Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Taman Manyo Yugawara | Puisi, Sungai Chitose & Onsen

Taman Manyo Yugawara | Puisi, Sungai Chitose & Onsen
Jelajahi Taman Manyo Yugawara di tepi Sungai Chitose yang memadukan puisi Man’yoshu, alam, Kuil Kumano, dan budaya onsen. Temukan Manyotei dan Yugawara Soyu.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Taman Manyo

Taman Manyo membentang di sepanjang Sungai Chitose di kawasan pemandian air panas Yugawara. Taman ini menjadi kawasan untuk berjalan-jalan yang menghubungkan monumen puisi, tanaman dan bunga, rumah teh, kuil, serta Yugawara Soyu.

Pemandangan di Sepanjang Sungai Chitose

Aliran Sungai Chitose menjadi poros Taman Manyo yang panjang dan sempit; setiap kali menyeberangi jembatan, pemandangan air, bebatuan, dan pepohonan berubah.

Monumen Puisi Manyoshu dan Sastra

Yugawara disebut dalam Manyoshu sebagai daerah sumber air panas. Monumen puisinya serta monumen yang didedikasikan untuk karya “Yugawara-yuki” oleh Kunikida Doppo menyampaikan kenangan tentang kawasan tersebut.

Tanaman Manyo dan Manyotei

Lebih dari 80 jenis tanaman dan bunga yang muncul dalam Manyoshu ditanam di sini, dan matcha serta sajian lainnya dapat dinikmati di Manyotei yang beratap jerami.

Kepercayaan terhadap Air Panas di Kuil Kumano

Kuil Kumano, yang juga disebut Yu Gongen, menyampaikan kepercayaan masyarakat setempat yang bersyukur atas berkah sumber air panas.

Yugawara Soyu

Terdapat Genkan Terrace di sisi pintu masuk dan Soyu Terrace di dalam hutan. Periksa terlebih dahulu biaya, waktu penggunaan, persyaratan usia, dan slot reservasi.

Akses dan Hal yang Perlu Diperhatikan di Jalur Taman

Naik bus umum dari Stasiun Yugawara menuju Air Terjun Fudo atau Oku-Yugawara; taman memiliki lereng dan tangga batu yang dapat licin saat hujan atau tertutup daun gugur.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kanagawa

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Yugawara dan Taman Manyō: tempat sungai berpadu dengan budaya onsen

Taman Manyō (Manyō Kōen) membentang di sepanjang Sungai Chitose (Chitose-gawa), di pusat kawasan onsen Yugawara. Pepohonan hijau yang lebat, monumen puisi, ruang teh, kuil Shinto, dan Yugawara Sōyu membentuk satu lanskap yang berkesinambungan.

Jangan hanya menjadikan berendam di onsen sebagai tujuan. Sambil mendengarkan suara sungai dan menelusuri jejak kata-kata, tumbuhan, serta kepercayaan, Anda dapat melihat budaya yang telah lama tumbuh di Yugawara.

Sungai Chitose menjadi poros taman

Di area taman yang panjang dan sempit, aliran Sungai Chitose menjadi penanda arah, dan setiap kali melintasi jembatan, tampilan permukaan air, bebatuan, serta pepohonan berubah.

Setelah hujan, arus menjadi lebih deras dan jalur taman lebih licin. Jangan terlalu dekat ke tepi air dan utamakan petunjuk akses di lokasi.

Beralih dari kawasan onsen ke ruang hijau

Ketika memasuki taman dari kawasan onsen yang dipenuhi ryokan dan toko, suara kendaraan perlahan menjauh, berganti menjadi ruang tempat gemericik air dan desau daun pepohonan dapat dirasakan.

Jangan membuat jadwal terlalu padat sejak di pintu masuk. Pilih sekitar 2 objek yang ingin diamati, seperti tepi sungai, monumen puisi, atau Manyō-tei, agar Anda dapat menikmati waktu dengan tenang.

Bedakan area berjalan kaki dan fasilitas

Berjalan di jalur taman dan menggunakan fasilitas seperti kafe, ruang teh, atau onsen untuk kunjungan sehari memiliki jam buka, hari libur, biaya, dan syarat reservasi yang berbeda.

Jangan berasumsi semua fasilitas dapat digunakan hanya karena Anda datang ke taman. Periksa panduan penggunaan untuk setiap fasilitas yang dituju.

