Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Taman Funaokajoshi di Miyagi – Spot Sakura Top 100 Jepang dengan Pemandangan Pegunungan Zao

Taman Funaokajoshi di Miyagi – Spot Sakura Top 100 Jepang dengan Pemandangan Pegunungan Zao
Taman Funaokajoshi di kota Shibata, Prefektur Miyagi adalah taman di atas bukit yang dibangun di bekas lokasi kastil, terkenal dengan sekitar 1.000 pohon sakura Somei Yoshino serta panorama Pegunungan Zao dan Sungai Shiroishi, dan terpilih sebagai salah satu dari “100 lokasi sakura terbaik di Jepang”. Artikel ini mengulas spot hanami terbaik di dalam taman, pengalaman naik slope car melewati terowongan bunga, Festival Shibata Sakura Matsuri dan area Hitome Senbonzakura di dekatnya, serta keindahan musim gugur dan musim dingin, lengkap dengan informasi akses dan waktu kunjungan yang direkomendasikan.

Ringkasan Cepat

Taman Reruntuhan Kastel Funaoka: ringkas

Taman Reruntuhan Kastel Funaoka adalah spot sakura di Shibata, dengan sekitar 1.300 pohon Somei Yoshino serta pemandangan Pegunungan Zao dan Sungai Shiroishi.

Panorama sakura & dek observasi

Pemandangan sakura dari dek observasi di puncak bukit sangat memukau, dan taman ini terpilih sebagai salah satu “100 Tempat Sakura Terbaik di Jepang”.

Slope car (tidak beroperasi)

Slope car Taman Reruntuhan Kastel Funaoka saat ini berhenti beroperasi karena penuaan fasilitas dan kerusakan; rencana pemulihan sedang berjalan, jadi waktu dibukanya kembali perlu dicek melalui pengumuman resmi (terkadang ada target waktu).

Hitome Senbonzakura: jalan-jalan sekalian

Di sepanjang tepi Sungai Shiroishi yang berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki, terdapat terowongan sakura “Hitome Senbonzakura” sepanjang sekitar 8 km, sehingga mudah dikunjungi bersamaan.

Shibata Sakura Matsuri

Pada bulan April, “Shibata Sakura Matsuri” menghadirkan iluminasi malam dan deretan kios, dengan suasana yang berbeda antara siang dan malam.

Akses dari Stasiun Funaoka

Dari Stasiun JR Sendai, naik Tohoku Main Line ke Stasiun Funaoka sekitar 30 menit, lalu berjalan sekitar 15 menit. Dengan mobil dari pusat Sendai sekitar 40 menit.

Biaya masuk & jam buka

Masuk gratis (taman buka 24 jam). Karena slope car masih berhenti beroperasi, biaya dan jadwal operasional setelah dibuka kembali harap cek informasi resmi.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Apa itu Funaoka Jōshi Kōen? Taman reruntuhan kastel yang terkenal sebagai tempat wisata sakura

Funaoka Jōshi Kōen adalah taman indah di Shibata-machi, Shibata-gun, Prefektur Miyagi, tempat sejarah dan alam berpadu harmonis.

Saat musim semi, lebih dari 1.300 pohon sakura bermekaran, dan bersama Hitome Senbonzakura (deretan seribu sakura dalam sekali pandang) di tepi Sungai Shiroishi, taman ini dikenal sebagai spot sakura yang terpilih dalam “100 Tempat Sakura Terbaik di Jepang”.

Taman yang dibangun di bekas kediaman keluarga Shibata hingga Restorasi Meiji ini tidak hanya menawarkan pemandangan empat musim, tetapi juga panorama Pegunungan Zaō dan Sungai Shiroishi dari observatorium di puncak bukit.

Selain itu, setiap tahun pada awal hingga pertengahan April, “Shibata Sakura Matsuri” diadakan dan menarik banyak pengunjung untuk hanami (menikmati bunga sakura).

Aksesnya juga mudah dari Sendai, sehingga menjadi salah satu tempat wisata di Miyagi yang layak untuk disinggahi.


Daya tarik Funaoka Jōshi Kōen

1. Salah satu spot sakura terbaik di Tōhoku dengan sekitar 1.300 pohon

Daya tarik terbesar Funaoka Jōshi Kōen adalah pemandangan spektakuler saat musim sakura.

Dari awal hingga pertengahan April, sekitar 1.300 pohon Somei Yoshino, Yamazakura, dan Shidarezakura mekar di seluruh taman dan mewarnai area dengan nuansa merah muda.

Terutama, pemandangan sakura dari observatorium di puncak bukit tempat berdirinya patung Funaoka Heiwa Kannon-zō (tinggi 24 meter) sangat menakjubkan.

Selain itu, di tepi Sungai Shiroishi terdapat sekitar 1.200 pohon sakura sepanjang kurang lebih 8 km yang dikenal sebagai “Hitome Senbonzakura”, dan sangat direkomendasikan untuk dikunjungi bersama Funaoka Jōshi Kōen.

