Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kodokan Mito: Sejarah Pendidikan Klan Mito & Tokugawa

Kodokan Mito: Sejarah Pendidikan Klan Mito & Tokugawa

Kodokan Mito, spot sejarah pendidikan Klan Mito masa Edo. Telusuri Seimon, Seicho & Shizendo, tempat samurai belajar terkait Tokugawa Yoshinobu.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Singkat

Kodokan, sekolah klan yang didirikan oleh daimyo Mito generasi ke-9 Tokugawa Nariaki pada Tenpo 12 (1841), adalah situs bersejarah tempat Anda dapat berjalan di ruang pendidikan komprehensif zaman Edo yang mempelajari dari Konfusianisme hingga seni bela diri.

Tiga Daya Tarik Utama

Tiga daya tarik utama Kodokan adalah Seimon, Seicho, dan Shizen-do sebagai Aset Budaya Penting. Lubang peluru dari tahun pertama Meiji yang tersisa di Seimon, Seicho dengan papan bertuliskan “Yu o Gei”, dan Shizen-do tempat Tokugawa Yoshinobu menjalani pengasingan setelah Taisei Hokan (pengembalian kekuasaan politik kepada Kaisar) menjadi tempat wajib dilihat.

Akses

Sekitar 8 menit berjalan kaki dari pintu utara Stasiun JR Mito. Dengan mobil sekitar 30 menit dari Mito IC jalur Joban Expressway; tersedia parkir berbayar di sekitar.

Tarif & Jam Buka

Tiket masuk dewasa ¥420; SD/SMP dan lansia 70 tahun ke atas ¥210. Jam buka mulai 9:00; hingga 17:00 di musim panas dan 16:30 di musim dingin; tutup 29–31 Desember.

Estimasi Waktu Kunjungan

Sekitar 60–90 menit untuk mengunjungi perlahan. Skala yang memungkinkan Anda menikmati interior bangunan dan pameran dengan saksama.

Musim Terbaik

Di dalam area terdapat sekitar 60 varietas dan 800 pohon plum (ume), dan pertengahan Februari hingga 31 Maret saat Mito Ume Matsuri berlangsung menjadi acuan untuk melihat plum.

Poin Pengalaman Sejarah

Anda dapat merasakan masa transisi akhir Edo di tempat Tokugawa Yoshinobu belajar dari usia 5–11 tahun dan kemudian menjalani pengasingan. Anda dapat merasakan tempat belajar berdasarkan filosofi "Itcho Itchi" (kontras dan harmoni) yang berpasangan dengan Kairakuen.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Ibaraki

Apa Itu Kōdōkan (Kodokan)? Situs Bersejarah Mito yang Menyimpan Warisan Pendidikan Domain Mito

Kōdōkan adalah sekolah domain (hankō) yang didirikan oleh Tokugawa Nariaki, daimyō ke-9 Domain Mito, pada akhir periode Edo.

Hankō adalah lembaga pendidikan tempat para samurai dan keturunannya mempelajari ilmu pengetahuan dan seni bela diri. Kōdōkan menjadi tempat penting untuk memahami filosofi pendidikan Domain Mito.

Daya tarik mengunjungi Kōdōkan dalam wisata Mito bukan hanya sekadar melihat bangunan tua.

Dengan menelusuri tata letak bangunan dan fungsi setiap ruangan, Anda dapat membayangkan bagaimana para samurai zaman dulu belajar dan dididik menjadi orang yang menopang masyarakat.

Di kawasan yang tenang ini masih tersisa Seimon (gerbang utama), Seichō (aula utama), dan Shizendō, sehingga Anda dapat berkeliling layaknya menjelajahi panggung sejarah.

Daripada melihat sekilas dalam waktu singkat, lebih baik berjalan sambil mengonfirmasi nama dan fungsi setiap bangunan agar pemahaman semakin mendalam.

Sejarah Domain Mito dan Tokugawa Yoshinobu yang Wajib Diketahui di Kōdōkan

Kōdōkan tidak hanya mengajarkan Konfusianisme dan studi nasional (kokugaku), tetapi juga seni bela diri, kedokteran, astronomi, dan studi Belanda (rangaku) sebagai pusat pendidikan multidisiplin.

Pemikiran Domain Mito yang menjunjung tinggi keseimbangan antara ilmu (bun) dan bela diri (bu) terasa kuat melalui bangunan dan pameran.

