Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Kuil Hirakiki | Paviliun Merah & Kotak Sisir Maki-e

Panduan Kuil Hirakiki | Paviliun Merah & Kotak Sisir Maki-e
Kuil Hirakiki di kaki utara Gunung Kaimon adalah ichinomiya Satsuma. Lihat paviliun merah, kotak sisir maki-e, tari sakral, akses, pusaka, dan etiket.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Kuil Hirakiki

Kuil Hirakiki, ichinomiya Satsuma, berdiri di kaki utara Gunung Kaimon dan dikenal dengan bangunan kuil berwarna merah terang serta kepercayaan akan keselamatan perjalanan dan pelayaran.

Dibaca Hirakiki Jinja

Nama 枚聞神社 dibaca “Hirakiki Jinja”. Kuil di kaki Gunung Kaimon ini telah lama menjadi tempat pemujaan.

Dewa yang Dipuja dan Kepercayaan

Kuil ini memuja sembilan dewa yang dipimpin Ōhirume no Muchi no Mikoto, dan sejak lama dipercaya sebagai pelindung keselamatan perjalanan, pelayaran, serta industri perikanan.

Bangunan Utama sebagai Warisan Budaya Prefektur

Bangunan utama berwarna merah terang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Prefektur Kagoshima, dengan kontras warna yang mengesankan terhadap pepohonan di sekitarnya.

Pameran Kotak Perlengkapan Maki-e Bermotif Pinus dan Prem

Kotak perlengkapan maki-e bermotif pinus dan prem di ruang harta merupakan Warisan Budaya Penting Nasional dan dipamerkan dua kali setahun, sekitar Januari dan Mei, masing-masing selama sekitar 1 bulan.

Akses dari Stasiun Kaimon

Kuil ini berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kaimon dan memiliki parkir gratis untuk 50 kendaraan.

Pertunjukan Tarian Sakral

Tarian sakral Kuil Hirakiki dipertunjukkan pada festival malam sebelum acara dan festival agung tahunan, serta dapat disaksikan sebagai bagian dari perayaan setempat.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kagoshima

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Kuil Hirakiki Jinja dibaca “Hirakiki Jinja” dan telah lama menjadi tempat pemujaan di kaki utara Gunung Kaimondake.

Dengan memahami bukan hanya bangunan kuil berwarna merah terang, tetapi juga sejarahnya sebagai Satsuma Ichinomiya, kepercayaan untuk memohon keselamatan transportasi dan pelayaran, serta benda kerajinan yang diwariskan, Anda dapat memandang kompleks kuil dengan pemahaman yang lebih dalam.

Tanggal pameran harta, upacara, dan penerimaan permohonan doa dapat berubah. Jika Anda memiliki tujuan tertentu, pastikan terlebih dahulu kepada pihak kuil atau melalui informasi setempat.

Apa itu Hirakiki Jinja? Satsuma Ichinomiya di kaki Gunung Kaimondake

Hirakiki Jinja berada di Kaimon Jitchō, Kota Ibusuki, di lokasi yang menghadap Gunung Kaimondake di belakangnya.

Saat berkunjung, jangan hanya melihat bangunannya sebagai objek wisata. Ingatlah bahwa ini adalah tempat kepercayaan yang telah menjadi ruang berdoa bagi masyarakat setempat selama bergenerasi.

Dibaca “Hirakiki Jinja”

Jangan membaca karakter kanjinya sebagai “Maikiki” atau cara lain; bacaan yang benar adalah “Hirakiki”.

Ketika mencari panduan transit atau peta, memakai nama berhuruf kanji beserta cara bacanya akan membantu mencegah kekeliruan dengan tempat yang namanya mirip.

Jika bertanya arah, menyebut “Hirakiki Jinja” akan lebih mudah dipahami.

Kepercayaan yang diwariskan sebagai Satsuma Ichinomiya

Hirakiki Jinja dikenal sebagai Satsuma Ichinomiya dan juga pernah dihormati oleh para penguasa domain Shimazu.

Ichinomiya adalah sebutan bagi kuil yang dianggap sangat penting dalam suatu provinsi lama Jepang.

Jangan hanya mengingat nama peringkat kuilnya; pandanglah kompleks ini sebagai tempat doa yang menopang sejarah daerah dan titik penting transportasi.

Memahami dewa yang dipuja dan kepercayaan akan keselamatan transportasi serta pelayaran

Kuil ini memuja 9 dewa, termasuk Ōhirume no Muchi no Mikoto.

Asosiasi Pariwisata Kota Ibusuki menjelaskan bahwa kuil ini telah lama dipercaya sebagai tempat memohon keselamatan transportasi dan pelayaran serta perlindungan bagi perikanan.

