Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Higasa Jepang: Cara Pakai & Etika Saat Wisata

Panduan Higasa Jepang: Cara Pakai & Etika Saat Wisata

Panduan higasa, payung UV Jepang untuk hari cerah, lengkap dengan cara pakai, etika berjalan di kota, dan tips agar tidak mengganggu sekitar.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Higasa

Panduan praktis tentang cara memilih dan etiket payung matahari (higasa) untuk wisatawan ke Jepang. Membantu menghindari sinar matahari langsung, mengurangi rasa panas, dan membuat jalan-jalan di kota tetap nyaman.

Perbedaan Higasa dan Payung Hujan

Ada dua jenis: higasa khusus untuk melindungi dari sinar matahari dan UV, serta seiu ken'yo (payung matahari sekaligus payung hujan) yang berlapis tahan air sehingga bisa dipakai saat hujan. Identifikasi melalui label produk saat membeli.

Situasi yang Cocok

Berguna di jalan dan taman dengan terik matahari, jalan pendekatan kuil atau bekas kastel yang minim teduh, serta antrean luar ruang seperti masuk taman hiburan.

Situasi yang Harus Ditutup

Di dalam stasiun yang ramai, peron, kereta, jalan pertokoan sempit, dekat eskalator, serta dalam ruang seperti museum atau bangunan kuil/jinja — etiketnya adalah menutup dan membawanya.

Cara Memegang

Pegang dengan posisi ujung payung tidak mendekati wajah atau pandangan orang sekitar; saat berpapasan, miringkan atau tutup sebagai bentuk perhatian.

Poin Pemilihan

Periksa label persentase perlindungan UV (UV cut) dan tingkat pemblokiran cahaya (shakou), berat, kemudahan buka-tutup, dan apakah termasuk seiu ken'yo (bisa dipakai saat panas dan hujan). Bagian dalam berwarna gelap mudah dipilih untuk mengatasi pantulan sinar.

Tempat Membeli dan Kisaran Harga

Tersedia di konbini, drugstore, toko serba ada, department store, dan toko tipe 100-yen shop; harga bervariasi tergantung fungsi dan bahan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Semua area

Apa Itu Higasa (Payung Matahari) dan Mengapa Populer di Jepang

Higasa (payung matahari) adalah payung yang digunakan untuk menghindari terik matahari dan sinar ultraviolet (UV), dan di Jepang dianggap sebagai barang praktis yang tak tergantikan saat jalan-jalan musim panas atau berwisata.

Berbeda dengan payung hujan, higasa terutama digunakan di hari yang cerah.

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang juga merekomendasikan penggunaan higasa sebagai langkah pencegahan heatstroke, dan terbukti dapat menurunkan indeks suhu (WBGT) sekitar 1 hingga 3 derajat Celsius.

Di Jepang, sering kali kita harus berjalan di bawah terik matahari musim panas yang sangat kuat.

Saat berwisata dengan banyak perjalanan di luar ruangan, sinar matahari langsung dapat terus menerpa wajah dan tubuh bagian atas dalam waktu lama.

Karena itu, higasa digunakan saat jalan-jalan kota, berpindah lokasi di area wisata, dan menunggu di luar ruangan.

Menurut survei Weathernews, tingkat penggunaan higasa di seluruh Jepang sekitar 33 persen, meningkat 10 poin dibandingkan lima tahun lalu.

Belakangan ini, pengguna higasa semakin beragam tanpa memandang jenis kelamin, dengan tingkat penggunaan oleh pria mencapai sekitar 10 persen, sehingga higasa tidak lagi dianggap istimewa melainkan sebagai barang praktis musiman yang umum.

Perbedaan Higasa dan Payung Hujan

Higasa dirancang untuk menghindari sinar matahari dan UV.

Namun, beberapa produk dibuat sebagai payung serbaguna yang bisa digunakan baik saat cerah maupun hujan.

Payung serbaguna (seiu ken'yō) adalah payung matahari dengan lapisan tahan air sehingga bisa digunakan baik di hari cerah maupun hujan.

Sayangnya, kadang sulit membedakan jenisnya hanya dari penampilan.

Jika Anda membelinya saat berwisata, sebaiknya periksa label produk yang bertuliskan "khusus higasa" atau "seiu ken'yō (serbaguna)" untuk memastikan kegunaannya.

Situasi Tepat dan Tidak Tepat untuk Menggunakan Higasa

Higasa memang praktis, tetapi tidak bisa digunakan dengan cara yang sama di semua tempat.

Agar nyaman digunakan saat wisata, penting untuk mempertimbangkan jarak dengan orang sekitar dan luas tempat.

