Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Mitaki-dera | 3 Air Terjun, Pagoda & Sejarah Bom Atom

Kuil Mitaki-dera | 3 Air Terjun, Pagoda & Sejarah Bom Atom
Jelajahi 3 air terjun, pagoda tahoto, dan Amida kayu di Mitaki-dera, serta kerusakan bom atom dan pembangunan ulang bangunan utama pada 1968.

Ringkasan Cepat

Sekilas tentang Mitaki-dera

Mitaki-dera adalah kuil pegunungan di Gunung Mitaki, Distrik Nishi, Kota Hiroshima, tempat Anda dapat mengikuti suara 3 air terjun dan mengunjungi bangunan-bangunan kuil di lembah dalam satu rute berkesinambungan.

Daya tarik warisan budaya

Daya tarik utamanya adalah pagoda tahoto yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting tingkat prefektur dan patung kayu Amida Nyorai dalam posisi duduk yang disemayamkan di dalamnya, yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting tingkat nasional.

Asal-usul air terjun dan kepercayaan

Mitaki-dera adalah kuil kuno yang konon didirikan oleh Kukai; 3 air terjun yang menjadi asal nama kuil ini terkait dengan pemujaan terhadap Mitaki Kannon.

Bom atom dan pembangunan kembali aula utama

Kuil ini terkena dampak bom atom pada jarak sekitar 3,18–3,30 km dari hiposentrum, dan setelah mengalami kerusakan akibat gelombang ledakan yang menyapu lereng, aula utamanya dibangun kembali pada 1968.

Akses dengan kereta

Dari Stasiun Hiroshima atau Stasiun Yokogawa, naik JR Jalur Kabe dan turun di Stasiun Mitaki, lalu berjalan sekitar 20 menit.

Jalan menuju kuil dan perhatian saat berjalan

Jalan menuju kuil di lembah ini sempit dan terus naik turun, jadi pilihlah sepatu yang tidak licin dan berjalanlah sambil saling memberi jalan.

Dedaunan musim gugur dan etika fotografi

Kuil ini juga dikenal dengan dedaunan musim gugurnya, tetapi waktu terbaik dan tingkat keramaian berubah menurut cuaca dan tahun; jangan menghalangi jalan sempit dengan tripod atau pemotretan yang terlalu lama.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Hiroshima

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Mitaki-dera: kuil gunung untuk menyusuri suara air terjun dan bangunan di lembah

Mitaki-dera berada di Gunung Mitaki-yama, Distrik Nishi, Kota Hiroshima. Meski dekat kawasan perkotaan, kuil ini diselimuti suara air di lembah dan pepohonan.

Di kompleks, jangan menjadikan satu bangunan saja sebagai tujuan. Anggap 3 air terjun, bangunan yang tersebar di lereng, serta jalan yang menghubungkan tangga batu dan jembatan sebagai satu alur kunjungan untuk memahami ciri khasnya.

Perhatikan 3 air terjun yang menjadi asal nama kuil

Tiga air terjun di kompleks menjadi asal nama kuil. Air bukan hanya bagian dari panorama, tetapi juga membentuk karakter Mitaki-dera.

Saat mendekati air terjun, hindari batu basah dan lumut. Jangan menyeberangi aliran atau memasuki area terlarang; nikmati pemandangan dengan tenang dari jalur kunjungan.

Pahami lebih dahulu perbedaan ketinggian lembah

Sōshin Kannon-dō, menara lonceng, kuil Inari, Sanki Gongen-dō, dan Chinjū-dō tersebar di lembah. Rencanakan kunjungan dengan naik turun, bukan seperti berjalan di kompleks datar.

Jika Anda memastikan percabangan dan jalan kembali di dekat pintu masuk, Anda tidak perlu berhenti tiba-tiba di tengah tangga dan lebih mudah memberi jalan kepada pengunjung lain.

Berbagi keheningan hutan

Mitaki-dera juga dicintai sebagai tempat beristirahat warga. Orang yang berdoa, menikmati alam, dan melihat warisan budaya menggunakan jalur sempit yang sama.

Kurangi suara percakapan dan kamera, serta jangan lama menguasai area depan air terjun atau bangunan. Inilah dasar untuk meneruskan ketenangan kuil gunung kepada pengunjung berikutnya.

