Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Supermarket Jepang: Sayur, Daging, Sozai & Pajak Eat-in

Supermarket Jepang: Sayur, Daging, Sozai & Pajak Eat-in
Supermarket atau supa Jepang menjual sayur, buah, daging, ikan, alkohol, kue, makanan olahan & sozai siap saji. Beda pajak makan di tempat & verifikasi alkohol.

Ringkasan Cepat

Pesona singkat

Supermarket Jepang adalah destinasi wisata kuliner sehari-hari tempat Anda dapat merasakan langsung budaya makanan lokal, mulai dari sayuran, ikan, lauk siap saji, hingga camilan edisi regional.

Daya tarik area penjualan

Sayuran, ikan, dan daging musiman; lauk dan bento yang siap dimakan; wagashi, roti, dan makanan olahan; variasi produk khas Jepang sangat luas.

Jenis toko

Jenis toko beragam, mulai dari jaringan besar, supermarket lokal, hingga toko kecil dekat stasiun; pilihan dan harga berbeda-beda menurut area menginap.

Waktu yang direkomendasikan

Tepat setelah buka pilihan banyak dan mudah dipilih; setelah sore lauk dan bento sering mendapat stiker diskon, waktu incaran.

Metode pembayaran

Selain tunai, tergantung toko mendukung kartu kredit, kartu IC transportasi, dan pembayaran QR.

Hal yang perlu diperhatikan saat membeli

Banyak toko mengenakan biaya kantong belanja. Alkohol untuk pembeli usia 20 ke atas, mungkin diminta konfirmasi usia.

Oleh-oleh dan cara menikmati

Camilan terbatas regional, cup mie khas daerah, produk susu lokal, buah musiman, dan wagashi individual cocok untuk oleh-oleh. Bawa pulang dikenakan pajak 8%, makan di tempat 10%.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Semua area

Bersponsor

Rencanakan perjalanan ke Jepang

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Supermarket di Jepang: Cara Melihat Kehidupan Sehari-hari Orang Jepang

Supermarket di Jepang (sūpā) adalah tempat di mana wisatawan dapat merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal dari sudut pandang yang sedikit berbeda dibandingkan dengan tempat wisata pada umumnya.

Di area bahan makanan, Anda dapat menemukan berbagai produk dan layanan, mulai dari sayuran dan buah-buahan, daging, ikan segar, minuman beralkohol, kue dan roti, makanan olahan, hingga makanan siap saji (sōzai) yang dibuat di toko.

Mulai dari jaringan besar hingga toko lokal yang akrab dengan masyarakat sekitar, serta toko kecil di sekitar stasiun, ragam jenisnya sangat luas. Variasi produk dan kisaran harga juga berbeda tergantung area menginap, dan hal ini menjadi poin menarik untuk diamati selama perjalanan.

Area yang Sebaiknya Dilihat Lebih Dulu Saat Belanja di Supermarket

Jika baru pertama kali masuk, melihat area-area berikut akan memudahkan Anda memahami karakteristik toko tersebut.

  • Sayur-buah, ikan segar, dan daging: area yang mudah menampilkan kesan musim dan ciri khas lokal
  • Sōzai (lauk siap saji): area yang memudahkan mencari makanan yang langsung bisa disantap
  • Kue, roti, dan makanan olahan: area yang memudahkan menemukan produk khas Jepang yang populer

Waktu yang Tepat untuk Belanja di Supermarket

Menjelang sore hingga malam, stiker diskon (waribiki shīru) sering ditempelkan pada lauk siap saji dan bento. Waktu ini cocok bagi wisatawan yang ingin makan di tempat menginap pada malam hari.

Sebaliknya, tepat setelah toko buka, biasanya stok produk masih lengkap. Waktu ini cocok bagi Anda yang ingin melihat-lihat sayuran dan ikan segar dengan santai.

