Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Tosa | Bangunan Iri-Tonbo & Gerbang Romon

Kuil Tosa | Bangunan Iri-Tonbo & Gerbang Romon
Kuil Tosa, ichinomiya Provinsi Tosa, memuja Ajisukitakahikone dan Hitokotonushi. Jelajahi bangunan cagar budaya, Gerbang Romon, dan tata letak Iri-Tonbo.

Ringkasan Cepat

Kuil kuno Ichinomiya Provinsi Tosa

Kuil Tosa yang berada di Ikku, Kota Kochi, dihormati sebagai kuil pelindung utama Provinsi Tosa; dalam satu kompleks, pengunjung dapat menelusuri bangunan kuil yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting dan jejak doa-doa lama.

Tata bangunan Iri-Tonbo

Susunan unik dengan sayap yang memanjang di sisi kiri dan kanan aula pemujaan disebut Iri-Tonbo karena menyerupai capung yang masuk ke bangunan utama.

Akses

Lokasinya sekitar 4 menit berjalan kaki dari halte bus Ichinomiya Higashimon, sekitar 19 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Tosa-Ikku, dan sekitar 5 menit berkendara dari Simpang Susun Kochi.

Pembatasan ibadah selama Festival Igomori

Selama Festival Igomori, dari petang 11 Maret hingga fajar 13 Maret, pengunjung diminta tidak memasuki kompleks dan beribadah dari gerbang torii.

Kelompok bangunan Warisan Budaya Penting

Kuil Tosa masih memiliki bangunan utama dari sekitar 1571, gerbang menara dari 1631, dan menara genderang dari 1649, sehingga pengunjung dapat membandingkan arsitektur dari masa yang berbeda.

Dua dewa yang dipuja

Kuil ini memuja Ajisukitakahikone-no-Kami dan Hitokotonushi-no-Kami, yang dihormati sebagai dewa kemakmuran industri, keharmonisan, dan kerja sama.

Batu Tsubute-ishi dan Kolam Mitarashi

Selain bangunan kuil, terdapat pula tempat bersejarah seperti batu Tsubute-ishi yang berkaitan dengan legenda pendirian kuil dan Kolam Mitarashi yang dipercaya pernah digunakan untuk menyucikan tubuh dan pikiran.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kochi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Kuil Tosa (Tosa Jinja) telah dihormati sebagai Ichinomiya Provinsi Tosa

Kuil Tosa yang berada di Ikkū Shinane, Kota Kōchi, sejak dahulu dipercaya sebagai pelindung utama dan Ichinomiya Provinsi Tosa.

Di dalam kompleksnya, sejarah kuil berpadu dengan bangunan yang ditata oleh para penguasa dari generasi ke generasi, sehingga kunjungan ibadah dan apresiasi warisan budaya dapat dinikmati sebagai satu pengalaman yang berkesinambungan.

Dewa yang dipuja adalah Ajisukitakahikone-no-kami dan Hitokotonushi-no-kami

Ajisukitakahikone-no-kami dan Hitokotonushi-no-kami adalah dua dewa yang dipuja, serta dihormati sebagai dewa yang berkaitan dengan kemakmuran industri, keharmonisan, dan kerja sama.

Nama mereka masing-masing dibaca “Ajisukitakahikone-no-kami” dan “Hitokotonushi-no-kami”. Mengingatnya sebelum berkunjung akan membantu memperdalam pemahaman tentang sejarah kuil.

Tsubute-ishi yang mewariskan ritual kuno

Tahun pendiriannya tidak diketahui secara pasti, tetapi awalnya diperkirakan berasal dari pemujaan Tsubute-ishi di sisi timur laut kompleks sebagai iwakura, yaitu batu tempat bersemayamnya dewa.

Penting untuk tidak hanya memusatkan perhatian pada bangunan kuil, tetapi juga berjalan sambil menyadari rentang waktu yang menghubungkan ritual kuno yang memanjatkan doa kepada batu alam dengan kompleks saat ini.

