Apa itu Kawagoe di Prefektur Saitama? Daya tarik wisata Koedo
Kawagoe (kawasan wisata Koedo) adalah area di Prefektur Saitama yang mempertahankan suasana kota kastel khas “Koedo (Kota Edo Kecil)”.
Sejak zaman Edo, kawasan ini berkembang sebagai kota dagang, dan hingga kini masih banyak tersisa bangunan kura-zukuri serta spot bersejarah dari masa itu.
Pada tahun Heisei 11 (1999), kawasan ini dipilih sebagai “Distrik Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting” nasional, dan terus memikat banyak wisatawan dari Jepang maupun luar negeri.
Khususnya, “jalan kota kura-zukuri (Ichibangai Shopping Street)” yang menjadi jalan utama serta “Toki no Kane”, simbol Kawagoe, adalah tempat yang wajib dikunjungi.
Berkat akses yang mudah, sekitar 30–50 menit dengan kereta dari Tokyo, Kawagoe menjadi area populer untuk wisata sehari.
Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan secara lengkap hal yang wajib dilihat di Kawagoe, spot street food, dan informasi aksesnya.

Hal yang wajib dilihat di Kawagoe
Jalan kota kura-zukuri
Saat berjalan di pusat Kawagoe, Anda akan menemukan deretan bangunan kura-zukuri (arsitektur gudang tradisional tahan api) yang dibangun dari zaman Edo hingga zaman Meiji.
Bangunan-bangunan ini memiliki struktur tahan api sebagai ciri khasnya, dan menjadi saksi sejarah kemakmuran Kawagoe yang dahulu sangat maju sebagai kota dagang.
Saat ini, banyak gudang tradisional tersebut dimanfaatkan sebagai toko suvenir, kafe, dan restoran, sehingga Anda bisa menikmati belanja dan kuliner sambil berjalan-jalan.
Jalan kota kura-zukuri membentang sekitar 400 meter dan dicintai banyak orang sebagai lanskap berharga yang masih mempertahankan suasana Edo hingga sekarang.
Toki no Kane | Simbol Koedo Kawagoe
Toki no Kane, yang bisa disebut sebagai simbol Kawagoe, adalah menara lonceng yang pertama kali dibangun oleh penguasa Domain Kawagoe, Sakai Tadakatsu, pada era Kan’ei (1627–1634).
Bangunan yang sekarang adalah generasi keempat yang dibangun kembali pada tahun setelah Kebakaran Besar Kawagoe pada Meiji 26, dengan tinggi sekitar 16 meter.
Bunyinya terdengar 4 kali sehari (pukul 06.00, 12.00, 15.00, dan 18.00), dan suaranya juga terpilih dalam “100 Soundscapes of Japan to Preserve” oleh Kementerian Lingkungan Jepang.
Sosoknya yang menjulang tinggi di atas jalan kota kura-zukuri sangat cocok untuk fotografi dan merupakan salah satu tempat yang wajib Anda kunjungi.
Kashiya Yokochō | Jalan jajanan retro era Shōwa
Salah satu daya tarik lain Kawagoe adalah Kashiya Yokochō (gang jajanan tradisional), kawasan yang masih mempertahankan suasana retro era Shōwa.
Di jalan ini berjajar toko dagashi (jajanan tradisional murah Jepang) dan toko wagashi (kue tradisional Jepang) bernuansa nostalgia, menjadikannya tempat yang menyenangkan untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Membeli permen buatan tangan, senbei, dan berbagai jajanan warna-warni juga menjadi pengalaman yang seru.
Di antaranya, fu-gashi panjang dikenal sebagai salah satu makanan khas Kashiya Yokochō.
Kawagoe-jō Honmaru Goten | Bangunan istana yang langka dan masih bertahan
Bagi pecinta sejarah, spot yang tidak boleh dilewatkan adalah Kawagoe-jō Honmaru Goten.
Kastel Kawagoe dibangun pada Chōroku 1 (1457) oleh Ōta Dōshin dan putranya, Dōkan.
Honmaru Goten yang masih ada saat ini dibangun pada Kaei 1 (1848), dan contoh aula besar honmaru goten yang masih bertahan sangat terbatas; yang terkenal adalah di Kastel Kawagoe dan Kastel Kōchi.
Harga tiket masuknya terjangkau, yaitu 100 yen untuk umum dan 50 yen untuk mahasiswa serta siswa SMA, dan Anda dapat melihat aula serta koridor sambil merasakan kehidupan samurai pada masa itu.
Kita-in | Kuil bersejarah yang terkait dengan keluarga Tokugawa
Kita-in adalah tempat yang tidak dapat dilepaskan saat membicarakan sejarah Kawagoe.
Kuil ini merupakan kuil aliran Tendai dan juga dikenal karena pernah dipimpin oleh pendeta Tenkai, orang kepercayaan Tokugawa Ieyasu.
Di dalam kompleksnya terdapat “ruang kelahiran Iemitsu” dan “ruang rias Kasuga no Tsubone” yang dipindahkan dari Kastel Edo, dan bangunan ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Selain itu, “Gohyaku Rakan” di area kuil merupakan spot yang mengesankan dengan lebih dari 500 patung batu berjajar, masing-masing dengan ekspresi yang berbeda.
Saat hatsumōde, daruma-ichi (3 Januari), dan musim sakura, banyak orang datang berkunjung.

