Apa Itu Higasa (Payung Matahari) dan Mengapa Populer di Jepang
Higasa (payung matahari) adalah payung yang digunakan untuk menghindari terik matahari dan sinar ultraviolet (UV), dan di Jepang dianggap sebagai barang praktis yang tak tergantikan saat jalan-jalan musim panas atau berwisata.
Berbeda dengan payung hujan, higasa terutama digunakan di hari yang cerah.
Kementerian Lingkungan Hidup Jepang juga merekomendasikan penggunaan higasa sebagai langkah pencegahan heatstroke, dan terbukti dapat menurunkan indeks suhu (WBGT) sekitar 1 hingga 3 derajat Celsius.
Di Jepang, sering kali kita harus berjalan di bawah terik matahari musim panas yang sangat kuat.
Saat berwisata dengan banyak perjalanan di luar ruangan, sinar matahari langsung dapat terus menerpa wajah dan tubuh bagian atas dalam waktu lama.
Karena itu, higasa digunakan saat jalan-jalan kota, berpindah lokasi di area wisata, dan menunggu di luar ruangan.
Menurut survei Weathernews, tingkat penggunaan higasa di seluruh Jepang sekitar 33 persen, meningkat 10 poin dibandingkan lima tahun lalu.
Belakangan ini, pengguna higasa semakin beragam tanpa memandang jenis kelamin, dengan tingkat penggunaan oleh pria mencapai sekitar 10 persen, sehingga higasa tidak lagi dianggap istimewa melainkan sebagai barang praktis musiman yang umum.
Perbedaan Higasa dan Payung Hujan
Higasa dirancang untuk menghindari sinar matahari dan UV.
Namun, beberapa produk dibuat sebagai payung serbaguna yang bisa digunakan baik saat cerah maupun hujan.
Payung serbaguna (seiu ken'yō) adalah payung matahari dengan lapisan tahan air sehingga bisa digunakan baik di hari cerah maupun hujan.
Sayangnya, kadang sulit membedakan jenisnya hanya dari penampilan.
Jika Anda membelinya saat berwisata, sebaiknya periksa label produk yang bertuliskan "khusus higasa" atau "seiu ken'yō (serbaguna)" untuk memastikan kegunaannya.

Situasi Tepat dan Tidak Tepat untuk Menggunakan Higasa
Higasa memang praktis, tetapi tidak bisa digunakan dengan cara yang sama di semua tempat.
Agar nyaman digunakan saat wisata, penting untuk mempertimbangkan jarak dengan orang sekitar dan luas tempat.
Situasi yang Cocok Menggunakan Higasa
- Saat berjalan di jalan atau trotoar dengan terik matahari yang kuat
- Saat berpindah di taman atau fasilitas terbuka
- Saat mengantre di luar ruangan (seperti di pintu masuk taman hiburan atau tempat wisata populer)
- Saat berjalan di tempat wisata yang minim naungan (seperti jalan pendekatan kuil atau reruntuhan kastil)
Di tempat-tempat seperti itu, higasa mudah digunakan selama ada jarak dengan orang sekitar.
Selain memperhatikan ruang di atas kepala, perhatikan juga apakah ujung payung Anda dekat dengan orang lain.
Situasi yang Sebaiknya Higasa Ditutup
- Di dalam stasiun kereta yang ramai atau di peron
- Di kawasan pertokoan ramai atau trotoar sempit
- Di sekitar eskalator atau pintu masuk-keluar
- Di dalam fasilitas tertutup (museum, galeri, bangunan kuil atau jinja, dll.)
- Di lokasi acara wisata atau festival yang hampir penuh sesak
Di tempat ramai, ujung dan rangka higasa berisiko mengenai orang lain.
Untuk menghindari bahaya, sebaiknya tutup higasa dan bawa dengan tangan saat suasana padat.
Tips Etika (Manner) Penggunaan Higasa di Jepang
Hal terpenting dalam etika penggunaan higasa adalah tidak hanya memikirkan kenyamanan diri sendiri, tetapi juga apakah orang sekitar bisa berjalan dengan nyaman.
Dengan sedikit kesadaran ini, kesan yang ditimbulkan pun akan jauh berbeda.
Jangan Mengangkat Payung Terlalu Tinggi
Jika payung diangkat terlalu tinggi, pandangan orang di belakang bisa terhalang.
Sebaliknya, jika terlalu rendah, payung berisiko mengenai wajah atau bahu orang yang berpapasan.
Sebagai patokan, ketinggian yang ideal adalah sedikit di atas kepala, dengan ujung rangka berada lebih tinggi dari garis pandang mata.
