Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Tempat Wisata Kurashiki | Bikan, Kota Tua & Wisata Seni

10 Tempat Wisata Kurashiki | Bikan, Kota Tua & Wisata Seni
Panduan 10 wisata Kurashiki: distrik Bikan, kota tua berdinding putih, museum seni, kerajinan, kuil, denim, susur sungai, dan belanja santai.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

Area wisata dengan poros Kawasan Bersejarah Kurashiki di Kota Kurashiki, Prefektur Okayama, tempat menikmati deretan kota berdinding putih dan pemandangan tepi air, lukisan terkenal Museum Seni Ohara, dan seni rakyat dengan berjalan kaki, serta dapat diperluas ke budaya denim Kojima.

Daya tarik

Kawasan Bersejarah dengan gudang berdinding putih, dinding namako, dan barisan pohon willow, Museum Seni Ohara sebagai museum swasta pertama di Jepang yang berpusat pada seni Barat, Museum Seni Rakyat Kurashiki yang menampilkan perkakas kehidupan, dan Ivy Square dari bata merah.

Akses ke area Kojima

Kojima Jeans Street berjarak jauh dari Kawasan Bersejarah dan memerlukan perpindahan dengan kereta atau bus. Disarankan menyusun rencana dengan waktu yang longgar.

Perkiraan waktu jelajah

Kawasan Bersejarah hampir seluruhnya bisa dikelilingi dengan berjalan dalam setengah hari–1 hari, Museum Seni Ohara 1,5–2 jam untuk apresiasi saksama, dan naik perahu sungai sekitar 20 menit.

Cara menikmati per musim dan cuaca

Tampilannya berubah sesuai waktu, seperti hijau muda pohon willow sekitar Mei, sakura akhir Maret–awal April, dan penerangan malam yang memantulkan cahaya di permukaan sungai. Saat hujan, menggabungkan machiya (rumah kota tradisional Jepang) dan museum membuat perjalanan tidak mudah terganggu cuaca.

Hal yang bisa dialami

Memandang deretan kota berdinding putih dari Sungai Kurashiki dengan Kurashiki Kawabune Nagashi, mengapresiasi lukisan terkenal seperti El Greco dan Monet di Museum Seni Ohara, dan berbelanja denim serta produk kain di Kojima.

Tempat untuk menikmati ketenangan

Berziarah tenang di Kuil Achi di puncak Gunung Tsurugata yang memandang Kawasan Bersejarah, dan berjalan menyusuri deretan kota yang masih menyisakan nuansa kehidupan di gang-gang Honmachi dan Higashimachi.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Okayama

Cara Menikmati 10 Tempat Wisata Terbaik di Kurashiki

Daya tarik tempat wisata Kurashiki adalah mudahnya memadukan deretan bangunan berdinding putih, pemandangan tepi air, seni modern, kerajinan mingei, dan budaya kerajinan tangan dalam jalan-jalan kaki.

Dengan menjadikan Kurashiki Bikan-chiku (kawasan bersejarah) di pusat Kota Kurashiki, Prefektur Okayama sebagai poros, lalu memperluas ke Museum Ōhara, Achi-jinja (kuil), fasilitas hasil renovasi rumah kota, dan budaya denim kawasan Kojima, Anda dapat merasakan ciri khas Kurashiki secara utuh.

Jika baru pertama kali berkunjung, disarankan berjalan-jalan dengan berpusat di Bikan-chiku, lalu memperluas ke museum, kuil, dan fasilitas kerajinan sesuai minat.

Karena jam buka, harga tiket masuk, hari tutup, isi pameran, dan status pelaksanaan pengalaman dapat berubah, periksalah informasi tiap fasilitas sebelum berkunjung.

Mari kita rapikan cara memilih tempat wisata Kurashiki berdasarkan tujuan perjalanan.