Latar belakang kepercayaan Hal yang perlu diingat saat berdoa Kaitan dengan perjalanan masa kini
Keselamatan transportasi Memohon perjalanan tanpa hambatan Perjalanan dengan mobil dan kereta
Keselamatan pelayaran Menghormati berkah laut Perjalanan kapal dan wisata pesisir
Perlindungan perikanan Bersyukur atas mata pencaharian Mengenal budaya daerah

Berdoa dengan tenang untuk keselamatan perjalanan

Adanya kepercayaan akan keselamatan transportasi bukan berarti hanya ada satu cara berdoa yang benar.

Di depan aula pemujaan, rapikan sikap dan ungkapkan dengan kata-kata Anda sendiri rasa syukur karena telah tiba dengan selamat serta harapan akan perjalanan berikutnya yang aman.

Jika menginginkan doa resmi atau benda berkah, tanyakan kepada kuil mengenai jam penerimaan dan cara mendaftar.

Merenungkan sejarah Ibusuki yang dikelilingi laut dan gunung

Lokasinya di kaki Gunung Kaimondake dan dekat laut Satsuma bagian selatan membuat gunung dan laut terasa sama-sama dekat.

Dengan membayangkan kehidupan orang-orang yang berdoa untuk keselamatan pelayaran dan perikanan, Anda akan melihat sejarah daerah yang tidak terbatas pada sebuah tempat wisata.

Pahami legenda dan riwayat berdasarkan penjelasan di lokasi, dan jangan mencampurkan kisah dengan dasar yang berbeda seolah-olah merupakan satu fakta.

Baca nama dewa dengan merujuk pada penjelasan

Nama dewa memuat kanji dan bacaan yang tidak digunakan sehari-hari, jadi Anda tidak perlu memaksakan diri menghafalnya; periksalah pada papan informasi atau penjelasan kuil.

Jika ingin memahami latar belakang pemujaan banyak dewa, utamakan catatan sejarah di kompleks dan penjelasan resmi kuil.

Jangan membandingkan dewa berdasarkan peringkat populer atau anggapan tentang kekuatan khasiat; hormatilah sejarah kepercayaannya.

Amati detail bangunan merah terang dan kehijauan di sekitarnya

Bangunan Hirakiki Jinja yang berwarna merah terang memberi kesan kuat karena kontras warnanya dengan pepohonan di sekitar.

Setelah melihat keseluruhannya dari depan, arahkan pandangan ke atap, struktur penyangga, dan pintu dalam area yang diizinkan agar Anda dapat mengamati ciri arsitektur dengan tenang.

Honden adalah properti budaya yang ditetapkan Prefektur Kagoshima

Honden ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting oleh Prefektur Kagoshima.

Properti budaya bukan sekadar latar untuk berfoto, melainkan bangunan yang telah dilindungi melewati waktu yang panjang.

Jangan melewati pagar atau batas larangan masuk, dan jangan menyentuh tiang, pintu, maupun ukiran.

Amati warna merah dan hijau pepohonan dari kejauhan

Daripada terlalu dekat dengan bangunan, melihat dari jalan masuk atau dari posisi yang agak jauh di dalam kompleks akan membantu memahami tata letak bangunan kuil dan hubungannya dengan hutan.

Pada hari hujan, warna merah terlihat lebih tenang, tetapi batu dan tanah menjadi licin; utamakan pijakan kaki daripada mengambil foto.

Saat sinar matahari terik, hindari jalur pergerakan pengunjung lain dan selesaikan pemotretan dalam waktu singkat.

Persiapan melihat Shōbai Makie Kushige dan ruang harta

Shōbai Makie Kushige yang disimpan di ruang harta adalah benda kerajinan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional Jepang.

Benda tersebut tidak selalu dapat dilihat. Jika Anda berkunjung khusus untuk pamerannya, tanyakan jadwal dan ketentuan kunjungan terlebih dahulu.

Hal yang perlu dikonfirmasi Alasan Tindakan
Tanggal pameran Periode terbatas Konfirmasi melalui telepon
Lokasi penerimaan Dapat berbeda dari area kuil Lihat petunjuk di lokasi
Izin mengambil foto Konservasi diprioritaskan Ikuti arahan petugas
Cara berkunjung Dapat berubah Baca informasi terbaru

Benda kerajinan yang disebut “kotak yang tidak dibuka”

Shōbai Makie Kushige juga disebut Tamatebako atau “Akezu no Hako”, yang berarti “kotak yang tidak dibuka”.

Jangan hanya terpaku pada kisah di balik namanya; amati motif pernis maki-e, fungsi kotak, dan latar pewarisannya bersama penjelasan yang tersedia.

