Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kumano Fude Hiroshima: Panduan Sejarah & Fude no Sato Kobo

Kumano Fude Hiroshima: Panduan Sejarah & Fude no Sato Kobo
Kumano Fude adalah tradisi kuas dari Kumano, Hiroshima, untuk kuas tulis dan makeup. Panduan ini mengenalkan sejarahnya, Fude no Sato Kobo, dan tips memilih.

Ringkasan Cepat

Pesona Singkat

Kumano Fude adalah budaya pembuatan kuas yang diwariskan di Kota Kumano, Prefektur Hiroshima. Daya tariknya sejarah sekitar 180 tahun yang berkembang ke kuas tulis, kuas lukis, dan kuas kosmetik.

Daya Tarik Utama

Pameran "Kuas Terbesar di Dunia" dan sudut coba menulis di Fude no Sato Kobo, dan "Rumah Pengrajin Kuas" tempat melihat kerajinan tangan ahli kerajinan tradisional dari dekat.

Yang Bisa Dialami

Di Fude no Sato Kobo ada demonstrasi pembuatan kuas Kumano dan program pengalaman proses penyelesaian (3.500 yen, terpisah dari biaya masuk). Toko yang menjual sekitar 1.500 jenis kuas juga tersedia.

Akses

Sekitar 45 menit dengan bus dari Hiroshima Bus Center atau Stasiun JR Hiroshima, sekitar 35 menit dengan mobil dari pusat Hiroshima. Berlokasi di Nakamizo, Kota Kumano.

Tempat Parkir

Tersedia gratis. Menampung 122 mobil pribadi dan 5 bus besar.

Jam Operasional dan Hari Libur

9.30–17.00 (masuk hingga 16.30). Tutup setiap Senin (jika hari libur, hari berikutnya) dan akhir/awal tahun.

Hal yang Perlu Diketahui

Kumano Fude ditetapkan sebagai kerajinan tradisional nasional tahun 1975. Prosesnya memiliki lebih dari 70 tahap dan hampir semuanya dikerjakan dengan tangan. Pengalaman diutamakan pendaftaran awal, dan ukiran nama dilayani dengan reservasi hingga 2 minggu sebelumnya.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Hiroshima

Apa Itu Kumano Fude? Kerajinan Tradisional Jepang dari Kota Kumano, Prefektur Hiroshima

Kumano fude (kuas Kumano) adalah kerajinan pembuatan kuas yang diwariskan di kota Kumano, distrik Aki, prefektur Hiroshima, dan merupakan kerajinan perwakilan dari "Kota Kuas" yang memiliki kehadiran besar dalam produksi kuas di Jepang.

Dikenal sebagai budaya dengan sejarah sekitar 180 tahun, wilayah ini tidak dikenal sebagai penghasil bahan baku, melainkan sebagai pusat berkembangnya teknik memilah dan mencampur bulu, serta menata ujung kuas.

Saat Anda melihat Kumano fude di destinasi wisata, lebih menarik jika Anda tidak hanya menganggapnya "barang untuk dibeli," tetapi melihatnya sebagai alat untuk menulis, melukis, dan berhias.

Kumano fude berkembang dari shohitsu (kuas kaligrafi), gahitsu (kuas lukis), hingga keshōfude (kuas makeup), dan masih digunakan untuk berbagai keperluan hingga kini.

Di kota Kumano, banyak warga yang terlibat dalam pembuatan kuas, dan Anda bisa menyentuh budaya kuas di berbagai penjuru kota, yang juga menjadi daya tarik perjalanan.

Dari Mana Sejarah Kumano Fude Bermula?

Keterkaitan antara Kumano dan kuas konon berawal dari akhir zaman Edo, ketika penduduk daerah ini membeli kuas dan tinta dari daerah Nara sebagai pekerjaan sampingan di musim luang pertanian, lalu menjualnya dengan berkeliling.

Setelah itu, para pemuda belajar teknik dari pengrajin yang memiliki kaitan dengan Arima (prefektur Hyōgo) dan domain Hiroshima, lalu membawanya kembali ke desa, sehingga pembuatan kuas mengakar di daerah tersebut.

Sejak periode Meiji, permintaan kuas meningkat seiring penyebaran pendidikan sekolah, dan setelah perang, teknik shohitsu dikembangkan untuk memproduksi gahitsu dan keshōfude.

Kumano fude ditetapkan sebagai kerajinan tradisional nasional (Dentōteki Kōgeihin) pada tahun 1975 (Shōwa 50).

Saat ini, banyak produsen Kumano fude berkumpul di kota Kumano, dan teknik pembuatan kuas diwariskan sebagai industri daerah.

