Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kolam Jigokunuma, Hakkoda | Uap, Air Asam & Pesona Musim

Kolam Jigokunuma, Hakkoda | Uap, Air Asam & Pesona Musim
Saksikan Jigokunuma di Hakkoda: uap, mata air panas sangat asam sekitar 90℃, dan pesona tiap musim. Jaga jarak serta cek cuaca dan akses.

Ringkasan Cepat

Apa Itu Jigoku Numa?

Jigoku Numa adalah danau kawah yang terbentuk ketika air panas terkumpul di bekas kawah ledakan Hakkoda, tempat pengunjung dapat mengamati kekuatan gunung berapi dan alam dataran tinggi sekaligus.

Mata Air Panas Sangat Asam dan Uap

Air panas yang sangat asam dengan suhu sekitar 90°C menyembur di kolam, dan tingkat keasamannya begitu tinggi sehingga ikan tidak dapat hidup di sana.

Daya Tarik Musim Gugur

Pada musim gugur, pohon beech, ek, maple, dan birch Erman berubah warna, menciptakan kontras dengan warna kolam dan uap putih.

Cara Mengamati dengan Aman

Jigoku Numa bukan tempat untuk berendam atau bermain air; amati fenomena vulkanik dari posisi aman yang jauh dari tepi kolam.

Waspadai Gas Vulkanik

Di sekitarnya terdapat titik keluarnya gas vulkanik; jika mencium bau belerang atau merasa tidak enak badan, berpindahlah ke arah datangnya angin.

Cara ke Sana

Jigoku Numa berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Sukayu Onsen dan tidak memiliki tempat parkir khusus.

Daya Tarik di Sekitar

Kunjungan dapat dipadukan dengan mempelajari informasi terlebih dahulu di Pusat Informasi Sukayu dan mengunjungi Manju Fukashi, tempat Anda dapat merasakan panas mata air.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Aomori

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Jigokunuma, danau kawah yang mencerminkan aktivitas vulkanik Hakkōda

Jigokunuma berada di kawasan Hakkōda dalam Taman Nasional Towada-Hachimantai. Di tempat ini, Anda dapat mengamati kekuatan gunung berapi dan alam dataran tinggi sekaligus.

Selain memandang bentuk rawa yang tenang, hubungkanlah uap, warna air, sebaran tumbuhan, dan pegunungan di belakangnya untuk memahami bagaimana lanskap ini terbentuk.

Rawa yang terbentuk dari air panas yang tertampung di bekas kawah ledakan

Jigokunuma terbentuk ketika air panas yang menyembur dari dekat lokasi terkumpul di bekas kawah akibat ledakan pada masa lalu.

Jigokunuma adalah danau kawah yang terbentuk pada tahap akhir aktivitas vulkanik Hakkōda.

Berbeda dari danau atau rawa biasa, ciri utamanya adalah panas bawah tanah dan air vulkanik yang tampak langsung pada lanskap permukaan.

Lanskap vulkanik yang berkesinambungan di sekitar Sukayu

Bekas lubang fumarol dan mata air panas tersebar di Hakkōda. Jigokunuma merupakan bagian dari kawasan tersebut dan termasuk dalam jalur pengamatan alam di sekitar Sukayu Onsen.

Daripada melihat rawa ini sebagai objek wisata yang berdiri sendiri, memandang mata air panas, fumarol, dan vegetasi sebagai gejala dalam satu kawasan vulkanik akan memperdalam pemahaman Anda.

Tampilan Jigokunuma yang dibentuk oleh air panas sangat asam dan uap

Uap yang naik dari permukaan air dan aroma belerang menyampaikan melalui penglihatan serta penciuman bahwa terdapat sumber panas di bawah tanah.

Tepi air tempat air panas sekitar 90℃ menyembur

Air panas yang sangat asam dengan suhu sekitar 90℃ menyembur di rawa ini.

Angka tersebut menjadi petunjuk untuk memahami skala aktivitas vulkanik. Namun, area aliran air juga mencakup tepi seberang yang jauh dari titik pengamatan, jadi jangan mencari atau mendekati tempat masuknya air panas.

