Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Wisata Musim Panas di Kochi: Sungai, Laut dan Air Terjun

10 Wisata Musim Panas di Kochi: Sungai, Laut dan Air Terjun
10 wisata musim panas di Kochi: Nikobuchi, Ngarai Yasui, Sungai Shimanto, Kashiwajima, Pantai Tatsukushi, dan Tanjung Muroto, serta tips area dan keselamatan.

Ringkasan Cepat

Tempat wisata alam Kochi pada musim panas

Panduan ini memperkenalkan 10 tempat wisata alam yang patut dikunjungi di Kochi pada musim panas, termasuk Niko-buchi dan Ngarai Yasui yang dikenal dengan Niyodo Blue, Jembatan Sada Chinkabashi di Sungai Shimanto, Kashiwajima dan Pesisir Tatsukushi, serta Tanjung Muroto dan Tanjung Ashizuri, membagi aliran jernih, air terjun, dan laut ke dalam kawasan timur, tengah, dan barat, serta menyertakan peringatan tentang kenaikan air, ombak tinggi, dan pijakan licin.

Daya tarik kawasan Sungai Niyodo

Daya tariknya meliputi kolam air terjun biru Niko-buchi yang dikenal dengan Niyodo Blue, Kolam Suishobuchi dan Air Terjun Hiryu di Ngarai Yasui, serta Air Terjun Uryu dan formasi batu di Ngarai Nakatsu.

Daya tarik laut dan tanjung

Daya tariknya meliputi laut jernih Kashiwajima, formasi batu unik yang berjajar di Pesisir Tatsukushi, Tanjung Ashizuri di ujung paling selatan Shikoku, Tanjung Muroto di geopark, dan Katsurahama yang terkait dengan Sakamoto Ryoma.

Pembagian kawasan dan waktu perjalanan

Prefektur ini dibagi menjadi kawasan timur (Tanjung Muroto), tengah (Sungai Niyodo dan Katsurahama), dan barat (Sungai Shimanto, Kashiwajima, Tatsukushi, dan Tanjung Ashizuri). Dari Kota Kochi ke Tanjung Muroto atau Tanjung Ashizuri memerlukan sekitar 2–3 jam dengan mobil.

Cara menyusun perjalanan

Gabungkan aliran jernih, ngarai, dan tanjung dari pegunungan hingga laut. Pilih Sungai Niyodo jika berfokus pada air jernih, Sungai Shimanto untuk pemandangan kehidupan setempat, atau pesisir barat Kochi untuk pengamatan bawah air.

Keselamatan dan etika

Waspadai batu basah di ngarai dan air terjun, kenaikan air sungai, ombak laut tinggi, dan batas area berenang. Di jembatan chinkabashi dan permukiman, utamakan jalan warga dan tempat parkir yang ditentukan.

Pakaian dan perlengkapan

Di ngarai dan kawasan berbatu, kenakan sepatu antiselip yang menutupi kaki. Di tanjung dan pesisir, gunakan topi tahan angin dan pelindung matahari, serta sering minum air pada hari ketika suhu maksimum melebihi 30 derajat.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kochi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Cara Memilih 10 Tempat Wisata Rekomendasi Musim Panas di Kochi

Jika Anda mencari tempat wisata yang ingin dikunjungi saat musim panas di Kochi, memadukan sungai jernih yang mengalir dari gunung ke laut, lembah yang diselimuti hijau pekat, serta tanjung dan pantai yang menghadap Samudra Pasifik akan membuat Anda lebih mudah merasakan perbedaan alam di tiap wilayah.

Karena Prefektur Kochi membentang luas sekitar 190 km dari timur ke barat, untuk kunjungan singkat sebaiknya membatasi area yang dikunjungi, sedangkan untuk perjalanan yang lebih leluasa cocok menyusun rencana dengan menjadikan sekitar Kota Kochi sebagai titik awal lalu menjangkau beberapa wilayah.

Kami telah merangkum 10 tempat populer seperti Niko-buchi dan Pulau Kashiwa-jima agar Anda dapat membandingkan karakteristik dan tujuan perjalanannya.

