Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Moegi no Mura Kiyosato | Taman & Komidi Putar Hutan

Moegi no Mura Kiyosato | Taman & Komidi Putar Hutan
Temukan 700+ spesies tanaman, komidi putar hutan, dan museum kotak musik Hall of Halls, 7–8 menit jalan kaki dari Stasiun Kiyosato.

Ringkasan Cepat

Sekilas Moegi-no-Mura

Moegi-no-Mura adalah kawasan wisata terpadu yang membentang di Dataran Tinggi Kiyosato, dengan taman, museum kotak musik, bengkel kerajinan, dan fasilitas makan yang tersebar di antara dinding batu serta tanaman.

Natural Gardens MOEGI

Seluruh area seluas sekitar 32.000 m² ditata sebagai satu taman, tempat lebih dari 700 spesies tanaman menunjukkan perubahan musim melalui bunga, daun, dan buah.

Komidi putar di hutan

Dipasang di atas bukit pada 1993, komidi putar ini dicintai sebagai tempat beristirahat sejenak sambil merasakan kehadiran hutan.

Perjalanan Moegi-no-Mura

Berawal dari kafe ROCK yang dibuka pada 1971, pembangunan taman berlangsung selama sekitar 10 tahun sejak 2012 di bawah pengawasan Paul Smither.

Akses

Lokasinya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Kiyosato di Jalur JR Koumi, dan pengunjung yang datang dengan mobil dapat menggunakan area parkir 1 hingga 4.

Aturan untuk melindungi taman

Jangan keluar dari jalur pejalan kaki dan jangan mengambil tanaman, makhluk hidup, buah yang jatuh, atau biji; amati semuanya di tempat.

Pakaian dan cuaca dataran tinggi

Pada ketinggian sekitar 1.200 m, cuaca mudah berubah; jaket tipis berguna bahkan pada musim panas, dan sepatu antiselip memberi rasa aman saat hujan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Yamanashi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Moegi-no-Mura, tempat alam dan budaya berpadu di Dataran Tinggi Kiyosato

Moegi-no-Mura adalah kawasan wisata terpadu yang membentang di Dataran Tinggi Kiyosato, Kota Hokuto, Prefektur Yamanashi.

Restoran, hotel, toko, studio kerajinan, dan museum kotak musik tersebar di area yang dikelilingi dinding batu serta tumbuhan.

Berjalan menyusuri area seluas sekitar 32.000 m² sebagai satu taman

Menurut situs resmi, areanya mencapai sekitar 32.000 m² dan seluruh kawasan ditata sebagai “Natural Gardens MOEGI”.

Jangan hanya menjadikan bangunan sebagai tujuan. Pandanglah lekukan jalan, celah dinding batu, dan lapisan pepohonan sebagai satu bentang alam agar gagasan tempat ini terasa lebih jelas.

Lingkungan dataran tinggi pada ketinggian sekitar 1.200 m

Moegi-no-Mura berada di lereng selatan Yatsugatake pada ketinggian sekitar 1.200 m.

Cuaca pegunungan mudah berubah. Bawalah jaket tipis bahkan pada musim panas, dan gunakan sepatu yang tidak licin saat hujan agar dapat berjalan dengan aman.

Memilih fasilitas untuk menyusun waktu kunjungan

Di dalam kawasan, Anda dapat menggabungkan berbagai kegiatan seperti bersantap, berbelanja, menikmati musik, mengenal kerajinan tangan, dan menginap.

Daripada terburu-buru mengunjungi semuanya, lebih baik sisihkan waktu untuk berjalan di taman, pilih sekitar 2 fasilitas yang diminati, dan buat rencana yang longgar.

Berikut cara menikmati kawasan berdasarkan tujuan.

