Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kawaguchiko & Fujiyoshida Tanpa Mobil: Itinerari 2 Hari

Kawaguchiko & Fujiyoshida Tanpa Mobil: Itinerari 2 Hari
Panduan 2 hari 1 malam tanpa mobil di Kawaguchiko dan Fujiyoshida: bus ke tepi danau, lalu kereta ke Shimoyoshida, Taman Arakurayama, dan Kuil Fuji Sengen.

Ringkasan Cepat

Daya tarik menjelajahi Danau Kawaguchi dan Fujiyoshida tanpa mobil

Rute 2 hari 1 malam tanpa mobil yang menggabungkan kereta dan bus umum: hari pertama menjelajahi tepi danau dari Stasiun Kawaguchiko, lalu hari kedua mengunjungi Taman Arakurayama Sengen dan kuil-kuil yang berkaitan dengan pemujaan Gunung Fuji dari Stasiun Shimoyoshida.

Tepi Danau Kawaguchi pada hari pertama

Dari Stasiun Kawaguchiko, naiklah bus keliling menuju Taman Oishi di tepi utara, tempat Anda dapat menikmati danau, Gunung Fuji, dan bunga musiman dalam satu pemandangan.

Taman Arakurayama Sengen pada hari kedua

Berjalanlah dari Stasiun Shimoyoshida dan berkunjung ke Kuil Arakura Fuji Sengen, lalu naik 398 anak tangga untuk melihat Gunung Fuji dan pemandangan kota dari Pagoda Chureito, pagoda lima tingkat, serta dek observasi.

Berjalan-jalan di Fuji-michi (Jalan Honcho)

Di Fuji-michi yang dipenuhi toko dan rumah, Gunung Fuji terlihat di ujung jalan. Anda juga dapat mengenal sejarah kawasan ini sebagai Hataori no Machi, kota penghasil tekstil, serta udon Yoshida.

Kuil Kitaguchi Hongu Fuji Sengen

Sebagai aset komponen Situs Warisan Budaya Dunia yang terkait dengan pemujaan Gunung Fuji dan jalur pendakian Yoshidaguchi, kuil ini memiliki jalan masuk berderet pohon cedar, salah satu gerbang torii kayu Gunung Fuji terbesar, pohon suci berusia sekitar 1000 tahun, dan 11 bangunan Properti Budaya Penting.

Transportasi dengan kereta dan bus

Kereta lokal dan ekspres terbatas di Jalur Fujikyuko berbeda dalam hal stasiun pemberhentian dan tiket yang diperlukan, jadi periksa terlebih dahulu kereta yang berhenti di Stasiun Shimoyoshida serta layanan pulang-pergi bus umum dari Stasiun Mt. Fuji.

Keputusan saat cuaca buruk atau terjadi keterlambatan

Hindari dek observasi pada hari ketika hujan atau salju membuat permukaan licin. Jika bus padat atau kereta terlambat, prioritaskan perjalanan pulang; jika Gunung Fuji tidak terlihat, alihkan perhatian ke sejarah dan tekstil kawasan ini.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Yamanashi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Danau Kawaguchi dan Fujiyoshida dapat dijelajahi dalam itinerary 2 hari 1 malam tanpa mobil dengan menggabungkan kereta dan bus rute reguler. Pada hari pertama, gunakan Stasiun Kawaguchiko sebagai basis untuk menuju tepi danau; pada hari kedua, naik Jalur Fujikyūkō ke Stasiun Shimoyoshida lalu kunjungi Taman Arakurayama Sengen, kawasan Fuji-michi, dan Kuil Kitaguchi Hongū Fuji Sengen. Pahami lebih dahulu frekuensi transportasi dan jumlah perjalanan kaki, serta masukkan sejarah dan wisata kota ke dalam rencana agar perjalanan tetap menyenangkan saat Gunung Fuji tertutup awan.

Cara menyusun itinerary 2 hari 1 malam tanpa mobil

Di Danau Kawaguchi, gunakan bus wisata keliling; di Fujiyoshida, gunakan kereta dan bus rute reguler.

Jangan memadatkan tepi danau dan taman dengan banyak tangga pada hari yang sama; pisahkan 2 area tersebut dengan menginap.

Hari 1 dimulai dari Stasiun Kawaguchiko

Setelah tiba, titipkan bagasi di penginapan atau tempat penitipan yang tersedia, lalu naik bus wisata keliling Danau Kawaguchi menuju tepi danau.

Pusatkan rencana pada 1 tujuan seperti Taman Ōishi dan hindari terlalu banyak berganti bus.