Lingkungan sangat asam yang menyulitkan ikan hidup

Air rawa ini sangat asam hingga ikan tidak dapat hidup, dan vegetasi di sekelilingnya pun terputus di beberapa tempat.

Warna kehijauan di permukaan air dan bagian tepi yang tandus bukan hanya indah, tetapi juga menunjukkan lingkungan kimia yang keras bagi makhluk hidup.

Jumlah dan tampilan uap berubah mengikuti cuaca

Kepekatan dan arah aliran uap berubah sesuai suhu udara, kelembapan, dan arah angin, sehingga kesan di tempat yang sama tidak selalu serupa.

Ketika pandangan terhalang, jangan memaksakan diri untuk mendekat. Waspadai pula gas vulkanik yang terbawa angin dan tetaplah berada di posisi pengamatan yang ditetapkan.

Fenomena vulkanik dan ciri yang terlihat dapat dirangkum sebagai berikut.

Fenomena Ciri yang terlihat Hal yang dapat dipahami
Aliran air panas Uap membubung Panas bawah tanah
Air sangat asam Permukaan air kehijauan Lingkungan air yang keras
Dampak fumarol Vegetasi jarang Gas vulkanik

Menikmati permukaan air, pegunungan, dan dedaunan musim gugur dalam satu komposisi

Di Jigokunuma, memadukan permukaan air di latar depan, pepohonan di tengah, dan Pegunungan Hakkōda di kejauhan akan menampilkan kedalaman khas dataran tinggi.

Rawa kehijauan dan garis pegunungan

Sedikit perubahan posisi pandang akan mengubah proporsi langit pada permukaan air dan garis pegunungan, sementara gerak uap juga menghasilkan komposisi yang berbeda.

Saat angin lemah, warna lingkungan terpantul di permukaan air. Ketika angin bertiup, gelombang dan uap memberi kesan yang lebih kuat tentang dinamika gunung berapi.

Warna hangat dan warna air yang sejuk berkontras pada musim gugur

Pada musim gugur, pepohonan Hakkōda seperti beech, oak, maple, dan birch Erman berubah warna, menciptakan kontras dengan warna rawa serta uap putih.

Perubahan warna dedaunan dipengaruhi oleh ketinggian dan cuaca. Jangan berpatokan pada tanggal tertentu, dan periksa informasi dari Kota Aomori atau pusat informasi wisata sebelum berkunjung.

Titik pengamatan setiap musim lebih mudah dipahami dengan menjadikan perubahan warna dan udara sebagai acuan.

Musim Tampilan utama Fokus pengamatan
Masa daun muda Daun muda dan permukaan air Gradasi hijau
Musim panas Hijau pekat dan uap Batas vegetasi
Musim gugur Dedaunan musim gugur dan uap putih Kontras warna hangat

Jaga jarak dari air bersuhu tinggi dan gas vulkanik

Jigokunuma bukan tempat untuk berendam atau bermain air, melainkan lokasi berpemandangan indah untuk mengamati fenomena vulkanik dari posisi yang aman.

Di sekitarnya juga terdapat titik keluarnya gas vulkanik. Utamakan rambu setempat dan batas area yang boleh dimasuki.

Pengamatan yang aman bukan berarti menjauh dari alam, melainkan tindakan menghormati lingkungan vulkanik yang terus berubah secara tepat.

Jangan memasuki rawa; amatilah dari tepi

Karena air bersuhu tinggi dan sangat asam menyembur di sini, jangan menyentuh air rawa, melewati tepi, atau mendekati tempat air masuk.

Saat mengambil foto, jangan berjalan mundur sambil hanya melihat layar. Berdirilah di tempat yang memungkinkan Anda memeriksa pijakan, jalan, dan pengunjung di sekitar.

Waspadai bau belerang dan perubahan kondisi tubuh saat berada di bawah angin

Jika bau belerang menguat, mata atau tenggorokan terasa perih, atau Anda merasa tidak sehat, tinggalkan tempat itu dan pindahlah ke lokasi dengan udara segar.

Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait pernapasan atau kondisi kesehatan lain, persingkat waktu kunjungan dan susun rencana kunjungan yang menghindari fumarol.

Utamakan kondisi permukaan jalan pada musim dingin atau cuaca buruk

Di dataran tinggi Hakkōda, salju, es, kabut, dan angin kencang dapat mengubah kondisi jalur pejalan kaki serta jalan raya secara drastis.

Kondisi akses dan operasi transportasi umum berubah menurut musim dan cuaca. Periksa informasi jalan serta pemberitahuan dari operator transportasi sebelum berangkat.

Tindakan yang perlu dipatuhi di lokasi dapat dikelompokkan menurut faktor bahayanya.

Faktor bahaya Tindakan yang dihindari Respons aman
Suhu tinggi dan keasaman kuat Menyentuh air Mengamati dari tepi
Gas vulkanik Mendekati fumarol Menjauh ke arah datangnya angin
Es dan kabut Memaksakan perjalanan Memeriksa keadaan

Padukan kunjungan dengan jalur pengamatan alam di sekitar Sukayu Onsen

Jigokunuma berada dekat Sukayu Onsen, dan berbagai objek untuk mempelajari gunung berapi serta tumbuhan dataran tinggi terkumpul di sekitarnya.

Pelajari kawasan ini lebih dahulu di Pusat Informasi Sukayu

Di Pusat Informasi Sukayu, Anda dapat mempelajari pembentukan kawasan sekitar melalui pameran yang memperkenalkan gunung berapi Hakkōda dan rute pendakian.

Jam buka dan ketersediaan layanan dapat berubah menurut musim. Jika berencana singgah, periksa informasi penggunaan terlebih dahulu.

Manjū Fukashi adalah pengalaman air panas yang berbeda dari rawa

Di seberang jalan terdapat Manjū Fukashi, tempat Anda dapat duduk dengan tetap mengenakan pakaian di bangku kayu yang dialiri air panas bersuhu tinggi di bawahnya.

Ini bukan pengalaman masuk ke Jigokunuma, melainkan tempat terpisah untuk merasakan panas dari mata air melalui fasilitas. Pahami perbedaannya dan ikuti petunjuk penggunaan di lokasi.

Rencanakan perjalanan dan waktu pengamatan di Jigokunuma

Walaupun hanya singgah sebentar, memeriksa transportasi, cuaca, dan keselamatan terlebih dahulu akan membantu Anda menikmati lanskap vulkanik dengan tenang.

Gunakan Sukayu Onsen sebagai patokan perjalanan

Jigokunuma berada dalam jarak yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Sukayu Onsen. Jika menggunakan transportasi umum, halte di sekitar Sukayu juga menjadi titik awal perjalanan.

Perjalanan dari Sukayu Onsen ke Jigokunuma memakan waktu sekitar 5 menit dengan berjalan kaki.

Frekuensi keberangkatan dan ruas layanan berubah menurut musim. Periksa jadwal dan tujuan operator transportasi yang akan digunakan pada hari kunjungan.

Rencanakan dengan asumsi tidak ada tempat parkir khusus

Jigokunuma tidak memiliki tempat parkir khusus. Jangan berhenti sembarangan di tepi jalan; gunakan tempat parkir resmi di sekitar dan ikuti petunjuk.

Saat menyeberang jalan, periksa jarak pandang serta kendaraan, dan jangan melangkah ke badan jalan demi mengambil foto.

Bersiaplah mempersingkat rute berdasarkan informasi di lokasi

Jika menggabungkan kunjungan dengan jalur pengamatan alam, periksa papan petunjuk, cuaca, informasi vulkanik, dan peringatan tentang satwa liar sebelum mulai berjalan.

Ketika jarak pandang atau kondisi permukaan jalan buruk, pertimbangkan untuk hanya mengamati Jigokunuma dan mengakhiri perjalanan lebih awal dari rencana.

Ringkasan|Mengamati Jigokunuma dengan aman sebagai lanskap vulkanik

Di Jigokunuma, bekas kawah ledakan, air panas yang sangat asam, uap, dan vegetasi sekitar berpadu sehingga aktivitas vulkanik Hakkōda dapat dipahami secara langsung.

