Apa Itu Kumano Fude? Kerajinan Tradisional Jepang dari Kota Kumano, Prefektur Hiroshima
Kumano fude (kuas Kumano) adalah kerajinan pembuatan kuas yang diwariskan di kota Kumano, distrik Aki, prefektur Hiroshima, dan merupakan kerajinan perwakilan dari "Kota Kuas" yang memiliki kehadiran besar dalam produksi kuas di Jepang.
Dikenal sebagai budaya dengan sejarah sekitar 180 tahun, wilayah ini tidak dikenal sebagai penghasil bahan baku, melainkan sebagai pusat berkembangnya teknik memilah dan mencampur bulu, serta menata ujung kuas.
Saat Anda melihat Kumano fude di destinasi wisata, lebih menarik jika Anda tidak hanya menganggapnya "barang untuk dibeli," tetapi melihatnya sebagai alat untuk menulis, melukis, dan berhias.
Kumano fude berkembang dari shohitsu (kuas kaligrafi), gahitsu (kuas lukis), hingga keshōfude (kuas makeup), dan masih digunakan untuk berbagai keperluan hingga kini.
Di kota Kumano, banyak warga yang terlibat dalam pembuatan kuas, dan Anda bisa menyentuh budaya kuas di berbagai penjuru kota, yang juga menjadi daya tarik perjalanan.
Dari Mana Sejarah Kumano Fude Bermula?
Keterkaitan antara Kumano dan kuas konon berawal dari akhir zaman Edo, ketika penduduk daerah ini membeli kuas dan tinta dari daerah Nara sebagai pekerjaan sampingan di musim luang pertanian, lalu menjualnya dengan berkeliling.
Setelah itu, para pemuda belajar teknik dari pengrajin yang memiliki kaitan dengan Arima (prefektur Hyōgo) dan domain Hiroshima, lalu membawanya kembali ke desa, sehingga pembuatan kuas mengakar di daerah tersebut.
Sejak periode Meiji, permintaan kuas meningkat seiring penyebaran pendidikan sekolah, dan setelah perang, teknik shohitsu dikembangkan untuk memproduksi gahitsu dan keshōfude.
Kumano fude ditetapkan sebagai kerajinan tradisional nasional (Dentōteki Kōgeihin) pada tahun 1975 (Shōwa 50).
Saat ini, banyak produsen Kumano fude berkumpul di kota Kumano, dan teknik pembuatan kuas diwariskan sebagai industri daerah.

Alasan Kumano Fude Dijaga sebagai Karya Buatan Tangan
Dalam pembuatan Kumano fude, pemilihan bulu sebagai bahan baku dan pencampurannya sesuai karakter kuas dijelaskan sebagai proses yang sangat penting.
Proses pembuatan kuas berbeda-beda tergantung ukuran dan jenis, namun secara umum terdiri dari lebih dari 70 tahap, dan sebagian besar masih dilakukan dengan tangan hingga sekarang.
Prosesnya terbagi menjadi tiga tahap besar: "shitashigoto" (pekerjaan awal), "daishigoto" (pekerjaan meja), dan "shiage" (penyelesaian), dengan tiap tahap membutuhkan mata dan sentuhan jari seorang pengrajin.
"Senmō" dan "Kegumi" yang Layak Diperhatikan Pertama Kali
Pembuatan kuas dimulai dari penyeleksian bulu.
Dalam penjelasan tahap shitashigoto, dijelaskan bahwa panjang dan kualitas bulu disamakan sesuai dengan bagian ujung kuas, lalu bahan dikombinasikan sesuai jenis kuas; tahap ini sangat penting karena menentukan hasil akhir.
Bulu hewan yang digunakan sangat beragam, mulai dari kambing, kuda, rusa, musang (tanuki), hingga cerpelai (itachi), dengan elastisitas dan kemampuan berkumpul yang berbeda di tiap bagian tubuh. Sering kali beberapa jenis bulu dicampur dalam satu kuas.
Kelembutan yang Sulit Digantikan Mesin
Bulu hewan tidak hanya berbeda dari segi jenis, tetapi juga dari individu ke individu. Membaca karakternya lalu menata bentuk kuas dianggap sulit bagi mesin.
