Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Wisata Nagoya Sehari Tanpa Mobil: Kastil Nagoya & Kuil Atsuta

Wisata Nagoya Sehari Tanpa Mobil: Kastil Nagoya & Kuil Atsuta
Sehari di Nagoya tanpa mobil: naik metro dari Stasiun Nagoya ke Kastil Nagoya, lalu Jalur Meijo ke Kuil Atsuta. Tips transit, makan siang & etiket.

Ringkasan Cepat

Gambaran Umum Perjalanan Sehari

Rute contoh perjalanan sehari di Aichi tanpa mobil dengan Jalur Meijo kereta bawah tanah Kota Nagoya sebagai poros: Kastil Nagoya di pagi hari dan Kuil Atsuta Jingu di sore hari.

Daya Tarik Kastil Nagoya

Di Kastil Nagoya, menara utama (tenshu) sedang ditutup dan tidak bisa dimasuki, tetapi Anda tetap dapat mengunjungi area yang dibuka untuk umum, seperti gerbang, tembok batu, Istana Hommaru, dan taman.

Daya Tarik Istana Hommaru

Jika Istana Hommaru bisa dikunjungi, Anda dapat memperhatikan dekorasi di setiap ruangan, ukiran ranma di atas pintu, kusen serta pintu dan jendela geser, dan keterhubungan antarruang.

Akses dengan Kereta Bawah Tanah

Dari Stasiun Nagoya, naik kereta bawah tanah ke Stasiun Nagoya Castle, lalu dari Stasiun Nagoya Castle naik Jalur Meijo ke arah selatan hingga Stasiun Atsuta Jingu Nishi.

Waktu Tempuh dari Kastil ke Kuil

Sebagai perkiraan, perjalanan dengan Jalur Meijo dari Stasiun Nagoya Castle ke Stasiun Atsuta Jingu Nishi memakan waktu sekitar 20 menit.

Berdoa di Kuil Atsuta Jingu

Kuil Atsuta Jingu memuja Atsuta-no-Okami sebagai dewa utama, dengan pedang suci Kusanagi sebagai wadah roh (mitamashiro), dan pengunjung berjalan menyusuri jalan masuk yang rimbun oleh pepohonan lebat untuk berdoa.

Kenyamanan Berjalan dan Cuaca

Pada rute perjalanan sehari di Aichi tanpa mobil ini, Anda akan banyak berjalan di luar ruangan, baik di area kastil maupun kuil, jadi kenakan sepatu yang nyaman dan sudah biasa dipakai; saat hujan lebat atau cuaca panas, sesuaikan rencana dengan memprioritaskan kunjungan dalam ruangan dan istirahat.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Aichi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Cara mengunjungi Kastel Nagoya dan Kuil Atsuta Jingu tanpa mobil

Menghubungkan 2 tempat terkenal dengan kereta bawah tanah

Kastel Nagoya dan Kuil Atsuta Jingu mudah dipadukan dalam perjalanan tanpa mobil jika Anda menjadikan Jalur Meijo milik Kereta Bawah Tanah Kota Nagoya sebagai poros perjalanan.

Dari Stasiun Nagoya menuju Stasiun Nagoyajo, Anda perlu berganti kereta di tengah perjalanan, sedangkan dari Kastel Nagoya menuju Kuil Atsuta Jingu, Anda akan bergerak ke selatan melalui Jalur Meijo.

Keunggulan transportasi umum adalah Anda dapat menggunakan waktu untuk berkunjung dan beribadah tanpa perlu memikirkan kemacetan jalan atau mencari tempat parkir.


Pagi di Kastel Nagoya, sore di Kuil Atsuta Jingu

Untuk perjalanan sehari, alurnya akan terasa alami jika Kastel Nagoya ditempatkan pada pagi hari dan Kuil Atsuta Jingu pada sore hari.

Tempat-tempat menarik di dalam area kastel tersebar dan Anda juga memerlukan waktu untuk berjalan kaki, sehingga sebaiknya berkunjung pada pagi hari saat stamina masih baik.

Di Kuil Atsuta Jingu, berjalanlah dengan tenang sambil menikmati suasana jalan menuju kuil; untuk perjalanan pulang, Anda dapat memilih kereta bawah tanah, Meitetsu, JR, atau transportasi lain yang sesuai dengan tempat menginap maupun tujuan akhir.