Tujuan Tempat singgah Cara menikmati
Berjalan di alam Taman dan dinding batu Mengamati vegetasi
Menikmati suara Museum Mendengarkan pertunjukan
Mengenal kerajinan tangan Studio dan toko Melihat karya
Beristirahat di dataran tinggi Fasilitas kuliner Pemandangan dan makanan

Mengamati Natural Gardens MOEGI

Daya tarik taman bukan hanya banyaknya bunga, tetapi juga desainnya yang menyelaraskan ekosistem setempat dengan perawatan manusia.

Lapisan yang dibentuk lebih dari 700 spesies tumbuhan

Panduan resmi menjelaskan bahwa lebih dari 700 spesies tumbuhan, termasuk subspesies khas kawasan, tumbuh di sini.

Di jalan yang sama pun, bunga, daun, buah, dan bentuk tanaman yang mengering silih berganti menurut musim. Perhatikan bukan hanya warnanya, tetapi juga tinggi tanaman dan bentuk daunnya.

Dinding batu yang menyampaikan kebijaksanaan para perintis

Dinding batu di dalam kawasan merupakan unsur lanskap yang mewarisi pengetahuan orang-orang yang merintis Kiyosato pada paruh pertama abad 20.

Jangan hanya memandangnya sebagai latar penopang tumbuhan. Membacanya sebagai jejak sejarah kehidupan yang dibangun di wilayah dingin akan memperdalam kesan terhadap taman.

2 aturan yang perlu dijaga di taman

Panduan resmi taman alami meminta pengunjung tidak keluar dari jalur jalan kaki serta tidak mengambil tumbuhan atau makhluk hidup.

Jangan membawa pulang buah atau biji yang jatuh. Mengamatinya di tempat merupakan dasar menikmati taman sambil menjaga ekosistem.

Menata sudut pandang menurut musim membantu Anda mengamati lebih dari sekadar bunga.

Sudut pandang musim Hal yang diamati Cara berjalan
Masa bertunas Daun muda dan permukaan tanah Perhatikan pijakan
Musim berbunga Warna dan serangga penyerbuk Jaga jarak
Masa berbuah Buah dan biji Amati tanpa memetik
Taman musim dingin Ranting dan dinding batu Baca garis bentuk

Kisah yang tersimpan dalam komidi putar hutan

Komidi putar hutan di atas bukit bukan hanya wahana yang fotogenik, tetapi juga tempat yang melambangkan pemikiran Moegi-no-Mura.

“Tempat hinggap” di hutan yang lahir pada 1993

Menurut sejarah resmi, komidi putar hutan dipasang pada 1993.

Inspirasinya muncul setelah sang pendiri melihat di Amerika bahwa komidi putar hadir bukan hanya di taman hiburan, tetapi juga di taman umum dan dermaga.

Gagasan yang menghubungkan manusia dan alam

Komidi putar di atas bukit dirancang sebagai “tempat hinggap” tempat orang berkumpul dan berhenti untuk merasakan kehadiran hutan.

Amati bentuk hewan dan abadikan bersama pepohonan di sekitarnya. Anda akan melihat alasan unsur buatan ditempatkan tanpa berlawanan dengan alam.

Periksa informasi operasional sebelum menaikinya

Jam operasional dan hari libur setiap fasilitas, termasuk komidi putar, berbeda-beda.

Periksa informasi operasional resmi pada tanggal kunjungan dan pastikan tidak ada perubahan akibat cuaca buruk atau musim sebelum menuju ke sana.

Mengenal budaya Kiyosato melalui perjalanan Moegi-no-Mura

Bangunan dan taman di kawasan ini berdiri di atas sejarah yang terbentuk dari perintisan Kiyosato dan perkembangan budaya pariwisatanya.

Berawal dari kedai kopi ROCK pada 1971

Moegi-no-Mura bermula dari kedai kopi ROCK yang dibuka pada 1971.

Toko kecil yang bertujuan menjadi tempat anak muda berkumpul dan membicarakan impian berkembang menjadi kawasan yang menghubungkan kuliner, penginapan, budaya, dan kerajinan tangan.

