Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Danau Sayama: Sejarah Air, Alam Perbukitan & Akses

Danau Sayama: Sejarah Air, Alam Perbukitan & Akses
Danau Sayama memiliki bendungan tanah dan 2 menara pengambilan air; menyimpan air Tama. Lihat sakura, daun gugur, burung; jalan 15 menit dari Seibu-Kyūjō-mae.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Danau Sayama adalah nama populer untuk Waduk Yamaguchi di Perbukitan Sayama, Kota Tokorozawa, Prefektur Saitama. Anda dapat berjalan di tengah alam perbukitan sambil melihat fasilitas penyediaan air yang masih aktif dan dikelola oleh Biro Penyediaan Air Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Bendungan urugan tanah dan skala tanggul

Waduk Yamaguchi menggunakan bendungan urugan tanah yang dibuat dengan menimbun tanah, dengan tinggi 33,9 m dan panjang puncak 716,0 m. Tanggul ini selesai dibangun pada 1934, dan perbedaan ketinggian serta skalanya membantu memperlihatkan strukturnya.

Dua menara pengambilan air

Di danau terdapat dua menara pengambilan air yang merupakan bagian dari fasilitas penyediaan air. Tampilannya berubah sesuai ketinggian air dan cahaya, jadi amati bentuknya dari jalur pejalan kaki tanpa melewati pagar.

Aliran Air Sungai Tama Menuju Waduk

Air baku Sungai Tama yang diambil di Bendung Pengambilan Ozaku dialirkan melalui saluran dan disimpan, lalu dikirim ke Instalasi Pengolahan Air Higashimurayama dan Sakai untuk dijadikan air minum.

Pemandangan empat musim dan burung liar

Dari tanggul Anda dapat memandang pegunungan Okutama, menikmati bunga sakura musim semi dan dedaunan musim gugur, serta mengamati burung di Perbukitan Sayama yang juga menjadi habitat elang goshawk utara.

Pembangunan dan ingatan setempat

Pohon sakura yang ditanam setelah waduk selesai dibangun menjadi tempat terkenal. Pada 1951, kawasan sekitarnya menjadi Taman Alam Sayama Prefektur Saitama, dan saat air dikuras pada 1975, kawasan Shorakuji di dasar danau terlihat.

Akses dan pemeriksaan tujuan

Danau Sayama berada di Shorakuji, Kota Tokorozawa, sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Seibukyujo-mae di Jalur Seibu Sayama. Tetapkan sisi Kota Tokorozawa sebagai tujuan agar tidak tertukar dengan Danau Tama yang namanya mirip.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Saitama

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Danau Sayama adalah nama populer Waduk Yamaguchi

Danau Sayama adalah sebutan umum untuk Waduk Yamaguchi yang terletak di Perbukitan Sayama, Kota Tokorozawa, Prefektur Saitama. Waduk ini merupakan fasilitas air bersih aktif yang dikelola oleh Biro Pekerjaan Air Metropolitan Tokyo.

Tempat ini bukan sekadar lokasi untuk menikmati pemandangan danau. Jika Anda berjalan sambil memahami bahwa sistem yang menyimpan air dari daerah aliran Sungai Tama dan menyalurkannya ke kota berdampingan dengan alam perbukitan, pemahaman Anda akan semakin mendalam.

Bedakan nama resmi dan nama populer

Nama fasilitas resmi Biro Pekerjaan Air Metropolitan Tokyo adalah Waduk Yamaguchi, sedangkan Danau Sayama adalah nama populer yang telah lama akrab bagi masyarakat setempat.

Konon, nama Danau Sayama dipilih melalui sayembara yang diadakan oleh Seibu Railway, yang saat itu giat memajukan pariwisata.

Karena papan informasi dan peta menggunakan kedua nama tersebut, mencantumkan “Waduk Yamaguchi” dan “Danau Sayama” sekaligus saat mencari akan memudahkan Anda memastikan tujuan.