Kembalilah ke penginapan lebih awal pada sore hari dan periksa jadwal kereta untuk hari berikutnya.

Hari 2 dari Shimoyoshida menuju Stasiun Fujisan

Turun di Stasiun Shimoyoshida pada pagi hari dan berjalan ke Taman Arakurayama Sengen.

Setelah itu, jelajahi sekitar Honchō-dōri, bergerak menuju Stasiun Fujisan, lalu naik bus rute reguler ke Kuil Kitaguchi Hongū Fuji Sengen.

Hitung mundur dari jadwal kereta pulang untuk menentukan apakah kunjungan ke kuil dapat ditambahkan.

Periksa transportasi 2 hari dalam tabel

Memisahkan moda transportasi dan bagian perjalanan kaki membantu memperkirakan pembagian bagasi dan stamina.

Hari Basis Perjalanan Tempat utama
Hari 1 Stasiun Kawaguchiko Bus wisata keliling Tepi Danau Kawaguchi
Hari 1 Sekitar Danau Kawaguchi Berjalan kaki Menginap dan beristirahat
Hari 2 Stasiun Shimoyoshida Kereta dan berjalan kaki Arakurayama
Hari 2 Stasiun Fujisan Bus rute reguler Kuil Sengen

Hari 1 gunakan bus wisata keliling Danau Kawaguchi

Tempat naik kereta dan bus terkumpul di Stasiun Kawaguchiko.

Setelah tiba, periksa operasi hari itu dan bus pulang sebelum berangkat ke tepi danau.

Pastikan tempat naik dan nama rute

Ada beberapa rute bus di sekitar Danau Kawaguchi. Jangan hanya melihat tampilan tujuan; periksa warna atau nama rute, halte tujuan, dan arah perjalanan pada peta rute.

Periksa ketentuan tiket sebelum mengantre dan jangan biarkan bagasi besar menghalangi lorong.

Jadikan Taman Ōishi sebagai satu tujuan utama

Taman Ōishi di tepi utara Danau Kawaguchi adalah taman tempat Anda dapat melihat danau, Gunung Fuji, dan bunga musiman sekaligus.

Taman ini mudah dicapai dengan berjalan kaki dari halte bus wisata dan dapat dikunjungi dalam perjalanan tanpa mobil.

Mekarnya bunga dan pemandangan Gunung Fuji tidak dijamin, jadi nikmati juga kegiatan berjalan di tepi danau.

Tentukan bus pulang lebih dahulu

Sebelum menghabiskan waktu di tepi danau, pastikan bus yang kembali ke Stasiun Kawaguchiko.

Pertimbangkan kemungkinan tidak dapat naik bus yang direncanakan karena ramai, dan jadikan 1 bus sebelumnya sebagai pilihan.

Jangan hanya mengandalkan bus terakhir; jika ada pembatalan atau keterlambatan, periksa kondisi operasi di pusat informasi terdekat.


Area berjalan kaki di tepi Danau Kawaguchi:

Tempat menarik tersebar di sepanjang danau, tetapi jaraknya menjadi jauh jika semuanya dihubungkan hanya dengan berjalan kaki. Buat rute pulang-pergi singkat dari halte bus dan kembali ke penginapan sebelum matahari terbenam.


Pemandangan danau dan bunga:

Di jalur bunga dan tepi danau Taman Ōishi, amati tanaman musiman dari jalan setapak. Jangan masuk ke area tanaman atau memindahkan cabang dan bunga untuk berfoto. Saat Gunung Fuji tertutup awan, perhatikan warna permukaan danau, pegunungan di seberang, dan perubahan cuaca.


Periksa operasi fasilitas sekitar:

Fasilitas dan restoran di dekat taman belum tentu memiliki jam penggunaan yang sama dengan taman. Periksa hari tutup, jam buka, dan tingkat keramaian, serta jangan membuat rencana yang hanya bergantung pada belanja atau makan. Siapkan pula pilihan di sekitar penginapan agar tidak terus mencari tempat makan setelah toko tutup.


Alur antara penginapan dan transportasi:

Dalam perjalanan tanpa mobil, bukan hanya pemandangan Gunung Fuji dari kamar yang penting, tetapi juga rute berjalan kaki dari stasiun atau halte. Periksa tanjakan, jalan gelap, ketentuan antar-jemput, dan waktu check-in. Jika menggunakan antar-jemput, tanyakan kepada penginapan apakah perlu reservasi dan jangan menganggap layanan pasti tersedia setelah tiba.


Hari 2 naik kereta ke Shimoyoshida

Dari Stasiun Kawaguchiko, naik Jalur Fujikyūkō dan turun di Stasiun Shimoyoshida untuk berjalan ke Taman Arakurayama Sengen.

