Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Wisata Gunung Kurama Kyoto|Kurama-dera, Jalur Hiking & Akses

Panduan Wisata Gunung Kurama Kyoto|Kurama-dera, Jalur Hiking & Akses
Gunung Kurama di pegunungan utara Kyoto adalah destinasi spiritual yang terkenal dengan Kuil Kurama-dera, legenda tengu, dan jalur hiking yang menghubungkan ke Kibune. Artikel ini menjelaskan cara menuju Kurama dengan kereta atau mobil dari pusat Kyoto, apa saja yang bisa dilihat di area kuil dan jalur akar pohon yang unik, pilihan rute hiking yang ramah pemula, serta informasi tentang pemandian air panas Kurama Onsen dan tempat makan di sekitarnya untuk membantu merencanakan perjalanan sehari yang mudah.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

Kurama (Gunung Kurama)|Power spot yang diselimuti Kuil Kurama-dera dan legenda tengu, dinikmati lewat ziarah dan jalan alam

Spot utama perjalanan

Kurama-dera:kuil terkenal yang terkait legenda tengu dan Ushiwakamaru (Minamoto no Yoshitsune), ramai dikunjungi peziarah

Cara menikmati legenda

Motif yang terkait kepercayaan tengu × kisah Ushiwakamaru tersebar di Kurama-dera dan sekitarnya

Jalan untuk relaksasi

Berjalan di Kurama-dera dan Kinone-michi (jalur akar pohon), merasakan energi alam sambil menenangkan tubuh dan pikiran

Poin akses

Stasiun Demachiyanagi → Eizan Railway Jalur Kurama ke Stasiun Kurama(sekitar 30 menit)。Bisa dengan mobil, tetapi jalan pegunungan dan parkir terbatas, transportasi umum disarankan

Musim terbaik

Pemandangan empat musim menjadi daya tarik, terutama momiji musim gugur yang indah。Festival Kurama no Hi-matsuri pada Oktober juga menarik

Singgah yang menambah puas

Bersantai di pemandian terbuka Kurama Onsen sambil menikmati alam/menu khasnya soba sayuran gunung dan hidangan tahu

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Apa Daya Tarik Kurama?

“Kurama”, yang terletak di bagian utara Kyoto, populer sebagai destinasi yang diselimuti alam yang kaya dan sejarah yang penuh nuansa mistis.

Wilayah ini, tempat tradisi kepercayaan gunung berakar kuat, sejak lama dianggap suci dengan Kurama-dera (Kuil Kurama) sebagai pusatnya, yaitu kuil utama aliran Kurama Kōkyō.

Kurama-yama, yang juga terkenal karena legenda Minamoto no Yoshitsune (Ushiwakamaru) dan tengu, merupakan salah satu destinasi terbaik di Kyoto tempat alam, sejarah, dan kepercayaan menyatu.

Kali ini, kami akan memperkenalkan pesona Kurama secara lengkap untuk wisatawan mancanegara.


Cara Menuju Kurama

Menggunakan transportasi umum

Dari pusat Kota Kyoto ke Kurama, naik kereta Keihan ke Stasiun Demachiyanagi, lalu pindah ke Eizan Dentetsu Jalur Kurama dan turun di Stasiun Kurama, stasiun terakhir.

Waktu tempuhnya sekitar 30 menit.

Pada musim gugur, Anda kadang dapat menikmati pemandangan momiji dari jendela kereta di area yang dikenal sebagai “Terowongan Momiji”.

Dari Stasiun Kurama ke Niōmon (gerbang gunung) sekitar 5 menit berjalan kaki.


Jika menggunakan mobil

Akses dengan mobil juga memungkinkan, tetapi karena banyak jalan pegunungan dan parkir terbatas, penggunaan transportasi umum lebih direkomendasikan.

Di sekitar area ada beberapa parkir berbayar, tetapi pada musim momiji dan akhir pekan sering penuh, jadi usahakan datang lebih awal.



Tempat Wisata di Kurama

Kurama-dera

Tempat yang tak bisa dilewatkan saat membicarakan Kurama adalah “Kurama-dera”.

Kuil ini terkenal sebagai kuil yang berkaitan dengan legenda tengu dan Ushiwakamaru (Minamoto no Yoshitsune), serta dikunjungi banyak peziarah.

Biaya masuk gunung (nyūzanhi / biaya masuk area kuil gunung) adalah 500 yen.

Dari gerbang gunung (Niōmon) ke Honden Kondō dibutuhkan sekitar 30 menit berjalan kaki.

Anda juga dapat menggunakan kereta kabel (200 yen sekali jalan, waktu tempuh sekitar 2 menit), lalu melanjutkan berjalan kaki sekitar 10 menit.

Sejarah Kurama-dera

Kurama-dera dikatakan didirikan pada tahun 770 (Hōki 1).

