Nikmati Perjalanan ke Jepang!

8 Onsen Terbaik di Kumamoto | Dari Kurokawa hingga Pedesaan

8 Onsen Terbaik di Kumamoto | Dari Kurokawa hingga Pedesaan
Bandingkan 8 onsen terbaik di Kumamoto, dari Kurokawa dan Tsuetate hingga Waita serta Uchinomaki, lengkap dengan etika berendam dan tips memilih ryokan.

Ringkasan Cepat

Daya tarik sekilas

Panduan ini merekomendasikan 8 onsen di Kumamoto. Anda dapat memilih pemandian dengan suasana berbeda di desa pegunungan Aso, kota kastil, dan kota pelabuhan—seperti Kurokawa Onsen dan Tsuetate Onsen—sesuai rencana perjalanan.

Kawasan onsen yang diperkenalkan

8 pemandian: Kurokawa Onsen, Tsuetate Onsen, kawasan Waita Onsen, Uchinomaki Onsen, Kikuchi Onsen, Yamaga Onsen dan Hirayama Onsen, Hitoyoshi Onsen, dan Hinagu Onsen.

Sorotan Kurokawa Onsen

Kurokawa Onsen adalah kota onsen di desa pegunungan Minamioguni, Distrik Aso. Dengan tiket keliling pemandian seharga 1.500 yen untuk dewasa, pengunjung dapat mencoba hingga 3 pemandian air panas terbuka di fasilitas yang berpartisipasi.

Pengalaman onsen di desa pegunungan

Tsuetate Onsen menawarkan pengalaman memasak dengan uap panas bumi bersuhu sekitar 98 derajat, sedangkan kawasan Waita Onsen menawarkan uap panas bumi yang mengepul serta hidangan kukus jigoku-mushi.

Onsen yang cocok dipadukan dengan wisata kota

Kikuchi Onsen dikenal dengan air panas yang dipercaya baik untuk kulit; Yamaga Onsen menawarkan Teater Yachiyoza dan festival lampion; Hitoyoshi Onsen berpadu dengan Sungai Kuma dan suasana kota kastil; sedangkan Hinagu Onsen cocok untuk berjalan-jalan menikmati nuansa retro kota pelabuhan.

Perkiraan akses

Kurokawa, Tsuetate, dan Waita berjarak sekitar 2 jam berkendara dari pusat Kota Kumamoto. Stasiun terdekat untuk Uchinomaki adalah Stasiun JR Aso; untuk Hitoyoshi, Stasiun JR Hitoyoshi; dan untuk Hinagu, Stasiun Hinagu-Onsen di jalur Hisatsu Orange Railway.

Musim dan etika berendam

Musim semi dan musim gugur cocok untuk berjalan-jalan di kawasan onsen; pada musim dingin, waspadai salju di lembah pegunungan dan jalan yang membeku. Cuci badan sebelum masuk ke bak pemandian, serta periksa kebijakan mengenai pemotretan dan tato di setiap fasilitas.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kumamoto

Panduan 8 Onsen di Kumamoto: Pilih Berdasarkan Area dan Gaya Perjalanan

Onsen (pemandian air panas) di Kumamoto memiliki suasana yang beragam, mulai dari desa onsen yang dipenuhi uap di pegunungan Aso, kawasan pemandian di dekat kota kastil dan bangunan bersejarah, hingga onsen dengan pemandangan laut atau sungai.

Artikel ini mengulas delapan kawasan onsen utama di Kumamoto, termasuk Kurokawa Onsen dan Tsuetate Onsen, dengan informasi yang mudah dimasukkan ke dalam itinerary wisatawan asing.

Untuk kunjungan pertama, pilihlah berdasarkan pengalaman menginap, suasana kota, dan kemudahan menggabungkannya dengan tempat wisata sekitar, bukan hanya berdasarkan pemandian.

Pilih Berdasarkan Cocok untuk Menginap atau Kunjungan Sehari

Kurokawa Onsen, Tsuetate Onsen, dan Waita Onsen-gō cocok untuk perjalanan menginap sambil merasakan udara pegunungan.

Kikuchi Onsen, Yamaga Onsen/Hirayama Onsen, dan Hinagu Onsen mudah dipadukan dengan wisata kota serta kunjungan onsen sehari tanpa menginap. Pengalaman akan lebih lengkap jika jadwal tidak terlalu padat.

Mari kita rangkum suasana tiap kawasan onsen berdasarkan tujuan perjalanan.

