Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Bon Odori: Cara Menonton & Ikut Menari

Panduan Bon Odori: Cara Menonton & Ikut Menari
Bon Odori adalah tarian musim Obon Jepang, terdaftar Warisan Budaya UNESCO 2022. 3 terbesar: Gujo Odori (Gifu), Awa Odori (Tokushima), Nishimonai (Akita).

Ringkasan Cepat

Pesona singkat

Bon-odori adalah perayaan musim panas tradisional Jepang yang menari mengelilingi yagura selama periode Obon, festival interaktif di mana pemula pun bisa bergabung dalam lingkaran dan menari bersama.

Daya tarik utama

Pemain taiko dan penyanyi di atas yagura tengah, serta orang-orang yang menari mengelilinginya dalam lingkaran besar. Berbagai bon-odori bernuansa lokal seperti Gujo-odori, Nishimonai no Bon-odori, dan Awa-odori tersebar di berbagai daerah.

Lokasi dan waktu penyelenggaraan

Diadakan di taman, tepi sungai, halaman kuil Shinto atau kuil Buddha, dan jalan-jalan kompleks, terutama pada masa Obon (umumnya pertengahan Agustus). Akhir pekan cenderung lebih ramai.

Pakaian dan barang bawaan

Yukata maupun pakaian sehari-hari sama-sama boleh. Pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan; siapkan kipas, minuman, handuk, uang receh, dan obat anti-nyamuk untuk kenyamanan.

Alur partisipasi

5–10 menit pertama tonton dari luar lingkaran untuk mengingat gerakan, lalu bergabung perlahan dari barisan luar agar lancar. Karena gerakan dasarnya berulang, pemula pun mudah menari.

Keramaian dan waktu yang direkomendasikan

Bon-odori kecil di lingkungan lokal lebih cocok untuk peserta pemula daripada festival besar. Awal sore atau tepat setelah dimulai relatif tenang dan menyenangkan.

Etika dan hal yang perlu diperhatikan

Tidak memotong lingkaran tari, tidak memotret orang lain secara berlebihan, berperilaku tenang di halaman kuil, dan mengikuti petunjuk staf adalah etika dasar.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Semua area

Apa Itu Bon Odori? Makna, Asal-usul, dan Daya Tariknya bagi Wisatawan

Bon Odori (tarian Obon) adalah tarian musim panas tradisional Jepang yang diwariskan turun-temurun melalui upacara Obon, yaitu masa untuk menyambut dan mengantarkan kembali arwah leluhur, sekaligus momen ketika masyarakat setempat berkumpul.

Obon dikenal luas sebagai perayaan untuk menyambut arwah leluhur, dan Bon Odori menjadi pemandangan musim panas khas Jepang yang mengakar dalam tradisi tersebut.

Ada beberapa teori mengenai asal-usulnya, tetapi tarian ini diyakini berkembang ke bentuknya yang sekarang seiring keterkaitannya dengan Nenbutsu Odori (tarian doa Buddha) dan Urabon-e (upacara peringatan leluhur dalam ajaran Buddha).

Pada tahun 2022, 41 seni rakyat termasuk berbagai Bon Odori dan Nenbutsu Odori dari seluruh Jepang terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dengan nama Fūryū Odori, sehingga semakin dikenal di tingkat internasional.

Karakter Bon Odori Berbeda di Setiap Daerah

Bon Odori tidak memiliki bentuk yang seragam di semua tempat.

Cara menari, formasi, alat yang digunakan, lagu, dan musik pengiring (hayashi) berbeda-beda menurut daerah, sehingga setiap wilayah memiliki gaya khasnya sendiri.

Sebagai contoh, Gujō Odori di Prefektur Gifu, Nishimonai Bon Odori di Prefektur Akita, dan Awa Odori di Prefektur Tokushima disebut sebagai Tiga Bon Odori Terbesar di Jepang, dan masing-masing memiliki daya tarik yang sangat berbeda.

Bon Odori Tetap Menyenangkan Meski Hanya Ditonton

Meski tidak ikut menari, Anda tetap dapat menikmati suasananya hanya dengan mendengar suara taiko (gendang Jepang), melihat cahaya chōchin (lampion kertas), dan menyaksikan arus orang yang mengelilingi yagura (menara panggung).