Situasi yang Cocok Menggunakan Higasa

  • Saat berjalan di jalan atau trotoar dengan terik matahari yang kuat
  • Saat berpindah di taman atau fasilitas terbuka
  • Saat mengantre di luar ruangan (seperti di pintu masuk taman hiburan atau tempat wisata populer)
  • Saat berjalan di tempat wisata yang minim naungan (seperti jalan pendekatan kuil atau reruntuhan kastil)

Di tempat-tempat seperti itu, higasa mudah digunakan selama ada jarak dengan orang sekitar.

Selain memperhatikan ruang di atas kepala, perhatikan juga apakah ujung payung Anda dekat dengan orang lain.

Situasi yang Sebaiknya Higasa Ditutup

  • Di dalam stasiun kereta yang ramai atau di peron
  • Di kawasan pertokoan ramai atau trotoar sempit
  • Di sekitar eskalator atau pintu masuk-keluar
  • Di dalam fasilitas tertutup (museum, galeri, bangunan kuil atau jinja, dll.)
  • Di lokasi acara wisata atau festival yang hampir penuh sesak

Di tempat ramai, ujung dan rangka higasa berisiko mengenai orang lain.

Untuk menghindari bahaya, sebaiknya tutup higasa dan bawa dengan tangan saat suasana padat.

Tips Etika (Manner) Penggunaan Higasa di Jepang

Hal terpenting dalam etika penggunaan higasa adalah tidak hanya memikirkan kenyamanan diri sendiri, tetapi juga apakah orang sekitar bisa berjalan dengan nyaman.

Dengan sedikit kesadaran ini, kesan yang ditimbulkan pun akan jauh berbeda.

Jangan Mengangkat Payung Terlalu Tinggi

Jika payung diangkat terlalu tinggi, pandangan orang di belakang bisa terhalang.

Sebaliknya, jika terlalu rendah, payung berisiko mengenai wajah atau bahu orang yang berpapasan.

Sebagai patokan, ketinggian yang ideal adalah sedikit di atas kepala, dengan ujung rangka berada lebih tinggi dari garis pandang mata.

Pegang secara alami dan sesuaikan sudutnya sambil memperhatikan jarak dengan sekitar.

Perhatikan Lebar Payung saat Berjalan

Higasa biasanya lebih lebar daripada yang kita kira.

Diameter payung tipe panjang umumnya sekitar 90 hingga 100 cm, dan tipe lipat sekitar 80 hingga 90 cm.

Di jalan sempit atau saat berpapasan, sangat membantu untuk sedikit memiringkan, menutup, atau mendekatkan payung ke tubuh.

Perhatikan Sekitar saat Berhenti

Berhenti mendadak bisa membuat orang di belakang terlalu dekat dengan payung Anda.

Sebelum mengambil foto atau memeriksa peta, sebaiknya menepi ke pinggir jalan.

Di spot foto tempat wisata, perhatikan jalur lalu lalang orang sekitar dan terkadang menutup higasa sementara juga merupakan keputusan yang bijak.

Ekstra Hati-Hati di Dekat Anak-Anak

Ujung higasa cenderung mendekati area wajah anak-anak yang lebih pendek dari orang dewasa.

Di tempat banyak keluarga, pegang higasa lebih hati-hati dari biasanya.

Cara Menggunakan Higasa di Keramaian, Kereta, dan Dalam Toko

Saat berwisata, kita tidak hanya beraktivitas di luar ruangan tetapi juga masuk-keluar stasiun dan toko.

Mengetahui cara membawa higasa di tiap situasi akan membuat perjalanan wisata Anda lebih lancar.

Tutup Higasa di Stasiun dan Kereta

Di dalam stasiun, peron, dan kereta, sebaiknya jangan berjalan dengan higasa terbuka.

Terlebih saat padat, higasa setinggi bahu pun bisa mengenai orang lain.

Setelah ditutup, arahkan ujungnya ke bawah, jangan diayun-ayunkan, dan pegang dekat tubuh.

Di kereta yang penuh sesak, agar ujung payung tidak melukai orang di depan, cara aman adalah memegang gagang dan mengarahkan ujungnya ke lantai.

Tutup Higasa Sebelum Masuk Toko

Di konbini (toko serba ada), restoran, toko oleh-oleh, dan museum, umumnya higasa ditutup sebelum masuk pintu.

Membiarkannya terbuka di dalam ruangan akan menghalangi lorong jalan.

Banyak toko menyediakan tempat payung (kasatate) di dekat pintu masuk, sehingga payung tipe panjang bisa dititipkan di sana.

Higasa Lipat Praktis untuk Dibawa saat Berwisata

Higasa lipat sangat praktis karena mudah dimasukkan ke dalam tas.

Saat berwisata, kita sering harus menutup payung setiap kali masuk stasiun atau toko, sehingga kemampuan menyimpan dengan ringkas menjadi keuntungan tersendiri.

