Apa itu Tsuru no Mai-bashi?
Tsuru no Mai-bashi (鶴の舞橋) adalah jembatan kayu tiga lengkung terpanjang di Jepang yang terletak di Tsuruta, Distrik Kitatsugaru, Prefektur Aomori.
Dengan panjang total 300 meter, jembatan ini membentuk lengkungan yang indah dengan latar belakang Gunung Iwaki, yang dijuluki “Tsugaru Fuji”, sehingga menjadi tempat pemandangan yang sangat khas Jepang.
Jembatan yang selesai dibuka pada tahun 1994 ini juga dikenal sebagai “jembatan panjang umur”, dan menjadi power spot bagi orang yang datang untuk mendoakan kesehatan dan umur panjang.
Kami akan menjelaskan daya tarik Tsuru no Mai-bashi yang berubah setiap musim serta informasi akses secara rinci.

Daya tarik Tsuru no Mai-bashi
1. Jembatan kayu tiga lengkung terpanjang di Jepang
Keistimewaan utama Tsuru no Mai-bashi adalah panjang 300 meter, menjadi jembatan kayu tiga lengkung terpanjang di Jepang.
Desain jembatan memanfaatkan teknik arsitektur tradisional Jepang dan dibangun menggunakan kayu Hiba dari Aomori.
Kayu Aomori Hiba adalah kayu yang sangat tahan lama dan memiliki sifat antikarat/anti-busuk alami, sehingga jembatan ini menggabungkan keindahan dan fungsi.
Selain itu, tiga lengkungan jembatan terinspirasi oleh gambar “bangau yang siap terbang”, dan lekukan anggun tersebut yang tercermin di permukaan danau menciptakan pemandangan luar biasa.
2. Pemandangan dengan latar Gunung Iwaki
Di belakang Tsuru no Mai-bashi menjulang Gunung Iwaki (ketinggian 1.625 m), simbol Aomori.
Khusu pada hari cerah, langit biru, lengkung jembatan, dan sosok megah Gunung Iwaki menyatu menjadi spot foto yang sempurna.
Pada waktu senja, langit berubah jingga dan siluet jembatan serta Gunung Iwaki menciptakan suasana yang sangat mempesona.
Pagi dan sore hari juga merupakan waktu yang relatif sepi pengunjung sehingga cocok untuk menikmati pemandangan dengan tenang.
3. Sakura musim semi, hijau segar musim panas, daun musim gugur, dan pemandangan salju musim dingin
Tsuru no Mai-bashi menunjukkan wajah berbeda sesuai musim sepanjang tahun.
Musim semi (April–Mei): Terowongan sakura yang indah
Pada musim semi sakura mekar di sekitar jembatan, menghiasi pemandangan dengan warna merah muda.
Terutama pemandangan sakura dan Gunung Iwaki saat melintasi jembatan sangat populer sebagai pemandangan khas Jepang.
Musim panas (Juni–Agustus): Langit biru dan hijau segar
Pada musim panas, di bawah langit biru dan padang rumput hijau, Anda bisa berjalan santai sambil merasakan angin yang menyegarkan.
Permukaan danau berkilau dan pemandangan jembatan yang dikelilingi kehijauan menciptakan suasana rileks.
Musim gugur (September–November): Kontras daun merah dan jembatan
Pada musim gugur, pepohonan di sekitar jembatan berubah menjadi merah dan kuning, berpadu indah dengan Gunung Iwaki.
Musim daun gugur, khususnya , sangat populer sebagai spot foto.
Musim dingin (Desember–Maret): Pemandangan bersalju yang mempesona
Pada musim dingin, seluruh jembatan tertutup salju, menciptakan dunia putih perak yang indah.
Terutama pada hari cerah, Gunung Iwaki yang bersalju tampak jelas dan suasana menjadi sangat magis.

Cara menikmati Tsuru no Mai-bashi
1. Jalan-jalan melintasi jembatan
Cara paling direkomendasikan adalah berjalan di atas jembatan sambil menikmati pemandangan sekitar dengan santai.
Perjalanan satu arah memakan waktu sekitar 10 menit, jadi mudah untuk dinikmati tanpa terburu-buru.
Di seberang jembatan terdapat tempat istirahat bernama “Tsuru no Sato Furusato-kan”, di mana Anda bisa belajar tentang sejarah dan budaya Aomori.
2. Mengunjungi titik-titik foto terbaik
Berikut beberapa spot fotogenik di Tsuru no Mai-bashi yang layak dikunjungi:
- Foto dari dekat pintu masuk jembatan: menangkap keseluruhan jembatan dan Gunung Iwaki dalam satu frame
- Foto dari tengah jembatan: titik pandang yang menawarkan pemandangan danau dan gunung sekaligus
- Foto dari seberang sungai: menonjolkan keelokan lengkungan jembatan
3. Menikmati wisata sekeliling
Saat mengunjungi Tsuru no Mai-bashi, disarankan juga mengunjungi objek wisata di sekitarnya.
- Danau Tsugaru Fujimi (津軽富士見湖): tempat yang nyaman untuk berjalan di tepi danau
- Michi-no-Eki Tsuruta (道の駅つるた): menikmati produk khas Aomori dan kuliner lokal
- Kuil Gunung Iwaki (岩木山神社): kuil yang dikenal sebagai power spot (sekitar 30 menit berkendara)

Informasi praktis untuk wisatawan
Informasi akses
Dengan kereta
- Stasiun JR Goshogawara → (Gono Line) → Stasiun Mutsu-Tsuruta → taksi sekitar 10 menit
- Dengan mobil sewaan dari Stasiun Shin-Aomori sekitar 1 jam
Dengan mobil
- Dari Kota Aomori sekitar 1 jam 15 menit berkendara
- Dari Kota Hirosaki sekitar 40 menit berkendara
- Tersedia area parkir berbayar dan area parkir gratis
Biaya masuk & jam buka
- Biaya masuk: gratis
- Jam buka: dibuka 24 jam (namun pada malam hari penerangan minim, harap berhati-hati)
Informasi Wi‑Fi
- Di kantor informasi pariwisata Tsuruta tersedia Wi‑Fi gratis
- Di Michi-no-Eki “Tsuruta” juga tersedia Wi‑Fi
Bahasa & layanan
- Brosur wisata berbahasa Inggris dan Mandarin tersedia (Kantor Informasi Pariwisata Tsuruta)
- Beberapa papan petunjuk juga mencantumkan tulisan bahasa Inggris
Ringkasan dan pertanyaan umum
Tsuru no Mai-bashi adalah spot pemandangan yang menggabungkan arsitektur tradisional Jepang dan alam besar.
Anda dapat menikmati suasana santai sambil menyaksikan pemandangan yang berubah sesuai musim.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Q: Apakah Tsuru no Mai-bashi dapat dikunjungi sepanjang tahun?
A: Ya, dapat dikunjungi sepanjang tahun, namun pada musim dingin perlu berhati-hati karena kondisi bersalju.
Q: Bolehkah makan dan minum di atas jembatan?
A: Tidak diperbolehkan makan dan minum di atas jembatan, namun di sekitarnya tersedia area untuk istirahat.
Q: Apakah ada tempat makan di dekatnya?
A: Di Michi-no-Eki “Tsuruta” Anda dapat menikmati masakan khas Aomori dan bahan makanan segar.
Rasakan keindahan alam dan budaya Jepang di Tsuru no Mai-bashi, salah satu spot pemandangan tersembunyi di Aomori!