Tempat Ciri Alam Cocok untuk Perjalanan
Niko-buchi Kolam air terjun biru Pengamatan alam yang tenang
Lembah Yasui Sungai jernih dan lembah Menyusuri lembah
Lembah Nakatsu Air terjun dan bentang batu Berjalan di hutan
Jembatan Sada Chinkabashi Sungai dan lanskap kehidupan Memotret pemandangan
Air Terjun Todoro Kolam air terjun tiga tingkat Menyusuri air terjun
Pulau Kashiwa-jima Laut jernih Berenang dan pengamatan laut
Pantai Tatsukushi Batu aneh dan laut Pengamatan bentang alam
Tanjung Ashizuri Tanjung dan Samudra Pasifik Menyusuri titik pandang
Tanjung Muroto Karang dan tumbuhan Wisata geologi
Pantai Katsurahama Pantai berbentuk busur Wisata dalam kota

Menentukan Fokus antara Sungai Jernih, Laut, atau Air Terjun

Bagi yang ingin menikmati warna air dan kesejukan hutan, kawasan aliran Sungai Niyodo (Niyodo-gawa) menjadi pilihan; bagi yang ingin memandang sungai dan kehidupan masyarakat, ada Sungai Shimanto (Shimanto-gawa); sedangkan bagi yang tertarik pada makhluk laut dan bentang karang, pantai di bagian barat Kochi menjadi kandidatnya.

Warna biru jernih Sungai Niyodo disebut "Niyodo Blue", dan Niko-buchi, Lembah Yasui, serta Lembah Nakatsu semuanya dikenal sebagai tempat pemandangan indah yang mewakili Niyodo Blue.

Meski sama-sama berada di tepi air, tempat yang boleh untuk berenang dan tempat untuk sekadar memandang pemandangan berbeda, jadi harap periksa papan petunjuk di lokasi dan panduan resmi sebelum bertindak.

Membagi Prefektur menjadi Bagian Timur, Tengah, dan Barat

Tanjung Muroto berada di bagian timur, kawasan aliran Sungai Niyodo dan Pantai Katsurahama di bagian tengah, sedangkan Sungai Shimanto, Pulau Kashiwa-jima, Tatsukushi, dan Tanjung Ashizuri berada di bagian barat, sehingga rencana yang tidak menjejalkan wilayah yang berjauhan dalam satu hari akan lebih tenang.

Misalnya, dari Kota Kochi menuju Tanjung Muroto atau Tanjung Ashizuri memakan waktu sekitar 2–3 jam dengan mobil, jadi perkirakan bahwa kondisi jalan gunung maupun jalan pantai dapat berubah tergantung cuaca, dan pastikan Anda menyediakan waktu tidak hanya untuk perjalanan tetapi juga untuk istirahat dan kemungkinan berbalik arah.

3 Pilihan untuk Menikmati Sungai Jernih Musim Panas di Kawasan Sungai Niyodo

Di kawasan aliran Sungai Niyodo, pemandangan berpadunya air biru jernih yang disebut Niyodo Blue dengan hijaunya hutan menjadi daya tarik musim panas.

Karena di sekitar lembah dan kolam air terjun terdapat batu basah dan anak tangga yang licin, penting untuk mengutamakan menikmati pemandangan dan tidak memaksakan diri mendekati tepi air.

1. Niko-buchi | Memandang Kolam Air Terjun Sakral Niyodo Blue dengan Tenang

Niko-buchi (Niko-buchi) adalah kolam air terjun di Sungai Edagawa (Edagawa-gawa), anak Sungai Niyodo yang mengalir di Kota Ino, dan permukaan airnya menampakkan rona biru yang berbeda-beda tergantung cara cahaya masuk.

Tempat ini dijaga dengan baik oleh masyarakat sebagai lokasi sakral yang menyimpan legenda tentang ular besar penjelmaan dewa air yang konon tinggal di sana, sehingga masuk ke air, makan-minum, merokok, buang air, dan membuang sampah sembarangan dilarang.

