Nikmati Perjalanan ke Jepang!

15 Tempat Wisata Terbaik di Kochi yang Wajib Dikunjungi

15 Tempat Wisata Terbaik di Kochi yang Wajib Dikunjungi
Jelajahi 15 tempat terbaik di Kochi: Kastil Kochi, Katsurahama, Sungai Niyodo dan Shimanto, serta Tanjung Ashizuri, dengan tips sejarah, alam, akses, dan etika.

Ringkasan Cepat

Daya tarik wisata Kochi

Di Prefektur Kochi, Anda dapat menikmati tempat-tempat populer seperti Kastel Kochi dan Pantai Katsurahama, Gua Ryugado dan bentang alam Muroto, aliran jernih Sungai Niyodo dan Sungai Shimanto, hingga pemandangan Samudra Pasifik di Tanjung Ashizuri dan Pantai Tatsukushi; karena prefektur ini memanjang dari timur ke barat, kunci perencanaan wisata adalah membaginya menjadi kawasan kota, timur, dan barat serta menyediakan waktu tambahan untuk perjalanan dan cuaca.

Tempat populer yang wajib dikunjungi

Tempat populer di Kota Kochi meliputi Kastel Kochi yang memiliki menara utama asli dan Istana Honmaru, Pantai Katsurahama yang menghadap patung Sakamoto Ryoma dan Samudra Pasifik, serta Pasar Hirome yang ditata seperti perkampungan kios makanan.

Perencanaan berdasarkan kawasan

Rencanakan tiga kawasan: sejarah dan kuliner di kawasan kota; Gua Ryugado, Taman Monet, dan Geopark Muroto di bagian timur prefektur; serta Sungai Shimanto, Tanjung Ashizuri, dan Pantai Tatsukushi di bagian barat.

Perkiraan biaya

Museum Peringatan Sakamoto Ryoma berharga 900 yen saat pameran khusus dan 500 yen pada hari biasa. Tiket umum Kebun Raya Makino berharga 850 yen; keduanya gratis untuk pelajar SMA dan yang lebih muda.

Perkiraan waktu

Di Ngarai Nakatsu, jalur jalan kaki pulang-pergi menuju Air Terjun Uryu sepanjang sekitar 1,3 km memerlukan waktu sekitar 40–60 menit.

Catatan perencanaan perjalanan

Prefektur Kochi memanjang dari timur ke barat dan frekuensi transportasi umum berbeda menurut kawasan, jadi jangan mencoba mengelilingi seluruh prefektur sekaligus serta sediakan waktu tambahan untuk perjalanan dan cuaca.

Pengalaman alam dan budaya

Nikmati pemandangan spektakuler Samudra Pasifik di Pantai Katsurahama, Tanjung Ashizuri, dan Pantai Tatsukushi; jelajahi gua batu kapur di Gua Ryugado; serta rasakan sejarah dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat di Kuil Chikurinji dan jembatan yang dapat terendam di Sungai Shimanto.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kochi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Poin dalam Memilih 15 Tempat Wisata Terbaik di Kōchi

Prefektur Kōchi adalah wilayah tempat beragam objek wisata tersebar di area yang luas, mulai dari sejarah kota kastil dan budaya akhir zaman Edo, Samudra Pasifik yang terlihat dari Katsurahama, hingga aliran jernih Sungai Niyodo (Niyodogawa) dan Sungai Shimanto (Shimantogawa).

Saat berwisata di Kōchi, penting untuk memilih tujuan bukan hanya berdasarkan pemandangan yang ingin dilihat, tetapi juga dengan memperhatikan letak antarwilayah.

Dengan memisahkan jalan-jalan menyusuri sejarah di pusat kota, geologi dan taman di bagian timur, serta sungai dan laut di bagian barat, kamu akan lebih mudah menyusun rencana yang tidak memberatkan.

Mengenali Perbedaan antara Tempat Klasik, Alam, dan Budaya

Di pusat kota Kōchi kamu dapat menjumpai sejarah dan kuliner, di bagian timur prefektur ada gua dan taman, sedangkan di bagian barat ada pemandangan sungai dan laut.