Label Makanan yang Perlu Diketahui di Supermarket Jepang

Saat berbelanja selama perjalanan, membaca label makanan pada kemasan saja sudah dapat membuat Anda jauh lebih mudah memilih produk.

Pada makanan olahan dicantumkan informasi seperti nama bahan baku, asal bahan baku, isi bersih, serta batas konsumsi (shōhi kigen) atau batas kualitas terbaik (shōmi kigen).

Pada makanan olahan yang dibuat di Jepang, terdapat aturan untuk mencantumkan asal bahan baku pada bahan yang memiliki proporsi berat tertinggi.

Perbedaan Shōhi Kigen dan Shōmi Kigen

Shōhi kigen adalah batas waktu konsumsi yang dicantumkan pada makanan yang kualitasnya cepat menurun. Label ini digunakan pada makanan yang mudah rusak seperti bento, sandwich, dan kue basah.

Sementara itu, shōmi kigen dicantumkan pada makanan yang kualitasnya relatif tidak cepat menurun sebagai patokan kapan makanan tersebut masih enak dikonsumsi. Label ini digunakan pada makanan retort, snack, dan makanan kalengan.

Saat membeli produk yang tidak akan langsung habis selama perjalanan, memilih makanan olahan dengan shōmi kigen yang masih panjang akan lebih aman.

Label yang Perlu Diperiksa bagi Penderita Alergi

Label alergi makanan diwajibkan pada makanan olahan dan bahan tambahan pangan yang dikemas dalam wadah.

9 bahan khusus yang wajib dicantumkan adalah udang, kacang mete, kepiting, kenari, gandum, soba, telur, susu, dan kacang tanah.

Makanan yang dijual eceran atau ditimbang tanpa kemasan, serta minuman beralkohol, tidak termasuk dalam kewajiban pelabelan. Jadi jika ragu, jangan hanya mengandalkan label, melainkan tanyakan kepada pegawai toko sebelum membeli.

Cara Membaca Label Komposisi Gizi

Pada makanan olahan umum dan bahan tambahan pangan yang dikemas dalam wadah, label komposisi gizi wajib dicantumkan.

Informasi dasar pada label gizi meliputi kalori, protein, lemak, karbohidrat, dan kandungan garam.

Bagi Anda yang ingin memperhatikan asupan garam, membandingkan kandungan garam antarproduk akan memudahkan dalam memilih.

Cara Berbelanja di Kasir dan Aturan Kantong Plastik Berbayar

Setelah memilih barang yang ingin dibeli, lakukan pembayaran di kasir.

Di Jepang, peritel yang menyediakan kantong belanja plastik termasuk dalam sasaran kebijakan kantong plastik berbayar. Kantong belanja plastik bertangkai untuk membawa barang menjadi objek kebijakan ini.

Kantong kertas, kantong kain, dan kantong tanpa pegangan dinyatakan tidak termasuk dalam kebijakan ini. Jika membawa eco bag (tas belanja sendiri), Anda dapat berbelanja tanpa perlu membayar biaya kantong.

Tips yang Mudah Diingat oleh Wisatawan

Pertimbangkan Kebutuhan Kantong Sebelum ke Kasir

Sebelum pembayaran, putuskan apakah Anda memerlukan kantong agar prosesnya lebih lancar.

Pada hari di mana Anda hanya membeli sedikit barang, mempertimbangkan apakah bisa dibawa langsung dengan tangan akan membuat interaksi di kasir lebih mulus.

Harga kantong plastik berbeda-beda di setiap toko, tetapi banyak toko memasang harga sekitar 3 hingga 5 yen per lembar. Beberapa toko juga menetapkan harga berbeda berdasarkan ukuran.

Simpan Label Hingga Setelah Pembayaran

Label pada produk yang dibeli berguna saat Anda ingin meninjau kembali tanggal kedaluwarsa, bahan baku, atau cara penyimpanan.

Sebelum memakannya di hotel atau tempat menginap, periksa juga cara penyimpanannya agar lebih aman.