Hitung waktu beserta kelonggarannya

Pertimbangkan pergantian kereta di stasiun, antrean masuk, kepadatan saat makan siang, dan waktu berjalan di area kuil; kuncinya adalah tidak membuat jadwal hingga setiap menit.

Jam buka, area yang dapat dimasuki, acara, dan kondisi operasional kereta dapat berubah.

Sebelum berangkat, periksa informasi kunjungan dan operasional setiap tempat serta tentukan prioritas agar Anda tetap puas meskipun harus mempersingkat waktu di salah satu dari kedua lokasi.

Waktu Tempat utama Poin perjalanan
Pagi Kastel Nagoya Naik kereta bawah tanah dari Stasiun Nagoya ke Stasiun Nagoyajo
Siang Sekitar kastel atau stasiun Ubah tempat makan sesuai tingkat kepadatan
Sore Kuil Atsuta Jingu Naik Jalur Meijo menuju Stasiun Atsuta Jingu Nishi
Menjelang malam Arah Stasiun Nagoya Bandingkan kereta bawah tanah, Meitetsu, dan JR

Pagi|Dari Stasiun Nagoya menuju Kastel Nagoya

Berganti ke kereta bawah tanah di Stasiun Nagoya

Di Stasiun Nagoya, ikuti petunjuk Jalur Sakuradori kereta bawah tanah, berganti ke Jalur Meijo di Stasiun Hisaya-odori, lalu menuju Stasiun Nagoyajo; rute ini mudah dipahami.

Karena stasiunnya besar, perhitungkan juga waktu untuk berjalan dari gerbang tiket Shinkansen atau kereta reguler menuju peron kereta bawah tanah.

Meskipun menggunakan kartu IC, sebaiknya periksa saldo dan cakupan penggunaannya terlebih dahulu agar perjalanan lebih tenang.

Berjalan dari Stasiun Nagoyajo menuju pintu masuk

Anda dapat berjalan kaki dari Stasiun Nagoyajo di Jalur Meijo menuju Kastel Nagoya.

Setelah tiba di permukaan, periksa papan petunjuk dan lanjutkan ke pintu masuk melalui penyeberangan serta trotoar.

Pada musim panas yang terik atau saat hujan, siapkan minuman dan perlengkapan hujan di stasiun sebelum keluar agar perjalanan lebih nyaman.

Berjalan dengan barang bawaan ringan

Karena Anda akan berjalan sambil melihat dinding batu, gerbang, dan taman, menitipkan barang besar di loker sekitar Stasiun Nagoya atau di tempat menginap akan terasa lebih nyaman.

Namun, ketersediaan loker dan ukuran yang dapat ditampung bergantung pada kondisi hari itu.

Gunakan tempat yang sama untuk menitipkan dan mengambil barang, lalu catat lokasinya di ponsel agar Anda tidak terlambat menaiki kereta pulang.

Melihat sejarah dan arsitektur di Kastel Nagoya

Periksa dahulu area yang dibuka pada hari itu

Di Kastel Nagoya, ketentuan kunjungan berbeda-beda menurut bangunan atau area, dan panduan dapat berubah karena pekerjaan konstruksi maupun acara.

Periksa pengumuman di pintu masuk dan panduan kunjungan, lalu susun rute berdasarkan area yang dapat dikunjungi.

Menara utama sedang ditutup sehingga tidak dapat dimasuki, tetapi Anda masih dapat mengunjungi tempat-tempat yang dibuka seperti gerbang, dinding batu, Istana Honmaru, dan taman.

Perhatikan detail Istana Honmaru

Jika Istana Honmaru dapat dikunjungi, perhatikan dekorasi di setiap ruangan, kisi-kisi ranma, pintu dan panel, serta hubungan antar-ruang.

Saat ramai, tempat untuk berhenti terbatas, jadi ikuti arahan petugas.

Menjaga aturan dasar seperti tidak menyentuh benda budaya, tidak menghalangi jalur, dan mematuhi ketentuan fotografi akan membantu orang di sekitar Anda menikmati kunjungan dengan tenang.

Berjalan menyusuri dinding batu dan luasnya benteng

Di luar ruangan, amati kemiringan dinding batu serta hubungan posisi parit dan gerbang untuk memahami susunan benteng yang mempertimbangkan pertahanan sekaligus pergerakan.

