Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Byuo Pelabuhan Numazu | Pintu Air 406 t & Panorama Fuji

Byuo Pelabuhan Numazu | Pintu Air 406 t & Panorama Fuji
Kenali Byuo di Pelabuhan Numazu: daun pintu air 406 t menahan tsunami. Dari koridor setinggi 30 m, lihat Gunung Fuji, Hakone, Teluk Suruga, dan pelabuhan.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Pintu air besar dengan dek observasi Byuo di Pelabuhan Numazu berfungsi sebagai pintu pencegah tsunami sekaligus koridor observasi sekitar 30 m di atas permukaan tanah, tempat pengunjung dapat mempelajari mitigasi bencana pelabuhan sambil memandang Gunung Fuji dan Teluk Suruga.

Peran pintu air dalam mitigasi bencana

Fasilitas ini selesai dibangun pada 2004 sebagai sarana mitigasi bencana yang mengurangi masuknya tsunami melalui jalur pelayaran penghubung pelabuhan dalam dan luar serta melindungi kawasan di belakang pelabuhan.

Salah satu daun pintu terbesar di Jepang

Daun pintu yang menutup mulut pelabuhan memiliki lebar 40 m, tinggi 9.3 m, dan berat 406 ton, serta disebut sebagai salah satu daun pintu air terbesar di Jepang; dalam kondisi normal, pintu ditahan di atas agar kapal dapat lewat.

Penutupan otomatis yang terhubung dengan gempa

Sistem kendali terhubung dengan seismometer dan dirancang agar daun pintu menutup sepenuhnya secara otomatis dalam sekitar 5 menit setelah gempa terjadi.

Pemandangan dari koridor observasi

Koridor observasi sekitar 30 m di atas permukaan tanah menawarkan pemandangan 360 derajat, sehingga Gunung Fuji, Gunung Ashitaka, Pegunungan Hakone, Teluk Suruga, dan Tanjung Osezaki dapat dinikmati ke berbagai arah.

Pemandangan dari atas pasar ikan dan kota pelabuhan

Koridor observasi juga menyajikan pemandangan dari atas keseharian Pelabuhan Numazu, seperti pasar ikan dan kapal yang hilir mudik di pelabuhan, sekaligus memperlihatkan secara nyata kawasan belakang yang dilindungi fasilitas mitigasi bencana.

Lift dan aksesibilitas

Area observasi Byuo dicapai dengan lift; jalur dan bantuan untuk pengguna kursi roda atau kereta bayi dapat dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pihak fasilitas. Periksa jam buka, biaya, dan transportasi pada hari kunjungan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Shizuoka

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Byūo, pintu air yang memadukan perlindungan tsunami dan panorama

Pintu air observasi besar Byūo di Pelabuhan Numazu dibangun sebagai fasilitas penanggulangan bencana untuk menahan tsunami yang masuk melalui jalur pelayaran penghubung pelabuhan dalam dan pelabuhan luar, sekaligus melindungi kawasan di belakang pelabuhan.

Ketinggian struktur yang menopang pintu air raksasa dimanfaatkan sebagai fasilitas observasi. Keistimewaannya adalah pengunjung dapat mempelajari peralatan penanggulangan bencana dan fungsi pelabuhan sambil menikmati pemandangan Gunung Fuji (Fuji-san) dan Teluk Suruga (Suruga-wan) di tempat yang sama.

Fasilitas penanggulangan bencana pelabuhan yang selesai pada 2004

Byūo selesai dibangun pada 2004 sebagai bagian dari langkah penanggulangan tsunami akibat Gempa Tōkai, lalu menjadi bangunan simbolis yang mendukung interaksi wisata dan kesiapsiagaan bencana di Pelabuhan Numazu.

Jangan hanya melihat bentuk dek observasinya. Perhatikan bagaimana daun pintu yang menutup mulut pelabuhan, mesin pengangkat, perangkat kontrol, dan struktur di kedua tepi bekerja sebagai satu kesatuan.

Koridor observasi setinggi 30 m dari permukaan tanah

Di sekeliling ruang mesin pada kedua tepi terdapat koridor observasi dengan lantai sekitar 30 m di atas permukaan tanah. Jembatan penghubungnya memungkinkan Anda melihat bagian dalam dan luar pelabuhan.

Dengan melihat pintu air dan jalur pelayaran sekaligus dari tempat tinggi, Anda lebih mudah memahami bagaimana bukaan yang dilalui kapal ditutup ketika terjadi bencana, serta peralihan fungsi antara kondisi normal dan darurat.

Amati tiga perannya secara terpisah

Di Byūo, kaitkan tiga peran berikut selama berkunjung: penanggulangan bencana, pelabuhan, dan observasi panorama.