Meski jalan setapak dan anak tangga telah tertata, saat hujan atau air meninggi bahayanya meningkat dan area bebatuan menjadi licin, jadi nikmatilah pemandangan dengan tenang menggunakan sepatu anti-selip.


2. Lembah Yasui | Menyusuri Lembah dengan Suishō-buchi dan Air Terjun Hiryū

Di Lembah Yasui (Yasui-keikoku) yang berada di Kota Niyodogawa, Anda dapat menikmati pemandangan yang tercipta dari air jernih dan permukaan batu, seperti Suishō-buchi (Suishō-buchi) dan Air Terjun Hiryū yang mengalir turun dua tingkat dengan ketinggian jatuh sekitar 30 m.

Karena Anda dapat melihat beberapa pemandangan air sambil berjalan di dalam hutan, tempat ini cocok bagi yang ingin merasakan perubahan seluruh lembah, bukan sekadar satu titik pandang.

Karena jalan menuju lokasi mencakup jalan gunung yang sempit, mereka yang belum terbiasa mengemudi terutama perlu menyusun rencana dengan sangat hati-hati.

3. Lembah Nakatsu | Menyusuri Air Terjun Uryū dan Bentukan Batu

Lembah Nakatsu (Nakatsu-keikoku) di Kota Niyodogawa adalah lembah tempat Anda dapat mengamati pemandangan yang tercipta dari aliran air, seperti Air Terjun Uryū (Uryū-no-taki), Ryūgū-buchi, dan pilar batu, di sepanjang jalan setapak sekitar 2,3 km.

Di jalan setapak Anda dapat merasakan suara sungai dan naungan pepohonan, tetapi setelah hujan harap perhatikan perubahan pijakan dan volume air.

Saat memotret, jangan menghalangi jalan, dan di tempat sempit persingkat waktu berhenti agar wisatawan lain juga dapat lewat dengan aman.


2 Pilihan untuk Menikmati Sungai Shimanto dan Air Terjun di Kami

Jika ingin memandang luasnya pemandangan sungai khas Kochi, Sungai Shimanto menjadi pilihan; sedangkan jika ingin menikmati dahsyatnya air yang jatuh dan pemandangan gunung, air terjun di Kota Kami (Kami-shi) menjadi kandidatnya.

Keduanya bukan hanya pemandangan alam, tetapi juga tempat yang terhubung dengan kehidupan masyarakat dan cerita rakyat, sehingga layak dikunjungi dengan penuh penghormatan.

4. Sungai Shimanto dan Jembatan Sada Chinkabashi | Pemandangan Perpaduan Sungai dan Kehidupan

Jembatan Sada Chinkabashi (Sada-chinkabashi) adalah jembatan tenggelam terhilir sekaligus terpanjang di Sungai Shimanto yang berada di Kota Shimanto, dan Anda dapat melihat pemandangan menyatunya jembatan tanpa pagar sepanjang 291,6 m dengan sungai yang mengalir tenang.

Jembatan tenggelam tidak berpagar karena strukturnya sengaja terendam saat air meninggi untuk mencegah tersapu arus, dan karena ia bukan panggung wisata melainkan juga jalan kehidupan warga, mohon berhati-hati agar tidak menghalangi lalu lintas kendaraan maupun warga, dan tidak memotret dalam waktu lama di tengah jembatan.

Saat air meninggi atau ada pembatasan lalu lintas, jangan masuk ke jembatan dan periksalah kondisi sungai dari tempat yang jauh.


5. Air Terjun Todoro | Memandang Kolam Air Terjun Tiga Tingkat dan Hijaunya Gunung

Air Terjun Todoro (Todoro-no-taki) di Kahoku-chō, Kota Kami, memiliki ciri berupa pemandangan bertingkat yang tercipta dari kolam air terjun yang mengalir turun tiga tingkat dengan ketinggian jatuh sekitar 82 m dan hutan gunung di sekitarnya.

Sebagai tempat pemandangan indah dan monumen alam yang ditetapkan Prefektur Kochi serta terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang, di sini Anda dapat menyentuh sekaligus pemandangan alam dan cerita yang diwariskan masyarakat seperti legenda klan Heike yang berkaitan dengan Tamaori-hime.

