Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Taman Shikinaen Naha: Panduan Taman Kerajaan Ryukyu

Taman Shikinaen Naha: Panduan Taman Kerajaan Ryukyu

Panduan Taman Shikinaen di Naha: jelajahi vila kerajaan Ryukyu, kolam, Rokkakudo, jembatan batu, dan perpaduan estetika Okinawa.

Ringkasan Cepat

Taman seperti apa?

Shikinaen (Shichinanu Udun) adalah taman vila keluarga kerajaan Ryukyu yang dibangun pada tahun 1799. Taman ini dirancang untuk dinikmati sambil berjalan mengelilingi Kolam Shinji sebagai pusatnya, dan merupakan Warisan Dunia yang memadukan budaya Ryukyu, Tiongkok, dan Jepang.

Daya tarik utama

Udun (arsitektur Ryukyu beratap genteng merah) yang terpantul di Kolam Shinji, paviliun bergaya Tiongkok "Rokkakudo", jembatan batu berbentuk lengkung, mata air "Ikutokusen", dan "Kankodai" yang memandang Naha bagian selatan.

Akses

Naik Naha Bus (nomor 2, 3, 4, 5, 14, dll.) dan turun di "Shikinaen-mae". Sekitar 15 menit berkendara dari pusat Kota Naha, dan mudah dikombinasikan dengan wisata ke arah Shuri.

Biaya

Dewasa ¥400, anak (SMP ke bawah) ¥200. Rombongan 20 orang ke atas dewasa ¥320, anak ¥160. Tersedia juga paspor tahunan dan diskon untuk warga Kota Naha usia 65 tahun ke atas.

Perkiraan waktu

Untuk berkeliling taman dengan saksama sekitar 40–60 menit. Tersedia tempat parkir khusus.

Waktu yang disarankan

Karena di musim panas sinar matahari kuat, berjalan-jalan di pagi hari atau memilih tempat teduh lebih nyaman. Bawa topi dan minuman untuk mencegah heatstroke.

Tips berjalan

Dirancang agar pemandangan berubah sesuai sudut berjalan; Anda bisa menikmati bangunan dan langit yang terpantul di kolam, lengkung jembatan batu, serta kehijauan tepi air. Saat hujan jalan batu mudah licin, jadi gunakan sepatu yang nyaman.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Okinawa

Apa Itu Shikinaen | Taman Vila Kerajaan Ryūkyū

Tempat Penyambutan Tamu dan Peristirahatan Kerajaan Ryūkyū

Shikinaen (taman peristirahatan kerajaan) adalah taman bergaya kaiyū (taman yang dinikmati sambil berjalan mengelilingi kolam) yang terletak di Maaji, Kota Naha, dan berkaitan erat dengan keluarga kerajaan Ryūkyū.

Dibangun pada tahun 1799, ini merupakan vila terbesar keluarga kerajaan Ryūkyū yang digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja serta tempat menyambut tamu kehormatan dari luar negeri, termasuk sappōshi, yaitu utusan resmi dari Tiongkok.

Pada tahun 2000, Shikinaen ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Khusus Nasional, dan pada Desember tahun yang sama juga terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO sebagai bagian dari "Gusuku dan Situs Terkait Kerajaan Ryūkyū".

Berbeda sedikit dari tempat wisata sejarah di sekitar Shuri-jō (Kastil Shuri), daya tarik Shikinaen adalah Anda dapat merasakan budaya Kerajaan Ryūkyū sambil berjalan menyusuri taman yang tenang.

Taman yang Disebut "Nan'en"

Shikinaen juga disebut "Shichinanuudun" dalam bahasa Okinawa.

Selain itu, karena terletak di sebelah selatan Shuri-jō, taman ini juga dijuluki "Nan'en" (taman selatan).

Dengan mengetahui latar belakang namanya sebelum berjalan-jalan, Anda akan lebih mudah membayangkan perannya sebagai vila keluarga kerajaan.