Selain itu, Kōdōkan juga memiliki hubungan dengan Tokugawa Yoshinobu, shogun terakhir Jepang.

Menurut informasi resmi, Tokugawa Yoshinobu belajar di Kōdōkan pada masa kanak-kanak dan menjalani masa tahanan rumah (kinshin) di sini setelah Taisei Hōkan (pengembalian kekuasaan kepada kaisar).

Oleh karena itu, Kōdōkan adalah tempat pembelajaran sekaligus lokasi yang mengingatkan pada sejarah politik akhir periode Edo (bakumatsu).

Bahkan bagi wisatawan yang tidak akrab dengan sejarah Jepang, dengan dua sudut pandang "tempat belajar" dan "lokasi titik balik sejarah", kunjungan ini akan lebih berkesan.

Spot Foto & Hal yang Wajib Dilihat: Seimon, Seichō, dan Shizendō

Di Kōdōkan, yang pertama-tama harus Anda perhatikan adalah Seimon, Seichō, dan Shizendō.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting yang ditetapkan secara nasional dan diperkenalkan sebagai bangunan ikonik Kōdōkan.

Seimon | Gerbang Masuk yang Penuh Kemegahan

Seimon adalah bangunan simbolis yang menyampaikan kemegahan Kōdōkan.

Saat berkunjung, perhatikan konstruksi gerbang dan posisinya dalam keseluruhan area. Anda akan merasakan bahwa sekolah domain ini bukan sekadar sekolah biasa, melainkan fasilitas penting bagi Domain Mito.

Seichō | Tempat Membayangkan Pusat Sekolah Domain

Seichō diperkenalkan sebagai tempat berlangsungnya ujian dan upacara.

Dari ruangan beralas tatami dan suasana bangunan yang tenang, Anda dapat membayangkan ketegangan pembelajaran zaman dahulu.

Shizendō | Ruang yang Terkait dengan Tokugawa Yoshinobu

Shizendō dikenal sebagai tempat Tokugawa Yoshinobu menjalani kinshin (tahanan rumah) setelah Taisei Hōkan.

Justru karena bukan bangunan dengan dekorasi mewah, Anda dapat merasakan kedekatan dengan waktu yang dihabiskan tokoh sejarah ini.

Memahami Kōdōkan Lewat Hubungannya dengan Kairaku-en

Untuk memahami Kōdōkan, hubungan dengan Kairaku-en yang berada di dekatnya juga penting.

Menurut Kankō Ibaraki (situs pariwisata resmi), Kōdōkan diperkenalkan sebagai tempat berlatih ilmu dan bela diri, sementara Kairaku-en sebagai tempat menikmati waktu luang dari pelatihan. Keduanya direncanakan sebagai pasangan fasilitas.

Mengetahui hubungan ini akan mengubah cara pandang wisata Mito.

Jika hanya melihat Kōdōkan, ini adalah "tempat belajar", tetapi jika dikunjungi bersama Kairaku-en, terlihat bagaimana Domain Mito memandang pembentukan karakter dan keseimbangan hidup.

Di musim semi saat bunga plum (ume) mekar, Kōdōkan juga diperkenalkan sebagai tempat yang berkaitan dengan plum.

Namun, musim mekarnya bunga berbeda setiap tahun, jadi sebaiknya konfirmasi informasi resmi atau pengumuman terbaru sebelum berkunjung.

Hal yang Perlu Dikonfirmasi Sebelum Berkunjung & Etika Wisata

Karena Kōdōkan termasuk fasilitas yang berisi bangunan bersejarah, ikuti rambu petunjuk saat berkunjung dan jangan menyentuh bangunan atau benda pameran.

Aturan pemotretan dan area yang boleh dimasuki dapat berubah, jadi prioritaskan papan informasi di lokasi atau panduan resmi.

Jam buka, hari libur, dan harga tiket masuk diumumkan di situs resmi, tetapi dapat berubah sesuai musim dan acara.

Jika memasukkan ke dalam rencana perjalanan, sebaiknya periksa panduan penggunaan di situs resmi sebelum berangkat.

Dari segi cara menuju, lokasinya mudah dijangkau dari sekitar Stasiun Mito.

Dengan mengombinasikan kunjungan ke situs Kastel Mito (Mito-jō) atau Kairaku-en, Anda dapat menyusun rute wisata sejarah Mito dengan mudah.

