Apa itu Saijō Inari | Kuil Buddha Nichiren dengan Torii
Saijō Inari yang berlokasi di 712 Takamatsu Inari, Kita-ku, Okayama-shi, Prefektur Okayama, secara resmi bernama "Saijō Inarisan Myōkyō-ji", sebuah kuil aliran Nichiren-shū (mazhab Buddha Nichiren).
Didirikan pada tahun 752 (Tenpyō Shōhō 4), kuil ini dikenal sebagai kuil tua dengan sejarah lebih dari 1.200 tahun.
Dari nama "Inari", beberapa orang mungkin teringat pada jinja (kuil Shinto), tetapi Saijō Inari adalah kuil yang berakar pada tradisi Buddha.
Di sisi lain, di dalam area kuil berdiri torii (gerbang Shinto) raksasa setinggi 27,5 meter, dan di bangunan utama (honden) juga terlihat unsur gaya jingū (Shinto) dengan shimenawa (tali suci) terpasang.
Hal ini karena saat dikeluarkan Keputusan Pemisahan Shinto-Buddha pada zaman Meiji, bentuk pemujaan "shinbutsu shūgō (sinkretisme Shinto-Buddha)" diberi izin khusus, sehingga rupa yang langka di Jepang ini tetap terjaga.
Bersama dengan Toyokawa Inari di Prefektur Aichi dan Fushimi Inari di Kyoto, kuil ini juga dianggap sebagai salah satu "Tiga Inari Besar Jepang", dan menjadi spot wisata di mana wisatawan mancanegara dapat merasakan bahwa budaya keagamaan Jepang tidak dapat dijelaskan dalam satu bentuk saja.

Yang Pertama Dilihat: Honden (Reikōden) dan Ziarah Gassho
Bangunan utama Saijō Inari adalah honden "Reikōden" yang selesai dibangun pada tahun 1979.
Di sini, dipuja "Saijō Sanjin" (tiga dewa Saijō).
Honzon (objek pemujaan utama) bernama "Saijō-i Kyōō Daibosatsu" digambarkan sebagai dewi yang menunggangi rubah putih, dan dipercaya membawa berkah seperti panen berlimpah, kelancaran bisnis, dan keberuntungan.
Di sampingnya dipuja "Hachidai Ryūōson" (Hachidai Ryūōson, dewa air) dan "Sanmen Daikoku Sonten" (Sanmen Daikoku Sonten, dewa keberuntungan), yang bersama-sama disebut "Saijō Sanjin".
Saat berziarah, daripada bertepuk tangan seperti di jinja, sebaiknya menyatukan tangan dengan tenang dalam posisi "gasshō" (menyatukan telapak tangan).
Jika tidak yakin, mengamati gerakan peziarah lain di sekitar dan bertindak dengan tenang sudah cukup.
Yang penting adalah tidak berbicara terlalu keras dan tidak berdiri menghalangi lorong.
Jam penerimaan kitō (doa khusus) adalah 05.30–16.30, dan kitō dilaksanakan setiap satu jam antara pukul 06.00 dan 09.00 hingga 16.00, dengan penerimaan ditutup 15 menit sebelumnya.

Spot Foto dan Hal yang Wajib Dilihat di Area Saijō Inari
Selain honden, ada juga tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi di dalam area Saijō Inari.
"Shichijūnana Massha" (Shichijūnana Massha, 77 kuil cabang) adalah area mengesankan dengan banyak dewa berjajar, dan menjadi tempat untuk merasakan luasnya kepercayaan Saijō Inari.
Daripada berkeliling satu per satu dengan tergesa-gesa, berjalan sambil merasakan suasana hening akan membantu Anda melihat kedalaman kepercayaan di seluruh area kuil.
"Kyū Honden" (honden lama) adalah bangunan bersejarah yang tersisa sejak sebelum dibangunnya honden saat ini, menyampaikan langsung suasana era shinbutsu shūgō.
Memiliki suasana tenang yang berbeda dari honden sekarang, dan menjadi spot foto menarik bagi yang tertarik pada arsitektur atau budaya kuil.
Waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling seluruh area kuil sekitar 1 hingga 1,5 jam dengan berjalan santai.
Jangan berdiri terlalu lama di depan bangunan, dan jangan menghalangi alur orang yang berziarah.
Mengenal Ryōen Jōju dan Enkiri di En no Massha
Salah satu tempat khas di Saijō Inari adalah "En no Massha" (kuil cabang jodoh).
Di sini, didoakan tidak hanya jodoh antara pria dan wanita, tetapi juga ryōen jōju (terkabulnya hubungan baik) untuk pekerjaan, studi, dan hubungan keberuntungan lainnya.
Selain itu, tidak hanya untuk hubungan antar manusia, tempat ini juga terkait dengan doa enkiri (memutus hubungan buruk) seperti dari penyakit atau kebiasaan buruk, dan dikenal sebagai "Ryōen Mairi" (ziarah dua hubungan) di mana kedua harapan dapat didoakan bersamaan.
Kata "enkiri" mungkin terdengar agak kuat.
Namun, dalam kepercayaan Jepang, hal ini terkadang juga diterima sebagai harapan positif untuk menjauhkan hal buruk dan menyambut jodoh baik yang baru.
Bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung, sebaiknya tidak membuat keributan hanya karena penasaran, dan berziarahlah dengan tenang sambil menghormati perasaan mereka yang berdoa.