Kompleks yang ditata oleh keluarga Chōsokabe dan Yamauchi

Bangunan utama, aula persembahan, dan aula pemujaan dibangun kembali oleh Chōsokabe Motochika pada tahun pertama Genki (1570). Dokumen warisan budaya menyebut bangunan yang masih ada berasal dari sekitar tahun kedua Genki (1571). Kemudian, keluarga Yamauchi sebagai penguasa Domain Tosa melengkapi gerbang bertingkat dan menara genderang.

Karena bangunan dari masa berbeda berdiri berdampingan, membandingkan pembangun dan fungsinya sambil berjalan juga memperlihatkan hubungan antara politik dan kepercayaan di Tosa.

Menelusuri arsitektur dari gerbang bertingkat menuju bangunan bergaya Iritonbo

Arsitektur Kuil Tosa disusun agar ciri awal zaman Edo dan akhir zaman Muromachi dapat dibaca berurutan saat berjalan dari gerbang pada jalur utama menuju aula pemujaan dan bangunan utama.

Jangan menyentuh bangunan atau memasuki area terlarang; amati atap, tiang, dan sambungan antargedung dari jarak tertentu.

Bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting dan hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

Bangunan Tahun Hal yang diperhatikan
Gerbang bertingkat 1631 Gaya Jepang yang sederhana dan lantai dua
Bangunan utama Sekitar 1571 Gaya atap irimoya dan bagian atap
Aula persembahan dan aula pemujaan Sekitar 1571 Sambungan berbentuk silang
Menara genderang 1649 Bagian hakamagoshi dan bentuk menara

Gerbang bertingkat menampilkan sosok ortodoks dengan dekorasi terkendali

Gerbang bertingkat diyakini dibangun pada 1631 oleh Yamauchi Tadayoshi, penguasa kedua Domain Tosa, dengan ciri bentuk tiga bentang satu pintu dan susunan gaya Jepang yang minim hiasan.

Dari area yang boleh dikunjungi, amati keseimbangan keseluruhan, lantai dua, dan atap irimoya. Jika area pengamatan berubah akibat pekerjaan pelestarian, dahulukan petunjuk di lokasi.

Gerbang ini juga disebut “Shinkōmon” dan merupakan gerbang depan yang menyambut pengunjung di pintu masuk kompleks.

Perhatikan bentuk Iritonbo pada bangunan utama, aula persembahan, dan aula pemujaan

Aula persembahan dan aula pemujaan terhubung dengan bangunan utama, sementara sayap memanjang ke kiri dan kanan aula pemujaan. Susunan unik ini disamakan dengan capung yang masuk ke bangunan utama dan disebut “Iritonbo”.

Jika bentuknya sulit dipahami hanya dari depan aula pemujaan, periksa tata letak pada peta kompleks lalu cocokkan dengan arah atap yang terlihat.

Amati bentuk menara dengan hakamagoshi pada menara genderang

Menara genderang yang dibangun pada 1649 memiliki bentuk menara dengan hakamagoshi. Properti Budaya Penting ini berbeda dari bangunan utama dan aula pemujaan baik dalam fungsi maupun tampilan.

Bandingkan persamaan dan perbedaannya dengan gerbang bertingkat, lalu amati lebar bagian atas dan bawah, bentuk atap, serta posisinya di kompleks agar perannya lebih mudah dibayangkan.

Alur beribadah dan tata krama yang perlu dijaga di kompleks

Walaupun datang untuk melihat warisan budaya, Kuil Tosa tetap merupakan tempat berdoa. Dahulukan pengunjung yang beribadah dan upacara, serta bertindaklah dengan tenang.

Pahami alur dasar dari jalur utama melalui gerbang bertingkat dan tempat penyucian menuju aula pemujaan, lalu pilih tempat berhenti dengan baik saat ramai.

Menata hati di depan torii dan gerbang bertingkat

Membungkuk sebelum melewati torii dan menghindari bagian tengah jalur adalah tata krama umum di kuil Shinto. Menyadarinya akan secara alami menunjukkan perhatian kepada orang sekitar.