Pastikan jenis kereta dan stasiun pemberhentian, lalu mulailah aktivitas sejak pagi.

Periksa jadwal dan stasiun pemberhentian

Kereta lokal dan ekspres dapat berbeda dalam hal stasiun pemberhentian dan tiket yang diperlukan.

Pada jadwal Jalur Fujikyūkō, pastikan kereta yang berhenti di Stasiun Shimoyoshida serta sambungan untuk perjalanan pulang.

Meskipun menggunakan kartu IC transportasi atau tiket khusus, periksa area penggunaan dan ada tidaknya biaya tambahan sebelum membeli.

Berjalan dari Stasiun Shimoyoshida ke taman

Jalan dari stasiun ke Taman Arakurayama Sengen melewati kawasan permukiman.

Ikuti rute pejalan kaki dan rambu yang ditunjukkan, serta jangan berjalan berjajar di jalan lingkungan yang sempit. Jangan masuk ke tanah pribadi atau pekarangan rumah dan jangan turun ke jalan raya untuk berfoto.

Ringankan bagasi untuk menghadapi tangga

Ada tangga panjang menuju dek observasi. Jangan mendaki sambil membawa koper; periksa lebih dahulu pilihan penitipan yang tersedia di penginapan atau sekitar stasiun.

Siapkan air minum, sepatu yang nyaman, dan barang bawaan kecil agar kedua tangan bebas.

Pisahkan ibadah dan pemandangan di Taman Arakurayama Sengen

Di taman, beribadahlah di Kuil Arakura Fuji Sengen, lalu lanjutkan menaiki tangga menuju Chūreitō (pagoda 5 tingkat) dan dek observasi.

Jangan hanya mengejar foto; perhatikan pula kuil dan tempat peringatan.

Beribadah di kuil sebelum mendaki

Setelah memasuki area kuil, selesaikan ibadah dan periksa jalur yang tertera.

Area yang dapat dimasuki mungkin berubah saat ada upacara atau pekerjaan.

Jangan menghalangi jalan di depan bangunan kuil serta hindari makan, minum, dan berbicara keras.

Jangan terburu-buru menyalip di tangga

Ada 398 anak tangga menuju dek observasi.

Beristirahatlah di tengah sesuai stamina dan sisakan lebar agar orang yang naik dan turun dapat lewat.

Pada hari ketika hujan, salju, atau daun gugur membuat permukaan licin, jangan memaksakan diri menuju dek observasi; nikmati pemandangan dari bagian bawah taman.

Saling berbagi tempat di dek observasi

Tempat untuk melihat Gunung Fuji, Chūreitō, dan kota dapat menjadi ramai.

Jangan menguasai tempat dengan tripod atau bagasi; setelah memotret, berikan tempat kepada orang berikutnya.

Saat Gunung Fuji tidak terlihat, jangan berpindah ke tepi pagar yang berbahaya atau melampaui area pembatasan.


Berjalan di kota Gunung Fuji melalui Honchō-dōri

Setelah turun dari Arakurayama, lanjutkan ke sekitar Honchō-dōri, yang disebut Fuji-michi.

Jalan aktif yang dipenuhi toko dan rumah ini adalah ruang kehidupan masyarakat setempat sebelum menjadi lokasi foto.

Cari komposisi tanpa turun ke jalan raya

Meskipun Gunung Fuji terlihat di ujung jalan, jangan berhenti di dekat garis tengah atau persimpangan.

Ambil foto dari trotoar atau tempat aman, serta gunakan lampu lalu lintas dan penyeberangan.

Jangan mengganggu orang yang berangkat kerja atau sekolah, akses masuk toko, atau kendaraan pengiriman.

Lihat kota sebagai pusat tenun

Fujiyoshida memiliki sejarah sebagai daerah produksi tekstil.

Gunakan pusat informasi dan toko yang dibuka untuk umum, lalu perhatikan proses serta produk tenun untuk melihat sisi kota selain pemandangan Gunung Fuji.

Jangan masuk tanpa izin ke bengkel atau toko dan jangan memotret proses kerja.

Sesuaikan waktu makan siang dan perjalanan

Jika ingin makan udon Yoshida, periksa jam buka, kemungkinan habis, dan kemungkinan hanya menerima uang tunai di setiap kedai.

Jika antrean menunda perjalanan menuju Stasiun Fujisan, putuskan apakah akan menyederhanakan makan atau memprioritaskan Kuil Kitaguchi Hongū Fuji Sengen.