Beratnya umumnya hanya 200 sampai 300 gram, sehingga tidak terlalu memberatkan meski digunakan untuk jalan kaki jauh.

Karena mudah dimasukkan ke tas saat tidak digunakan, higasa lipat cocok untuk hari yang penuh dengan jalan-jalan kota dan banyak mobilitas.

Namun, perhatikan tempat membuka dan menutupnya agar tidak membentur orang di sekitar.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Higasa di Hari Hujan

Meskipun penampilan mirip, tidak semua higasa cocok untuk hujan.

Jika ingin digunakan saat hujan, pastikan apakah produk tersebut tipe serbaguna (seiu ken'yō) atau bukan.

Periksa Label Apakah Serbaguna

Saat membeli di toko ketika berwisata, periksa label produk atau deskripsi.

Produk yang bertuliskan "seiu ken'yō (serbaguna)" memiliki lapisan tahan air dan umumnya mampu menahan hujan ringan.

Higasa yang khusus untuk sinar matahari sebaiknya tidak digunakan saat hujan deras karena bahannya bisa rusak dan efek UV cut menurun.

Perhatikan Cara Menanganinya Setelah Basah

Saat masuk ke dalam toko setelah hujan, tetesan air bisa jatuh ke sekitar.

Sangat membantu jika Anda mengibaskan air dengan ringan, menggunakan plastik payung jika tersedia, atau merapikannya di tempat sepi.

Di konbini, stasiun, dan pusat perbelanjaan Jepang, biasanya disediakan plastik payung sekali pakai di pintu masuk saat hujan, jadi manfaatkan fasilitas tersebut.

Karena higasa identik dengan hari cerah, di hari hujan orang sekitar akan melihatnya sebagai payung hujan biasa.

Karena itu, perlakukan dengan kepedulian yang sama seperti payung hujan biasa.

Cara Memilih Higasa | Tips Memilih Tipe yang Mudah Digunakan untuk Wisata

Jika Anda ingin membeli higasa di Jepang, kemudahan penggunaan sama pentingnya dengan tampilan.

Berikut beberapa poin yang patut dijadikan acuan untuk dibawa-bawa saat wisata.

Apakah Mudah Dibawa

Tipe lipat mudah masuk ke tas dan cocok untuk perjalanan dengan banyak mobilitas.

Tipe payung panjang jarang harus dibuka-tutup dan langsung bisa digunakan.

Karena selama wisata kita sering naik-turun bus dan kereta, banyak orang memilih tipe lipat yang ringan dan cepat dibuka-tutup.

Khusus Hari Cerah atau Serbaguna (Seiu Kenyō)

Jika kemungkinan penggunaannya sering, tipe yang berlabel serbaguna sangat praktis.

Musim panas Jepang sering disertai hujan tiba-tiba (yūdachi), sehingga memiliki satu payung serbaguna akan terasa lebih tenang.

Namun, pastikan kegunaannya sebelum membeli.

Periksa Tingkat UV Cut dan Daya Tahan Cahaya (Shakō-ritsu)

Performa higasa biasanya ditampilkan dalam "UV cut rate" dan "shakō-ritsu (light shielding rate)".

Pilihlah yang angkanya tinggi seperti UV cut rate 99 persen ke atas dan shakō-ritsu 99 persen ke atas agar lebih efektif menahan UV dan silau.

Menurut survei Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, menggunakan higasa dapat mengurangi keringat sekitar 17 persen dibandingkan hanya memakai topi.

Ukuran saat Dibuka

Higasa yang terlalu besar memang lebih efektif melindungi dari matahari, tetapi sulit digunakan di tengah keramaian.

Ukuran sedang dengan diameter sekitar 85 hingga 95 cm umumnya nyaman untuk jalan-jalan di tempat wisata.

Saat berwisata, penting untuk menyeimbangkan dengan kenyamanan berjalan.

Warna dan Desain

Warna kalem cocok untuk berbagai kesempatan dan mudah dipakai untuk jalan-jalan kota.

Higasa berwarna hitam di bagian dalam dipercaya lebih efektif menahan pantulan panas dari tanah.

Di sisi lain, warna terang atau bermotif bisa sesuai dengan mood liburan Anda.

Di Mana Membeli Higasa? Cara Mendapatkannya saat Wisata

Higasa mudah dibeli di berbagai tempat di Jepang.

Bahkan saat tiba-tiba membutuhkannya, Anda bisa menemukannya di toko terdekat dari tempat wisata.

Konbini dan Drugstore

Pada musim panas (sekitar Mei hingga September), konbini dan drugstore juga menjual higasa serta payung serbaguna.

Harganya sekitar 1.500 hingga 3.000 yen, praktis untuk situasi mendesak.

Department Store dan Toko Khusus

Higasa berperforma tinggi dengan teknologi UV cut atau merek payung ternama bisa dibeli di department store dan toko khusus payung.