Mewarisi semangat Paul Rusch

Paul Rusch, yang mendukung perintisan Kiyosato, terlibat dalam pertanian, peternakan sapi perah, dan pendidikan di wilayah ini.

Moegi-no-Mura menghubungkan sikap hidup berdampingan dengan alam dan membina masyarakat yang ia hargai dengan penataan taman serta gagasan usahanya.

Penataan taman yang dimulai sejak 2012

Sejak 2012, penataan taman di seluruh kawasan berlangsung di bawah supervisi perancang lanskap Paul Smither.

Penataan selama sekitar 10 tahun ini bukan sekadar menambah hamparan bunga di sekitar bangunan, melainkan menafsirkan ulang seluruh Moegi-no-Mura sebagai habitat makhluk hidup.

Mengenal kerajinan tangan di museum kotak musik dan studio

Memadukan musik serta kerajinan dalam perjalanan menyusuri alam membantu Anda merasakan bahwa Moegi-no-Mura juga merupakan pusat penyebaran budaya.

Mendengarkan suara di Hall of Halls

Museum kotak musik Hall of Halls menampilkan alat musik otomatis dan kotak musik dari seluruh dunia.

Jika tidak hanya melihat bentuknya, tetapi juga memperhatikan mekanisme penghasil suara dan budaya pertunjukannya, hubungan antara teknologi mekanis dan musik akan lebih mudah dipahami.

Menikmati perbedaan toko dan studio

Di dalam kawasan terdapat toko dan studio dengan bahan serta ekspresi berbeda, seperti boneka beruang, pernis, kerajinan kertas, tenun tangan, dan kerajinan kayu alami.

Jangan hanya memilih barang jadi. Bandingkan cara mengolah bahan dan sudut pandang setiap pembuat agar kegiatan belanja berubah menjadi pengalaman budaya.

Periksa persyaratan pengalaman di setiap fasilitas

Biaya masuk, penerimaan kegiatan, kebutuhan reservasi, dan ketentuan membawa hewan peliharaan berbeda menurut fasilitas.

Jika ada kegiatan yang ingin diikuti, jangan menilai hanya dari panduan umum kawasan. Periksa halaman resmi fasilitas terkait.

Tabel berikut merangkum perbedaan cara singgah.

Tempat Hal yang diperhatikan Pemeriksaan sebelumnya
Museum Alat musik dan pertunjukan Jam buka dan masuk
Studio Bahan dan teknik Penerimaan kegiatan
Toko Pembuat dan karya Hari operasional
Fasilitas kuliner Kuliner dataran tinggi Jam operasional

Menata akses dan urutan kunjungan pada hari itu

Moegi-no-Mura dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun Kiyosato, tetapi areanya terbagi menjadi beberapa fasilitas. Menentukan urutan kunjungan akan memudahkan Anda berjalan.

Berjalan kaki dari Stasiun Kiyosato

Asosiasi Pariwisata Kota Hokuto menyebutkan bahwa perjalanan kaki dari Stasiun Kiyosato di Jalur JR Koumi memerlukan waktu sekitar 10 menit.

Jika berangkat dari stasiun, periksa terlebih dahulu jadwal kereta pulang dan cuaca dataran tinggi, lalu buat rencana untuk kembali sebelum gelap.

Memilih lokasi tempat parkir saat berkendara

Halaman akses resmi mencantumkan tempat parkir nomor 1 hingga nomor 4 di sekitar kawasan.

Periksa tempat parkir terdekat dengan fasilitas tujuan melalui peta resmi dan pastikan tempat parkir khusus hotel tidak digunakan oleh orang yang tidak menginap.

Periksa kembali informasi operasional pada hari kunjungan

Setiap fasilitas di Moegi-no-Mura memiliki jam operasional dan hari libur berbeda, sedangkan situs resmi menyediakan informasi menurut tanggal.

Jadikan berjalan di taman sebagai poros utama, kemudian ubah urutan museum, studio, dan fasilitas kuliner sesuai kondisi operasional untuk mengurangi waktu tunggu.

