10 Tempat Wisata Terbaik di Matsuyama dan Cara Menikmatinya
Wisata Matsuyama sangat cocok untuk perjalanan pertama ke Jepang karena pemandian air panas Dōgo Onsen, kota kastil yang berpusat di Matsuyama-jō (Kastil Matsuyama), serta fasilitas budaya untuk menikmati sastra dan arsitektur semuanya terletak berdekatan, sehingga karakter kotanya mudah dipahami.
Di kawasan Dōgo Anda bisa menikmati budaya pemandian dan menjelajahi kuil serta jinja, sedangkan di sekitar Matsuyama-jō Anda bisa memadukan kastil, museum, dan bangunan bergaya Barat, sehingga perjalanan tidak hanya dihabiskan untuk berpindah tempat.
Kedua kawasan tersebut berjarak sekitar 15–20 menit dengan trem kota (trem jalanan), dan jika dijelajahi setengah hari untuk masing-masing kawasan, Anda bisa berkeliling tanpa terburu-buru.
Tabel berikut merangkum cara menikmati setiap tempat wisata.
| Kawasan | Tempat | Cara Menikmati |
|---|---|---|
| Dōgo | Dōgo Onsen Honkan | Arsitektur pemandian |
| Dōgo | Asuka-no-Yu | Onsen dan kerajinan |
| Dōgo | Jam mekanik Botchan | Jalan-jalan depan stasiun |
| Dōgo | Haikara-dōri | Kuliner jalanan |
| Dōgo | Isaniwa-jinja | Melihat bangunan kuil |
| Dōgo | Ishite-ji | Budaya ziarah henro |
| Dōgo | Taman Dōgo | Jalan-jalan reruntuhan kastil |
| Sekitar kastil | Matsuyama-jō | Menjelajahi kastil |
| Sekitar kastil | Saka no Ue no Kumo | Sastra dan modernisasi |
| Sekitar kastil | Bansui-sō | Arsitektur bergaya Barat |
Kawasan Dōgo Onsen Cocok untuk Jalan-Jalan Setelah Berendam
Berpusat pada Dōgo Onsen Honkan, terdapat kawasan pertokoan, alun-alun depan stasiun dengan ashiyu (kolam rendam kaki), serta kuil dan taman, sehingga Anda bisa menikmati suasana kota onsen sambil berjalan mengenakan yukata (kimono musim panas).
Dengan memadukan makan dan berbelanja sebelum atau sesudah berendam, Anda bisa merasakan suasana khas Dōgo meski dalam kunjungan singkat.
Dari Stasiun Dōgo Onsen ke Honkan hanya sekitar 5 menit berjalan kaki, dan sebagian besar tempat wisata utama berada dalam jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Sekitar Matsuyama-jō Bisa Menikmati Sejarah dan Budaya Sekaligus
Di sekitar Matsuyama-jō terdapat Museum Saka no Ue no Kumo dan Bansui-sō, sehingga Anda bisa menelusuri sejarah kota kastil, sastra modern, dan arsitektur Barat dalam satu kawasan yang sama.
Dengan memadukan penjelajahan kastil di luar ruangan dan fasilitas dalam ruangan, rencana perjalanan menjadi tidak mudah terganggu oleh cuaca.
Semuanya berjarak sekitar 5–10 menit berjalan kaki dari halte trem "Ōkaidō", sehingga semua terletak dalam jangkauan yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Urutan Perjalanan Lebih Mudah Jika Dibagi antara Onsen dan Kota Kastil
Jika Anda menjelajahi kota onsen dengan santai di Dōgo, lalu berkeliling sekitar Matsuyama-jō di hari lain atau pada sore hari, perbedaan suasananya akan terasa jelas.
Jika berkeliling dalam sehari, penting untuk membatasi fasilitas yang ingin dikunjungi dan tidak menjejalkan terlalu banyak waktu untuk berendam, makan, dan melihat pameran.
Tempat Wisata Matsuyama yang Bisa Dinikmati di Sekitar Dōgo Onsen
Sekitar Dōgo Onsen adalah kawasan di mana Anda tidak hanya bisa berendam, tetapi juga menikmati bangunan, kawasan pertokoan, dan sentuhan bertema sastra sambil berjalan-jalan.