Naik bus ke Kuil Kitaguchi Hongū Fuji Sengen

Kuil Kitaguchi Hongū Fuji Sengen berkaitan dengan kepercayaan Gunung Fuji dan jalur pendakian Yoshidaguchi, serta merupakan aset penyusun Warisan Budaya Dunia “Gunung Fuji”.

Gunakan bus rute reguler dari arah Stasiun Fujisan dan sediakan waktu untuk beribadah.

Pastikan halte pergi dan pulang

Rute dari Stasiun Fujisan menuju kuil memiliki bus yang dapat digunakan berbeda-beda menurut waktu dan tujuan.

Periksa perjalanan pergi dan pulang pada jadwal Bus Fujikyū, lalu catat nama halte dan arah naik.

Jika bus pulang sedikit, persingkat waktu di kuil.

Berjalan tenang di jalan masuk berderet pohon cedar

Di jalan menuju aula pemujaan, lihat deretan pohon cedar dengan lentera batu di kedua sisi dan gerbang Fuji-san Ōtorii yang disebut termasuk gerbang kayu terbesar di Jepang.

Di area kuil terdapat pohon suci seperti cedar Fuji Tarō yang dipercaya berusia sekitar 1.000 tahun, dan total 11 bangunan termasuk bangunan kuil ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang.

Jangan menyentuh pohon suci atau properti budaya dan jangan mengganggu upacara atau doa.

Ikuti tanda setempat mengenai boleh tidaknya memotret aula pemujaan atau bangunan utama, serta hormati tempat ini sebagai ruang kepercayaan.

Lihat pintu masuk jalur pendakian sebagai sejarah

Kuil ini terkait dengan titik awal jalur Yoshidaguchi, tetapi jangan melanjutkan mendaki dengan pakaian ringan sebagai perpanjangan dari kunjungan ibadah.

Pendakian Gunung Fuji memerlukan persiapan, periode, dan aturan tersendiri.

Dalam perjalanan ini, pelajari sejarah pendakian ziarah dan kepercayaannya, lalu akhiri itinerary di area kuil.

Cara mengubah rencana saat terlambat atau cuaca buruk

Dalam perjalanan tanpa mobil, keterlambatan 1 kendaraan akan memengaruhi sambungan berikutnya.

Tentukan tempat yang wajib dikunjungi dan yang dapat dilewatkan agar perjalanan pulang tetap aman.

Bagikan prioritas dalam tabel

Menentukan kriteria perubahan untuk setiap situasi lebih dahulu membantu Anda tidak ragu di lokasi.

Situasi Tindakan prioritas Yang dapat dilewatkan
Bus ramai Beralih ke bus lebih awal Fasilitas tambahan
Kereta terlambat Periksa perjalanan pulang Kuil Sengen
Hujan atau salju Persingkat wisata kota Dek observasi
Gunung Fuji tertutup awan Sejarah dan tekstil Menunggu pemandangan

Prioritaskan informasi penginapan dan operator transportasi

Saat ada pembatalan atau bencana, periksa pengumuman perusahaan kereta, bus, dan pemerintah setempat daripada prediksi aplikasi peta.

Jangan menganggap pasti ada transportasi pengganti atau pengalihan; ikuti arahan petugas stasiun.

Jika perlu memperpanjang masa menginap, hubungi penginapan secara langsung dari tempat yang aman.

Sediakan kelonggaran untuk kereta pulang

Saat kembali menuju Ōtsuki dari Stasiun Fujisan atau Stasiun Shimoyoshida, masukkan waktu transit dan pilih kereta yang lebih awal.

Jangan hanya mengandalkan kereta terakhir dan pertimbangkan pula kemungkinan bus kembali ke stasiun terlambat.

Daripada menuntaskan seluruh rencana, prioritaskan menyelesaikan bagian perjalanan kaki selagi hari terang.

Ringkasan perjalanan tanpa mobil ke Danau Kawaguchi dan Fujiyoshida

Itinerary 2 hari 1 malam tanpa mobil di Danau Kawaguchi dan Fujiyoshida adalah perjalanan dengan bus wisata ke tepi danau, Jalur Fujikyūkō ke Shimoyoshida, lalu menyusuri pemandangan di balik tangga, kehidupan Fuji-michi, dan kepercayaan Kuil Kitaguchi Hongū Fuji Sengen.

Sebelum berkunjung, periksa jam operasi, stasiun pemberhentian, tempat naik, akses penginapan, dan kondisi tangga; kurangi tujuan saat ramai atau cuaca buruk.