Kami telah merangkum ciri khas 15 tempat ini beserta jenis wisatawan yang cocok untuk masing-masing.

Tempat Daya tarik utama Cocok untuk siapa
Kastil Kōchi (Kōchi-jō) Arsitektur kastil Penyuka sejarah
Pasar Hirome (Hirome Market) Kuliner dan interaksi Pencinta kuliner
Pasar Minggu (Sunday Market) Budaya keseharian Penyuka jalan-jalan
Jembatan Harimaya (Harimaya Bridge) Kisah dan panorama kota Kunjungan pertama
Katsurahama Samudra Pasifik Penyuka pemandangan laut
Museum Peringatan Sakamoto Ryōma Sejarah akhir Edo Penyuka budaya
Kebun Raya Makino Tumbuhan dan pameran Penyuka alam
Chikurin-ji Budaya kuil Perjalanan yang tenang
Ryūgadō Gua kapur Penyuka petualangan
Taman Monet (Monet's Garden) Keindahan taman Penyuka seni
Geopark Muroto (Muroto Geopark) Lanskap bumi Penyuka geologi
Ngarai Nakatsu (Nakatsu Gorge) Aliran jernih dan air terjun Penyuka jalan santai
Sungai Shimanto Jembatan selam Penyuka pemandangan sungai
Tanjung Ashizuri (Cape Ashizuri) Tanjung dan garis cakrawala Penyuka panorama menakjubkan
Pantai Tatsukushi (Tatsukushi Coast) Pantai batu unik Penyuka bentang alam

Jangan Berusaha Mengelilingi Seluruh Prefektur Sekaligus

Prefektur Kōchi memanjang dari timur ke barat, sehingga kemudahan transportasi umum dan frekuensi keberangkatannya berbeda-beda menurut wilayah.

Pada hari kamu menuju kawasan alam, periksa dulu informasi resmi mengenai transportasi dan fasilitas sebelum berangkat.

Objek Wisata Klasik yang Ingin Dikunjungi di Kota Kōchi

Di pusat Kota Kōchi, kamu bisa merasakan sejarah kota kastil dan budaya kuliner sehari-hari dalam jarak dekat yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

1. Kastil Kōchi | Melihat Menara Utama dan Istana Honmaru yang Masih Berdiri

Kastil Kōchi adalah salah satu dari dua belas kastil yang menara utamanya masih asli sejak zaman Edo, dan satu-satunya kastil di seluruh negeri yang menara utama dan istana Honmaru-nya (Kaitokukan) sama-sama masih berdiri.

Saat menaiki anak tangga batu dari gerbang Ōtemon, tembok batu, gerbang, istana, dan menara utama muncul satu per satu, sehingga kamu bisa memahami struktur keseluruhan kastil secara tiga dimensi.

Lima belas bangunan, termasuk menara utama dan gerbang Ōtemon, ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Penting tingkat nasional.

Jam buka pukul 9:00 hingga 17:00 (masuk terakhir 16:30), dan karena di dalam bangunan terdapat tangga curam serta beda ketinggian lantai, kunjungilah dengan alas kaki yang nyaman untuk berjalan.


2. Pasar Hirome | Menikmati Budaya Kuliner dan Interaksi Khas Kōchi

Pasar Hirome adalah pasar bergaya desa kedai tempat restoran, toko ikan segar, dan toko eceran berkumpul, dan kamu membawa makanan yang dibeli ke tempat duduk bersama untuk menikmatinya.

Dimulai dari hidangan khas berupa tataki bonito yang dibakar dengan jerami, kamu juga bisa memilih hidangan di kedai berbeda bersama teman seperjalanan lalu berbagi di meja.

Saat ramai, hindari menempati kursi terlalu lama, rapikan peralatan makan setelah selesai, dan bersikaplah penuh perhatian agar pengunjung di sekitarmu juga bisa menikmati waktunya.


