Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Pemandangan Terindah di Kochi: Laut, Sungai, dan Gunung

10 Pemandangan Terindah di Kochi: Laut, Sungai, dan Gunung
10 panorama terbaik di Kochi: Katsurahama, Tanjung Muroto, Sungai Shimanto, Niyodo Blue, dan Pulau Kashiwajima, lengkap dengan panorama musiman dan tips aman.

Ringkasan Cepat

Tempat berpemandangan indah di Kochi

Tempat-tempat berpemandangan indah di Kochi menawarkan beragam lanskap, mulai dari Samudra Pasifik di Pantai Katsurahama, Tanjung Muroto, dan Tanjung Ashizuri hingga laut jernih Kashiwajima, aliran bening Sungai Shimanto dan Niyodo Blue, serta padang rumput Shikoku Karst, dan karena prefektur ini membentang luas dari timur ke barat, lebih realistis untuk mempersempit perjalanan pada pemandangan dan kawasan yang ingin dilihat di antara laut, sungai, dan pegunungan.

Pilih berdasarkan jenis pemandangan

Total 10 tempat: Pantai Katsurahama, Tanjung Muroto, Tanjung Ashizuri, dan Kashiwajima untuk laut; Sungai Shimanto, Niko-buchi, Ngarai Yasui, dan Ngarai Nakatsu untuk sungai dan lembah; serta Shikoku Karst dan Air Terjun Todoroki untuk pegunungan.

Daya tarik utama

Daya tarik utamanya mencakup pantai berbentuk busur dan patung Sakamoto Ryoma di Katsurahama, Niyodo Blue yang menonjol di kolam air terjun biru Niko-buchi, jembatan yang dapat terendam tanpa pagar di Sungai Shimanto, serta padang rumput dan bentang batu kapur Shikoku Karst.

Perkiraan akses

Pantai Katsurahama berjarak sekitar 30–40 menit dengan bus dari Stasiun Kochi. Tanjung Ashizuri dan Kashiwajima berada di bagian barat daya prefektur, sehingga sebaiknya menyediakan waktu lebih untuk perjalanan.

Biaya dan sumbangan sukarela

Di Niko-buchi, pengunjung diminta memberikan sumbangan sukarela sebesar 100 yen per orang di pintu masuk jalur jalan kaki, jadi disarankan menyiapkan uang receh.

Catatan perjalanan

Karena Prefektur Kochi membentang luas dari timur ke barat, lebih realistis untuk memusatkan rencana pada satu kawasan di antara laut, sungai, dan pegunungan. Jalan prefektur yang melintasi Shikoku Karst biasanya ditutup pada musim dingin dari sekitar awal Desember hingga pertengahan Maret.

Daya tarik setiap musim

Nikmati kontras antara dedaunan hijau segar dan warna sungai pada musim semi, tepi perairan pada musim panas, dedaunan musim gugur di Air Terjun Todoroki yang biasanya paling indah sekitar pertengahan November, serta garis cakrawala laut yang terlihat jelas dalam udara jernih pada musim dingin.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kochi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Daya tarik tempat berpemandangan indah di Prefektur Kōchi adalah Anda dapat menikmati beragam lanskap alam di dalam prefektur, mulai dari garis pantai panjang yang menghadap Samudra Pasifik, Sungai Niyodo dan Sungai Shimanto yang sangat jernih, hingga dataran tinggi yang bertaburan batu kapur.

Namun, karena jangkauan perjalanan dari timur ke barat cukup luas meski di dalam Prefektur Kōchi yang sama, memfokuskan pemandangan yang ingin dilihat dan menyusun rencana per area akan membuat perjalanan menjadi lebih santai.

Cara Memilih 10 Tempat Berpemandangan Indah di Kōchi | Tentukan Berdasarkan Laut, Sungai, atau Gunung

Jika baru pertama kali berwisata ke Kōchi, menentukan mana yang akan menjadi fokus—laut, sungai, atau gunung—akan memudahkan Anda memilih tujuan tempat berpemandangan indah.

Karena kesan dari kedahsyatan pantai, ketenangan aliran sungai jernih, dan keleluasaan dataran tinggi sangat berbeda, pilihlah lanskap yang sesuai dengan tujuan perjalanan Anda.