Memulai dari sekadar menonton untuk menangkap suasana setiap lokasi juga merupakan cara menikmati yang wajar dan menyenangkan.

Apa yang Harus Diperhatikan di Lokasi Bon Odori? Fokus pada Yagura dan Lingkaran Tarian

Di banyak Bon Odori, sebuah yagura didirikan di tengah lokasi, dan lingkaran penari terbentuk di sekitarnya.

Yagura bukan hanya menjadi pusat tarian, tetapi juga berperan seperti panggung tempat musik dan pengumuman disampaikan.

Di atas yagura, penabuh taiko dan penyanyi memainkan musik hayashi, sementara para penari membentuk lingkaran dan bergerak ke arah yang sama mengikuti irama musik.

Memahami Irama Musik dan Gerakan Membuat Anda Lebih Mudah Bergabung

Bon Odori umumnya mengikuti irama taiko, lagu rakyat (minyō), dan teriakan semangat (kakegoe).

Meski ada perbedaan antar daerah, banyak tarian yang mudah diikuti dengan melihat gerakan orang di sekitar.

Lagu yang umum dimainkan antara lain Tōkyō Ondo, Tankō Bushi, dan Kawachi Ondo, tetapi lagu dan cara menari sangat berbeda tergantung daerah.

Perbedaan Daerah Bukan Kesalahan, Justru Itu Daya Tariknya

Ada tarian dengan gerakan tangan yang lebar, ada juga yang melangkah pelan dengan irama tenang.

Pakaian, cara membentuk barisan, hingga arah menari berbeda menurut daerah. Jadi, daripada mencari bentuk yang "benar", lebih baik menikmati ciri khas daerah tersebut.

Misalnya, Nishimonai Bon Odori terkenal dengan gaya unik menutupi wajah menggunakan amigasa (topi anyaman) atau hikosa-zukin (tudung kepala hitam), sedangkan Gujō Odori dikenal dengan tradisi Tetsuya Odori, yaitu menari sepanjang malam.

Cara Berpartisipasi dalam Bon Odori untuk Pertama Kali | Amati Dulu Sebelum Bergabung

Bon Odori bukan hanya acara untuk para penonton, melainkan festival yang sering diperkenalkan sebagai mudah diikuti.

Beberapa Menit Pertama, Amati dari Sisi Luar

Jika ini partisipasi pertama Anda, daripada langsung masuk ke tengah, cobalah amati arah tarian, gerakan tangan dan kaki, serta kecepatan langkah selama 5–10 menit, baru kemudian bergabung. Cara ini akan membuat Anda lebih tenang.

Mengamati tarian dengan saksama terlebih dahulu lalu bergabung ke dalam lingkaran akan memudahkan Anda memahami alurnya.

Sesuaikan Gerakan dengan Orang di Dekat Anda

Dalam Bon Odori, lebih penting menjaga arus dan menikmati bersama daripada menari secara sempurna.

Bila ada gerakan yang tidak Anda pahami, cukup ikuti orang di depan atau di samping. Tidak jarang warga setempat atau anggota perkumpulan pelestarian akan dengan ramah membagikan gerakannya.

Periksa Bentuk Partisipasi yang Diperbolehkan

Ada Bon Odori yang ramah turis dan mudah diikuti, tetapi ada juga yang cara partisipasinya sudah ditentukan.

Sebagai contoh, dalam Awa Odori di Tokushima, ada tahun-tahun tertentu ketika sistem Niwaka-ren (kelompok tari terbuka untuk peserta umum) disediakan agar wisatawan dapat ikut menari dengan mudah. Tanpa perlu pendaftaran, perlengkapan khusus, atau biaya apa pun, Anda cukup datang ke titik kumpul yang ditentukan, mengikuti latihan singkat dari kelompok terkenal (yūmei-ren), lalu ikut menari di panggung pertunjukan (enbujō).

Karena panduan tiap lokasi berbeda, paling aman bila Anda memeriksa informasi dari pemerintah daerah atau asosiasi pariwisata setempat.

Pakaian dan Barang Bawaan untuk Bon Odori | Prinsipnya Sama Meski Tidak Memakai Yukata

Di Bon Odori, banyak peserta yang mengenakan yukata (kimono musim panas dari kain tipis), dan pemandangan menari membentuk lingkaran dengan yukata memberikan suasana matsuri musim panas yang khas.

