Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Taman Ho | Kastel Nagahama dan Danau Biwa

Panduan Taman Ho | Kastel Nagahama dan Danau Biwa
Taman Ho di bekas Kastel Nagahama menawarkan sekitar 600 pohon sakura, museum, Danau Biwa, dan Sumur Taiko, 5 menit jalan kaki dari stasiun.

Ringkasan Cepat

Daya tarik Taman Ho

Taman Ho membentang di reruntuhan Kastel Nagahama, yang pernah menjadi kastel kediaman Toyotomi Hideyoshi, dan merupakan taman tepi danau tempat pengunjung dapat melihat menara kastel di balik bunga sakura yang menyatu dengan Danau Biwa dalam satu panorama.

Pemandangan bunga sakura dan menara kastel

Pohon sakura yang terpilih sebagai salah satu dari 100 Tempat Bunga Sakura Terbaik di Jepang membingkai Museum Sejarah Kastel Nagahama di balik ranting-rantingnya, menghadirkan komposisi bunga dan kastel yang saling bertumpuk.

Akses

Lokasinya sekitar 5 menit berjalan kaki ke arah barat dari Stasiun JR Nagahama, sehingga stasiun, kota kastel, dan reruntuhan kastel dapat dihubungkan dengan berjalan kaki.

Pemandangan dari dek observasi

Di lantai teratas museum sejarah yang dibuat menyerupai menara kastel terdapat dek observasi dengan pemandangan Danau Biwa, pusat kota Nagahama, dan pegunungan di sekitarnya.

Menara kastel yang dibangun kembali dan reruntuhan kastel

Bangunan bergaya menara kastel ini dibangun kembali pada 1983 sebagai Museum Sejarah Kastel Nagahama. Bangunan tersebut bukan menara kastel dari masa itu, melainkan simbol reruntuhan kastel.

Sumur Taiko dan dinding batu

Di sisi tepi danau terdapat monumen batu yang menandai Sumur Taiko, sementara sebagian dinding batu dan kontur tanah memperlihatkan garis bentuk kastel yang tetap tersisa setelah ditinggalkan.

Etika saat berjalan-jalan

Di Taman Ho, jagalah taman dengan tidak merusak akar atau ranting sakura, tidak memanjat situs peninggalan, menjaga jalur serta pintu masuk fasilitas tetap terbuka, dan membawa pulang sampah.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Shiga

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Menikmati bunga sakura dan menara Kastel Nagahama di Taman Hō

Taman Hō membentang di bekas Kastel Nagahama, kediaman Toyotomi Hideyoshi, dan membentuk satu lanskap yang memadukan Danau Biwa, bunga sakura, serta museum bergaya bangunan kastel.

Jangan hanya mengejar bunga sakura; berjalanlah sambil menghubungkan menara putih yang terlihat di balik dahan, keluasan yang terbuka menuju permukaan air, dan ingatan akan kastel yang tersisa di bawah kaki.

Pemandangan sakura yang menyelimuti kastel

Di dalam taman, Museum Sejarah Kastel Nagahama dapat terlihat di sela dahan sakura sehingga Anda bisa mencari komposisi yang menumpuk bunga dan bangunan pada lapisan depan-belakang.

Jangan hanya mendekati satu pohon. Mundurlah sedikit dan bandingkan bentangan dahan dengan tinggi menara agar lanskap khas Taman Hō lebih terasa.

Kondisi bunga berubah mengikuti iklim, jadi terimalah perbedaan cara mekarnya sebagai nuansa musim pada hari itu.

Taman Hō dikenal sebagai tempat bunga sakura yang terpilih dalam daftar 100 Lokasi Sakura Terbaik di Jepang, dan banyak pohon sakura ditanam di dalam taman.

Ruang terang di tepi Danau Biwa

Ketika bergerak dari sekitar kastel ke arah danau, pandangan terbuka, sementara luasnya air dan langit memberi kecerahan khas pada taman bekas kastel.