Memilih Tempat Berpemandangan Indah di Kōchi Berdasarkan Tipe Pemandangan

Bagi yang ingin memandang luasnya Samudra Pasifik, Katsurahama, Tanjung Muroto (Murotomisaki), dan Tanjung Ashizuri (Ashizurimisaki) sangat cocok.

Bagi yang ingin menikmati warna teluk yang tenang, Kashiwajima yang dikenal dengan lautnya yang sangat jernih menjadi pilihan.

Jika mengutamakan kejernihan air, wilayah aliran Sungai Niyodo (Niyodogawa) yang terkenal dengan "Niyodo Blue" dan Sungai Shimanto (Shimantogawa) sangat sesuai; sedangkan jika mencari hamparan barisan gunung dan langit, Shikoku Karst-lah yang cocok.

Membandingkan Ciri 10 Tempat Berpemandangan Indah di Kōchi dalam Satu Tabel

Dengan merangkum perbedaan lanskap dan kecocokannya dengan perjalanan, Anda dapat lebih mudah memilih tujuan meski dengan jadwal terbatas.

Nama Lanskap Perjalanan yang cocok
Katsurahama Pantai pasir dan Samudra Pasifik Wisata Kota Kōchi
Tanjung Muroto Batu karang unik dan ombak ganas Perjalanan menikmati bentang alam
Tanjung Ashizuri Tebing dan garis cakrawala Perjalanan menyusuri tanjung
Kashiwajima Teluk yang jernih Menginap di tepi pantai
Sungai Shimanto Aliran jernih dan jembatan chinkabashi Perjalanan menyusuri sungai
Nikobuchi Kolam air terjun biru Menikmati alam yang tenang
Lembah Yasui Aliran lembah dan permukaan batu Menyusuri lembah
Ngarai Nakatsu Air terjun dan ngarai Perjalanan menjelajah dengan berjalan kaki
Shikoku Karst Padang rumput dan batu kapur Berkendara di dataran tinggi
Air Terjun Todoro Air terjun bertingkat dan hutan Perjalanan mengunjungi air terjun

Tempat Berpemandangan Laut Indah untuk Merasakan Keagungan Samudra Pasifik

Pemandangan laut indah di Kōchi tidak hanya berupa pantai pasir yang tenang, tetapi juga kaya variasi mulai dari terumbu karang, tebing, tanjung, hingga teluk yang jernih.

Karena banyak tempat yang mudah terpengaruh ombak dan angin, saat menikmati pemandangan utamakanlah tanda peringatan setempat.

1. Katsurahama | Memandang Pantai Berbentuk Busur, Hutan Pinus, dan Patung Sakamoto Ryōma

Katsurahama adalah tempat wisata pantai yang juga dikenal dengan patung Sakamoto Ryōma dan mudah dikunjungi dari pusat Kota Kōchi.

Anda dapat memandang lanskap pantai khas Kōchi—perpaduan pantai berbentuk busur, hutan pinus, area berbatu, dan Samudra Pasifik—yang juga populer sebagai tempat menikmati bulan.

Dari Stasiun Kōchi, perkiraannya sekitar 30–40 menit dengan bus, dan waktu tempuh berbeda-beda tergantung jadwal dan rute.

Karena di dekat pantai perubahan ombak sangat kuat dan kedalaman bertambah secara mendadak, jangan mendekati tepi ombak dan nikmatilah pemandangan dari jalur pejalan kaki atau tempat yang dapat digunakan untuk memandang.


2. Tanjung Muroto | Keindahan Bentang Alam dari Batu Karang Unik dan Tumbuhan Subtropis

Di Tanjung Muroto, terumbu karang yang dihantam ombak Samudra Pasifik dan tumbuhan subtropis seperti akō (pohon ara subtropis) yang tumbuh di pantai berada dalam satu pandangan.

Kawasan ini termasuk dalam Geopark Global UNESCO Muroto yang disertifikasi sebagai Geopark Global UNESCO pada September 2011 (yang ke-5 di Jepang), dan Anda dapat merasakan dari dekat pergerakan bumi seperti teras laut yang terbentuk akibat pengangkatan.

Cocok tidak hanya bagi yang menyukai pemandangan, tetapi juga bagi yang tertarik pada pembentukan daratan dan hubungannya dengan laut.

Karena pijakan di sepanjang pantai mudah menjadi tidak stabil, penting untuk memilih sepatu yang nyaman dipakai berjalan dan tidak memaksakan diri mendekat saat angin kencang atau ombak tinggi.