Cara Memilih Metode Pembayaran

Di supermarket, selain uang tunai, ada toko yang juga menerima kartu kredit, IC card transportasi (Suica, ICOCA, dan sebagainya), serta pembayaran kode QR (PayPay, Rakuten Pay, dan sebagainya).

Layanan bebas pajak (tax-free) berbeda di setiap toko, jadi jika ingin menggunakannya, konfirmasikan terlebih dahulu di konter layanan.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan di Eat-in dan Area Penjualan Minuman Beralkohol

Di toko yang memiliki area istirahat atau eat-in di dalam supermarket, Anda dapat menikmati makanan yang dibeli langsung di tempat.

Penyajian di tempat yang memiliki fasilitas makan dan minum dianggap sebagai layanan makan di tempat, sehingga tidak termasuk dalam pajak tarif rendah. Di supermarket, hal ini ditentukan melalui konfirmasi kehendak pembeli apakah akan makan di tempat atau dibawa pulang.

Makan di Tempat atau Dibawa Pulang

Untuk makanan yang sama, perlakuannya bisa berbeda tergantung apakah dimakan di tempat atau dibawa pulang.

Sistemnya: jika dibawa pulang, dikenakan pajak tarif rendah 8%, sedangkan jika dimakan di area eat-in, dikenakan pajak tarif standar 10%.

Di toko yang memiliki area eat-in, jika di kasir ditanya apakah akan makan di tempat atau dibawa pulang, jawab dengan jelas sesuai rencana Anda.

Konfirmasi Usia Saat Membeli Minuman Beralkohol

Di Jepang, di area penjualan minuman beralkohol wajib dicantumkan keterangan "tidak akan menjual minuman beralkohol jika tidak dapat dipastikan berusia 20 tahun ke atas". Bagi yang terlihat di bawah 20 tahun, akan diminta menunjukkan kartu identitas yang membuktikan usianya.

Jika wajah Anda terlihat muda, wisatawan pun bisa diminta menunjukkan paspor atau identitas lainnya. Jadi pada hari Anda berencana membeli minuman beralkohol, sebaiknya bawa identitas diri.

Selain itu, beberapa toko membatasi jam penjualan minuman beralkohol.

Cara Berpikir agar Bisa Belanja dengan Tenang di Supermarket Jepang

Tidak perlu berpikir rumit dari awal. Cukup berkeliling area penjualan terlebih dahulu untuk melihat letak setiap produk.

Setelah itu, untuk produk yang menarik, periksalah secara berurutan: tanggal kedaluwarsa, bahan baku, cara penyimpanan, dan label alergi. Dengan cara ini, meski waktu menginap singkat, Anda tetap mudah memilih.

Cara Berpikir Saat Bingung

Selama perjalanan, ada kalanya Anda tergoda memilih produk hanya dari tampilan luarnya saja.

Justru pada saat seperti itu, jika membiasakan diri melihat label sebelum membeli, Anda akan lebih mudah memilih produk yang sesuai dengan tempat dan waktu makan.

Rekomendasi Belanjaan untuk Wisatawan

Produk yang ringan untuk dicoba di tempat menginap antara lain kue khas daerah, cup ramen lokal, susu dan yoghurt produksi lokal, serta buah-buahan musiman.

Untuk oleh-oleh, pilih wagashi (kue tradisional Jepang) dalam kemasan satuan, drip coffee, kari retort, dan bumbu masakan. Produk dengan shōmi kigen panjang dan berbobot ringan lebih mudah dibawa pulang.

Kesimpulan | Tips Menikmati Pengalaman Belanja di Supermarket Jepang

Supermarket di Jepang bukan hanya tempat membeli makanan, tetapi juga pintu masuk untuk mengenal sensasi kehidupan sehari-hari masyarakat lokal.