Peran Peralatan dan panorama utama Hal yang dapat dipahami
Penanggulangan bencana Daun pintu, perangkat kontrol Menahan masuknya tsunami
Pelabuhan Jalur pelayaran, kapal, pasar ikan Logistik dan perikanan sehari-hari
Observasi Koridor, jembatan penghubung Topografi dan gambaran utuh pelabuhan

Amati daun pintu selebar 40 m dengan bobot 406 ton

Daun pintu penahan tsunami memiliki lebar 40 m, tinggi 9.3 m, dan bobot 406 ton. Dalam kondisi normal, pintu ditahan di bagian atas agar kapal dapat keluar masuk pelabuhan.

Daun pintu ini disebut sebagai salah satu yang terbesar di Jepang untuk sebuah pintu air.

Jangan hanya terkejut dengan besarnya angka. Pahami bahwa dimensi dan bobot tersebut diperlukan untuk mempertahankan jalur pelayaran yang lebar sekaligus memastikan penutupan yang andal ketika dibutuhkan.

Daun pintu menutup melintasi mulut pelabuhan

Daun pintu dipasang di antara struktur pada kedua tepi. Ketika diturunkan, pintu berfungsi sebagai dinding yang menahan tsunami agar tidak memasuki sisi pelabuhan dalam.

Fasilitas ini bukan perangkat yang sepenuhnya menghilangkan bahaya laut, melainkan sarana untuk mengurangi kerusakan berdasarkan skenario yang diperkirakan. Karena itu, keberadaan pintu air tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mengungsi.

Mesin pengangkat menopang beban berat

Dari fasilitas observasi, Anda dapat melihat mesin pengangkat yang dianggap sebagai jantung pintu air serta perangkat lainnya, sehingga skala mesin yang menaikkan dan menurunkan daun pintu raksasa terasa dari dekat.

Jangan menyentuh peralatan atau melewati batas area terlarang. Ikuti papan petunjuk untuk memeriksa penempatan mesin yang terhubung dengan daun pintu dan struktur bangunannya.

Pelajari sistem penutupan otomatis yang terhubung dengan seismometer

Perangkat kontrol Byūo terhubung dengan seismometer dan dirancang agar daun pintu menutup sepenuhnya secara otomatis dalam waktu sekitar 5 menit setelah gempa terjadi.

Waktu penutupan tersebut menjelaskan cara kerja fasilitas, bukan waktu tunggu bagi orang yang merasakan gempa untuk tetap berada di tempat.

Mesin bergerak sejak gempa terdeteksi hingga pintu tertutup

Ketika gempa terdeteksi, perangkat kontrol aktif dan daun pintu menutup mulut pelabuhan yang sebelumnya terbuka sebagai jalur kapal, sehingga menahan tsunami agar tidak memasuki kawasan di belakangnya.

Fasilitas pelabuhan dikelola untuk menghadapi berbagai kondisi, termasuk pemadaman listrik dan gangguan peralatan, tetapi pengunjung harus selalu mengutamakan alarm, pengumuman, dan arahan petugas di lokasi.

Pintu air dan evakuasi memiliki peran berbeda

Pintu air adalah struktur yang melindungi kawasan, bukan pengganti tindakan setiap orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Jika ada peringatan tsunami atau guncangan kuat, jangan lanjut menikmati panorama. Jangan mendekati tepi air untuk memeriksa kondisi operasional fasilitas dan segera bergerak ke tempat evakuasi yang ditentukan.

Periksa rute evakuasi dalam kondisi normal

Saat berkunjung, periksa pintu masuk, pintu keluar, tangga, dataran tinggi di sekitar, dan tanda evakuasi agar Anda dapat mengaitkan peralatan penanggulangan bencana dengan tindakan pribadi.

Bersama keluarga atau teman perjalanan, bagikan sejak awal prinsip bahwa setiap orang harus mengungsi ke tempat aman dan cara berkomunikasi saat bencana, bukan menetapkan tempat berkumpul jika terpisah.

Tabel berikut merangkum perbedaan antara fungsi fasilitas dan tindakan pengunjung.

Situasi Peran pintu air Tindakan pengunjung
Kondisi normal Membuka jalur pelayaran Memeriksa tanda evakuasi
Gempa terdeteksi Beralih ke penutupan otomatis Mengungsi mengikuti peringatan
Tsunami mendekat Menahan masuknya tsunami Tidak kembali ke tepi air

Bedakan Gunung Fuji dan Teluk Suruga dari koridor observasi

Koridor observasi menawarkan pandangan terbuka 360 derajat. Anda dapat membandingkan pemandangan Gunung Fuji, Gunung Ashitaka (Ashitaka-yama), Pegunungan Hakone (Hakone Renzan), Numazu Alps, Teluk Suruga, dan Tanjung Ōsezaki berdasarkan arah.