Kemudian pada tahun 796 (Enryaku 15), Fujiwara no Iseto membangun kompleks bangunan kuil dan juga memuliakan Senju Kannon.

Kuil ini dikatakan memiliki sejarah lebih dari 1.250 tahun, dan di area kuil banyak terlihat patung serta ornamen tengu.

Saat ini, sebagai kuil utama Kurama Kōkyō, kuil ini menjadikan “Sonten” sebagai objek pemujaan utama, yaitu kesatuan dari Bishamonten, Senju Kannon, dan Gohō Maōson.

Hal yang Wajib Dilihat di Area Kuil

Jalur menuju Honden Kondō adalah jalan menanjak berliku terkenal yang ditulis Sei Shōnagon dalam Makura no Sōshi sebagai “dekat tetapi terasa jauh”.

Sambil berjalan di jalur yang dikelilingi pepohonan, Anda dapat merasakan alam pegunungan dan udara yang segar.

Di depan Honden Kondō terdapat “Kongōshō” (lantai batu berbentuk bintang segi enam), yang dikenal sebagai tempat spiritual.

Selain itu, pemandangan dari aula utama juga sangat indah, memungkinkan Anda melihat pegunungan Kyoto secara luas.

Ki no Ne Michi

Saat melanjutkan perjalanan lebih dalam di Kurama-dera, Anda akan menemukan pemandangan unik bernama “Ki no Ne Michi”.

Karena batuan tua berada dekat permukaan tanah, akar pohon tidak dapat tumbuh jauh ke dalam tanah, sehingga muncul di permukaan dan saling terjalin dengan bentuk rumit.

Tempat ini juga diselimuti suasana mistis karena ada legenda bahwa Ushiwakamaru melatih kaki dan pinggangnya di jalur akar pohon ini.

Rute Hiking Kurama-yama (Kurama-dera–Kifune Jinja)

Bagi yang ingin menikmati alam, rute hiking Kurama-yama adalah pilihan terbaik.

Rute dari Niōmon Kurama-dera hingga gerbang barat Kifune Jinja merupakan trekking sekitar 1 jam 30 menit hingga 2 jam.

Di tengah perjalanan, ada juga banyak spot menarik seperti “Maōden (Oku no In)” (aula bagian dalam), “Yoshitsune-dō”, dan “Sebekurabe Ishi”.

Karena rute ini berupa jalur gunung, disarankan memakai sneakers atau sepatu trekking serta membawa air minum.



Legenda dan Nuansa Mistis Kurama

Kepercayaan Tengu dan Ushiwakamaru

Jika berbicara tentang Kurama, legenda tengu dan Ushiwakamaru (Minamoto no Yoshitsune) sangat terkenal.

Ada kisah turun-temurun yang menyebutkan bahwa Ushiwakamaru menghabiskan masa kecilnya di Kurama-dera.

Cerita bahwa ia diajari strategi perang dan ilmu pedang oleh Dai-Tengu di Sōjōgatani juga masih terus diwariskan hingga sekarang.

Di Kurama-dera dan area sekitarnya, masih banyak tersisa situs bersejarah yang berkaitan dengan Ushiwakamaru, seperti menara peringatan Yoshitsune dan Sebekurabe Ishi.

Kurama sebagai Tempat Spiritual

Kurama dikenal sebagai tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual kuat.

Khususnya “Kongōshō” di depan Honden Kondō dipercaya sebagai tempat untuk merasakan getaran Sonten.

Banyak orang mengunjungi Kurama-dera dan Ki no Ne Michi untuk menenangkan pikiran dan tubuh.


Tips Saat Berkunjung ke Kurama

Musim terbaik

Kurama menawarkan keindahan di setiap musim, tetapi terutama musim gugur dengan momiji (pertengahan hingga akhir November) adalah waktu terbaik dengan pemandangan yang luar biasa.

“Terowongan Momiji” yang terlihat dari jendela Eizan Dentetsu juga tidak boleh dilewatkan.

Selain itu, “Kurama no Hi Matsuri” yang diadakan setiap 22 Oktober adalah acara penuh semangat yang dikenal sebagai festival Yuki Jinja, kuil pelindung Kurama-dera.

Pada musim semi, bunga sakura di area kuil juga bermekaran indah saat periode “Hana Kuyō” pada pertengahan April.

Bersantai di Kurama Onsen

Setelah hiking atau jalan-jalan, sangat direkomendasikan untuk bersantai di Kurama Onsen.

Dari rotenburo (pemandian terbuka), Anda dapat merilekskan tubuh yang lelah sambil menikmati pemandangan alam yang indah.

Lokasinya juga mudah dijangkau, sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Kurama.

