Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Tomonoura Hiroshima – Kota Pelabuhan Retro dengan Pemandangan Laut Pedalaman Seto

Tomonoura Hiroshima – Kota Pelabuhan Retro dengan Pemandangan Laut Pedalaman Seto
Tomonoura di Kota Fukuyama, Prefektur Hiroshima, adalah kota pelabuhan tua yang sejak dahulu berkembang di jalur pelayaran Laut Pedalaman Seto dan hingga kini masih mempertahankan suasana era Edo serta pemandangan laut yang tenang, sekaligus menjadi lokasi syuting berbagai film dan anime. Artikel ini mengulas mercusuar batu yang ikonik, titik pandang pelabuhan, gang-gang dengan kuil dan rumah tradisional, hidangan ikan tai dan seafood lokal, kafe dan penginapan, serta informasi akses dan rute jalan kaki yang cocok untuk perjalanan sehari.

Ringkasan Cepat

Sekilas tentang Tomonoura

Tomonoura adalah kota pelabuhan di Kota Fukuyama, Prefektur Hiroshima. Anda bisa berjalan menikmati pemandangan dengan rumah-rumah tua era Edo dan lampu batu (joyato), sambil merasakan laut Seto yang tenang.

Ikon pelabuhan: joyato (lampu batu)

Joyato di Tomonoura adalah simbol pelabuhan. Bersama pulau-pulau di seberang, terbentang pemandangan yang terasa “seperti lukisan”.

Highlight jalan-jalan kota

Anda akan menemukan jalan berbatu, tanjakan, dan rumah-rumah tua yang masih tersisa. Menyusuri kuil, tempat suci, dan gang kecil memberi gambaran budaya hidup kota pelabuhan.

Lokasi Insiden Irohamaru

Tomonoura dikenal sebagai panggung “Insiden Irohamaru” yang terkait Sakamoto Ryoma. Berkeliling spot terkaitnya juga menarik.

Kuliner kota pelabuhan

Kuliner seperti tai-meshi dan olahan ikan sea bream, serta Hōmeishu (minuman khas) adalah hidangan terkenal yang bisa Anda nikmati di Tomonoura.

Akses (dari Fukuyama)

Dari JR Stasiun Fukuyama, naik bus sekitar 30 menit ke “Tomonoura”. Dengan mobil: sekitar 30 menit dari Sanyo Expressway “Fukuyama Higashi IC” ke area sekitar, dengan parkir di sekitarnya.

Perkiraan durasi & cara berkeliling

Jalan-jalan menikmati kota biasanya 2–3 jam. Karena banyak gang sempit dan tanjakan, sepatu nyaman lebih aman, dan menjelang sore cahaya lembut membuat pemandangan pelabuhan semakin indah.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Apa Itu Tomonoura, Kota Pelabuhan Bersejarah di Hiroshima?

Tomonoura adalah kota pelabuhan tua yang terletak di Kota Fukuyama, Prefektur Hiroshima, dengan ciri khas pemandangan indah Laut Pedalaman Seto dan suasana kota bersejarah.

Pelabuhan tua yang juga disebut dalam Manyōshū ini berkembang sejak dahulu sebagai “pelabuhan menunggu pasang” tempat arus Laut Pedalaman Seto berubah, dan hingga kini masih mempertahankan nuansa kota pelabuhan era Edo yang sangat kuat.

Tomonoura juga menarik perhatian sebagai lokasi film dan anime, dan suasana nostalgiknya memikat wisatawan dari Jepang maupun luar negeri.

Ini adalah destinasi wisata yang ringkas, tempat Anda bisa menikmati sejarah, budaya, dan kuliner lokal sambil berjalan kaki menjelajahi kawasan.


Daya Tarik Tomonoura

1. Pemandangan kota pelabuhan era Edo dan suasana dermaga

Kota pelabuhan Tomonoura mempertahankan lanskap tradisional yang diwariskan sejak zaman Edo, dan telah dipilih sebagai distrik pelestarian bangunan tradisional penting nasional.

  • Jōyatō:landmark yang menjadi simbol Tomonoura, berupa lentera setinggi sekitar 5,5 m yang dibangun pada tahun 1859. Ini dikenal sebagai salah satu jōyatō yang masih tersisa di pelabuhan dengan skala terbesar di Jepang.
  • Gangi:tangga batu di dermaga yang memperlihatkan fungsi kota pelabuhan masa itu sebagai fasilitas pelabuhan yang menyesuaikan pasang surut air laut.
  • Rumah tua dan gudang:bangunan bersejarah seperti gudang Hōmeishu dan rumah saudagar kaya tersebar di berbagai sudut, membuat Anda seolah melakukan perjalanan waktu saat berjalan-jalan.

2. Lokasi film dan anime

Tomonoura juga terkenal sebagai salah satu tempat yang disebut-sebut menjadi model latar film Studio Ghibli “Ponyo on the Cliff by the Sea”.

Tempat ini juga dikenal sebagai lokasi Miyazaki Hayao tinggal untuk mengembangkan ide ceritanya, sehingga menjadi spot ziarah populer bagi para penggemar film.