Kawasan Onsen Suasana Cocok untuk
Kurokawa Onsen Kota onsen pegunungan Yang ingin bersantai di penginapan
Tsuetate Onsen Ngarai berkabut uap Penyuka jalan-jalan kota kuno
Waita Onsen-gō Pegunungan beruap Pecinta alam
Uchinomaki Onsen Basis wisata Aso Penyuka keliling
Kikuchi Onsen Tepi air dan onsen Penyuka menginap tenang
Yamaga/Hirayama Onsen Kota dan desa Penyuka budaya
Hitoyoshi Onsen Sungai dan kota kastil Penyuka sejarah
Hinagu Onsen Onsen kota pelabuhan Penyuka nuansa retro

Onsen untuk Menikmati Kabut Uap Pegunungan di Aso dan Oguni

Dari Aso bagian utara hingga kawasan Oguni, lanskap pegunungan berpadu dengan kota-kota onsen, sehingga suasana perjalanan terasa berbeda sejak Anda tiba di penginapan.

Di antara delapan pilihan ini, Kurokawa Onsen, Tsuetate Onsen, dan Waita Onsen-gō cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandian pegunungan.

Kurokawa Onsen | Berendam Sambil Menjelajahi Kota Onsen Pegunungan

Kurokawa Onsen adalah kawasan onsen pegunungan terkenal di Minami-Oguni-machi, Distrik Aso, Prefektur Kumamoto. Kota onsennya dikelilingi pepohonan dan deretan ryokan yang menyatu dengan lanskap.

Kawasan ini memiliki 7 dari 10 jenis kualitas mata air panas utama di Jepang. Setiap penginapan menawarkan karakter air dan suasana pemandian yang berbeda.

Dengan "Nyūtō Tegata" (tiket pemandian seharga 1.500 yen untuk dewasa), Anda dapat memilih hingga 3 rotenburo atau pemandian terbuka di fasilitas yang berpartisipasi.

Menginap di ryokan, berjalan santai dengan yukata, dan menyusuri jalan tepi sungai membuat seluruh kota onsen terasa sebagai satu pengalaman terpadu.

Sebelum memotret, periksa aturan setiap fasilitas, terutama di pintu masuk ryokan, sekitar pemandian, dan area yang dapat merekam tamu lain.


Tsuetate Onsen | Kota Onsen di Ngarai yang Dipenuhi Uap

Tsuetate Onsen berada di Oguni-machi, Distrik Aso, Prefektur Kumamoto, dekat perbatasan Kota Hita di Prefektur Oita. Ryokan dan bangunan tua berjajar di sepanjang Sungai Tsuetate.

Kawasan ini dikenal sebagai tempat terapi air panas dengan sejarah sekitar 1.800 tahun, serta memiliki pemandangan uap yang mengepul dari berbagai sudut.

Gang dan tepi sungainya masih mempertahankan nuansa era Shōwa. Berjalan singkat sebelum atau sesudah berendam sudah cukup untuk merasakan karakter kota onsen ini.

Daya tarik lainnya adalah pengalaman memasak dengan uap panas bumi di mushiba (tempat kukus), yang memanfaatkan mata air bersuhu sekitar 98 derajat.

Karena fasilitas kukus bersama dan programnya dapat berubah, periksa panduan resmi sebelum menggunakannya.

Waita Onsen-gō | Kawasan Onsen Tenang dengan Uap dan Pemandangan Pegunungan

Waita Onsen-gō berada di pegunungan Oguni-machi, Distrik Aso, Prefektur Kumamoto. Kawasan di kaki Gunung Waita ini memadukan uap panas dengan lanskap pedesaan.

Nama Waita Onsen-gō mencakup beberapa kawasan onsen, termasuk Hage-no-yu Onsen dan Take-no-yu Onsen, dengan uap panas bumi yang muncul dari berbagai titik.

Alih-alih menyusuri kota onsen yang ramai, tempat ini cocok untuk perjalanan bersantai di penginapan atau fasilitas pemandian sambil merasakan alam sekitar.

Beberapa fasilitas menawarkan jigoku-mushi (masakan kukus panas bumi). Bahan makanan dan cara penggunaannya berbeda di setiap tempat, jadi periksa petunjuk di lokasi.

Uchinomaki Onsen | Basis Onsen yang Mudah Dipadukan dengan Wisata Aso

Uchinomaki Onsen berada di Kota Aso, Prefektur Kumamoto, sebuah kawasan onsen yang mudah dipadukan dengan wisata area Aso.