Pegang secara alami dan sesuaikan sudutnya sambil memperhatikan jarak dengan sekitar.
Perhatikan Lebar Payung saat Berjalan
Higasa biasanya lebih lebar daripada yang kita kira.
Diameter payung tipe panjang umumnya sekitar 90 hingga 100 cm, dan tipe lipat sekitar 80 hingga 90 cm.
Di jalan sempit atau saat berpapasan, sangat membantu untuk sedikit memiringkan, menutup, atau mendekatkan payung ke tubuh.
Perhatikan Sekitar saat Berhenti
Berhenti mendadak bisa membuat orang di belakang terlalu dekat dengan payung Anda.
Sebelum mengambil foto atau memeriksa peta, sebaiknya menepi ke pinggir jalan.
Di spot foto tempat wisata, perhatikan jalur lalu lalang orang sekitar dan terkadang menutup higasa sementara juga merupakan keputusan yang bijak.
Ekstra Hati-Hati di Dekat Anak-Anak
Ujung higasa cenderung mendekati area wajah anak-anak yang lebih pendek dari orang dewasa.
Di tempat banyak keluarga, pegang higasa lebih hati-hati dari biasanya.

Cara Menggunakan Higasa di Keramaian, Kereta, dan Dalam Toko
Saat berwisata, kita tidak hanya beraktivitas di luar ruangan tetapi juga masuk-keluar stasiun dan toko.
Mengetahui cara membawa higasa di tiap situasi akan membuat perjalanan wisata Anda lebih lancar.
Tutup Higasa di Stasiun dan Kereta
Di dalam stasiun, peron, dan kereta, sebaiknya jangan berjalan dengan higasa terbuka.
Terlebih saat padat, higasa setinggi bahu pun bisa mengenai orang lain.
Setelah ditutup, arahkan ujungnya ke bawah, jangan diayun-ayunkan, dan pegang dekat tubuh.
Di kereta yang penuh sesak, agar ujung payung tidak melukai orang di depan, cara aman adalah memegang gagang dan mengarahkan ujungnya ke lantai.
Tutup Higasa Sebelum Masuk Toko
Di konbini (toko serba ada), restoran, toko oleh-oleh, dan museum, umumnya higasa ditutup sebelum masuk pintu.
Membiarkannya terbuka di dalam ruangan akan menghalangi lorong jalan.
Banyak toko menyediakan tempat payung (kasatate) di dekat pintu masuk, sehingga payung tipe panjang bisa dititipkan di sana.
Higasa Lipat Praktis untuk Dibawa saat Berwisata
Higasa lipat sangat praktis karena mudah dimasukkan ke dalam tas.
Saat berwisata, kita sering harus menutup payung setiap kali masuk stasiun atau toko, sehingga kemampuan menyimpan dengan ringkas menjadi keuntungan tersendiri.
Beratnya umumnya hanya 200 sampai 300 gram, sehingga tidak terlalu memberatkan meski digunakan untuk jalan kaki jauh.
Karena mudah dimasukkan ke tas saat tidak digunakan, higasa lipat cocok untuk hari yang penuh dengan jalan-jalan kota dan banyak mobilitas.
Namun, perhatikan tempat membuka dan menutupnya agar tidak membentur orang di sekitar.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Higasa di Hari Hujan
Meskipun penampilan mirip, tidak semua higasa cocok untuk hujan.
Jika ingin digunakan saat hujan, pastikan apakah produk tersebut tipe serbaguna (seiu ken'yō) atau bukan.
Periksa Label Apakah Serbaguna
Saat membeli di toko ketika berwisata, periksa label produk atau deskripsi.
Produk yang bertuliskan "seiu ken'yō (serbaguna)" memiliki lapisan tahan air dan umumnya mampu menahan hujan ringan.
Higasa yang khusus untuk sinar matahari sebaiknya tidak digunakan saat hujan deras karena bahannya bisa rusak dan efek UV cut menurun.
Perhatikan Cara Menanganinya Setelah Basah
Saat masuk ke dalam toko setelah hujan, tetesan air bisa jatuh ke sekitar.
Sangat membantu jika Anda mengibaskan air dengan ringan, menggunakan plastik payung jika tersedia, atau merapikannya di tempat sepi.
Di konbini, stasiun, dan pusat perbelanjaan Jepang, biasanya disediakan plastik payung sekali pakai di pintu masuk saat hujan, jadi manfaatkan fasilitas tersebut.