3. Tanjung Ashizuri | Garis Cakrawala yang Terbentang di Tebing Ujung Paling Selatan Shikoku

Tanjung Ashizuri terletak di ujung paling selatan Shikoku dan merupakan tempat wisata di Taman Nasional Ashizuri-Uwakai yang memungkinkan Anda memandang Samudra Pasifik dari ujung Semenanjung Ashizuri.

Tebing setinggi sekitar 80 meter dan Mercusuar Ashizuri setinggi sekitar 18 meter yang dinyalakan tahun 1914 mempertegas lanskap, dan di sekitarnya Hakusan Domon—yang dianggap sebagai salah satu lengkungan gua granit terbesar di Jepang—juga menjadi daya tarik.

Karena terletak di bagian barat daya Prefektur Kōchi, memberi kelonggaran waktu untuk perjalanan akan membuat Anda dapat menikmatinya dengan tenang.


4. Kashiwajima | Laut yang Sangat Jernih dan Kehidupan Pulau

Kashiwajima adalah pulau dengan keliling sekitar 4 kilometer yang berada di Kota Ōtsuki, Distrik Hata, terhubung ke pulau utama oleh 2 jembatan, dan dikenal dengan lautnya yang sangat jernih.

Saat kondisi cuaca dan cahaya mendukung, dasar laut hingga bayangan perahu pun mudah terlihat, dan hanya dengan memandang warna air dari atas jembatan atau dari pantai saja sudah mengesankan.

Namun, pulau ini bukan hanya tempat wisata, tetapi juga tempat tinggal masyarakat.

Hindari parkir di jalan dan masuk ke lahan pribadi, serta gunakanlah tempat parkir dan jalur pejalan kaki yang telah ditunjukkan.


Tempat Berpemandangan Indah Sungai dan Lembah Menyusuri Niyodo Blue serta Aliran Jernih

Pemandangan sungai di Kōchi menawarkan pengalaman berbeda: di Sungai Shimanto Anda dapat memandang alirannya yang lebar, sedangkan di wilayah aliran Sungai Niyodo Anda dapat berjalan kaki mengunjungi kolam biru dan air terjun.

Setelah hujan, volume dan aliran air berubah dan jalur pejalan kaki juga menjadi licin, jadi periksalah cuaca hari itu dan informasi setempat.

5. Sungai Shimanto | Merasakan Jembatan Chinkabashi dan Kehidupan di Wilayah Aliran Sungai

Di Sungai Shimanto yang membanggakan panjang 196 kilometer sebagai yang terpanjang di Shikoku, lanskap yang tercipta dari aliran tenang berbadan sungai lebar dan jembatan chinkabashi tanpa pagar sangat berkesan.

Chinkabashi adalah jembatan tanpa pagar yang dirancang untuk terendam saat air sungai meluap; lebih dari 40 jembatan masih tersisa di aliran utama dan anak-anak sungainya, dan sebagian bukan objek pameran wisata, melainkan masih digunakan sebagai jalan dalam kehidupan sehari-hari warga setempat.

Di atas jembatan, jangan menghalangi lalu lintas mobil dan sepeda, serta berhati-hatilah untuk tidak berhenti terlalu lama demi mengambil foto.


6. Nikobuchi | Kolam Air Terjun Sakral tempat Niyodo Blue Menonjol

Nikobuchi adalah kolam air terjun anak Sungai Niyodo yang berada di Kota Ino, dikenal karena warna biru yang disebut "Niyodo Blue" menjadi menonjol saat cahaya menembus permukaan air.

Karena sejak dahulu dihormati sebagai tempat sakral yang dihuni dewa air, berenang serta makan dan minum dilarang, dan diperlukan sikap menikmati pemandangan dengan tenang.

Meskipun tersedia jalur pejalan kaki dengan kemiringan landai, karena ada tangga dan jalan menanjak, akan lebih aman jika Anda mengurangi beban bawaan dan berkunjung dengan sepatu yang tidak licin.

Di pintu masuk jalur pejalan kaki, ada imbauan untuk menyumbang iuran 100 yen per orang, jadi sebaiknya siapkan uang receh.


7. Lembah Yasui | Menikmati Suishō-buchi dan Warna Niyodo Blue dengan Berjalan Kaki

Di Lembah Yasui (Yasuikeikoku) di Kota Niyodogawa, Anda dapat menikmati lanskap lembah yang berkesinambungan berupa aliran jernih, Suishō-buchi yang tampak biru, air terjun, dan hijaunya hutan.

