Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Bekas Depo Lokomotif Bungomori | Wisata Kereta Kusu Oita

Bekas Depo Lokomotif Bungomori | Wisata Kereta Kusu Oita

Bungomori Kikanko di Kusu, Oita: depo lokomotif kipas & turntable. Taman menyajikan jejak perang, pelestarian, serta museum untuk wisatawan pemula.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Bekas Depo Lokomotif Bungomori adalah warisan kereta api di Kusu, Oita, yang melestarikan satu-satunya depo lokomotif berbentuk kipas yang masih ada di Kyushu beserta meja putar. Anda dapat mengamati dari dekat bekas peluru perang hingga komponen lokomotif.

Sorotan

Depo lokomotif berbentuk kipas dengan radius sekitar 47,84 m, meja putar baja berdiameter sekitar 18,5 m, dan bekas peluru senapan mesin militer AS yang tersisa di dinding luar.

Akses

Sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun JR Bungomori. Lokasi: Iwamuro 36-15, Kusu-machi, Kusu-gun, Prefektur Oita. Parkir kota di sebelah stasiun gratis 2 jam.

Biaya

Bekas Depo Lokomotif Bungomori, meja putar, dan taman luar ruangan gratis. Museum Depo Lokomotif Bungomori ¥100 untuk siswa SMP ke atas.

Perkiraan Waktu

Kunjungan reruntuhan luar ruangan 20-30 menit, museum sekitar 30 menit.

Waktu Terbaik

Pagi hari kerja atau segera setelah buka (sekitar pukul 10:00) adalah waktu terbaik, mudah menghindari jam bus wisata. Musim terbaik: musim semi (akhir Maret-Mei) dan musim gugur (Oktober-November).

Pengalaman

Mengamati struktur depo lokomotif berbentuk kipas dan meja putar, melihat jejak perang, membaca dokumen kereta api dan komponen lokomotif, pengalaman kerajinan origami dan lembar plastik.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Oita

Apa Itu Kyū Bungo-Mori Kikansha (Bekas Depo Lokomotif Bungo-Mori)? Informasi Dasar Sebelum Mengunjungi Warisan Kereta Api di Kusu-machi

Kyū Bungo-Mori Kikansha (Bekas Depo Lokomotif Bungo-Mori) adalah warisan kereta api yang berharga dan masih tersisa di Kusu-machi (kota kecil di Prefektur Ōita), Jepang.

Dibangun pada tahun 1934 (Showa 9) bersamaan dengan dibukanya seluruh jalur JR Kyūdai Main Line, depo lokomotif berbentuk kipas ini kini dapat dikunjungi bersama turntable (meja putar lokomotif) di dalam Bungo-Mori Kikansha Park.

Daya tarik utamanya adalah tempat ini dikenal sebagai satu-satunya depo lokomotif berbentuk kipas yang masih tersisa di Kyūshū.

Kyū Bungo-Mori Kikansha dan turntable-nya diakui sebagai Warisan Industri Modernisasi oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri pada tahun 2009, serta terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud Terdaftar Nasional pada tahun 2012.

Tempat wisata ini bukan hanya untuk para penggemar kereta api, tetapi juga sangat menarik bagi mereka yang tertarik pada arsitektur modern dan sejarah daerah.

Spot Foto & Hal yang Wajib Dilihat di Bungo-Mori Kikansha: Struktur Kipas dan Turntable

Lihat Bentuk Depo Lokomotif yang Membentang Seperti Kipas

Begitu sampai di lokasi, Anda akan jelas melihat depo lokomotif ini membentang seperti setengah lingkaran dengan radius sekitar 47,84 meter.

Dari turntable di tengah, rel-rel terbentang secara radial, dengan struktur ini mampu menampung 12 lokomotif dan berfungsi mengarahkan setiap lokomotif ke ruang depo masing-masing.