Kesimpulan | Menikmati Pembelajaran dan Sejarah Mito dengan Tenang di Kōdōkan

Kōdōkan adalah situs bersejarah yang memungkinkan Anda merasakan pendidikan Domain Mito, sejarah bakumatsu, dan kisah Tokugawa Yoshinobu sekaligus.

Dengan menjelajahi Seimon, Seichō, dan Shizendō sebagai pusat kunjungan, sosok tempat pembelajaran periode Edo akan tersampaikan secara alami.

Bagi wisatawan asing, Kōdōkan adalah tempat untuk mengetahui sejarah Jepang dari sudut pandang berbeda dengan kastel atau taman tradisional Jepang.

Jika berkunjung ke Mito, nikmatilah sebagai wisata sejarah yang tenang dengan menggabungkannya bersama Kairaku-en dan situs bersejarah di sekitarnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kodokan adalah sekolah klan Mito yang didirikan pada tahun 1841 (Tenpo 12) oleh Tokugawa Nariaki, daimyo ke-9 klan Mito, dan saat itu merupakan sekolah klan terbesar di Jepang. Sebagai lembaga pendidikan komprehensif yang mengajarkan konfusianisme, seni bela diri, kedokteran, astronomi, hingga musik, Kodokan ditetapkan sebagai situs bersejarah khusus nasional pada tahun 1952 (Showa 27).
A. Biaya masuk Kodokan adalah 420 yen untuk dewasa, dan 210 yen untuk pelajar SD/SMP dan lansia 70 tahun ke atas. Anak di bawah usia SD gratis, dan kelompok 20 orang lebih dikenai 320 yen untuk dewasa. Karena tempat parkir Kodokan terbatas, jika penuh, gunakan parkir Sannomaru Government Building yang menyediakan 3 jam gratis.
A. Jam buka Kodokan berubah menurut musim, dan tutup pada 29–31 Desember. Pada 20 Februari–30 September pukul 9:00–17:00, dan 1 Oktober–19 Februari pukul 9:00–16:30. Karena Seicho dan Shizendo mengharuskan melepas sepatu, lebih nyaman memakai sepatu yang mudah dilepas dan dipasang saat berkunjung.
A. Dari pintu utara Stasiun JR Mito sekitar 8 menit berjalan kaki, atau dari Halte 4 pintu utara naik "Bus No. 10 menuju Kairakuen" dan turun di "Kodokan-mae", lokasinya langsung dekat. Rute jalan kaki yang melewati Otebashi dan Otemon situs Mito Castle dari pintu utara memberi kepuasan lebih sambil menikmati tembok putih dan tanggul tanah yang telah direstorasi.
A. Untuk berkeliling tiga bangunan utama Seicho, Shizendo, dan Seimon, perkirakan 60–90 menit. Jika ditambah waktu duduk di ruang tatami menikmati taman serta menjelajah kebun plum hingga Hakkedo, Koshibyo, dan Kuil Kashima, total sekitar 2 jam. Datang pagi-pagi memudahkan untuk melanjutkan ke situs Mito Castle.
A. Di Kodokan terdapat sekitar 800 pohon plum dari 60 varietas, dengan masa puncak biasanya akhir Februari hingga pertengahan Maret. Karena Mito no Rokumeiboku (Enam Pohon Plum Terkenal Mito) yang sama dengan Kairakuen juga tumbuh di sini, membandingkan papan varietas saat berjalan membantu menikmati perbedaan tiap varietas. Rutenya lebih ringkas dibanding Kairakuen, sehingga mudah dipadukan dengan kunjungan singkat.
A. Kodokan dan Kairakuen adalah pasangan fasilitas budaya yang mewakili belajar dan istirahat klan Mito. Tokugawa Nariaki menciptakannya berdasarkan konsep "ichicho ichishi" (tegang dan santai), dengan Kodokan untuk samurai belajar dan Kairakuen untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Mengunjungi Kodokan lebih dulu sebelum ke Kairakuen membuat filosofi pendidikan klan Mito lebih mudah dipahami.
A. Shizendo adalah Properti Budaya Penting bersejarah tempat Tokugawa Yoshinobu menjalani pengasingan diri pada tahun 1868. Yoshinobu juga belajar di Kodokan pada masa kanak-kanak, sehingga tempat ia menuntut ilmu dan tempat ia mengasingkan diri menjadi sama. Berdiri di ruang tatami membuat sejarah politik akhir zaman Edo terasa dekat. Jalan dengan tenang saat berkunjung untuk merasakan suasananya.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.