Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kastil Hirado Nagasaki | Wisata Panorama Laut dari Tenshu

Kastil Hirado Nagasaki | Wisata Panorama Laut dari Tenshu

Kastil Hirado berdiri di bukit menghadap laut, ikon sejarah Nagasaki. Cek asal-usul kastil, panorama dari tenshu, dan situs penting di dalamnya untuk pemula.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Kastil Hirado (Kastil Kameoka) adalah kastil bukit yang menghadap laut. Dari menara utama, pengunjung dapat melihat Selat Hirado dan Jembatan Hirado. Kastil ini termasuk dalam daftar 100 Kastil Terkenal Jepang dan menghidupkan sejarah perdagangan Nanban (perdagangan Jepang dengan bangsa Eropa pada masa lampau).

Sorotan

Pemandangan menakjubkan dari menara utama Kastil Hirado, celah panah langka yang dibuat langsung pada dinding batu, deretan pohon maki berpola L (keliling batang maks. sekitar 5,5 m), Monumen Biji Tembakau, Menara Jizozaka, Menara Kensou, dan Gerbang Kitatorakuchi.

Akses

Naik Bus Saihi dari Stasiun JR Sasebo, turun di "Hirado Shiyakusho-mae", jalan kaki sekitar 10 menit. Dengan mobil sekitar 60 menit dari Saza IC Tol Nishi-Kyushu, sekitar 5 menit setelah menyeberangi Jembatan Hirado.

Biaya

Dewasa ¥520, siswa SMA ¥310, siswa SD-SMP ¥200, diskon rombongan tersedia untuk 30 orang ke atas.

Perkiraan Waktu

Sekitar 60-90 menit termasuk pameran dan kunjungan menara utama.

Jam Buka

April-September: 8:30-18:00, Oktober-Maret: 8:30-17:00. Hari libur: 30-31 Desember.

Kegiatan Pengalaman

Belajar sejarah Han Hirado dan klan Matsuura secara visual melalui video layar raksasa dan konten interaktif yang diperkenalkan saat renovasi 2021.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Nagasaki

Apa itu Hirado-jō? Kastil dengan Pemandangan Laut dan Sejarah Panjang

Hirado-jō (Kastil Hirado) adalah kastil tipe hirayama-jō (kastil dataran-pegunungan) yang terletak di Iwa-no-ue-cho, Kota Hirado, Prefektur Nagasaki, dan merupakan tempat wisata bersejarah yang dikembangkan sebagai kediaman klan Matsura.

Kastil ini dibangun di dataran tinggi yang menjorok ke Selat Hirado, dengan ciri khas lokasi yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan laut dan kota kastil sekaligus.

Kastil ini diyakini dibangun di bawah metode pembangunan kastil aliran Yamaga oleh ahli militer Yamaga Sokō, dan tenshukaku saat ini adalah rekonstruksi tiga lapis lima lantai.

Pembangunan dimulai pada tahun 1704 (Hōei 1) di bawah Matsura Takashi, generasi ke-30 keluarga Matsura, dan diselesaikan pada tahun 1718 (Kyōhō 3) di bawah generasi ke-31, Matsura Atsunobu.

Kastil ini juga dikenal dengan nama lain Kameoka-jō, dan dipilih sebagai salah satu dari 100 Kastil Terkenal di Jepang.

Daya tarik kastil ini bukan hanya sejarah, tetapi juga kemampuan untuk merasakan hubungan antara kota Hirado dan laut sambil berjalan-jalan.

Spot Foto Wajib di Hirado-jō: Pemandangan Panorama dari Tenshukaku

Saat berkunjung ke Hirado-jō, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pemandangan dari tenshukaku.

Tenshukaku dikenal sebagai tempat yang menawarkan pemandangan Selat Hirado, kota di sekitarnya, hingga Jembatan Hirado.

Hirado adalah kota pelabuhan yang memiliki sejarah pertukaran dengan luar negeri, berkembang melalui perdagangan Nanban dengan Portugal, Belanda, dan Inggris sejak abad ke-16.

Oleh karena itu, ketika memandang laut dari atas kastil, Anda tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga lebih mudah membayangkan bagaimana Hirado berkembang.

Nuansa terbuka khas kastil yang dibangun dekat laut juga merupakan poin yang ingin Anda rasakan sambil berjalan-jalan.

Tips: Lihat Kastil dan Pemandangan Laut Bersama-sama

Hirado-jō akan memberikan kesan yang lebih mendalam jika Anda menikmatinya bukan hanya sebagai bangunan, tetapi juga bersama topografi sekitarnya dan hubungan posisinya dengan laut.

Dengan menyadari karakteristiknya sebagai kastil dataran tinggi yang dibangun di atas bukit dengan ketinggian tertentu, Anda akan lebih mudah memahami perannya sebagai pos pertahanan yang memandang Selat Hirado.

Situs Sejarah dan Spot Menarik di Dalam Area Hirado-jō

Daya tarik Hirado-jō tidak hanya tenshukaku.

Di dalam area kastil terdapat situs sejarah dan spot menarik seperti sama, yaitu celah panah langka yang dibuat di dinding batu, deretan pohon Maki, dan monumen biji tembakau.

