Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Gunung Bukō (Saitama) – Pendakian klasik di Chichibu dengan pemandangan ngarai dan bekas tambang kapur

Gunung Bukō (Saitama) – Pendakian klasik di Chichibu dengan pemandangan ngarai dan bekas tambang kapur
Gunung Bukō di kota Chichibu, Prefektur Saitama memiliki ketinggian 1.304 meter dan terkenal dengan bentuk segitiga yang khas serta sejarah panjang sebagai lokasi penambangan batu kapur, sehingga dijuluki salah satu gunung terkenal di wilayah Kanto. Artikel ini menjelaskan jalur pendakian utama untuk pemula hingga pendaki berpengalaman, pemandangan dari puncak ke Cekungan Chichibu dan Dataran Kanto, highlight musiman, perlengkapan dan tips keselamatan, serta cara menuju Gunung Bukō dari Tokyo untuk perjalanan mendaki satu hari.

Apa itu Gunung Bukō di Prefektur Saitama?

Gunung Bukō (Bukōsan) adalah gunung setinggi 1.304 meter yang terletak di Kota Chichibu, Prefektur Saitama, dan dikenal sebagai salah satu gunung terkenal di wilayah Kanto.

Dengan bentuk kerucut segitiga yang khas dan sisi sebagai lokasi penambangan batu kapur yang memiliki sejarah panjang, gunung ini menarik banyak pendaki dan wisatawan.

Gunung Bukō merupakan simbol Kota Chichibu dan menjadi spot pemandangan luar biasa yang memungkinkan Anda melihat Dataran Chichibu dan pegunungan sekitarnya sekaligus.

Di kaki gunung terdapat kuil-kuil bersejarah dan jalur pendakian yang kaya alam, sehingga tempat ini dapat dinikmati oleh pemula hingga pendaki berpengalaman.

Dalam artikel ini kami akan memperkenalkan secara rinci daya tarik Gunung Bukō, jalur pendakian, informasi akses, dan lain-lain.


Daya tarik Gunung Bukō

Pemandangan dari puncak

Puncak Gunung Bukō adalah tempat observasi yang luar biasa, dari sana Anda dapat menikmati pemandangan Dataran Kanto dan Kota Chichibu.

Pada hari cerah Anda bahkan bisa melihat Gunung Fuji, Gunung Asama, dan jauh di kejauhan deretan gedung pencakar langit Tokyo.

Ada area luas di puncak sehingga cocok untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan.

Pemandangan berubah setiap musim; khususnya daun hijau musim semi dan dedaunan merah musim gugur sangat populer.

Sejarah penambangan batu kapur

Gunung Bukō juga dikenal sebagai lokasi penambangan batu kapur.

Karena aktivitas penambangan, sebagian gunung terlihat tergerus, dan hal ini menjadi salah satu ciri pemandangan Gunung Bukō.

Di kaki gunung terdapat fasilitas yang menjelaskan sejarah industri penambangan, sehingga pengunjung dapat merasakan harmoni antara industri lokal dan alam.

武甲山御嶽神社

Puncak gunung ini didominasi oleh Kuil Bukōsan Ontake, yang sejak lama menjadi objek pemujaan gunung.

Para pendaki dan warga setempat sering berziarah untuk memohon keselamatan saat mendaki atau keselamatan keluarga; suasana di sana terasa tenang dan khusyuk.

Gunung-gunung yang menjulang di belakang kuil menambah nuansa pengalaman alam yang istimewa.

Alam dan flora di sekitar

Di sekitar Gunung Bukō terbentang alam yang kaya, di mana Anda bisa menemukan tumbuhan langka dan satwa liar.

Pada musim semi bunga katakuri bermekaran, dan pada musim gugur dedaunan menyelimuti gunung dengan warna merah dan oranye.

Pendakian sambil menikmati observasi alam adalah kegiatan yang menyegarkan baik untuk tubuh maupun pikiran.


Jalur pendakian Gunung Bukō

Rute Omotesando (untuk pemula)

Rute yang paling populer adalah Rute Omotesando.

Jalur ini relatif terawat dengan baik, sehingga pemula pun dapat mendakinya dengan tenang.

  • Waktu tempuh: sekitar 5–6 jam pulang-pergi
  • Daya tarik: Kuil Bukōsan Ontake, pemandangan dari puncak

Rute Ichinotorii (untuk tingkat menengah)

Rute Ichinotorii sedikit lebih menantang, dengan tanjakan curam dan area berbatu.

Bagi yang berpengalaman, jalur ini menawarkan tantangan yang pas dan kesempatan untuk menikmati suasana alam yang tenang.

  • Waktu tempuh: sekitar 6–7 jam pulang-pergi
  • Daya tarik: bekas lokasi penambangan batu kapur, pengamatan flora dan fauna liar

Rute Urasando (untuk yang berpengalaman)

Untuk yang mencari tantangan lebih, ada Rute Urasando.

Jalur ini banyak area berbatu dan membutuhkan kebugaran serta keterampilan, sehingga disarankan bagi pendaki berpengalaman.