Daripada hanya melihat menara dari depan, memasukkan pepohonan tepi danau dan lapangan ke dalam pandangan memudahkan Anda membayangkan kastel yang dibangun di sisi air.

Pada hari berangin kencang, perhatikan gerak dahan dan permukaan air, sekaligus waspadai benda jatuh dan pijakan.

Subjek utama berubah menurut posisi melihat

Sudut pandang utama di dalam taman berikut disusun berdasarkan lapisan unsur pemandangan.

Posisi melihat Subjek utama Unsur pelapis
Di bawah sakura Bunga dan dahan Atap menara kastel
Sisi lapangan Seluruh bangunan Rumput dan langit
Sisi tepi danau Danau Biwa Kastel dan pepohonan
Dek observasi Panorama wilayah Kohoku Taman dan kawasan kota

Memahami perbedaan bekas Kastel Nagahama dan menara rekonstruksi

Untuk memahami Taman Hō, penting membedakan peninggalan Kastel Nagahama yang dibangun Hideyoshi dari bangunan bergaya menara kastel yang didirikan sebagai museum sejarah.

Jangan menganggap bangunan di depan mata sebagai menara asli yang bertahan sejak masa itu; lihatlah sebagai lambang yang menyampaikan kisah bekas kastel.

Kastel Nagahama, kediaman Hideyoshi

Kastel Nagahama dikenal sebagai kastel tempat Hashiba Hideyoshi pertama kali menjadi penguasa, dan dibangun di lokasi yang menghadap jalur transportasi wilayah Kohoku serta Danau Biwa.

Jika kastel dan kota di bawahnya dilihat sebagai satu kesatuan, bentangan sejarah juga terasa pada bentang alam yang menghubungkan taman, Stasiun Nagahama, dan pusat kota.

Taman Hō berada sekitar 5 menit berjalan kaki ke arah barat dari Stasiun JR Nagahama, sehingga stasiun, kota kastel, dan bekas kastel dapat dihubungkan dengan berjalan kaki.

Bacalah letak kastel bukan hanya melalui kisah keberhasilan seseorang, tetapi juga dari sudut pandang transportasi air dan pembangunan kota.

Jejak yang tersisa setelah kastel ditinggalkan

Kastel Nagahama ditinggalkan pada awal zaman Edo, dan sebagian dinding batu serta jejak yang berkaitan dengan sumur masih diwariskan di bekas kastel.

Menara besar mudah menyita perhatian, tetapi pengamatan saksama terhadap batu rendah, bentuk lahan, dan prasasti menjadi petunjuk untuk membayangkan kastel yang telah hilang.

Jangan menaiki peninggalan atau memindahkan batu; amatilah dari area yang ditetapkan pada papan petunjuk.

Museum sejarah yang dibangun kembali pada 1983

Bangunan yang meniru menara kastel dibangun kembali sebagai museum sejarah pada 1983 dan memperkenalkan sejarah serta budaya Nagahama, Hideyoshi, dan wilayah Kohoku.

Bagian luar menjadi lambang bekas kastel, sedangkan bagian dalam merupakan museum yang menyimpan bahan dan mengajarkan sejarah setempat.

Ciri khas Taman Hō terletak pada bertumpuknya peninggalan lama dan fasilitas pameran yang baru dibangun di tempat yang sama.

Mempelajari sejarah wilayah Kohoku di Museum Sejarah Kastel Nagahama

Menggabungkan berjalan-jalan di taman dengan kunjungan museum memungkinkan Anda memeriksa bentuk lahan dan kisah kastel yang terlihat di luar melalui berbagai bahan.

Isi pameran dan panduan penggunaan dapat berubah, jadi periksa halaman resmi museum sebelum berkunjung.

Melihat bahan tentang Hideyoshi dan Nagahama

Selain hubungan Hideyoshi dengan Nagahama, museum membahas sejarah, seni, folklor, dan arkeologi wilayah Kohoku.

Jangan hanya berfokus pada seorang panglima. Memperhatikan cara masyarakat setempat memanfaatkan danau dan tanah akan memperluas pemahaman tentang kota kastel.