Dengan melihat label makanan saat memilih produk, memahami aturan kantong plastik dan perlakuan eat-in, serta bersiap menghadapi konfirmasi usia di area penjualan minuman beralkohol, Anda dapat berbelanja dengan tenang meski baru pertama kali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Untuk turis, jajanan khas daerah dan cup ramen edisi lokal adalah oleh-oleh klasik. Susu lokal, yoghurt, buah musiman, wagashi kemasan individual, drip coffee, kari instan retort, dan bumbu masak juga mudah dicari. Maruchan "Akai Kitsune dan Midori no Tanuki" memiliki rasa berbeda di tiap daerah, jadi Anda bisa membandingkan budaya kaldu Jepang lewat tes rasa.
A. Sejak baru buka hingga pagi hari adalah waktu dengan stok lengkap dan relatif sepi. Setelah pukul 17.00 ramai oleh penduduk lokal yang pulang kerja, tetapi pada saat itu pula stiker diskon mulai ditempel pada lauk siap saji dan bento. Untuk berkeliling dengan tenang pilih pagi, dan untuk berburu diskon setengah harga datanglah 1–2 jam sebelum tutup.
A. Pada umumnya bento dan lauk siap saji diberi diskon 20–30% sekitar 2–3 jam sebelum tutup, lalu stiker setengah harga ditempel sekitar 1 jam sebelum tutup. Kebijakan tiap toko berbeda, dan ada juga toko yang mendiskon bento setelah jam sibuk siang (pukul 14–16). Diskon untuk ikan dan daging biasanya muncul pada sore hari, sedangkan roti cenderung didiskon pada malam hari, jadi waktunya bergeser tergantung kategori.
A. Di supermarket Jepang, selain tunai, semakin banyak toko menerima kartu kredit dan kartu IC transportasi. Beberapa toko juga mendukung pembayaran QR seperti PayPay dan Rakuten Pay, tetapi toko kecil di daerah kadang hanya menerima tunai. Mengecek stiker metode pembayaran di sekitar kasir terlebih dahulu akan lebih aman.
A. Layanan bebas pajak berbeda tiap toko dan tidak semua supermarket menyediakannya. Daripada di kasir, sebaiknya cek logo Tax-Free dan jumlah belanja minimum di konter layanan saat masuk toko. Objek bebas pajak terbatas pada barang konsumsi seperti makanan untuk dibawa pulang, dan harus dibawa ke luar negeri dalam keadaan belum dibuka serta belum digunakan.
A. Ya, untuk makanan yang dimakan di area makan dalam toko dikenakan tarif standar 10%, sedangkan untuk dibawa pulang berlaku tarif ringan 8%. Bahkan untuk bento yang sama, jumlah pembayaran berubah tergantung apakah Anda menyebut "dibawa pulang" di kasir. Selama berwisata, biasanya makan di hotel atau taman, jadi mengatakan "takeaway" saat membeli akan mempercepat transaksi.
A. Sejak Juli 2020 kantong belanja menjadi berbayar, biasanya 3–5 yen per lembar dan harganya berbeda menurut ukuran di banyak toko. Untuk pembelian makanan beku atau segar, beberapa toko menyediakan es pendingin atau tas pendingin gratis, jadi cek area sacker (meja pengemasan) di dekat kasir. Bagi yang perjalanannya jauh sampai ke hotel, membawa eco bag lipat akan praktis.
A. Shohi kigen (tanggal kedaluwarsa konsumsi) adalah batas waktu makanan mudah rusak masih aman dikonsumsi. "Shomi kigen" (tanggal kedaluwarsa cita rasa) adalah perkiraan waktu makanan tahan lama masih enak dinikmati. Jajanan oleh-oleh umumnya menggunakan shomi kigen, sedangkan kue basah kadang ber-shohi kigen yang hanya berlaku sehari, sehingga kurang cocok untuk perjalanan jauh atau dibawa ke kabin pesawat.

Bersponsor

Rencanakan perjalanan ke Jepang

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.