Gerbang bertingkat mudah menjadi tempat berfoto, jadi jangan menutup jalan, sisakan ruang bagi pengunjung lain, dan ambil foto dalam waktu singkat.

Ikuti petunjuk setempat untuk penyucian dan penghormatan

Jika tempat penyucian dapat digunakan, bersihkan tangan dan mulut. Di aula pemujaan, jangan membentangkan barang terlalu lama di depan kotak persembahan dan saling memberi kesempatan saat memberi penghormatan.

Tata cara dan area yang dapat digunakan bisa berubah karena upacara. Jika ada papan pengumuman atau arahan petugas kuil, dahulukan petunjuk setempat daripada prosedur umum.

Pisahkan doa khusus dari kunjungan ibadah biasa

Doa khusus dipengaruhi waktu penerimaan dan jadwal upacara. Jika menginginkannya, periksa jam penerimaan dan cara mendaftar di situs resmi, lalu rencanakan secara terpisah dari kunjungan biasa.

Jika hanya beribadah di depan aula pemujaan, prosedur doa khusus bukanlah prasyarat; Anda dapat beribadah sesuai langkah sendiri sambil menjaga ketenangan kompleks.

Mengunjungi Tsubute-ishi dan Kolam Mitarashi untuk menyentuh doa lama

Selain bangunan kuil, kompleks ini memiliki Tsubute-ishi, Kolam Mitarashi, pohon cedar besar, dan pohon kamper besar, yaitu tempat-tempat yang mewariskan sejarah Kuil Tosa dan kepercayaan terhadap alam.

Susun urutan dengan melihat peta dan jangan mencampuradukkan objek pemujaan dengan tempat istirahat agar susunan seluruh kompleks dapat dipahami.

Cara mengamati tempat-tempat bersejarah dapat dirangkum sebagai berikut.

Tempat Asal-usul Cara bersikap
Tsubute-ishi Batu alam dalam legenda tempat dewa bersemayam Memberi penghormatan dengan tenang dari jauh
Kolam Mitarashi Kolam untuk menyucikan tubuh dan jiwa Jangan terlalu dekat ke tepi air
Batu Misogi Dipindahkan dari Sungai Shinane Ikuti petunjuk taman suci
Batu Imigomori Batu yang berkaitan dengan Festival Imigomori Jangan memaksakan diri menuju pegunungan

Tsubute-ishi adalah tempat membayangkan awal mula kuil

Tsubute-ishi dikaitkan dengan legenda bahwa sang dewa agung melempar batu untuk menentukan tempat bersemayam dan batu itu berhenti di sini; tempat ini ditandai sebagai lokasi bersejarah di dalam kompleks.

Jangan perlakukan batu alam sekadar sebagai objek foto. Arahkan pikiran pada doa sebelum bangunan kuil didirikan, jangan menyentuh atau meletakkan benda di atasnya, dan berilah penghormatan dengan tenang.

Dahulukan keselamatan di tepi air Kolam Mitarashi dan taman suci

Kolam Mitarashi dipercaya dahulu menjadi tempat menyucikan tubuh dan jiwa serta pernah digunakan untuk upacara memohon hujan, sehingga hubungan antara air dan kepercayaan dapat dirasakan.

Perhatikan pijakan di tepi kolam dan tempat basah, jangan melewati batas yang diizinkan, jangan mengambil tanaman atau makhluk hidup, dan amatilah dengan tenang.

Pada hari upacara, pastikan area kunjungan dan transportasi

Kuil Tosa mengadakan upacara sepanjang tahun, dan area kunjungan, tempat parkir, serta pembatasan lalu lintas yang berbeda dari biasanya dapat diberlakukan.

Khususnya saat datang pada festival atau masa akhir dan awal tahun, jangan gunakan informasi tahun lalu; periksa pengumuman resmi untuk tanggal perjalanan.

Akses ke kompleks dibatasi selama Festival Imigomori

Festival Imigomori berlangsung dari petang 11 Maret hingga fajar tanggal 13, dan selama masa ini pengunjung diminta menahan diri untuk tidak memasuki kompleks.