Meski cuaca atau awan menutupi pemandangan jauh, alihkan pandangan ke permukaan air pelabuhan, kapal, tanggul pemecah ombak, dan kawasan kota untuk mengamati hubungan antara laut dan daratan.

Sisi utara menghadap Gunung Fuji dan Gunung Ashitaka

Ke arah utara, perhatikan perbedaan ketinggian Gunung Fuji dan Gunung Ashitaka, lalu ikuti bagaimana pemandangan meninggi dari kawasan kota di depan menuju kaki gunung.

Kenampakan Gunung Fuji dipengaruhi awan, kelembapan, dan cahaya dari belakang. Puncaknya tidak selalu terlihat, jadi jangan menganggap hari tanpa pemandangan gunung sebagai kekurangan fasilitas.

Sisi selatan menghadap Teluk Suruga dan Tanjung Ōsezaki

Di sisi laut, lihat luasnya Teluk Suruga, Tanjung Ōsezaki yang menjorok ke teluk, dan kapal yang melintasi jalur pelayaran untuk memastikan arah pelabuhan terbuka menuju laut lepas.

Meski mengikuti kapal dengan teropong, jangan memakai jendela yang sama terlalu lama. Jangan mengeluarkan perangkat melewati kaca atau pagar, dan berbagi ruanglah dengan pengunjung lain.

Lihat pasar ikan, kapal, dan keseharian kota pelabuhan dari atas

Daya tarik panorama Byūo bukan hanya pemandangan alam. Dari sini Anda juga dapat melihat keseharian Pelabuhan Numazu dari atas, termasuk pasar ikan, kapal yang hilir mudik di dalam pelabuhan, gudang, dan dermaga.

Dengan melihat secara nyata apa yang dilindungi fasilitas penanggulangan bencana, istilah “kawasan di belakang pelabuhan” dapat dipahami sebagai kumpulan pekerja pasar, pengunjung, bangunan, dan jalan.

Periksa perbedaan pelabuhan dalam dan pelabuhan luar

Aktivitas perikanan dan pariwisata berkumpul di sisi dalam pintu air, sedangkan sisi luar terhubung dengan Teluk Suruga. Membandingkan kedua arah dari jembatan penghubung akan memperjelas posisi pintu air.

Saat memotret pergerakan kapal, perhatikan keselamatan dan privasi pekerja, serta jangan mendekati dermaga terlarang atau area kerja.

Lihat keramaian pasar sebagai bagian dari fungsi pelabuhan

Keramaian pasar ikan dan tempat makan merupakan daya tarik wisata sekaligus bagian dari industri pelabuhan yang menghubungkan pendaratan hasil tangkapan, distribusi, dan penjualan.

Jika menjelajahi pelabuhan setelah melihat panorama, perhatikan jalur kendaraan kerja dan pejalan kaki, serta periksa jam operasional dan area yang boleh dikunjungi pada setiap fasilitas.

Tabel berikut mengelompokkan objek pandang berdasarkan topografi dan industri.

Arah atau objek Elemen yang terlihat Petunjuk pemahaman
Pegunungan di utara Gunung Fuji, Gunung Ashitaka Perbedaan ketinggian dengan kota
Laut di selatan Teluk Suruga, Tanjung Ōsezaki Jalur pelayaran menuju laut lepas
Pelabuhan di bawah Pasar, kapal, dermaga Keseharian perikanan dan logistik

Periksa informasi buka dan aturan kunjungan pada hari kedatangan

Fasilitas observasi menghadap pelabuhan terbuka, sehingga kondisi operasional dapat berubah akibat cuaca buruk, pemeriksaan peralatan, atau respons bencana.

Jangan menganggap jam operasional, hari tutup, harga tiket, dan transportasi selalu tetap berdasarkan panduan atau ulasan lama. Periksa informasi terbaru tepat sebelum berangkat.

Periksa kondisi lift dan tangga

Fasilitas observasi dirancang untuk dicapai dengan lift, tetapi kondisi operasional dan detail aksesibilitas harus mengikuti informasi yang tersedia saat berkunjung.

Jika menggunakan kursi roda atau kereta bayi, atau membutuhkan bantuan, sebaiknya hubungi fasilitas terlebih dahulu untuk menanyakan rute dari pintu masuk ke koridor dan penanganan dalam keadaan darurat.

Utamakan arahan di lokasi saat angin kencang, hujan, atau bencana

Angin lebih mudah terasa di koridor yang tinggi. Saat hujan, Anda juga perlu memperhatikan pijakan dan kepadatan di dekat jendela.

Jika ada alarm, petunjuk evakuasi, atau tanda penutupan, jangan mengutamakan foto atau masuk fasilitas. Ikuti arahan staf dan jangan mencoba mendekat untuk melihat pintu air beroperasi.

Atur waktu di pelabuhan sesuai tujuan

Jangan memadatkan panorama, pembelajaran bencana, pasar ikan, dan makan dalam satu waktu. Tentukan tujuan utama berdasarkan jam buka dan minat teman perjalanan.