3. Pasar Minggu | Pasar Jalanan di Otesuji yang Berlangsung 300 Tahun

Pasar Minggu yang digelar di Otesuji, Kota Kōchi, adalah pasar keseharian yang berjajar sayuran, buah, produk olahan, perkakas logam, dan tanaman kebun.

Dengan sejarah lebih dari 300 tahun sejak 1690 (Genroku tahun ke-3), pasar ini dikenal sebagai salah satu pasar jalanan terbesar di Jepang, dengan sekitar 300 kios di sepanjang jalan kira-kira 1 km.

Karena kamu bisa menemukan bukan hanya suvenir untuk wisatawan, tetapi juga barang yang biasa dibeli warga sehari-hari, kamu dapat merasakan kehidupan Kōchi dari dekat.

Digelar setiap hari Minggu dari sekitar pukul 6 pagi hingga sekitar pukul 2 siang, kecuali awal tahun (1 dan 2 Januari) serta 10 hingga 12 Agustus.

4. Jembatan Harimaya | Panorama Kota yang Terkait dengan Lagu Yosakoi-bushi

Jembatan Harimaya berawal dari jembatan pribadi yang dibangun rumah dagang 'Harimaya' dan 'Hitsuya' untuk lalu lintas pada zaman Edo, dan juga terkenal lewat lagu Yosakoi-bushi serta kisah cinta biksu Junshin dan Oma.

Dengan melihat bukan hanya jembatan yang ada sekarang, tetapi juga Taman Jembatan Harimaya di sekitarnya beserta jembatan replika berpelitur merah dan pameran di lorong bawah tanah, kamu akan lebih mudah memahami perubahan tempat ini.


Tempat Bersejarah dan Berbudaya di Katsurahama dan Godaisan

Di pinggiran Kota Kōchi, kamu dapat menikmati pemandangan Samudra Pasifik, sejarah akhir Edo, botani, dan budaya ziarah Shikoku dalam satu kawasan.

5. Katsurahama | Memandang Patung Sakamoto Ryōma dan Samudra Pasifik

Katsurahama dikenal dengan pemandangan yang terbentuk oleh garis pantai melengkung seperti busur, pohon pinus, dan ombak Samudra Pasifik, dan merupakan tempat klasik Kōchi yang terpilih sebagai salah satu dari 100 pantai terbaik Jepang.

Di dataran tinggi berdiri patung Sakamoto Ryōma setinggi sekitar 13.5 m termasuk alasnya, tempat kamu bisa merasakan kaitan antara Kōchi dan sejarah akhir Edo sambil memandang laut.

Di pantai Katsurahama kamu tidak dapat mendekati tepi tempat ombak memecah, jadi jagalah jarak dari pantai yang ombaknya berubah tajam dan tiba-tiba menjadi dalam, dan nikmati pemandangan dari tempat yang aman.


6. Museum Peringatan Sakamoto Ryōma Prefektur Kōchi | Mengenal Sosoknya lewat Surat-surat

Di Museum Peringatan Sakamoto Ryōma Prefektur Kōchi, yang berdiri di dalam Taman Katsurahama, kamu bisa mempelajari kehidupan dan latar belakang zaman Sakamoto Ryōma melalui surat dan dokumen yang berkaitan dengannya.

Ketika kamu memperhatikan hubungan dan pemikirannya—melalui surat-surat yang Ryōma kirim kepada keluarganya dan peraturan Kaientai—gambaran sosoknya menjadi tampak jelas.

Jam buka pukul 9:00 hingga 17:00 (masuk terakhir 16:30), dan tiket masuk 900 yen saat pameran khusus dan 500 yen pada periode lainnya (keduanya untuk usia 18 tahun ke atas; gratis untuk pelajar SMA ke bawah).

7. Kebun Raya Makino Prefektur Kōchi | Menyelami Dunia Tumbuhan dan Penelitian

Kebun Raya Makino Prefektur Kōchi didirikan untuk menghormati pencapaian Makino Tomitarō, botanis kelahiran Prefektur Kōchi, dan dibuka di Godaisan pada 1958.