Karena higasa identik dengan hari cerah, di hari hujan orang sekitar akan melihatnya sebagai payung hujan biasa.
Karena itu, perlakukan dengan kepedulian yang sama seperti payung hujan biasa.

Cara Memilih Higasa | Tips Memilih Tipe yang Mudah Digunakan untuk Wisata
Jika Anda ingin membeli higasa di Jepang, kemudahan penggunaan sama pentingnya dengan tampilan.
Berikut beberapa poin yang patut dijadikan acuan untuk dibawa-bawa saat wisata.
Apakah Mudah Dibawa
Tipe lipat mudah masuk ke tas dan cocok untuk perjalanan dengan banyak mobilitas.
Tipe payung panjang jarang harus dibuka-tutup dan langsung bisa digunakan.
Karena selama wisata kita sering naik-turun bus dan kereta, banyak orang memilih tipe lipat yang ringan dan cepat dibuka-tutup.
Khusus Hari Cerah atau Serbaguna (Seiu Kenyō)
Jika kemungkinan penggunaannya sering, tipe yang berlabel serbaguna sangat praktis.
Musim panas Jepang sering disertai hujan tiba-tiba (yūdachi), sehingga memiliki satu payung serbaguna akan terasa lebih tenang.
Namun, pastikan kegunaannya sebelum membeli.
Periksa Tingkat UV Cut dan Daya Tahan Cahaya (Shakō-ritsu)
Performa higasa biasanya ditampilkan dalam "UV cut rate" dan "shakō-ritsu (light shielding rate)".
Pilihlah yang angkanya tinggi seperti UV cut rate 99 persen ke atas dan shakō-ritsu 99 persen ke atas agar lebih efektif menahan UV dan silau.
Menurut survei Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, menggunakan higasa dapat mengurangi keringat sekitar 17 persen dibandingkan hanya memakai topi.
Ukuran saat Dibuka
Higasa yang terlalu besar memang lebih efektif melindungi dari matahari, tetapi sulit digunakan di tengah keramaian.
Ukuran sedang dengan diameter sekitar 85 hingga 95 cm umumnya nyaman untuk jalan-jalan di tempat wisata.
Saat berwisata, penting untuk menyeimbangkan dengan kenyamanan berjalan.
Warna dan Desain
Warna kalem cocok untuk berbagai kesempatan dan mudah dipakai untuk jalan-jalan kota.
Higasa berwarna hitam di bagian dalam dipercaya lebih efektif menahan pantulan panas dari tanah.
Di sisi lain, warna terang atau bermotif bisa sesuai dengan mood liburan Anda.
Di Mana Membeli Higasa? Cara Mendapatkannya saat Wisata
Higasa mudah dibeli di berbagai tempat di Jepang.
Bahkan saat tiba-tiba membutuhkannya, Anda bisa menemukannya di toko terdekat dari tempat wisata.
Konbini dan Drugstore
Pada musim panas (sekitar Mei hingga September), konbini dan drugstore juga menjual higasa serta payung serbaguna.
Harganya sekitar 1.500 hingga 3.000 yen, praktis untuk situasi mendesak.
Department Store dan Toko Khusus
Higasa berperforma tinggi dengan teknologi UV cut atau merek payung ternama bisa dibeli di department store dan toko khusus payung.
Harganya sekitar 5.000 hingga 15.000 yen, dengan kualitas dan ketahanan yang unggul.
100 Yen Shop dan Variety Shop
Di toko 100 yen dan toko serba-serbi, kadang Anda bisa menemukan higasa seharga sekitar 500 hingga 1.000 yen.
Pilihan ini praktis untuk perjalanan singkat.
Kesimpulan | Mengetahui Etika Higasa Memudahkan Anda Memakainya saat Wisata
Higasa adalah perlengkapan praktis yang sangat membantu saat beraktivitas di musim panas Jepang.
Di sisi lain, di tempat-tempat dengan jarak yang dekat dengan orang lain, kita perlu memperhatikan cara penggunaannya.
Hal yang perlu diingat adalah: tutup di tempat ramai, perhatikan arah payung di tempat sempit, dan lihat sekitar sebelum berhenti.
Dengan menguasai dasar ini, higasa pun mudah digunakan secara alami saat wisata.
Saat Anda melihat higasa di Jepang, anggaplah bukan sekadar aksesori musiman, melainkan alat untuk mengurangi panas sembari peduli pada lingkungan sekitar.
Dengan memahami etika dan menggunakannya dengan baik, kenyamanan jalan-jalan kota pun akan meningkat pesat.