Di titik pandang dan jalan setapak, pastikan pijakan Anda, dan utamakan melihat keseluruhan bentuknya dari posisi aman daripada mendekati kolam air terjun.


3 Pilihan untuk Menikmati Laut Jernih dan Tanjung di Kochi Bagian Barat

Kochi bagian barat adalah wilayah tempat wajah laut berubah besar, seperti laut yang jernih, batu aneh yang terkikis angin dan hujan, serta tanjung yang menjorok ke Samudra Pasifik.

Karena perlengkapan yang dibutuhkan untuk perjalanan berenang di laut dan perjalanan menyusuri pantai berbeda, pilihlah dengan memeriksa gelombang dan angin hari itu serta aturan setempat.

6. Pulau Kashiwa-jima | Laut Jernih tempat Mengamati Dalam Laut bahkan dari Atas Jembatan

Di Pulau Kashiwa-jima (Kashiwa-jima) di Ōtsuki-chō (Ōtsuki-chō), Anda dapat memandang laut jernih dan ikan-ikan dari sekitar jembatan maupun perairan dangkal, dan pada musim panas tempat ini digemari wisatawan yang ingin bersantai di tepi laut serta penggemar snorkeling.

Jika berenang, karena terdapat arus pasang dan jalur pelayaran kapal, penting untuk tidak keluar dari pelampung dan menikmatinya di dalam area berenang yang ditentukan.

Jangan melompat dari jembatan, hindari parkir di pinggir jalan dalam permukiman, gunakan tempat parkir yang ditentukan seperti Pusat Informasi Wisata Kashiwa-jima, dan bersikaplah tenang di dalam permukiman.


7. Pantai Tatsukushi | Mengamati Batu Aneh yang Diukir Gelombang

Pantai Tatsukushi (Tatsukushi-kaigan) di Kota Tosashimizu adalah tempat pemandangan indah di dalam Taman Nasional Ashizuri-Uwakai, tempat batu-batu aneh dari batu pasir berusia sekitar 17 juta tahun lalu yang terbentuk akibat pengaruh gelombang serta angin dan hujan berjajar, dan Anda dapat mengamati bentang alamnya sambil berjalan di pantai.

Di sekitarnya juga ada cara menikmati glass boat dan snorkeling di perairan yang menjadi taman bawah laut (kini taman kawasan laut) pertama yang ditetapkan di Jepang, tetapi jika menggunakan kapal atau kegiatan wisata, harap periksa status operasional dan syarat reservasi pada panduan resmi.

Karena area bebatuan banyak tonjolan dan licin saat basah, jangan berjalan hanya dengan sandal, dan sepatu yang dapat mengunci kaki lebih cocok.

8. Tanjung Ashizuri | Memandang Samudra Pasifik dan Tumbuhan Pantai di Ujung Paling Selatan Shikoku

Tanjung Ashizuri (Ashizuri-misaki) adalah tanjung paling selatan di Shikoku yang terletak di ujung Semenanjung Ashizuri, Kota Tosashimizu, sebuah tempat pemandangan indah tempat Anda dapat merasakan luasnya Samudra Pasifik dan lengkungan cakrawala dari menara pandang yang terbuka sekitar 270 derajat.

Karena Anda juga dapat melihat mercusuar putih Tanjung Ashizuri yang mulai menyala pada tahun Taishō 3 (1914), tumbuhan pantai, dan pemandangan batu, jangan hanya berhenti di titik pandang; menyusuri sekadarnya dalam batas yang wajar akan menyampaikan ciri khas daerah ini.

Karena tempat ini mudah terkena sinar matahari kuat dan angin, jaga agar topi tidak terbang dan jangan mendekati luar pagar atau sisi tebing.


2 Pilihan untuk Menikmati Pemandangan Laut di Kochi Bagian Timur dan Sekitar Pusat Kota

Di Tanjung Muroto di bagian timur Anda dapat menikmati pemandangan karang yang membuat Anda merasakan pembentukan bumi, sedangkan di Pantai Katsurahama di Kota Kochi Anda dapat menikmati pemandangan pantai yang terhubung dengan sejarah dan budaya.