Selain itu, Tomonoura juga kerap digunakan sebagai lokasi drama dan film, sehingga hanya dengan berkunjung saja Anda bisa merasakan suasana dunia karya-karya tersebut.

3. Panorama spektakuler Laut Pedalaman Seto

Tomonoura juga merupakan tempat untuk menikmati panorama indah Laut Pedalaman Seto.

Pulau-pulau yang mengapung di laut tenang serta pemandangan saat matahari terbenam mampu menenangkan hati para pengunjung.

Kapal penyeberangan ke “Sensui-jima” sangat populer, dan Anda bisa tiba hanya dalam 5 menit dengan kapal “Heisei Iroha Maru”.

Di pulau tersebut, Anda dapat menikmati formasi bebatuan unik yang disebut Goshiki Iwa, jalur hiking, dan pantai yang tenang.

4. Spot bersejarah yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki

Tomonoura memiliki berbagai spot bersejarah yang tersebar dalam jarak jalan kaki.

  • Fukuzen-ji Taichōrō:bangunan tamu bersejarah yang digunakan sebagai wisma penyambutan utusan Joseon pada zaman Edo, dengan pemandangan Laut Pedalaman Seto dari ruang tatami yang dipuji sebagai “Nittō Daiichi Keishō” (pemandangan terbaik di Jepang). Pada akhir zaman Edo, tempat ini juga menjadi lokasi perundingan insiden Irohamaru dan dikenal sebagai tempat yang berkaitan dengan Sakamoto Ryōma. Biaya masuk sekitar 200 yen untuk dewasa.
  • Iō-ji:kuil tua yang konon didirikan oleh Kōbō Daishi pada zaman Heian, dengan panorama kota pelabuhan Tomonoura dari dataran tinggi.
  • Irohamaru Exhibition Hall:fasilitas yang memamerkan benda-benda yang diangkat dari kapal “Irohamaru” yang tenggelam di lepas pantai Tomonoura pada akhir zaman Edo, serta materi penelitian bawah laut.

5. Menikmati kuliner lokal

Di Tomonoura, Anda dapat menikmati hidangan berbahan seafood segar dan dessert khas daerah.

  • Masakan tai:Tomonoura terkenal sebagai daerah penghasil ikan tai, dan tai panggang garam, sashimi, serta tai meshi adalah hidangan yang sangat lezat. Pada musim semi juga diadakan tradisi “tai shibari ryō”.
  • Hōmeishu:produk khas Tomonoura yang telah ada sejak zaman Edo sebagai minuman kesehatan dengan 16 jenis rempah yang direndam. Ada beberapa kilang tempat Anda bisa mencicipi dan membelinya.
  • Hōmeishu sweets:ice cream dan manju berbahan Hōmeishu juga populer sebagai dessert khas lokal.


Cara Akses ke Tomonoura

Akses dengan kereta dan bus

  • Dari Stasiun Fukuyama
  • Naik “Tomo Tetsu Bus” tujuan Tomo-kō dari pintu selatan JR Stasiun Fukuyama, lalu turun di halte bus “Tomonoura” (waktu tempuh sekitar 30 menit, tarif sekitar 530 yen).
  • Karena Stasiun Fukuyama adalah stasiun pemberhentian shinkansen Nozomi, akses dari daerah jauh juga sangat nyaman.

Akses dengan mobil

  • Sekitar 1 jam 30 menit dari pusat Kota Hiroshima
  • Gunakan Sanyō Expressway “Fukuyama Higashi IC” atau “Fukuyama Nishi IC”, lalu lanjut sekitar 30 menit ke arah Tomonoura.
  • Terdapat beberapa area parkir di sekitar pelabuhan, tetapi pada hari libur bisa ramai, jadi disarankan datang lebih awal.


Cara Menikmati Tomonoura

1. Menyusuri kota pelabuhan

Jelajahi kota pelabuhan bernuansa nostalgia sambil melihat Jōyatō, Gangi, dan bangunan-bangunan bersejarah.

Karena spot utama terkumpul secara ringkas dalam radius sekitar 15–20 menit berjalan kaki, setengah hari saja sudah cukup untuk menikmatinya.

2. Mengunjungi Sensui-jima

Sensui-jima, yang dapat dicapai hanya dalam 5 menit dengan kapal penyeberangan “Heisei Iroha Maru”, adalah pulau tanpa penduduk tetap yang kaya alam dan cocok untuk menikmati waktu yang tenang.

Anda bisa menikmati jalur hiking, bersantai di pantai, dan pemandangan Goshiki Iwa.

3. Mencicipi kuliner lokal

Nikmati hidangan seafood segar khas kota pelabuhan serta dessert berbahan Hōmeishu untuk merasakan cita rasa lokal Tomonoura.

Di gang-gang kecil Tomonoura juga tersebar kafe retro dan tempat makan yang menarik.