Karena syarat penggunaan fasilitas pemandian dan perlu tidaknya reservasi dapat berbeda-beda tergantung paketnya, sebaiknya periksa informasi fasilitas sebelum menggunakannya agar lebih tenang.
Dōgo Onsen Honkan | Arsitektur Pemandian yang Dicintai dalam Wisata Matsuyama
Dōgo Onsen Honkan adalah pemandian umum bersejarah yang menjadi simbol Dōgo, di dalamnya terdapat "Kami-no-Yu" dan "Tama-no-Yu".
Bangunan Honkan yang sekarang merupakan bangunan kayu yang direnovasi pada tahun 1894 (Meiji 27), dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Selain tampilan luar bangunan, terdapat pula daya tarik di mana sastra dan budaya onsen berpadu, seperti "Botchan-no-Ma" yang berkaitan dengan sastrawan Natsume Sōseki.
Harga tiket masuk untuk "Kami-no-Yu" di lantai bawah yang paling terjangkau adalah 700 yen untuk dewasa, dengan jam buka 6:00–23:00 (penutupan loket 22:30).
Karena tingkat keramaian dan paket yang tersedia berbeda-beda setiap hari, akan lebih nyaman jika Anda memeriksa kondisi hari itu melalui informasi fasilitas sebelum berangkat.
Dōgo Onsen Bekkan Asuka-no-Yu | Menikmati Onsen dan Kerajinan Ehime
Dōgo Onsen Bekkan Asuka-no-Yu adalah fasilitas onsen dengan konsep pemandian yang mengadopsi gaya arsitektur periode Asuka.
Di dalamnya, Anda bisa menikmati suasana yang dirancang dengan sentuhan cerita seputar Dōgo Onsen dan kerajinan tradisional Ehime.
Terletak sekitar 1 menit berjalan kaki dari Honkan, selain pemandian besar juga tersedia ruang istirahat pribadi dan ruang pemandian khusus.
Karena Anda bisa merasakan suasana yang berbeda dari Honkan, tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu dengan fokus pada onsen di Dōgo.
Jam Mekanik Botchan & Hōjō-en | Titik Temu di Depan Stasiun Dōgo Onsen
Jam mekanik Botchan adalah penanda jalan-jalan yang berada di Hōjō-en, tepat di depan Stasiun Dōgo Onsen.
Jam ini dibuat untuk memperingati 100 tahun renovasi Dōgo Onsen Honkan, dan setiap jam (setiap 30 menit tergantung musim) tokoh-tokoh dari novel "Botchan" akan muncul.
Di dekatnya juga terdapat ashiyu (kolam rendam kaki) gratis, sehingga Anda bisa merasakan suasana khas Dōgo sambil menunggu kereta atau bus.
Dōgo Haikara-dōri | Kawasan Pertokoan untuk Jalan-Jalan Setelah Berendam
Dōgo Haikara-dōri adalah kawasan pertokoan beratap sepanjang sekitar 250 m yang menghubungkan Dōgo Onsen Honkan dengan Stasiun Dōgo Onsen.
Toko oleh-oleh dan tempat makan berjajar, sehingga jalan ini mudah digunakan untuk jalan-jalan setelah berendam atau menikmati kuliner ringan.
Berjalan sambil mencari cita rasa khas Ehime seperti jus jeruk mikan dan botchan-dango (bola-bola manis khas) juga sangat direkomendasikan.
Banyak orang berjalan mengenakan yukata di kota onsen ini, namun di dalam toko sebaiknya berhati-hati dalam menangani handuk basah dan barang bawaan besar agar bisa menikmati suasana dengan nyaman.
Mengenal Sejarah Matsuyama di Jinja, Kuil, dan Reruntuhan Kastil
Di sekitar Dōgo Onsen terdapat tempat-tempat di mana Anda bisa merasakan tidak hanya budaya pemandian, tetapi juga kepercayaan kuno dan reruntuhan kastil abad pertengahan.
Di jinja dan kuil, hormatilah waktu tenang para peziarah, dan pada dasarnya ikutilah petunjuk di lokasi mengenai boleh tidaknya memotret atau memasuki area tertentu.
Isaniwa-jinja | Jinja Dōgo dengan Bangunan Kuil Merah yang Mengesankan
Isaniwa-jinja adalah jinja yang berada di Dōgo, dan bangunan kuilnya ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Dikenal sebagai bangunan langka bergaya "hachiman-zukuri" yang hanya ada tiga di Jepang, Anda bisa mengamati susunan bangunan kuil sambil berjalan melewati gerbang berlantai dua (rōmon) dan koridornya.
