1. Apa Itu Ine no Funaya?
Ine no Funaya (rumah perahu tradisional di Ine) adalah deretan rumah tradisional yang berdiri di sepanjang Teluk Ine, di Kota Ine, yang terletak di Semenanjung Tango bagian utara Prefektur Kyoto.
Pada funaya, lantai pertama digunakan sebagai garasi atau tempat penyimpanan perahu, sedangkan lantai kedua berfungsi sebagai ruang tinggal atau gudang, dan sejak lama dihuni oleh keluarga yang bekerja di bidang perikanan.
Di Teluk Ine, sekitar 230 funaya berdiri mengelilingi teluk, menciptakan pemandangan unik yang tampak seolah-olah mengapung di atas laut.
Kumpulan funaya ini pada tahun 2005 ditetapkan sebagai “Distrik Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting” nasional pertama di Jepang untuk kawasan desa nelayan.
Dengan pemandangan indah yang menghadap Laut Jepang serta gaya hidup khas yang tumbuh bersama perikanan, tempat ini merupakan destinasi wisata berharga untuk mengenal kehidupan tradisional masyarakat pesisir Jepang.

2. Cara Menuju Ine no Funaya
Akses umum ke Ine no Funaya adalah Stasiun Kyoto→(kereta ekspres terbatas) Stasiun Amanohashidate (sekitar 2 jam)→bus reguler (sekitar 50 menit)=total sekitar 3 jam.
Jika menggunakan mobil, perjalanan dari pusat Kota Kyoto memakan waktu sekitar 2 jam melalui Kyoto Jūkan Expressway.
Berkendara sambil menikmati keindahan alam area Tango juga sangat direkomendasikan.
Stasiun terdekat adalah “Stasiun Amanohashidate” di Kyoto Tango Railway, dan dari sana Anda perlu berpindah ke Tankai Bus (jalur Ine).
Menyewa mobil atau menggunakan taksi wisata juga merupakan pilihan yang praktis.
Karena jalan di Kota Ine sempit dan area parkir terbatas, penggunaan transportasi umum atau E-Bike (sepeda listrik) juga sangat disarankan.
Area parkir milik kota antara lain Ōnishi Parking Lot (37 mobil), parkir Taman Ineura (22 mobil), dan Shichimensan Parking Lot (57 mobil), dengan tarif serta waktu gratis yang berbeda tergantung area parkir dan hari kunjungan.
Sebagai contoh, di Ōnishi Parking Lot, kendaraan yang masuk antara pukul 8:00–21:00 mendapatkan gratis 30 menit pertama, lalu dikenakan 100 yen setiap 30 menit.

3. Hal yang Wajib Dilihat & Aktivitas di Ine no Funaya
Ine no Funaya bukan hanya tempat untuk dilihat, tetapi juga menawarkan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati.
Kapal Wisata Keliling Teluk Ine
Tersedia kapal wisata berukuran besar yang memungkinkan Anda menikmati tampilan luar funaya dari sisi laut.
Dalam pelayaran sekitar 25 menit, Anda bisa menikmati pemandangan spektakuler deretan sekitar 230 funaya dari atas laut.
Di dek kapal, pengalaman memberi makan burung camar dan umineko (sejenis camar laut) sangat populer.
Berinteraksi dengan burung-burung yang mengerubungi kapal juga menjadi salah satu daya tarik utama kapal wisata ini.
Jika beruntung, lumba-lumba juga dapat mendekati kapal wisata.
Tarifnya adalah 1.200 yen untuk dewasa dan 600 yen untuk anak-anak.
Kapal biasanya beroperasi antara pukul 9:00–16:00, misalnya pada menit 00 dan 30 setiap jam.
Jumlah pelayaran dan jadwal dapat berubah tergantung musim.
Selain itu, dengan taksi laut kecil yang dikemudikan oleh nahkoda lokal, Anda bisa melihat funaya dari jarak yang lebih dekat.
Tarif dan detail tur berbeda tergantung operator dan rute.
Pengalaman Nelayan
Di Ine, Anda dapat mengikuti pengalaman perikanan bersama para nelayan lokal.
Mulai dari memancing hingga memilah ikan, Anda bisa merasakan langsung kehidupan laut yang biasanya sulit dialami sehari-hari.
Karena Teluk Ine dikelilingi gunung dan Pulau Aoshima di tiga sisi sehingga ombaknya tenang, tempat ini memiliki lingkungan yang aman bahkan untuk pemula.
Kuliner Ine
Ada banyak tempat makan yang menyajikan hasil laut segar, dan terutama sashimi Ine buri (yellowtail khas Ine), saba-zushi (sushi makarel), serta set makanan berbahan hasil laut lokal adalah hidangan yang sangat lezat.
Di “Mukai Shuzō”, pabrik sake yang didirikan pada pertengahan zaman Edo (1754 / Hōreki 4), dibuat sake Jepang “Ine Mankai” menggunakan beras kuno (shikokumai / Murasaki Komachi).
Ine Mankai, yang sering disebut memiliki cita rasa seperti rosé wine, juga populer di kalangan perempuan.
Mukai Shuzō juga dikenal sebagai pabrik sake yang berdiri dekat laut, dan Anda juga dapat menikmati sesi cicip sake di toko mereka.

4. Penginapan di Ine no Funaya
Di Ine no Funaya terdapat akomodasi tempat Anda benar-benar bisa menginap, sehingga Anda dapat menikmati pengalaman langka bermalam di dalam funaya tradisional.
Dari penginapan nelayan bergaya klasik hingga penginapan funaya privat yang telah direnovasi, tersedia berbagai tipe pilihan.
Anda dapat menghabiskan waktu santai sambil mendengarkan suara laut dan menikmati momen istimewa jauh dari hiruk-pikuk kota.
Di penginapan privat, Anda bisa memancing langsung dari tempat menginap, lalu membersihkan dan menikmati ikan hasil tangkapan di tempat, sebuah pengalaman khas Ine yang unik.

5. Etika & Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berkunjung
Ine no Funaya adalah rumah pribadi, dan lahannya juga merupakan milik pribadi.
Mohon jangan memasuki area pribadi tanpa izin pemilik, serta hindari mengambil foto atau video penduduk tanpa persetujuan mereka.
Sambil menghargai suasana tenang desa nelayan ini, berwisatalah dengan sopan dan penuh tanggung jawab.
Di Asosiasi Pariwisata Kota Ine yang berada di seberang Taman Ineura, tersedia peta panduan, brosur, serta coin locker (sekitar 500 yen).
Jam operasionalnya adalah 9:00–17:00, sehingga praktis untuk dikunjungi di awal perjalanan wisata Anda.
6. Ringkasan
Ine no Funaya adalah destinasi wisata unik tempat Anda bisa merasakan dari dekat kehidupan tradisional masyarakat pesisir Jepang.
Pemandangan indah dari sekitar 230 funaya yang berjajar menciptakan panorama yang khas.
Bangunan bersejarah yang ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting juga menjadi daya tarik utama.
Melalui interaksi dengan penduduk lokal, tempat ini menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung.
Saat berkunjung ke Kyoto, pastikan untuk menambahkan permata tersembunyi ini, Ine no Funaya, ke dalam daftar perjalanan Anda.