Cara Menyusun Itinerary Model 2 Hari 1 Malam di Saga Tanpa Mobil
Jika ingin menjelajahi Takeo Onsen dan Ureshino Onsen di Saga selama 2 hari 1 malam tanpa mobil, kuncinya adalah menyusun rencana perjalanan dengan berpusat pada kereta dan bus reguler.
Karena Takeo Onsen dan Ureshino Onsen terhubung oleh Nishi-Kyushu Shinkansen dan bus reguler, jika kamu menyusun rencana dengan berpusat pada area stasiun dan kawasan onsen, perjalanan tetap nyaman meski tanpa mobil sewaan.
Alih-alih menambah terlalu banyak tempat wisata, membagi Hari 1 di Takeo, lalu menginap dan Hari 2 di Ureshino, akan mengurangi perpindahan sambil membawa barang dan jumlah transit.
Rute dasarnya adalah dari Takeo Onsen menuju Ureshino Onsen
Jika datang dari arah Fukuoka, alur yang paling mudah dipahami adalah turun dulu di Stasiun Takeo-Onsen (Takeo-Onsen Station), mengunjungi gerbang Romon, Shinkan, dan Kuil Takeo (Takeo Shrine), lalu baru melanjutkan ke Ureshino Onsen.
Jika menginap di Ureshino Onsen, kamu bisa berjalan-jalan di kawasan onsen mulai keesokan paginya, sehingga lebih mudah menyisihkan waktu untuk merasakan pemandian umum, kuil, dan budaya teh.
Tentukan itinerary dengan menghitung mundur dari jadwal kereta dan bus
Karena jadwal kereta dan bus reguler berubah menurut hari dalam seminggu dan revisi jadwal, periksalah informasi resmi dari JR Kyushu dan tiap operator bus sebelum berangkat.
Khususnya untuk waktu berpindah dari Takeo ke Ureshino, akan lebih tenang jika kamu memutuskan lebih dulu apakah memakai bus reguler, atau memadukan Nishi-Kyushu Shinkansen yang mulai beroperasi pada 23 September 2022 dengan bus menuju kawasan onsen.
Dari Stasiun Takeo-Onsen ke Stasiun Ureshino-Onsen (Ureshino-Onsen Station) hanya sekitar 6 menit dengan Nishi-Kyushu Shinkansen, jaraknya dekat, jadi asalkan kamu mengatur transit dengan tepat, berpindah tanpa mobil pun lancar.
Kemas barang untuk 1 malam agar ringkas
Karena kamu akan berjalan menaiki tangga batu, trotoar, dan gang-gang sempit di kawasan onsen, barang yang praktis lebih cocok daripada koper besar.
Jika barangmu besar, periksa lebih dulu apakah stasiun atau tempat menginap menyediakan layanan penitipan barang, lalu berwisatalah dengan ringan.
Jika alur perjalanan diringkas, hasilnya seperti berikut.
| Urutan | Area | Kegiatan utama |
|---|---|---|
| Hari 1 pagi | Takeo Onsen | Romon dan Shinkan |
| Hari 1 siang | Dalam kota Takeo | Kuil dan pohon kamper besar |
| Hari 1 sore | Ureshino Onsen | Perpindahan dan menginap |
| Hari 2 pagi | Kawasan onsen | Berendam dan jalan-jalan kota |
| Hari 2 siang | Dalam kota Ureshino | Teh dan perjalanan pulang |
Hari 1 pagi | Dari Stasiun Takeo-Onsen menuju gerbang Romon dan Shinkan
Setibanya di Stasiun Takeo-Onsen, menuju Romon yang menjadi simbol kawasan onsen terlebih dahulu akan memudahkanmu memahami sejarah dan tata letak kota.
Dari stasiun ke kawasan onsen dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit, dan jika waktunya cocok kamu juga bisa memakai bus reguler.
Menikmati gerbang Romon Takeo Onsen berlapis pernis merah dari luar
Romon Takeo Onsen adalah gerbang berlapis pernis merah yang dibuat oleh Tatsuno Kingo, arsitek yang merancang Stasiun Tokyo (Tokyo Station), dan selesai dibangun pada tahun Taisho 4 (1915).
Pada tahun Heisei 17 (2005) gerbang ini ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Penting nasional, dan juga dikenal sebagai bangunan kayu yang dibuat tanpa menggunakan paku.
Nikmatilah lengkung dan warna atapnya, serta kehadirannya sebagai gerbang menuju kawasan onsen, tidak hanya dari depan tetapi juga dari tempat yang agak jauh.