Alasan Kumano Fude Dijaga sebagai Karya Buatan Tangan

Dalam pembuatan Kumano fude, pemilihan bulu sebagai bahan baku dan pencampurannya sesuai karakter kuas dijelaskan sebagai proses yang sangat penting.

Proses pembuatan kuas berbeda-beda tergantung ukuran dan jenis, namun secara umum terdiri dari lebih dari 70 tahap, dan sebagian besar masih dilakukan dengan tangan hingga sekarang.

Prosesnya terbagi menjadi tiga tahap besar: "shitashigoto" (pekerjaan awal), "daishigoto" (pekerjaan meja), dan "shiage" (penyelesaian), dengan tiap tahap membutuhkan mata dan sentuhan jari seorang pengrajin.

"Senmō" dan "Kegumi" yang Layak Diperhatikan Pertama Kali

Pembuatan kuas dimulai dari penyeleksian bulu.

Dalam penjelasan tahap shitashigoto, dijelaskan bahwa panjang dan kualitas bulu disamakan sesuai dengan bagian ujung kuas, lalu bahan dikombinasikan sesuai jenis kuas; tahap ini sangat penting karena menentukan hasil akhir.

Bulu hewan yang digunakan sangat beragam, mulai dari kambing, kuda, rusa, musang (tanuki), hingga cerpelai (itachi), dengan elastisitas dan kemampuan berkumpul yang berbeda di tiap bagian tubuh. Sering kali beberapa jenis bulu dicampur dalam satu kuas.

Kelembutan yang Sulit Digantikan Mesin

Bulu hewan tidak hanya berbeda dari segi jenis, tetapi juga dari individu ke individu. Membaca karakternya lalu menata bentuk kuas dianggap sulit bagi mesin.

Perbedaan ujung dan elastisitas Kumano fude muncul karena penilaian detail semacam itu ditumpuk satu per satu pada tiap kuas.

Pekerjaan tangan oleh dentō kōgeishi (pengrajin kerajinan tradisional) yang ditunjuk oleh Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri menciptakan karakter halus yang berbeda-beda pada tiap kuas meskipun dalam merek yang sama, dan dihargai sebagai alat yang semakin menyatu dengan tangan seiring pemakaian.

Apa Saja Jenis Kumano Fude? Shohitsu, Gahitsu, dan Keshōfude

Kumano fude lebih mudah dipahami dari sudut pandang wisatawan dengan dibagi menjadi tiga: shohitsu, gahitsu, dan keshōfude.

Kegunaannya diperkenalkan dalam cakupan tersebut, menunjukkan bahwa teknik Kumano tidak hanya diterapkan di dunia kaligrafi, tetapi juga di dunia lukisan dan makeup.

Jika Diringkas Berdasarkan Kegunaan untuk Wisatawan

  • Shohitsu: kuas untuk menulis huruf dengan menyerap tinta, seperti untuk shodō (kaligrafi Jepang) dan shakyō (menyalin sutra). Terbagi menjadi kuas besar, sedang, dan kecil, dan menjadi objek penetapan kerajinan tradisional nasional
  • Gahitsu: kuas yang bentuk ujung dan bahannya dibagi sesuai tujuan melukis, seperti cat air, cat minyak, nihonga (lukisan Jepang), sumi-e (lukisan tinta), dan etegami (kartu gambar)
  • Keshōfude: kuas makeup yang jenisnya terbagi detail berdasarkan bagian wajah dan kosmetik yang digunakan, seperti face brush, cheek brush, eyeshadow brush, dan lip brush

Mengenai keshōfude, secara resmi juga dijelaskan bahwa jenis dan cara pakainya berbeda sesuai bagian wajah dan kosmetik.

Keshōfude Kumano dikenal dengan kualitas tingginya dan bahkan digunakan oleh profesional di lapangan.

Oleh karena itu, jika Anda hanya membayangkan kuas kaligrafi saat mendengar "Kumano fude," Anda akan menjumpai dunia yang jauh lebih luas di lokasi.

Cara Melihat dan Mengalami Kumano Fude di Kota Kumano | Panduan Fude no Sato Kōbō

Jika Anda ingin mengenal Kumano fude lebih dalam di tempatnya, Fude no Sato Kōbō (Kampung Kuas) adalah pintu masuknya.

Fasilitas ini diperkenalkan dengan pameran budaya kuas, demonstrasi pembuatan kuas, pengalaman kreasi, dan toko pilihan yang menjual sekitar 1.500 jenis kuas.