Unsur kompleks Sudut pandang Kunci keselamatan
3 air terjun Hubungan nama kuil dan air Jangan masuk ke batu basah
Bangunan di lembah Tata letak bangunan Periksa jalan di percabangan
Tangga batu dan jembatan Perbedaan ketinggian rute Jangan berhenti di jalur

Mengenal tradisi pendirian oleh Kūkai dan kepercayaan Mitaki Kannon

Mitaki-dera adalah kuil tua yang konon didirikan oleh Kūkai dan juga dicintai warga dengan nama Mitaki Kannon.

Jangan menegaskan tradisi pendirian sebagai kronologi pasti. Bacalah dengan cermat sebagai citra kuil yang menghubungkan air gunung dengan kepercayaan kepada Kannon.

Mulai dari tradisi yang berkaitan dengan Kūkai

Tradisi bahwa Kūkai mendirikan kuil memberi petunjuk untuk memikirkan lingkungan pertapaan di pegunungan dan keberadaan air, tetapi tidak berarti semua bangunan sekarang tersisa sejak masa awal.

Jangan mencampur tradisi dengan usia bangunan. Periksa satu per satu periode dan riwayat perbaikan yang tertulis pada papan informasi.

Lihat doa kepada Kannon bersama air terjun

Setelah memahami latar nama Mitaki Kannon, doa di depan bangunan dan air yang mengalir di lembah tampak sebagai satu ruang kepercayaan, bukan dua daya tarik terpisah.

Walau melihat patung Buddha atau upacara di dalam bangunan, jangan terlalu dekat. Utamakan papan setempat dan petunjuk kuil mengenai izin memotret.

Tempatkan kuil dalam lingkungan alam sekitar Sōko-yama

Distrik Nishi memiliki pegunungan dari Sōko-yama hingga sekitar Suzuga-mine, saluran banjir Sungai Ōta-gawa, serta sumber daya sejarah dan budaya seperti Mitaki-dera.

Jangan memandang kuil sebagai titik terpisah. Menempatkannya dalam bentang tempat air dan jalan turun dari gunung ke kota memudahkan Anda memahami sifatnya sebagai kuil lembah.

Melihat Tahōtō dan patung Amida Nyorai sebagai warisan budaya

Kompleks memiliki pagoda Tahōtō, Warisan Budaya Penting Prefektur Hiroshima. Di dalamnya terdapat patung kayu Amida Nyorai duduk, Warisan Budaya Penting nasional.

Warisan budaya adalah objek kepercayaan sebelum menjadi objek foto. Lihat berurutan bagian luar, papan informasi, dan ruang sekitar tanpa melewati area yang dibuka.

Pastikan posisi Tahōtō di dalam lembah

Saat menatap Tahōtō, perhatikan bukan hanya bentuknya, tetapi juga jarak dengan lereng dan pepohonan serta cara pagoda muncul dari jalur.

Mundur tanpa melihat pijakan demi memperluas bingkai dapat menyebabkan jatuh atau bertabrakan. Pilih tempat datar yang tidak mengganggu lalu lintas.

Utamakan status pembukaan saat melihat Amida Nyorai

Patung kayu Amida Nyorai duduk merupakan Warisan Budaya Penting nasional, tetapi tidak selalu dapat dilihat dari dekat.

Jika pintu tertutup atau ada upacara, jangan memaksa mengintip. Terimalah pengumuman setempat dan petunjuk kuil.

Objek Status warisan Sikap melihat
Pagoda Tahōtō Warisan penting prefektur Lihat bagian luar dari jalur
Patung kayu Amida Nyorai duduk Warisan penting nasional Patuhi area terbuka
Bangunan di lembah Bangunan kayu bersejarah Periksa periode pada papan informasi

Menerima ingatan bom atom dan pembangunan kembali aula utama

Mitaki-dera terkena bom atom pada jarak sekitar 3,18–3,30 km dari hiposentrum. Gelombang ledak yang menaiki lereng menyebabkan kerusakan besar pada bangunan kompleks.

Jangan berhenti pada panorama alam yang indah saat ini. Perhatikan juga proses bangunan rusak, diperbaiki, dan dibangun kembali hingga bertahan.

Lereng lembah terkait dengan kerusakan gelombang ledak

Gelombang ledak bom atom menaiki lereng dan merusak berat bangunan kayu seperti Sōshin Kannon-dō dan menara lonceng.

Jangan anggap catatan kerusakan sekadar informasi tambahan bagi panorama. Renungkan dengan tenang bagaimana bentang alam terhubung dengan peristiwa sejarah.