Di keempat sudut langit-langit lantai dua terdapat ukiran shio Tikus, Kelinci, Kuda, dan Ayam, dan masih tersimpan kisah bahwa jika digabung dengan delapan shio pada kubah Stasiun Tokyo, kedua belas shio menjadi lengkap.
Kegiatan kunjungan ke dalam Romon memiliki hari pelaksanaan dan syarat penerimaan yang telah ditetapkan, jadi jika berniat ikut, periksalah panduan dari Asosiasi Pariwisata Kota Takeo.
Merasakan budaya pemandian era Taisho di Takeo Onsen Shinkan
Takeo Onsen Shinkan yang berada di dekat Romon adalah bekas pemandian umum yang dirancang oleh Tatsuno Kingo dan dibangun pada awal era Taisho, lalu dipugar ke wujud aslinya pada tahun Heisei 15 (2003).
Di dalam gedung, kamu bisa melihat struktur pemandian era Taisho, ubin Majolika (Majolica tiles) yang saat itu dianggap paling mewah, dan ruang pemandian yang disebut Gosen-yu.
Masuknya gratis, dan mampir sebelum berendam akan memudahkanmu memahami latar budaya Takeo Onsen.
Untuk area yang boleh dikunjungi, ikutilah panduan di dalam gedung.
Jangan menjejalkan makan siang dan berendam sekaligus
Di sekitar Romon terdapat fasilitas pemandian dan rumah makan seperti Motoyu (dewasa 500 yen) dan Sagi-no-yu, tetapi hari buka dan jam penerimaan tiap tempat berbeda-beda.
Pada hari kamu berpindah ke Kuil Takeo di siang hari, memberi kelonggaran pada salah satu, alih-alih terburu-buru menjejalkan makan dan berendam sekaligus, membuatmu bisa bersantai lebih tenang.
Jika menginap di Ureshino Onsen, kamu juga bisa mengatur agar di Takeo berfokus pada kunjungan arsitektur, dan menikmati berendam onsen pada malam hari.
Hari 1 siang | Mengunjungi Kuil Takeo dan pohon kamper besar Takeo
Pada siang hari, berpindahlah ke Kuil Takeo untuk bersembahyang di bangunan utama, dan mengunjungi pohon kamper besar Takeo (Okusu) yang berdiri di ujung hutan bambu.
Karena kamu bisa memakai bus reguler dari Stasiun Takeo-Onsen, kembali dulu ke arah stasiun dari Romon lalu transit akan memudahkan pergerakan.
Di Kuil Takeo, selesaikan sembahyang terlebih dahulu
Setelah masuk ke area kuil, majulah ke bangunan utama sebelum mengambil foto, lalu bersembahyanglah dengan tenang.
Di jalan menuju kuil, hindari bagian tengah dan berjalanlah agar tidak menghalangi alur peziarah lain; dengan begitu, bahkan wisatawan yang belum terbiasa dengan kuil Jepang pun bisa bersikap tenang.
Di sini juga ada Meoto Hinoki, sepasang pohon hinoki yang terkenal soal jodoh, jadi ada baiknya dilihat sekalian saat bersembahyang.
Jam layanan tempat pemberian jimat dan penerimaan goshuin bisa berubah, jadi jika menginginkannya, periksalah panduan resmi kuil.
Melihat pohon kamper besar Takeo berusia tiga ribu tahun di ujung hutan bambu
Pohon kamper besar Takeo berada di belakang bangunan utama kuil setelah melewati hutan bambu, dan merupakan pohon keramat yang konon berusia lebih dari tiga ribu tahun.
Tingginya sekitar 30 meter dan keliling batangnya sekitar 20 meter, serta menempati peringkat 7 nasional dalam survei pohon raksasa dan hutan pohon raksasa oleh Badan Lingkungan Hidup (Environment Agency).
Bagian pangkalnya berongga, dan di dalam ruang seluas sekitar 12 tatami disemayamkan dewa Tenjin.
Pohon kamper besar ini juga merupakan pohon tua yang perlu dilindungi, jadi jangan melewati pagar atau mendekati pangkalnya; amatilah dengan tenang dari tempat yang ditentukan.
Setelah hujan, permukaan tanah bisa licin, jadi pilihlah alas kaki yang nyaman dan susun itinerary agar bisa kembali ke stasiun sebelum gelap.
Hari 1 sore | Berpindah ke Ureshino Onsen untuk menginap di kawasan onsen
Setelah selesai berwisata di Takeo, berpindahlah ke Ureshino Onsen sebagai tempat menginap.
Stasiun Ureshino-Onsen dan kawasan onsen berjarak sekitar 1,9 km dan bukan tempat yang sama, jadi penting untuk memberi tahu tempat menginap termasuk cara berpindah setelah turun dari kereta.