Pengalaman seru di Kawagoe
Street food dan dessert ubi jalar khas Kawagoe
Di Kawagoe, terdapat banyak dessert berbahan ubi jalar khas daerah ini serta kuliner lokal lainnya.
- Es krim lembut ubi jalar: populer karena rasanya kaya tetapi tidak terlalu manis.
- Imo-koi: manju berisi ubi jalar dan anko, produk andalan Kashō Umon.
- Senbei dengan kecap shoyu Kawagoe: senbei gurih yang menggunakan kecap dari pembuat shoyu tradisional.
Salah satu daya tarik Kawagoe adalah Anda bisa menikmati street food dengan santai sambil berjalan mengelilingi kota.
Sewa kimono untuk berjalan-jalan di kota kura
Jika ingin menikmati suasana Kawagoe lebih maksimal, sewa kimono atau yukata sangat direkomendasikan.
Dengan mengenakan kimono dan berjalan di jalan kota kura-zukuri, Anda akan merasa seolah-olah melakukan perjalanan waktu ke zaman Edo.
Biaya sewanya sekitar 3.000–5.000 yen, dan ada juga paket yang sudah termasuk penataan rambut.
Ini juga pengalaman yang sangat cocok untuk fotografi.
Pengalaman membuat wagashi
Anda dapat menikmati pengalaman membuat wagashi di toko wagashi lokal.
Tidak hanya bisa langsung mencicipi wagashi buatan sendiri di tempat, hasilnya juga bisa dijadikan oleh-oleh, sehingga aktivitas ini direkomendasikan untuk keluarga maupun teman.

Cara menuju Kawagoe
Akses dengan kereta
- Tōbu Tōjō Line: turun di Stasiun Kawagoe, sekitar 30 menit dengan kereta ekspres dari Stasiun Ikebukuro.
- JR Kawagoe Line: Stasiun Kawagoe sekitar 20 menit dari Stasiun Ōmiya.
- Seibu Shinjuku Line: Stasiun Hon-Kawagoe sekitar 45 menit dengan kereta limited express dari Stasiun Seibu-Shinjuku, dan dapat dicapai dengan berjalan kaki ke area wisata.
Dari Stasiun Kawagoe atau Stasiun Hon-Kawagoe ke jalan kota kura-zukuri, jaraknya sekitar 15 menit berjalan kaki atau sekitar 10 menit dengan bus.
Akses dengan mobil
- Sekitar 15 menit dari “Kawagoe IC” di Kan-etsu Expressway.
- Di sekitar area wisata terdapat banyak parkir berbayar, tetapi pada hari libur sering ramai, sehingga penggunaan transportasi umum lebih direkomendasikan.
- Di dalam kota juga tersedia area parkir yang disiapkan untuk wisatawan.
Informasi praktis untuk wisatawan
Waktu terbaik berkunjung
Kawagoe dapat dinikmati sepanjang tahun, tetapi waktu berikut sangat direkomendasikan:
- Musim semi (akhir Maret–awal April): musim sakura yang sedang mekar, terutama deretan pohon sakura di Sungai Shingashi yang sangat indah, dan Anda juga bisa menikmati naik perahu.
- Musim gugur (Sabtu–Minggu minggu ketiga Oktober): Kawagoe Matsuri (Kawagoe Hikawa Matsuri) digelar, dan parade dashi mewah menjadi sorotan utama. Festival ini dikenal sebagai salah satu bagian dari Warisan Budaya Takbenda UNESCO “Yama, Hoko, Yatai Events”.
Tempat wisata di sekitar
- Kawagoe Hikawa Jinja: kuil terkenal untuk doa jodoh, dengan acara musiman populer seperti lorong furin di musim panas.
- Miyoshino Jinja: kuil bersejarah yang disebut sebagai latar lagu anak-anak “Tōryanse”.

Info kuliner
- Masakan unagi: sejak zaman Edo, Kawagoe memiliki banyak restoran unagi terkenal, dan Anda bisa menikmati kabayaki dari restoran lama yang legendaris.
- Hidangan ubi jalar: tidak hanya dessert, tetapi juga tersedia beragam makanan dan minuman berbahan ubi jalar seperti imo-okowa dan bir ubi.
Ringkasan
Kawagoe, yang dikenal sebagai “Koedo”, adalah destinasi wisata menarik tempat lanskap bersejarah berpadu dengan budaya modern.
Mulai dari jalan kota kura-zukuri, Toki no Kane, hingga Kashiya Yokochō, tempat ini penuh dengan spot menarik, dan Anda juga bisa menikmati street food serta pengalaman memakai kimono.
Akses dari Tokyo juga sangat baik, sehingga cocok untuk perjalanan sehari.
Pastikan berkunjung ke Kawagoe dan nikmati sepenuhnya pesona Koedo.