Periksa kondisi transportasi umum, tempat parkir, dan kemacetan di sekitar pelabuhan, lalu sisakan waktu cukup untuk perjalanan pulang agar Anda dapat melihat pemandangan dan peralatan dengan tenang dari koridor observasi.

Ringkasan | Byūo menjelaskan sistem perlindungan dan panorama pelabuhan

Di pintu air observasi besar Byūo di Pelabuhan Numazu, daun pintu selebar 40 m, setinggi 9.3 m, dan berbobot 406 ton beserta sistem penutupan otomatisnya berperan melindungi kawasan di belakang pelabuhan dari tsunami.

Dari koridor observasi sekitar 30 m di atas permukaan tanah, pandangan ke Gunung Fuji, Teluk Suruga, pasar ikan, dan kapal membantu Anda memahami secara nyata topografi, industri, dan kehidupan manusia yang hendak dilindungi oleh fasilitas penanggulangan bencana.

Jangan menganggap pintu air sebagai pengganti evakuasi. Periksa tanda evakuasi dalam kondisi normal, lalu pada hari kunjungan pastikan informasi terbaru mengenai operasional, harga tiket, cuaca, transportasi, dan kondisi lain yang dapat berubah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Byuo adalah fasilitas yang memadukan pintu air besar untuk membantu mengurangi masuknya tsunami ke Pelabuhan Numazu dengan fasilitas observasi sekitar 30m di atas permukaan tanah. Fasilitas ini selesai dibangun pada 2004 sebagai bagian dari langkah penanggulangan tsunami akibat gempa Tokai. Sambil melihat peralatan pencegahan bencana, Anda juga dapat menikmati pemandangan Pelabuhan Numazu, seperti Gunung Fuji, Teluk Suruga, dan pasar ikan.
A. Daun pintu Byuo memiliki lebar 40m, tinggi 9,3m, dan berat 406t, serta disebut sebagai salah satu yang terbesar di Jepang. Dalam kondisi normal, pintu ditahan di atas agar kapal dapat lewat, lalu diturunkan bila perlu untuk menutup pintu masuk pelabuhan. Jangan menyentuh peralatan; amati strukturnya dari fasilitas observasi atau area kunjungan yang ditentukan.
A. Byuo terhubung dengan seismometer, dan daun pintunya dirancang untuk menutup sepenuhnya secara otomatis sekitar 5 menit setelah gempa terjadi guna mengurangi masuknya tsunami. Namun, pintu air ini merupakan fasilitas untuk mengurangi kerusakan dan bukan pengganti evakuasi. Jika terjadi guncangan kuat atau peringatan tsunami, ikuti arahan setempat dan segera mengungsi ke tempat yang aman.
A. Dari Stasiun JR Numazu, perjalanan dengan bus memakan waktu sekitar 10 menit; turunlah di halte “Pelabuhan Numazu”. Dengan mobil, perjalanan memakan waktu sekitar 25 menit dari Numazu IC di Jalan Tol Tomei. Jadwal dan kondisi jalan dapat berubah, jadi periksa informasi transportasi pada hari kunjungan.
A. Biaya masuk fasilitas observasi adalah 300 yen untuk dewasa dan 150 yen untuk siswa SD dan SMP. Pembayaran dengan PayPay juga diterima. Tersedia potongan berdasarkan kartu penyandang disabilitas dan program pembebasan biaya untuk perjalanan pendidikan, jadi periksa informasi resmi mengenai syarat yang berlaku.
A. Jam operasional normal adalah pukul 10.00–20.00, sedangkan pada Kamis hingga pukul 14.00. Tidak ada hari tutup rutin, tetapi fasilitas dapat ditutup sementara atau jam operasionalnya dipersingkat karena pemeliharaan, penerbitan peringatan, atau keadaan serupa. Periksa informasi operasional resmi sebelum berkunjung.
A. Byuo memiliki tempat parkir khusus gratis. Halaman pariwisata resmi mencantumkan sekitar 30 tempat, sedangkan panduan parkir Pelabuhan Numazu mencantumkan 40; karena jumlahnya berbeda, ikuti petunjuk di lokasi. Area sekitar pelabuhan ramai pada akhir pekan dan hari libur, jadi Anda juga dapat mempertimbangkan transportasi umum.
A. Dari koridor observasi, Anda dapat melihat Gunung Fuji, Pegunungan Hakone, Numazu Alps, Teluk Suruga, Tanjung Ose, pasar ikan, serta kapal yang datang dan pergi. Pemandangan jauh mungkin tidak terlihat tergantung cuaca. Byuo diakui sebagai Warisan Pemandangan Malam Jepang pada Desember 2025, dan pencahayaannya juga dapat dinikmati pada malam hari.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.