Apa itu "Katsuo no Tataki"?
Hidangan khas daerah yang mewakili Prefektur Kochi: "Katsuo no Tataki".
Hidangan ini dibuat dengan membakar permukaan ikan katsuo dengan api besar untuk mengeluarkan aroma panggang yang harum.
Bagian luar gurih dan garing, sedangkan bagian dalam dibiarkan setengah matang (rare),
lalu ditumpuk dengan banyak bumbu pelengkap (daun bawang, bawang putih, jahe),
dan dinikmati dengan ponzu atau garam.
Nama "tataki" berasal dari cara penyajian, yaitu
setelah permukaan ikan dibakar,
dirasakan dengan cara dipukul ringan menggunakan tangan agar bumbu meresap.

Sejarah dan Asal Usul Katsuo no Tataki
Apakah diciptakan oleh panglima zaman Sengoku?
Ada beberapa teori tentang asal-usul katsuo no tataki,
dan salah satu yang terkenal terkait dengan panglima Sengoku, Yamauchi Kazutoyo.
Ketika Yamauchi memasuki wilayah Kochi,
ia berpendapat bahwa "memakan ikan mentah begitu saja tidak higienis",
dan cara memasak dengan memanggang permukaan ikan menyebar dari situ.
Hidangan yang lahir dari kearifan nelayan
Selain itu, konon saat nelayan di masa lalu memakan katsuo di atas kapal,
mereka segera memanggangnya dengan api untuk
memperpanjang daya simpan dan mengurangi bau amis,
yang juga menjadi salah satu awal mula hidangan ini.
Mana pun teorinya, sebagai kebudayaan kuliner khas Kochi,
hidangan ini tetap populer dan dapat ditemukan di seluruh prefektur hingga sekarang!

Cara makan dan ciri rasa Katsuo no Tataki
1. Gaya tradisional dengan "ponzu"
Gaya paling umum adalah,
menikmati dengan ponzu dan bumbu pelengkap untuk rasa yang segar.
- Memberi banyak daun bawang, bawang putih, jahe
- Mengucurkan banyak ponzu
- Aroma panggang dan rasa asam berpadu sehingga menggugah selera
2. "Shio-tataki" yang disukai para penikmat
"Shio-tataki" (tataki dengan garam) yang dicintai penduduk Kochi juga luar biasa!
- Tanpa ponzu, cukup taburi garam dan parutan yuzu
- Rasa asli katsuo semakin keluar
- Aroma panggang yang renyah menjadi lebih menonjol
Karena kesederhanaannya, kesegaran katsuo sangat penting,
dan hanya dengan katsuo segar khas Kochi Anda bisa benar-benar menikmati keunikannya.
3. Nikmati secara melimpah di atas nasi: "Tataki-don"
Katsuo no tataki juga populer disajikan banyak di atas nasi sebagai "tataki-don"!
- Rasa umami katsuo yang dibakar sangat cocok dipadukan dengan nasi
- Menambahkan ponzu membuatnya segar dan lezat
- Menaruh telur setengah matang membuat rasanya lebih kaya

Rekomendasi tempat menikmati Katsuo no Tataki di Kochi
Hirome Market (Kota Kochi)
- Pasar yang populer di kalangan wisatawan!
- Dapat mencoba perbandingan dari berbagai penjual
Myojinmaru (Kota Kochi)
- Menawarkan tataki otentik dengan gaya "wara-yaki" (pembakaran menggunakan jerami)
- Dengan memanggang menggunakan jerami bukan arang, aromanya menjadi lebih kaya!
Kuroshio Honjin (Kota Nakatosa)
- Dapat menikmati katsuo segar sambil memandang laut
- Ada juga pengalaman memanggang sendiri!
Informasi praktis untuk wisatawan
1. Akses transportasi
Shinkansen + ekspres: dari Osaka atau Tokyo ke Stasiun Kochi (sekitar 5–7 jam)
Pesawat: dari Bandara Haneda atau Kansai International ke Bandara Kochi Ryoma (sekitar 1 jam 30 menit)
Pergerakan di dalam kota: tram dan sewa mobil praktis digunakan
2. Tempat wisata yang direkomendasikan
Katsurahama (tempat wisata populer dengan patung Sakamoto Ryoma)
Kastil Kochi (must-see bagi penggemar sejarah)
Hirome Market (bukan hanya katsuo no tataki, tapi kumpulan kuliner khas Kochi!)
3. Event pengalaman membuat Katsuo no Tataki
Pengalaman wara-yaki katsuo (di Kuroshio Honjin, Kure Taishocho Market, dan lain-lain)
Anda bisa memanggang katsuo sendiri dan menikmati yang baru matang — sebuah pengalaman berharga!
Ringkasan dan pertanyaan yang sering diajukan
Ringkasan
- Katsuo no tataki, khas Kochi, bisa dinikmati dengan ponzu, garam, atau sebagai donburi
- Gaya tradisional wara-yaki (pembakaran dengan jerami) wajib dicoba!
- Dapat menikmati katsuo segar khas Kochi
- Gabungkan kunjungan ke Katsurahama atau Hirome Market untuk pengalaman lebih lengkap!
Pertanyaan yang sering diajukan
P: Apakah Katsuo no Tataki bisa ditemukan di luar Kochi?
J: Bisa dinikmati di izakaya di seluruh Jepang, namun kesegaran berbeda!
Terutama wara-yaki otentik adalah khas Kochi.
P: Kapan musim terbaik untuk menikmatinya?
A: Baik "katsuo pertama musim semi" maupun "katsuo kembali di musim gugur" sama-sama lezat!
- Musim semi (April–Juni): daging merah yang segar dan ringan
- Musim gugur (September–November): lebih berlemak dan kaya rasa
P: Apakah siapa pun bisa mencoba pengalaman wara-yaki?
A: Bisa! Jika melakukan reservasi, siapa pun dapat ikut.
Terutama Kuroshio Honjin dan Kure Taishocho Market menyediakan program pengalaman untuk wisatawan.
Jika Anda berkunjung ke Kochi, wajib mencicipi "Katsuo no Tataki"!
Anda tim ponzu atau tim garam? Mana yang Anda suka?
Silakan coba langsung di tempat asalnya!