Di area seluas sekitar 8 ha, kamu bisa mengamati lebih dari 3.000 jenis tumbuhan sepanjang empat musim, dan di gedung pameran kamu bisa mempelajari karya Makino melalui dokumen tentang penelitian dan gambar botaninya.

Bukan hanya bunga, jika kamu juga mengarahkan pandangan ke daun, bentuk pohon, rumah kaca yang rimbun dengan tumbuhan tropis, dan arsitekturnya, kesenangannya pun kian meluas.

Tiket masuk umum 850 yen (gratis untuk pelajar SMA ke bawah), dan jam buka pukul 9:00 hingga 17:00 (masuk terakhir 16:30).

8. Chikurin-ji | Doa Ziarah Shikoku dan Budaya Taman

Chikurin-ji adalah kuil ke-31 dari 88 tempat suci ziarah Shikoku, dan satu-satunya kuil di antara tempat suci Shikoku yang menjadikan Monju Bosatsu sebagai arca utamanya, sehingga menjadi kuil ilmu pengetahuan.

Selain aula utama (Benda Cagar Budaya Penting tingkat nasional), pagoda lima tingkat, dan jalan masuk yang diselimuti hijau dedaunan, taman panorama berpenetapan nasional dan balai pusaka juga menjadi petunjuk untuk mengetahui sejarah kuil.

Agar tidak mengganggu doa para peziarah dan pengunjung, hindari berbicara dengan suara keras, dan patuhi aturan pemotretan yang terpasang di dalam aula dan balai pusaka.



Tempat Menikmati Alam dan Seni di Bagian Timur Prefektur Kōchi

Bagian timur prefektur menghimpun gua kapur bawah tanah, taman yang mengingatkan pada lukisan, serta pantai tempat kamu bisa merasakan pergerakan bumi.

9. Ryūgadō | Mengamati Bebatuan Kapur dan Jejak Purba

Ryūgadō termasuk salah satu dari tiga gua kapur besar Jepang dan ditetapkan sebagai Situs Bersejarah dan Monumen Alam tingkat nasional.

Dari total panjangnya sekitar 4 km, sekitar 1 km dibuka sebagai rute wisata, dan selain bentang alam seperti stalagmit dan pilar batu, sorotan lainnya adalah 'Kendi Para Dewa', tembikar zaman Yayoi yang menyatu dengan batu kapur.

Untuk rute petualangan dengan sistem reservasi, periksa syarat keikutsertaan dan pakaian di situs web resmi sebelum memilihnya.

10. 'Taman Monet' Marmottan Desa Kitagawa | Menikmati Cahaya dan Bunga

'Taman Monet' Marmottan Desa Kitagawa adalah taman yang ditata berdasarkan taman di Giverny, Prancis, yang dicintai Claude Monet.

Taman ini juga satu-satunya di dunia yang secara resmi diizinkan menyandang nama 'Monet' di luar Giverny.

Saat menyusuri Taman Bunga, Taman Air, dan Taman Bordighera yang menghadirkan kembali lanskap Mediterania, tumbuhan, permukaan air, dan perubahan cahaya berpadu berlapis, memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar memandang sebuah lukisan.

Taman tutup pada musim dingin (Desember hingga akhir Februari), dan karena kondisi mekarnya bunga serta hari tutup berubah menurut musim, periksa informasi pembungaan dan panduan operasional di situs web resmi sebelum berangkat.


11. Geopark Global UNESCO Muroto | Berjalan di Atas Bumi yang Bergerak

Geopark Global UNESCO Muroto, yang diakui sebagai Geopark Global pada 2011, adalah tempat kamu bisa mempelajari bumi yang berubah dan kehidupan manusia melalui lapisan tanah, batuan, teras laut, dan tumbuhan subtropis.

Kawasan ini terus terangkat dengan laju sekitar 2 m per seribu tahun; pemandangan pantai di sekitar Tanjung Muroto saja sudah mengesankan, tetapi dengan memanfaatkan Pusat Geopark dan tur berpemandu, kamu akan lebih mudah memahami proses terbentuknya batuan.