Aula utama dibangun kembali pada 1968 setelah perbaikan darurat

Atap, pintu, dan bagian lain aula utama rusak lalu diperbaiki secara darurat. Bangunan itu kemudian dibangun kembali pada 1968.

Saat melihat aula utama sekarang, jangan menilai hanya tua atau baru. Terimalah pula upaya orang-orang yang terus memulihkan tempat ibadah.

Jaga perilaku di ruang peringatan

Di tempat yang terkait dengan ingatan bom atom, jangan berbicara keras atau membuat foto dengan tata panggung sensasional. Jaga jarak agar tidak mengganggu penghormatan dan doa orang lain.

Saat mengutip papan informasi untuk publikasi, jangan keliru mengenai tahun, jarak, atau nama bangunan; cocokkan dengan penjelasan yang dipublikasikan.

Waktu Peristiwa Makna yang dibaca di kompleks
6 Agustus 1945 Bangunan rusak akibat gelombang ledak Hubungan lereng dan kerusakan
Setelah bom atom Perbaikan darurat aula utama Kelanjutan ibadah
1968 Pembangunan kembali aula utama Upaya mewariskan kuil

Saat musim gugur, prioritaskan jalur sempit dan pijakan

Mitaki-dera juga dikenal karena daun musim gugur, tetapi masa terbaik dan kepadatan berubah sesuai cuaca dan tahun. Lebih aman merencanakan kunjungan tanpa menganggap tingkat perubahan warna daun atau tanggal tertentu sebagai sesuatu yang pasti.

Jalur kunjungan sempit dan memerlukan sikap saling mengalah. Semakin ramai, semakin penting mendahulukan berjalan dan berdoa daripada memotret.

Pilih pakaian untuk tangga batu dan permukaan basah

Beberapa bagian kompleks pegunungan lebih lembap daripada dataran. Kenakan sepatu antiselip, biarkan tangan bebas, dan hindari pakaian dengan ujung terlalu panjang.

Setelah hujan atau ketika daun menumpuk, pijak satu anak tangga demi satu. Jika ada pegangan, gunakan secara bergantian.

Jangan hentikan arus dengan tripod atau sesi panjang

Membuka tripod di jalur sempit atau depan bangunan menghilangkan ruang menghindar bagi pejalan kaki. Bawa perlengkapan seringkas mungkin dan gunakan dalam waktu singkat.

Saat ramai, jangan memaksa menunggu pemandangan kosong. Perhatikan privasi bila wajah masuk foto dan utamakan pergerakan pengunjung.

Berjalan dari Stasiun JR Mitaki dengan waktu cukup

Dari Stasiun Hiroshima atau Yokogawa, naik Jalur JR Kabe hingga Stasiun Mitaki, lalu berjalan sekitar 20 menit.

Waktu tempuh berubah sesuai kecepatan dan kondisi jalur. Sisakan waktu untuk berdoa setelah tiba dan untuk perjalanan pulang.

Anggap jalan dari stasiun sebagai awal perjalanan gunung

Jalan dari stasiun ke kuil berlanjut dengan naik turun di kompleks. Jangan menganggapnya jalan kota pendek; siapkan air dan sepatu nyaman.

Jika tersesat, jangan masuk ke jalan permukiman yang sempit. Kembali ke peta atau papan petunjuk untuk memastikan posisi.

Dengan mobil pun, utamakan pejalan kaki dekat jalur sempit

Jika mendekat dengan mobil, tanyakan lebih dahulu kapasitas parkir dan pengaturan saat musim daun gugur kepada kuil. Jika penuh, jangan berhenti di jalan; pilih cara lain.

Pada bagian yang dipakai bersama kawasan hunian dan rute kunjungan, kurangi kecepatan, beri jalan kepada pejalan kaki dan kendaraan dari arah berlawanan, serta jaga ketenangan.

Rangkuman | Menjelajahi Mitaki-dera melalui air, doa, dan pemulihan setelah bom atom

Di Mitaki-dera, ikuti suara 3 air terjun dan lihat bangunan lembah, Tahōtō, serta Amida Nyorai dari sisi kepercayaan dan warisan untuk memahami susunan kuil gunung.

Mengetahui bangunan rusak akibat bom atom dan aula utama melalui perbaikan darurat sebelum dibangun kembali pada 1968 membuat Anda merasakan bobot ketenangan yang diwariskan.