Waduk ini berbeda dari Danau Tama

Waduk Murayama yang berada di dekatnya disebut Danau Tama. Waduk tersebut terhubung dengan Waduk Yamaguchi melalui pipa penghubung dan keduanya dioperasikan secara terpadu.

Meskipun namanya mirip, lokasi dan stasiun terdekatnya berbeda. Jika hendak menuju Danau Sayama, pastikan tujuan Anda adalah Waduk Yamaguchi di sisi Kota Tokorozawa.

Bedakan area kunjungan dan kawasan pengelolaan

Dari bendungan, Anda dapat memandang permukaan danau dan jajaran pegunungan. Namun, waduk ini juga merupakan fasilitas yang dikelola untuk melindungi kualitas air dan peralatannya.

Jangan keluar melewati pagar atau rambu. Menikmati pemandangan dengan tenang dari jalur yang diizinkan merupakan aturan dasar untuk menjaga pemandangan sekaligus fungsi penyediaan air.

Amati struktur bendungan urugan tanah dan menara pengambilan air

Waduk Yamaguchi menggunakan tipe bendungan urugan tanah yang menahan air dengan timbunan tanah. Bendungan ini selesai dibangun pada Maret 1934, sedangkan pekerjaan penguatan tubuh bendungannya rampung pada November 2002.

Kesannya berbeda dari bendungan dengan dinding beton raksasa. Ciri khasnya adalah lereng bendungan yang landai tampak menyatu dengan perbukitan.

Pahami skala dari panjang dan tinggi bendungan

Bendungan Waduk Yamaguchi memiliki tinggi 33,9 m dan panjang puncak 716,0 m.

Daripada sekadar menghafal angka, arahkan pandangan dari ujung ke ujung bendungan lalu bandingkan perbedaan ketinggian antara sisi danau dan sisi perkotaan agar Anda dapat merasakan strukturnya.

Perhatikan dua menara pengambilan air

Waduk Yamaguchi memiliki dua menara pengambilan air, dan penampilannya berubah sesuai ketinggian air dan cahaya.

Menara tersebut bukan hiasan, melainkan bagian dari fasilitas air bersih. Amati bentuknya dari jauh, misalnya dengan teropong, dan jangan melompati pagar untuk mendekati fasilitas.

Kapasitas menunjukkan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari

Kapasitas tampungan efektifnya adalah 19.528.000 m³, dan air baku yang tersimpan dikirim ke instalasi pengolahan air.

Saat memandang permukaan danau yang luas, ingatlah bahwa setelah diolah, air tersebut menjadi sumber daya yang menopang kehidupan. Dengan demikian, makna pemandangannya pun terasa berbeda.

Titik pengamatan Informasi fasilitas Cara mengamati di lokasi
Tipe Bendungan urugan tanah Amati kesinambungan antara timbunan tanah dan perbukitan
Bendungan Tinggi 33,9 m dan panjang puncak 716,0 m Bandingkan jarak dari ujung ke ujung dan perbedaan ketinggiannya
Peralatan pengambilan air Dua menara pengambilan air Amati bentuk dan ketinggian air dari jalur
Kapasitas tampungan efektif 19.528.000 m³ Pandang permukaan danau sebagai sumber air bersih

Cara air Sungai Tama mencapai kota

Air di Waduk Yamaguchi tidak hanya bergantung pada hujan di sekitarnya. Sistemnya menyalurkan air baku yang diambil dari Sungai Tama untuk kemudian disimpan.

Dengan memahami alur sumber air, penyimpanan, dan pengolahan, Anda dapat melihat bagaimana danau di perbukitan ini terhubung dengan jaringan air bersih Tokyo.

Air baku dialirkan dari Bendung Pengambilan Air Ozaku

Air baku yang diambil di Bendung Pengambilan Air Ozaku dibersihkan dari pasir di kolam pengendap, lalu dibawa ke Waduk Yamaguchi melalui saluran air Ozaku–Yamaguchi.

Jalur ini memberi petunjuk mengapa sungai besar yang mengalir ke danau sulit terlihat dan membantu Anda membayangkan rute buatan yang dilalui air.