Karena warna air berubah tergantung tempat memandang dan arah cahaya, disarankan untuk tidak menilai dari satu tempat saja dan berjalan sambil memastikan keamanan di sekitar.

Batu basah dan daun gugur mudah membuat licin, sehingga saat hujan atau air meluap perlu pertimbangan untuk mempersempit area jelajah.

8. Ngarai Nakatsu | Menyusuri Ngarai dengan Dinding Batu dan Air Terjun yang Berkelanjutan

Ngarai Nakatsu (Nakatsukeikoku) yang juga berada di Kota Niyodogawa adalah tempat yang memungkinkan Anda merasakan dari dekat, melalui jalur pejalan kaki, aliran yang dikelilingi dinding batu dan Air Terjun Uryū.

Hingga Air Terjun Uryū tersedia jalur pejalan kaki pulang-pergi sekitar 1,3 kilometer, dan tidak hanya air tetapi juga perpaduan batu besar, lumut, dan pepohonan memberi kedalaman pada pemandangan serta menampilkan keindahan ngarai yang berbeda setiap musim.

Di bagian yang sempit, saling mengalahlah, dan saat mengambil foto pun jangan menghalangi jalan.



Tempat Berpemandangan Indah untuk Menikmati Hamparan Gunung dan Dataran Tinggi

Yang memberikan keleluasaan berbeda dari laut dan sungai adalah dataran tinggi dan air terjun di pegunungan.

Di daerah berketinggian dan jalan pegunungan, antisipasilah perbedaan suhu dengan dataran rendah, kabut, dan pembatasan lalu lintas, serta periksalah informasi jalan dan cuaca sebelum berangkat.

9. Shikoku Karst | Dataran Tinggi di Langit dengan Padang Rumput dan Batu Kapur yang Berkelanjutan

Shikoku Karst adalah dataran tinggi karst dengan ketinggian sekitar 1.000–1.500 meter yang membentang di perbatasan Prefektur Kōchi dan Prefektur Ehime, dan lanskap uniknya berupa batu kapur putih yang bertaburan di padang rumput terbentang timur-barat sekitar 25 kilometer.

Di dataran tinggi yang membuat langit terasa dekat, tidak hanya pemandangan jauh saat cerah, tetapi juga suasana tenang di hari berkabut pun mengesankan.

Jalur membujur jalan prefektur biasanya ditutup selama musim dingin dari awal Desember hingga sekitar pertengahan Maret, dan ada masa saat Anda tidak dapat masuk ke Mezurudaira atau Dataran Tinggi Godan, sehingga perlu memperhatikan waktu kunjungan.

Jangan masuk ke lahan penggembalaan atau lahan pribadi, serta gunakanlah jalan, tempat parkir, dan jalur jelajah yang telah ditentukan.


10. Air Terjun Todoro | Air Terjun Bertingkat dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang yang Diselimuti Hutan

Air Terjun Todoro (Todoro-no-taki) di Kahoku, Kota Kami adalah air terjun bertingkat yang jatuh setinggi 82 meter dalam 3 tingkat, dan merupakan air terjun terkenal anak Sungai Monobe yang juga terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang.

Anda dapat memandang bersama kolam air terjun yang berkilau biru dengan warna gunung seperti dedaunan hijau muda dan daun musim gugur, serta menjumpai lanskap gunung khas Kōchi yang berbeda dari wilayah pantai.

Karena cuaca mudah berubah di daerah pegunungan, jika merasa khawatir dengan pijakan atau volume air, nikmatilah pemandangan dari tempat aman yang dapat digunakan untuk memandang.


Pemandangan Indah Kōchi yang Berubah Menurut Musim dan Waktu

Lanskap alam akan tampak berbeda menurut musim, cuaca, dan arah cahaya meski di tempat yang sama.

Dengan tidak hanya menargetkan warna atau pemandangan tertentu, melainkan menerima kondisi alam hari itu, kepuasan perjalanan akan meningkat.

Musim Semi dan Panas: Menikmati Niyodo Blue di Tepi Air dan Kehijauan

Musim semi adalah saat kontras antara dedaunan hijau muda dan warna sungai mudah terlihat, sedangkan awal musim panas hingga musim panas adalah musim yang memudahkan menikmati kehijauan serta pemandangan air laut dan lembah.