Merasakan Ciri Khas Saijō Inari di Ōtorii dan Niō-mon
Simbol Saijō Inari yang terkenal adalah ōtorii (torii besar) yang didirikan pada tahun 1972.
Dengan tinggi 27,5 meter dan diameter tiang 4,6 meter, torii raksasa ini memberi kesan kuat akan ciri khas Saijō Inari, di mana torii berada di dalam kuil Buddha.
Karena terlihat dari Jalan Nasional Rute 180, ōtorii yang dipandang dari sandō (jalan masuk) dan sekitarnya akan meningkatkan suasana ziarah bahkan sebelum tiba.
Selain itu, Niō-mon (Niō-mon, gerbang penjaga) juga merupakan bangunan yang ingin Anda lihat di area kuil.
Dengan tinggi sekitar 11 meter, lebar dan kedalaman masing-masing sekitar 12 meter, gerbang batu ini dikenal sebagai bangunan kokoh yang mengadopsi gaya kuil India.
Saat mengambil foto, berhati-hatilah agar wajah peziarah tidak terambil terlalu besar.
Khususnya, hindari mengarahkan kamera kepada orang yang sedang berdoa atau menjalani prosedur di sekitar tempat juyōsho (tempat menerima jimat).

Cara Menuju | Stasiun Terdekat, Bus Antar-jemput, dan Tempat Parkir
Stasiun terdekat Saijō Inari adalah Stasiun Bitchū-Takamatsu di jalur JR Momotarō (jalur Kibi), sekitar 2 kilometer dari stasiun, sekitar 5 menit dengan taksi.
Dari Stasiun JR Okayama, naik jalur Momotarō sekitar 20 menit hingga Stasiun Bitchū-Takamatsu, dan dengan taksi dari pintu barat Stasiun Okayama sekitar 20 menit (sekitar 15 kilometer).
Pada hari Minggu dan hari libur antara Maret hingga November, terkadang dioperasikan bus antar-jemput gratis yang menghubungkan Stasiun Bitchū-Takamatsu dan Saijō Inari.
Karena hari dan waktu operasional dapat berubah, pastikan untuk memeriksa panduan transportasi di situs resmi Saijō Inari sebelum berangkat.
Jika menggunakan mobil, dari Okayama Sōja IC Okayama Expressway melalui Jalan Nasional Rute 180 sekitar 10 menit (sekitar 5 kilometer).
Di sekitarnya tersedia parkir dengan kapasitas total sekitar 5.000 mobil, dan di dalam area kuil tersedia tempat parkir khusus penyandang disabilitas.
Pada periode hatsumōde (ziarah Tahun Baru) banyak peziarah berkunjung, sehingga disarankan untuk bergerak dengan waktu yang cukup longgar.
Karena area kuil memiliki banyak anak tangga batu dan tanjakan, dan waktu berjalan menjadi lama, memilih sepatu yang nyaman akan lebih aman.
Etiket Ziarah dan Hal yang Perlu Diperhatikan saat Berkunjung
Saijō Inari masih merupakan tempat kepercayaan aktif di mana banyak orang berdoa.
Etika dasarnya adalah berjalan dengan tenang, dan di depan honden lepas topi serta gasshō.
Makan dan minum dilakukan di tempat yang ditentukan, dan sampah dibawa pulang.
Karena pada musim panas sinar matahari kuat dan pada musim dingin udara di pegunungan dingin, persiapan pakaian dan minuman sesuai musim akan membantu.
Karena ketersediaan brosur multibahasa dan dukungan bahasa Inggris di juyōsho (tempat menerima jimat) berbeda tergantung musim, jika diperlukan, konfirmasi di situs resmi sebelum berkunjung atau tanyakan langsung di lokasi agar lebih aman.
Ringkasan | Saijō Inari adalah Tempat untuk Mengalami Shinbutsu Shūgō dengan Tenang
Saijō Inari adalah tempat wisata di Okayama di mana Anda dapat merasakan budaya keagamaan khas setempat, dengan ōtorii, honden, dan ziarah gasshō di tempat yang sama.
Bahkan bagi yang tidak terlalu mengenal perbedaan antara jinja dan kuil Buddha, dengan berjalan-jalan di area kuil, Anda dapat memahami secara alami perpaduan kepercayaan Jepang.
Jika berkunjung untuk pertama kali, sebaiknya gasshō dengan tenang di honden (Reikōden), lalu jelajahi Shichijūnana Massha, Kyū Honden, En no Massha, dan ōtorii dalam batas yang nyaman.
Menjaga foto dan percakapan tetap minimal, serta menghormati waktu peziarah yang berdoa, adalah dasar untuk berziarah dengan nyaman.
Saijō Inari, tempat sejarah lebih dari 1.200 tahun dan doa shinbutsu shūgō masih hidup, cocok bagi wisatawan mancanegara yang ingin menghabiskan waktu tenang sambil menyentuh sejarah dan kepercayaan Okayama.


