Apa itu Murō-ji, Nyonin Kōya? Kuil tua di pegunungan Nara
Murō-ji (kuil tua bersejarah di pegunungan Nara) adalah kuil bersejarah yang terletak jauh di pegunungan Kota Uda, Prefektur Nara, dan dikenal dengan sebutan “Nyonin Kōya”.
Bahkan pada masa ketika Kōyasan masih menerapkan larangan keras bagi perempuan untuk berziarah, Murō-ji menerima para peziarah perempuan, sehingga dikenal luas dengan nama “Nyonin Kōya”.
Sebagai kuil utama aliran Shingon-shū Murō-ji-ha, tempat ini merupakan gudang seni Buddha dengan bangunan yang kuat mewarisi budaya Buddhis awal zaman Heian serta kelompok patung Buddha berstatus Harta Nasional.
Kawasan kuil membentang dari kaki hingga lereng tengah Gunung Murō, dan khususnya pagoda lima tingkat berstatus Harta Nasional serta patung berdiri Shaka Nyorai di Kondō menjadi spot wajib lihat yang menarik banyak peziarah dari seluruh Jepang.
Selain itu, Murō-ji juga terkenal sebagai tempat melihat bunga rhododendron, dengan sekitar 3.000 semak mewarnai area kuil dari pertengahan April hingga awal Mei.

Daya tarik Murō-ji yang wajib dilihat
1. Kuil yang diselimuti ketenangan pegunungan
Murō-ji berada di daerah pegunungan yang jauh dari keramaian pusat Kota Nara, sehingga hanya dengan berkunjung ke sini Anda sudah bisa merasakan ketenangan dan suasana yang menenangkan.
Setelah menyeberangi Taiko-bashi, jembatan lengkung merah yang melintasi Sungai Murō, anak sungai dari Sungai Uda, Anda akan tiba di area kuil yang hijau dan asri.
Pemandangan empat musim di sini sangat indah, terutama saat musim rhododendron di musim semi (pertengahan April hingga awal Mei) dan musim gugur (pertengahan November hingga awal Desember), ketika banyak wisatawan datang berkunjung.
Pada akhir pekan dan hari libur selama musim gugur, biasanya ada iluminasi malam, dan perpaduan bangunan kuil serta dedaunan merah yang tampak mengambang dalam kegelapan menciptakan suasana yang magis.
2. Salah satu pagoda lima tingkat Harta Nasional terkecil di Jepang
Pagoda lima tingkat yang menjadi simbol Murō-ji adalah Harta Nasional setinggi sekitar 16 meter dan dikenal sebagai salah satu pagoda lima tingkat terkecil di Jepang.
Pagoda ini diyakini dibangun pada awal zaman Heian, dan tampilannya yang dikelilingi hijau segar atau dedaunan merah menjadikannya spot foto yang sangat populer.
Bagian puncak pagoda juga memiliki gaya langka, karena pada sōrin-nya terdapat hōbyō (vas permata) sebagai pengganti suien yang biasanya digunakan.
3. Kondō dengan deretan patung Buddha Harta Nasional
Di Kondō Murō-ji (Harta Nasional) tersimpan kelompok patung Buddha berharga dari awal zaman Heian.
Patung utama Shaka Nyorai berdiri (Harta Nasional) dipahat dari satu batang kayu kaya setinggi sekitar 2,3 meter, dan ekspresi lipatan jubahnya yang khas dikenal sebagai gaya indah yang juga disebut “gaya Murō-ji”.
Di sisi kanan-kirinya berjajar patung berdiri Jūichimen Kannon (Harta Nasional), Yakushi Nyorai (Properti Budaya Penting), Monju Bosatsu (Properti Budaya Penting), dan Jizō Bosatsu (Properti Budaya Penting), sementara di bagian depan ditempatkan dua belas patung Jūni Shinshō.
Biasanya patung-patung ini dilihat dari luar Raidō, tetapi pada masa kunjungan khusus tertentu, pengunjung kadang dapat masuk ke area luar Kondō dan melihat patung-patung tersebut dari jarak dekat.
4. Keindahan alam di setiap musim
Murō-ji juga terkenal sebagai kuil yang memadukan alam dan arsitektur secara harmonis.
- Musim semi (pertengahan April hingga awal Mei):Rhododendron dan sakura yang mewarnai area kuil. Pemandangan sekitar 3.000 semak rhododendron yang mekar penuh sangat mengesankan.
- Musim panas:Suasana sejuk di tengah hijau pepohonan, dengan tangga batu berlumut yang menambah pesona.
- Musim gugur (pertengahan November hingga awal Desember):Dedaunan merah yang cerah mewarnai seluruh kuil, dan pemandangan di sekitar Taiko-bashi sangat indah.
- Musim dingin:Keindahan sunyi pagoda lima tingkat yang diselimuti salju benar-benar istimewa.
Menikmati pemandangan yang berbeda sesuai musim kunjungan juga menjadi salah satu daya tarik utamanya.
5. Ziarah ke Oku-no-in dan tantangan menaiki tangga batu
Lebih jauh di belakang pagoda lima tingkat terdapat Oku-no-in (Miedō) yang memuliakan Kōbō Daishi.
Untuk mencapai Oku-no-in, Anda harus menaiki sekitar 400 anak tangga batu yang curam, sehingga tempat ini sangat direkomendasikan bagi pengunjung yang percaya diri dengan kondisi fisiknya.
Namun, hingga area sekitar Kondō dan pagoda lima tingkat, tersedia rute ziarah yang relatif landai, sehingga pengunjung yang khawatir soal stamina maupun keluarga dengan anak-anak tetap dapat menikmati kunjungan dengan nyaman.

