Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kastil Aizu-Wakamatsu (Tsuruga-jo), Fukushima – Menara Ber-atap Merah & Sejarah Samurai

Kastil Aizu-Wakamatsu (Tsuruga-jo), Fukushima – Menara Ber-atap Merah & Sejarah Samurai
Kastil Aizu-Wakamatsu, atau Tsuruga-jo, adalah ikon wilayah Aizu di Prefektur Fukushima yang terkenal dengan dinding putih, atap merah khas dan kisah perang Boshin. Artikel ini mengulas sejarah kastil, museum dan dek observasi di dalam menara utama, keindahan batu benteng dan parit, musim terbaik untuk menikmati sakura, daun musim gugur dan salju, serta informasi tiket, waktu kunjungan, dan cara menggabungkannya dengan destinasi lain di sekitar Aizu.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Kastel Aizuwakamatsu (Tsuruga-jo) dikenal sebagai kastel dengan tenshu berubin merah yang unik di Jepang; pemandangan empat musim dan panorama dari menara juga dapat dinikmati.

Highlight sejarah

Dibangun pada 1384 sebagai Kurokawa Castle, lalu direnovasi pada periode Edo / Menjadi panggung pengepungan Domain Aizu pada Perang Boshin.

Sorotan tenshu

Dari tenshukaku, Anda bisa melihat kota Aizuwakamatsu dan pegunungan; ada pula pameran baju zirah, pedang, serta materi terkait Perang Boshin.

Pemandangan batu & parit

Parit dan dinding batu membentuk keindahan arsitektur kastel; saat musim sakura dan momiji, pantulannya di air terlihat menawan.

Musim terbaik

Musim semi: sekitar pertengahan April hingga awal Mei dengan sekitar 1.000 pohon sakura / Musim gugur: daun merah / Musim dingin: kontras salju dan ubin merah.

Akses

Tokyo → Koriyama → Aizu-Wakamatsu (JR Banetsu West Line), lalu dari Stasiun Aizu-Wakamatsu naik bus / taksi sekitar 10 menit / Dari Aizuwakamatsu IC sekitar 15 menit dengan mobil.

Jam buka & tiket

Tsuruga-jo Tenshukaku: 8:30–17:00 (masuk hingga 16:30) / Tiket: dewasa 410 yen, SD–SMP 150 yen.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Apa Itu Aizu-Wakamatsu-jō (kastel bersejarah Aizu, juga dikenal sebagai Tsuruga-jō)? Destinasi wisata sejarah populer di Fukushima

Aizu-Wakamatsu-jō (kastel bersejarah di Aizu), yang juga dikenal sebagai Tsuruga-jō, adalah salah satu kastel Jepang paling terkenal yang berada di Ote-machi, Kota Aizu-Wakamatsu, Prefektur Fukushima.

Kastel ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional dan juga terpilih dalam daftar 100 Kastel Terbaik di Jepang. Sebagai salah satu kastel yang mewakili kawasan Tōhoku, tempat ini dikenal luas sebagai destinasi wisata populer, tidak hanya bagi pecinta sejarah tetapi juga bagi wisatawan mancanegara.

Khususnya, sosok menara utama kastel dengan kontras dinding putih dan genteng merah yang mencolok selalu memikat para pengunjung.

Kali ini, kami akan memperkenalkan secara lengkap sejarah Tsuruga-jō, hal yang wajib dilihat, cara menikmatinya di setiap musim, hingga akses ke Aizu-Wakamatsu-jō agar Anda tahu informasi penting sebelum berkunjung.


1. Sejarah dan latar belakang Aizu-Wakamatsu-jō (Tsuruga-jō)

Dari pembangunan Tsuruga-jō hingga akhir zaman bakufu

Aizu-Wakamatsu-jō (Tsuruga-jō) diyakini bermula pada tahun 1384, ketika Ashina Naomori membangunnya sebagai Higashi-Kurokawa-yakata.

Kemudian, pada tahun 1590, Gamō Ujisato memasuki wilayah Aizu dan melakukan renovasi besar-besaran.

Pada tahun 1593, ia menyelesaikan tenshukaku berlapis tujuh dan pada saat itulah nama kastel diubah menjadi Tsuruga-jō.

Setelah itu, pada masa Katō Yoshiaki dan Akinari, tenshu direnovasi menjadi lima lantai seperti sekarang, sementara Nishi-demaru dan Kita-demaru ditambahkan, sehingga kastel ditata menjadi bentuknya yang sekarang.