Taman yang Dipugar Setelah Kehancuran Perang

Sebagian besar bangunan Shikinaen hancur dalam Pertempuran Okinawa pada April 1945.

Setelah itu, selama sekitar 20 tahun dari 1975 hingga 1996, dilakukan pemugaran dan penataan dengan total biaya proyek sekitar 780 juta yen, hingga menjadi tampilan seperti sekarang.

Oleh karena itu, sebagian besar susunan batu dan udun (bangunan istana) yang terlihat saat berjalan-jalan merupakan pemandangan yang dihidupkan kembali melalui kerja pemugaran yang teliti setelah perang.

Hal yang Wajib Dilihat di Shikinaen | Menyusuri Taman Kaiyū Mengelilingi Kolam

Taman Kaiyū yang Dinikmati Sambil Berjalan Mengelilingi Kolam

Taman Shikinaen merupakan "taman kaiyū" (kaiyūshiki teien), yaitu taman yang dinikmati sambil berjalan mengelilingi kolam dan menikmati perubahan pemandangan.

Di bagian tengahnya terdapat "Shinjiike", kolam yang bentuknya menyerupai aksara kanji "心" (hati) yang ditulis secara gaya bebas.

Taman ini dirancang sedemikian rupa sehingga tampilan permukaan air, jembatan batu, bangunan, dan dedaunan hijau sedikit berubah tergantung sudut Anda berjalan.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengelilinginya secara perlahan sekitar 40 hingga 60 menit, dan tempat ini menawarkan waktu yang tenang di antara wisata Kota Naha.

Detail Taman yang Terlihat Saat Berhenti Sejenak

Daripada berjalan tergesa-gesa dalam jarak yang singkat, berhentilah sejenak dan amatilah, maka Anda akan merasakan maksud desain khas taman kaiyū.

Saat melihat bangunan dan langit yang terpantul di kolam, pemandangan terasa memiliki kedalaman.

Dengan memperhatikan lengkungan jembatan batu dan dedaunan hijau di tepi air, Anda dapat merasakan keindahan yang tenang, yang sulit ditangkap hanya lewat foto.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berjalan

- Lihat bangunan dan langit yang terpantul di kolam.

- Amati lengkungan jembatan batu bersama pemandangan tepi air.

- Perhatikan susunan batu yang menggunakan batu kapur Ryūkyū (ryūkyū sekkaigan).

- Nikmati ketenangan di bawah naungan pohon dan tepi air.

Udun dan Rokkakudō | Merasakan Estetika Ryūkyū, Tiongkok, dan Jepang

Budaya Arsitektur Ryūkyū yang Terlihat di Udun

Di dalam taman terdapat "udun", yaitu bangunan tradisional Ryūkyū (bangunan istana).

Tampilannya yang tenang dengan atap genteng merah dan konstruksi kayu memberikan suasana khas Okinawa.

Saat menikmati taman dari depan bangunan, Anda dapat membayangkan suasana masa ketika tempat ini digunakan sebagai vila keluarga kerajaan.

Total luas bangunan termasuk udun sekitar 643 meter persegi, dengan tata letak yang diperhitungkan agar Shinjiike dapat terlihat dari ruang tatami.

Perpaduan Lintas Budaya pada Rokkakudō dan Jembatan Batu

Di pulau yang mengapung di Shinjiike terdapat "Rokkakudō", yaitu paviliun bergaya Tiongkok.

Jembatan batu berbentuk lengkung berukuran besar dan kecil juga ditempatkan, sehingga unsur budaya yang berbeda dari Ryūkyū, Tiongkok, dan Jepang menyatu secara alami ke seluruh taman.

Keunikan Shikinaen terletak pada kenyataan bahwa ia tidak berdiri sendiri hanya dengan gaya satu negara.

Dari pemandangannya, Anda dapat membaca sejarah Kerajaan Ryūkyū yang menjalin hubungan dengan wilayah sekitarnya seperti Tiongkok, Jepang, dan Asia Tenggara.