Menginap setelah menjelajahi padang rumput dan titik pandang Aso membantu memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan keesokan hari.

Karena berada di dalam Kaldera Aso dan dekat dengan Stasiun JR Aso, kawasan ini mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Pilihan penginapannya cukup beragam dan dapat disesuaikan dengan wisata keluarga, perjalanan bersama teman, atau perjalanan menggunakan mobil sewaan.


Onsen di Kumamoto Utara yang Cocok Dipadukan dengan Wisata Kota

Onsen di bagian utara Prefektur Kumamoto menarik karena pengalaman berendam dapat dipadukan dengan bangunan bersejarah dan fasilitas budaya.

Jangan memadatkan terlalu banyak perpindahan. Rute wisata kota pada siang hari lalu beristirahat di onsen menjelang sore akan terasa lebih santai.

Kikuchi Onsen | Air Onsen yang Terasa Halus di Kulit

Kikuchi Onsen adalah kawasan onsen di Kota Kikuchi, bagian utara Prefektur Kumamoto, yang mulai dikembangkan pada tahun 1954 (Shōwa 29).

Air panas alkalinya tidak berwarna dan jernih, dengan tekstur yang terasa halus di kulit. Karena itu, onsen ini dijuluki bijin no yu dan keshō no yu, yang mengacu pada air onsen untuk kulit terasa lembut.

Di sekitarnya terdapat destinasi alam seperti Kikuchi Keikoku, sehingga kawasan ini cocok sebagai persinggahan tenang yang memadukan onsen dan wisata alam.

Ada juga fasilitas yang melayani mandi sehari, tetapi karena jam penerimaan dan hari libur berbeda tiap fasilitas, jika tujuannya sekadar mampir, penting memeriksa sebelum berangkat.

Yamaga Onsen dan Hirayama Onsen | Budaya Kota dan Suasana Desa

Yamaga Onsen berada di Kota Yamaga, Prefektur Kumamoto, sebuah kawasan onsen yang mudah dipadukan dengan jalan-jalan kota Yamaga.

Di sekitarnya terdapat Teater Yachiyoza, cagar budaya penting nasional yang dibangun pada tahun 1910 (Meiji 43), serta fasilitas yang memperkenalkan budaya lentera. Jalan santai sebelum atau sesudah berendam membantu Anda mengenal sejarah lokal.

Setiap tanggal 15 dan 16 Agustus diadakan "Yamaga Tōrō Matsuri (Festival Lampion Yamaga)", dikenal dengan Sennin Tōrō Odori di mana para wanita menari dengan lampion emas dan perak di atas kepala.

Sementara itu, Hirayama Onsen berada di Kota Yamaga yang sama, sebuah kawasan onsen yang dikenal sebagai tempat peristirahatan tersembunyi Yamaga.

Mata airnya merupakan mata air belerang sederhana bersifat alkali dengan tekstur lembut dan sedikit licin di kulit. Hirayama Onsen cocok bagi wisatawan yang ingin berendam dalam suasana desa yang tenang.

Dengan membagi waktu antara wisata budaya di pusat Yamaga dan berendam di Hirayama, Anda dapat menikmati dua suasana berbeda dalam kawasan yang sama.

Mari kita rangkum cara menghabiskan waktu di area utara prefektur berdasarkan tipe perjalanan.

Tipe Perjalanan Cara Memilih Cara Menghabiskan Waktu
Mengutamakan budaya Yamaga Onsen Fokus jalan-jalan kota
Mengutamakan alam Kikuchi Onsen Tepi air dan menginap
Mengutamakan istirahat Hirayama Onsen Bersantai di penginapan
Kunjungan pertama Sekitar Yamaga Onsen dan jalan santai

Onsen Bersejarah untuk Menginap di Kumamoto Selatan

Di bagian selatan Prefektur Kumamoto, kawasan onsen berkembang bersama lanskap sungai dan laut.

Suasananya berbeda dari kawasan Aso. Daya tarik utamanya adalah kesempatan menikmati kota kastil, kota pelabuhan, dan deretan bangunan bersejarah secara perlahan.

Hitoyoshi Onsen | Onsen di Tepi Sungai Kuma dan Kota Kastil

Hitoyoshi Onsen berada di Kota Hitoyoshi, Prefektur Kumamoto, sebuah kawasan onsen di mana Anda bisa menginap sambil merasakan aliran Sungai Kuma dan nuansa kota kastil.

Kawasan ini mulai dikembangkan pada tahun 1910 (Meiji 43). Di dalam kota terdapat lebih dari 50 sumber mata air, dan setiap penginapan menawarkan beragam pemandian, termasuk bak kayu hinoki dan pemandian terbuka.