Jinja ini juga disebut "Yuzuki Hachiman" atau "Dōgo Hachiman", dan dikenal karena keberkahannya untuk terkabulnya doa serta jodoh.
Dari Honkan hanya sekitar 5 menit berjalan kaki, namun karena harus menaiki anak tangga batu di jalan menuju kuil, sebaiknya kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.
Saat beribadah, jangan terlalu lama berhenti di tangga atau di dalam area kuil, dan tetaplah tenang agar tidak mengganggu doa atau ritual keagamaan.
Ishite-ji | Kuil untuk Merasakan Suasana Ziarah Shikoku
Ishite-ji adalah kuil yang dikenal sebagai persinggahan ke-51 dalam ziarah 88 kuil Shikoku (Shikoku henro).
Di dalam area kuil, banyak properti budaya yang terjaga dan diwariskan, seperti Gerbang Niō (Niō-mon) yang merupakan Harta Nasional, serta pagoda tiga tingkat dan bangunan utama yang merupakan Properti Budaya Penting.
Gerbang Niō adalah gerbang berlantai dua dari periode Kamakura yang ditetapkan sebagai Harta Nasional pada tahun 1952 (Shōwa 27), dan konstruksinya yang kokoh menjadi daya tariknya.
Anda juga bisa menjumpai peziarah berpakaian henro, sehingga bisa mengenal budaya ziarah Shikoku sambil berada di Matsuyama.
Taman Dōgo & Reruntuhan Kastil Yuzuki | Menjelajahi Reruntuhan Kastil di Dekat Kota Onsen
Taman Dōgo adalah taman yang mencakup reruntuhan Kastil Yuzuki (Yuzuki-jō ato) yang merupakan situs bersejarah nasional.
Dikenal sebagai bekas kediaman klan Kōno yang merupakan penguasa (shugo) Iyo abad pertengahan, melalui museum dan kediaman samurai yang direstorasi Anda bisa merasakan lapisan sejarah yang berbeda dari kota onsen Dōgo.
Tiket masuk museum dan taman gratis, dan dari menara pandang Anda bisa memandang pusat kota Matsuyama.
Karena banyak tempat yang harus ditempuh dengan berjalan kaki di luar ruangan, sebaiknya kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.
Menikmati Budaya dan Arsitektur di Sekitar Matsuyama-jō
Sekitar Matsuyama-jō adalah kawasan budaya di mana kastil, sastra, dan arsitektur modern berjajar dalam jarak yang berdekatan.
Setelah menikmati pemandangan di luar ruangan lalu berpindah ke fasilitas dalam ruangan, Anda bisa memahami sejarah Matsuyama lebih mendalam sambil mengurangi rasa lelah berjalan.
Matsuyama-jō | Menjelajahi Kastil dengan Panorama Kota Kastil
Matsuyama-jō adalah hirayama-jiro (kastil di bukit datar) yang membentang berpusat pada bangunan utama (honmaru) di puncak Gunung Katsuyama setinggi 132 m.
Merupakan kompleks kastil luas yang membentang di honmaru, ninomaru, dan sannomaru, Anda bisa merasakan struktur kastil sambil menelusuri tembok batu, gerbang, dan menara utama (tenshu).
Menara utama merupakan salah satu dari "12 menara utama yang masih tersisa" sejak periode Edo, dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Tiket masuk menara utama seharga 520 yen untuk dewasa dan 160 yen untuk anak SD, sedangkan untuk ke puncak bukit bisa diakses dengan ropeway atau lift (pulang-pergi 520 yen untuk dewasa).
Karena cara berjalan berbeda tergantung sarana menuju puncak bukit dan cuaca, akan lebih nyaman jika pakaian dan alas kaki dibuat sedikit lebih leluasa dibanding untuk jalan-jalan biasa di kota.
Museum Saka no Ue no Kumo | Belajar Sastra dan Jepang Modern
Museum Saka no Ue no Kumo adalah fasilitas inti dari konsep yang menjadikan seluruh kota Matsuyama sebagai "museum tanpa atap".
Melalui jejak Akiyama Yoshifuru, Akiyama Saneyuki, dan Masaoka Shiki yang berasal dari Matsuyama, serta pameran tentang era Meiji, Anda bisa mempelajari keterkaitan Matsuyama dengan Jepang modern.