Di ruang pamer, ikuti jalur penjelasan dan tanda fotografi, serta jangan menyentuh bahan atau vitrin.

Melihat taman dan danau dari dek observasi

Lantai teratas menara memiliki dek observasi untuk memandang Danau Biwa, kota Nagahama, dan pegunungan sekitarnya dari ketinggian.

Dengan mencari persebaran sakura dan jalur taman yang dilihat dari permukaan tanah, susunan taman bekas kastel akan tampak seperti denah.

Saat cuaca buruk, jangan terpaku pada pemandangan jauh; bandingkan objek dekat seperti garis pantai, kawasan kota, dan pepohonan taman.

Membaca lanskap dengan berpindah antara tanah dan dek observasi

Menyamakan titik perhatian sebelum dan sesudah berkunjung memungkinkan Anda membandingkan pemandangan yang sama dari ketinggian berbeda.

Objek Dari permukaan tanah Dari dek observasi
Sakura Melihat dahan dan bunga dari dekat Melihat bentangan tajuk
Danau Biwa Merasakan tinggi permukaan air Mengikuti garis pantai
Bekas kastel Mencari batu dan bentuk lahan Melihat cakupan taman
Kawasan kota Berjalan menghubungkan stasiun Melihat arah kota kastel

Membaca bekas kastel melalui Sumur Taikō dan dinding batu

Taman Hō memiliki petunjuk bekas kastel yang dekat dengan permukaan tanah, berbeda dari menara dan sakura yang mencolok.

Dengan memperhatikan prasasti Sumur Taikō dan dinding batu, Anda dapat merasakan bahwa ingatan tempat itu tetap ada setelah bangunannya hilang.

Sumur Taikō yang diwariskan di tepi danau

Sumur Taikō ditandai prasasti di sisi tepi danau sebagai tempat yang menyampaikan ingatan tentang Kastel Nagahama dan Hideyoshi.

Penampilannya berubah menurut tinggi air dan kondisi tepi danau; jangan turun ke tempat berbahaya dan pastikan lokasinya dari jalur aman.

Daripada melihat sumur sebagai objek wisata tersendiri, gunakanlah sebagai petunjuk untuk memikirkan kedekatan kastel dengan Danau Biwa.

Garis kastel yang tersisa pada dinding batu dan bentuk lahan

Walaupun batu dan undakan yang terlihat di permukaan kecil, semuanya menjadi pintu masuk untuk membayangkan cakupan dan susunan kastel masa lalu.

Cocokkan penjelasan papan dengan arah di lokasi untuk memastikan luas bekas honmaru yang tidak dapat dipahami hanya dari tampilan luar menara.

Jangan menaiki batu yang dilindungi atau memasuki area tanaman; amati bentuk dan cara penyusunannya dari jauh.

Jangan mencampuradukkan bangunan rekonstruksi dengan peninggalan

Menara dalam foto adalah lambang Taman Hō, tetapi bentuk kastel pada masa Hideyoshi tidak dapat dipastikan hanya dari bangunan itu.

Jika bangunan rekonstruksi, dinding batu, kisah sumur, dan bahan museum diperlakukan sebagai bukti yang berbeda, sejarah dapat dinikmati tanpa salah paham.

Jangan mengisi hal yang tidak diketahui dengan imajinasi; pastikan melalui penjelasan di museum atau panduan Kota Nagahama.

Memotret menara dengan indah melalui bunga sakura

Saat memotret di Taman Hō, bukan hanya jumlah bunga, tetapi juga jarak dahan dari menara, ruang kosong di langit, dan arus pejalan kaki perlu ditata agar ciri tempat ini tersampaikan.

Jika orang berkumpul di depan pohon yang sama, jangan terpaku pada satu komposisi; ubah sudut dan jarak untuk mencari pilihan lain.

Menjadikan dahan sebagai bingkai untuk menampilkan atap

Letakkan dahan sakura di bagian atas atau sisi gambar dan geser atap serta dinding putih sedikit dari tengah untuk menampilkan kedalaman kastel yang berdiri di balik bunga.