Keduanya pada dasarnya bukan untuk berenang, melainkan untuk memandang Samudra Pasifik dari jalur penyusuran atau tempat pengamatan yang aman.

9. Tanjung Muroto | Menyusuri Karang dan Tumbuhan Geopark

Tanjung Muroto (Muroto-misaki) di Kota Muroto adalah salah satu tempat yang mewakili Muroto UNESCO Global Geopark, tempat Anda dapat mengamati karang, teras pantai, dan tumbuhan subtropis.

Di jalan setapak pantai, memandang lapisan tanah yang terbentuk dari penunjaman lempeng dan bentuk batu yang terangkat akan memudahkan Anda merasakan bahwa gerak laut dan bumi telah membentuk pemandangan ini.

Saat cuaca buruk atau gelombang tinggi, jangan mendekati pantai, dan sebelum menyusuri periksalah panduan dari Muroto Global Geopark Center atau asosiasi pariwisata.


10. Pantai Katsurahama | Pemandangan Samudra Pasifik dan Sakamoto Ryōma

Pantai Katsurahama (Katsurahama) adalah pantai berbentuk busur yang berada di Kota Kochi, tempat Anda dapat menikmati hutan pinus, Samudra Pasifik, dan patung Sakamoto Ryōma sambil menyusuri taman.

Dikenal sebagai "tempat terbaik menikmati bulan" dan salah satu dari 100 Pantai Terbaik Jepang, patung Sakamoto Ryōma setinggi 5,3 m yang didirikan pada tahun 1928 menatap jauh ke Samudra Pasifik, sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin memadukannya dengan wisata kota sekaligus menyentuh sejarah dan budaya Kochi.

Karena perubahan gelombang di Pantai Katsurahama sangat ganas dan tiba-tiba menjadi dalam, berenang dilarang, dan jangan pula mendekati garis pecahan ombak.


Keselamatan dan Etika yang Perlu Dijaga dalam Wisata Alam Musim Panas

Tepi air di Kochi berubah wajah besar tergantung cuaca, dan bahkan di tempat yang cerah pun hujan di hulu atau angin di lepas pantai dapat memengaruhi kondisi setempat.

Utamakan aturan resmi, papan petunjuk setempat, dan panduan pengelola, serta hargailah keputusan untuk berbalik dengan aman lebih daripada melanjutkan sesuai rencana.

Kami telah merangkum tindakan untuk tiap tempat seperti lembah, sungai, laut, dan permukiman.

Situasi Tindakan yang Dianjurkan Tindakan yang Dihindari
Lembah / Air terjun Memastikan pijakan Melangkah ke batu basah
Sungai / Jembatan tenggelam Mengutamakan lalu lintas Menguasai jembatan
Tempat berenang Berenang di dalam pelampung Masuk ke jalur pelayaran
Tanjung / Pantai Mengamati di dalam pagar Mendekati garis ombak
Sekitar permukiman Ke tempat parkir yang ditentukan Parkir di pinggir jalan

Berhati-hati terhadap Air Meninggi dan Batu Licin di Sungai dan Air Terjun

Saat hujan turun atau air keruh, arus bisa jadi lebih kuat dari biasanya, sehingga diperlukan keputusan untuk tidak turun ke tepi air.

Di batu berlumut, jalan kayu basah, dan tangga curam, perkecil langkah, dan saat memotret pun hentikan langkah dulu baru menyiapkan kamera.

Memeriksa Gelombang Tinggi dan Area Berenang di Laut

Meski laut tampak tenang, gelombang atau arus dapat muncul tiba-tiba, jadi gunakan hanya tempat yang dinyatakan boleh untuk berenang.

Untuk snorkeling atau kegiatan yang melibatkan kapal, jangan memulai atas penilaian sendiri; mengikuti panduan pelaku usaha atau pengelola setempat akan lebih tenang.

Mengutamakan Keseharian Masyarakat di Jalan Kehidupan dan Permukiman

Jembatan tenggelam dan jalan pulau adalah tempat yang digunakan warga sehari-hari, jadi pada dasarnya jangan menghalangi jalur kendaraan, tanah pribadi, dan pintu masuk rumah.