Bangunannya dirancang oleh arsitek Andō Tadao, sehingga tidak hanya isi pamerannya, tetapi ruang bangunannya pun menjadi daya tarik.
Harga tiket masuk 500 yen untuk umum, buka dari pukul 9:00 hingga 18:30 (pintu masuk hingga 18:00), dan pada dasarnya tutup pada hari Senin.
Bansui-sō | Bangunan Bergaya Prancis di Dekat Matsuyama-jō
Bansui-sō adalah bangunan bergaya Barat yang dibangun sebagai vila oleh Pangeran Hisamatsu Sadakoto, keturunan dari mantan penguasa Domain Matsuyama.
Dikenal sebagai bangunan bergaya Prancis murni yang mencerminkan selera Pangeran Hisamatsu yang memiliki pengalaman tinggal di Prancis.
Bangunan ini rampung pada tahun 1922 (Taishō 11), dan kini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Harga tiket masuk 400 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk anak-anak, dan jika dipadukan dengan Matsuyama-jō serta Museum Saka no Ue no Kumo, perbedaan antara budaya samurai, sastra modern, dan arsitektur Barat menjadi lebih mudah dipahami.
Menyusun Wisata Matsuyama dengan Transportasi Umum dan Jalan Kaki
Pusat Kota Matsuyama adalah kota yang mudah untuk bolak-balik antara arah Dōgo Onsen dan sekitar Matsuyama-jō menggunakan trem kota atau bus rute.
Namun, karena ada juga situasi di mana Anda harus berjalan dari pintu masuk fasilitas wisata ke ruang pameran atau menara utama, akan lebih tenang jika Anda memperhitungkan tidak hanya sarana transportasi tetapi juga waktu untuk berjalan.
Menjadikan Trem Kota sebagai Poros Membuat Perpindahan Kawasan Lebih Mudah
Jika Anda menjadikan Stasiun Dōgo Onsen, Ōkaidō, dan Stasiun Matsuyama-shi sebagai penanda, hubungan posisi antara kota onsen, sekitar kastil, dan kawasan belanja menjadi lebih mudah dipahami.
Dari Stasiun Matsuyama-shi ke Stasiun Dōgo Onsen memakan waktu sekitar 20 menit dengan trem kota.
Periksa informasi dari operator transportasi mengenai cara naik dan kondisi operasional, dan saat ramai, dekatkan barang bawaan besar ke tubuh Anda saat naik.
Barang Bawaan dan Sepatu Menentukan Kenyamanan Jalan-Jalan di Kota
Di Matsuyama-jō, Isaniwa-jinja, dan Taman Dōgo, ada situasi di mana Anda harus berjalan menaiki jalan menanjak dan tangga.
Daripada bergerak sambil membawa koper, akan lebih nyaman jika Anda memanfaatkan loker koin di penginapan atau sekitar stasiun, lalu berkeliling dalam kondisi ringan.
Etika yang Perlu Diperhatikan di Onsen, Jinja, dan Fasilitas Lain
Dalam wisata Matsuyama, cara menghabiskan waktu berbeda-beda tergantung tempatnya, seperti onsen, jinja, museum, dan reruntuhan kastil.
Karena aturan detail berbeda-beda di setiap fasilitas, sikap yang aman adalah memeriksa informasi fasilitas dan papan pengumuman di lokasi, serta bertanya kepada staf jika ragu.
Berikut kami rangkum situasi yang mudah membingungkan wisatawan asing, dibagi antara tindakan yang boleh dan yang sebaiknya dihindari.
| Situasi | Boleh | Sebaiknya Dihindari |
|---|---|---|
| Onsen | Membersihkan tubuh | Mencuci di kolam |
| Onsen | Berendam dengan tenang | Bicara keras |
| Jinja | Membungkuk hormat | Menghalangi jalan |
| Museum | Memeriksa pengumuman | Memotret tanpa izin |
| Reruntuhan kastil | Mengikuti rute | Memanjat tembok batu |
Ikuti Alur Sebelum Berendam di Onsen
Di onsen Jepang, etika umum adalah membersihkan tubuh sebelum masuk ke kolam dan tidak memasukkan handuk ke dalam air panas.