Jangan hanya mengambil foto; memeriksa posisi Anda pada peta sambil berjalan akan memperdalam pemahaman.

Karena ada permukaan yang tidak rata, kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan beristirahatlah sejenak di bangku atau tempat teduh sebelum melanjutkan.


Siang|Makan dan beristirahat sebelum berpindah

Makan siang di sekitar kastel atau stasiun

Anda dapat makan siang di sekitar Kastel Nagoya atau setelah berpindah tempat dengan kereta bawah tanah.

Hari operasional dan tingkat kepadatan fasilitas makan di dalam maupun luar kastel dapat berubah, jadi jangan hanya bergantung pada satu restoran tertentu dan siapkan sekitar 2 pilihan.

Meskipun ingin mencicipi hidangan khas Nagoya, jika waktu tunggu terlalu lama, penting untuk beralih ke makanan ringan agar waktu beribadah pada sore hari tetap terjaga.

Kembali ke Jalur Meijo setelah beristirahat

Setelah selesai berkunjung, kembalilah ke Stasiun Nagoyajo dan naik Jalur Meijo menuju Stasiun Atsuta Jingu Nishi.

Dari Stasiun Nagoyajo ke Stasiun Atsuta Jingu Nishi, bergeraklah ke selatan melalui Jalur Meijo.

Perkiraan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Periksa arah kereta pada layar peron; jika lelah, Anda dapat melewatkan satu kereta dan memilih kereta berikutnya yang masih memiliki tempat duduk agar perjalanan tidak terlalu memaksakan diri.

Sore|Berjalan di hutan Kuil Atsuta Jingu

Kuil Atsuta Jingu memuja Atsuta-no-Okami sebagai dewa utama, dengan pedang suci Kusanagi-no-Tsurugi sebagai benda tempat bersemayamnya roh suci.

Dari Stasiun Atsuta Jingu Nishi menuju jalan masuk kuil

Berjalan dari Stasiun Atsuta Jingu Nishi di Jalur Meijo menuju Kuil Atsuta Jingu merupakan susunan perjalanan yang praktis.

Periksa lokasi pintu keluar dan gerbang pada peta; ketika berada di area kuil, perhatikan posisi Anda dan stasiun yang akan digunakan untuk pulang.

Pada hari ketika ada festival atau pembatasan lalu lintas di sekitar lokasi, periksa juga informasi transportasi sebelum berangkat.

Perlambat langkah di jalan menuju kuil

Setelah memasuki area kuil, berjalanlah perlahan sambil menikmati suasana pepohonan lebat dan jalan menuju kuil.

Jika berhenti, menepilah agar tidak mengganggu lalu lintas pejalan kaki, dan bersikaplah tenang di tempat yang sedang digunakan untuk upacara Shinto atau doa.

Untuk mengambil foto, ikuti papan dan arahan di lokasi; dekat tempat ibadah, kecilkan suara percakapan dan perangkat agar suasana tetap sesuai dengan tempat suci.

Lakukan tata cara dasar ibadah dengan cermat

Membungkuklah di depan gerbang torii, dan jika fasilitas temizu dapat digunakan, bersihkan diri sebelum menuju tempat ibadah.

Utamakan petunjuk di lokasi dan patuhi urutan jika ada antrean.

Jika menginginkan goshuin atau benda pemberian kuil, periksa tempat dan waktu penerimaan pada panduan layanan.

Penting untuk tidak datang terburu-buru menjelang waktu tutup dan menyediakan cukup waktu agar dapat beribadah dengan tenang.


Perjalanan pulang|Pilih stasiun sesuai tujuan

Kembali ke Stasiun Nagoya dengan kereta bawah tanah

Jika kembali ke Stasiun Nagoya, Anda dapat berangkat dari Stasiun Atsuta Jingu Nishi lalu menyambung Jalur Meijo dengan Jalur Sakuradori atau jalur lain.

Periksa stasiun transit dan waktu tempuh sesuai jam perjalanan; menggunakan pencarian rute milik operator transportasi akan lebih pasti.

Menjelang malam, perjalanan dapat bertepatan dengan jam pulang kerja dan sekolah, jadi sediakan waktu yang cukup untuk mengambil barang besar serta mengejar waktu keberangkatan kereta dengan kursi reservasi.

Pertimbangkan juga Meitetsu dan JR

Tergantung tujuan akhir, Stasiun Jingumae milik Meitetsu atau Stasiun Atsuta milik JR mungkin lebih praktis.