Pada Perang Boshin tahun 1868 di akhir zaman bakufu, Domain Aizu berpihak pada pemerintahan shogun lama dan berhadapan dengan pasukan pemerintah baru, lalu bertahan dalam pertempuran pengepungan di Tsuruga-jō selama sekitar satu bulan.

Tsuruga-jō yang mampu bertahan dari serangan sengit kemudian dikenal luas sebagai kastel terkenal yang sulit ditaklukkan.

Pada tahun 1874 kastel ini sempat dibongkar, tetapi pada tahun 1965 tenshukaku dibangun kembali. Kini bagian dalamnya menjadi museum yang menyampaikan sejarah Aizu.

Tenshukaku dengan genteng merah

Salah satu ciri khas utama Tsuruga-jō adalah menara utama kastelnya yang terkenal dengan genteng merah.

Genteng ini juga sering dijelaskan sebagai bentuk penyesuaian terhadap iklim Aizu yang bersalju lebat dan telah menjadi elemen simbolis dalam lanskap kastel.

Kontras dinding putih dan genteng merah sangat fotogenik, dan perpaduannya dengan pemandangan salju di musim dingin sangat populer.


2. Hal yang wajib dilihat di Tsuruga-jō

Pemandangan spektakuler dari tenshukaku dan museum sejarah

Tenshukaku Tsuruga-jō memiliki struktur lima lantai, dan dari lantai observasi paling atas Anda bisa menikmati panorama 360 derajat Kota Aizu-Wakamatsu, Cekungan Aizu, hingga Gunung Bandai.

Di dalam tenshukaku, Museum Sejarah Lokal Tenshukaku Wakamatsu-jō menampilkan banyak koleksi yang menceritakan sejarah Aizu, seperti baju zirah dan pedang yang digunakan samurai, dokumen tentang Perang Boshin, serta pameran mengenai Byakkotai.

Tempat ini menjadi kesempatan berharga bukan hanya bagi penggemar sejarah, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin mengenal budaya kastel Jepang.

Tembok batu dan parit yang indah

Parit dan tembok batu yang mengelilingi Tsuruga-jō juga merupakan bagian yang wajib dilihat.

Tembok batu yang menopang tenshukaku juga kerap dikaitkan dengan para pengrajin batu yang dikenal sebagai Anō-shū, sehingga memberi kesan sejarah yang kuat.

Jembatan yang melintasi parit dan deretan tembok batu menghadirkan nuansa sejarah, sekaligus memungkinkan Anda menikmati pemandangan empat musim.

Khususnya saat musim sakura dan musim gugur, bunga dan pepohonan yang terpantul di parit terlihat sangat indah dan memikat para pengunjung.

Pengalaman budaya di rumah teh Rinkaku

Di area honmaru Tsuruga-jō terdapat rumah teh Rinkaku yang dipindahkan dan direstorasi, yang konon didirikan oleh Shōan, putra Sen no Rikyū.

Di sini Anda dapat menikmati matcha otentik sambil memandang pemandangan Tsuruga-jō.

Tiket masuk gabungan untuk tenshukaku dan rumah teh Rinkaku (dewasa 520 yen) juga dijual, jadi sangat disarankan untuk mengunjungi keduanya sekaligus.

Selain itu, di toko museum dalam area kastel Anda juga dapat membeli produk khas lokal dan kerajinan tradisional.


3. Musim terbaik untuk mengunjungi Tsuruga-jō dan cara menikmatinya

Musim semi: sekitar 1.000 pohon sakura dan pemandangan kastel yang spektakuler

Musim semi adalah salah satu waktu terbaik untuk mengunjungi Tsuruga-jō.

Taman Tsuruga-jō terpilih dalam daftar 100 Tempat Sakura Terbaik di Jepang, dan setiap tahun dari pertengahan hingga akhir April, sekitar 1.000 pohon sakura, terutama Somei Yoshino, bermekaran penuh.

Yozakura yang diterangi lampu menghadirkan suasana magis dan menjadi acara populer yang menarik banyak wisatawan.

Sekitar Golden Week, yaezakura juga memasuki masa terbaik untuk dilihat.

Musim panas: waktu untuk menikmati hijau segar dan berbagai acara

Pada musim panas, pepohonan hijau rimbun dan pemandangan hijau yang terpantul di permukaan parit terlihat sangat indah.

Di Kota Aizu-Wakamatsu, pada musim panas juga diadakan acara seperti Aizu Matsuri yang memperkenalkan sejarah dan budaya, sehingga ada banyak cara menikmati kawasan sekitar Tsuruga-jō.

Berjalan santai mengelilingi kastel sambil menghindari panas juga merupakan pilihan yang direkomendasikan.