Jangan menyentuh kotak pajangan atau memakai lampu kilat tanpa izin di ruangan gelap.

Tanyakan periode pameran setiap tahun

Shōbai Makie Kushige dipamerkan sekitar Januari dan Mei, 2 kali setahun, masing-masing selama kira-kira 1 bulan.

Kata “sekitar” tidak menunjukkan jadwal tetap, jadi pastikan sebelumnya tanggal mulai berikutnya dan hari penutupan sementara.

Sebelum datang dari tempat jauh, hubungi kuil untuk memastikan ada tidaknya pameran, lokasi penerimaan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung.

Lihat harta lain sesuai penjelasannya

Kuil ini juga mewarisi plakat yang berasal dari Ryukyu dan dokumen lama yang berkaitan dengan keluarga Shimazu.

Tidak semuanya selalu dipamerkan bersamaan, jadi jangan memasuki area penyimpanan untuk mencari benda yang tidak sedang ditampilkan.

Pandanglah pergantian pajangan dan pembatasan konservasi sebagai bagian dari upaya melindungi properti budaya.

Urutan berkunjung dan etika mengambil foto

Di dalam kompleks, berjalanlah dengan menghindari bagian tengah jalur masuk. Jika tempat penyucian dapat digunakan, sucikan diri sebelum menuju aula pemujaan.

Jika ragu tentang tata cara, jangan terburu-buru meniru orang lain; bacalah papan petunjuk dan utamakan membungkuk dengan tenang.

Berjalan dengan tenang dari gerbang torii menuju aula pemujaan

Umumnya pengunjung membungkuk di depan torii, lalu ketika keluar setelah selesai berkunjung, berbalik menghadap kompleks dan membungkuk sekali lagi.

Saat upacara atau doa berlangsung, jangan menyeberangi antrean dan utamakan arahan pendeta Shinto serta peserta setempat.

Hindari makan, minum, dan bersuara keras, serta jangan menggunakan kompleks seperti tempat bermain di taman.

Jangan memasukkan pengunjung lain ke dalam foto di depan aula pemujaan

Ketika memotret bangunan kuil, jangan mendekati bagian depan atau belakang orang yang sedang berdoa, dan pilih sudut yang tidak menangkap wajah mereka.

Bagian dalam honden, perlengkapan ritual, dan ruang harta mungkin tidak boleh difoto. Patuhi tanda larangan dan petunjuk petugas.

Jangan menghalangi jalan dengan tripod; jika memotret lama, pindahlah ke lokasi yang tidak ramai.

Akses dari Stasiun Kaimon dan panduan berjalan kaki

Hirakiki Jinja berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kaimon dan memiliki area parkir gratis untuk 50 mobil.

Waktu tempuh hanya perkiraan, jadi sisihkan waktu lebih untuk barang bawaan, cuaca, menyeberang jalan, dan menunggu kereta.

Periksa jadwal kereta terlebih dahulu

Jalur lokal memiliki waktu-waktu dengan jarak antarkereta yang panjang, jadi periksa jadwal operator transportasi untuk perjalanan pulang dan bukan hanya keberangkatan.

Jika berjalan dari stasiun, perhatikan ada tidaknya trotoar dan pergerakan kendaraan; jangan memaksakan diri pada malam hari atau saat cuaca buruk.

Untuk mengantisipasi bila Anda berada di kompleks lebih lama dari rencana, pikirkan juga kereta berikutnya dan cara menggunakan taksi.

Parkirkan kendaraan di tempat yang ditentukan

Walaupun tersedia area parkir, cara penggunaannya dapat berubah pada hari upacara atau acara.

Jangan parkir di depan torii atau di jalan permukiman sekitar; jika penuh, ikuti arahan di lokasi.

Setelah selesai berkunjung, pastikan tidak ada pejalan kaki atau pesepeda sebelum keluar perlahan.

Pastikan informasi tentang festival tahunan dan tarian kagura

Tarian Hirakiki Jinja Kagura dipertunjukkan kepada umum pada festival malam sebelumnya dan festival akbar tahunan.

Tanggal, waktu, dan susunan pertunjukan dapat berubah, jadi jangan menentukan tanggal perjalanan hanya berdasarkan informasi tahun lalu.

Saat persembahan berlangsung, jangan menyela ke bagian depan dan saksikan dengan hormat sebagai perayaan masyarakat setempat.

Rangkuman: Jelajahi Hirakiki Jinja dengan menghormati sejarah dan doa

Di Hirakiki Jinja, Anda dapat memahami dalam satu alur sejarahnya sebagai Satsuma Ichinomiya, bangunan merah terang, serta kepercayaan untuk memohon keselamatan transportasi dan pelayaran.

