Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Shogatsu: Tradisi Tahun Baru Jepang untuk Wisatawan

Shogatsu: Tradisi Tahun Baru Jepang untuk Wisatawan

Simak asal-usul Shogatsu, tradisi hatsumode dan osechi, serta tips soal toko dan suasana liburan. Panduan ini cocok untuk wisatawan di Jepang.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Utama

Shogatsu adalah perayaan Tahun Baru Jepang untuk menyambut Toshigami-sama (dewa tahun) dan mendoakan keselamatan tahun baru, dengan budaya khas seperti hatsumode (kunjungan ibadah pertama tahun ini), osechi (hidangan Tahun Baru), dan kadomatsu (hiasan Tahun Baru dari pinus dan bambu)

Acara Khas

Hatsumode (kunjungan pertama ke kuil atau pura), Joya no Kane (lonceng malam tahun baru yang dibunyikan 108 kali), kakizome (kaligrafi awal tahun), serta permainan Tahun Baru seperti hanetsuki dan bermain layang-layang

Waktu dan Durasi

Berpusat pada sanganichi (1–3 Januari), dan ada pula pandangan bahwa masa Shogatsu mencakup hingga matsu no uchi (hingga 7 atau 15 Januari tergantung daerah)

Budaya Kuliner Tahun Baru

Osechi adalah hidangan kotak bersusun berisi makanan pembawa keberuntungan; zoni memiliki variasi besar antardaerah seperti mochi kotak dengan kuah bening di Kanto dan mochi bulat dengan kuah miso putih di Kansai

Jam Operasional Toko

Banyak toko tutup atau mempersingkat jam buka terutama di sekitar Hari Tahun Baru, namun di sisi lain ada pusat perbelanjaan yang ramai dengan hatsu-uri (obral perdana) dan fukubukuro (kantong keberuntungan)

Etika Dasar Bersembahyang

Di kuil Shinto dasarnya adalah nihai-nihakushu-ichihai (dua kali membungkuk, dua kali tepuk tangan, satu kali membungkuk), sedangkan di kuil Buddha cukup mengatupkan tangan dengan tenang; ikuti arus sekitar dan bersikaplah dengan tenang

Makna Dekorasi

Kadomatsu berfungsi sebagai penanda untuk menyambut Toshigami-sama, sedangkan shimekazari berperan menunjukkan bahwa tempat tersebut telah disucikan

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Apa Itu Shōgatsu? Asal Usul Perayaan Tahun Baru di Jepang

Shōgatsu (Tahun Baru) adalah tradisi penting di Jepang untuk merayakan awal tahun yang baru.

Saat ini dikenal sebagai musim yang dihabiskan bersama keluarga, tetapi awalnya Shōgatsu adalah tradisi menyambut Toshigami-sama (dewa tahun baru) dan mendoakan keselamatan serta hasil panen yang baik sepanjang tahun.

Tradisi Tahun Baru Menyambut Toshigami-sama

Sejak dahulu, masyarakat Jepang menghargai pergantian tahun sebagai momen istimewa.

Pemikiran tersebut berpadu dengan kepercayaan dan kebiasaan hidup, membentuk budaya Shōgatsu.

Periode Shōgatsu umumnya merujuk pada Gantan (1 Januari) hingga Sanganichi (3 Januari), namun ada juga pandangan yang memasukkan Matsu no Uchi (hingga 7 Januari atau 15 Januari tergantung daerah) sebagai bagian dari Shōgatsu.

Dekorasi dan Makanan Juga Memiliki Makna

Kadomatsu dan shimenawa (hiasan jerami suci) dikenal sebagai penanda untuk menyambut Toshigami-sama.

Kadomatsu adalah hiasan yang terbuat dari susunan pinus dan bambu, diyakini sebagai penunjuk jalan bagi Toshigami-sama untuk menemukan rumah.

Shimenawa berperan sebagai tanda bahwa tempat tersebut telah disucikan.

Osechi (hidangan tahun baru) dan mochi (kue beras) juga mengandung makna merayakan tahun baru dan mendoakan tahun yang baik.

Hal yang Sering Dilihat pada Acara Tahun Baru di Jepang

Shōgatsu tidak hanya berisi acara untuk wisatawan, tetapi banyak tradisi yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana tahun baru khas Jepang, ini adalah periode yang memungkinkan Anda melihat budaya secara dekat.