Terdapat jembatan wisata pejalan kaki “Shibata Senōbashi” yang menghubungkan Funaoka Jōshi Kōen dan tepi Sungai Shiroishi, sehingga Anda dapat menikmati kedua spot sakura dengan nyaman.

Spot rekomendasi untuk melihat sakura

  • Dek observasi “Momi no Ki wa Nokotta”: menikmati panorama sakura dan Pegunungan Zaō
  • Shibata Senōbashi: spot pemandangan indah untuk melihat Hitome Senbonzakura dari dekat
  • Kombinasi dengan “Hitome Senbonzakura” di Sungai Shiroishi: harmoni salju Zaō, sakura, dan Sungai Shiroishi sangat memukau

2. Naik slope car dan merasakan terowongan sakura

Di Funaoka Jōshi Kōen terdapat slope car (kendaraan bergaya monorel sepanjang 305 meter) untuk naik ke puncak bukit.

Karena jalurnya menembus terowongan sakura, pada musim semi Anda bisa menikmati pengalaman spesial seolah dikelilingi bunga sakura.

Slope car dapat berhenti beroperasi karena pemeriksaan fasilitas dan alasan lainnya.

Untuk status operasional terbaru, silakan cek petunjuk di lokasi.

Jika slope car sedang tidak beroperasi, Anda tetap bisa berjalan kaki ke puncak dalam sekitar 15 hingga 20 menit.

3. Daun musim gugur dan pemandangan salju musim dingin juga indah

Funaoka Jōshi Kōen tidak hanya terkenal dengan sakura, tetapi juga memiliki daun musim gugur yang indah pada akhir Oktober hingga pertengahan November.

Khususnya, pepohonan di sekitar observatorium yang berubah menjadi merah dan kuning menghadirkan pemandangan yang luar biasa dan cocok untuk hiking musim gugur.

Saat musim dingin tiba, seluruh taman tertutup salju dan menampilkan pemandangan hening yang terasa sangat magis.

Pada musim dingin, jumlah pengunjung lebih sedikit sehingga Anda dapat menikmati panorama dalam suasana yang lebih tenang.

4. Sejarah Kastel Funaoka dan “Momi no Ki wa Nokotta”

Dahulu di tempat ini berdiri Kastel Funaoka, yang merupakan kediaman Karō Domain Sendai, Harada Kai, tokoh yang dikenal melalui Insiden Kanbun (Date Sōdō).

Setelah Insiden Kanbun, semua bangunan keluarga Harada dibongkar atas perintah bakufu, dan setelah itu keluarga Shibata tinggal di sini hingga Restorasi Meiji.

Sejarah ini menjadi inspirasi novel “Momi no Ki wa Nokotta” karya Yamamoto Shūgorō, dan pada tahun 1970 juga diadaptasi menjadi drama taiga NHK.

Di dalam taman, pohon cemara yang menjadi inspirasi judul novel tersebut masih berdiri tinggi hingga sekarang.


Cara menikmati Funaoka Jōshi Kōen

1. Ikut “Shibata Sakura Matsuri” (awal hingga pertengahan April)

Dalam “Shibata Sakura Matsuri” yang diadakan setiap tahun pada awal hingga pertengahan April, Anda bisa menikmati iluminasi sakura malam dan deretan stan makanan, baik siang maupun malam.

Pada malam hari, sakura yang diterangi lampu menciptakan suasana magis yang berbeda dari pemandangan siang hari.

  • Periode penyelenggaraan: biasanya awal hingga pertengahan April (dapat berubah tergantung kondisi mekarnya sakura)
  • Acara utama: iluminasi sakura, stan kuliner, pasar lokal, acara panggung

2. Mengunjunginya bersama “Hitome Senbonzakura”

Dari Funaoka Jōshi Kōen, sekitar 10 menit berjalan kaki melewati “Shibata Senōbashi”, terdapat deretan sakura indah di tepi Sungai Shiroishi yang dikenal sebagai “Hitome Senbonzakura”.

Terowongan sakura sepanjang sekitar 8 km di tepi Sungai Shiroishi dipenuhi Somei Yoshino berukuran besar yang ditanam sejak era Taishō dan menjadi salah satu spot sakura terbaik di Jepang.

Dengan mengunjungi keduanya sekaligus, Anda bisa menikmati pesona sakura secara maksimal.

3. Menikmati alam lewat hiking

Bahkan di luar musim sakura maupun daun musim gugur, Funaoka Jōshi Kōen tetap menarik sebagai spot hiking.

Di puncak bukit terdapat patung Funaoka Heiwa Kannon-zō, dan dari sana terbentang pemandangan kota Shibata-machi, pegunungan Zaō, hingga Samudra Pasifik.

Rute menuju puncak sudah tertata dengan baik, sehingga Anda bisa berjalan santai sambil menikmati alam.