Cara menuju Murō-ji
Akses dengan kereta dan bus
- Dari arah Osaka
- Turun di Stasiun Murōguchi-Ōno di Jalur Kintetsu Osaka, lalu naik bus Nara Kōtsū tujuan “Murō-ji” (sekitar 14 menit) dan turun di Halte Bus Murō-ji-mae.
- Dari halte bus, Anda dapat mencapai Taiko-bashi dengan berjalan kaki sekitar 5 menit.
- ※Karena jumlah bus terbatas, pastikan memeriksa jadwal terlebih dahulu.
- Dari pusat Kota Nara
- Dari Stasiun Kintetsu Nara, termasuk perpindahan ke Jalur Osaka, waktu perjalanan dengan kereta dan bus sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Akses dengan mobil
- Menggunakan Jalan Nasional Meihan
- Dari “Hari IC” sekitar 30 menit melalui Jalan Prefektur No. 28, atau dari “Ogura IC” sekitar 25 menit melalui Yamanami Road.
- Di sekitar Murō-ji tersedia area parkir berbayar.

Cara menikmati wisata di Murō-ji
1. Melihat patung Buddha Harta Nasional di Kondō
Di Kondō Murō-ji tersimpan kelompok patung Buddha awal zaman Heian, termasuk patung berdiri Shaka Nyorai.
Luangkan waktu untuk menikmati mahakarya seni Buddha ini dalam suasana yang khidmat.
2. Menikmati pagoda lima tingkat dan fotografi
Pagoda lima tingkat yang dikelilingi hijau segar atau dedaunan merah adalah spot foto favorit para pengunjung.
Waktu terbaik untuk memotret adalah pada pagi hari atau sore hari saat cahaya lebih lembut.
Sudut pandang dari belakang pagoda saat melihat ke bawah juga menjadi pengalaman menarik yang hanya bisa dinikmati saat mendaki ke Oku-no-in.
3. Menikmati bunga musiman
Bunga-bunga musiman seperti rhododendron di musim semi dan dedaunan merah di musim gugur menghiasi area kuil.
Jalan setapak dari Taiko-bashi hingga pagoda lima tingkat adalah rute jalan santai yang sempurna dengan pemandangan indah sepanjang tahun.
4. Menikmati suasana hutan di pegunungan yang tenang
Di jalan pegunungan sekitar Murō-ji tersedia jalur jalan santai untuk menikmati alam.
Di dekatnya juga ada spot menarik lain seperti Murō Ryūketsu Jinja dan Murō Sanjō Kōen Art Forest yang layak dikunjungi bersama.

Info wisata Murō-ji: jam kunjung, biaya masuk & tips
- Jam kunjung
- 8:30–17:00 (1 Desember–31 Maret: 9:00–16:00)
- Hōmotsuden: 9:00–16:30 (1 Desember–31 Maret: 9:30–15:30, penerimaan sampai pukul 15:00)
- Biaya masuk
- Dewasa 600 yen, anak-anak (SD dan SMP) 400 yen.
- Hōmotsuden memerlukan tiket masuk terpisah.
- Pakaian yang disarankan
- Karena banyak tangga batu, sepatu sneakers atau sepatu olahraga yang nyaman adalah perlengkapan wajib.
- Jika ingin menuju Oku-no-in, sebaiknya membawa handuk dan minuman.
- Informasi fasilitas
- Toilet berada di dekat pintu masuk area kuil.
- Metode pembayaran di loket tiket akan diinformasikan di lokasi.
- Hal yang perlu diperhatikan
- Jagalah ketenangan di area kuil dan pastikan membawa pulang sampah Anda.
- Karena jumlah bus sedikit, sebaiknya cek jadwal bus pulang terlebih dahulu.
- Pada musim gugur, area parkir sering padat, sehingga menggunakan transportasi umum lebih disarankan.
Ringkasan
Nyonin Kōya Murō-ji adalah tempat istimewa yang memadukan pagoda lima tingkat Harta Nasional, kelompok patung Buddha berharga, dan alam pegunungan yang mendalam.
Area kuil yang diselimuti ketenangan memberi waktu bagi pengunjung untuk melupakan kesibukan sehari-hari dan menenangkan hati.
Karena dapat diakses melalui Jalur Kintetsu Osaka, tempat ini juga cocok untuk perjalanan sehari dari Osaka maupun Nara.
Saat berkunjung, rasakan sendiri keindahan seni Buddha dan alam yang diwariskan sejak zaman Heian.