Ikutokusen dan Kankōdai

Di dalam taman juga terdapat mata air bernama "Ikutokusen", yang dikelilingi tembok batu yang disusun dari batu kapur Ryūkyū.

Selain itu, dari "Kankōdai" yang berada di dataran tinggi sisi selatan taman, terhampar pemandangan wilayah selatan Kota Naha.

Konon, tempat ini dahulu digunakan sebagai titik pandang saat mengantar sappōshi, untuk memperlihatkan bahwa kerajaan dikelilingi oleh daratan yang subur, bukan oleh laut.

Jam Buka, Harga Tiket Masuk & Hari Libur yang Perlu Diketahui Sebelum Berkunjung

Jam Buka yang Berbeda Tiap Musim

Jam buka Shikinaen berbeda tergantung musim.

Dari 1 April hingga 30 September, buka dari pukul 09.00 hingga 18.00.

Batas waktu masuk adalah pukul 17.30.

Dari 1 Oktober hingga 31 Maret, buka dari pukul 09.00 hingga 17.30.

Batas waktu masuk adalah pukul 17.00.

Harga Tiket Masuk dan Sistem Diskon

Harga tiket masuk perorangan satu hari adalah 400 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk anak-anak (SMP ke bawah).

Harga rombongan 20 orang atau lebih adalah 320 yen untuk dewasa dan 160 yen untuk anak-anak.

Tiket terusan tahunan seharga 800 yen untuk dewasa dan 400 yen untuk anak-anak, praktis bagi Anda yang ingin berkunjung berulang kali.

Anak prasekolah yang didampingi orang tua gratis, warga Kota Naha berusia 65 tahun ke atas mendapat tiket satu hari setengah harga, dan pemegang kartu penyandang disabilitas mendapat fasilitas gratis.

Hari Libur dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Hari libur adalah setiap hari Rabu.

Namun, jika hari Rabu jatuh pada hari libur nasional atau pada "Hari Peringatan" 23 Juni, maka hari libur akan digeser ke keesokan harinya.

Karena ada kemungkinan tutup sementara akibat topan atau pemeliharaan fasilitas, sebaiknya periksa status buka sebelum berkunjung agar lebih tenang.

Tips Perjalanan dan Etika Saat Menyusuri Shikinaen

Hal yang Sebaiknya Dihindari di Dalam Taman

Shikinaen adalah taman Warisan Dunia yang bersejarah, sekaligus cagar budaya yang dilindungi dengan baik sebagai Tempat Pemandangan Indah Khusus.

Di dalam taman, pengunjung diimbau untuk tidak makan, minum, maupun merokok.

Membawa hewan peliharaan masuk juga perlu dihindari.

Namun, anjing pemandu, anjing pendamping, dan anjing pendengar dikecualikan.

Berjalan dengan Tenang dan Hati-hati pada Pijakan

Di jalur dalam taman terdapat jalan berbatu dan tangga bertingkat yang menggunakan batu kapur Ryūkyū.

Saat hujan atau jalur basah, permukaan menjadi licin, sehingga disarankan memilih sepatu yang nyaman untuk berjalan seperti sepatu kets.

Sepatu hak tinggi mudah tersangkut di jalan berbatu dan dapat menyebabkan terjatuh.

Meskipun ini tempat wisata, ini juga tempat untuk menikmati ketenangan.

Mari habiskan waktu dengan tetap memperhatikan orang di sekitar dan cagar budaya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan Asing

- Hindari berbicara dengan suara keras di dalam taman.

- Jangan memaksakan diri menyentuh bangunan atau susunan batu.

- Berjalanlah sambil memperhatikan pijakan.

- Untuk pemotretan yang bertujuan selain penggunaan pribadi atau pemotretan komersial, diperlukan pengajuan izin terlebih dahulu.