Info praktis untuk wisatawan

Info akses / cara menuju

Akses dengan kereta

  • Dari Stasiun JR Sendai naik Tōhoku Main Line sekitar 30 menitturun di Stasiun Funaoka, lalu berjalan kaki sekitar 15 menit

Akses dengan mobil

  • Dari pusat Kota Sendai sekitar 40 menit dengan mobil
  • Sekitar 20 menit dengan mobil dari Murata IC di Tōhoku Expressway
  • Tersedia area parkir (selama periode Sakura Matsuri bisa berbayar)

Harga tiket masuk dan jam operasional

  • Tiket masuk: gratis
  • Slope car: dapat berhenti beroperasi (status operasional silakan cek petunjuk di lokasi)
  • Jam buka: buka 24 jam (pada malam hari harap berhati-hati saat berjalan)

Info Wi-Fi

  • Wi-Fi gratis tersedia di kafe sekitar Stasiun Funaoka dan pusat informasi wisata

Dukungan bahasa

  • Tersedia pamflet wisata berbahasa Inggris dan Mandarin (Shibata-machi Kankō Bussan Kyōkai)

Ringkasan

Funaoka Jōshi Kōen adalah tempat hanami dengan lebih dari 1.300 pohon sakura yang bermekaran.

Khususnya pada musim sakura di musim semi, sangat direkomendasikan untuk mengunjunginya bersama “Hitome Senbonzakura” dan menikmati kontras antara deretan sakura dengan Pegunungan Zaō yang masih bersalju.

Dari sakura, daun musim gugur, hingga pemandangan salju, taman ini memiliki daya tarik di setiap musim.

Saat berkunjung ke Miyagi, jangan lewatkan pengalaman menikmati empat musim Jepang yang indah di Funaoka Jōshi Kōen.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Taman Funaokajoshi adalah taman di lereng bukit, dan daya tariknya adalah panorama dari puncak yang menghadap deretan sakura dan kota. Sementara Hitome Senbonzakura di tepi Sungai Shiroishi menonjolkan “terowongan sakura” di sepanjang sungai; rute sungai → puncak memberi perubahan pemandangan yang seru meski sama-sama sakura.
A. Puncak sakura biasanya menjadi patokan sekitar awal hingga pertengahan April, dan pada beberapa tahun ada iluminasi malam menyesuaikan masa mekarnya. Malam hari terasa lebih dingin, jadi jaket tipis berbahan hangat membantu; tripod mudah mengganggu saat ramai, jadi memotret handheld sering lebih aman.
A. Stasiun terdekat adalah JR Funaoka; Hitome Senbonzakura di tepi Sungai Shiroishi berada dekat stasiun, sedangkan menuju Taman Funaokajoshi biasanya mengikuti sungai lalu menanjak. Saat musim hanami, mobil sering susah bergerak, jadi rute jalan kaki stasiun → sungai → taman membantu menghindari terjebak macet.
A. Slope car tarifnya dewasa (SMP ke atas) pulang-pergi 600 yen / sekali jalan 300 yen, dan anak (SD) pulang-pergi 400 yen / sekali jalan 200 yen. Gunakan untuk naik agar hemat tenaga, lalu turun dengan berjalan ke arah Sungai Shiroishi sehingga alurnya terasa natural: pemandangan → jajanan kaki lima → jalan tepi sungai.
A. Saat periode festival sakura, ada area parkir berbayar di sekitar, dan untuk mobil biasa patokan biaya kontribusinya 1,000 yen. Menjelang siang, antre masuk parkir cenderung memanjang, jadi datang lebih pagi atau parkir dekat stasiun lalu berkeliling dengan berjalan kaki membuat waktu lebih mudah diprediksi.
A. Puncak keramaian sering terkonsentrasi dari siang hingga sore, jadi berjalan di tepi sungai sejak pagi lalu naik ke taman membuat pergerakan lebih lancar. Saat pulang, alih-alih kembali langsung “taman → stasiun”, mengalir dulu menyusuri Sungai Shiroishi ke arah utara atau selatan lalu kembali ke stasiun membantu menghindari kerumunan besar.
A. Dari puncak, Anda bisa melihat deretan sakura di Sungai Shiroishi seperti pita panjang, dan ini biasanya jadi “hasil foto” paling kuat. Pilih waktu yang tidak mudah backlight, lalu gunakan lensa tele untuk membidik “sakura + kereta” agar terasa suasana perjalanan; lensa lebar mudah memasukkan orang, jadi kuncinya adalah mempersempit komposisi.
A. Untuk setengah hari, rute Hitome Senbonzakura → Taman Funaokajoshi → deretan sakura sisi Okawara efektif karena perpindahannya singkat di sepanjang sungai. Jika masih ada waktu, memperpanjang ke area Kastel Shiroishi membuat Anda bisa mendapatkan gambar “sakura + kastel” yang terasa sangat Jepang.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.