Namun, karena perbedaan tiap daerah cukup besar, paling aman bila Anda memeriksa panduan dari penyelenggara untuk memastikan ada tidaknya aturan ketat soal pakaian.

Prinsip Dasar dalam Memilih Pakaian

  • Mudah bergerak
  • Alas kaki stabil (pilih geta atau zōri yang tidak mudah lepas)
  • Tidak mudah bersinggungan dengan orang lain
  • Mudah mengatasi panas

Bila memilih yukata, Anda akan lebih menyatu dengan suasananya. Bila memakai pakaian biasa, utamakan kerapian dan kemudahan bergerak agar lebih nyaman ikut serta.

Barang Bawaan yang Berguna

  • Kipas uchiwa atau sensu (juga berguna saat dipegang saat menari)
  • Minuman (sebagian besar acara di luar ruangan, dan cuaca cenderung panas)
  • Handuk atau sapu tangan (untuk menyeka keringat)
  • Uang receh dan uang tunai (kebanyakan stan festival hanya menerima tunai)
  • Semprotan anti-nyamuk (sangat berguna terutama di lokasi taman atau bantaran sungai)

Karena lokasinya banyak di luar ruangan, persiapan mengatasi keringat dan menjaga hidrasi akan membuat Anda dapat menikmati acara dengan tenang lebih lama.

Etika Saat Menonton dan Memotret | Agar Tidak Merusak Suasana yang Menyenangkan

Saat mengambil foto atau video, penting untuk mempertimbangkan privasi orang lain sebelum mengambil gambar wajah secara dekat.

Hindari mengambil foto orang secara dekat tanpa izin, dan selalu patuhi rambu atau pemberitahuan tentang diperbolehkan atau tidaknya pengambilan gambar.

Berhati-hatilah Khususnya di Kuil Buddha dan Jinja (Kuil Shinto)

Lokasi Bon Odori bisa beragam, mulai dari jalan, taman, hingga area kuil Buddha atau jinja (kuil Shinto).

Di saat-saat yang berkaitan dengan doa atau ibadah, sebaiknya kurangi pengambilan gambar, dan saat mengunggah ke media sosial, berhati-hatilah terhadap foto yang dapat mengidentifikasi individu tertentu.

Etika Dasar Saat Menonton

  • Jangan tiba-tiba memotong lingkaran tarian
  • Jangan berdiri terlalu lama dekat yagura atau jalur arus orang
  • Utamakan panduan dari panitia dan papan informasi di lokasi
  • Bila ragu, tanyakan ke papan informasi atau petugas terdekat
  • Bawa pulang sampah atau buang di tempat yang sudah ditentukan

Bon Odori adalah acara yang dijaga dengan hati-hati oleh masyarakat setempat. Sebagai wisatawan, sikap menghargai kesempatan untuk ikut serta akan membuat pengalaman Anda lebih menyenangkan.

Tips Menghindari Keramaian | Memilih Waktu dan Lokasi

Bon Odori banyak diadakan pada akhir pekan di sekitar masa Obon (umumnya pertengahan Agustus di banyak daerah), dan lokasi yang terkenal akan dipadati pengunjung sejak sore hari.

Waktu yang Disarankan

Tepat setelah dimulai, jumlah pengunjung biasanya masih relatif tenang sehingga lebih mudah bergabung ke lingkaran tarian.

Sore hingga malam cenderung sangat ramai, jadi bila Anda hanya ingin menonton atau memotret, pilih waktu ketika keramaian sudah mereda.

Tips Memilih Lokasi

Bagi pemula, Bon Odori skala kecil yang diadakan asosiasi warga setempat (chōnaikai) atau di taman biasanya lebih santai dan mudah diikuti.

Acara besar yang terkenal memang sangat berkesan, tetapi sering kali memiliki pembatasan lalu lintas atau batas masuk pengunjung. Periksa terlebih dahulu informasi akses di situs resminya.

Rangkuman | Tips Menikmati Bon Odori dengan Tenang

Bon Odori adalah tarian musim panas Jepang yang berakar pada Obon, sekaligus budaya yang menampilkan karakter khas tiap daerah dengan kuat.

Cukup amati arus lingkaran yang mengelilingi yagura, mulai dari mengamati, ikut serta dengan pakaian yang nyaman, dan tetap menjaga etika saat menonton atau memotret. Maka, meski ini pengalaman pertama, Anda dapat menikmatinya dengan mudah.