4. Berfoto di spot panorama terbaik

Pemandangan Laut Pedalaman Seto yang terlihat dari dataran tinggi Fukuzen-ji Taichōrō dan Iō-ji adalah spot foto yang luar biasa.

Khususnya saat sore hari, kontras antara Jōyatō dan langit senja terlihat sangat indah dan sangat direkomendasikan.


Info Praktis untuk Wisatawan

  • Waktu yang dibutuhkan untuk berjalan-jalan
  • Menjelajahi kota pelabuhan memerlukan sekitar 2–3 jam. Jika termasuk Sensui-jima, Anda bisa menikmatinya selama setengah hari hingga seharian penuh.
  • Pakaian yang direkomendasikan
  • Siapkan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan pakaian yang sesuai dengan musim.
  • Karena banyak jalan berbatu dan tanjakan, hindari sepatu berhak tinggi.
  • Hal yang perlu diperhatikan
  • Jalan di sekitar pelabuhan sempit, jadi jika datang dengan mobil, sebaiknya cek area parkir terlebih dahulu.
  • Kapal penyeberangan ke Sensui-jima dapat berubah operasionalnya tergantung cuaca. Pastikan memeriksa jadwal kapal terakhir terlebih dahulu.

Ringkasan

Tomonoura adalah tempat istimewa yang memadukan sejarah, alam, dan budaya.

Sambil menikmati panorama tenang Laut Pedalaman Seto, Anda dapat merasakan suasana kota pelabuhan yang tetap bertahan sejak zaman Edo.

Dengan akses yang baik, hanya sekitar 30 menit dari Stasiun Fukuyama, tempat ini juga cocok untuk wisata sehari.

Saat berkunjung ke Tomonoura, nikmatilah waktu yang menenangkan hati di kota pelabuhan bersejarah ini.



Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tomonoura adalah kota pelabuhan di Laut Pedalaman Seto yang menawan dengan gang-gang menanjak dan pemandangan kapal keluar masuk pelabuhan. Ukuran kotanya memang tidak besar, tetapi jalannya sempit, jadi akan lebih mudah jika memakai sepatu nyaman dan berjalan dengan urutan “tepi laut → gang → dataran tinggi” agar tidak mudah tersesat dan lebih enak untuk memotret.
A. Joyato, simbol Tomonoura, adalah penanda jalur pelayaran yang dibangun pada tahun 1859 dan masih berdiri di pelabuhan hingga sekarang. Menjelang sore, lampunya menyala dan suasananya menjadi lebih hidup, jadi datang ke pelabuhan sebelum matahari terbenam lalu mengakhiri kunjungan di joyato akan meninggalkan kesan khas kota pelabuhan.
A. Dari depan Stasiun Fukuyama, Anda bisa naik bus lokal ke Tomonoura dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dan tarif perkiraan 580 yen sekali jalan. Bus bisa penuh oleh wisatawan, jadi sebaiknya cek juga jadwal bus pulang lebih dulu agar tidak terburu-buru setelah memotret suasana senja.
A. Kawasan kota Tomonoura ditetapkan sebagai Important Preservation District for Groups of Traditional Buildings pada tahun 2017, sehingga lanskap bersejarahnya tetap terjaga. Karena gang-gangnya juga merupakan jalan kehidupan warga, ambillah foto tanpa menghalangi jalur orang lewat. Penting juga untuk tidak masuk ke area pribadi di depan rumah warga.
A. Dari Tomonoura Anda bisa menyeberang ke Sensuijima dengan feri kota “Heisei Irohamaru”, dengan waktu tempuh sekitar 5 menit dan tarif pulang-pergi sekitar 240 yen untuk dewasa dan 120 yen untuk anak-anak. Di pulau ini ada hari-hari dengan angin laut yang cukup kuat, jadi jaket ringan akan membantu tetap nyaman.
A. Jika hanya berjalan-jalan di kota, sekitar 2–3 jam sudah cukup. Jika digabung dengan Sensuijima, setengah hari menjadi perkiraan yang pas. Karena banyak tanjakan, lebih mudah jika Anda memahami bentuk wilayah dari area tepi laut lebih dulu sebelum masuk ke gang-gang. Beristirahat sejenak di kafe juga membantu mencegah kaki terlalu lelah.
A. Komposisi klasik adalah memasukkan lengkungan pelabuhan dan joyato dalam satu frame, dan menjelang sore warna permukaan air berubah sehingga foto terlihat lebih menarik. Karena tripod bisa mengganggu di area ini, menempelkan ponsel ke pagar sebagai penyangga akan membantu mengurangi blur. Di sore hari kadang juga terasa dingin. Selain itu, karena gang-gang merupakan jalan warga, pastikan tetap menyisakan ruang saat berhenti.
A. Area sekitar Tomonoura terkenal dengan hasil laut Laut Pedalaman Seto seperti hidangan ikan tai, dan pada beberapa tahun ada acara musiman taiami wisata di awal musim panas. Pada hari acara biasanya lebih ramai, jadi untuk makan lebih efisien jika datang tepat setelah restoran buka atau memilih tempat yang bisa dipesan lebih dulu.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.