Karena aturan seperti tato atau penggunaan pakaian renang berbeda-beda di setiap fasilitas, periksalah informasi fasilitas dan papan pengumuman di lokasi.
Habiskan Waktu dengan Tenang di Jinja dan Kuil sebagai Tempat Ibadah
Isaniwa-jinja dan Ishite-ji adalah tempat wisata sekaligus tempat berdoa.
Kepedulian terhadap sekitar sangat penting, seperti tidak memotret orang yang sedang berdoa dari depan, dan tidak berhenti terlalu lama di tempat pemberian jimat atau tempat doa.
Periksa Papan Petunjuk Pemotretan di Museum dan Properti Budaya
Di ruang pameran dan bangunan properti budaya, terkadang ada pembagian antara tempat yang boleh dan tidak boleh dipotret.
Karena aturan penggunaan flash, tripod, dan perekaman video juga berbeda-beda di setiap fasilitas, periksalah papan pengumuman sebelum mengambil foto.
Menikmati Wisata Matsuyama Berdasarkan Musim dan Tipe Perjalanan
Karena Matsuyama mudah untuk memadukan penjelajahan luar ruangan dan apresiasi dalam ruangan, kota ini mudah untuk menyesuaikan tujuan sesuai musim dan cuaca.
Karena tampilan alam dan kenyamanan jalan-jalan berubah sesuai waktu, menentukan prioritas sesuai tujuan perjalanan akan meningkatkan kepuasan.
Sakura (bunga sakura) mencapai puncak mekar di Matsuyama-jō dan Taman Dōgo pada akhir Maret hingga awal April, sedangkan daun musim gugur (kōyō) diperkirakan pada pertengahan hingga akhir November.
Berikut kami rangkum penggunaan tempat sesuai musim dan cuaca.
| Kondisi | Tempat yang Cocok | Cara Menikmati |
|---|---|---|
| Hari cerah | Matsuyama-jō | Menikmati pemandangan |
| Hari hujan | Museum | Melihat pameran |
| Hari panas | Kota onsen | Berjalan sambil istirahat |
| Hari dingin | Dōgo Onsen | Menghangatkan diri di air panas |
| Sore hari | Kawasan pertokoan | Mencari makan |
Perjalanan Pertama ke Matsuyama Utamakan Dōgo dan Sekitar Kastil
Jika baru pertama kali, memilih dari tempat-tempat yang khas Matsuyama seperti Dōgo Onsen Honkan, Matsuyama-jō, dan Museum Saka no Ue no Kumo akan membuat kesan perjalanan lebih terpadu.
Jika ada waktu luang, menambahkan Isaniwa-jinja atau Taman Dōgo akan membuat Anda melihat sejarah yang menjadi latar belakang kota onsen.
Perjalanan Keluarga Menghubungkan Tempat yang Mudah untuk Beristirahat
Jika bersama anak-anak atau anggota keluarga yang lebih tua, penting untuk tidak terlalu banyak menghubungkan tempat dengan banyak jalan menanjak dan tangga.
Dengan menyelipkan kawasan pertokoan atau fasilitas dalam ruangan setelah penjelajahan luar ruangan, Anda bisa melanjutkan wisata sambil beristirahat.
Pengunjung Berulang Bisa Mendalami Sastra dan Arsitektur
Bagi yang pernah mengunjungi Dōgo Onsen dan Matsuyama-jō, berjalan-jalan dengan fokus pada Bansui-sō dan Museum Saka no Ue no Kumo akan bisa mendalami sisi budaya Matsuyama.
Karena isi pameran terkadang berubah sesuai musim, periksalah informasi fasilitas sebelum berkunjung.
Kesimpulan
Untuk menikmati 10 tempat wisata terbaik di Matsuyama, memisahkan pemikiran antara sekitar Dōgo Onsen dan sekitar Matsuyama-jō akan memudahkan penyusunan alur perjalanan.
Di Dōgo Anda menjelajahi onsen, kawasan pertokoan, jinja, dan reruntuhan kastil, sedangkan di sekitar Matsuyama-jō Anda memadukan kastil, sastra, dan arsitektur bergaya Barat, sehingga bisa merasakan pesona Matsuyama yang beragam.
Karena harga, jam buka, boleh tidaknya memotret, serta perlu tidaknya reservasi dapat berubah, periksalah informasi masing-masing fasilitas sebelum berkunjung.