Di tempat yang mudah terdampak angin kencang dan ombak tinggi, patuhi rambu larangan masuk, dan jangan memaksakan diri melangkah ke bebatuan basah atau area dekat laut.


Menikmati Panorama Aliran Jernih di Sungai Niyodo dan Sungai Shimanto

Daya tarik sungai-sungai Kōchi bukan hanya pada air biru yang disebut 'Niyodo Blue', tetapi juga pada panorama tempat ngarai, air terjun, jembatan selam, dan perkampungan tepi sungai menyatu.

12. Ngarai Nakatsu | Menyusuri Niyodo Blue dan Air Terjun Uryū

Ngarai Nakatsu adalah taman alam prefektur tempat batu-batu unik, kolam, dan air terjun berlanjut di sepanjang aliran jernih anak Sungai Niyodo.

Menuju Air Terjun Uryū tersedia jalur pejalan kaki pulang pergi sekitar 1.3 km; makin dalam kamu melangkah, pemandangan makin berubah, sehingga kamu bisa mengamati dari dekat air terjun dengan beda tinggi sekitar 20 m serta perpaduan warna air, permukaan batu, lumut, dan pepohonan.

Perjalanan pulang pergi dari mulut ngarai ke Air Terjun Uryū kira-kira 40〜60 menit sebagai patokan.

Pada hari permukaan jalan basah dan licin atau saat air meninggi, jangan memaksakan diri masuk lebih dalam; periksa pembatasan lalu lintas dan informasi cuaca, serta utamakan keselamatan.


13. Sungai Shimanto · Jembatan Selam Sada | Panorama Sungai dan Kehidupan

Jembatan Selam Sada yang melintang di Sungai Shimanto adalah jembatan selam tanpa pagar pengaman, yang dirancang untuk tenggelam ke dalam air saat permukaan air naik.

Dengan panjang 291.6 m dan lebar 4.2 m, ini adalah jembatan selam terpanjang dan yang paling hilir di Sungai Shimanto, tempat kamu bisa menikmati dengan tenang panorama sungai, gunung, dan jembatan yang menyatu.

Jembatan ini bukan panggung wisata, melainkan jalan kehidupan warga setempat, jadi dahulukan kendaraan, jangan berjalan menyebar berjajar atau berhenti berlama-lama, dan berhati-hatilah agar tidak menghalangi lalu lintas warga sekitar.


Menyusuri Panorama Menakjubkan Samudra Pasifik di Bagian Barat Prefektur Kōchi

Di bagian barat prefektur, kamu bisa menikmati tanjung tempat garis cakrawala terbentang luas, serta bentang alam pantai yang terpahat oleh ombak dan angin.

14. Tanjung Ashizuri | Menyusuri Panorama dan Hutan Pantai di Titik Paling Selatan Shikoku

Tanjung Ashizuri terletak di ujung paling selatan Shikoku, sebuah tempat elok di Taman Nasional Ashizuri-Uwakai dengan menara pandang yang menyuguhkan pemandangan Samudra Pasifik sekitar 270 derajat.

Selain pemandangan Mercusuar Tanjung Ashizuri yang berwarna putih kapur setinggi sekitar 18 m, jalur pejalan kaki di sekitarnya berlanjut melewati hutan pantai subtropis dan gua laut Hakusan Domon setinggi sekitar 16 m, sehingga kamu bisa merasakan alam tanjung ini secara tiga dimensi.

Pada hari berangin atau saat hujan, pijakan menjadi tidak stabil, jadi jangan melewati pagar dan susurilah dengan alas kaki yang nyaman untuk berjalan.


15. Pantai Tatsukushi | Melihat Batu-batu Unik yang Dibentuk Ombak dan Angin

Di Pantai Tatsukushi terbentang dataran abrasi laut—yang terbentuk saat batu pasir yang mengendap sekitar 17 juta tahun lalu terkikis oleh ombak dan angin—bersama batu-batu unik bernama seperti 'Ōtake-Kotake'.