Selama pembatasan, ibadah dilakukan dari torii. Jika ingin melihat arsitektur dari dekat, ubah tanggal kunjungan dan hormati upacara itu sendiri.

Lihat panduan lalu lintas terbaru untuk Festival Shinane dan Hatsumōde

Pada Festival Shinane dan Hatsumōde, jumlah pengunjung meningkat dan pembatasan kendaraan atau tempat parkir sementara dapat diumumkan, sehingga kendaraan belum tentu dapat masuk dekat kompleks.

Pada hari kunjungan, periksa kembali pemberitahuan situs resmi serta informasi polisi dan operator transportasi. Saat ramai, pertimbangkan transportasi umum atau perubahan waktu.

Pilih akses menuju Kuil Tosa tanpa memaksakan diri

Kuil Tosa dapat dicapai dari pusat Kota Kōchi dengan mobil, bus, atau kereta, tetapi moda transportasi perlu dipilih dengan mempertimbangkan waktu pulang dan jarak berjalan kaki.

Anggap waktu perjalanan yang diumumkan sebagai perkiraan dan tambahkan kelonggaran untuk kondisi jalan serta perpindahan moda.

Gunakan halte Ikkū Higashimon dan Ikkū Jinja-mae untuk bus rute

Dari halte Ikkū Higashimon perlu berjalan sekitar 4 menit, sedangkan dari Ikkū Jinja-mae sekitar 5 menit, cocok bagi orang yang ingin mengurangi jarak berjalan.

Jadwal operasi dan rute bus dapat berubah; sebelum berangkat, pastikan perjalanan pergi-pulang melalui jadwal terbaru Tosaden Kōtsū.

Dengan kereta, berjalanlah dari Stasiun JR Tosa-Ikkū

Panduan resmi menyebut sekitar 19 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Tosa-Ikkū. Buat rencana yang wajar dengan mempertimbangkan cuaca, barang bawaan, dan kecepatan berjalan pendamping.

Siapkan perlengkapan untuk menghindari terik atau hujan. Pada malam hari atau setelah upacara, pastikan lebih dahulu rute yang terang dan jadwal kereta.

Rencanakan hari biasa dan hari upacara secara terpisah saat berkendara

Dari Simpang Susun Kōchi, waktu berkendara ditunjukkan sekitar 5 menit, tetapi arah masuk dan tempat parkir yang tersedia dapat berubah pada hari upacara dan masa akhir tahun.

Bahkan pada hari biasa, gunakan akses resmi agar tidak masuk ke jalan sempit di permukiman. Jika ada arahan petugas setempat, ikuti petunjuk mereka.

Ringkasan|Berjalan di Kuil Tosa dengan memadukan doa dan arsitektur

Di Kuil Tosa, dalam satu kompleks Anda dapat menelusuri kepercayaan kepada Ajisukitakahikone-no-kami dan Hitokotonushi-no-kami, sejarah Ichinomiya Tosa, serta arsitektur Properti Budaya Penting yang ditata oleh keluarga Chōsokabe dan Yamauchi.

Berjalanlah dari gerbang bertingkat menuju bangunan bergaya Iritonbo, menara genderang, Tsubute-ishi, dan Kolam Mitarashi, sambil menjaga jalur pengunjung dan batas area terlarang serta membaca bangunan dan sejarahnya dengan saksama.