Karena kawasan Hitoyoshi-Kuma memiliki banyak daya tarik sejarah dan budaya, perjalanan onsen dapat dipadukan dengan wisata kota serta kuliner lokal.

Proses pemulihan setelah hujan lebat Juli 2020 (Reiwa 2) dan operasional setiap fasilitas dapat berubah. Periksa informasi resmi saat menggabungkan penginapan dengan tempat wisata.

Hinagu Onsen | Kawasan Onsen Retro dengan Nuansa Kota Pelabuhan yang Tersisa

Hinagu Onsen berada di Kota Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, dan merupakan salah satu kawasan onsen tertua di prefektur. Menurut riwayat lokal, onsen ini mulai dibuka pada tahun 1409 (Ōei 16).

Ada Kuil Hinagu Onsen yang memuja dewa pelindung pemandian, dan tempat ini cocok bagi orang yang ingin merasakan suasana kota onsen tradisional dan pemandian umum ketimbang keramaian tempat wisata besar.

Kota pelabuhan ini memiliki suasana tenang. Bahkan untuk kunjungan singkat, luangkan waktu berjalan-jalan setelah berendam agar pengalaman lebih berkesan.


Tips Menikmati Onsen Kumamoto Berdasarkan Musim

Perjalanan onsen di Kumamoto menawarkan pemandangan dan cara menikmati yang berbeda pada setiap musim.

Pertimbangkan bukan hanya suhu udara, tetapi juga kondisi jalan pegunungan, permukaan yang licin saat hujan, dan lamanya waktu menginap agar perjalanan lebih nyaman.

Musim Semi dan Musim Gugur Mudah Dipadukan dengan Jalan Santai

Musim semi dan musim gugur adalah musim yang mudah memadukan jalan santai kota onsen dan wisata sekitar.

Jika ingin menikmati daun musim gugur (momiji), area Aso dan Oguni umumnya mencapai puncaknya sekitar awal hingga akhir November.

Di Kurokawa Onsen dan Tsuetate Onsen, luangkan waktu untuk berjalan di tepi sungai dan gang. Di Yamaga dan Hinagu, nikmati deretan bangunan bersejarah dalam perjalanan menuju pemandian.

Di Musim Panas, Bedakan Waktu di Pegunungan dan Waktu di Dalam Ruangan

Di musim panas, menghindari panas siang hari dan memadukan jalan santai pagi-sore serta istirahat di penginapan akan membuat kunjungan lebih nyaman.

Bahkan di kawasan onsen Aso dan Oguni, suhu yang terasa berubah mengikuti sinar matahari dan cuaca. Hindari terlalu banyak perjalanan luar ruangan berdurasi panjang.

Jika mengunjungi Yamaga pada pertengahan Agustus, periksa jadwal Yamaga Tōrō Matsuri sekaligus ketersediaan penginapan.

Di Musim Dingin, Sisakan Waktu Luang dengan Asumsi Menginap

Musim dingin adalah musim yang mudah merasakan nuansa onsen, tetapi di pegunungan perlu mewaspadai cuaca dan kondisi jalan.

Kurokawa Onsen, Waita Onsen-gō, dan Tsuetate Onsen berada di dataran tinggi, sehingga salju dan jalan membeku dapat terjadi. Periksa transportasi serta panduan penginapan, dan hindari perjalanan larut malam.

Mari kita rangkum cara berpikir perjalanan onsen tiap musim.

Musim Cara Menikmati Hal yang Diperhatikan
Musim semi Jalan-jalan kota Perbedaan suhu
Musim panas Jalan santai pagi-sore Antisipasi panas
Musim gugur Pemandangan pegunungan Pesan lebih awal
Musim dingin Menginap di penginapan Cek kondisi jalan

Cara Menuju Kawasan Onsen di Kumamoto

Karena kawasan onsen Kumamoto tersebar di area yang luas, memahami terlebih dahulu waktu tempuh dari titik keberangkatan akan memudahkan penyusunan rencana.

Kawasan onsen pegunungan umumnya lebih mudah dijangkau dengan mobil sewaan, tetapi beberapa area juga dapat dicapai dengan transportasi umum.

Cara Menuju Arah Aso dan Oguni

Kurokawa Onsen, Tsuetate Onsen, dan Waita Onsen-gō dapat dicapai dengan mobil sekitar 2 jam dari pusat Kota Kumamoto, dan juga dengan bus ekspres atau mobil dari arah Fukuoka.