Tempat Cara Menikmati Cocok untuk
Bikan-chiku Jalan-jalan deretan bangunan Pemula
Honmachi dan Higashimachi Jalan-jalan lorong Pencinta jalan kota
Kawabune Nagashi Memandang dari perahu Penyuka pengalaman
Museum Ōhara Menikmati lukisan ternama Pencinta seni
Museum Mingei Menyentuh kerajinan tangan Pencinta kerajinan
Museum Mainan Menikmati mainan daerah Wisata keluarga
Ivy Jalan-jalan bata merah Pencinta arsitektur
Museum Arkeologi Sejarah Kibi Pencinta sejarah
Achi-jinja Ziarah tenang Pencinta kuil
Kojima Budaya denim Pencinta belanja

Jadikan Bikan-chiku sebagai Poros Perjalanan

Kurashiki Bikan-chiku adalah pusat wisata Kurashiki tempat gudang berdinding putih, dinding namako, deretan pohon willow, dan arsitektur bergaya Barat berpadu harmonis.

Bukan hanya pemandangan di sepanjang sungai, rumah kota dan toko juga tersebar di lorong satu blok ke dalam, sehingga bila Anda tidak terburu-buru melewatinya dan berjalan sambil mengubah arah pandang, penemuan akan bertambah.

Karena tempat menarik terkumpul dalam jangkauan yang hampir seluruhnya bisa dijelajahi berjalan kaki, jika Anda mengalokasikan waktu jalan-jalan setengah hari hingga satu hari, Anda dapat menikmatinya dengan leluasa.

Memadukan Seni dan Kerajinan Tangan

Daya tarik Kurashiki bukan hanya memandang deretan bangunan, tetapi juga dapat menjumpai seni, kerajinan, dan perkakas kehidupan di dalam bangunan.

Dengan memasukkan fasilitas seperti Museum Ōhara dan Museum Mingei Kurashiki, Anda dapat merasakan bukan hanya pemandangan yang terekam foto, tetapi juga kedalaman budaya yang telah dibina Kurashiki.

Menyusuri Deretan Bangunan di Bikan-chiku dan Sepanjang Sungai Kurashiki

Jika ingin merasakan pemandangan khas Kurashiki, berjalan-jalan menyusuri deretan bangunan berdinding putih di sepanjang Sungai Kurashiki adalah pintu masuk yang mudah dipahami.

Pemandangan yang berlapis dari sungai, willow, gudang, dan jalan berbatu, wajahnya berubah tergantung musim dan cuaca, serta cocok untuk jalan-jalan kaki.

Kurashiki Bikan-chiku | Deretan Bangunan dengan Dinding Putih dan Pohon Willow

Kurashiki Bikan-chiku adalah kawasan di mana bangunan bersejarah dan pemandangan tepi air tersisa secara utuh.

Berjalan sambil memandang gudang berdinding putih dan dinding namako, Anda dapat merasakan suasana kota yang makmur sebagai pusat pengumpulan barang, sebagai wilayah langsung shogun (tenryō) di zaman Edo.

Anda dapat menikmati wajah yang berbeda menurut musim dan waktu, seperti sekitar bulan Mei saat dedaunan hijau baru willow indah, akhir Maret–awal April saat sakura mekar, atau saat lampu malam (iluminasi) yang terpantul di permukaan sungai.

Meski banyak tempat untuk mengarahkan kamera, di sekitarnya juga ada toko dan ruang kehidupan warga, sehingga penting memiliki kesadaran untuk berhenti di posisi yang tidak menghalangi lalu lintas.


Pemandangan Tepi Sungai | Panorama Retro yang Dipandang dari Tepi Air

Sepanjang Sungai Kurashiki adalah tempat yang paling mudah dijelajahi di dalam Bikan-chiku, dan mudah bagi wisatawan pertama untuk menangkap ciri khas Kurashiki.

Perpaduan dinding putih, willow, dan perahu yang dilihat dari atas jembatan atau jalan di sepanjang sungai juga cocok bagi yang ingin memotret Kurashiki.

Pada hari hujan atau musim dengan sinar matahari terik, berjalanlah dalam batas yang wajar sambil memperhatikan pijakan dan keramaian sekitar.

Kurashiki Kawabune Nagashi | Pengalaman Memandang Deretan Bangunan dari Perahu

Kurashiki Kawabune Nagashi (perahu sungai) adalah pengalaman wisata untuk memandang deretan bangunan berdinding putih dari Sungai Kurashiki.

Karena ada catatan mengenai cara penjualan tiket dan operasional, jika Anda mempertimbangkan naik perahu, akan lebih tenang bila memeriksa kondisi hari itu di tempat seperti Pusat Informasi Wisata Kurashiki-kan.