Lapisan pengalaman Tempat utama Hal yang diperhatikan
Alam Sungai Chitose dan pepohonan Suara air dan cahaya musiman
Sastra Monumen puisi dan monumen Doppo Kata-kata dan wilayah
Kepercayaan Kuil Kumano Rasa syukur atas onsen
Menikmati waktu Yugawara Sōyu Air panas, buku, dan makanan

Membaca kenangan lama Yugawara melalui monumen puisi Man'yōshū

Onsen Yugawara disebut dalam Man'yōshū sebagai tempat munculnya mata air panas, dan taman ini memiliki monumen puisi yang menyampaikan kenangan sastra tersebut.

Dengan menyentuh kata-kata dari masa yang berbeda dengan fasilitas onsen modern, Anda dapat membayangkan bagaimana orang dahulu memandang air panas dan pemandangan pegunungan.

Menikmati puisi melalui irama suara

Saat membaca tulisan pada monumen puisi, jangan hanya memahami artinya. Rasakan jeda dan aliran bunyinya perlahan agar pemandangan yang dipadatkan dalam puisi pendek itu muncul.

Jangan memastikan tafsir bahasa kuno berdasarkan pendapat sendiri. Gunakan penjelasan dan panduan di lokasi sebagai petunjuk untuk membaca hubungannya dengan wilayah ini.

Menyandingkan puisi tentang mata air panas dengan kawasan onsen masa kini

Fasilitas mandi dan wajah kota pada masa puisi itu lahir sangat berbeda dari sekarang, tetapi keberadaan air panas di pegunungan dan sungai membuat kesinambungan tempat ini terasa.

Ketika pandangan beralih dari monumen puisi ke sungai dan kawasan onsen, sastra bukan lagi sekadar pameran masa lalu, melainkan pintu untuk membaca pemandangan saat ini.

Memperluas rentang waktu sastra hingga monumen Kunikida Doppo

Di dalam taman juga terdapat monumen yang memuat kutipan dari “Yugawara-yuki” karya Kunikida Doppo, yang menunjukkan bahwa cara wilayah ini diungkapkan berlanjut dari puisi kuno hingga sastra modern.

Bandingkan masa dan gaya tulisan pada monumen, lalu pikirkan bagaimana tempat yang sama terlihat bagi penulis yang berbeda agar perjalanan kaki Anda menjadi lebih mendalam.

Melihat musim melalui tanaman Man'yōshū dan Manyō-tei

Di taman ini ditanam lebih dari 80 jenis tanaman yang muncul dalam Man'yōshū, sehingga tumbuhan yang disebut dalam karya sastra dapat dihubungkan dengan bentuk dan warna aslinya.

Masa berbunga dapat maju atau mundur karena cuaca. Jangan menilai hanya dari ada tidaknya bunga; amati juga daun, buah, kulit batang, dan lanskap sekitarnya.

Dari nama tanaman menuju latar puisi

Jika ada papan nama tanaman, periksa namanya dan bayangkan bagaimana tanaman itu dipandang dalam kehidupan serta nuansa musim.

Jangan memetik tanaman atau keluar dari jalur taman. Simpan temuan Anda melalui foto dan catatan.

Melihat Manyō-tei beratap jerami bersama tamannya

Manyō-tei yang beratap jerami menyatu rendah dengan kehijauan di sekitarnya. Dengan melihatnya bersama suara sungai dan tanaman, bukan sebagai bangunan terpisah, Anda dapat memahami komposisinya yang tenang.

Jika ingin menikmati matcha atau layanan lain, periksa informasi pada hari kunjungan karena setiap fasilitas memiliki hari buka, jam, dan biaya tersendiri.

Objek pengamatan Petunjuk untuk melihat Pemahaman yang berkembang
Monumen puisi Kata, bunyi, dan nama tempat Mata air panas pada zaman kuno
Tanaman Nama, musim, dan rupa Pandangan alam dalam puisi
Manyō-tei Atap jerami, taman, dan suara sungai Budaya singgah ala Jepang
Monumen Doppo Tulisan modern Warisan sastra

Mengenal kepercayaan terhadap onsen di Kuil Kumano

Kuil Kumano (Kumano Jinja) di dalam taman juga disebut Yu Gongen dan menyampaikan kepercayaan masyarakat setempat yang mensyukuri berkah onsen.

Jangan sekadar melewatinya sebagai bagian dari fasilitas wisata. Ingatlah bahwa tempat ini masih menjadi ruang doa dan berkunjunglah dengan tenang.

Memikirkan dewa yang menopang air panas dan kehidupan

Onsen tidak hanya memberikan kesenangan berendam, tetapi juga merupakan sumber daya yang telah menopang kehidupan dan mata pencaharian setempat. Kuil ini mewujudkan rasa hormat terhadap berkah tersebut.