Hatsumōde (Kunjungan Pertama ke Kuil)

Hatsumōde adalah tradisi mengunjungi kuil Shinto atau kuil Buddha untuk berdoa di awal tahun baru.

Ini adalah acara paling khas Shōgatsu, di mana banyak orang mendoakan kesehatan dan ketenangan selama setahun.

Dari Gantan hingga Sanganichi adalah waktu paling ramai, namun umumnya kunjungan selama Matsu no Uchi masih dianggap sebagai hatsumōde.

Kuil-kuil terkenal bisa sangat ramai pengunjung, jadi sebaiknya berangkat dengan waktu yang longgar.

Joya no Kane (Lonceng Malam Tahun Baru)

Joya no Kane adalah lonceng yang dibunyikan di kuil Buddha pada larut malam tanggal 31 Desember (Ōmisoka).

Lonceng ini dibunyikan 108 kali sesuai jumlah bonnō (nafsu duniawi) menurut tradisi, dan merupakan kebiasaan khas Jepang untuk menyambut pergantian tahun dengan khidmat.

Ada juga kuil yang memperbolehkan pengunjung membunyikan lonceng, menjadikannya pengalaman berkesan bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang pada akhir tahun hingga awal tahun baru.

Kakizome (Kaligrafi Pertama Tahun Baru)

Kakizome adalah tradisi menulis karakter dengan kuas untuk pertama kalinya di tahun baru.

Biasanya yang ditulis adalah resolusi atau kata-kata favorit, dan ini merupakan salah satu tradisi khas tahun baru Jepang.

Sering dilakukan di awal tahun baru, dan dinikmati sebagai "kotohajime" — tradisi memulai sesuatu untuk pertama kali di tahun baru.

Permainan Khas Tahun Baru

Hanetsuki (bulu tangkis tradisional), tako-age (bermain layang-layang), karuta (permainan kartu), dan fukuwarai (permainan wajah lucu) dikenal sebagai permainan yang menjadi simbol Shōgatsu.

Meskipun cara merayakan berbeda-beda di setiap keluarga, nuansa musim tetap tersampaikan melalui permainan-permainan ini.

Etika Dasar yang Perlu Diketahui saat Hatsumōde

Saat hatsumōde, yang terpenting bukan menghafal setiap aturan dengan sempurna, melainkan mengikuti arus sekitar dan bertindak dengan tenang.

Bahkan jika ini pertama kalinya, mengetahui dasar-dasarnya akan membuat Anda bisa berdoa dengan nyaman.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Berdoa

  • Jangan menghalangi arus orang di jalan menuju kuil
  • Jangan berbicara keras terus-menerus
  • Ikuti papan petunjuk dan instruksi petugas

Tata Cara Berdoa Berbeda di Kuil Shinto dan Kuil Buddha

Di kuil Shinto, tata cara umum adalah "nihai nihakushu ichihai" (dua kali membungkuk, dua kali tepuk tangan, satu kali membungkuk).

Di kuil Buddha, tidak menepuk tangan, tetapi cukup merapatkan kedua telapak tangan (gasshō) dengan tenang.

Namun, jangan khawatir meskipun Anda tidak yakin dengan tata caranya.

Cukup perhatikan gerakan orang di sekitar sebagai referensi, dan berdoa dengan tenang sambil merapatkan tangan — itu sudah cukup.

Perhatikan saat Memotret

Boleh atau tidaknya memotret berbeda-beda tergantung lokasi.

Di dekat orang yang sedang berdoa atau di tempat ramai, utamakan memperhatikan sekitar agar semua merasa nyaman.

Bagaimana Jam Buka Toko saat Shōgatsu di Jepang?

Hal yang perlu diperhatikan saat berwisata pada periode Shōgatsu adalah jam operasional toko dan fasilitas.

Pada periode ini, bergerak dengan asumsi seperti hari biasa bisa membuat rencana Anda meleset.

Banyak Toko Tutup atau Beroperasi Lebih Singkat

Pada Shōgatsu, toko-toko kecil, restoran, dan fasilitas wisata mungkin tutup atau beroperasi dengan jam lebih singkat.

Department store dan pusat perbelanjaan juga mungkin memiliki jadwal operasional berbeda dari biasanya.

Terutama di sekitar Gantan, penutupan atau perubahan jam sering terjadi, dan tergantung jenis tokonya, pilihan bisa terbatas.