Ringkasan berjalan-jalan di Moegi-no-Mura

Di Moegi-no-Mura, lebih dari 700 spesies tumbuhan, dinding batu peninggalan perintisan, komidi putar hutan, serta fasilitas musik dan kerajinan terhubung dalam satu taman.

Memahami perjalanannya sejak 1971 dan gagasan hidup berdampingan dengan alam memungkinkan Anda membaca lapisan budaya Kiyosato yang sulit terlihat hanya dari foto dan kegiatan belanja.

Periksa informasi operasional pada hari kunjungan dan peta kawasan, lindungi jalur jalan kaki serta makhluk hidup, lalu susun waktu di dataran tinggi dengan santai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Moegi no Mura adalah kawasan wisata terpadu di Dataran Tinggi Kiyosato, Kota Hokuto, Prefektur Yamanashi, dengan restoran, toko, museum kotak musik, dan fasilitas lain yang tersebar di lahan seluas sekitar 32.000 m². Daripada menjadikan setiap bangunan sebagai tujuan tersendiri, berjalanlah menyusuri seluruh taman, termasuk dinding batu dan tumbuhannya, sebagai satu pemandangan untuk menemukan daya tarik tempat ini.
A. Natural Gardens MOEGI di Moegi no Mura adalah taman yang ditumbuhi lebih dari 700 spesies tanaman, termasuk subspesies khas daerah tersebut, dan salah satu daya tariknya adalah seluruh taman ditata di bawah pengawasan Paul Smither. Bahkan di jalur yang sama, bunga, daun, buah, dan bentuk tanaman yang mengering berganti menurut musim. Mengamati bukan hanya warna, tetapi juga tinggi tanaman dan bentuk daun akan menambah penemuan.
A. Masuk ke Moegi no Mura gratis, dan biaya hanya dikenakan saat menggunakan fasilitas tertentu seperti museum kotak musik atau komidi putar. Berjalan-jalan di taman juga gratis, jadi Anda dapat berkeliling dahulu lalu memilih fasilitas yang menarik agar dapat menikmati udara dataran tinggi dengan santai sambil menekan biaya.
A. Harga tiket museum kotak musik Hall of Halls adalah 1.000 yen untuk orang dewasa, 800 yen untuk mahasiswa dan siswa sekolah menengah atas, serta 500 yen untuk siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Isi dan waktu demonstrasi berubah sesuai jadwal, jadi periksa jadwal resmi pada hari kunjungan.
A. Satu kali naik Komidi Putar Hutan berharga 500 yen. Menurut informasi resmi, jam operasionalnya adalah 10:00–18:00 dari April hingga Oktober dan 10:00–17:00 dari Desember hingga Maret. Hari libur dan hari operasional, termasuk pada November, dapat berubah, jadi periksa kalender operasional untuk hari kunjungan.
A. Moegi no Mura berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari depan Stasiun Kiyosato di Jalur JR Koumi. Karena jumlah perjalanan kereta terbatas, periksa waktu keberangkatan untuk perjalanan pulang dan susun lama kunjungan sesuai jadwal tersebut. Dengan mobil, kawasan ini dapat diakses dari arah persimpangan Nagasaka atau Sutama di Jalan Tol Chuo.
A. Tersedia tempat parkir nomor 1 hingga 4 untuk pengunjung umum. Menurut rincian resmi, kapasitasnya masing-masing sekitar 130, 60, 60, dan 80 kendaraan, dengan total sekitar 330 kendaraan. Saat ada acara, ketentuan penggunaan dan tarif dapat berubah, jadi periksa informasi lalu lintas resmi pada hari tersebut.
A. Kuliner khas Moegi no Mura adalah kari ROCK, yang berasal dari kedai kopi yang didirikan pada tahun 1971, serta bir craft “Touchdown”. Periksa informasi resmi mengenai jam buka dan ketersediaan tempat duduk sebelum berkunjung.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.