Perhatikan jalur sempit dan pijakan, patuhi area terbuka serta etika memotret, dan sisakan waktu cukup untuk berjalan dari Stasiun JR Mitaki agar kunjungan tetap tenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Mitaki-dera adalah kuil yang terletak di Gunung Mitaki, Distrik Nishi, Kota Hiroshima. Kuil ini diyakini didirikan oleh Kūkai dan dikenal luas dengan nama “Mitaki Kannon”. Tempat ini merupakan kuil ke-13 dalam Ziarah 33 Kannon Chūgoku, dan 3 air terjun yang mengalir di kawasan kuil menjadi asal-usul namanya. Meskipun dekat dengan kawasan kota, suasana seperti lembah terpencil di pegunungan menjadi daya tarik khas kuil gunung ini.
A. Daya tarik Mitaki-dera meliputi 3 air terjun yang menjadi asal-usul nama kuil, pagoda tahōtō berwarna merah terang, dan bangunan-bangunan kuil yang tersebar di sepanjang lembah. Dengan mengikuti tangga batu dan jembatan sambil mendengarkan suara air terjun, Anda dapat merasakan bahwa bangunan-bangunan tersebut menyatu dengan seluruh kuil gunung sebagai satu ruang keagamaan.
A. Tahōtō adalah salah satu bentuk pagoda Buddha, dan menara merah terang di Mitaki-dera dipindahkan pada tahun 1951 dari Kuil Hiro Hachiman di Prefektur Wakayama. Bangunan ini merupakan Properti Budaya Penting tingkat prefektur yang ditujukan untuk mengenang para korban bom atom. Di dalam menara terdapat patung kayu Amida Nyorai dalam posisi duduk, dibuat pada zaman Heian dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional. Memahami riwayat pagoda dan patung secara terpisah membantu Anda merasakan doa-doa yang terwujud dalam kompleks kuil saat ini.
A. Mitaki-dera terkena dampak bom atom pada jarak sekitar 3 km dari hiposentrum, dan gelombang ledakan merusak Aula Sōshinkan Kannon, menara lonceng, serta bangunan lainnya dengan parah. Setelah menjalani perbaikan darurat, aula utama dibangun kembali pada tahun 1968. Mengetahui bahwa di balik pemandangan lembah yang tenang terdapat perjalanan pemulihan dapat membuat waktu beribadah terasa lebih khidmat.
A. Untuk menuju Mitaki-dera, turunlah di Stasiun Mitaki pada Jalur JR Kabe lalu berjalan kaki sekitar 20 menit. Anda juga dapat berangkat dari Stasiun Hiroshima atau Stasiun Yokogawa. Karena jalan dari stasiun ke kuil menanjak dan di dalam kawasan kuil terdapat banyak tangga batu, persiapkan diri seperti untuk berjalan ringan di pegunungan, bukan sekadar berjalan-jalan di kota, agar dapat beribadah dengan nyaman setibanya di sana.
A. Kawasan kuil di lembah memiliki rangkaian tangga batu, jembatan, dan jalan di sepanjang air terjun, sehingga sepatu antiselip dan pakaian yang membebaskan kedua tangan akan lebih aman. Setelah hujan atau pada musim daun berguguran, permukaan jalan mudah lembap. Pijakkan kaki satu per satu dan saling mengalah di tempat yang memiliki pegangan tangan agar dapat terus masuk ke bagian dalam sambil menghindari jatuh.
A. Mitaki-dera dikenal sebagai tempat melihat dedaunan musim gugur, dan setiap musim gugur area sekitar pagoda tahōtō serta sepanjang lembah biasanya berubah warna. Waktu terbaik dan tingkat keramaian dapat bergeser bergantung pada cuaca dan tahunnya, jadi rencanakan dengan rentang waktu yang fleksibel dan tentukan terlebih dahulu tempat untuk berhenti di jalan masuk yang sempit agar dapat menikmati fotografi dengan tenang.
A. Goshuin adalah stempel yang diberikan sebagai bukti telah mengunjungi kuil Buddha atau kuil Shinto, dengan nama kuil dan keterangan lain ditulis menggunakan tinta serta dicap. Mitaki-dera merupakan kuil ke-13 dalam Ziarah 33 Kannon Chūgoku dan kuil ke-15 dalam Ziarah 88 Tempat Hiroshima Shin-Shikoku, tetapi jam penerimaan, biaya hatsuhoryō, dan ketersediaan goshuin yang sudah ditulis sebelumnya tidak dapat dipastikan dari informasi publik. Setelah beribadah, periksa panduan pada hari itu di kantor nōkyōjo.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.