Harganya sekitar 5.000 hingga 15.000 yen, dengan kualitas dan ketahanan yang unggul.

100 Yen Shop dan Variety Shop

Di toko 100 yen dan toko serba-serbi, kadang Anda bisa menemukan higasa seharga sekitar 500 hingga 1.000 yen.

Pilihan ini praktis untuk perjalanan singkat.

Kesimpulan | Mengetahui Etika Higasa Memudahkan Anda Memakainya saat Wisata

Higasa adalah perlengkapan praktis yang sangat membantu saat beraktivitas di musim panas Jepang.

Di sisi lain, di tempat-tempat dengan jarak yang dekat dengan orang lain, kita perlu memperhatikan cara penggunaannya.

Hal yang perlu diingat adalah: tutup di tempat ramai, perhatikan arah payung di tempat sempit, dan lihat sekitar sebelum berhenti.

Dengan menguasai dasar ini, higasa pun mudah digunakan secara alami saat wisata.

Saat Anda melihat higasa di Jepang, anggaplah bukan sekadar aksesori musiman, melainkan alat untuk mengurangi panas sembari peduli pada lingkungan sekitar.

Dengan memahami etika dan menggunakannya dengan baik, kenyamanan jalan-jalan kota pun akan meningkat pesat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Higasa adalah payung Jepang yang digunakan di luar ruangan untuk menghalangi sinar matahari dan UV. Sementara amagasa mengutamakan daya tahan air, higasa pada dasarnya dipilih dengan memperhatikan kemampuan menghalangi cahaya, menahan panas, dan perlindungan UV. Higasa berbahan halus yang bukan tipe sei-u kenyo (untuk cuaca cerah dan hujan) mudah rusak jika kehujanan, jadi penting diingat.
A. Di Jepang, higasa digunakan untuk menghadapi terik musim panas yang kuat dan mencegah heatstroke. Kementerian Lingkungan menyebut efek higasa dalam menurunkan indeks WBGT dan mendorong penggunaannya sebagai langkah menghadapi panas. Saat berwisata, anggaplah higasa sebagai "bayangan yang dapat dibawa" agar alasan menggunakannya lebih mudah dipahami.
A. Di luar ruangan, trotoar dan taman dengan jarak antar orang yang cukup memudahkan penggunaan higasa. Di dalam stasiun, jalan pertokoan, antrean, dan eskalator, ujung tulang payung mudah mengenai orang lain sehingga lebih aman jika dilipat dan dibawa. Di tempat wisata, melipat payung sebelum masuk ke kerumunan akan memberi kesan memperhatikan sekitar.
A. Dasarnya adalah memegang payung tegak dengan ujung tulang tidak mengarah ke pandangan orang sekitar. Memegang terlalu rendah membuat ujung tulang dekat dengan wajah anak-anak atau orang bertubuh pendek. Saat berpapasan, sedikit memiringkan payung ke sisi berlawanan dengan lawan arah dapat mengurangi tabrakan di jalan sempit dan praktis di tempat ramai.
A. Jika mengutamakan kesejukan, payung dengan sisi luar terang dan sisi dalam gelap mudah dipilih. Sisi luar terang lebih memantulkan sinar matahari, dan sisi dalam gelap mengurangi pantulan cahaya. Periksa ada tidaknya pelapis UV cut, dan pilih sesuai kecocokan dengan pakaian serta foto agar nyaman digunakan saat bepergian.
A. UV cut rate adalah persentase perlindungan dari sinar UV, sedangkan shakouritsu adalah persentase penghalangan cahaya tampak. Jika ingin sekaligus mengatasi panas, perhatikan juga keterangan shakou (penghalang cahaya) dan shanetsu (penahan panas). Selain angkanya, kemunduran kain dan terkelupasnya lapisan juga memengaruhi performa, jadi payung lama sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti.
A. Untuk perjalanan dengan banyak perpindahan, tipe lipat yang muat di tas lebih praktis. Tipe panjang dapat membuat bayangan lebih luas, namun mudah mengganggu di kereta atau di dalam toko dan rentan tertinggal. Untuk hari berjalan di kuil atau pasar pilih yang ringan, untuk hari di pantai atau taman pilih yang besar; menyesuaikan dengan rute akan nyaman.
A. Higasa dapat dibeli di konbini, toko serba ada, toko peralatan rumah, dan department store. Karena harga sangat bervariasi tergantung toko dan fitur, saat bepergian beberapa ratus hingga beberapa ribu yen dapat dijadikan patokan. Memeriksa kemampuan menghalangi cahaya, berat, dan apakah payung bertipe sei-u kenyo (untuk cuaca cerah dan hujan) akan mengurangi salah pilih meski singgah singkat.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.