Jika waktunya cocok, langsung menuju kawasan onsen dengan bus reguler
Bus reguler yang menuju arah Ureshino Onsen dari Stasiun Takeo-Onsen cocok bagi wisatawan yang ingin menekan transit hingga ke kawasan onsen.
Karena titik yang dilewati dan pemberhentian akhir berbeda menurut layanan, misalnya pada bus JR Kyushu (JR Kyushu Bus), periksalah papan tujuan sebelum naik, dan bersiaplah agar bisa menunjukkan kepada pengemudi halte terdekat dari tempat menginap.
Nishi-Kyushu Shinkansen mudah dipakai untuk berpindah dari Stasiun Takeo-Onsen ke Stasiun Ureshino-Onsen
Jika memakai Nishi-Kyushu Shinkansen, kamu berpindah dari Stasiun Takeo-Onsen ke Stasiun Ureshino-Onsen dalam sekitar 6 menit, lalu dari depan stasiun menuju kawasan onsen dengan bus reguler atau taksi.
Jika membawa barang besar, atau jika jam keberangkatan kereta cocok dengan rencana perjalanan, kombinasi ini menjadi pilihan yang mudah dipahami.
Konfirmasikan cara tiba di tempat menginap saat memesan
Karena sebagian ryokan menetapkan syarat penjemputan atau titik naik-turun yang ditentukan, saat memesan sampaikan stasiun kedatangan, perkiraan waktu tiba, dan ukuran barang.
Setelah tiba di kawasan onsen, memeriksa lokasi halte bus dan pusat informasi wisata terlebih dahulu akan membuatmu tenang sehingga tidak perlu terburu-buru berpindah keesokan harinya.
Karakteristik tiap moda transportasi dapat diringkas seperti berikut.
| Moda | Cocok untuk | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Shinkansen | Berpindah antarstasiun | Transit ke kawasan onsen |
| Bus reguler | Langsung ke pusat kota | Periksa jadwal |
| Taksi | Barang banyak | Pastikan titik naik |
Hari 2 pagi | Menyusuri pemandian Ureshino Onsen dan Kuil Toyotamahime
Pada Hari 2, susuri pusat kawasan onsen dengan memadukan pemandian umum, pemandian kaki, dan kuil.
Ureshino Onsen termasuk salah satu dari tiga onsen terbaik untuk kulit indah di Jepang, dengan ciri khas sentuhan airnya yang lembut.
Jika kamu memeriksa status operasional fasilitas di tempat menginap sebelum berangkat, kamu juga lebih mudah menyesuaikan rencana bila ada penutupan atau perubahan penerimaan.
Merasakan pemandian umum Ureshino Onsen di Siebold no Yu
Siebold no Yu adalah pemandian umum yang ditandai oleh eksterior bergaya Gothic yang mengingatkan pada romantisme era Taisho dan atap runcing berwarna oranye.
Jam operasionalnya pukul 06.00 sampai 22.00 (penerimaan terakhir pukul 21.30), dan hari Rabu ketiga setiap bulan (jika bertepatan dengan hari libur nasional maka keesokan harinya) adalah hari tutup.
Suasananya berbeda dari pemandian besar bersama di tempat menginap, sehingga kamu bisa merasakan onsen dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian warga setempat.
Karena sebagian fasilitas seperti ruang pemandian sewa memiliki syarat penggunaan yang berbeda dari pemandian umum, jika berminat, periksalah panduannya lebih dulu.
Menikmati pemandian kaki dan pemandian uap kaki di alun-alun Yuyado
Alun-alun Yuyado (Yuyado Hiroba) menyediakan pemandian kaki dan pemandian uap kaki, tempat yang nyaman untuk beristirahat di tengah jalan-jalan kota.
Karena terkadang ada penghentian penggunaan atau pemeriksaan peralatan, ikutilah pengumuman di tempat, dan saat ramai hindari penggunaan dalam waktu lama.
Merasakan kepercayaan tentang ikan lele putih dan kulit indah di Kuil Toyotamahime
Di Kuil Toyotamahime (Toyotamahime Shrine) yang ada di kawasan onsen, diwariskan kepercayaan yang berkaitan dengan dewa yang dipuja, Toyotamahime-no-Okami, dan ikan lele putih yang dianggap sebagai utusannya.
Toyotamahime dikenal sebagai dewi kulit indah, dan konon mengelus ikan lele putih membawa berkah kulit indah, sehingga sejak lama menghimpun kepercayaan para tamu yang berobat dengan onsen.
