Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Chuson-ji Hiraizumi (Iwate) – Aula Emas Konjikido & Kompleks Kuil Warisan Dunia

Kuil Chuson-ji Hiraizumi (Iwate) – Aula Emas Konjikido & Kompleks Kuil Warisan Dunia
Kuil Chuson-ji di kota Hiraizumi, Prefektur Iwate adalah kompleks kuil yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, terkenal dengan Aula Emas Konjikido dan banyak bangunan kuil di tengah hutan. Artikel ini menjelaskan sejarah Chuson-ji dan klan Oshu Fujiwara, hal-hal menarik di dalam Konjikido, jalur pendakian Tsukimizaka menuju aula utama, pemandangan empat musim, informasi jam buka dan tiket, serta cara menggabungkan kunjungan dengan kuil Motsu-ji dan situs bersejarah lain di Hiraizumi.

Apa Daya Tarik Chūson-ji? Sejarah dan Gambaran Umum

Chūson-ji yang terletak di kota Hiraizumi, Prefektur Iwate, dikenal sebagai salah satu kekayaan arsitektur Buddha di Jepang.

Sejarahnya bermula pada tahun 850, didirikan oleh biksu Tendai, Jikaku Daishi Ennin. Chūson-ji kemudian dibangun kembali oleh Fujiwara no Kiyohira untuk mendoakan kemakmuran dan perdamaian klan Ōshū Fujiwara, dengan tujuan menciptakan semacam “negeri Buddha”.

Hasilnya, kompleks kuil ini menyimpan keindahan seni Buddha yang kaya, berpusat pada Konjikidō yang berlapis emas sebagai simbol kebudayaan emas tersebut.

Pada tahun 2011, Chūson-ji dan peninggalan budaya di sekitarnya didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dengan nama “Hiraizumi — Ideologi ‘Tanah Buddha’ (Jōdo) dan Warisannya”.

Artikel ini memperkenalkan atraksi utama Chūson-ji yang wajib dikunjungi oleh wisatawan internasional serta informasi praktis saat berkunjung.


Tempat Menarik & Spot Wisata

1. Konjikidō (Bangunan Emas)

Konjikidō, simbol Chūson-ji, adalah sebuah aula Buddha mewah yang seluruh bagiannya dilapisi lembaran emas.

Dibangun pada akhir periode Heian, bangunan ini melambangkan kemegahan klan Ōshū Fujiwara.

Di dalam aula terdapat patung Amida Buddha sebagai pusatnya, dan dekorasi interiornya dihiasi mutiara serta raden (inlay kerang).

Keindahannya sungguh memukau dan terus memikat pengunjung.

  • Waktu kunjungan: 08:30 sampai 17:00 (dapat berubah sesuai musim)
  • Tiket masuk: Dewasa 1000円

2. Hondō (Bangunan Utama Chūson-ji)

Hondō adalah tempat di mana pengunjung dapat berdoa dengan tenang.

Di sini kitab suci dibacakan setiap hari, dan suasana khidmatnya mampu membersihkan pikiran para pengunjung.

Di sekitar hondō tumbuh pohon-pohon tua yang ada sejak periode Heian dan bunga-bunga musiman, sehingga pemandangan berubah indah sepanjang empat musim.

3. Benkei-dō (di sepanjang jalan masuk)

Di kompleks Chūson-ji terdapat Benkei-dō, yang terkait dengan legenda Musashibō Benkei, pengikut terkenal Minamoto no Yoshitsune.

Di dalamnya terdapat patung Yoshitsune dan Benkei, sehingga dikenal sebagai Benkei-dō.

Langit-langit kotak di dalam aula dilukis dengan motif bunga dan tanaman.

Berjalan sambil merasakan legenda dan sejarah akan memberi Anda nuansa hidup dari periode Heian.

4. Mendaki Jalan Masuk (San-dō)

Jalan masuk sepanjang sekitar 1,6 kilometer menghubungkan pintu masuk Chūson-ji hingga Konjikidō.

Jalan ini dikelilingi oleh pepohonan hijau, dan pemandangannya berubah sesuai musim.

Musim gugur khususnya terkenal dengan dedaunan merah dan kuning yang indah — cukup berjalan di sepanjang san-dō untuk terpesona oleh keindahannya.

  • Perkiraan waktu: Sekitar 30 menit dengan berjalan kaki

5. Museum Harta Karun — Sankōzō

Di museum harta karun Chūson-ji dipamerkan berbagai peninggalan budaya dan seni Buddha sejak periode Heian.

Anda dapat melihat rincian koleksi yang disimpan di Konjikidō serta benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan Chūson-ji, sehingga memperdalam pemahaman Anda.


Cara Menikmati Sesuai Musim

Musim Semi (April–Mei)

Pada saat sakura mekar yang menghiasi kompleks, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan.

Deretan pohon sakura di sepanjang jalan masuk sangat populer sebagai spot foto dan pemandangan khas musim semi.

Musim Panas (Juni–Agustus)

Pada musim panas, daun hijau segar memberikan suasana menyegarkan saat Anda berjalan-jalan di Chūson-ji.

Berjalan sambil merasakan angin sepoi membuat Anda merasa menyatu dengan alam.

Musim Gugur (Oktober–November)

Musim gugur adalah periode ketika Chūson-ji tampak sangat indah.

Pohon-pohon yang berubah warna menjadi merah dan kuning berpadu dengan bangunan bersejarah, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.

