Apa itu Atsuta Jingū? Kuil kuno di Nagoya yang memuja salah satu dari Tiga Regalia Suci
Atsuta Jingū (Kuil Atsuta), yang terletak di Distrik Atsuta, Kota Nagoya, Prefektur Aichi, adalah salah satu kuil Shinto dengan status sangat tinggi di Jepang.
Kuil ini dipercaya didirikan sekitar 1.900 tahun lalu dan memuliakan "Kusanagi no Mitsurugi" (Pedang Suci Kusanagi) sebagai goshintai, yaitu objek suci utama, salah satu dari Tiga Regalia Suci Jepang.
Sepanjang tahun, banyak peziarah datang berkunjung, dan di kalangan warga lokal kuil ini akrab disebut "Atsuta-san".
Kawasannya yang luas, sekitar 60.000 tsubo, menghadirkan suasana mistis yang diselimuti hutan tenang meskipun berada di tengah kota.
Tidak hanya warga setempat, tempat ini juga populer di kalangan wisatawan mancanegara sebagai tempat yang dipercaya membawa energi spiritual di Nagoya.

Cara menuju Atsuta Jingū
Atsuta Jingū berada di dalam Kota Nagoya dan sangat mudah diakses karena dapat dicapai dengan berjalan kaki dari beberapa stasiun kereta.
Jika menggunakan transportasi umum
- Kereta Meitetsu
- Dari Stasiun Jingū-mae di Jalur Utama Meitetsu Nagoya, berjalan kaki sekitar 3 menit.
- JR Tōkaidō Main Line
- Dari Stasiun Atsuta, berjalan kaki sekitar 8 menit.
- Subway Jalur Meijō
- Dari Stasiun Atsuta Jingū Nishi, berjalan kaki sekitar 7 menit.
- Dari Stasiun Atsuta Jingū Temma-chō, berjalan kaki sekitar 7 menit.
Jika menggunakan mobil
Dari pintu keluar Horita atau Yobitsugi di Nagoya Expressway, waktu tempuhnya sekitar 10 menit.
Tersedia area parkir gratis berkapasitas sekitar 400 mobil di dekat kompleks kuil.
Pada masa Tahun Baru atau saat festival, terkadang ada pembatasan penggunaan, sehingga lebih aman juga mempertimbangkan transportasi umum.

Hal yang wajib dilihat di Atsuta Jingū
1. Hongū (bangunan utama kuil)
Hongū, pusat utama Atsuta Jingū, adalah bangunan kuil terpenting tempat Kusanagi no Mitsurugi dipuja.
Bangunan ini disebut mengadopsi gaya arsitektur "Shinmei-zukuri" (gaya arsitektur kuil tradisional), sama seperti Ise Jingū, dan penampilannya yang sederhana namun agung menghadirkan keindahan tradisional Jepang.
Tata cara berdoa yang resmi adalah "dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, lalu satu kali membungkuk".
2. Tsurugi no Hōko Kusanagi-kan (galeri pedang Kusanagi)
"Tsurugi no Hōko Kusanagi-kan" adalah fasilitas khusus pedang yang menampilkan sekitar 450 bilah pedang milik Atsuta Jingū secara bergantian setiap bulan.
Tersedia juga area pengalaman untuk merasakan berat pedang Jepang asli dan "Magara Ōdachi" (pedang panjang raksasa).
3. Hōmotsukan (Museum Harta)
Di museum harta kuil Atsuta Jingū, dipamerkan berbagai benda berharga seperti harta nasional, properti budaya penting, dan properti budaya yang ditetapkan Prefektur Aichi.
Benda-benda seperti harta persembahan kuno, cermin Jepang, dan topeng bugaku disimpan di sini, dengan pameran yang diganti secara berkala.
4. Shimizu-sha (Kuil Shimizu)
Shimizu-sha di dalam kompleks adalah kuil cabang yang terkenal dengan mata air jernih yang mengalir keluar.
Mata air ini memiliki legenda dapat memperindah mata dan kulit, dan dipercaya bahwa jika memercikkan air tiga kali ke pagoda batu Yang Guifei sambil berdoa, keinginan akan terkabul.
5. Nobunaga-bei (Tembok Nobunaga)
Ini adalah tembok tanah yang konon dipersembahkan oleh Oda Nobunaga sebagai tanda terima kasih atas kemenangan, setelah ia berdoa memohon kemenangan di Atsuta Jingū sebelum Pertempuran Okehazama.
Tembok ini juga disebut sebagai salah satu dari Tiga Tembok Tanah Besar di Jepang dan merupakan peninggalan yang sangat berharga.
6. Acara tahunan
Di Atsuta Jingū, berbagai acara diselenggarakan sepanjang tahun.
"Atsuta Matsuri (Shōbu-sai)" yang biasanya diadakan pada awal Juni dikenal sebagai festival dengan kembang api dan persembahan seni bela diri.
"Hatsu Ebisu" juga diadakan pada Tahun Baru dan ramai oleh para peziarah yang berdoa untuk kelancaran usaha.

Tempat wisata di sekitar Atsuta Jingū
1. Shirotori Garden (Taman Shirotori)
Shirotori Garden, yang dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Atsuta Jingū, adalah taman Jepang tipe kolam-keliling.
Anda dapat menikmati pemandangan yang berbeda di setiap musim.
Biaya masuk berbeda tergantung kategori, tetapi untuk dewasa sekitar 300 yen.
Pada musim gugur, kadang diadakan iluminasi malam.
2. Akuarium Pelabuhan Nagoya
Di Pelabuhan Nagoya, sekitar 20 menit naik mobil, terdapat Akuarium Pelabuhan Nagoya yang terkenal dengan pertunjukan orca dan lumba-lumba, sehingga area ini populer untuk keluarga.

Info praktis untuk wisatawan
Waktu terbaik berkunjung
Disarankan berkunjung pada pagi hari.
Karena pengunjung masih sedikit, Anda bisa menikmati ibadah dan suasana tenang dengan lebih nyaman.
Perkiraan waktu untuk berkeliling kawasan kuil adalah sekitar 60 hingga 90 menit.
Harga tiket masuk
- Beribadah di area kuil: gratis
- Kusanagi-kan: dewasa 500 yen, siswa SD dan SMP 200 yen
- Kusanagi-kan + Hōmotsukan (tiket gabungan): dewasa 800 yen, siswa SD dan SMP 300 yen
Jam buka museum adalah pukul 9:00 hingga 16:30.
Masuk terakhir pukul 16:00.
Tiket gabungan dijual hingga pukul 15:30.
Etika saat beribadah
Dalam etika kuil Shinto, pengunjung dianjurkan berjalan di sisi jalur pendekatan dan menghindari bagian tengah.
Bersihkan tangan dan mulut di temizuya (tempat pensucian) sebelum beribadah.
Saran barang yang perlu dibawa
- Sepatu yang nyaman dipakai berjalan (karena kompleks kuil cukup luas)
- Kamera (untuk memotret alam dan arsitektur tradisional)
- Uang receh (praktis saat membeli omamori (jimat) atau ema (papan doa))
Ringkasan
Atsuta Jingū adalah salah satu power spot terbaik di Nagoya untuk merasakan sejarah dan budaya Jepang.
Mulai dari bangunan kuil yang berkaitan dengan Tiga Regalia Suci, apresiasi pedang di Kusanagi-kan, hingga kawasan kuil yang dikelilingi alam indah, tempat ini punya banyak daya tarik.
Saat wisata di Nagoya, pastikan untuk mampir ke sini!
Nikmati pengalaman istimewa di Atsuta Jingū, tempat tradisi dan alam menyatu dengan indah!