Dengan memperhatikan bukan hanya bentuk batunya, tetapi juga pola lapisan tanah dan permukaan batu yang menyimpan jejak aktivitas makhluk hidup, kamu bisa mengamati pantai ini seperti ruang pameran alam.

Batu basah mudah licin, dan karena area yang bisa dilewati berubah menurut ketinggian pasang dan kondisi ombak, periksa panduan di lokasi dan berhati-hatilah agar tidak terlalu mendekat ke sisi laut.

Perencanaan dan Etika agar Wisata Kōchi Terasa Nyaman

Kunci menikmati wisata Kōchi adalah memberi kelonggaran pada perjalanan dan kondisi alam.

Fasilitas umum, kuil, pasar, dan tempat elok alam masing-masing memiliki aturan penggunaan yang berbeda.

Utamakan Cuaca Hari Itu daripada Musim

Sungai, ngarai, tanjung, dan area berbatu dapat sangat berubah oleh curah hujan, angin, dan ombak, bahkan pada musim yang sama.

Di tempat-tempat alam, utamakan pembatasan setempat, dan untuk berjaga-jaga jika tidak bisa masuk ke tujuan yang direncanakan, menyiapkan alternatif seperti museum atau kebun raya di pusat kota akan membuatmu lebih tenang.

Kami telah merangkum perilaku yang perlu diperhatikan menurut tiap situasi.

Situasi Perilaku yang dianjurkan Perilaku yang sebaiknya dihindari
Kuil Beribadah dengan tenang Memotret tanpa izin
Pasar Saling berbagi tempat duduk Menempati tempat duduk lama
Jembatan selam Mendahulukan kendaraan Berjalan berjajar melebar
Ngarai Memeriksa pembatasan Masuk saat air meninggi
Pantai Mengamati dari dalam pagar Mendekati tepi tempat ombak memecah

Konfirmasi Ulang Jam Buka, Biaya, dan Syarat Reservasi lewat Informasi Resmi

Hari buka, cara masuk, pameran khusus, dan jadwal transportasi suatu fasilitas dapat berubah menurut musim atau karena penanganan sementara.

Sesaat sebelum perjalanan, periksa situs web resmi fasilitas, pemerintah daerah, dan operator transportasi.

Rangkuman | Susuri Tempat Klasik dan Alam Kōchi dengan Ritmemu Sendiri

Prefektur Kōchi menghampar objek wisata tempat kamu bisa merasakan sejarah dan alam tanah ini, mulai dari tempat klasik seperti Kastil Kōchi dan Katsurahama hingga Ryūgadō, Muroto, Sungai Niyodo, Sungai Shimanto, Tanjung Ashizuri, dan Pantai Tatsukushi.

Dengan memberi kelonggaran pada waktu tempuh dan cuaca, kamu bisa menikmati setiap tempat secara mendalam.