Perbedaan ujung dan elastisitas Kumano fude muncul karena penilaian detail semacam itu ditumpuk satu per satu pada tiap kuas.
Pekerjaan tangan oleh dentō kōgeishi (pengrajin kerajinan tradisional) yang ditunjuk oleh Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri menciptakan karakter halus yang berbeda-beda pada tiap kuas meskipun dalam merek yang sama, dan dihargai sebagai alat yang semakin menyatu dengan tangan seiring pemakaian.
Apa Saja Jenis Kumano Fude? Shohitsu, Gahitsu, dan Keshōfude
Kumano fude lebih mudah dipahami dari sudut pandang wisatawan dengan dibagi menjadi tiga: shohitsu, gahitsu, dan keshōfude.
Kegunaannya diperkenalkan dalam cakupan tersebut, menunjukkan bahwa teknik Kumano tidak hanya diterapkan di dunia kaligrafi, tetapi juga di dunia lukisan dan makeup.
Jika Diringkas Berdasarkan Kegunaan untuk Wisatawan
- Shohitsu: kuas untuk menulis huruf dengan menyerap tinta, seperti untuk shodō (kaligrafi Jepang) dan shakyō (menyalin sutra). Terbagi menjadi kuas besar, sedang, dan kecil, dan menjadi objek penetapan kerajinan tradisional nasional
- Gahitsu: kuas yang bentuk ujung dan bahannya dibagi sesuai tujuan melukis, seperti cat air, cat minyak, nihonga (lukisan Jepang), sumi-e (lukisan tinta), dan etegami (kartu gambar)
- Keshōfude: kuas makeup yang jenisnya terbagi detail berdasarkan bagian wajah dan kosmetik yang digunakan, seperti face brush, cheek brush, eyeshadow brush, dan lip brush
Mengenai keshōfude, secara resmi juga dijelaskan bahwa jenis dan cara pakainya berbeda sesuai bagian wajah dan kosmetik.
Keshōfude Kumano dikenal dengan kualitas tingginya dan bahkan digunakan oleh profesional di lapangan.
Oleh karena itu, jika Anda hanya membayangkan kuas kaligrafi saat mendengar "Kumano fude," Anda akan menjumpai dunia yang jauh lebih luas di lokasi.
Cara Melihat dan Mengalami Kumano Fude di Kota Kumano | Panduan Fude no Sato Kōbō
Jika Anda ingin mengenal Kumano fude lebih dalam di tempatnya, Fude no Sato Kōbō (Kampung Kuas) adalah pintu masuknya.
Fasilitas ini diperkenalkan dengan pameran budaya kuas, demonstrasi pembuatan kuas, pengalaman kreasi, dan toko pilihan yang menjual sekitar 1.500 jenis kuas.
Informasi Dasar Fude no Sato Kōbō (Jam Buka, Harga Tiket Masuk, Cara Menuju Lokasi)
- Alamat: 〒731-4293 5-17-1 Nakamizo, Kumano-cho, Aki-gun, Hiroshima
- Telepon: 082-855-3010
- Jam buka: 9.30–17.00 (masuk terakhir pukul 16.30)
- Hari tutup: setiap Senin (jika hari libur, tutup pada hari berikutnya), liburan akhir dan awal tahun
- Harga tiket masuk: berbeda tergantung isi pameran
- Parkir: gratis (mobil biasa 122 unit, bus besar 5 unit)
- Cara menuju lokasi: sekitar 45 menit dengan bus dari Hiroshima Bus Center atau Stasiun Hiroshima (Stasiun JR Hiroshima); sekitar 35 menit dengan mobil dari pusat kota Hiroshima
Hal yang Bisa Dilihat di Fude no Sato Kōbō
Di dalam fasilitas terdapat kuas terbesar di dunia dan area di mana Anda bisa menyentuh serta mencoba menulis dengan kuas sungguhan, sehingga Anda bisa belajar sambil merasakannya langsung dengan tangan.
Di "Fudezukuri no Ie" (Rumah Pembuat Kuas), dentō kōgeishi melakukan demonstrasi pembuatan kuas selama jam buka; Anda dapat melihat proses di ruang yang meniru rumah tradisional Kumano, sehingga tempat ini memudahkan Anda merasakan detail pekerjaan tangan yang sulit dipahami hanya dari produk jadi.