Dioperasikan terpadu dengan Waduk Murayama

Waduk Yamaguchi terhubung dengan Waduk Murayama di sebelahnya melalui pipa penghubung. Keduanya dioperasikan secara terpadu sesuai kondisi persediaan dan kebutuhan air.

Jangan hanya melihat kedua danau sebagai tujuan wisata yang terpisah. Dengan memandangnya sebagai kelompok fasilitas air bersih berskala luas, Anda dapat lebih mudah memahami perbedaan perannya.

Dikirim ke instalasi pengolahan menjadi air minum

Air baku yang tersimpan dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Higashimurayama dan Sakai, lalu didistribusikan setelah melalui proses pengolahan.

Karena tempat ini bukan lokasi untuk menggunakan air danau secara langsung, jangan turun ke tepi air atau melemparkan benda. Jagalah jarak demi melindungi sumber air.

Nikmati pemandangan empat musim dan burung liar dengan tenang

Dari bendungan, Anda dapat melihat jajaran Pegunungan Okutama serta menikmati bunga sakura pada musim semi, dedaunan musim gugur, dan kegiatan mengamati burung.

Wajah tempat ini berubah menurut cuaca dan ketinggian air. Daripada terburu-buru memotret satu daya tarik, amati dengan perlahan lapisan langit, hutan, dan permukaan danau.

Amati jajaran pegunungan dan langit dari bendungan

Dari bendungan dengan pandangan terbuka, perbukitan dan jajaran pegunungan yang jauh tampak berlapis di seberang permukaan danau, sekaligus memberi kesan luasnya langit.

Jangan menganggap cuaca cerah sebagai satu-satunya kondisi yang tepat. Pada hari agak mendung, perhatikan perbedaan warna air dan hutan; pada hari berangin, amati perubahan riak.

Jangan menganggap waktu terbaik untuk sakura dan dedaunan musim gugur selalu sama

Tepi danau dikenal dengan sakura musim semi dan dedaunan musim gugur, tetapi waktu terbaiknya berubah setiap tahun sesuai suhu dan cuaca.

Sebelum menentukan tanggal kunjungan, periksa informasi resmi dari pemerintah daerah dan operator transportasi. Susun rencana yang tetap memungkinkan Anda mengamati fasilitas air dan bentang alam meskipun bunga atau warna daun berbeda dari perkiraan.

Jaga jarak dari burung liar

Beragam burung liar hidup di Perbukitan Sayama, dan elang-alap utara juga hidup di sekitar Waduk Yamaguchi.

Jangan masuk ke vegetasi untuk mengikuti suara burung. Hindari memberi makan atau membuat suara keras, dan amati dari jauh dengan teropong atau alat lain.

Musim atau kondisi Daya tarik Tips berjalan kaki
Musim semi Sakura dan tunas baru Periksa informasi mekarnya bunga dan lihat dari jalur
Musim panas Hijau lebat dan permukaan danau Lindungi diri dari terik dan panas serta beristirahatlah
Musim gugur Dedaunan dan pemandangan jauh yang jernih Bersiaplah menghadapi udara dingin menjelang petang
Musim dingin Bentang alam di sela cabang dan burung liar Kenakan pakaian hangat dan amatilah dengan tenang

Kenali pembangunan waduk dan ingatan masyarakat setempat

Pemandangan Danau Sayama bukan terbentuk karena air berkumpul di cekungan alami, melainkan lahir dari pembangunan sistem air modern dan perubahan pemanfaatan lahan setempat.

Jika Anda melihat foto lama bersama catatan daerah, Anda akan memahami bahwa di bawah permukaan danau saat ini juga terdapat sejarah kehidupan manusia dan bentang alam.

Menjadi tempat terkenal untuk sakura setelah selesai dibangun

Pohon sakura yang ditanam setelah pembangunan waduk menjadikan tepi danau tempat yang terkenal. Pada 1951, kawasan sekitarnya ditetapkan sebagai Taman Alam Prefektural Sayama di Saitama.