Biasanya, sama berupa lubang yang dibuka di dinding plester untuk menembak musuh, tetapi di Hirado-jō, celah panah ini dibuat langsung pada dinding batu, sebuah struktur yang sangat langka.

Deretan pohon Maki terdiri dari 12 pohon besar dan kecil yang berjajar membentuk huruf L. Pohon terbesarnya memiliki keliling batang sekitar 5,5 meter, dan deretan pohon megah ini menjadi salah satu lanskap yang menggambarkan sejarah kastil serta cocok untuk merasakan suasana sambil berjalan-jalan.

Monumen biji tembakau adalah prasasti batu bertuliskan "Tempat Pertama Kedatangan Biji Tembakau di Jepang", yang menyampaikan bahwa pada tahun 1601 (Keichō 6), biji tembakau dipersembahkan kepada tuan feodal Matsura Shigenobu oleh Hieronimo de Castro dari Ordo Fransiskan, dan menyampaikan hingga kini bahwa Hirado adalah pelabuhan pertukaran internasional.

Saat berkunjung ke kastil, jika Anda memiliki perspektif untuk memahami karakter daerah Hirado dari situs-situs sejarah ini, bukan hanya tampilan luar bangunan, jalan-jalan akan menjadi lebih menarik.

Bagi Penggemar Sejarah, Jangan Lewatkan Detailnya

Yagura (menara), dinding batu, deretan pohon, dan monumen menjadi petunjuk untuk memahami latar belakang zaman kastil.

Saat berwisata, disarankan untuk memperhatikan tidak hanya bangunan utama, tetapi juga situs-situs kecil seperti Menara Jizōzaka, Menara Kensō, dan Gerbang Kitakoguchi.

Pameran Hirado-jō Lebih Mudah Dilihat Setelah Renovasi

Hirado-jō dibuka kembali pada tahun 2021 setelah menjalani renovasi besar-besaran pada periode Heisei.

Di dalam kastil tersedia pameran video dengan layar besar dan konten interaktif, dengan susunan yang memungkinkan pengunjung mempelajari sejarah Domain Hirado dan klan Matsura secara visual.

Oleh karena itu, Hirado-jō dapat dinikmati bukan hanya sebagai "tempat untuk melihat kastil tua dari luar", tetapi juga sebagai fasilitas yang memudahkan pembelajaran sejarah Hirado melalui pameran.

Bahkan bagi mereka yang tidak mengenal sejarah, akan lebih mudah memahami jika melihat pameran terlebih dahulu sebelum berjalan-jalan di dalam kastil.

Perkiraan waktu kunjungan adalah sekitar 60-90 menit termasuk pameran dan tenshukaku, agar dapat berwisata dengan santai.

Informasi Kunjungan yang Perlu Diperiksa Sebelum Berwisata ke Hirado-jō

Jam buka dan harga tiket masuk Hirado-jō berbeda berdasarkan musim dan kategori.

Jam buka adalah 8:30-18:00 dari 1 April hingga 30 September, dan 8:30-17:00 dari 1 Oktober hingga 31 Maret. Hari libur adalah 30 dan 31 Desember.

Harga tiket masuk adalah 520 yen untuk dewasa, 310 yen untuk siswa SMA, dan 200 yen untuk siswa SD/SMP. Diskon berlaku untuk grup 30 orang atau lebih.

Sebelum pergi ke lokasi, sebaiknya periksa juga panduan operasional dan pemberitahuan untuk lebih tenang.

Pemberitahuan dapat memuat perubahan jam operasional, acara, dan informasi terkait jalur di dalam kastil. Jadi, dengan memeriksa terlebih dahulu apakah ada informasi yang memengaruhi rute atau alur kunjungan pada hari itu, akan lebih mudah merencanakan perjalanan.

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelumnya

  • Jam buka (berbeda berdasarkan musim)
  • Harga tiket masuk (Dewasa 520 yen, SMA 310 yen, SD/SMP 200 yen)
  • Informasi acara musiman
  • Pemberitahuan terkait jalur dan alur kunjungan

Cara Menuju Hirado-jō

Alamat Hirado-jō adalah 1458-1 Iwa-no-ue-cho, Hirado-shi, Nagasaki, terletak sekitar 5 menit setelah menyeberangi Jembatan Hirado.

Jika menggunakan transportasi umum, naik Bus Saihi dari Stasiun JR Sasebo menuju Hirado, lalu berjalan kaki sekitar 10 menit dari halte bus terdekat "Hirado Shiyakusho-mae" (depan Balai Kota Hirado).

Jika menggunakan mobil, perkiraan waktu adalah sekitar 60 menit dari IC Sasa di Tol Nishikyushu.

Di sekitar lokasi terdapat tempat wisata yang menyampaikan sejarah perdagangan Nanban dan sejarah misi Kristen di Hirado, seperti Gereja Peringatan Xavier Hirado, Wisma Belanda (Oranda Shōkan), dan Museum Sejarah Matsura.

Cara Menikmati Hirado-jō dalam Wisata Hirado

Hirado-jō bukan hanya tempat untuk mempelajari sejarah, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk merasakan karakter kota Hirado.

