Apa Daya Tarik Kurama?
“Kurama”, yang terletak di bagian utara Kyoto, populer sebagai destinasi yang diselimuti alam yang kaya dan sejarah yang penuh nuansa mistis.
Wilayah ini, tempat tradisi kepercayaan gunung berakar kuat, sejak lama dianggap suci dengan Kurama-dera (Kuil Kurama) sebagai pusatnya, yaitu kuil utama aliran Kurama Kōkyō.
Kurama-yama, yang juga terkenal karena legenda Minamoto no Yoshitsune (Ushiwakamaru) dan tengu, merupakan salah satu destinasi terbaik di Kyoto tempat alam, sejarah, dan kepercayaan menyatu.
Kali ini, kami akan memperkenalkan pesona Kurama secara lengkap untuk wisatawan mancanegara.

Cara Menuju Kurama
Menggunakan transportasi umum
Dari pusat Kota Kyoto ke Kurama, naik kereta Keihan ke Stasiun Demachiyanagi, lalu pindah ke Eizan Dentetsu Jalur Kurama dan turun di Stasiun Kurama, stasiun terakhir.
Waktu tempuhnya sekitar 30 menit.
Pada musim gugur, Anda kadang dapat menikmati pemandangan momiji dari jendela kereta di area yang dikenal sebagai “Terowongan Momiji”.
Dari Stasiun Kurama ke Niōmon (gerbang gunung) sekitar 5 menit berjalan kaki.
Jika menggunakan mobil
Akses dengan mobil juga memungkinkan, tetapi karena banyak jalan pegunungan dan parkir terbatas, penggunaan transportasi umum lebih direkomendasikan.
Di sekitar area ada beberapa parkir berbayar, tetapi pada musim momiji dan akhir pekan sering penuh, jadi usahakan datang lebih awal.

Tempat Wisata di Kurama
Kurama-dera
Tempat yang tak bisa dilewatkan saat membicarakan Kurama adalah “Kurama-dera”.
Kuil ini terkenal sebagai kuil yang berkaitan dengan legenda tengu dan Ushiwakamaru (Minamoto no Yoshitsune), serta dikunjungi banyak peziarah.
Biaya masuk gunung (nyūzanhi / biaya masuk area kuil gunung) adalah 500 yen.
Dari gerbang gunung (Niōmon) ke Honden Kondō dibutuhkan sekitar 30 menit berjalan kaki.
Anda juga dapat menggunakan kereta kabel (200 yen sekali jalan, waktu tempuh sekitar 2 menit), lalu melanjutkan berjalan kaki sekitar 10 menit.
Sejarah Kurama-dera
Kurama-dera dikatakan didirikan pada tahun 770 (Hōki 1).
Kemudian pada tahun 796 (Enryaku 15), Fujiwara no Iseto membangun kompleks bangunan kuil dan juga memuliakan Senju Kannon.
Kuil ini dikatakan memiliki sejarah lebih dari 1.250 tahun, dan di area kuil banyak terlihat patung serta ornamen tengu.
Saat ini, sebagai kuil utama Kurama Kōkyō, kuil ini menjadikan “Sonten” sebagai objek pemujaan utama, yaitu kesatuan dari Bishamonten, Senju Kannon, dan Gohō Maōson.
Hal yang Wajib Dilihat di Area Kuil
Jalur menuju Honden Kondō adalah jalan menanjak berliku terkenal yang ditulis Sei Shōnagon dalam Makura no Sōshi sebagai “dekat tetapi terasa jauh”.
Sambil berjalan di jalur yang dikelilingi pepohonan, Anda dapat merasakan alam pegunungan dan udara yang segar.
Di depan Honden Kondō terdapat “Kongōshō” (lantai batu berbentuk bintang segi enam), yang dikenal sebagai tempat spiritual.
Selain itu, pemandangan dari aula utama juga sangat indah, memungkinkan Anda melihat pegunungan Kyoto secara luas.
Ki no Ne Michi
Saat melanjutkan perjalanan lebih dalam di Kurama-dera, Anda akan menemukan pemandangan unik bernama “Ki no Ne Michi”.
Karena batuan tua berada dekat permukaan tanah, akar pohon tidak dapat tumbuh jauh ke dalam tanah, sehingga muncul di permukaan dan saling terjalin dengan bentuk rumit.
Tempat ini juga diselimuti suasana mistis karena ada legenda bahwa Ushiwakamaru melatih kaki dan pinggangnya di jalur akar pohon ini.
Rute Hiking Kurama-yama (Kurama-dera–Kifune Jinja)
Bagi yang ingin menikmati alam, rute hiking Kurama-yama adalah pilihan terbaik.
Rute dari Niōmon Kurama-dera hingga gerbang barat Kifune Jinja merupakan trekking sekitar 1 jam 30 menit hingga 2 jam.
Di tengah perjalanan, ada juga banyak spot menarik seperti “Maōden (Oku no In)” (aula bagian dalam), “Yoshitsune-dō”, dan “Sebekurabe Ishi”.
Karena rute ini berupa jalur gunung, disarankan memakai sneakers atau sepatu trekking serta membawa air minum.