Pada masa kejayaannya, 25 lokomotif uap berpangkalan di sini, dan dikatakan bahwa lebih dari 5.000 orang per hari menggunakan area depo lokomotif berskala besar ini.

Daya tarik utama spot ini adalah dapat melihat langsung struktur depo lokomotif berbentuk kipas seperti ini.

Turntable, Spot yang Mudah untuk Merasakan Mekanisme Kereta Api

Turntable adalah peralatan berputar untuk mengubah arah lokomotif atau memindahkannya ke rel lain.

Turntable Bungo-Mori berdiameter sekitar 18,5 meter dan terbuat dari baja. Saat berjalan-jalan sambil melihat papan penjelasan dan tata letak sekitarnya, Anda akan mudah merasakan bahwa tempat ini dulunya adalah pusat penting yang mendukung transportasi kereta api Kyūdai Main Line.

Contoh tempat di mana turntable dan depo lokomotif berbentuk kipas masih tersisa lengkap sangat sedikit di seluruh Jepang, sehingga juga populer sebagai spot foto yang fotogenik.

Sejarah yang Bisa Dirasakan di Lokasi: Jejak Perang dan Perjalanan Pelestarian

Kyū Bungo-Mori Kikansha menjadi pusat transportasi militer selama Perang Dunia II, dan pada 4 Agustus 1945, mengalami serangan tembakan mesin dari pesawat militer AS yang mengakibatkan 3 pegawai tewas.

Bekas peluru masih tersisa di dinding luarnya hingga kini, menunjukkan bahwa tempat ini bukan sekadar bangunan kereta api retro, melainkan tempat yang mewariskan sejarah perang yang dialami daerah ini.

Setelah tugasnya berakhir karena peralihan ke lokomotif diesel pada tahun 1970 (Showa 45), sempat ada usulan pembongkaran, tetapi gerakan pelestarian terus dilakukan oleh masyarakat setempat.

Melalui upaya komite pelestarian yang dibentuk pada tahun 2001 dan kampanye petisi yang mengumpulkan 22.437 tanda tangan, Kusu-machi membeli lahan ini pada tahun 2005 dan dipertahankan dalam bentuknya seperti sekarang.

Saat berjalan-jalan, kesan akan berubah jika melihatnya bukan hanya sebagai "reruntuhan yang tersisa", tetapi juga sebagai "tempat yang telah dijaga".

Nikmati Juga Bungo-Mori Kikansha Museum

Cocok untuk yang Ingin Berkunjung Sambil Melengkapi Pengetahuan Sejarah

Di dalam Bungo-Mori Kikansha Park terdapat Bungo-Mori Kikansha Museum, tempat Anda dapat melihat pameran materi tentang Kyū Bungo-Mori Kikansha dan sejarah kereta api.

Fasilitas ini mengusung konsep "bermain, belajar, dan menikmati sejarah", dengan struktur yang memudahkan Anda melengkapi pemahaman latar belakang yang sulit dipahami hanya dari kunjungan reruntuhan luar ruangan.

Bagian-bagian lokomotif, foto-foto, dan dokumen tentang operasi pada masa itu dipamerkan, menjadi petunjuk untuk mengetahui suasana saat depo lokomotif berbentuk kipas masih aktif.

Konten Pameran yang Mudah Dikunjungi Bersama Anak-anak

Museum ini memiliki sudut buku bergambar tentang kereta api dan kolam kayu (kolam bola dari kayu), serta menyelenggarakan aktivitas kerajinan seperti origami dan membuat plat plastik (puraban).

Karena orang dewasa dapat melihat dokumen dan desain, sementara anak-anak dapat menikmati elemen permainan, tempat ini mudah dimasukkan dalam itinerary perjalanan untuk kelompok dengan rentang usia yang luas.

Desain dalam ruangan ditangani oleh desainer industri Eiji Mitooka, yang juga mendesain kereta ekspres JR Kyushu seperti "Nanatsuboshi in Kyushu" dan "Asoboy!", sehingga ruangnya sendiri menjadi salah satu daya tariknya.