Di sisi lain, karena ada pengaruh sinar matahari yang kuat, hujan mendadak, dan topan, siapkanlah topi dan minuman serta periksalah informasi cuaca.

Musim Gugur dan Dingin: Perhatikan Daun Musim Gugur di Gunung dan Udara yang Jernih

Di Air Terjun Todoro, daun musim gugur biasanya mencapai puncaknya sekitar pertengahan November, dan di Ngarai Nakatsu pun pepohonan berubah warna pada musim gugur.

Pada musim dingin, garis cakrawala laut kadang terlihat jelas di hari cerah, sementara di daerah pegunungan seperti Shikoku Karst ada ruas yang tidak dapat dilalui pada musim dingin, sehingga pemeriksaan informasi jalan tidak boleh dilewatkan.

Pemandangan Menurut Waktu dan Pendekatan Fotografi

Dengan menyadari ciri cahaya di tiap tempat, Anda dapat menikmati suasana berbeda meski dari pemandangan yang sama.

Waktu Tampilan Pendekatan fotografi
Pagi Cahaya lembut Pemandangan sudut lebar yang tenang
Siang Warna air mudah terlihat Perhatikan pantulan permukaan air
Sore Bayangan semakin pekat Manfaatkan cahaya belakang
Mendung Warna menjadi kalem Jadikan batu dan lumut sebagai fokus

Rencana Perjalanan untuk Menyusuri Tempat Berpemandangan Indah Kōchi dengan Aman

Prefektur Kōchi membentang luas dari timur ke barat. Jika tanjung, lembah, dan dataran tinggi dijejalkan dalam satu hari, sebagian besar waktu akan tersita untuk perjalanan.

Rencana yang memfokuskan pada satu area lebih realistis.

Etika Dasar yang Perlu Dipatuhi di Alam

Tindakan menjaga lanskap dan menjaga keselamatan memiliki tujuan yang sejalan.

  • Jangan masuk ke area terlarang atau melewati pagar
  • Bawa pulang sampah dan jangan mengambil tumbuhan atau batu
  • Jangan menghalangi jalan warga atau jalur pejalan kaki untuk memotret
  • Gunakan drone setelah memeriksa aturan pengelola

Informasi Jalan dan Cuaca yang Perlu Diperiksa Sebelum Berangkat

Kondisi jalan dan jalur pejalan kaki dapat berubah akibat hujan lebat, ombak tinggi, topan, batu jatuh, pekerjaan konstruksi, dan penutupan musim dingin.

Sebelum berkunjung, periksalah panduan resmi dari fasilitas, pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, operator transportasi, dan pengelola jalan, serta utamakan tanda setempat dan instruksi petugas.

Utamakan kembali ke tempat aman daripada mengambil foto, dan ubahlah rencana jika cuaca memburuk.

Kesimpulan | Pilih Tempat Berpemandangan Indah Khas Kōchi dari Laut, Sungai, atau Gunung

Tempat berpemandangan indah di Kōchi memiliki karakter berbeda di tiap daerah, seperti garis cakrawala Samudra Pasifik, aliran jernih Sungai Shimanto dan Sungai Niyodo, serta padang rumput Shikoku Karst.

Dengan tidak berusaha menyusuri semuanya sekaligus dan memfokuskan lanskap yang ingin dilihat serta area menginap, perjalanan akan menjadi kesempatan menikmati alam dengan santai.