Legenda dan Nuansa Mistis Kurama
Kepercayaan Tengu dan Ushiwakamaru
Jika berbicara tentang Kurama, legenda tengu dan Ushiwakamaru (Minamoto no Yoshitsune) sangat terkenal.
Ada kisah turun-temurun yang menyebutkan bahwa Ushiwakamaru menghabiskan masa kecilnya di Kurama-dera.
Cerita bahwa ia diajari strategi perang dan ilmu pedang oleh Dai-Tengu di Sōjōgatani juga masih terus diwariskan hingga sekarang.
Di Kurama-dera dan area sekitarnya, masih banyak tersisa situs bersejarah yang berkaitan dengan Ushiwakamaru, seperti menara peringatan Yoshitsune dan Sebekurabe Ishi.
Kurama sebagai Tempat Spiritual
Kurama dikenal sebagai tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual kuat.
Khususnya “Kongōshō” di depan Honden Kondō dipercaya sebagai tempat untuk merasakan getaran Sonten.
Banyak orang mengunjungi Kurama-dera dan Ki no Ne Michi untuk menenangkan pikiran dan tubuh.

Tips Saat Berkunjung ke Kurama
Musim terbaik
Kurama menawarkan keindahan di setiap musim, tetapi terutama musim gugur dengan momiji (pertengahan hingga akhir November) adalah waktu terbaik dengan pemandangan yang luar biasa.
“Terowongan Momiji” yang terlihat dari jendela Eizan Dentetsu juga tidak boleh dilewatkan.
Selain itu, “Kurama no Hi Matsuri” yang diadakan setiap 22 Oktober adalah acara penuh semangat yang dikenal sebagai festival Yuki Jinja, kuil pelindung Kurama-dera.
Pada musim semi, bunga sakura di area kuil juga bermekaran indah saat periode “Hana Kuyō” pada pertengahan April.
Bersantai di Kurama Onsen
Setelah hiking atau jalan-jalan, sangat direkomendasikan untuk bersantai di Kurama Onsen.
Dari rotenburo (pemandian terbuka), Anda dapat merilekskan tubuh yang lelah sambil menikmati pemandangan alam yang indah.
Lokasinya juga mudah dijangkau, sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Kurama.
Tempat makan di sekitar Kurama
Di Kurama terdapat beberapa restoran kecil yang menyajikan masakan berbahan lokal.
Cobalah sansai soba, hidangan tahu, dan Kinome-daki (hidangan rebus berbumbu daun sanshō), kuliner khas Kurama, setidaknya sekali.
Selain itu, setelah melanjutkan perjalanan dari Kurama ke Kifune, Anda juga bisa menikmati masakan kawadoko Kifune, salah satu tradisi musim panas khas Kyoto.