Itinerary Jalan-jalan di Kusu-machi yang Mudah Diikuti Wisatawan yang Baru Pertama Kali ke Jepang

Dari Stasiun JR Bungo-Mori, lokasinya sekitar 5 menit berjalan kaki.

Dari stasiun, menuju ke Bungo-Mori Kikansha Park, pertama-tama lihat seluruh depo lokomotif berbentuk kipas dari kejauhan untuk memahami bentuknya, kemudian pindah ke dekat turntable agar lebih mudah memahami ciri strukturnya.

Setelah itu, lihatlah jejak tembakan senapan mesin di dinding luar dan pameran luar ruangan di taman, dan terakhir masuk ke Bungo-Mori Kikansha Museum. Dengan urutan ini, pemandangan yang dilihat di luar akan terhubung dengan isi materi di museum.

Sebagai patokan waktu yang dibutuhkan, sekitar 20-30 menit untuk kunjungan reruntuhan luar ruangan dan sekitar 30 menit untuk kunjungan museum agar tidak terburu-buru.

Saat mengambil foto, cobalah berjalan ke posisi di mana lengkungan seluruh bangunan terlihat, dan posisi untuk melihat turntable dari depan, agar Anda dapat menikmati perbedaan kesannya.

Musim Terbaik untuk Berkunjung dan Tips Menghindari Keramaian

Karena Bungo-Mori Kikansha Park berfokus pada kunjungan luar ruangan, musim semi (akhir Maret hingga Mei) dan musim gugur (Oktober hingga November) yang nyaman sangat direkomendasikan.

Pada musim panas, area teduh sedikit, jadi membawa topi dan minuman akan membuat Anda lebih nyaman saat berjalan.

Jika ingin berkunjung dengan lebih tenang, pagi hari di hari kerja atau segera setelah museum buka (sekitar pukul 10) adalah waktu yang tepat, dan lebih mudah menghindari waktu kedatangan bus wisata.

Pada hari penyelenggaraan acara, kadang ramai dengan acara seperti "Kikansha Marche", jadi jika ingin berkunjung dengan tenang, sebaiknya periksa informasi acara terlebih dahulu untuk merasa lebih tenang.

Cara Menuju, Harga Tiket Masuk & Hal yang Perlu Dipastikan Sebelum Berkunjung

Jam buka Bungo-Mori Kikansha Museum adalah pukul 10:00-16:00, dengan hari libur Senin (jika hari libur nasional, hari libur diundur ke hari berikutnya) dan akhir tahun-awal tahun (29 Desember-3 Januari).

Harga tiket masuk adalah 100 yen untuk pelajar SMP ke atas, sedangkan Kyū Bungo-Mori Kikansha luar ruangan, turntable, dan Bungo-Mori Kikansha Park dapat dikunjungi gratis.

Untuk parkir, dapat menggunakan parkir kota di samping Stasiun JR Bungo-Mori (gratis 2 jam) atau parkir umum di sekitarnya.

Alamatnya adalah Iwamuro 36-15, Kusu-machi, Kusu-gun, Prefektur Ōita, dan saat menggunakan navigasi mobil, lebih mudah jika menggunakan "Bungo-Mori Kikansha Park" atau "Stasiun JR Bungo-Mori" sebagai patokan.

Tersedia juga brosur multibahasa Bungo-Mori Kikansha Park.

Saat merencanakan kunjungan sebelum atau selama perjalanan di Jepang, sebaiknya periksa kembali hari buka dan informasi kunjungan agar lebih tenang.

Kesimpulan

Kyū Bungo-Mori Kikansha adalah warisan kereta api yang mewakili Kusu-machi, di mana Anda tidak hanya dapat melihat daya tarik fasilitas kereta api seperti depo lokomotif berbentuk kipas dan turntable, tetapi juga merasakan kenangan perang dan kegiatan pelestarian daerah.