Musim gugur: kontras antara daun merah dan kastel beratap merah

Pada musim gugur, area sekitar Tsuruga-jō dihiasi warna daun musim gugur, dan dedaunan merah serta kuning berpadu indah dengan kastel.

Akhir Oktober hingga pertengahan November adalah waktu terbaik untuk melihat kōyō, dan kombinasi tenshukaku beratap merah dengan warna musim gugur menjadi spot foto favorit.

Dengan cuaca musim gugur yang sejuk, ini adalah musim yang sempurna untuk menjelajahi kastel dengan santai.

Musim dingin: keindahan pemandangan salju dan genteng merah

Pada musim dingin, salju menumpuk dan Tsuruga-jō tampak seolah mengapung di tengah hamparan putih.

Kontras antara tenshukaku bergenteng merah dan pemandangan salju putih keperakan menciptakan panorama istimewa yang hanya bisa dinikmati di musim dingin.

Pada musim dingin terkadang diadakan acara seperti projection mapping, jadi sebaiknya cek informasinya terlebih dahulu.

Siapkan pakaian hangat dan datanglah untuk menikmati Tsuruga-jō musim dingin yang penuh nuansa magis.


4. Akses ke Aizu-Wakamatsu-jō dan informasi dasar

Cara menuju

  • Kereta dan bus:Dari Tokyo, naik Tōhoku Shinkansen sekitar 80 menit ke Stasiun Kōriyama, lalu pindah ke JR Ban'etsu-sai-sen dan lanjut sekitar 65 menit ke Stasiun Aizu-Wakamatsu. Dari Stasiun Aizu-Wakamatsu, naik bus wisata kota Haikara-san atau Akabee dan turun di Halte Bus Tsuruga-jō Iriguchi, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit. Dengan taksi, perjalanan dari stasiun memakan waktu sekitar 10 menit.
  • Mobil:Sekitar 15 menit berkendara dari Aizu-Wakamatsu Interchange di Ban'etsu Expressway. Tersedia tiga area parkir berbayar: Nishi-demaru Parking, Minami-guchi Parking, dan Higashi-guchi Parking.

Informasi operasional

  • Jam buka:Jam buka tenshukaku Tsuruga-jō adalah 8:30–17:00 (masuk terakhir 16:30).
  • Masuk ke Taman Tsuruga-jō gratis, dan banyak orang datang untuk berjalan pagi atau jogging.
  • Harga tiket masuk:Dewasa (siswa SMA ke atas) 410 yen, siswa SD dan SMP 150 yen. Tiket gabungan tenshukaku dan rumah teh Rinkaku untuk dewasa adalah 520 yen.

Etika dan hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung

Bagian dalam tenshukaku berfungsi sebagai museum, dan ada area tertentu di mana pemotretan koleksi dibatasi.

Hindari memasuki tempat berbahaya seperti bagian atas tembok batu.

Tersedia juga papan informasi dan brosur berbahasa Inggris, sehingga wisatawan mancanegara dapat berkunjung dengan nyaman.

Rekomendasi akomodasi

Di Kota Aizu-Wakamatsu tersedia banyak ryokan onsen dan hotel, termasuk di Higashiyama Onsen dan Ashinomaki Onsen.

Di sekitar Tsuruga-jō juga ada akomodasi yang nyaman untuk wisata, sehingga Anda bisa berendam santai di onsen dan memulihkan lelah perjalanan.

5. Informasi praktis untuk wisatawan

Kuliner khas Aizu-Wakamatsu

Saat berkunjung ke Aizu-Wakamatsu, jangan lewatkan juga cita rasa lokalnya.

Wappa-meshi (nasi kukus dalam wadah kayu), Aizu soba (mi soba khas Aizu) yang kenyal, serta Sauce Katsudon (nasi katsudon dengan saus) berukuran besar adalah kuliner khas yang populer di kalangan wisatawan.

Selain itu, Aizu juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sake terbaik di Jepang, dan di dalam kota terdapat berbagai kura saké tempat Anda bisa mencicipi sake lokal unggulan.

Produk khas lokal dan oleh-oleh

Di Aizu-Wakamatsu, Anda dapat membeli oleh-oleh seperti Aizu-nuri (pernis tradisional Aizu), Akabeko (boneka sapi merah dari papier-mâché), dan Okiagari Koboshi (boneka keberuntungan yang kembali tegak).

Semuanya bisa ditemukan di museum shop dalam area Tsuruga-jō maupun toko oleh-oleh di sekitarnya, jadi sempatkan mampir di sela-sela wisata.