Selain kemungkinan berhenti beroperasi saat cuaca buruk seperti hujan atau angin kencang serta pada Senin kedua, karena durasinya sekitar 20 menit sebagai patokan, akan lebih tenang bila merencanakan dengan leluasa.

Meski tidak naik perahu, Anda tetap dapat menikmati suasana tepi air hanya dengan berjalan di sepanjang sungai.

Tempat Wisata untuk Menikmati Seni dan Mingei di Kurashiki

Jalan-jalan kota di Kurashiki akan lebih berkesan bila menambahkan fasilitas seni dan kerajinan.

Selain keindahan tampilan luar, jika Anda memperhatikan pameran dan cara bangunan digunakan, akan tersampaikan bahwa Kurashiki adalah kota yang menghargai budaya.

Museum Ōhara | Menyentuh Lukisan Ternama di Bikan-chiku

Museum Ōhara dikenal sebagai museum seni swasta pertama di Jepang yang berfokus pada seni Barat, dibuka oleh pengusaha Kurashiki, Ōhara Magosaburō, pada tahun 1930 (Shōwa 5).

Daya tariknya adalah susunan yang memungkinkan Anda menyentuh, dengan berpusat pada seni Barat seperti El Greco, Monet, Gauguin, dan Matisse yang dikumpulkan pelukis Kojima Torajirō, juga seni dan kerajinan modern Jepang serta seni Timur dari Tiongkok dan Mesir.

Karena terbagi menjadi gedung utama, gedung cabang, dan gedung kerajinan-seni Timur, jika ingin menikmati dengan saksama, sebaiknya perkirakan sekitar 1,5–2 jam.

Di ruang pameran, jagalah jarak dengan karya, dan ikutilah papan petunjuk setempat serta informasi fasilitas untuk boleh-tidaknya pemotretan dan aturan apresiasi di dalam museum.

Museum Mingei Kurashiki | Keindahan yang Bersemayam pada Perkakas Kehidupan

Museum Mingei Kurashiki adalah museum mingei kedua tertua di Jepang setelah Museum Mingei Jepang di Tokyo, dibuka tahun 1948 (Shōwa 23) dengan merenovasi gudang beras akhir zaman Edo.

Museum ini memamerkan kerajinan rakyat dalam dan luar negeri yang dikumpulkan direktur pertama, Tonomura Kichinosuke, sehingga dari perkakas seperti wadah, keranjang, kayu, dan kain, Anda dapat merasakan secara dekat budaya kehidupan Jepang dan indra kerajinan tangan.

Karena sebagian dari sekitar 15.000 koleksi dipamerkan secara bergantian, ada perjumpaan berbeda setiap kali berkunjung.

Dinding putih dan genteng tempel hitam pada tampilan luar juga indah, dan bangunannya sendiri berpadu harmonis dengan deretan bangunan kota Kurashiki.

Museum Mainan Daerah Jepang | Menjumpai Budaya Mainan Tiap Daerah

Museum Mainan Daerah Jepang adalah fasilitas untuk menyentuh budaya doa dan permainan tiap daerah melalui mainan daerah dari berbagai penjuru Jepang.

Boneka, layang-layang, lonceng tanah liat, dan kokeshi memiliki tampilan yang akrab, sehingga cocok pula bagi keluarga dengan anak dan wisatawan yang tertarik pada budaya Jepang.

Karena status operasional toko, galeri, dan kafe di dalam kawasan dapat berubah, jika ingin menggunakannya, periksalah informasi fasilitas atau penyelenggara.

Tempat Wisata Kurashiki untuk Menyentuh Sejarah dan Budaya Industri

Selain sejarahnya sebagai kota pedagang, Kurashiki juga menyisakan ingatan industri tekstil dan arsitektur modern.

Bukan hanya pemandangan dinding putih, bila Anda memperhatikan bata merah, materi arkeologi, dan budaya denim, tema perjalanan akan meluas.

Kurashiki Ivy Square | Bata Merah dan Ingatan Industri

Kurashiki Ivy Square adalah fasilitas budaya kompleks yang memanfaatkan bekas pabrik pusat Kurashiki Bōsekisho (kini Kurabo) yang selesai dibangun tahun 1889 (Meiji 22).

Ivy yang menutupi dinding luar ditanam pada awal Shōwa untuk pengaturan suhu (AC) di dalam pabrik, memiliki suasana yang berbeda dari dinding putih Bikan-chiku, dan cocok pula untuk berjalan sambil memotret.