Jangan membatasi pilihan pada kereta bawah tanah; bandingkan tujuan, kondisi operasional, dan tempat penitipan barang sebelum memilih.

Namun, stasiun-stasiun tersebut tidak berada di lokasi yang sama, jadi jika baru pertama kali berkunjung, periksa rute jalan kaki pada peta.

Saat hujan atau lelah, mengutamakan rute dengan lebih sedikit transit akan memberikan ketenangan.

Bersiap untuk berjalan nyaman dan menghadapi perubahan

Siapkan pakaian dan barang bawaan

Karena waktu berjalan di luar ruangan cukup lama baik di kastel maupun kuil, gunakan sepatu yang sudah biasa Anda kenakan.

Sesuaikan dengan musim: siapkan topi, air minum, perlengkapan hujan, dan pakaian hangat, lalu masukkan ke dalam tas kecil agar kedua tangan bebas.

Periksa juga sisa daya ponsel agar Anda dapat membuka peta rute dan panduan penggunaan bila diperlukan.

Persingkat waktu di luar ruangan saat hujan

Pada hari dengan hujan deras atau cuaca sangat panas, jangan berjalan terlalu lama di sekitar dinding batu maupun jalan kuil di luar ruangan; sesuaikan rencana dengan memusatkan kunjungan pada area dalam ruangan yang dibuka dan waktu istirahat.

Jika ada peringatan atau gangguan transportasi, jangan memaksakan perjalanan; beralih ke area bawah tanah atau fasilitas sekitar stasiun juga perlu dipertimbangkan.

Berjalan dengan payung mempersempit pandangan, jadi perhatikan langkah Anda di penyeberangan dan bagian jalan yang tidak rata.

Periksa kembali informasi pada hari kunjungan

Informasi kunjungan Kastel Nagoya, festival di Kuil Atsuta Jingu, dan layanan kereta bawah tanah dapat berubah setelah rencana perjalanan dibuat.

Periksa setiap pengumuman pada hari sebelumnya dan pagi hari kunjungan; jika ada penghentian atau pembatasan, sesuaikan urutan maupun lama kunjungan.

Jika Anda tidak dapat memutuskan hanya berdasarkan informasi di layar, utamakan papan pengumuman di lokasi dan arahan petugas.

Hal yang diperiksa Waktu pemeriksaan Contoh penyesuaian
Panduan kunjungan dan ibadah Hari sebelumnya dan hari kunjungan Mengubah urutan atau lama kunjungan
Operasional kereta bawah tanah Sebelum berangkat dan sebelum berpindah Mempertimbangkan jalur lain atau menunggu
Cuaca Hari sebelumnya dan pagi hari kunjungan Memperpendek kegiatan di luar ruangan
Barang bawaan Saat tiba di Stasiun Nagoya Mencatat tempat penitipan dan waktu pengambilan

Ringkasan|Menghubungkan sejarah Aichi dengan kereta bawah tanah

Dengan menjadikan Jalur Meijo sebagai poros, Anda dapat menghubungkan Kastel Nagoya dan Kuil Atsuta Jingu dalam perjalanan sehari tanpa mobil dan tanpa terlalu memaksakan diri.

Pada pagi hari, amati sejarah dan arsitektur benteng; pada sore hari, perlambat langkah di hutan Kuil Atsuta Jingu untuk beribadah.

Selain waktu perjalanan, sediakan kelonggaran untuk makan siang, beristirahat, dan mengambil barang.