Jangan menarik dahan atau melewati pagar untuk mendekati bunga; susun komposisi dari jalur yang dibuka untuk umum.

Saat mendung, dinding putih mudah menyatu dengan langit; memasukkan dahan gelap atau atap sebagai batas akan memperjelas bentuk.

Memasukkan danau dan kastel ke dalam satu pemandangan

Dari sisi danau, Anda dapat menangkap menara bersama keluasan air dan langit untuk menunjukkan bahwa tempat ini adalah bekas kastel di tepi danau.

Pegang kamera dengan stabil agar garis cakrawala tidak miring, lalu potret sambil mengamati pantulan yang berubah karena ombak dan angin.

Di dekat air, jangan hanya terus melihat layar; periksa pijakan dan orang di sekitar.

Jangan menguasai tempat memotret

Saat menggunakan tripod, hindari jalur taman, pintu masuk, dan blok pemandu; ketika ramai, lipat kecil dan beralih ke pemotretan genggam.

Jangan berdiri lama di bawah dahan; setelah selesai memotret, berikan tempat kepada orang lain.

Jika orang di latar terlihat besar, mintalah persetujuan dan jangan menjadikan anak atau individu sebagai subjek utama tanpa izin.

Tata krama saat melihat bunga dan menggunakan taman

Taman Hō bukan hanya lokasi sakura terkenal, tetapi juga taman umum yang digunakan warga untuk berjalan-jalan, bermain, dan berolahraga.

Ingatlah bahwa penikmat bunga, pejalan kaki, anak-anak, dan pengunjung museum berbagi ruang yang sama.

Jangan merusak akar dan dahan sakura

Jangan memadatkan tanah di sekitar akar, mematahkan dahan, atau mengikat barang pada batang sakura.

Ikuti tanda mengenai tempat menggelar alas dan kosongkan area tanaman serta zona perlindungan pohon.

Jangan membawa pulang banyak kelopak atau dahan jatuh; nikmati lanskap dalam keadaan seperti saat ditemukan.

Menjaga jalur dan pintu fasilitas tetap terbuka

Jangan meletakkan barang di sekitar pintu museum, jalur taman, toilet, atau wahana bermain; sisakan lebar yang cukup agar orang dapat lewat dengan aman.

Jika makan atau minum, periksa aturan api dan alkohol agar bau atau asap tidak menyebar ke sekeliling.

Buang sampah sesuai cara yang ditetapkan, dan bawalah pulang jika tidak ada tempat pengumpulan.

Memilih sikap sesuai setiap situasi

Menata tindakan yang diperlukan saat melihat bunga, mempelajari sejarah, dan memotret akan memudahkan keputusan bahkan saat ramai.

Situasi Yang perlu dijaga Yang perlu dihindari
Melihat bunga Mengosongkan area akar Menarik dahan
Mengunjungi bekas kastel Berjalan di jalur petunjuk Menaiki peninggalan
Memotret Segera bergantian Menutup jalur
Beristirahat Mengelola sampah Terus berbicara keras

Rangkuman|Menghubungkan sakura, bekas kastel, dan Danau Biwa di Taman Hō

Di Taman Hō, Anda dapat menelusuri secara berkesinambungan menara Kastel Nagahama di balik sakura, permukaan Danau Biwa, dan ingatan akan kastel yang pernah menjadi kediaman Hideyoshi.

Pahami bahwa bangunan bergaya menara adalah Museum Sejarah Kastel Nagahama yang dibangun kembali pada 1983, lalu padukan jejak Sumur Taikō dan dinding batu dengan bahan museum serta pemandangan dari dek observasi.

