Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Saitobaru Kofun Miyazaki | Susuri Lanskap Zaman Kofun Jepang

Saitobaru Kofun Miyazaki | Susuri Lanskap Zaman Kofun Jepang

Saitobaru Kofun di Saito, Miyazaki: situs khusus dengan beragam gundukan kuno. Kunjungi Oni-no-Iwaya & Museum Arkeologi untuk memahami zaman Kofun Kyushu.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Kompleks Makam Kuno Saitobaru di Miyazaki tempat 319 makam tersebar adalah Situs Bersejarah Khusus Nasional. Anda dapat merasakan pemandangan dataran tinggi dan napas zaman Kofun dengan berjalan kaki

Sorotan

Di Kompleks Makam Kuno Saitobaru: Makam Onino Iwaya, satu-satunya makam dengan ruang batu tipe lorong samping yang terbuka untuk umum; Otosaho-zuka dan Mesaho-zuka yang aksesnya dibatasi; serta pemandangan kompleks makam yang membentang sekitar 4,2 km utara-selatan dan 2,6 km timur-barat.

Akses

Sekitar 50 menit dengan mobil dari Stasiun JR Miyazaki, sekitar 1 jam dengan mobil dari Bandara Miyazaki. Tersedia parkir untuk sekitar 700 mobil

Biaya

Museum Arkeologi Saitobaru terdekat masuk gratis, mudah digabungkan dengan kunjungan ke makam kuno

Perkiraan Waktu

1-2 jam untuk mengunjungi makam-makam utama, sekitar setengah hari jika ingin menjelajahi termasuk museum

Waktu Terbaik

Akhir Maret-awal April saat sakura dan bunga lobak mekar, akhir Oktober-pertengahan November saat kosmos mekar, awal November saat Festival Makam Kuno Saito ramai

Cara Menikmati saat Hujan

Saat cuaca buruk, dapat menyusun ulang rencana sambil melihat pameran di Museum Arkeologi Saitobaru dalam ruangan

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Miyazaki

Apa Itu Saitobaru Kofungun (Kompleks Makam Kuno Saitobaru)?

Saitobaru Kofungun (Kompleks Makam Kuno Saitobaru) adalah Situs Sejarah Khusus Nasional yang membentang di Dataran Tinggi Saitobaru dan sekitarnya di Kota Saito, Prefektur Miyazaki. Tempat ini merupakan destinasi wisata representatif untuk merasakan langsung pemandangan Zaman Kofun (zaman makam kuno).

Dalam area sepanjang sekitar 4,2 km utara-selatan dan 2,6 km timur-barat, terdapat 319 makam kuno termasuk Osahozuka dan Mesahozuka, yang dibangun selama sekitar 400 tahun dari akhir abad ke-3 hingga abad ke-7.

Luas area yang ditetapkan melebihi 58 hektare, dan karena pemandangan dataran tinggi yang luas masih tersisa secara utuh, Anda dapat lebih mudah merasakan suasana Zaman Kofun sambil berjalan-jalan, dibandingkan hanya melihat pameran di gedung.

Sejak ditetapkan sebagai Situs Sejarah Khusus Nasional pada tahun 1952 (Showa 27), bentuk lahan yang terjaga menjadi salah satu nilai utama saat berkunjung ke tempat ini.

Makam Kuno yang Wajib Dilihat dan Spot Penting di Saitobaru Kofungun

Pertama, Kunjungi Makam Kuno Oni no Iwaya

Di antara Saitobaru Kofungun, makam kuno yang paling berkesan bagi pengunjung pertama kali adalah Oni no Iwaya Kofun (Makam Kuno Gua Iblis).

Ini adalah Makam No. 206 dalam Saitobaru Kofungun, makam kuno berbentuk lingkaran (enpun) yang dibangun pada akhir abad ke-6 hingga awal abad ke-7. Anda dapat melihat bagian dalam ruang batu bertipe lorong samping (yokoana-shiki sekishitsu) yang terbuat dari tumpukan batu besar.

Diameter makam adalah 36,4 m timur-barat dan 33,6 m utara-selatan. Ruang batu lorong samping sepanjang 12,4 m ini adalah satu-satunya yang terbuka di kompleks makam tersebut, dan dianggap sebagai makam kepala suku terakhir Saitobaru.

Di sekitar gundukan makam masih tersisa parit ganda (parit dalam dan parit luar) serta tanggul luar, dan dipulihkan ke bentuk seperti saat dibangun, menjadikannya daya tarik tersendiri.

Memahami Osahozuka dan Mesahozuka dari Tampilan Luar

Sementara itu, Osahozuka dan Mesahozuka dikelola oleh Badan Rumah Tangga Kekaisaran (Kunaichō) sebagai situs referensi makam kekaisaran, dan biasanya akses dibatasi.