Bawa pulang sampah, jangan masuk ke area terlarang demi memotret, dan kunjungilah dengan sikap menjaga alam sekaligus kehidupan masyarakat.

Pakaian dan Barang Bawaan yang Cocok untuk Wisata Musim Panas di Kochi

Bahkan di tempat yang terasa sejuk di tepi air, Anda bisa terkena sinar matahari dari tempat parkir hingga titik pandang, sehingga perlu persiapan untuk cuaca panas sekaligus pijakan.

Dengan tidak membawa terlalu banyak barang dan memilih perlengkapan sesuai bentuk medan tempat berjalan, perpindahan akan lebih mudah.

Kami telah merangkum persiapan yang perlu diprioritaskan menurut jenis medan seperti lembah, jembatan tenggelam, dan pantai.

Tempat Pakaian Barang Bawaan
Lembah / Air terjun Sepatu anti-selip Jaket tipis
Jembatan tenggelam Sepatu yang nyaman berjalan Tas yang membebaskan kedua tangan
Tempat berenang Pakaian pelindung kulit Minuman
Pantai berkarang Sepatu yang menutup kaki Handuk kecil
Tanjung / Titik pandang Topi tahan angin Perlindungan dari sinar matahari

Memilih Sepatu Anti-selip di Lembah dan Air Terjun

Sepatu yang bersolnya beralur dan dapat mengunci kaki dengan baik memberikan kestabilan saat berjalan di jalan basah dan tangga batu.

Di tempat yang berpotensi basah oleh air, pakaian yang cepat kering dan handuk kecil juga membantu mengatur suhu tubuh.

Bersiap Menghadapi Sinar Matahari dan Angin di Pantai dan Tanjung

Siapkan topi, perlindungan dari sengatan matahari, dan minuman, serta di tempat berangin kencang berhati-hatilah agar topi atau jaket tipis tidak terbang.

Jika berjalan di karang, pilih sepatu yang menutup ujung kaki, dan pertimbangkan pembagian penggunaannya dengan sandal untuk berenang.

Beristirahat Sebelum Merasa Kepanasan

Musim panas di Kochi banyak hari dengan suhu tertinggi 30 derajat lebih, dan saat terlarut dalam pemandangan istirahat cenderung terlambat, jadi penting untuk sering minum begitu menemukan naungan pohon atau fasilitas istirahat.

Saat kondisi tubuh menurun, kurangi tempat berikutnya, pindah ke tempat yang sejuk, dan utamakan pemulihan.

Rangkuman | Susuri Sungai Jernih, Laut, dan Air Terjun Kochi dengan Aman di Musim Panas

Musim panas di Kochi menawarkan beragam alam yang bisa dinikmati per wilayah, seperti Niyodo Blue jernih di Niko-buchi dan Lembah Yasui, Jembatan Sada Chinkabashi di Sungai Shimanto, laut di Kashiwa-jima dan Tatsukushi, serta pemandangan megah di Tanjung Muroto dan Tanjung Ashizuri.

Dengan membagi tujuan kunjungan menjadi bagian timur, tengah, dan barat, lalu menyusurinya dengan jadwal yang leluasa sambil memeriksa cuaca dan aturan setempat, Anda dapat menikmati pesona tiap daerah dengan saksama.

