lebar jalan, dan pilih tempat berhenti dengan baik.

Jangan memotret orang atau bagian dalam rumah tanpa izin

Saat memotret pemandangan jalan, pilih komposisi yang tidak menampilkan wajah warga, nomor kendaraan, jendela terbuka, atau bagian dalam rumah secara jelas.

Meski tidak ada tanda larangan memotret, privasi tetap harus dihormati. Dalam situasi ketika sulit meminta izin, keputusan yang tepat adalah tidak menekan tombol kamera.

Jangan sentuh pagar tanaman atau tembok; amati dari jalan

Tanaman dan tembok tua dapat rusak bahkan karena sentuhan kecil. Jangan menyingkirkan ranting untuk masuk ke properti dan jangan meletakkan peralatan di atas tembok.

Tripod mudah menghalangi pejalan kaki dan kendaraan. Jika izin penggunaannya tidak jelas, potretlah dengan kamera genggam dan segera berpindah.

Berjalan dengan persiapan menghadapi panas dan hujan

Karena sebagian besar kunjungan berlangsung di luar ruangan, siapkan topi dan minuman. Pada hari panas, beristirahatlah lebih awal di fasilitas yang dapat digunakan.

Saat hujan, batu dan area sekitar saluran mudah licin. Pilih alas kaki antiselip, jangan biarkan payung menghalangi pandangan, dan perhatikan suara kendaraan yang mendekat.

Ringkasan | Jelajahi seluruh Doi Kachū sebagai dokumen sejarah

Daya tarik Doi Kachū terletak pada tata kota samurai zaman Edo, pagar tanaman, tembok Neri-bei, dan rumah utama yang menyatu dengan kawasan permukiman masa kini, sehingga lanskap diwariskan dalam kehidupan sehari-hari.

Bandingkan Ubamegashi dan Doyōdake, genting dan batu bulat, lalu hubungkan Rumah Nomura, reruntuhan Kastel Aki, serta Museum Sejarah dan Folklor untuk memahami bagian luar-dalam kediaman dan sejarah wilayah secara mendalam.

Mematuhi area yang dibuka dan etika memotret, serta mengutamakan warga dan kendaraan saat berjalan, adalah sikap terpenting untuk menghormati lanskap kota samurai yang tenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Doi Kachu adalah kawasan bersejarah bekas permukiman samurai yang masih terpelihara di Kota Aki, Prefektur Kochi. Tata letak kediaman, pagar tanaman, tembok, dan rumah utama diwariskan sebagai satu kesatuan. Daya tariknya bukan satu rumah tua saja, melainkan seluruh kawasan, termasuk lebar jalan dan batas kediaman, yang memperlihatkan kehidupan di distrik samurai. Saat berjalan, perhatikan terlebih dahulu garis batas setiap petak agar karakter kawasan lebih mudah dipahami.
A. Doi Kachu ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional tingkat nasional sebagai permukiman samurai pada 9 Juli 2012. Lanskap berkesinambungan yang dibentuk oleh rumah utama, pagar tanaman, dan tembok dari akhir zaman Edo hingga masa sebelum perang pada zaman Showa mendapat pengakuan. Karena sistem ini melindungi seluruh pemandangan kota, bukan bangunan satu per satu, penjelasan bahwa “seluruh kawasan adalah aset budaya” akan lebih mudah dipahami wisatawan asing.
A. Di Doi Kachu, pagar bambu doyodake, pohon ubamegashi, dan tanaman lain yang tertata di sepanjang jalan menciptakan lanskap hijau khas distrik samurai. Menurut penjelasan resmi Kota Aki, pagar tanaman ini merupakan unsur lanskap penting yang telah dirawat sejak zaman Edo. Jangan menyentuh ranting atau daunnya; amati bagaimana jalan sempit dan pagar tanaman yang berkesinambungan membentuk pemandangan di sekitar persimpangan empat arah.
A. Tembok neri memiliki struktur khas yang dibuat dengan merekatkan batu sungai dari Sungai Aki dan genting lama menggunakan tanah merah. Dengan membandingkan garis mendatar genting lama dan susunan batu sungai yang bulat, Anda dapat melihat perbedaan permukaan tembok yang memanfaatkan bahan lokal yang umum. Karena tembok merupakan bagian dari lanskap budaya distrik pelestarian, amati dari sisi jalan tanpa menyentuh atau bersandar. Jika penampangnya terlihat, amati juga dari sisi jalan.
A. Dari Stasiun Aki di jalur Tosa Kuroshio Railway ke Doi Kachu diperlukan sekitar 30 menit berjalan kaki. Anda juga dapat naik Bus Genki kota dan turun di “Nora-dokei-mae”, lalu berjalan sekitar 2 menit. Jumlah layanan bus terbatas, jadi sebaiknya periksa jadwal terlebih dahulu. Beberapa bagian rute jalan kaki memiliki sedikit tempat teduh; bawalah topi dan air saat cuaca panas.
A. Tidak ada tempat parkir pengunjung di dalam distrik pelestarian Doi Kachu. Kota Aki menyarankan penggunaan tempat parkir Taman Mizonobe, sekitar 3 menit berjalan kaki di sebelah selatan kawasan. Karena penduduk masih tinggal di sini, jangan parkir di jalan kawasan perumahan atau di tanah milik pribadi, dan ikuti rambu setempat. Saat ramai, utamakan pejalan kaki dan kendaraan warga.
A. Menurut Asosiasi Pariwisata Kota Aki, sekitar 30 menit merupakan perkiraan waktu untuk berjalan-jalan melihat kawasan Doi Kachu. Jika Anda mengunjungi Kediaman Nomura atau fasilitas di sekitarnya, tambahkan waktu tersebut ke dalam rencana. Distrik pelestarian ini masih menjadi tempat tinggal warga, jadi amati susunan kawasan saat melewati persimpangan dan perempatan tanpa menghambat lalu lintas.
A. Kediaman Nomura dibuka untuk umum secara gratis dan, menurut informasi Kota Aki, biasanya dapat dikunjungi sekitar pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Waktu tersebut hanya perkiraan; jika tutup, jangan mencoba masuk dan beralihlah menikmati pemandangan kawasan. Sebagian besar distrik pelestarian masih menjadi ruang hidup warga, jadi kediaman tanpa tanda dibuka untuk umum hanya boleh dilihat dari sisi jalan.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.