Di dalam kawasan terdapat fasilitas budaya seperti Museum Peringatan Kurabo, hotel, toko, dan tempat makan, sehingga mudah pula disinggahi saat ingin mengubah suasana di tengah jalan-jalan kota.

Museum Arkeologi Kurashiki | Mengenal Sejarah Wilayah Kibi

Museum Arkeologi Kurashiki adalah museum dari bangunan hasil renovasi gudang dinding namako di sepanjang Sungai Kurashiki, tempat Anda dapat menyentuh materi arkeologi yang berpusat pada wilayah Kibi.

Dari tampilan luar bangunan tua maupun isi pameran, Anda dapat merasakan sejarah yang tertumpuk di tanah sekitar Kurashiki.

Karena hari buka dan isi pameran dapat berubah, periksalah hari buka dan isi pameran melalui informasi fasilitas sebelum berkunjung.

Kojima Jeans Street | Menyusuri Budaya Denim Kurashiki

Kojima Jeans Street adalah tempat yang membentang di kawasan pertokoan Ajino, Kojima, yang dikenal sebagai tempat lahirnya jeans buatan Jepang, sebuah jalan sepanjang sekitar 400 meter yang membentang dari depan Kediaman Keluarga Nozaki lama.

Ia memiliki suasana kota sisi laut yang berbeda dari Bikan-chiku, dan cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati belanja merek jeans lokal dan produk kain.

Karena dari Kurashiki Bikan-chiku ke kawasan Kojima perlu berpindah dengan kereta atau bus, sebaiknya rencanakan dengan waktu yang leluasa.

Karena hari operasional tiap toko berbeda, jika ada toko incaran, periksalah informasi tiap toko sebelum berkunjung.


Waktu Tenang Kurashiki yang Dirasakan di Kuil dan Lorong

Sedikit menjauh dari jalan yang ramai, Kurashiki memiliki tempat untuk menikmati ziarah tenang dan jalan-jalan lorong.

Menyisipkan tempat tenang di sela wisata akan membuat kesan kota tinggal perlahan.

Achi-jinja | Berziarah di Dekat Bikan-chiku

Achi-jinja adalah pelindung utama seluruh kawasan Bikan-chiku yang bersemayam di puncak Tsurugatayama yang memandang ke bawah Kurashiki Bikan-chiku.

Ia memuja Munakata Sanjoshin (tiga dewi Munakata) yang menguasai keselamatan pelayaran sebagai dewa utama, dan di area kuil juga terdapat "Achi no Fuji", monumen alam Prefektur Okayama yang diperkirakan berusia 300–500 tahun.

Di area kuil, patuhilah tata cara ziarah, dan bila ada informasi mengenai upacara atau doa, ikutilah petunjuk kuil dan papan setempat.

Karena tangga batu jalan menuju kuil membentang sampai puncak, bagi yang khawatir dengan perbedaan ketinggian, akan lebih tenang bila berkunjung dengan sepatu yang nyaman.


Honmachi dan Higashimachi | Menyusuri Deretan Bangunan yang Menyisakan Nuansa Kehidupan

Dari Honmachi hingga Higashimachi adalah jalan tempat Anda dapat merasakan deretan bangunan tenang yang sedikit berbeda dari pusat Bikan-chiku.

Jika Anda memperhatikan papan tua, kisi-kisi, bekas sumur, dan tampilan luar rumah kota, akan terlihat bukan hanya Kurashiki sebagai objek wisata, tetapi juga wajahnya sebagai kota yang kehidupannya terus berlanjut.

Etika Jalan-jalan Kurashiki yang Perlu Diketahui Wisatawan ke Jepang

Deretan bangunan Kurashiki terbentuk bukan hanya dari fasilitas wisata, tetapi juga toko dan tempat tinggal yang berlapis.

Demi menikmati pemandangan yang indah, jangan lupa memperhatikan sekitar saat memotret, memasuki toko, dan berjalan di lorong.

Mari kita rapikan perilaku yang perlu diperhatikan saat jalan-jalan, per situasi.