Periksa area kunjungan, festival, kondisi operasional, serta cuaca melalui informasi kunjungan dan transportasi pada hari itu; penyesuaian yang fleksibel sesuai arahan di lokasi akan membuat perjalanan lebih nyaman.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kastil Nagoya dan Kuil Atsuta Jingu mudah dihubungkan tanpa mobil jika rute Anda berpusat pada jalur kereta bawah tanah Meijo, dan alur yang wajar adalah mengunjungi Kastil Nagoya pada pagi hari lalu Atsuta Jingu pada sore hari. Di dalam area kastil, tempat-tempat menariknya tersebar dan butuh waktu berjalan kaki, jadi kunjungi saat pagi ketika tenaga masih penuh, lalu pada sore hari berjalan santai di hutan Atsuta Jingu. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot mencari tempat parkir dan bisa menggunakan waktu untuk beribadah dan berkeliling.
A. Dari Stasiun Nagoya ke Kastil Nagoya, rute yang mudah dipahami adalah naik jalur kereta bawah tanah Sakura-dori ke Stasiun Hisaya-odori, pindah ke jalur Meijo, lalu berjalan kaki dari Stasiun Nagoyajo. Stasiun Nagoya sangat luas, sehingga perpindahan dari gerbang tiket Shinkansen atau jalur kereta reguler ke peron kereta bawah tanah juga memakan waktu. Jika menggunakan kartu IC, periksa saldo dan cakupan penggunaannya terlebih dahulu agar tidak panik saat berpindah jalur.
A. Tiket masuk Kastil Nagoya untuk dewasa adalah 500 yen hingga 30 September 2026 dan 1.000 yen mulai 1 Oktober, sedangkan siswa SMP ke bawah gratis. Kastil buka pukul 9.00 hingga 16.30, dan masuk ke Istana Hommaru serta Rumah Harta Nishinomaru Okura dapat dilakukan hingga pukul 16.00. Kastil tutup dari 29 Desember hingga 1 Januari, dan jadwal dapat berubah karena acara atau alasan lainnya.
A. Menara utama (tenshu) Kastil Nagoya saat ini dilarang dimasuki (sedang ditutup), sehingga Anda tidak dapat naik ke dalamnya. Namun, gerbang, tembok batu, parit, Istana Hommaru, taman, dan area lainnya dibuka untuk umum, dan Anda tetap bisa menikmati berfoto kenang-kenangan dengan bagian luarnya. Istana Hommaru yang telah dipugar menonjolkan lukisan dinding dan pintu geser serta ukiran ranma (panel berukir di atas pintu), sehingga meski tidak bisa naik ke menara utama, Anda tetap dapat menikmati struktur dan dekorasi kastil sepenuhnya.
A. Dari Stasiun Nagoyajo ke Kuil Atsuta Jingu, cara yang mudah dipahami adalah naik jalur kereta bawah tanah Meijo ke arah selatan menuju Stasiun Atsuta Jingu Nishi, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit sebagai patokan. Periksa arah kereta melalui papan petunjuk di peron, dan saat lelah, melewatkan satu kereta untuk menunggu kereta berikutnya yang masih menyediakan tempat duduk akan membuat perjalanan lebih nyaman. Sore hari bisa bertepatan dengan jam pulang kerja, jadi sisakan waktu longgar untuk mengambil barang bawaan Anda.
A. Atsuta Jingu adalah kuil kuno yang memiliki hubungan erat dengan pedang suci Kusanagi no Mitsurugi, yang dianggap sebagai salah satu dari Tiga Harta Suci, dan kuil ini memuja Atsuta-no-Okami. Meski berada di tengah kota Nagoya, jalan menuju kuil diselimuti pepohonan lebat, menghadirkan ketenangan yang sulit dipercaya berada di tengah kota. Area kuil sangat luas, jadi periksa lebih dulu di peta gerbang yang akan Anda masuki dan stasiun yang akan dipakai untuk pulang agar tidak tersesat saat berpindah setelah beribadah.
A. Alur dasarnya adalah membungkuk sekali di depan gerbang torii, lalu jika temizu (tempat penyucian air) dapat digunakan, bersihkan tangan dan mulut sebelum menuju tempat berdoa. Cara berdoa yang umum adalah nihai-nihakushu-ippai (dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, satu kali membungkuk), dan jika ada antrean pengunjung, harap tunggu giliran Anda. Di tempat yang sedang berlangsung doa atau upacara, kecilkan suara percakapan dan volume perangkat serta tetaplah tenang agar dapat menikmati waktu yang khidmat sesuai dengan tempat ibadah.
A. Omamori (jimat) di Atsuta Jingu dapat diterima di juyosho (loket jimat) setiap hari sekitar pukul 7.00 hingga sekitar matahari terbenam. Jika ingin goshuin (stempel kuil), selesaikan dulu doa Anda, lalu periksa petunjuk di juyosho. Goshuin diterima sebagai bukti kunjungan ibadah, jadi siapkan goshuincho (buku goshuin) dalam keadaan terbuka, dan saat ramai, tunggulah dengan tenang tanpa menghalangi antrean agar semuanya lancar.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.