Di depan bangunan utama, syukuri waktu yang Anda habiskan di Yugawara dan gunakan alam dengan kesadaran untuk tidak merusaknya.

Menghormati jalur orang yang beribadah

Jangan menghalangi bagian depan gerbang torii atau bangunan utama terlalu lama. Jika ada festival atau ritual doa, jaga jarak.

Ikuti petunjuk di lokasi mengenai izin memotret dan area yang boleh dimasuki, serta perhatikan langkah di tangga batu dan permukaan yang basah.

Membedakan peran fasilitas onsen dan kuil

Kuil Kumano adalah tempat berdoa, sedangkan Sōyu merupakan fasilitas untuk mandi dan menikmati waktu. Walaupun letaknya berdekatan, tujuan penggunaan dan tata kramanya berbeda.

Setelah operasional kembali dibuka, meski Anda menggabungkan kunjungan ke kuil dengan berendam, periksa secara terpisah cara penerimaan dan barang yang perlu dibawa.

Yugawara Sōyu: gunakan Genkan Terrace dan Sōyu Terrace sesuai tujuan

Manyō Park Yugawara Sōyu memiliki Genkan Terrace di sisi pintu masuk dan Sōyu Terrace di dalam hutan, tempat Anda dapat menikmati air panas, makanan, dan buku. Syarat penggunaan serta kedalaman pengalamannya berbeda.

Tentukan lebih dulu apakah Anda hanya ingin beristirahat saat berjalan-jalan atau tinggal lebih lama di onsen untuk kunjungan sehari agar lebih mudah menyiapkan reservasi dan barang bawaan.

Mendapatkan informasi dan beristirahat di Genkan Terrace

Genkan Terrace memiliki pusat informasi wisata, kafe, dan fasilitas lain, serta menjadi titik awal untuk mengetahui cara menjelajahi taman dan kawasan onsen.

Status penggunaan kafe, pemandian kaki, dan layanan lain dapat berubah. Periksa papan pengumuman pada hari kunjungan dan pemberitahuan fasilitas.

Periksa tanggal pembukaan kembali dan syarat reservasi Sōyu Terrace

Sōyu Terrace sedang tutup akibat kerusakan peralatan dan dijadwalkan kembali beroperasi pada 18 September 2026.

Setelah dibuka kembali, kunjungan memadukan berendam, lounge, membaca, dan makan. Periksa biaya, waktu penggunaan, syarat usia, slot reservasi, serta barang yang perlu dibawa di halaman reservasi.

Tujuan penggunaan Tempat yang sesuai Hal yang perlu diperiksa sebelumnya
Informasi wisata Genkan Terrace Jam layanan pusat informasi
Istirahat singkat Area sekitar kafe Status operasional
Berendam dan membaca Sōyu Terrace Reservasi dan syarat penggunaan
Matcha Manyō-tei Hari buka dan biaya

Siapkan akses dan keselamatan untuk menyusuri tepi sungai

Ada panduan untuk menuju Taman Manyō dengan bus umum dari Stasiun Yugawara, dan Anda dapat menggunakan pintu masuk yang dekat dengan halte di kawasan onsen.

Jika menggunakan mobil, periksa lokasi dan syarat penggunaan tempat parkir di sekitar, perhitungkan jalan sempit serta kemacetan, lalu bandingkan juga dengan transportasi umum.

Periksa halte dan jadwal bus untuk pergi-pulang

Untuk rute bus dari Stasiun Yugawara menuju Air Terjun Fudō (Fudō-taki) atau Oku-Yugawara, gunakan informasi operasional perusahaan transportasi untuk memastikan halte turun terdekat seperti Ochiai-bashi, tempat naik, dan jadwal perjalanan pulang.

Jika berangkat dari tempat menginap, halte terdekat dan rute berjalan kaki mungkin berbeda. Cocokkan juga dengan panduan ryokan.

Bersiap menghadapi tanjakan, tangga batu, dan jalur basah

Meskipun berada di tepi sungai, taman memiliki tanjakan dan perbedaan ketinggian. Beberapa tempat menjadi licin akibat hujan, daun gugur, dan lumut.

Kenakan sepatu yang sudah nyaman digunakan, siapkan perlengkapan hujan yang membuat kedua tangan bebas serta air minum, dan berjalanlah hanya dalam area yang memungkinkan Anda kembali ke pintu keluar sebelum gelap.

Periksa informasi musiman seperti daun musim gugur sesaat sebelum berkunjung

Warna daun dan kondisi bunga berubah sesuai iklim setiap tahun. Jangan menetapkan tanggal tertentu sebagai waktu terbaik; jadikan panduan asosiasi pariwisata sebagai referensi.