Situasi Yang Diperhatikan Yang Dihindari
Pemotretan Berhenti di tepi Menghalangi jalan
Dalam toko Cek papan petunjuk Memotret tanpa izin
Lorong Berjalan tenang Berdiam sambil berisik
Kuil Menghormati tata cara Mengabaikan batas masuk

Pemotretan di Deretan Bangunan Mengutamakan Pejalan Kaki

Sepanjang Sungai Kurashiki dan atas jembatan adalah tempat yang menggoda untuk memotret, tetapi ada situasi di mana jalur terbatas.

Saat memotret, periksalah sekitar dan jangan menempati tempat yang sama terlalu lama.

Boleh-tidaknya Pemotretan di Dalam Fasilitas Mengikuti Petunjuk Setempat

Di museum seni, museum, dan toko, aturan pemotretan benda pameran, barang, dan interior bangunan berbeda tiap fasilitas.

Jika ragu apakah boleh memotret, akan lebih tenang bila bertanya kepada staf atau melihat papan petunjuk sebelum bertindak.

Ubah Cara Berjalan Sesuai Musim dan Cuaca

Karena Kurashiki berpusat pada jalan-jalan di luar ruangan, pada hari hujan perhatikan pijakan, dan pada musim panas berjalanlah sambil beristirahat.

Musim panas bersinar terik dan musim dingin dingin di tepi air, sehingga akan lebih nyaman bila menyiapkan pakaian dan minuman sesuai musim.

Dengan memadukan rumah kota, museum seni, dan toko, jalan-jalan menjadi kurang terpengaruh cuaca.

Memilih Tempat Wisata Kurashiki Berdasarkan Tipe Perjalanan

Wisata Kurashiki akan lebih memuaskan bila Anda menentukan tema yang sesuai minat daripada terburu-buru mengelilingi semuanya.

Berdasarkan apa yang Anda utamakan—deretan bangunan, seni, belanja, atau sejarah—akan lebih mudah memilih urutan berjalan dan tempat yang disinggahi.

Mari kita rapikan cara menikmati yang mudah dipadukan per tipe perjalanan.

Tipe Tempat Utama Cara Menikmati
Pemula Bikan-chiku Jalan-jalan dinding putih
Penyuka seni Museum Ōhara Menikmati pameran
Penyuka kerajinan Museum Mingei Memahami kerajinan tangan
Wisata keluarga Museum Mainan Pengalaman budaya
Penyuka belanja Kojima Mencari denim

Jika Kurashiki Pertama Kali, Jadikan Deretan Bangunan sebagai Pusat

Jika mengunjungi Kurashiki pada perjalanan pertama ke Jepang, dengan berpusat di Bikan-chiku dan sepanjang Sungai Kurashiki, Anda dapat menjumpai pemandangan khas Kurashiki sambil menekan beban perpindahan.

Menambahkan Museum Ōhara dan Museum Mingei Kurashiki akan menyeimbangkan pemandangan luar dan pengalaman budaya dalam ruangan.

Pencinta Seni Memadukan Museum dan Mingei

Bagi yang tertarik pada seni, alur alaminya adalah menyentuh lukisan dan kerajinan di Museum Ōhara, lalu melihat keindahan perkakas kehidupan di Museum Mingei Kurashiki.

Meski sama-sama budaya Kurashiki, Anda dapat membandingkan perbedaan antara seni yang diapresiasi sebagai karya dan mingei yang tumbuh dalam kehidupan.

Pencinta Jalan Kota Memperluas hingga Honmachi dan Higashimachi

Bagi yang ingin menikmati bukan hanya jalan yang ramai, tetapi juga lorong tenang dan tampilan luar rumah kota, jalan-jalan ke arah Honmachi dan Higashimachi cocok.

Karena ini juga tempat kehidupan, jangan memasuki lahan pribadi, dan berjalanlah dengan memperhatikan warga dan toko.

Pencinta Kerajinan Menjadikan Kawasan Kojima sebagai Kandidat

Bagi yang tertarik pada denim dan produk kain, dengan memasukkan Kojima Jeans Street ke jadwal selain pusat Kurashiki, Anda dapat merasakan budaya industri Kurashiki secara lebih luas.

Karena status operasional berbeda tiap toko, jika toko yang ingin dikunjungi sudah ditentukan, konfirmasi sebelumnya akan berguna.