Jika ingin melihat harta seperti Shōbai Makie Kushige, tanyakan tanggal pamerannya, dan di dalam kompleks utamakan orang yang beribadah serta properti budaya.

Periksa jadwal kereta dari Stasiun Kaimon dan informasi penyelenggaraan upacara, lalu hargai kunjungan yang tenang sebagai bagian dari perjalanan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kuil Hirakiki, yang dalam bahasa Jepang dibaca “Hirakiki Jinja”, terletak di kaki utara Gunung Kaimondake dan merupakan ichinomiya Provinsi Satsuma. Bangunan kuil berwarna merah terang tampak menonjol di tengah kehijauan, dan tempat ini telah lama dihormati untuk memohon keselamatan perjalanan darat dan pelayaran. Kunjungan akan lebih bermakna jika Anda mengingat bahwa tempat ini bukan sekadar objek wisata untuk melihat bangunan kuil, melainkan tempat warga setempat berdoa dari generasi ke generasi.
A. Kuil Hirakiki memuja sembilan dewa, termasuk Ōhirume-no-Muchi-no-Mikoto, dan telah lama dipercaya untuk keselamatan perjalanan dan pelayaran serta perlindungan bagi kegiatan perikanan. Di depan aula pemujaan, tenangkan diri lalu sampaikan dengan kata-kata sendiri rasa syukur karena telah tiba dengan selamat dan doa untuk keselamatan dalam perjalanan. Jika menginginkan doa resmi, periksa terlebih dahulu jam penerimaan dan cara pengajuannya.
A. “枚聞” dibaca “Hirakiki” (ひらきき), bukan “Maikiki” atau bacaan serupa. Saat mencarinya di peta atau panduan transit, gunakan kanji dan cara bacanya sekaligus agar tidak tertukar dengan nama yang mirip. Saat bertanya arah, menyebut “Kuil Hirakiki” juga lebih mudah dipahami; mengingatnya bersama nama tempat di sekitar Gunung Kaimondake akan membantu perjalanan lebih lancar.
A. Kuil Hirakiki berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kaimon dan memiliki parkir gratis untuk 50 kendaraan. Kereta lokal pada waktu tertentu memiliki jeda yang panjang, jadi periksa terlebih dahulu jadwal pulang sekaligus jadwal berangkat. Karena Anda mungkin berada di area kuil lebih lama dari rencana, pertimbangkan juga kereta berikutnya dan cara menggunakan taksi agar tidak terburu-buru.
A. Daya tarik Kuil Hirakiki adalah bangunan kuil berwarna merah terang yang kontras dengan kehijauan sekitarnya; bangunan utama ditetapkan sebagai aset budaya Prefektur Kagoshima. Setelah melihat keseluruhan dari depan, arahkan pandangan ke atap dan susunan penyangganya untuk menikmati ciri arsitektur dengan tenang. Aset budaya bukan sekadar latar foto, melainkan bangunan yang dilindungi, jadi jangan melewati pagar atau menyentuh tiang dan pintu.
A. Shōbai Maki-e Kushige, yang juga disebut “Tamatebako”, adalah Properti Budaya Penting Jepang. Benda ini biasanya dipamerkan dua kali setahun, sekitar Januari dan sekitar Mei, masing-masing selama kurang lebih satu bulan. Karena kata “sekitar” berarti tanggalnya tidak tetap, jika tujuan Anda adalah melihatnya, tanyakan kepada kuil tentang tanggal mulai dan prosedur penerimaan; penjelasan mengenai motif maki-e dan fungsi kotaknya akan menambah pemahaman.
A. Pertama, membungkuklah di depan gerbang torii; jika tempat penyucian dapat digunakan, bersihkan tangan dan mulut sebelum menuju aula pemujaan. Bagian tengah jalan dianggap sebagai jalur bagi dewa, jadi berjalanlah di sisi; jika ragu tentang tata krama, bacalah papan petunjuk dan membungkuklah dengan tenang daripada terburu-buru meniru orang lain. Saat upacara atau doa berlangsung, jangan melintasi barisan dan ikuti arahan petugas kuil.
A. Jika menginginkan doa resmi atau benda suci seperti ofuda dan jimat di Kuil Hirakiki, sebaiknya konfirmasikan jam penerimaan dan cara pengajuan kepada kuil terlebih dahulu. Pada hari kunjungan, berdoalah dengan tenang di depan aula untuk keselamatan perjalanan dan sampaikan rasa syukur atas kehidupan sehari-hari; tidak perlu terlalu terpaku bahwa hanya satu cara berdoa yang benar. Tanyakan dengan tenang tentang ketersediaan benda suci dan persembahan hatsuhoryō sesuai petunjuk di lokasi.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.