Keindahan di sepanjang jalan masuk sangat istimewa, menarik banyak pengunjung setiap tahun.

Musim Dingin (Desember–Februari)

Chūson-ji yang diselimuti salju terlihat mistis dan tenang.

Karena jumlah pengunjung lebih sedikit, musim dingin adalah waktu yang sempurna untuk merasakan sejarah dengan tenang.


Akses ke Chūson-ji

Transportasi Umum

  • JR Tōhoku Shinkansen: Dari Stasiun Tokyo naik Tōhoku Shinkansen ke Stasiun Ichinoseki (sekitar 2,5 jam). Dari Stasiun Ichinoseki naik JR Tōhoku Main Line ke Stasiun Hiraizumi sekitar 10 menit.
  • Bus: Dari Stasiun Hiraizumi sekitar 20 menit jalan kaki, atau naik bus jalur lokal turun di halte "Chūson-ji".

Akses dengan Mobil

Dari Tol Tōhoku (Tohoku Expressway) keluar di "Hiraizumi-Maezawa IC" dan sekitar 10 menit menuju area parkir Chūson-ji.

Parkir berbayar tersedia, dan pada musim wisata tempat parkir biasanya ramai, jadi disarankan datang lebih awal.


Informasi Praktis untuk Wisatawan

  • Penukaran uang: Tersedia di sekitar Stasiun Ichinoseki.
  • Wi-Fi: Di area sekitar Chūson-ji terdapat zona dengan Wi-Fi untuk wisatawan.
  • Pakaian: Siapkan perlindungan terhadap cuaca dingin terutama pada musim dingin. Disarankan memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Ringkasan

Chūson-ji adalah tempat istimewa di mana sejarah, budaya, dan keindahan alam berpadu harmonis.

Jelajahi atraksi seperti Konjikidō dan rasakan seni Buddha Jepang serta kemegahan klan Fujiwara.

Dengan pemandangan yang berubah sepanjang empat musim, Chūson-ji selalu menawarkan penemuan baru setiap kali Anda berkunjung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q1. Berapa biaya masuk Chūson-ji?

A1. Biaya masuk Konjikidō untuk dewasa adalah 800円. Museum harta karun dikenakan biaya tambahan 300円.

Q2. Mulai jam berapa Chūson-ji dapat dikunjungi?

A2. Waktu buka bervariasi menurut musim, namun umumnya dari pukul 08:30 sampai 17:00.

Q3. Stasiun terdekat untuk menuju Chūson-ji adalah apa?

A3. Stasiun terdekat adalah Stasiun Hiraizumi di JR Tōhoku Main Line.

Sebagai salah satu sorotan perjalanan di Iwate, rencanakan kunjungan Anda ke Chūson-ji untuk mengeksplorasi sejarah yang kaya.



※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
Jelajahi lebih lanjut

Lebih banyak kisah perjalanan

Lanjutkan perjalanan Anda di Jepang dengan pengalaman terpilih ini

毛越寺(岩手・平泉)浄土庭園と世界遺産の歴史さんぽ
Perjalanan

Kuil Motsuji Hiraizumi (Iwate) – Menyusuri Taman Jodo & Kompleks Kuil Warisan Dunia

Iwate
Baca selengkapnya
岩手山(岩手)トレッキングと温泉を楽しむ雄大な名峰登山
Perjalanan

Gunung Iwate – Jalur Pendakian Favorit, Pemandangan Panorama & Onsen sesudah Mendaki

Iwate
Baca selengkapnya
遠野ふるさと村(岩手)曲り家と昔ながらの山里文化を体感する民話の里めぐり
Budaya Tradisional

Tono Furusato Village (Iwate) – Desa Pedesaan Jepang Tempo Dulu & Cerita Rakyat yang Hidup Kembali

Iwate
Baca selengkapnya
盛岡城跡公園(岩手)石垣と四季の景色を楽しむ城跡さんぽ
Perjalanan

Taman Reruntuhan Kastel Morioka (Iwate) – Jalan Santai di Antara Tembok Batu & Pemandangan Empat Musim

Iwate
Baca selengkapnya
岩手名物・わんこそば|挑戦必須の食べ放題そばとおすすめ老舗店
Makanan

Wanko soba Iwate – Tantangan makan soba sepuasnya dan rekomendasi restoran legendaris

Iwate
Baca selengkapnya
岩手名物ひっつみ汁|もちもち生地が美味しい郷土鍋とおすすめ店
Makanan

Sup Hittsumi Khas Iwate – Hotpot Pangsit Adonan Tangan dan Tempat Mencobanya

Iwate
Baca selengkapnya
岩手・浄土ヶ浜|白い岩と青い海が広がる絶景ビーチとアクティビティ
Kehidupan

Pantai Jodogahama di Iwate – Tebing Putih, Laut Biru Jernih dan Aktivitas Pesisir

Iwate
Baca selengkapnya
岩手・達谷窟毘沙門堂|岩窟に建つ本堂と摩崖仏を巡る歴史パワースポット
Kehidupan

Takkoku no Iwaya Bishamondō di Iwate – Kuil Gua di Tebing dan Patung Buddha Tebing Raksasa

Iwate
Baca selengkapnya
岩手の伝統芸能・鬼剣舞|鬼の面と剣が舞う迫力のステージを観に行こう
Budaya Tradisional

Oni Kenbai di Iwate – Tari Pedang Berkedok Iblis yang Penuh Energi dan Lokasi Pertunjukannya

Iwate
Baca selengkapnya