Kesimpulan

Jika ingin menikmati tempat wisata Kurashiki, disarankan menjadikan deretan bangunan Bikan-chiku sebagai poros, lalu memadukan seni, mingei, sejarah, kuil, dan budaya denim sesuai minat.

Dengan menyentuh bukan hanya pemandangan dinding putih dan pohon willow, tetapi juga Museum Ōhara, bangunan tua, dan kerajinan tangan yang berakar dalam kehidupan, perjalanan Kurashiki akan menjadi lebih mendalam.

Karena jam buka, harga tiket masuk, hari tutup, isi pameran, dan status pelaksanaan pengalaman dapat berubah, periksalah informasi fasilitas atau penyelenggara sebelum berangkat, dan berjalan-jalanlah dengan memperhatikan deretan bangunan dan kehidupan warga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kurashiki Bikan Historical Quarter adalah area jalan-jalan bersejarah dengan deretan bangunan berdinding putih dan pohon willow. Di sepanjang Sungai Kurashiki berjajar bangunan bergaya gudang dan rumah kota, dengan kafe, toko barang antik, dan museum yang tersebar. Pada pagi hari kawasan ini biasanya lebih sepi, sehingga suasana jalan berbatu dan dinding putih bisa dinikmati dengan tenang.
A. Tepi Sungai Kurashiki lebih nyaman dinikmati dengan tenang jika berjalan di pagi atau sore hari. Sekitar tengah hari wisatawan bertambah, dan area perahu sungai atau jembatan bisa ramai. Jika ingin memotret, memperhatikan waktu saat cahaya menyinari dinding putih dan waktu saat bayangan willow terpantul di permukaan air akan memberi kesan mendalam.
A. Kurashiki Kawabune Nagashi adalah 700 yen untuk dewasa dan 350 yen untuk anak, dan hanya dijual tiket hari yang sama. Tiket naik perahu dijual di Kurashikikan Tourist Information Center, dan tidak bisa reservasi lewat telepon atau internet. Karena kadang dibatalkan akibat cuaca atau ketinggian air, jika ingin naik sebaiknya mengecek pusat informasi lebih awal setelah tiba.
A. Ohara Museum of Art berada di pusat Kurashiki Bikan Historical Quarter. Mudah dipadukan dengan susur tepi Sungai Kurashiki, dan merupakan fasilitas untuk melihat lukisan Barat dan seni modern dengan santai. Memadukannya dengan kafe rumah kota dan toko di sekitar membuat waktu tinggal di Bikan Quarter lebih berisi bahkan di hari hujan.
A. Di Kurashiki Mingei-kan Anda bisa melihat kerajinan rakyat seperti keramik, kayu, dan tenun. Bangunannya memanfaatkan gudang beras zaman Edo, sehingga tampilan luar berdinding putihnya sendiri juga menjadi daya tarik. Karena letaknya sedikit masuk dari jalan yang ramai wisatawan, cocok bagi yang ingin merasakan budaya kehidupan khas Kurashiki dengan tenang.
A. Di Achi Jinja Anda bisa menerima goshuin (tulisan tinta kenang-kenangan ziarah), dan hatsuho-ryo (imbalan yang dipersembahkan ke kuil) adalah 500 yen. Loket melayani pukul 09.00-17.00. Karena berada di dataran tinggi Bikan Quarter, memandang jalan-jalan kota dari atas setelah berziarah memungkinkan menikmati pemandangan Kurashiki yang berbeda dari tepi sungai.
A. Untuk menuju Kojima Jeans Street, kembali dari Bikan Quarter ke Stasiun Kurashiki, lalu naik JR ke arah Kojima. Di area yang bisa dicapai dengan berjalan kaki dari stasiun, terdapat berbagai toko khas daerah asal jins buatan Jepang. Karena suasananya sangat berbeda dari Bikan Quarter, Anda bisa menikmati jalan-jalan kota bersejarah dan wisata fesyen sebagai dua pengalaman terpisah.
A. Kurashiki Ivy Square adalah kompleks dengan pemandangan bangunan bata merah dan tanaman ivy yang berkesan. Fasilitas ini memanfaatkan bekas pabrik pemintalan, dengan hotel, toko, dan ruang pameran di dalamnya. Karena warnanya kontras dengan dinding putih Bikan Quarter, tempat ini mudah disinggahi saat ingin mendapatkan nuansa foto yang berbeda.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.