Fasilitas dan Kenyamanan Berkunjung

Toilet tersedia di dalam taman dan di sekitar pintu masuk.

Papan petunjuk dan brosur di dalam taman juga berguna bagi wisatawan asing.

Pada musim panas sinar matahari menjadi sangat terik, sehingga membawa topi dan minuman untuk mencegah sengatan panas akan membuat Anda lebih tenang.

Cara Menuju Shikinaen | Taman di Naha yang Mudah Dicapai dengan Bus

Lokasi yang Mudah Dimasukkan ke Itinerary Wisata Kota Naha

Lokasi Shikinaen berada di Maaji 421-7, Kota Naha, Prefektur Okinawa.

Jika menggunakan Naha Bus, rute nomor 2 (jalur Shikina-Kainan), nomor 3 (jalur Matsugawa Shintoshin), nomor 4 (jalur Arakawa Omoromachi), nomor 5 (jalur Shikina-Makishi), dan nomor 14 (jalur lingkar Makishi-Kainan) melewati halte bus Shikinaen-mae.

Dari halte bus ke pintu masuk hanya sekitar 1 menit berjalan kaki, sehingga lokasinya mudah ditemukan meski menggunakan bus.

Hubungan Lokasi dengan Sekitar Shuri-jō dan Kokusai-dōri

Saat berwisata di Kota Naha, memahami hubungan lokasinya dengan sekitar Shuri-jō dan Kokusai-dōri (jalan perbelanjaan utama Naha) akan memudahkan pergerakan.

Dari Shikinaen ke Shuri-jō sekitar 10 menit dengan mobil atau taksi, sedangkan ke Kokusai-dōri (sekitar Stasiun Makishi) sekitar 15 menit sebagai patokan.

Namun, karena waktu tempuh berubah tergantung kondisi lalu lintas, sebaiknya beri kelonggaran pada jadwal Anda.

Shikinaen lebih cocok untuk perjalanan menikmati sejarah sambil menyusuri taman, daripada sekadar mengambil foto dalam waktu singkat.

Tentang Penggunaan Tempat Parkir

Shikinaen memiliki tempat parkir khusus gratis, sehingga mudah disinggahi meski menggunakan mobil sewa.

Karena bisa ramai pada musim wisata dan akhir pekan, berkunjung pada pagi hari memungkinkan Anda menyusuri taman dengan santai.

Kesimpulan | Merasakan Sejarah Okinawa dengan Tenang di Shikinaen

Shikinaen adalah taman kaiyū bersejarah yang dibangun pada tahun 1799 sebagai vila keluarga kerajaan Ryūkyū, dan juga terdaftar sebagai Warisan Dunia.

Melalui taman kaiyū yang berpusat pada Shinjiike, udun khas Ryūkyū, Rokkakudō bergaya Tiongkok, dan jembatan batu berbentuk lengkung, Anda dapat merasakan pertukaran budaya Kerajaan Ryūkyū.

Tempat ini memiliki suasana tenang yang berbeda dari sekitar Shuri-jō, dan cocok bagi orang yang ingin menikmati sejarah Okinawa dengan tenang.