Jangan merusak akar sakura atau peninggalan, saling berbagi jalur dan tempat memotret, periksa informasi penggunaan museum, lalu jelajahi dengan cermat taman tepi danau tempat bunga dan sejarah bertumpuk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ho Park adalah taman kota seluas sekitar 15,6 hektare yang terbentang di bekas Nagahama Castle, kediaman Toyotomi Hideyoshi pada masa lalu. Selain bunga sakura dan pemandangan Lake Biwa, area yang sama juga memiliki museum sejarah yang dibuat menyerupai menara utama kastel, lapangan tenis, dan plaza air mancur, sehingga Anda dapat menikmati hanami, berjalan-jalan menelusuri sejarah, dan beristirahat di tepi danau dalam satu kunjungan.
A. Ho Park memiliki sekitar 600 pohon sakura, yang biasanya paling indah dari awal hingga pertengahan April. Varietas seperti Somei Yoshino dan Jindai Akebono ditanam di sini, dan pemandangan yang mengelilingi menara utama Nagahama Castle terpilih sebagai salah satu dari 100 lokasi bunga sakura terbaik di Jepang. Waktu berbunga dapat maju atau mundur tergantung cuaca, jadi sebaiknya periksa informasi mekarnya bunga dari Nagahama City sebelum berkunjung.
A. Tidak. Menara utama saat ini dibangun kembali pada 1983 sebagai Nagahama Castle History Museum dan bukan menara asli dari zaman Hideyoshi. Bangunan ini didirikan sebagai simbol reruntuhan kastel, dan di dalamnya terdapat ruang pameran yang memperkenalkan sejarah serta seni kawasan Kohoku. Dengan membedakan bangunan rekonstruksi dari peninggalan seperti dinding batu, Anda dapat menikmati sejarah kastel tanpa salah memahaminya.
A. Ho Park berjarak sekitar lima menit berjalan kaki ke arah barat dari JR Nagahama Station; berjalanlah menuju Lake Biwa. Menurut informasi resmi, Nagahama Castle History Museum berjarak sekitar tujuh menit berjalan kaki. Karena stasiun, taman, museum, dan tepi danau saling terhubung dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki, pengunjung pertama kali akan lebih mudah bergerak jika memeriksa posisi tujuan pada peta taman.
A. Museum buka pukul 9.00 hingga 17.00, dengan penerimaan terakhir pukul 16.30. Harga tiket biasa adalah 500 yen untuk orang dewasa dan 200 yen untuk siswa sekolah dasar serta sekolah menengah pertama, tetapi tiket dewasa menjadi 1.000 yen dari 25 Juli hingga 27 September 2026 karena pameran khusus kolaboratif. Museum tutup setiap Senin, atau hari kerja berikutnya jika Senin merupakan hari libur nasional, serta selama libur Tahun Baru; periksa kembali harga dan penutupan sementara di situs web resmi.
A. Dari dek observasi di lantai lima menara utama, Anda dapat melihat kawasan Kohoku, termasuk Lake Biwa dan pusat kota Nagahama. Melihat deretan sakura dan jalur taman yang telah Anda lalui dari atas akan memudahkan Anda memahami posisi taman, tepi danau, dan kota. Lift di museum hanya beroperasi dari lantai satu hingga lantai tiga, jadi hubungi museum sebelumnya jika Anda khawatir menuju lantai atas.
A. Tempat parkir Ho Park dapat menampung 446 mobil biasa dan 11 kendaraan besar serta tersedia 24 jam. Mobil biasa dapat parkir gratis hingga tiga jam, dan akan dikenai biaya setelah lebih dari tiga jam. Saat ramai, gunakan mesin pembayaran di muka tepat sebelum pulang dan keluar dalam waktu 30 menit setelah pembayaran. Tempat parkir tidak dapat dipesan, jadi periksa informasi terbaru, termasuk pembatasan penggunaan saat ada acara.
A. Taiko Well adalah bekas sumur yang berkaitan dengan Nagahama Castle dan ditemukan ketika permukaan air Lake Biwa surut pada 1939. Saat ditemukan, sumur ini dilaporkan dikelilingi papan kayu setebal sekitar 3 sentimeter; sekarang sekelilingnya dilindungi dengan batu dan terdapat monumen batu bertuliskan “Situs Taiko Well” di tepi danau. Tempat ini dapat dikunjungi sebagai peninggalan yang menunjukkan bahwa kastel pernah berada dekat Lake Biwa.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.