Selain keindahan permukaan air dan pegunungan, memahami bahwa lingkungan ini memiliki air bersuhu tinggi serta gas vulkanik akan membantu Anda melihat makna lanskap sekaligus jarak aman yang diperlukan.

Jangan memasuki rawa, perhatikan arah angin, jalan, dan kondisi permukaan, lalu nikmati pengamatan di sekitar Sukayu setelah memeriksa informasi transportasi serta alam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Jigoku Numa adalah danau kawah yang terbentuk oleh aktivitas vulkanik tahap akhir Pegunungan Hakkoda. Mata air panas yang sangat asam dengan suhu sekitar 90℃ muncul di bekas kawah ledakan, memenuhi area dengan uap dan bau belerang. Tempat ini bukan lokasi berendam, melainkan kawasan indah untuk mengamati kekuatan gunung berapi dari posisi aman sebagai bagian dari alam Taman Nasional Towada-Hachimantai.
A. Informasi resmi memastikan bahwa Jigoku Numa tampak kehijauan dan airnya sangat asam sehingga ikan tidak dapat hidup, tetapi tidak menyatakan bahwa keasaman tinggi saja merupakan penyebab warna hijau. Warna air juga dapat terlihat berbeda tergantung cahaya dan kandungan di dalam air. Di lokasi, amati permukaan air kehijauan dan tepian yang tandus sebagai pemandangan yang mencerminkan lingkungan vulkanik.
A. Tampilan uap berubah sesuai suhu, kelembapan, arah angin, dan kondisi lainnya, sehingga tidak selalu sama meski di tempat yang sama. Namun, ketebalan uap tidak dapat digunakan untuk menilai keamanan gas vulkanik. Jika uap menghalangi pandangan, jangan memaksakan diri mendekat; ikuti tanda pembatas di lokasi dan jaga jarak dari titik keluarnya gas vulkanik.
A. Jigoku Numa berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Sukayu Onsen. Dari Stasiun Aomori, waktu yang diinformasikan adalah sekitar 49 menit dengan mobil atau sekitar 1 jam 10 menit dengan JR Bus Tohoku menuju Danau Towada. Rute dan jadwal bus JR berubah menurut musim, jadi periksa jadwal serta informasi operasional untuk tanggal kunjungan Anda di situs resmi.
A. Informasi pariwisata Prefektur Aomori menyatakan bahwa Jigoku Numa “tidak memiliki” tempat parkir. Hindari parkir di tepi jalan dan gunakan tempat parkir resmi yang diarahkan di sekitar Sukayu Onsen. Saat menyeberang jalan, periksa jarak pandang dan kendaraan, serta jangan masuk ke badan jalan untuk mengambil foto.
A. Di Jigoku Numa muncul air yang sangat asam dengan suhu sekitar 90℃, sehingga jangan menyentuh air, melewati batas tepian, atau mendekati aliran masuk. Di sekitarnya juga terdapat titik keluarnya gas vulkanik. Jika bau belerang kuat atau mata maupun tenggorokan terasa perih, tinggalkan lokasi dan pindah ke tempat dengan udara segar.
A. Pada musim gugur, pepohonan di sekitar Jigoku Numa berubah warna dan berpadu kontras dengan permukaan air kehijauan serta uap putih. Perkembangan warna daun berbeda menurut tahun dan cuaca, sehingga tanggal atau waktu tertentu tidak dapat dipastikan. Sebelum berkunjung, periksa kondisi warna terbaru melalui informasi pariwisata Prefektur Aomori atau daerah setempat.
A. Di seberang jalan terdapat Manju Fukashi, tempat pengunjung duduk dengan pakaian lengkap di atas kotak kayu yang dihangatkan oleh air bersuhu 95℃ yang mengalir di dalamnya. Ini bukan pengalaman masuk ke Jigoku Numa. Menggabungkannya dengan Pusat Informasi Sukayu dan jalur pengamatan alam dapat membantu Anda mempelajari lanskap vulkanik di sekitarnya.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.