Jika Ingin Mencoba Pengalaman, Konfirmasi Dulu Akan Lebih Aman
Di Fude no Sato Kōbō tersedia program berbayar yang menggabungkan pengamatan demonstrasi pembuatan kuas dan pengalaman proses penyelesaian (3.500 yen, belum termasuk biaya masuk).
Prioritas diberikan kepada peserta yang mendaftar sebelumnya, dan ada juga hari-hari tertentu di mana pengalaman tidak dapat dilakukan karena acara khusus, jadi sebaiknya konfirmasi sebelum memasukkannya ke jadwal perjalanan.
Untuk peserta 8 orang atau lebih perlu konsultasi khusus, dan penulisan nama pada batang kuas melayani reservasi hingga 2 minggu sebelumnya.
Satu Lagi Tempat yang Patut Dikunjungi | Kumano Fude Kaikan
Kumano Fude Kaikan (gedung Kumano Fude) juga merupakan salah satu tempat untuk mengenal Kumano fude.
Di lantai 1 terdapat sekretariat Kumano Fude Koperasi Industri, dan di lantai 2 terdapat ruang pameran Kumano fude, yang juga melayani penjualan berbagai jenis kuas termasuk shohitsu, gahitsu, dan keshōfude.
Daya tariknya adalah koleksi khas yang hanya dimiliki oleh koperasi resmi, sehingga jika ada waktu, tempat ini bisa menjadi salah satu kandidat untuk dikunjungi.

Tips Memilih Kumano Fude untuk Wisatawan
Jika baru pertama kali memilih Kumano fude, jalan tercepat adalah menentukan dulu untuk apa akan digunakan.
Bentuk dan kenyamanan pemakaian yang Anda butuhkan berbeda tergantung apakah kuas untuk menulis, melukis, atau berhias, jadi daripada memilih hanya dari penampilan, memperjelas tujuan pemakaian akan mengurangi kebingungan.
Poin yang Perlu Dilihat di Toko
- Ukuran dan bentuk ujung kuas (untuk huruf tipis atau huruf tebal)
- Jenis bulu (bulu kambing lembut, bulu cerpelai elastis, dll)
- Panjang dan berat batang saat dipegang
- Apakah situasi pemakaian yang Anda inginkan sudah jelas
- Jika bingung, sampaikan tujuan pemakaian dan konsultasikan dengan staf
Perkiraan Rentang Harga
Rentang harga shohitsu dan keshōfude sangat berbeda tergantung tujuan, bahan, dan pembuatnya.
Di toko pilihan Kumano fude tersedia sekitar 1.500 jenis shohitsu, gahitsu, dan keshōfude, sehingga mudah dibandingkan. Daripada memilih sebagai oleh-oleh biasa, Anda cenderung tidak salah pilih jika mencarinya dengan niat menemukan satu kuas yang bisa terus Anda pakai setelah pulang ke negara asal.
Informasi Praktis yang Dibutuhkan Wisatawan dari Luar Negeri
Panduan di dalam fasilitas dan cara penyajian pameran dapat berbeda tergantung acara, jadi konfirmasikan ketersediaan dukungan yang Anda butuhkan sebelumnya agar lebih aman.
Metode pembayaran dan layanan pengiriman dapat berbeda tergantung loket atau produk, jadi disarankan untuk mengonfirmasi saat pembelian.
Fasilitas di dalam bangunan dan kemudahan penggunaan sebaiknya juga dicek sebelum datang agar Anda lebih tenang.
Ringkasan | Tips Menikmati Kumano Fude Lebih Dalam dalam Perjalanan
Daya tarik Kumano fude bukan hanya sejarah panjangnya.
Di tanah tanpa bahan baku, mereka mengasah teknik dan berkembang dari shohitsu ke gahitsu lalu keshōfude; fleksibilitas inilah yang menjadi ciri khas daerah ini.
Mengenal sejarahnya lewat pameran di Fude no Sato Kōbō, melihat pekerjaan tangan lewat demonstrasi, dan akhirnya memilih satu kuas yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Dengan urutan seperti itu, Kumano fude bukan sekadar oleh-oleh, tetapi menjadi pengalaman perjalanan yang membuat Anda benar-benar merasakan kerajinan Jepang.