Osahozuka adalah makam berbentuk kerang (hotategai-gata kofun) dengan panjang sekitar 176 m, terbesar di kepulauan Jepang. Mesahozuka adalah makam berbentuk lubang kunci (zenpō-kōen-fun) dengan panjang 176,3 m, terbesar di Kyushu. Keduanya diperkirakan dibangun pada paruh pertama abad ke-5.

Oleh karena itu, di lokasi, cara menikmati yang cocok adalah dengan melihat ukuran gundukan makam dan bentuk lahan sekitarnya dari luar, dan memikirkan posisi apa yang mereka tempati dalam keseluruhan kompleks makam.

Pahami Lebih Mudah dengan Mengunjungi Museum Arkeologi Saitobaru

Saitobaru Kofungun adalah situs bersejarah luar ruang, jadi Anda dapat melihatnya dengan berjalan-jalan saja.

Namun, perbedaan bentuk makam kuno dan makna benda-benda yang ditemukan sulit dipahami hanya di lokasi. Oleh karena itu, dengan singgah terlebih dahulu di Museum Arkeologi Prefektur Miyazaki Saitobaru, pemahaman Anda akan lebih dalam.

Dibuka pada tahun 2004 (Heisei 16), museum ini adalah museum lapangan khusus arkeologi, yang tidak hanya memamerkan benda temuan, tetapi juga menyajikan kehidupan masa lalu dalam bentuk cerita.

Hal yang Perlu Diperiksa di Museum

Harga tiket masuk museum ini gratis. Jam buka dari pukul 9.30 hingga 17.30, dan akses masuk ke ruang pameran hingga pukul 17.00.

Hari libur adalah Senin (jika hari libur, maka hari berikutnya), hari setelah hari libur (kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur), serta libur akhir tahun dan Tahun Baru (28 Desember - 4 Januari). Cek jadwal sebelum berkunjung.

Makam Nomor 13 dapat dikunjungi dari pukul 10.00 hingga 17.00. Jika Anda ingin melihat fasilitas pelestarian dan bagian dalam termasuk Oni no Iwaya Kofun dan Makam Lorong Bawah Tanah No. 4, sebaiknya periksa status pembukaan terlebih dahulu dan tentukan pembagian waktu agar lebih mudah berkeliling.

Tempat parkir tersedia di depan museum dengan kapasitas 100 mobil pribadi, juga tersedia ruang untuk bus besar dan penyandang disabilitas.

Bahkan pada hari dengan cuaca yang berubah-ubah, dengan memasukkan kunjungan ke pameran indoor, Anda dapat lebih mudah menyusun ulang rencana kunjungan.

Nikmati Saitobaru Kofungun Lewat Sakura, Nanohana, dan Kosmos Musiman

Saitobaru Kofungun adalah tempat bersejarah, namun keindahan pemandangannya juga menjadi daya tarik besar.

Sakura dan nanohana (bunga rapa/sawi) mencapai puncak mekar dari akhir Maret hingga awal April, bunga matahari pada bulan Juli, dan bunga kosmos dari akhir Oktober hingga pertengahan November. Di tempat yang sama, kesan akan sangat berbeda tergantung musim.

Khususnya kombinasi sakura dan nanohana di musim semi, serta sekitar 3 juta tangkai kosmos di musim gugur yang bertepatan dengan Saito Kofun Matsuri (Festival Makam Kuno Saito) di awal November, adalah pemandangan populer dengan banyak pengunjung.

Bukan Sekadar Tempat Melihat Bunga, tetapi Menikmati Pemandangan Secara Keseluruhan

Pada musim bunga, pengunjung cenderung berfokus pada foto. Namun di Saitobaru, dengan melihat bentuk makam kuno dan keluasan dataran tinggi sekaligus, ciri khas tempat ini akan tersampaikan.

Tanpa terlalu menjadikan bunga musiman sebagai fokus utama, dengan juga memperhatikan susunan dan kontur makam kuno, Anda akan melihat menariknya tempat ini tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai warisan sejarah.

Cara Menuju Saitobaru Kofungun dan Tips Berkeliling

Karena Saitobaru Kofungun memiliki area yang luas, jika Anda mencoba berjalan mengelilingi seluruh areanya dari awal, akan memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

Hanya untuk melihat sekilas makam kuno utama saja sekitar 1-2 jam, dan jika ingin melihat dengan saksama termasuk museum, perkirakan setengah hari agar lebih tenang.

Bagi yang baru pertama kali, periksa informasi di Museum Arkeologi atau Pusat Panduan Konohana-kan, tentukan tempat yang ingin dilihat termasuk Oni no Iwaya Kofun terlebih dahulu, lalu mulai berkeliling agar rute lebih mudah diikuti.

Selain itu, ada juga tempat-tempat seperti Osahozuka dan Mesahozuka yang biasanya akses dibatasi.

Periksa jam buka makam kuno yang dapat dilihat bagian dalamnya dan hari buka museum, serta panduan pada hari kunjungan sebelum berangkat, agar tidak bingung di lokasi.