Sambil menghormati aturan dan kehidupan setempat, temukan pemandangan dan budaya khas Kōchi yang sesuai dengan minatmu sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kochi membentang panjang dari timur ke barat, sehingga 2–3 hari dapat menjadi patokan jika pusat kota, wilayah timur, dan wilayah barat direncanakan secara terpisah. Pusat kota, tempat Kastel Kochi dan Pasar Hirome terkumpul, dapat dijelajahi dengan berjalan kaki dalam setengah hari, sedangkan Pantai Katsurahama dan Gua Ryugado masing-masing memerlukan sekitar setengah hari. Wilayah barat yang memiliki Sungai Shimanto dan Tanjung Ashizuri memerlukan perjalanan lebih dari 2 jam sekali jalan, jadi mengaturnya pada hari terpisah dengan menginap akan membuat perjalanan tidak terlalu berat.
A. Kastel Kochi bernilai penting secara nasional karena merupakan satu-satunya kastel di Jepang yang masih menyisakan menara utama asli dan istana honmaru secara bersamaan. Tiket masuk menara dan Kaitokukan adalah 420 yen; buka pukul 09.00–17.00 dengan penerimaan terakhir pukul 16.30. Di dalam menara terdapat rangkaian tangga curam, sehingga sepatu yang nyaman untuk berjalan lebih sesuai; setelah melewati Gerbang Otemon, dari sisi kiri akan lebih mudah memasukkan gerbang dan menara ke dalam satu foto.
A. Dari Stasiun Kochi ke Pantai Katsurahama, tiket Katsurahama untuk bus wisata keliling “MY Yu Bus” cukup praktis, dengan harga 1.500 yen untuk dewasa. Bus melewati Harimayabashi, Godaisan, Kuil Chikurin-ji, depan Museum Peringatan Sakamoto Ryoma, dan tempat lainnya, serta dapat dinaiki dan dituruni dengan bebas. Menunjukkan tiket memberikan diskon di fasilitas yang berlaku, jadi mengunjungi kawasan Godaisan pada hari yang sama dengan Katsurahama membantu memanfaatkan biaya transportasi dan waktu tunggu.
A. Di pasar, cara dasarnya adalah membawa makanan yang dibeli ke tempat duduk bersama dan membaginya dengan teman perjalanan. Memilih hidangan dari toko yang berbeda, seperti katsuo no tataki bakar jerami, yaitu hidangan bonito yang permukaannya dibakar dengan api jerami, memungkinkan Anda mencoba lebih banyak variasi. Saat ramai, satu orang dapat mencari tempat kosong; setelah makan, kembalikan wadah ke tempat pengembalian milik toko dan berikan tempat duduk kepada orang lain agar lorong tidak terhalang.
A. Pasar Minggu diadakan setiap hari Minggu di Otesuji, sekitar pukul 06.00 hingga sekitar pukul 14.00. Pasar tutup pada 1 dan 2 Januari di awal tahun serta 10–12 Agustus selama periode Yosakoi. Pasar ini telah berlangsung lebih dari 300 tahun sejak tahun Genroku 3 (1690), dengan sekitar 300 kios berjajar sepanjang kurang lebih 1 km. Bertanya kepada pedagang tentang cara menyantap sayuran musiman atau inaka-zushi dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai budaya kuliner Tosa.
A. Jalur wisata biasa di Gua Ryugado dapat dimasuki tanpa reservasi dan memerlukan waktu sekitar 30–40 menit. Gua ini merupakan salah satu dari 3 gua batu kapur utama Jepang, dengan Kami no Tsubo, wadah tembikar zaman Yayoi yang menyatu dengan stalaktit, sebagai salah satu daya tariknya. Jalur Petualangan, yang mengharuskan pengunjung merangkak melewati celah batu sempit, membutuhkan reservasi melalui telepon paling lambat sehari sebelumnya, biaya tambahan, dan peralatan khusus, sehingga pengunjung perlu mengenakan pakaian yang boleh kotor.
A. Monet's Garden Marmottan di Desa Kitagawa menciptakan kembali taman Claude Monet di tengah alam Kochi. Tiket masuknya 1.000 yen untuk umum dan 500 yen untuk siswa sekolah dasar serta sekolah menengah pertama; taman tutup pada Rabu ke-1 dan ke-3 dari Juni sampai Oktober, serta dari 1 Desember hingga akhir Februari. Tampilan teratai biru dan bunga lainnya berubah menurut musim dan waktu, sehingga pada masa berbunga, membandingkan cahaya di permukaan air pada pagi dan sore hari akan menambah kenikmatan.
A. Jembatan Chinkabashi Sada adalah jalan yang digunakan warga sehari-hari tanpa pagar, dengan panjang 291,6 m dan lebar 4,2 m. Jembatan ini dirancang untuk terendam saat air sungai naik dan dikenal sebagai jembatan chinkabashi terpanjang di bagian paling hilir Sungai Shimanto. Jika mobil datang, tunggulah di ujung jembatan; bahkan bila datang dengan sepeda dari Stasiun Nakamura, jangan berhenti lama di atas jembatan. Melihatnya bersama pemandangan permukiman tepi sungai membantu memahami kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.