Saat menikmati bunga, ingatlah pula proses terbentuknya pemandangan yang disukai ini melalui penanaman pohon dan penetapan taman.

Di dasar danau terdapat lahan lama

Ketika air dikuras selama pekerjaan perbaikan pada 1975, tanah bekas wilayah Ōaza Shōrakuji muncul kembali untuk pertama kalinya dalam sekitar 40 tahun.

Membayangkan dasar danau yang biasanya tidak terlihat akan membantu Anda memahami bahwa pembangunan waduk merupakan peristiwa yang sangat mengubah pemandangan daerah.

Pahami teknik sipil air dan taman alam secara bersamaan

Waduk Yamaguchi merupakan fasilitas air bersih, tetapi juga menjadi tempat untuk merasakan dari dekat hutan dan burung liar Perbukitan Sayama.

Jangan mempertentangkan struktur buatan dan alam. Pahamilah bahwa lingkungan saat ini ditopang oleh perpaduan struktur penyimpan air, ruang hijau yang dilestarikan, dan aturan bagi pengunjung.

Akses dan cara berjalan dengan aman

Waduk Yamaguchi beralamat di 25-2 Shōrakuji, Kota Tokorozawa, sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Seibukyūjō-mae di Jalur Seibu Sayama.

Pada hari ketika ada acara di sekitar stasiun, arus orang dan kondisi transportasi dapat berubah. Sebelum berangkat, periksa informasi kereta dan fasilitas di sekitarnya.

Tetapkan tujuan di sisi Kota Tokorozawa

Jika Anda hanya mencari “Danau Sayama”, petunjuk menuju Danau Tama atau sisi Taman Sayama juga dapat muncul.

Jika ingin mengunjungi bendungan Waduk Yamaguchi, periksa rute berdasarkan alamat dan Stasiun Seibukyūjō-mae. Siapkan peta agar Anda juga dapat kembali ke stasiun yang sama.

Pilih sepatu yang nyaman dan perlengkapan sesuai musim

Bendungan dan jalur taman di sekitarnya berada di luar ruangan. Kondisinya berubah-ubah, misalnya area yang sedikit teduh, daun gugur, atau permukaan basah setelah hujan.

Sesuai musim, siapkan sepatu antiselip, minuman, topi, dan perlengkapan hujan. Saat mengambil foto, berhentilah di posisi yang tidak menghalangi orang lewat.

Utamakan petunjuk pada hari kunjungan

Area yang dapat dilalui dan kondisi transportasi sekitar dapat berubah karena pemeliharaan fasilitas air, cuaca, atau acara.

Utamakan pagar dan rambu di lokasi serta pengumuman resmi pengelola fasilitas air dan pemerintah daerah. Jika ada area yang ditutup, kembalilah tanpa mencoba memutar melewatinya.

Rangkuman berjalan-jalan di Danau Sayama

Di Danau Sayama, jika Anda terlebih dahulu memahami peran resminya sebagai Waduk Yamaguchi lalu mengamati bendungan urugan tanah, menara pengambilan air, permukaan danau, dan hutan Perbukitan Sayama secara berurutan, Anda dapat memahami hubungan pemandangan dan sistem air secara menyeluruh.

Periksa rute dari Stasiun Seibukyūjō-mae, siapkan perlengkapan sesuai musim dan cuaca, serta berjalanlah dengan menjaga jarak yang cukup dari kawasan pengelolaan dan burung liar.