Pada hari ketika Gunung Fuji tidak terlihat pun, sejarah dan budaya kota tetap dapat dinikmati dengan aman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kuil Kitaguchi Hongu Fuji Sengen berkaitan dengan kepercayaan terhadap Gunung Fuji dan titik awal jalur pendakian Yoshidaguchi, serta merupakan aset komponen Situs Warisan Budaya Dunia “Fujisan”. Daya tariknya meliputi Gerbang Torii Besar Fujisan yang disebut sebagai salah satu gerbang kayu terbesar di Jepang, dan total 11 bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting, termasuk aula pemujaan. Di samping aula berdiri pohon suci “Fuji Taro Sugi” yang konon berusia sekitar 1.000 tahun; sebagai tempat ibadah yang menyampaikan sejarah pendakian untuk berziarah, kuil ini perlu dikunjungi dengan rasa hormat.
A. Taman Arakurayama Sengen dikenal sebagai titik pandang tempat Pagoda Chureito lima tingkat, Gunung Fuji, dan pemandangan kota di kaki gunung dapat terlihat bersamaan. Chureito adalah menara peringatan bagi mereka yang gugur dalam perang, dan rute kunjungan dimulai dengan beribadah di Kuil Arakura Fuji Sengen di kaki bukit sebelum menaiki tangga. Musim bunga sakura dan daun musim gugur sangat ramai, tetapi ingatlah untuk menghormati tempat peringatan ini, bukan hanya mencari posisi untuk berfoto.
A. Fujiyoshida memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil tekstil yang memanfaatkan mata air Gunung Fuji dan iklim sejuk, sehingga disebut “kota tekstil”. Bengkel dan toko tersebar di sekitar Jalan Honcho, dan pengunjung dapat mengenal proses serta produk tekstil di pusat informasi dan toko yang dibuka untuk umum. Memahami latar belakang industri lokal memperdalam pengalaman berjalan-jalan di kota selain menikmati pemandangan Gunung Fuji, tetapi jangan memasuki bengkel atau mengambil foto tanpa izin.
A. Dari Stasiun Kawaguchiko, naik bus keliling Danau Kawaguchi Jalur Merah dan turun di “Kawaguchiko Natural Living Center”; Taman Oishi berada tepat di dekatnya. Sebelum berangkat, periksa layanan pergi dan pulang pada jadwal resmi dan pilih bus pulang dengan waktu yang cukup longgar. Jika menggunakan tiket untuk wisatawan internasional, pastikan rute yang berlaku dan masa berlakunya sebelum membeli.
A. Dari Stasiun Kawaguchiko, naik Jalur Fujikyuko sekitar 13 menit dan turun di Stasiun Shimoyoshida, lalu berjalan sekitar 20 menit, atau kira-kira 1 km, menuju Taman Arakurayama Sengen. Kereta lokal dan ekspres terbatas berbeda dalam hal stasiun pemberhentian serta tiket yang diperlukan, jadi periksa jadwal untuk kereta yang berhenti di Shimoyoshida. Taman memiliki tangga panjang, sehingga menitipkan barang besar di stasiun atau penginapan dan bepergian ringan akan membuat kunjungan lebih nyaman.
A. Dari Stasiun Mount Fuji, naik bus rute reguler dan turun di “Sengen Jinja-mae”; Kuil Kitaguchi Hongu Fuji Sengen berjarak sekitar satu menit berjalan kaki. Bus keliling Fujiyoshida, Oshino, dan Yamanakako “Fujikko-go” yang saat ini beroperasi juga berhenti di Sengen Jinja-mae. Periksa jadwal pergi-pulang serta arah perjalanan pada jadwal resmi, dan sisakan waktu yang cukup untuk perjalanan pulang.
A. Anda perlu menaiki 398 anak tangga untuk mencapai dek observasi Taman Arakurayama Sengen. Beristirahatlah di tengah perjalanan sesuai kemampuan dan berjalanlah tanpa menghalangi jalur. Pada hari ketika hujan, salju, atau daun gugur membuat tangga licin, jangan memaksakan diri; sepatu yang nyaman dan barang bawaan yang membuat kedua tangan bebas akan menjadikan pendakian lebih aman.
A. Udon Yoshida dikenal dengan teksturnya yang sangat kenyal, tetapi jam buka, hari libur rutin, waktu hidangan habis terjual, dan metode pembayaran berbeda di setiap restoran. Periksa informasi terbaru untuk restoran yang akan dikunjungi dan tentukan waktu makan agar tidak terlambat untuk perjalanan sore. Menyiapkan satu pilihan alternatif, misalnya di sekitar Stasiun Mount Fuji, akan membuat Anda lebih tenang jika restoran ramai.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.