  • Waktu tempuh: sekitar 7–8 jam pulang-pergi
  • Daya tarik: alam yang masih alami, suasana hening di dalam gunung


Akses ke Gunung Bukō

Akses dengan kereta dan bus

  1. Jalur Seibu Chichibu (Seibu Chichibu Line) turun di Stasiun Yokoze.
  2. Dari stasiun, berjalan kaki atau naik taksi menuju pintu masuk pendakian (sekitar 20–30 menit).

Akses dengan mobil

  • Dari Gerbang Tol Hanazono di Jalan Tol Kan-etsu, sekitar 60 menit melalui Jalan Nasional 140.
  • Ada area parkir di sekitar pintu masuk pendakian, sehingga akses dengan mobil cukup mudah.


Informasi berguna untuk pelancong

Pakaian dan barang yang dibawa

  • Pakaian: Kenakan pakaian yang nyaman untuk bergerak dan sepatu gunung. Terutama di jalur selain Omotesando, perlengkapan pendakian yang memadai sangat dianjurkan.
  • Barang yang dibawa: Bawa minuman untuk hidrasi, camilan, perlengkapan hujan, dan kotak pertolongan pertama.

Waktu terbaik untuk berkunjung

Gunung Bukō bisa didaki sepanjang tahun, tetapi waktu berikut ini sangat direkomendasikan:

  • Musim semi (April–Mei): Musim saat dedaunan muda tampak segar.
  • Musim gugur (Oktober–November): Daun berubah warna dan menawarkan pemandangan yang menakjubkan.

Perhatian

  • Di dekat puncak angin sering kencang, jadi siapkan perlindungan dari dingin.
  • Saat hujan jalur bisa menjadi licin, jadi jangan memaksakan diri dan pertimbangkan untuk mengubah rencana.

Pertanyaan yang sering diajukan saat mengunjungi Gunung Bukō

Q. Bisakah pemula mendaki?

A. Rute Omotesando aman untuk pemula, namun bagi yang kurang percaya pada kondisi fisik disarankan untuk beristirahat secara berkala selama pendakian.

Q. Apakah ada tempat untuk makan di puncak?

A. Di puncak terdapat area luas yang memungkinkan Anda menikmati bekal yang dibawa. Namun, harap bawa pulang sampah Anda.

Q. Apakah ada layanan berbahasa Inggris?

A. Beberapa papan petunjuk tersedia dalam bahasa Inggris, tetapi untuk informasi rinci sebaiknya Anda mencari referensi sebelumnya agar lebih aman.

Ringkasan

Gunung Bukō adalah salah satu gunung terkenal di Prefektur Saitama yang memikat banyak pendaki lewat pemandangannya, sejarah, dan kekayaan alamnya.

Tersedia jalur pendakian untuk semua tingkat — dari pemula hingga mahir — sehingga Anda dapat menghabiskan waktu spesial di alam.

Jika berkunjung ke kawasan Chichibu, jangan lupa memasukkan Gunung Bukō ke dalam rencana pendakian Anda untuk merasakan pesonanya secara langsung!



※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
Jelajahi lebih lanjut

Lebih banyak kisah perjalanan

Lanjutkan perjalanan Anda di Jepang dengan pengalaman terpilih ini

小江戸・川越散策|蔵造りの街並みと時の鐘・菓子屋横丁を楽しむ歩き方
Budaya Tradisional

Koedo Kawagoe (Saitama) – Menyusuri “Little Edo”, jalan tua dan gang jajanan manis

Saitama
Baca selengkapnya
埼玉・長瀞ラインくだり|岩畳と渓谷の舟下りを楽しむ四季の絶景ガイド
Budaya Tradisional

Turun Sungai Nagatoro (Saitama) – Menyusuri ngarai, batu Iwadatami dan panorama empat musim dekat Tokyo

Saitama
Baca selengkapnya
川越氷川神社|縁結びパワースポットで恋愛成就を願う参拝ガイド
Perjalanan

Kuil Kawagoe Hikawa (Saitama) – Power spot populer untuk doa jodoh dan keluarga harmonis

Saitama
Baca selengkapnya
埼玉・宝登山ハイキング|長瀞の四季を楽しむロープウェイ&山頂さんぽ
Kehidupan

Hiking Gunung Hodosan, Saitama – Jalur Ringan di Nagatoro dengan Kuil dan Bunga Musiman

Saitama
Baca selengkapnya
埼玉・三十槌の氷柱|秩父の冬を彩る天然氷の絶景
Kehidupan

Es Batu Misotsuchi, Saitama – Seni Es Musim Dingin di Chichibu

Saitama
Baca selengkapnya
埼玉・あしがくぼの氷柱|都心から日帰りで楽しむ冬のライトアップ絶景
Perjalanan

Es Batu Ashigakubo, Saitama – Pertunjukan Cahaya Musim Dingin Dekat Tokyo

Saitama
Baca selengkapnya
埼玉・巾着田の曼珠沙華|500万本が染める秋の真っ赤な花じゅうたん
Perjalanan

Bunga Higanbana Kinchakuda, Saitama – Lautan Merah 5 Juta Bunga di Musim Gugur

Saitama
Baca selengkapnya
吉見百穴|200以上の横穴墓と戦時地下軍需工場遺構が残る埼玉の古代遺跡
Budaya Tradisional

Yoshimi Hyakuana, Saitama – Situs “Seratus Gua” dengan makam tebing dan jejak fasilitas bawah tanah masa perang

Saitama
Baca selengkapnya