Hatsuuri (Penjualan Pertama Tahun Baru) Juga Diadakan

Di sisi lain, pusat perbelanjaan sering mengadakan hatsuuri (penjualan pertama tahun baru) yang menjadi pembicaraan.

Fukubukuro (tas keberuntungan) berisi paket produk dengan harga spesial juga banyak dijual, dan beberapa toko bahkan memiliki antrian panjang.

Jika Anda ingin berbelanja, pastikan untuk memeriksa tanggal dan jam buka setiap fasilitas terlebih dahulu.

Tips Penting bagi Wisatawan

  • Periksa informasi resmi toko atau fasilitas yang ingin dikunjungi sebelumnya
  • Jangan hanya menyiapkan satu pilihan tempat makan
  • Periksa lebih awal toko-toko yang bisa disinggahi sebelum dan sesudah perjalanan

Pada Shōgatsu, ritme kota sedikit berbeda dari biasanya.

Nikmati perubahan itu sebagai bagian dari suasana musiman, dan susunlah rencana yang fleksibel agar perjalanan lebih lancar.

Cara Umum Merayakan Shōgatsu di Jepang

Cara merayakan Shōgatsu berbeda-beda di setiap keluarga, namun ada alur umum yang sering terlihat.

Mengetahui kebiasaan umum ini akan memudahkan Anda memahami suasana kota dan perilaku orang-orang.

Menyambut Tahun Baru dengan Tenang Bersama Keluarga

Shōgatsu adalah periode di mana keluarga sering berkumpul untuk makan bersama atau bersantai di rumah.

Banyak orang yang menghargai perasaan menyambut tahun baru dengan tenang.

Menikmati Osechi dan Zōni

Di meja makan Shōgatsu, osechi dan zōni (sup mochi) sering muncul.

Osechi adalah hidangan yang ditata dalam kotak berlapis (jūbako), di mana setiap item memiliki makna keberuntungan, seperti kuromame (kacang hitam, agar hidup rajin), kazunoko (telur ikan herring, untuk keturunan), dan tazukuri (ikan teri kecil, untuk panen yang baik).

Zōni adalah sup berisi mochi, yang rasa dan isiannya sangat berbeda tergantung daerah.

Di Kanto umumnya mochi kotak dalam kuah bening, di Kansai mochi bulat dalam kuah miso putih, dan masih banyak variasi lainnya — hidangan ini memungkinkan Anda merasakan keanekaragaman budaya kuliner di Jepang.

Tradisi Memberikan Otoshidama

Otoshidama adalah kebiasaan yang dikenal luas di mana orang dewasa memberikan uang dalam amplop kepada anak-anak saat Shōgatsu.

Biasanya dimasukkan ke dalam amplop kecil (pochi-bukuro) dan diberikan secara langsung, menjadi pemandangan khas tahun baru saat keluarga dan kerabat berkumpul.

Saling Mengucapkan Salam Tahun Baru

"Akemashite omedetō gozaimasu" adalah salam khas Shōgatsu.

Jika Anda mendengarnya di toko, penginapan, atau acara lokal, Anda akan merasakan suasana tahun baru Jepang lebih dekat.

Wisatawan yang menggunakan salam ini terkadang disambut dengan gembira, jadi ada baiknya untuk mengingatnya.

Kesimpulan: Memahami Asal Usul & Cara Merayakan Shōgatsu

Shōgatsu adalah tradisi musiman penting di Jepang untuk menyambut Toshigami-sama dan mendoakan keselamatan serta kebahagiaan di tahun baru.

Dengan mengetahui asal usulnya, makna di balik tradisi seperti hatsumōde, osechi, dekorasi, kakizome, dan otoshidama menjadi lebih mudah dipahami.

Selain itu, jam operasional toko pada Shōgatsu bisa berbeda dari biasanya, dan seluruh kota memiliki suasana yang sedikit istimewa.