Memastikan waktu terbaik untuk berkunjung dan akses pada hari kunjungan serta menghormati fasilitas yang menopang air minum adalah dasar untuk menikmati Danau Sayama dalam jangka panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Danau Sayama adalah nama populer untuk Waduk Yamaguchi di Perbukitan Sayama, Kota Tokorozawa, Prefektur Saitama, dan merupakan fasilitas air bersih aktif yang dikelola oleh Biro Air Pemerintah Metropolitan Tokyo. Kota Tokorozawa menjelaskan bahwa nama “Danau Sayama” dipilih melalui sayembara yang diadakan oleh Seibu Railway. Informasi resmi menggunakan nama formal dan nama populernya, jadi memastikan “Waduk Yamaguchi (Danau Sayama)” saat mencari rute akan memudahkan Anda mengenali tujuan.
A. Danau Sayama (Waduk Yamaguchi) dan Danau Tama (Waduk Murayama) adalah dua waduk berbeda yang berdampingan, terhubung dengan pipa, dan dioperasikan secara terpadu. Namanya mirip tetapi stasiun terdekatnya juga berbeda, jadi jika menuju tanggul Danau Sayama, pastikan tujuan Anda adalah Waduk Yamaguchi di sisi Tokorozawa. Memasukkan “Waduk Yamaguchi” pada peta akan membantu agar tidak tersesat.
A. Danau Sayama (Waduk Yamaguchi) berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Seibu-Kyūjō-mae di Jalur Seibu Sayama. Lokasinya berada di Shorakuji, Kota Tokorozawa; pencarian hanya dengan “Danau Sayama” terkadang menampilkan sisi Danau Tama, jadi periksa rute dengan mengacu pada sisi Tokorozawa. Pada hari ketika ada acara di stadion, pengunjung akan bertambah, sehingga sebaiknya periksa juga jadwal kereta pulang.
A. Waduk Yamaguchi di Danau Sayama adalah bendungan urugan tanah yang menahan air dengan timbunan tanah. Tingginya 33,9 m dan panjang puncaknya 716,0 m, dengan 2 menara pengambilan air di permukaan danau. Kesan yang diberikan berbeda dari bendungan dinding beton besar; dengan memandang dari satu ujung puncak ke ujung lain, Anda dapat merasakan struktur tanggul landai yang berlanjut ke perbukitan.
A. Danau Sayama tidak hanya menyimpan air hujan di sekitarnya, tetapi juga air baku yang diambil dari Bendung Pengambilan Ozaku di Sungai Tama dan diangkut melalui saluran. Air simpanan dikirim ke fasilitas seperti Instalasi Pengolahan Air Higashimurayama dan menjadi air minum setelah diproses. Saat memandang danau, mengingat bahwa air tersebut adalah sumber daya yang menopang kehidupan kota dapat mengubah cara Anda melihat pemandangan.
A. Sakura di Danau Sayama biasanya paling menarik pada musim semi, sedangkan dedaunan berubah warna pada musim gugur, tetapi waktunya bergeser setiap tahun sesuai suhu dan cuaca. Dari tanggul sepanjang sekitar 700 m, Anda dapat melihat Somei-yoshino dan sakura gunung; pada hari dengan udara jernih, Gunung Fuji terkadang tampak di seberang danau. Sebelum berkunjung, periksa informasi tahun berjalan dari pemerintah setempat dan operator transportasi, lalu rencanakan agar tetap dapat menikmati bentuk lahan serta fasilitas meskipun warna daun belum mencapai puncak.
A. Perbukitan Sayama kaya akan burung liar dan elang-alap utara juga hidup di Waduk Yamaguchi. Gunakan teropong dan jangan memasuki vegetasi saat mengikuti suara burung. Hindari memberi makan atau membuat suara keras, dan amati dengan tenang dari jalur taman. Jika ingin mengetahui burung musiman, informasi satwa dari fasilitas alam di sekitar dapat menjadi petunjuk pengamatan.
A. Untuk berjalan di tanggul dan jalur taman, siapkan sepatu antiselip serta minuman, topi, dan perlengkapan hujan sesuai musim. Durasi untuk menjelajahi area sekitar tanggul tidak baku; waktunya bergantung pada jarak berjalan dan waktu mengambil foto. Rute “Danau Sayama dan Hutan Totoro” dari Kota Tokorozawa panjangnya sekitar 9 km dengan perkiraan 1 jam 30 menit hingga 2 jam, jadi pilih cakupan sesuai kondisi fisik dan perjalanan pulang.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.