Uchinomaki Onsen berada relatif dekat dengan Stasiun JR Aso dan mudah dijelajahi dengan kombinasi transportasi umum, berjalan kaki, dan taksi.

Cara Menuju Arah Utara dan Selatan Prefektur

Kikuchi Onsen serta Yamaga/Hirayama Onsen berjarak sekitar 1 jam dengan mobil dari pusat Kota Kumamoto, dan bisa juga ditempuh dengan bus reguler.

Hitoyoshi Onsen dapat diakses dari Stasiun JR Hitoyoshi, sedangkan Hinagu Onsen dari Stasiun Hinagu-Onsen pada jalur Hisatsu Orange Railway. Keduanya mudah dimasukkan ke itinerary berbasis kereta.

Etika Mandi yang Perlu Diketahui Wisatawan Asing

Onsen Jepang menggunakan bak mandi bersama, sehingga aturan sederhana sebelum dan sesudah berendam penting untuk kenyamanan semua pengunjung.

Aturan setiap fasilitas tetap menjadi acuan utama, tetapi pengunjung pertama kali pun dapat berendam dengan tenang jika memahami etika dasar.

Cuci Badan Sebelum Masuk ke Bak Mandi

Di onsen, prinsipnya adalah mencuci badan di area cuci sebelum masuk ke bak mandi, dan berendam setelah membilas sabun dan busa.

Jaga kebersihan pemandian bersama dengan tidak memasukkan handuk ke dalam bak dan mengikat rambut panjang agar tidak terendam.

Hindari Pemotretan dan Penggunaan Ponsel

Di area pemandian dan ruang ganti, pemotretan serta penggunaan ponsel umumnya dilarang demi melindungi privasi.

Saat memotret di luar ruangan, perhatikan privasi di pintu masuk penginapan, area pribadi, dan lokasi yang dapat merekam wisatawan lain.

Kebijakan Terhadap Tato Berbeda Tiap Fasilitas

Boleh atau tidaknya mandi bagi orang bertato ditentukan oleh kebijakan tiap fasilitas, bukan kawasan onsen secara keseluruhan.

Jika ragu, hubungi penginapan atau fasilitas sebelum reservasi untuk menanyakan apakah stiker penutup tato diperbolehkan atau apakah tersedia pemandian pribadi.

Mari kita rangkum etika dasar berdasarkan tindakan.

Situasi Boleh Sebaiknya Dihindari
Sebelum mandi Cuci badan Masuk dengan busa
Bak mandi Berendam tenang Berenang
Handuk Letakkan di luar air Masukkan ke air
Pemotretan Peka di luar ruangan Memotret di pemandian

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menyusun Perjalanan Onsen

Karena kawasan onsen Kumamoto tersebar di area yang luas, meski terlihat dekat di peta, perpindahan bisa memakan waktu.

Daripada mengejar banyak onsen, pilih satu kawasan dan nikmati pengalaman menginap secara lebih mendalam agar perjalanan tidak terlalu melelahkan.

Pikirkan Arah Aso dan Arah Selatan Prefektur Secara Terpisah

Kurokawa Onsen, Tsuetate Onsen, Waita Onsen-gō, dan Uchinomaki Onsen cocok dengan perjalanan arah Aso dan Oguni.

Karena Hitoyoshi Onsen dan Hinagu Onsen berada di selatan prefektur, lebih logis menggabungkannya dengan rute Kota Kumamoto, Yatsushiro, dan Hitoyoshi-Kuma.

Periksa Informasi Resmi untuk Mandi Sehari

Boleh tidaknya mandi sehari, jam penerimaan, hari libur, dan perlu tidaknya reservasi berbeda tiap fasilitas.

Khususnya penggunaan pemandian di penginapan bisa berubah menurut kondisi tamu dan waktu pembersihan, jadi utamakan memeriksa panduan resmi hari itu atau menghubungi fasilitas.

Saat Memesan Penginapan, Perhatikan Juga Makanan dan Akses

Di kawasan onsen pegunungan, pilihan tempat makan malam terkadang terbatas.

Saat memesan, periksa apakah paket termasuk makan, apakah tersedia layanan antar-jemput, dan transportasi terdekat agar perjalanan lebih lancar.