Informasi Dasar Fude no Sato Kōbō (Jam Buka, Harga Tiket Masuk, Cara Menuju Lokasi)

  • Alamat: 〒731-4293 5-17-1 Nakamizo, Kumano-cho, Aki-gun, Hiroshima
  • Telepon: 082-855-3010
  • Jam buka: 9.30–17.00 (masuk terakhir pukul 16.30)
  • Hari tutup: setiap Senin (jika hari libur, tutup pada hari berikutnya), liburan akhir dan awal tahun
  • Harga tiket masuk: berbeda tergantung isi pameran
  • Parkir: gratis (mobil biasa 122 unit, bus besar 5 unit)
  • Cara menuju lokasi: sekitar 45 menit dengan bus dari Hiroshima Bus Center atau Stasiun Hiroshima (Stasiun JR Hiroshima); sekitar 35 menit dengan mobil dari pusat kota Hiroshima

Hal yang Bisa Dilihat di Fude no Sato Kōbō

Di dalam fasilitas terdapat kuas terbesar di dunia dan area di mana Anda bisa menyentuh serta mencoba menulis dengan kuas sungguhan, sehingga Anda bisa belajar sambil merasakannya langsung dengan tangan.

Di "Fudezukuri no Ie" (Rumah Pembuat Kuas), dentō kōgeishi melakukan demonstrasi pembuatan kuas selama jam buka; Anda dapat melihat proses di ruang yang meniru rumah tradisional Kumano, sehingga tempat ini memudahkan Anda merasakan detail pekerjaan tangan yang sulit dipahami hanya dari produk jadi.

Jika Ingin Mencoba Pengalaman, Konfirmasi Dulu Akan Lebih Aman

Di Fude no Sato Kōbō tersedia program berbayar yang menggabungkan pengamatan demonstrasi pembuatan kuas dan pengalaman proses penyelesaian (3.500 yen, belum termasuk biaya masuk).

Prioritas diberikan kepada peserta yang mendaftar sebelumnya, dan ada juga hari-hari tertentu di mana pengalaman tidak dapat dilakukan karena acara khusus, jadi sebaiknya konfirmasi sebelum memasukkannya ke jadwal perjalanan.

Untuk peserta 8 orang atau lebih perlu konsultasi khusus, dan penulisan nama pada batang kuas melayani reservasi hingga 2 minggu sebelumnya.

Satu Lagi Tempat yang Patut Dikunjungi | Kumano Fude Kaikan

Kumano Fude Kaikan (gedung Kumano Fude) juga merupakan salah satu tempat untuk mengenal Kumano fude.

Di lantai 1 terdapat sekretariat Kumano Fude Koperasi Industri, dan di lantai 2 terdapat ruang pameran Kumano fude, yang juga melayani penjualan berbagai jenis kuas termasuk shohitsu, gahitsu, dan keshōfude.

Daya tariknya adalah koleksi khas yang hanya dimiliki oleh koperasi resmi, sehingga jika ada waktu, tempat ini bisa menjadi salah satu kandidat untuk dikunjungi.

Tips Memilih Kumano Fude untuk Wisatawan

Jika baru pertama kali memilih Kumano fude, jalan tercepat adalah menentukan dulu untuk apa akan digunakan.

Bentuk dan kenyamanan pemakaian yang Anda butuhkan berbeda tergantung apakah kuas untuk menulis, melukis, atau berhias, jadi daripada memilih hanya dari penampilan, memperjelas tujuan pemakaian akan mengurangi kebingungan.

Poin yang Perlu Dilihat di Toko

  • Ukuran dan bentuk ujung kuas (untuk huruf tipis atau huruf tebal)
  • Jenis bulu (bulu kambing lembut, bulu cerpelai elastis, dll)
  • Panjang dan berat batang saat dipegang
  • Apakah situasi pemakaian yang Anda inginkan sudah jelas
  • Jika bingung, sampaikan tujuan pemakaian dan konsultasikan dengan staf

Perkiraan Rentang Harga

Rentang harga shohitsu dan keshōfude sangat berbeda tergantung tujuan, bahan, dan pembuatnya.

Di toko pilihan Kumano fude tersedia sekitar 1.500 jenis shohitsu, gahitsu, dan keshōfude, sehingga mudah dibandingkan. Daripada memilih sebagai oleh-oleh biasa, Anda cenderung tidak salah pilih jika mencarinya dengan niat menemukan satu kuas yang bisa terus Anda pakai setelah pulang ke negara asal.

Informasi Praktis yang Dibutuhkan Wisatawan dari Luar Negeri

Panduan di dalam fasilitas dan cara penyajian pameran dapat berbeda tergantung acara, jadi konfirmasikan ketersediaan dukungan yang Anda butuhkan sebelumnya agar lebih aman.

Metode pembayaran dan layanan pengiriman dapat berbeda tergantung loket atau produk, jadi disarankan untuk mengonfirmasi saat pembelian.

Fasilitas di dalam bangunan dan kemudahan penggunaan sebaiknya juga dicek sebelum datang agar Anda lebih tenang.

Ringkasan | Tips Menikmati Kumano Fude Lebih Dalam dalam Perjalanan

Daya tarik Kumano fude bukan hanya sejarah panjangnya.