Ringkasan

Aizu-Wakamatsu-jō (Tsuruga-jō) adalah kastel terkenal di wilayah Aizu, Prefektur Fukushima, yang telah melalui sejarah penuh gejolak sejak dibangun pada tahun 1384 hingga Perang Boshin pada akhir zaman bakufu.

Daya tariknya terletak pada tenshukaku beratap merah serta pemandangan empat musim seperti sakura, daun musim gugur, dan salju, sehingga selalu ada penemuan baru kapan pun Anda datang.

Kunjungi Aizu-Wakamatsu-jō dan nikmati pengalaman istimewa menyentuh sejarah dan budaya Jepang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tsuruga Castle (Aizu-Wakamatsu Castle) adalah simbol Aizu, dan dari menara utamanya Anda bisa melihat kota serta area menuju Gunung Bandai. Di dalam menara, tangganya curam, jadi membiarkan sisi pegangan tetap terbuka saat naik akan lebih aman, terutama saat ramai. Di lantai teratas, angin kadang cukup kencang.
A. Biaya masuk menara utama adalah 410 yen untuk dewasa dan 150 yen untuk anak, sedangkan tiket terusan dengan Rinkaku (ruang teh) adalah 520 yen untuk dewasa. Karena rute pameran sudah ditentukan, banyak orang merasa lebih nyaman jika melihat menara lebih dulu lalu menutup kunjungan dengan istirahat minum matcha di Rinkaku. Di dalam menara, tangganya curam, jadi membiarkan sisi pegangan tetap terbuka akan membuat pengunjung lebih nyaman.
A. Menara utama buka pukul 8:30-17:00, dan penerimaan pengunjung sampai pukul 16:30. Menjelang sore, area dalam kastel cenderung lebih ramai, jadi jika tujuan utama Anda adalah foto, masuk tepat setelah buka lalu turun dari lantai atas ke bawah akan memudahkan mendapatkan sudut yang lebih sepi. Di dalam menara, tangganya curam, jadi membiarkan sisi pegangan tetap terbuka akan membuat pengunjung lebih nyaman.
A. Dari stasiun, bus adalah pilihan yang umum, karena jika berjalan kaki jaraknya cukup jauh dan membutuhkan waktu lebih longgar. Di sekitar kastel terdapat taman dengan banyak bunga musiman, jadi akan lebih efisien jika Anda mengelilingi bagian luar terlebih dahulu untuk mencari spot foto sebelum masuk. Di dalam menara, tangganya curam, jadi membiarkan sisi pegangan tetap terbuka akan membuat pengunjung lebih nyaman.
A. Tersedia area parkir seperti Tsuruga Castle Nishi Demaru Parking, dengan tarif 200 yen untuk 1 jam pertama bagi mobil biasa, lalu 100 yen per 30 menit berikutnya. Pada musim sakura dan musim gugur, parkir lebih mudah penuh, jadi parkir sedikit lebih jauh lalu berjalan santai melewati taman juga bisa menjadi pilihan yang menyegarkan. Di dalam menara, tangganya curam, jadi membiarkan sisi pegangan tetap terbuka akan membuat pengunjung lebih nyaman.
A. Kunjungan ke menara utama biasanya memakan waktu sekitar 40-60 menit, dan jika termasuk berjalan-jalan di taman sekitarnya, estimasinya sekitar 1,5-2 jam. Karena di dalam bangunan banyak naik-turun tangga, menyimpan barang berat di mobil atau loker stasiun akan membuat kunjungan terasa lebih ringan. Di dalam menara, tangganya curam, jadi membiarkan sisi pegangan tetap terbuka akan membuat pengunjung lebih nyaman.
A. Karena kastel bukan kuil atau shrine, pada dasarnya tidak ada goshuin. Sebagai gantinya, tersedia cukup banyak pilihan seperti cap kunjungan atau medali kenang-kenangan. Jika Anda ingin menyimpan catatan perjalanan, mampir ke toko suvenir lebih dulu akan membantu agar tidak terlewat. Di dalam menara, tangganya curam, jadi membiarkan sisi pegangan tetap terbuka akan membuat pengunjung lebih nyaman.
A. Pada musim sakura, seluruh area taman cenderung ramai, dan menjelang siang antrean parkir juga sering terjadi. Jika ingin menghindari kepadatan, strategi yang efektif adalah masuk ke menara sejak pagi, makan siang di luar area kastel, lalu kembali ke taman pada sore hari. Di dalam menara, tangganya curam, jadi membiarkan sisi pegangan tetap terbuka akan membuat pengunjung lebih nyaman.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.