Dengan memeriksa pembatasan upacara dan informasi transportasi di situs resmi serta menyediakan waktu yang cukup, Anda dapat memadukan penghormatan terhadap tempat berdoa dengan kesenangan menikmati warisan budaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tosa Shrine terletak di Ichinomiya, Kota Kochi, dan merupakan ichinomiya dari bekas Provinsi Tosa. Sejak dahulu, kuil ini dipuja sebagai kuil pelindung utama seluruh provinsi. Di dalam kompleks, pengunjung dapat berdoa kepada dua dewa yang dipuja, Ajisukitakahikone-no-Kami dan Hitokotonushi-no-Kami, sambil melihat bangunan kuil yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting dan dibangun oleh klan Chosokabe serta Yamauchi. Dengan demikian, ibadah dan menikmati warisan budaya menjadi satu pengalaman yang berkesinambungan.
A. Dua dewa yang dipuja adalah Ajisukitakahikone-no-Kami dan Hitokotonushi-no-Kami, dan dipercaya memberikan manfaat seperti kemakmuran industri, keharmonisan, serta kerja sama. Pelafalan bahasa Jepangnya adalah “Ajisukitakahikone-no-Kami” dan “Hitokotonushi-no-Kami”. Mengingatnya sebelum beribadah akan memperdalam pemahaman tentang sejarah kuil dan memudahkan Anda menjelaskannya kepada pendamping asing.
A. Gerbang Romon, yang juga disebut Shinko-mon, adalah Properti Budaya Penting bergaya Jepang yang dibangun pada tahun 1631 oleh penguasa feodal Yamauchi Tadayoshi; daya tariknya terletak pada dekorasi yang tertahan dan proporsi yang seimbang. Menara genderang yang dibangun pada tahun 1649 adalah menara merah terang dengan struktur hakamagoshi. Membandingkan bentuk atap serta perbedaan lebar bagian atas dan bawah dari kejauhan akan memperlihatkan ciri khas kedua bangunan yang memiliki fungsi berbeda.
A. Iri-tonbo adalah struktur dengan heiden dan haiden yang tersambung ke honden, sementara sayap memanjang ke kiri dan kanan dari haiden, menyerupai bentuk capung yang sedang masuk. Konon, Chosokabe Motochika memulihkannya sekitar tahun 1571. Karena bentuk keseluruhan sulit dipahami dari depan, periksa susunan bangunan pada peta kompleks terlebih dahulu, lalu lihat ke atas agar bentuknya lebih mudah dikenali.
A. Dari Stasiun Kochi ke Tosa Shrine memerlukan sekitar 15 menit dengan mobil, sedangkan dari Persimpangan Kochi sekitar 5 menit. Dengan bus, kuil dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 4 menit dari halte Ichinomiya Higashimon atau sekitar 5 menit dari halte Ichinomiya Jinja-mae. Jadwal dan rute dapat berubah, jadi periksa perjalanan pergi serta pulang melalui informasi Tosaden Kotsu.
A. Di dalam kompleks tersedia tempat parkir gratis bagi pengunjung, dengan kapasitas sekitar 60 mobil biasa dan sekitar 5 kendaraan besar. Namun, selama Festival Shinane, kunjungan Tahun Baru, dan Festival Saigomori pada bulan Maret, pengaturan lalu lintas atau pembatasan masuk dapat diberlakukan sehingga mobil tidak dapat mendekati kuil. Beralih ke transportasi umum pada masa ramai akan menghemat kerepotan mencari tempat parkir.
A. Informasi resmi Tosa Shrine tidak mencantumkan durasi kunjungan standar, jadi sediakan waktu yang cukup sesuai area yang ingin Anda jelajahi. Bangunan kuil diinformasikan dapat dikunjungi dari pukul 08.30 hingga 16.30. Jika ingin mengunjungi Gerbang Romon, menara genderang, batu Tsubute-ishi, dan Kolam Mitarashi, hindari jadwal yang terlalu dekat dengan waktu tutup agar dapat beribadah dengan tenang.
A. Tosa Shrine tidak menetapkan waktu kunjungan resmi yang direkomendasikan untuk menghindari keramaian. Festival Shinane setiap tanggal 24 dan 25 Agustus serta periode akhir tahun dan Tahun Baru biasanya ramai oleh banyak pengunjung. Selain itu, selama Festival Saigomori, kompleks tidak dapat dimasuki mulai pukul 18.00 pada 11 Maret hingga pukul 07.00 pada 13 Maret, jadi hindari periode ini jika ingin melihat bangunan kuil.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.