Saat berkunjung, disarankan memeriksa jam buka dan hari libur, lalu menyusuri taman dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Nikmatilah waktu yang tenang khas Shikinaen sambil tetap memperhatikan etika untuk menjaga cagar budaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Shikinaen adalah vila terbesar keluarga kerajaan Ryukyu yang dibangun pada tahun 1799, sebuah taman yang digunakan untuk peristirahatan raja dan menjamu utusan asing. Sebagai taman bergaya kaiyu (berkeliling) tempat Anda menikmati perubahan pemandangan sambil berjalan mengelilingi kolam, di sini tersebar istana beratap genteng merah dan paviliun segi enam bergaya Tiongkok. Dalam bahasa Okinawa disebut "Shichinanudun", sebuah ruang berharga yang mewariskan budaya kerajaan hingga kini.
A. Shikinaen terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 2000 sebagai bagian dari "Situs Gusuku dan Properti Terkait Kerajaan Ryukyu". Ini hasil dari penilaian terhadap gaya taman uniknya yang memadukan estetika Ryukyu, Tiongkok, dan Jepang. Taman ini hancur dalam Pertempuran Okinawa tahun 1945, tetapi dipugar pada 1975–96, sehingga juga bernilai sebagai simbol kebangkitan dari bencana perang.
A. Shinji-ike adalah kolam yang dibentuk menyerupai aksara kanji "心" (hati) yang ditulis bebas, menjadi pemandangan inti Shikinaen. Di sekeliling kolam ditumpuk batu kapur Ryukyu, sehingga Anda bisa menikmati tekstur tropis yang berbeda dari taman di pulau utama Jepang. Bila dipandang dari jendela koridor istana, kolam dan paviliun segi enam tersaji bagai dalam bingkai, sebuah titik foto tersembunyi tempat Anda merasakan langsung komposisi yang dikagumi keluarga kerajaan.
A. Kankodai adalah tempat pandang menghadap ke selatan Kota Naha, tetapi sengaja dipilih kontur yang tak memperlihatkan laut. Konon ini adalah upaya untuk hanya memperlihatkan pemandangan pedesaan kepada utusan dari Tiongkok (utusan sakuho) demi membuat Kerajaan Ryukyu tampak lebih luas dari kenyataan. Bila berdiri sambil mengetahui latar belakangnya, tempat pandang biasa berubah menjadi panggung yang menyimpan strategi diplomasi kerajaan, sebuah rancangan yang cerdik.
A. Tiket masuk seharga 400 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk anak setingkat SMP ke bawah. Anak prasekolah gratis, pemegang buku disabilitas juga gratis, dan warga Kota Naha berusia 65 tahun ke atas mendapat setengah harga. Bagi yang ingin sering berkunjung, tersedia pula paspor tahunan seharga 800 yen untuk dewasa, dan karena setara dua kali kunjungan Anda bisa mengejar bunga empat musim, sehingga praktis menguntungkan bagi pengunjung berulang.
A. Jam buka Shikinaen adalah pukul 9.00–18.00 pada April–September dan pukul 9.00–17.30 pada Oktober–Maret. Loket masuk ditutup 30 menit sebelum tutup, dan hari libur adalah setiap Rabu (bila bertepatan dengan hari libur nasional atau 23 Juni, libur keesokan harinya). Di Okinawa yang sinar mataharinya kuat, pagi tepat setelah buka atau sore hari lebih sejuk dengan naungan dan nyaman. Menjelang tutup, atap genteng merah istana menonjol berkat cahaya berlawanan, jadi bila bertujuan memotret, kunjungan sore adalah waktu yang patut diincar.
A. Dari sekitar Kokusai-dori, naik bus Naha nomor 2, 3, 4, 5, atau 14, turun di "Shikinaen-mae", lalu sekitar 1 menit berjalan kaki dari halte. Dengan mobil, sekitar 10 menit dari Kastil Shuri, 15 menit dari Kokusai-dori, dan 15 menit dari Bandara Naha. Dari Stasiun Yui Rail Shuri terdekat, sekitar 10 menit dengan taksi. Meski warisan dunia, lokasinya jauh dari stasiun kereta, jadi memadukan mobil dan bus adalah pilihan yang realistis.
A. Waktu untuk mengelilingi taman sekali putaran kira-kira 40–60 menit. Luas yang ditetapkan sekitar 42.000 meter persegi memang luas, tetapi bila Anda menyempatkan duduk santai di istana sambil memandang kolam, bisa menjadi sekitar satu setengah jam. Karena tidak ada tempat makan di tengah rute, minum secukupnya sebelum berkeliling membuat Anda bisa menikmati pemandangan kerajaan dengan tenang bahkan di musim panas.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.