Jangan lupakan kewaspadaan terhadap air meninggi, gelombang tinggi, pijakan licin, dan kepedulian terhadap jalan kehidupan, serta nikmatilah alam musim panas Kochi dari tempat yang aman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Destinasi alam yang populer pada musim panas di Kochi meliputi Niyodo Blue di Niko-buchi, Ngarai Yasui, dan Ngarai Nakatsu; Jembatan Tenggelam Sada di Sungai Shimanto; laut di Kashiwajima dan Tatsukushi; serta Tanjung Ashizuri, Tanjung Muroto, dan Pantai Katsurahama. Prefektur ini terbagi menjadi wilayah timur, tengah, dan barat, dan perjalanan dengan mobil dari Kota Kochi ke Tanjung Muroto atau Tanjung Ashizuri memerlukan 2–3 jam, jadi lebih aman untuk tidak memasukkan wilayah yang berjauhan dalam satu hari.
A. Niyodo Blue adalah warna biru jernih air di daerah aliran Sungai Niyodo. Niko-buchi, Ngarai Yasui, dan Ngarai Nakatsu merupakan tempat berpemandangan indah yang mewakilinya. Warna biru biasanya paling cerah sekitar Agustus hingga Januari setiap tahun; di luar periode itu, air tampak kehijauan. Untuk melihat kejernihannya, datanglah pada siang hari yang cerah ketika sinar matahari menyinari air.
A. Niko-buchi adalah kolam air terjun di Sungai Edagawa, Kota Ino, sekitar 70 menit berkendara dari pusat Kota Kochi. Atur “Green Park Hodono” sebagai tujuan pada navigasi mobil, lalu ikuti petunjuk di tepi jalan untuk menemukan lima area parkir. Separuh awal jalur baru berupa lereng dan separuh berikutnya berupa tangga dengan pijakan rendah, jadi perhatikan langkah Anda saat menuju tepi air.
A. Niko-buchi dianggap sebagai tempat suci sehingga masuk ke air, makan dan minum, serta merokok dilarang. Terdapat legenda tentang ular raksasa yang dipercaya sebagai penjelmaan dewa air, dan masyarakat setempat telah menjaga tempat ini dengan baik sebagai tempat berdoa. Memahami larangan tersebut dalam kaitannya dengan latar budaya, bukan sekadar sebagai aturan, membantu Anda merasakan nilai dari waktu yang dihabiskan untuk menikmati pemandangan dengan tenang.
A. Untuk kunjungan pertama, Ngarai Nakatsu lebih mudah dijelajahi. Tersedia jalur yang terawat sepanjang sekitar 2,3 km dari pintu masuk hingga pilar batu. Sebaliknya, sekitar 7 km terakhir menuju Ngarai Yasui merupakan jalan pegunungan sempit yang menyulitkan kendaraan berpapasan, sehingga lebih cocok bagi pengemudi berpengalaman. Jika waktu terbatas, pusatkan perjalanan kaki di sekitar Air Terjun Uryu di Ngarai Nakatsu agar dapat menikmati Niyodo Blue tanpa memaksakan diri.
A. Air Terjun Todoroki di Kahoku, Kota Kami, jatuh dalam tiga tingkat dengan ketinggian sekitar 82 m. Air terjun ini terpilih sebagai salah satu dari 100 Air Terjun Terbaik Jepang dan merupakan Tempat Berpemandangan Indah serta Monumen Alam yang ditetapkan prefektur. Kolam air terjunnya menyimpan legenda sedih Tamaorihime, putri seorang pelarian Heike yang diculik ular raksasa. Karena dikelilingi hutan maple purba, tampilannya berubah besar antara hijau pekat musim panas dan daun merah musim gugur.
A. Jembatan Tenggelam Sada adalah jembatan tenggelam yang paling hilir dan terpanjang di Sungai Shimanto, dengan panjang total 291,6 m. Jembatan ini tidak memiliki pagar dan dirancang untuk terendam saat air naik agar tidak tersapu. Karena tempat ini sekaligus objek wisata dan jalan sehari-hari warga, hindari berfoto terlalu lama di tengah jembatan atau menghalangi kendaraan dan warga. Menyewa sepeda dari Stasiun Nakamura dan bersepeda menyusuri sungai juga memungkinkan Anda menikmati pemandangan kehidupan setempat.
A. Snorkeling di Kashiwajima pada dasarnya memerlukan pemesanan tur pengalaman, yang diselenggarakan antara lain oleh Perkemahan Ryugahama dan Kuroshio Jikkan Center. Karena terdapat arus dan jalur kapal, berenang hanya diperbolehkan di area yang ditentukan dan di sisi dalam pelampung; melompat dari jembatan berbahaya. Hindari parkir di jalan dalam permukiman dan gunakan area parkir yang ditetapkan, seperti Pusat Informasi Pariwisata Kashiwajima.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.