Tempat makan di sekitar Kurama

Di Kurama terdapat beberapa restoran kecil yang menyajikan masakan berbahan lokal.

Cobalah sansai soba, hidangan tahu, dan Kinome-daki (hidangan rebus berbumbu daun sanshō), kuliner khas Kurama, setidaknya sekali.

Selain itu, setelah melanjutkan perjalanan dari Kurama ke Kifune, Anda juga bisa menikmati masakan kawadoko Kifune, salah satu tradisi musim panas khas Kyoto.



Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Gunung Kurama adalah gunung suci di bagian utara Kyoto, dan di dalam area pegunungan ini terdapat Kuil Kurama. Daya tarik utamanya adalah jalur pendekatan dengan deretan pohon cedar dan tangga batu. Karena tempat ini juga dipenuhi legenda tengu dan Minamoto no Yoshitsune, membaca sekilas papan penjelasan sepanjang jalan akan membuat perjalanan terasa lebih hidup seperti sebuah kisah. Cuaca di gunung mudah berubah, jadi jaket hujan ringan akan berguna.
A. Rute yang paling umum dari Stasiun Kyoto ke Gunung Kurama (Kuil Kurama) adalah naik kereta bawah tanah dan/atau jalur Keihan ke Demachiyanagi, lalu lanjut dengan Eizan Railway ke Stasiun Kurama. Dengan waktu transit, total perjalanan sekitar 1 hingga 1,5 jam. Pada musim wisata, kereta bisa ramai, jadi lebih nyaman jika Anda berangkat dengan waktu yang longgar. Agar tidak repot saat keluar di perjalanan pulang, pastikan saldo kartu IC Anda cukup sejak awal.
A. Biaya Aizanho (biaya masuk) Kuil Kurama adalah 500 yen, dan jam penerimaan biasanya sekitar pukul 9.00–16.00. Karena di dalam area kuil ada banyak tangga dan tanjakan, lebih praktis menyiapkan air minum lebih dulu di depan Stasiun Kurama sebelum naik agar barang bawaan tidak bertambah di tengah jalan. Membawa uang tunai, terutama uang receh, juga lebih aman untuk mempercepat pembayaran di area kuil.
A. Kereta kabel Kuil Kurama memakan waktu sekitar 2 menit, dengan donasi yang umumnya sekitar 200 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk anak-anak. Meski naik kereta kabel, dari stasiun akhir ke Honden Kondo masih ada jalan menanjak, jadi sepatu yang nyaman akan membuat perjalanan lebih enak. Jika berjalan kaki, ada banyak tangga batu dan perbedaan ketinggian, jadi bila napas mulai berat, berhenti sejenak untuk mengatur napas akan membantu mengurangi lelah.
A. Jalur pegunungan dari Gunung Kurama ke Kibune biasanya memakan waktu sekitar 1 jam dari area Kuil Kurama ke arah Kifune Shrine (sekitar Okumiya), atau sekitar 1,5 jam jika mulai berjalan dari Stasiun Kurama. Setelah hujan, jalur akar pohon bisa licin, jadi sepatu dengan sol beralur dalam lebih aman, dan ransel kecil yang membuat tangan tetap bebas sangat praktis. Di beberapa bagian, sinyal bisa lemah, jadi sebaiknya simpan peta terlebih dahulu.
A. Pada musim gugur, area Gunung Kurama cenderung paling ramai sekitar tengah hari, jadi masuk sejak pagi akan memberi suasana yang lebih tenang. Di musim dingin, suhu turun lebih cepat pada sore hari, jadi menghangatkan area leher lebih dulu sering terasa lebih efektif daripada langsung mengandalkan sarung tangan. Karena banyak bagian jalur pendekatan berada di tempat teduh dan terasa dingin, pakaian berlapis yang tidak mudah membuat tubuh kedinginan karena keringat akan lebih nyaman.
A. Untuk memotret jalur akar pohon, ambil sudut dari arah diagonal agar tercipta kesan kedalaman dan foto terlihat lebih dramatis. Pada hari ramai, daripada terus memotret beruntun, lebih efektif menunggu beberapa detik saat arus orang terputus, karena latar belakang akan terlihat lebih rapi dan kesan padat berkurang. Akar yang basah mudah licin, jadi utamakan keselamatan dengan tidak menginjaknya dan tidak terburu-buru.
A. Lebih nyaman jika Anda menyelesaikan jalan di gunung terlebih dahulu baru makan, agar tubuh tidak mudah kedinginan karena keringat. Area tepi sungai mudah terasa lebih dingin menjelang sore, jadi menyimpan luaran tipis di ransel akan membantu Anda lebih nyaman saat duduk. Jika bergerak dengan menghitung mundur dari jam tiba di Stasiun Kibuneguchi, stres menunggu bus biasanya bisa berkurang.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.