Pada masa ramai, bergantianlah menggunakan tempat foto dan jangan berhenti terlalu lama di jembatan atau jalur sempit.

Rangkuman | Menghubungkan puisi, kepercayaan, dan air panas sambil mendengarkan sungai

Taman Manyō di Yugawara adalah destinasi berjalan kaki bernuansa budaya yang memadukan alam Sungai Chitose dengan monumen puisi Man'yōshū, tanaman Man'yōshū, Manyō-tei, Kuil Kumano, dan Yugawara Sōyu.

Dengan menghubungkan waktu dari puisi kuno ke kepercayaan terhadap onsen dan fasilitas modern untuk singgah dan beristirahat, Anda dapat memahami secara mendalam kisah perjalanan Yugawara bersama air panas.

Periksa secara terpisah syarat berjalan di taman dan penggunaan setiap fasilitas, patuhi keselamatan di tepi sungai serta tata krama beribadah, lalu susun kunjungan yang sesuai dengan tujuan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Taman Manyo membentang di sepanjang Sungai Chitose yang mengalir melalui pusat kawasan pemandian air panas Yugawara. Di tengah kehijauan yang lebat terdapat monumen puisi Manyoshu, Manyotei, Kuil Kumano, dan Yugawara Sōyu. Sambil menyusuri jalur pejalan kaki dan teras di tepi sungai, Anda dapat merasakan budaya pemandian air panas, sastra, dan alam sekaligus.
A. Nama Taman Manyo berasal dari sejarah Yugawara Onsen yang disebut dalam Manyoshu sebagai tempat munculnya mata air panas. Di dalam taman terdapat monumen puisi Manyoshu serta tanaman yang berkaitan dengan antologi tersebut. Anda dapat membandingkan pemandangan Yugawara dalam puisi kuno dengan kawasan pemandian air panas masa kini.
A. Kuil Kumano di dalam taman juga disebut Yu Gongen dan mencerminkan keyakinan masyarakat setempat sebagai ungkapan syukur atas berkah mata air panas. Ingat bahwa tempat ini bukan fasilitas wisata dan masih menjadi tempat berdoa, jadi jangan menghalangi bagian depan bangunan kuil atau jalur orang yang beribadah terlalu lama. Berhati-hatilah juga di tangga batu dan permukaan yang basah.
A. Dari Stasiun JR Yugawara, naik bus menuju Oku-Yugawara dan turun di “Jembatan Ochiai”; pintu masuk berada tidak jauh dari sana. Waktu perjalanan sekitar 9–10 menit, tergantung panduan. Petunjuk dari Kota Yugawara menyebut halte keberangkatan nomor 2 di stasiun. Periksa juga bus pulang terlebih dahulu agar Anda dapat berjalan santai di sepanjang sungai.
A. Tempat Parkir No. 2 Taman Manyo menampung 12 mobil biasa dan biayanya 100 yen per jam. Tempat Parkir Izumi Gokencho Kota Atami yang sedikit lebih jauh memiliki 23 tempat dan gratis; sepeda motor juga diarahkan untuk menggunakan tempat ini. Karena jumlah tempat terbatas, pertimbangkan transportasi umum jika parkir penuh.
A. Pusat informasi wisata, kafe, dan ruang kerja bersama di lantai 1 Teras Pintu Masuk buka pukul 10.00–17.30, dengan pesanan terakhir kafe pukul 17.00. Fasilitas tutup pada Selasa kedua setiap bulan, atau keesokan harinya jika Selasa tersebut merupakan hari libur. Fasilitas di lantai 2 memiliki jam operasional dan hari tutup yang berbeda.
A. Meskipun berada di sepanjang sungai, taman ini memiliki lereng dan tangga batu, dan beberapa tempat dapat menjadi licin karena hujan, daun gugur, atau lumut. Pilih sepatu yang nyaman dan biasa Anda pakai dengan sol antiselip, serta siapkan perlengkapan hujan yang membuat kedua tangan bebas dan minuman. Beberapa bagian tidak memiliki pegangan, jadi ikuti rambu di lokasi saat berada dekat air.
A. Sōyu Terrace sempat tutup karena hujan lebat pada 2025 merusak peralatan pasokan air panas, tetapi dijadwalkan kembali beroperasi pada 18 September 2026. Pada prinsipnya diperlukan reservasi, dan fasilitas dapat digunakan oleh siswa sekolah menengah pertama atau yang lebih tua. Setelah dibuka kembali, periksa informasi reservasi resmi untuk biaya, jam penggunaan, dan ketersediaan.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.