Tempat wisata ini menggabungkan lokasi yang memandang laut, sejarah klan Matsura, dan situs-situs yang mengingatkan pertukaran internasional, sehingga memudahkan pengunjung memahami karakteristik Hirado dalam waktu singkat.

Jika ini kunjungan pertama Anda, alur yang mudah dipahami adalah pertama-tama melihat tenshukaku dan pameran untuk mendapatkan gambaran umum, kemudian berjalan-jalan di sekitar situs-situs di dalam kastil.

Jika Anda memperhatikan tiga aspek - pemandangan, arsitektur, dan sejarah - Anda dapat menikmati daya tarik Hirado-jō secara seimbang.

Kesimpulan

Hirado-jō adalah tempat wisata representatif Hirado yang memadukan lokasi dengan pemandangan laut, sejarah klan Matsura, dan beragam situs sejarah yang tersisa di dalam area kastil.

Dengan menikmati pemandangan dari tenshukaku, mempelajari latar belakang dari pameran yang telah direnovasi, dan memperhatikan detail-detail menarik sambil berjalan-jalan di dalam kastil, pemahaman Anda tentang daerah Hirado akan semakin mendalam.

Sebelum berkunjung, periksa informasi kunjungan dan pemberitahuan, dan berwisata dengan alur yang santai untuk lebih tenang.

Bagi mereka yang ingin menikmati sejarah dan pemandangan Hirado bersamaan, Hirado-jō merupakan kastil yang mudah dikunjungi. 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kastel Hirado adalah hira-yamajiro (kastel bukit) di Kota Hirado, Prefektur Nagasaki, dan dahulu kediaman keluarga Matsuura, daimyo Hirado, juga dikenal sebagai "Kameoka-jo". Lokasinya menghadap Selat Hirado menjadikan laut terasa seperti parit luar. Memandang laut dan kota dari menara utama sebelum melihat pameran membantu memahami sejarah Hirado sebagai kota pelabuhan yang makmur.
A. Pembangunan ulang Kastel Hirado dimulai pada 1704 di masa Matsuura Mune, generasi ke-30, dan selesai pada 1718 di masa generasi ke-31, Atsunobu. Bangunan hilang akibat dekrit penghapusan kastel di era Meiji, dan menara saat ini direstorasi pada 1962, tiga tingkat lima lantai. Mengingat tahun pembangunan, pertahanan laut zaman Edo dan pameran keluarga Matsuura akan tampak terhubung.
A. Biaya masuk: dewasa 520 yen, SMA 310 yen, SD/SMP 200 yen; tarif rombongan untuk 30 orang ke atas. Karena pengelompokan harga rinci, keluarga sebaiknya menyusun jumlah berdasarkan usia agar lancar di loket tiket. Jika ingin mengoleksi gojoin (lembar cap kastel bergaya kaligrafi sebagai kenang-kenangan), periksa juga lokasi penjualannya setelah masuk.
A. Jam buka April–September 8:30–18:00, Oktober–Maret 8:30–17:00; tutup 30–31 Desember. Karena jam tutup berbeda per musim, naik ke menara lebih dulu jika ingin mengejar pemandangan senja akan lebih aman. Pada hari berangin laut, kenakan pakaian yang nyaman untuk berdiri lama di lantai pengamatan.
A. Dari depan Stasiun JR Sasebo, naik bus Saihi jurusan Hirado Sambashi sekitar 90 menit, turun di Shiyakushomae, lalu jalan kaki sekitar 10 menit. Karena perjalanan agak panjang, pemandangan dari jendela saat melintasi Jembatan Hirado menjadi bagian dari rencana perjalanan. Periksa jadwal pulang lebih awal agar mudah membagi waktu untuk gereja dan kantor dagang.
A. Kastel Hirado memiliki tempat parkir untuk pengunjung, dan dapat dijangkau dengan mobil dari sisi pusat kota. Karena kastel berada di dataran tinggi, pilih sepatu yang nyaman untuk tanjakan dan tangga setelah parkir. Bila tidak dapat menggunakan parkir terdekat menara, pertimbangkan jalur naik dari sisi Kuil Kameoka agar perjalanan lebih ringan.
A. Untuk menjelajahi pameran dan menara Kastel Hirado, perkirakan sekitar 60–90 menit. Bagi yang menikmati pertunjukan video atau pameran interaktif, sediakan waktu lebih panjang termasuk untuk foto dan gojoin (lembar cap kastel sebagai kenang-kenangan) agar dapat berkeliling dengan tenang. Menikmati pemandangan dari menara lebih dulu memudahkan memahami nama tempat dan kisah perdagangan laut dalam pameran.
A. Sakura biasanya mekar akhir Maret hingga awal April, dan bunga juga dapat dinikmati di sekitar Taman Kameoka. Saat Festival Sakura, beberapa tahun diadakan iluminasi malam di sekitar Kastel Hirado dan Kuil Kameoka. Malam terasa dingin akibat angin laut, jadi siapkan pakaian luar jika ingin memisahkan kunjungan siang dan sakura malam.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.