Setelah berjalan dan melihat reruntuhan luar ruangan, dengan mengetahui latar belakangnya di Bungo-Mori Kikansha Museum, bahkan pengunjung pertama kali pun dapat lebih mudah memahami nilai tempat ini.

Saat ingin menelusuri warisan kereta api di Kusu-machi, ini adalah tempat wisata yang mudah dikunjungi dengan tenang.

"

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Bekas Depo Lokomotif Bungomori (Kyu Bungomori Kikanko) adalah satu-satunya depo lokomotif berbentuk kipas (roundhouse) yang masih tersisa di Kyushu, dibangun bersamaan dengan dibukanya seluruh jalur Kyudai pada tahun 1934. Rel dengan radius sekitar 47,84 meter membentang radial membentuk setengah lingkaran untuk 12 lokomotif, dan struktur tempat lokomotif uap diputar arahnya melalui meja putar (turntable) di tengah masih dipertahankan hingga kini.
A. Tempat ini merupakan satu-satunya depo lokomotif berbentuk kipas (roundhouse) di Kyushu, terdaftar sebagai Warisan Industri Modern oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) pada 2009 dan sebagai Properti Budaya Berwujud Terdaftar Nasional pada 2012. Struktur setengah lingkaran dari beton bertulang yang masih utuh sangat langka di Jepang, sehingga tempat ini menjadi destinasi ziarah tidak hanya bagi penggemar kereta api tetapi juga peminat arsitektur modern.
A. Lubang-lubang itu adalah bekas tembakan senapan mesin pesawat militer AS pada 4 Agustus 1945 yang menewaskan tiga pegawai—luka perang yang masih tertinggal. Lubang yang menggerogoti dinding beton dibiarkan apa adanya, menjadikan tempat ini bukan hanya warisan industri, tetapi juga peninggalan perang yang berharga sebagai lokasi pembelajaran perdamaian.
A. Biaya masuk 100 yen untuk siswa SMP ke atas, dengan jam buka 10.00–16.00 dan tutup setiap Senin (jika hari libur, tutup keesokan harinya). Reruntuhan roundhouse luar ruang, meja putar, dan SL "Kyuroku" dapat dilihat secara gratis, sehingga banyak pengunjung yang menikmati eksterior tanpa masuk museum—menjadikannya situs warisan budaya yang ramah anggaran.
A. Sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Bungomori jalur JR Kyudai, menyusuri rel di sisi timur stasiun ke arah Sungai Kusu. Karena kereta ekspres "Yufuin no Mori" juga berhenti di sini, tempat ini mudah dipadukan dengan wisata dari Hakata, Yufuin, atau Beppu, dan pemandangan menyeluruh roundhouse berbentuk kipas pun bisa dilihat sekilas dari jendela kereta.
A. Tempat parkir milik kota di sebelah Stasiun JR Bungomori bisa digunakan gratis selama 2 jam, dan dari Kusu IC Jalan Tol Oita hanya sekitar 5 menit dengan mobil. Tersedia juga ruang parkir untuk bus besar, sehingga aman disinggahi dalam perjalanan road trip dan berfungsi sebagai titik singgah di rute lintas Kyushu.
A. Lokomotif tipe 9600 nomor 29612 yang diproduksi pada tahun Taisho 8 (1919), dipreservasi statis di Taman Bungomori Kikanko sejak 2015. "Kyuroku" adalah julukan dari penggemar kereta api, dan daya tariknya adalah pengunjung dapat naik ke ruang masinis untuk melihat panel instrumen dari dekat—pengalaman yang tidak ditawarkan museum dengan koleksi indoor.
A. Komposisi klasik adalah menangkap rel yang membentang berbentuk kipas dari pusat meja putar, sehingga 12 jalur radial terlihat dramatis. Dari sekitar Jembatan Marchen di Jalan Nasional 387, seluruh taman bisa dilihat dari atas; jika menggunakan tripod, pastikan tidak menghalangi jalur pejalan kaki.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.