Kesimpulan

Setiap kawasan onsen di Kumamoto menawarkan karakter berbeda: Kurokawa Onsen dengan suasana pegunungan, Tsuetate Onsen yang dipenuhi uap, Waita Onsen-gō yang tenang, Uchinomaki Onsen sebagai basis wisata Aso, Kikuchi Onsen dengan air yang halus di kulit, Yamaga dan Hirayama dengan budaya kota serta suasana desa, Hitoyoshi Onsen di kota kastil, dan Hinagu Onsen bernuansa retro.

Untuk perjalanan onsen pertama di Kumamoto, jangan memasukkan terlalu banyak lokasi. Tentukan kawasan menginap dan sarana transportasi terlebih dahulu agar dapat menikmati pemandian dengan santai.

Karena biaya, jam operasional, hari libur, boleh tidaknya pemotretan, dan perlu tidaknya reservasi berbeda tiap fasilitas, periksalah informasi resmi sebelum berangkat, dan nikmatilah budaya onsen sesuai aturan setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Delapan kawasan tersebut adalah Kurokawa, Tsuetate, Waita Onsenkyō, Uchinomaki, Kikuchi, Yamaga dan Hirayama, Hitoyoshi, serta Hinagu. Kawasan pegunungan Aso dan Oguni cocok untuk perjalanan menginap, sedangkan Kikuchi, Yamaga, dan Hinagu lebih mudah dipadukan dengan wisata kota atau kunjungan pemandian harian. Pilih kawasan sesuai tujuan dan rute perjalanan Anda.
A. Nyūtō Tegata Kurokawa Onsen adalah tiket kayu seharga 1.500 yen yang dapat digunakan untuk menikmati hingga tiga pemandian di penginapan peserta. Tiket berlaku sekitar 6 bulan, sehingga sisa hak penggunaan dapat dipakai pada kunjungan berikutnya. Mengumpulkan cap khas dari setiap penginapan juga menjadikan tiket ini sebagai kenang-kenangan perjalanan.
A. Kurokawa Onsen berjarak sekitar 2 jam berkendara dari pusat Kota Kumamoto. Pilihan transportasi umum terbatas, jadi periksa jadwal bus ekspres atau bus rute sebelum berangkat. Pada musim dingin, salju dan jalan membeku dapat memengaruhi waktu tempuh di kawasan Aso; sisakan waktu cadangan agar jadwal berendam tidak terlalu padat.
A. Di Tsuetate Onsen, Anda dapat mencoba memasak dengan uap panas bumi di fasilitas pengukusan yang menggunakan air panas bersuhu sekitar 98 derajat. Kawasan ini dikenal sebagai tempat tōji, yaitu tradisi tinggal lebih lama di onsen untuk memulihkan tubuh, dengan sejarah sekitar 1.800 tahun. Uap panas mengepul di sepanjang sungai dan membentuk suasana khas kota onsen. Jika membawa bahan makanan sendiri, periksa aturan penggunaan fasilitas pengukusan terlebih dahulu.
A. Festival Koinobori Tsuetate Onsen biasanya berlangsung sekitar 1 April–6 Mei. Ribuan koinobori, yaitu hiasan berbentuk ikan koi, dipasang di atas Sungai Tsuetate sebagai pemandangan khas musim semi. Jalan dan area parkir cenderung ramai selama masa liburan panjang. Padukan kunjungan dengan pemandian harian atau hidangan kukus untuk menikmati suasana kota onsen.
A. Waita Onsenkyō adalah kawasan pemandian air panas di pegunungan Oguni-machi, di kaki Gunung Wakan, yang mencakup beberapa onsen seperti Hage-no-yu dan Take-no-yu. Uap panas bumi tampak mengepul dari tanah, menciptakan suasana yang khas dan tenang. Beberapa fasilitas juga menawarkan jigoku-mushi, yaitu hidangan yang dimasak dengan uap panas bumi.
A. Di Kumamoto, Kikuchi Onsen dan Hirayama Onsen dikenal memiliki air alkali yang terasa lembut di kulit. Air Kikuchi bening dan tidak berwarna dengan tekstur yang sedikit licin, sedangkan Hirayama merupakan onsen pedesaan dengan aroma belerang. Membandingkan karakter air di kedua tempat ini menjadi salah satu daya tarik kunjungan.
A. Festival Lentera Yamaga diadakan setiap 15 dan 16 Agustus. Acara ini terkenal dengan Tarian Seribu Lentera, ketika para penari wanita mengenakan lentera berwarna keemasan di kepala. Penginapan cenderung cepat penuh selama festival, jadi lakukan reservasi lebih awal setelah jadwal resmi diumumkan. Anda juga dapat mengunjungi Yachiyoza, gedung teater yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.