Memahami cara umum merayakannya akan membantu Anda menikmati budaya tahun baru Jepang dengan lebih alami saat berwisata.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Shogatsu adalah perayaan tahunan Jepang untuk menyambut Toshigami-sama (dewa tahun baru) dan berdoa. Tradisi ini diwariskan sebagai kebiasaan mendoakan keselamatan dan kemakmuran di tahun yang baru, dan umumnya merujuk pada periode dari Gantan (1 Januari) hingga Sanganichi (tiga hari pertama). Karena beberapa daerah menganggap masa Shogatsu berlangsung hingga Matsu no Uchi, waktu berakhirnya dekorasi dan acara bisa berbeda, dan hal ini berguna untuk diketahui.
A. Osechi ryori adalah hidangan perayaan tradisional yang disantap saat Tahun Baru dan disusun dalam kotak berlapis (jubako), di mana setiap menu memiliki makna keberuntungan. Kacang hitam (kuromame) melambangkan "bekerja tekun", kazunoko (telur ikan haring/nishin) melambangkan keberlangsungan keturunan, dan udang melambangkan umur panjang hingga punggung membungkuk. Bahan-bahan yang digunakan berbeda di setiap daerah seperti Hokkaido dan Kyushu, sehingga menikmati osechi di hotel atau ryokan saat bepergian menjadi kesempatan untuk menemukan cita rasa khas setiap daerah.
A. Kadomatsu adalah penanda untuk menyambut Toshigami-sama, sedangkan shimekazari adalah hiasan Tahun Baru yang menandai tempat yang telah disucikan. Pohon pinus dan bambu mengandung harapan akan vitalitas dan kemakmuran, dan dipasang di depan pintu sebagai persiapan menyambut tahun baru. Waktu pemasangannya bervariasi antar daerah, tetapi banyak keluarga memilih tanggal 28 yang dianggap membawa keberuntungan (karena angka 8 berarti "melebar/berkembang"), dan ada juga kebiasaan menghindari tanggal 29 atau 31.
A. Di kuil Shinto, tata cara umum adalah「二拝二拍手一拝」(dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, lalu satu kali membungkuk). Di kuil Buddha, dasarnya adalah合掌(mengatupkan kedua tangan dengan tenang) tanpa bertepuk tangan. Namun, tidak perlu khawatir jika Anda belum yakin dengan tata caranya. Cukup mengamati pengunjung lain dan mengatupkan tangan dengan khidmat sudah cukup diterima.
A. Terutama di sekitar Gantan (1 Januari), banyak toko perorangan, restoran, dan fasilitas wisata yang tutup atau mempersingkat jam operasional. Minimarket hampir selalu buka seperti biasa, tetapi department store dan supermarket cenderung tutup pada 1–2 Januari. Restoran jaringan besar kadang tetap buka, namun restoran terkenal milik perorangan sering tutup selama Sanganichi, jadi sebaiknya persiapkan bahwa pilihan makan bisa terbatas.
A. Joya no Kane adalah lonceng yang dibunyikan di kuil Buddha pada malam hari raya Omisoka (31 Desember), dengan tradisi membunyikannya sebanyak 108 kali sesuai jumlah bonno (nafsu duniawi) manusia. Ada kuil di seluruh Jepang yang memperbolehkan pengunjung membunyikan lonceng, baik dengan tiket bernomor maupun berdasarkan urutan kedatangan. Karena Anda akan menunggu lama di luar ruangan pada larut malam, pastikan untuk mempersiapkan pakaian hangat yang memadai.
A. Obral awal tahun (hatsu-uri) di pusat perbelanjaan umumnya dimulai tanggal 2 Januari, dan sebagian ada yang sudah buka pada Gantan. Fukubukuro (tas keberuntungan) adalah paket berisi berbagai produk yang isinya tidak terlihat dari luar, dengan harga yang lebih murah dari biasanya sebagai daya tarik utamanya. Fukubukuro dari merek populer bisa membuat antrean panjang sebelum toko buka, sehingga memanfaatkan toko yang menerima reservasi online terlebih dahulu adalah cara pembelian yang lebih efisien.
A. Ozoni adalah sup Tahun Baru dengan mochi (kue beras) sebagai bahan utama, di mana bumbu dan isian bervariasi besar tergantung daerah. Di Kanto, sup bening dengan mochi persegi adalah yang representatif, sedangkan di Kansai biasanya menggunakan mochi bulat dengan kuah miso putih. Di Prefektur Kagawa bahkan ada ozoni dengan mochi berisi anko (pasta kacang merah), dan ada penggemar yang melakukan perjalanan khusus untuk mencicipi berbagai versi. Beberapa hotel juga menyajikan beberapa jenis ozoni dalam bufet Tahun Baru mereka.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.