Di tanah tanpa bahan baku, mereka mengasah teknik dan berkembang dari shohitsu ke gahitsu lalu keshōfude; fleksibilitas inilah yang menjadi ciri khas daerah ini.

Mengenal sejarahnya lewat pameran di Fude no Sato Kōbō, melihat pekerjaan tangan lewat demonstrasi, dan akhirnya memilih satu kuas yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Dengan urutan seperti itu, Kumano fude bukan sekadar oleh-oleh, tetapi menjadi pengalaman perjalanan yang membuat Anda benar-benar merasakan kerajinan Jepang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kumano Fude adalah kuas tradisional yang dibuat di Kota Kumano, Prefektur Hiroshima, dan ditetapkan sebagai kerajinan tradisional nasional pada 1975. Kota ini adalah salah satu sentra kuas terbesar di Jepang, memproduksi kuas tulis, kuas lukis, hingga kuas rias, dan di lokasinya Anda bisa membandingkan bentuk ujung kuas dan jenis bulu sesuai kegunaan untuk menemukan kuas yang paling cocok.
A. Kumano Fude dikenal di dunia karena keterampilan pengrajin yang diwariskan sekitar 180 tahun dan kualitas tinggi dari lebih dari 70 tahap kerja yang hampir seluruhnya dilakukan dengan tangan. Terutama kuas riasnya banyak digemari aktris Hollywood dan make-up artist, dan pada 2011 kuas rias Kumano diberikan sebagai hadiah peringatan kepada Nadeshiko Japan bersama Penghargaan Kehormatan Rakyat, yang sekaligus melambungkan popularitasnya.
A. Pembuatan kuas dimulai sebagai pekerjaan sampingan di musim sepi bertani pada akhir zaman Edo, saat pemuda yang belajar dari pengrajin Arima (Hyogo) dan domain Hiroshima membawa pulang teknik tersebut. Pada zaman Meiji, wajib belajar membuat permintaan kuas kaligrafi melonjak, dan setelah perang beragam jenis kuas lukis serta kuas rias menyusul dikembangkan. Keterkaitan langsung antara budaya terakoya dan kebutuhan kuas menjadi latar pertumbuhan yang berbeda dari daerah kerajinan lainnya.
A. Fudenosato Kobo buka pukul 09.30-17.00, dengan masuk terakhir pukul 16.30. Museum tutup Senin (atau hari berikutnya bila Senin hari libur) dan akhir tahun baru, dan tiket masuk berbeda sesuai pameran. Fudenosato Kobo juga menerima kartu HIC untuk fasilitas budaya di Prefektur Hiroshima bagi wisatawan asing, jadi konfirmasi di resepsionis jika Anda memenuhi syaratnya agar prosesnya lancar.
A. Dari Hiroshima Bus Center atau Stasiun JR Hiroshima, perjalanan dengan Hiroden Bus memakan waktu sekitar 45 menit. Gunakan bus tujuan Kumano Hagiwara atau Kumano Eigyosho; dari halte Dekitei sekitar 20 menit berjalan kaki, sedangkan dari Kumano Eigyosho sekitar 7 menit dengan taksi. Saat membawa banyak barang, pertimbangkan juga pergerakan setelah turun agar rutenya lebih nyaman.
A. Di Fudenosato Kobo Anda bisa menonton demonstrasi dan mencoba tahap penyelesaian akhir pembuatan kuas, dengan biaya 3.500 yen. Durasinya 60 menit, dan bila reservasi dua minggu sebelumnya, nama Anda bisa diukir pada gagang kuas. Pada hari tertentu pengalaman ini ditiadakan karena ada acara, jadi sebaiknya konfirmasi ketersediaan sebelum memasukkannya ke rencana perjalanan.
A. Cara terbaik agar tidak salah pilih adalah menentukan dulu fungsinya, lalu membandingkan bentuk ujung, jenis bulu, dan berat gagang di toko. Bulu kambing menyerap bedak dengan baik dan cocok untuk kuas wajah, sementara bulu tupai abu terasa lembut di kulit dan cocok untuk kuas blush; masing-masing bulu memberi sensasi berbeda. Bila bingung, sampaikan kegunaan dan keluhan kulit Anda kepada staf agar lebih mudah memilih.
A. Cukup seka kotoran segera dengan tisu setelah dipakai, itu dasar perawatannya. Jika kotoran mulai terasa mengganggu, baru basuh ujung kuas perlahan, bentuk ulang, lalu angin-anginkan di tempat teduh agar tidak mudah rusak. Mengeringkan dengan ujung kuas menghadap ke atas membuat air tertahan di pangkal, jadi perhatikan juga posisi pengeringannya agar kuas lebih awet.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.