Periksalah aturan setempat serta informasi jalan dan cuaca, dan nikmatilah pemandangan agung khas Kōchi sambil memperhatikan kehidupan warga dan lingkungan alam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Pada dasarnya, pilihan antara laut, sungai, dan pegunungan ditentukan berdasarkan jenis pemandangan yang ingin dilihat. Untuk cakrawala Samudra Pasifik, pilih Katsurahama, Tanjung Muroto, atau Tanjung Ashizuri; untuk air biru jernih, pilih daerah aliran Sungai Niyodo atau Sungai Shimanto; dan untuk menikmati lapangnya padang rumput, Shikoku Karst adalah pilihan yang sesuai. Karena jarak perjalanan dari timur ke barat di Prefektur Kochi cukup jauh, Anda dapat menikmati alam dengan santai dengan berfokus pada satu kawasan, alih-alih mencoba mengunjungi semuanya dalam satu hari.
A. Niyodo Blue adalah warna biru jernih yang tampak menonjol ketika cahaya menyinari permukaan air di daerah aliran Sungai Niyodo, yang dianggap memiliki salah satu kualitas air terbaik di Jepang. Kolam air terjun Niko Buchi dan Suisho Buchi di Ngarai Yasui adalah tempat yang mewakilinya. Seberapa biru air terlihat bergantung pada jumlah cahaya dan volume air; perlu diingat bahwa warna biasanya paling mudah terlihat pada siang hari yang cerah, saat matahari tinggi dan cahaya masuk ke dalam air.
A. Dari Stasiun Kochi, Anda dapat langsung menuju Katsurahama tanpa berganti kendaraan menggunakan Tiket Katsurahama bus MY Yu (1.500 yen untuk dewasa). Anda juga dapat naik dan turun di tempat seperti Jembatan Harimaya dan Godaisan, sehingga pusat kota dan Katsurahama mudah digabungkan dalam hari yang sama. Ombak di pesisir Katsurahama dapat berubah cepat dan air tiba-tiba menjadi dalam, jadi lebih aman untuk menjauh dari tepi air dan menikmati pemandangan dari jalur pejalan kaki atau tempat yang lebih tinggi.
A. Untuk mencapai kolam air terjun yang sakral, Anda harus menuruni tangga dan lereng, jadi diperlukan sepatu antiselip dan tas yang membuat kedua tangan bebas. Di pintu masuk, pengunjung diminta memberi sumbangan 100 yen per orang sebagai biaya sukarela untuk pelestarian lingkungan; menyiapkan uang koin akan mempermudah pembayaran. Niko Buchi dipercaya sebagai tempat bersemayam dewa air, dan masuk ke air serta makan atau minum dilarang. Nikmatilah pemandangan dengan tenang dan bantu lindungi lingkungan alam.
A. Sebagian ruas jalan prefektur di Shikoku Karst biasanya ditutup untuk lalu lintas setiap musim dingin. Di dataran tinggi pada ketinggian sekitar 1.000–1.500 m, kabut dan angin kencang dapat mengubah jarak pandang, dan suhu lebih rendah daripada di dataran rendah. Karena tanggal mulai dan berakhirnya penutupan berbeda setiap tahun, periksa informasi jalan Prefektur Kochi sebelum berangkat. Bahkan pada musim panas, membawa jaket tipis yang memudahkan pengaturan suhu tubuh akan memberi rasa aman.
A. Chinkabashi adalah jembatan tanpa pagar yang dirancang untuk terendam ketika permukaan sungai naik. Sebanyak 47 jembatan masih tersisa di aliran utama dan anak-anak Sungai Shimanto. Jembatan ini bukan fasilitas wisata, melainkan jalan lokal yang masih aktif digunakan mobil dan sepeda. Sada Chinkabashi, yang paling hilir dan paling panjang, memiliki panjang sekitar 291 m. Hindari berhenti lama untuk mengambil foto dan pastikan tidak menghalangi lalu lintas.
A. Kashiwajima berada di perairan tempat Selat Bungo dan Arus Kuroshio bertemu, dan dikenal karena kejernihan airnya yang tinggi. Konon, sekitar sepertiga spesies ikan yang hidup di laut Jepang terdapat di sini, dan tempat ini terkenal untuk menyelam dan snorkeling. Pulau ini juga merupakan tempat tinggal penduduk, jadi gunakan area parkir yang ditentukan, seperti di pusat informasi wisata, hindari parkir di jalan atau memasuki tanah pribadi, dan bantu lindungi lingkungan laut.
A. Tanjung Ashizuri terletak di ujung paling selatan Shikoku dan merupakan tempat berpemandangan indah di Taman Nasional Ashizuri-Uwakai, tempat Anda dapat melihat cakrawala Samudra Pasifik dari tebing setinggi sekitar 80 m. Daya tarik lainnya meliputi Mercusuar Tanjung Ashizuri, yang pertama kali dinyalakan pada tahun ke-3 Taisho (1914), dan Hakusan Domon, salah satu gerbang gua laut granit terbesar di Jepang. Lokasinya berjarak sekitar 3 jam sekali jalan dari pusat Kochi, jadi merencanakan menginap semalam akan membuat kunjungan lebih santai.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.