Justru karena perbedaan tiap daerah sangat besar, lebih penting menyesuaikan diri dengan suara dan gerakan setempat daripada mencari satu jawaban benar.

Bila Anda ingin merasakan suasana matsuri musim panas Jepang, Bon Odori adalah acara yang sangat ramah untuk dijadikan pintu masuk pertama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Bon-odori adalah tarian tradisional Jepang yang dilakukan saat musim Obon untuk menyambut dan mengantar arwah leluhur, sekaligus mempererat warga setempat. Asalnya dipercaya dari odori-nenbutsu (tarian doa Buddha) yang berkembang bersama Urabon-e (upacara Obon dalam tradisi Buddhis). Furyu-odori (tarian rakyat berunsur perayaan) yang mencakup sejumlah bon-odori terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2022 dengan 41 tradisi dari seluruh Jepang.
A. Bon-odori umumnya banyak diadakan pada akhir pekan di sekitar Obon pertengahan Agustus. Beberapa daerah mengikuti Obon Juli, dan di perkotaan seperti Tokyo dan Yokohama acara berlangsung bertahap dari pertengahan Juli hingga awal September. Bahkan di lingkungan yang sama, hari dengan banyak yatai dan hari yang berfokus pada tarian bisa berbeda, jadi cek jadwal acara sebelumnya agar perjalanan tidak sia-sia.
A. Untuk ikut bon-odori, busana sehari-hari yang nyaman dan alas kaki yang stabil sudah cukup. Jika mengenakan yukata, pilih zouri yang lebih tahan gesekan tali dibandingkan geta, atau geta yang sudah biasa dipakai agar tidak mudah lelah. Memakai kaus kaki tabi alih-alih bertelanjang kaki mencegah lecet, sehingga turis pun lebih nyaman ikut menari.
A. Untuk bon-odori saat wisata, kipas uchiwa, handuk, minuman, dan uang receh sangat berguna. Banyak yatai yang hanya menerima tunai, jadi siapkan lembar 1.000 yen dan koin 100 yen agar transaksi lancar. Tempat sampah di lokasi cepat penuh, jadi membawa satu kantong plastik kecil membuat Anda lebih mudah bergerak.
A. Tiga bon-odori terbesar Jepang adalah Gujo Odori di Gifu, Nishimonai Bon Odori di Akita, dan Awa Odori di Tokushima. Gujo Odori bersifat partisipatif sehingga turis bisa bergabung dan terkenal dengan "tarian semalam suntuk", Nishimonai memiliki gaya fantastis dengan amigasa (topi anyaman) dan hikosa-zukin (penutup kepala) yang menutupi wajah, sedangkan Awa Odori bergaya prosesi yang bergerak maju dalam kelompok bernama "ren".
A. Cara yang paling mudah adalah menonton dari luar 5–10 menit untuk mengingat gerakan tangan dan kaki, lalu masuk lingkaran di awal lagu. Berdiri sekitar 3–4 orang di belakang penari lokal yang berseragam yukata membuat seluruh gerakan terlihat jelas dan mudah ditiru. Lagu yang sulit akan berputar satu lingkaran per set, jadi pilih sisi luar lingkaran saat masih belajar agar tidak mengganggu alur.
A. Tokyo Ondo, "Tanko-bushi", dan "Kawachi Ondo" adalah lagu khas yang biasa terdengar di seluruh Jepang. Tokyo Ondo lahir pada 1932 sebagai Marunouchi Ondo, sedangkan Tanko-bushi berasal dari lagu kerja tambang batu bara di Tagawa, Fukuoka. Gerakan menyilangkan tangan di atas kepala lalu menambang pada Tanko-bushi mudah dipahami, sehingga cocok sebagai lagu pertama untuk pendatang baru.
A. Yagura adalah menara yang didirikan di tengah lokasi sebagai panggung untuk pemain taiko dan penyanyi. Penari membentuk lingkaran konsentris mengelilingi yagura, sehingga suara dan cahaya menyebar merata. Bagian depan yagura adalah tempat terbaik untuk merasakan suara dan getaran taiko, sedangkan untuk foto, ambil dari sisi belakang agak menyamping agar penari dan lampu tercakup dan kesannya lebih berdimensi.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.