Khususnya untuk hari libur dan jam kunjungan, sebaiknya periksa terlebih dahulu agar lebih tenang.

Cara Menuju Saitobaru Kofungun dan Informasi Sekitar

Untuk menuju Saitobaru Kofungun, perkirakan sekitar 50 menit berkendara dari Stasiun JR Miyazaki, dan sekitar 1 jam berkendara dari Bandara Miyazaki.

Di area taman tersedia tempat parkir besar dengan kapasitas 700 mobil (termasuk 6 bus besar). Sebaiknya periksa juga informasi panduan wisata dan status operasional fasilitas sebelum berkunjung agar lebih lancar.

Kesimpulan: Poin Penting saat Pertama Kali Berjalan-jalan di Saitobaru Kofungun

Daya tarik Saitobaru Kofungun bukan hanya jumlah makam kuno yang banyak.

Keluasan dataran tinggi, keberagaman makam kuno, makam kuno yang bagian dalamnya dapat dikunjungi, dan pameran museum, semuanya menyatu, sehingga Anda dapat menelusuri pemandangan kuno secara lebih utuh di lokasi.

Jika ingin berkeliling dalam waktu singkat, jadikan Oni no Iwaya Kofun dan Museum Arkeologi Saitobaru sebagai titik utama. Jika ada waktu luang, sebaiknya juga menikmati pemandangan musiman.

Bukan sekadar menghafal angka dan nama, dengan benar-benar berjalan dan merasakan skala lahan, pandangan Anda terhadap Saitobaru Kofungun akan berubah secara signifikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Saitobaru Kofungun adalah kelompok kofun (gundukan makam kuno) berskala besar berisi 319 gundukan yang tersebar di Kota Saito, Prefektur Miyazaki. Sebagai Situs Bersejarah Khusus yang dibangun dari akhir abad ke-3 hingga abad ke-7, kawasan ini ditata sebagai taman dataran tinggi yang memadukan ladang bunga dan situs purbakala. Sebagian gundukan dapat dilihat dengan berjalan kaki di sekitarnya.
A. Saitobaru Kofungun ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Khusus tingkat nasional pada 1952 (Showa 27). Daya tarik lainnya adalah berdampingannya Mesahozuka, kofun keyhole terbesar di Kyushu, dan Osahozuka yang dianggap kofun bentuk kerang scallop terbesar di Kepulauan Jepang, menjadikannya tempat untuk menelusuri sejarah kuno bersama mitologi.
A. Dua puncaknya: akhir Maret-awal April saat sakura dan bunga sawi mekar, serta akhir Oktober-awal November saat sekitar 3 juta cosmos bermekaran. Karena waktu mekar bisa bergeser akibat cuaca, jangan terlalu kaku mengejar mekar penuh; menjadwalkannya sebagai periode untuk memotret punggungan kofun bersama ladang bunga akan membuat rencana lebih fleksibel.
A. Dari Stasiun JR Miyazaki ke Saitobaru Kofungun sekitar 50 menit dengan mobil, dan dari Bandara Miyazaki sekitar 1 jam. Dengan transportasi umum: dari Stasiun Miyazaki ke Saito Bus Center sekitar 60-70 menit, lalu taksi sekitar 5-10 menit. Karena tidak ada taksi standby di Saito Bus Center, pemesanan terlebih dahulu lebih aman.
A. Menjelajahi Saitobaru Kofungun gratis, dan Saitobaru Archaeological Museum of Miyazaki Prefecture juga gratis. Total tersedia parkir gratis sekitar 700 mobil di kawasan kofun, dengan tambahan 100 mobil di depan museum. Karena gundukan tersebar di dataran luas, memilih parkir terdekat dengan tujuan akan mengurangi beban berjalan.
A. Sekitar 1-2 jam untuk gundukan utama dan ladang bunga, atau setengah hari jika menyertakan museum dan ruang batu Onino-Iwaya Kofun. Dataran tinggi memiliki kontur dan minim teduh, jadi di musim panas siapkan minuman dan topi, serta sisipkan istirahat di area ber-AC museum untuk menghemat tenaga.
A. Hanya "Onino-Iwaya Kofun" dengan ruang batu menyamping (yokoana-shiki sekishitsu) yang terbuka untuk dilihat di dalamnya. Ini adalah kofun bundar dari akhir abad ke-6-awal abad ke-7 dengan ruang batu sepanjang 12,4 m. Di area berpijak yang gelap, jangan tergesa-gesa; membaca panduan di pintu masuk akan memudahkan memahami strukturnya.
A. Rental sepeda tersedia di Konohana-kan pukul 10.00-15.00. Sepeda anak dan sepeda biasa 500 yen, sepeda listrik 1.000 yen, dan layanan tutup pada hari Senin serta periode Tahun Baru. Karena kawasan kofun sangat luas, sepeda akan memudahkan pergerakan efisien antar ladang bunga dan gundukan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.