Di dalam area kuil, hormatilah makna doa, dan periksalah papan petunjuk sebelum menyentuh patung atau persembahan.
Periksa etiket dasar onsen sebelum berendam
Di pemandian umum Jepang, hal dasarnya adalah membasuh tubuh sebelum masuk ke bak dan tidak memasukkan handuk ke dalam air pemandian.
Karena penanganan soal tato, penggunaan oleh anak-anak, dan barang bawaan berbeda menurut fasilitas, utamakanlah papan petunjuk di pintu masuk dan arahan petugas.
Berikut kami rangkum hal-hal yang sering membingungkan di pemandian umum.
| Situasi | Yang harus dilakukan | Yang harus dihindari |
|---|---|---|
| Sebelum berendam | Membasuh tubuh | Langsung masuk |
| Di dalam bak | Berendam dengan tenang | Memasukkan handuk |
| Ruang ganti | Mengeringkan tubuh | Berjalan dalam keadaan basah |
| Pemotretan | Periksa papan petunjuk | Memotret tanpa izin |
Hari 2 siang | Teh Ureshino dan persiapan perjalanan pulang
Pada siang hari, nikmatilah teh Ureshino (Ureshino tea) di kawasan onsen, lalu kembali ke stasiun menyesuaikan kereta atau bus untuk pulang.
Jika ingin menyempatkan diri ke fasilitas pengalaman, periksalah bukan hanya hari tutup dan syarat reservasi, tetapi juga moda pulang-pergi dari kawasan onsen.
Menikmati teh Ureshino dengan santai di kawasan onsen
Di kedai teh dan toko oleh-oleh, memilih sambil menanyakan bukan hanya daun tehnya tetapi juga cara menyeduh dan perbedaan rasa akan membuatmu merasakan budaya teh Ureshino lebih dekat.
Teh Ureshino dikenal sebagai tamaryokucha yang diproduksi dengan cara dikukus atau disangrai, dengan ciri khas rasa yang lembut.
Jika ingin mengetahui secara rinci sejarah dan cara pembuatan teh, kamu bisa memilih Balai Pertukaran Teh Ureshino Chaoshiru yang gratis masuk sebagai opsi, tetapi karena letaknya jauh dari kawasan onsen, kamu perlu memeriksa moda transportasi seperti mobil atau taksi.
Program pengalaman seperti kelas menyeduh teh (1.000 yen, sekitar 30 menit) menggunakan sistem reservasi, dan hari Selasa (jika bertepatan dengan hari libur nasional maka hari kerja berikutnya) serta 29 Desember sampai 3 Januari adalah hari tutup.
Kembali ke Stasiun Ureshino-Onsen lebih awal
Dari kawasan onsen ke Stasiun Ureshino-Onsen, gunakan bus reguler atau taksi, dan berpindahlah dengan waktu berlebih, bukan tepat sebelum kereta berangkat.
Jika kembali ke arah Fukuoka, di Stasiun Takeo-Onsen kamu akan berganti ke kereta ekspres terbatas jalur konvensional dengan metode transit berhadapan di peron yang sama, jadi periksalah juga syarat tiket dan pemesanan kursi di layar pemesanan resmi.
Dari Stasiun Hakata (Hakata Station) ke Stasiun Ureshino-Onsen memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit tergantung keretanya, dan jika melanjutkan ke arah Nagasaki, patokannya sekitar 25 menit dari Stasiun Ureshino-Onsen ke Stasiun Nagasaki (Nagasaki Station).
Bahkan saat menuju arah Nagasaki, stasiun pemberhentian berbeda-beda menurut kereta, jadi cocokkan tujuan dengan nama kereta sebelum naik.
Rangkuman | Tanpa mobil pun kamu bisa menjelajahi Takeo Onsen dan Ureshino Onsen dengan santai
Jika menjelajahi Takeo Onsen dan Ureshino Onsen tanpa mobil, rencana yang mudah dijalani dengan berjalan kaki adalah membatasi Hari 1 pada Romon, Shinkan, dan Kuil Takeo di Takeo, lalu berpindah ke Ureshino Onsen pada sore hari.
Pada Hari 2, memadukan pemandian umum, pemandian kaki, Kuil Toyotamahime, dan teh Ureshino di kawasan onsen memungkinkanmu merasakan bukan hanya berendam, tetapi juga arsitektur, kepercayaan, dan budaya lokal.
Memeriksa jadwal kereta dan bus, penjemputan tempat menginap, serta status operasional fasilitas pemandian melalui informasi resmi, dan tidak menyusun jadwal terlalu padat, adalah kunci membuat perjalanan tanpa mobil terasa nyaman.



Ulasan (0)