Apa Itu Hashigui-iwa?
Hashigui-iwa (formasi batu karang) adalah lanskap alam unik yang terletak di Kushimoto, Prefektur Wakayama.
Sepanjang sekitar 850 meter, sekitar 40 batu raksasa besar dan kecil yang berbaris lurus dari dalam laut memikat pengunjung dengan bentuk dan susunannya yang misterius.
Hashigui-iwa ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Nasional dan Monumen Alam, serta termasuk dalam Yoshino-Kumano National Park.
Karena bentuknya, tempat ini juga terkenal dengan legenda bahwa Kōbō Daishi dan Amanojaku pernah membangun jembatan di sini.
Ekspresinya berubah sesuai pasang surut laut dan waktu kunjungan, dan tempat ini juga dikenal sebagai spot terbaik untuk melihat matahari terbit di Wakayama.

Hal yang Wajib Dilihat di Hashigui-iwa
1. Deretan batu lurus yang diciptakan alam
Hashigui-iwa diyakini terbentuk akibat aktivitas vulkanik sekitar 15 juta tahun lalu.
Magma yang naik dari bawah tanah menyusup di sepanjang retakan lapisan tanah lalu mendingin dan mengeras, kemudian bagian sekitarnya terkikis oleh ombak sehingga menyisakan batuan keras berbentuk urat batu.
Tempat ini juga mendapat perhatian sebagai salah satu geosite di Nanki Kumano Geopark.
2. Panorama indah yang bersinar saat matahari terbit
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat matahari terbit.
Momen ketika siluet batu berpadu dengan langit fajar dan laut mampu membuat siapa pun terpesona.
Pada pagi hari yang cerah, banyak fotografer datang untuk mengabadikan keindahannya.
Dari musim gugur hingga musim dingin, udara yang lebih jernih membuat kontras sinar matahari pagi terlihat semakin dramatis.
3. “Laut yang bisa dijelajahi” saat air surut
Saat air surut, laut akan mundur dan Anda bisa berjalan di antara batu-batu untuk menjelajah.
Tergantung ketinggian pasang surut, terkadang Anda juga bisa berjalan hingga Bentenjima yang berada di tengah deretan batu.
Sebelum berkunjung, cek tabel pasang surut dan datanglah pada waktu air surut untuk pengalaman terbaik.
4. Legenda Kōbō Daishi dan Amanojaku
Hashigui-iwa memiliki legenda yang diwariskan tentang Kōbō Daishi (Kūkai) dan Amanojaku.
Kōbō Daishi dikisahkan berusaha membangun jembatan dari Kushimoto ke Ōshima di lepas pantai dan ingin menyelesaikannya dalam semalam.
Namun, ketika Amanojaku merasa akan kalah dalam taruhan, ia menirukan suara ayam berkokok, sehingga Kōbō Daishi mengira pagi telah tiba dan menghentikan pekerjaannya.
5. Tempat wisata di sekitar Hashigui-iwa
Di dekat Hashigui-iwa terdapat berbagai tempat wisata alam dan budaya lain, seperti Kushimoto Marine Park dan Shionomisaki, titik paling selatan Pulau Honshū.
Di “Michi-no-Eki Kushimoto Hashigui-iwa” (rest area jalan) yang berada tepat di sebelahnya, Anda dapat menikmati produk khas lokal dan makanan ringan.
Anda bisa menikmati wisata Kushimoto yang lengkap sepanjang hari.

Cara Menikmati Hashigui-iwa di Setiap Musim
- Musim semi (Maret–Mei): Periode dengan cuaca tenang dan jumlah wisatawan yang relatif sedikit, sehingga cocok untuk menikmati suasana dengan santai.
- Musim panas (Juni–Agustus): Langit biru dan laut bening terlihat sangat indah, dan Anda juga bisa menikmati berenang di Pantai Hashigui yang berdekatan.
- Musim gugur (September–November): Udara jernih membuat matahari terbit dan senja terlihat semakin vivid.
- Musim dingin (Desember–Februari): Di tengah dinginnya pagi hari, Anda bisa menikmati matahari terbit yang sunyi dan terasa sangat magis.

Informasi Akses
Alamat
Kujinokawa, Kushimoto-chō, Distrik Higashimuro, Prefektur Wakayama
Cara menuju
- Kereta
- Berjalan kaki sekitar 20 menit dari Stasiun Kushimoto di JR Kinokuni Line.
- Mobil
- Dapat diakses dari IC di Jalan Tol Kisei melalui Rute Nasional 42.
Tempat parkir
Di “Michi-no-Eki Kushimoto Hashigui-iwa” yang berada tepat di dekat Hashigui-iwa tersedia tempat parkir gratis, sehingga akses dengan mobil sangat nyaman.

Cara Terbaik Menikmati Hashigui-iwa
1. Kunjungan pagi untuk melihat matahari terbit
Jika ingin mendapatkan foto terbaik Hashigui-iwa, datanglah pada pagi hari.
Nikmati kontras indah antara batu, laut, dan langit saat matahari terbit.
Hashigui-iwa dapat diakses 24 jam dan tidak dikenakan biaya masuk.
2. Menjelajah bebatuan saat air surut
Jika datang sesuai waktu surut, Anda bisa mendapatkan pengalaman istimewa berjalan di antara batu-batu.
Jangan lupa mengecek tabel pasang surut sebelum berkunjung.
3. Menikmati kuliner lokal
Kushimoto adalah kota paling selatan di Honshū dan terkenal dengan hasil laut segarnya.
Setelah berwisata, Anda juga disarankan mencicipi masakan lokal di restoran sekitar, seperti hon-maguro (tuna sirip biru), katsuo (cakalang), dan kuenabe (hot pot ikan kerapu) khas Kushimoto.
Info Praktis untuk Wisatawan
Jam kunjungan dan biaya
- Jam kunjungan: 24 jam (tanpa penerangan).
- Biaya masuk: Gratis.
- Michi-no-Eki Kushimoto Hashigui-iwa: April–September 9:00–18:00, Oktober–Maret 9:00–17:00. Toilet dapat digunakan 24 jam.
Barang bawaan dan pakaian
- Sepatu anti-selip: Bebatuan saat air surut bisa licin karena rumput laut, sehingga sepatu dengan grip yang baik sangat direkomendasikan.
- Pakaian hangat: Untuk kunjungan pagi melihat matahari terbit, terutama pada musim dingin, perlindungan dari udara dingin sangat diperlukan.
- Kamera: Jangan lupa membawa kamera atau smartphone untuk merekam panorama indah.
Catatan penting
- Utamakan keselamatan: Bebatuan saat air surut licin, jadi berjalanlah dengan hati-hati.
- Perhatikan perubahan pasang surut: Saat air berganti dari surut ke pasang, laut bisa naik dengan cepat, jadi cek tabel pasang surut dan kembali lebih awal dengan aman.
- Jaga lingkungan: Pastikan membawa pulang sampah dan ikut menjaga keindahan lanskap alam ini.