Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Tempat Wisata Matsuyama | Dogo Onsen & Kastil

10 Tempat Wisata Matsuyama | Dogo Onsen & Kastil
Panduan 10 wisata Matsuyama di sekitar Dogo Onsen dan Kastil Matsuyama. Temukan sastra, arsitektur, kuil, rute jalan kaki, dan tips pemula.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

10 spot wisata Matsuyama, Ehime yang berpusat pada Onsen Dogo dan Kastel Matsuyama, menikmati wisata pemandian, jelajah kota kastil, hingga sastra dan arsitektur bangunan bergaya Barat.

Daya tarik utama

Bangunan Utama Onsen Dogo (bangunan pemandian yang merupakan Aset Budaya Penting), Kastel Matsuyama sebagai salah satu dari 12 menara utama yang masih ada, Museum Saka no Ue no Kumo, Bansuiso, Kuil Isaniwa, Kuil Ishiteji, dan lainnya.

Akses

Area Dogo dan sekitar Kastel Matsuyama sekitar 15–20 menit dengan trem kota. Kastel Matsuyama berjarak 5–10 menit berjalan dari halte trem Okaido, dan ke puncak gunung dengan kereta gantung atau lift (pulang-pergi dewasa ¥520).

Perkiraan biaya

Bangunan Utama Onsen Dogo "Kami-no-Yu" lantai bawah ¥700, menara utama Kastel Matsuyama ¥520, Museum Saka no Ue no Kumo ¥500, Bansuiso ¥400, dan Taman Dogo gratis masuk.

Perkiraan cara berkeliling

Setengah hari di kawasan onsen Dogo dan setengah hari untuk kastel, sastra, dan bangunan bergaya Barat di sekitar Kastel Matsuyama — membagi per area membuat kunjungan tidak melelahkan.

Cara menikmati sesuai cuaca

Saat cerah, nikmati pemandangan di Kastel Matsuyama; saat hujan, gabungkan pameran dalam ruangan seperti Museum Saka no Ue no Kumo dengan jalan-jalan kastel agar perjalanan tidak mudah terganggu cuaca.

Pengalaman yang bisa dilakukan

Berendam di Bangunan Utama Onsen Dogo dan Asuka-no-Yu, jajan kuliner di Haikara-dori, ziarah kuil, jalan-jalan di reruntuhan Kastel Yuzuki, dan berkeliling bangunan bergaya Barat serta museum.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Ehime

10 Tempat Wisata Terbaik di Matsuyama dan Cara Menikmatinya

Wisata Matsuyama sangat cocok untuk perjalanan pertama ke Jepang karena pemandian air panas Dōgo Onsen, kota kastil yang berpusat di Matsuyama-jō (Kastil Matsuyama), serta fasilitas budaya untuk menikmati sastra dan arsitektur semuanya terletak berdekatan, sehingga karakter kotanya mudah dipahami.

Di kawasan Dōgo Anda bisa menikmati budaya pemandian dan menjelajahi kuil serta jinja, sedangkan di sekitar Matsuyama-jō Anda bisa memadukan kastil, museum, dan bangunan bergaya Barat, sehingga perjalanan tidak hanya dihabiskan untuk berpindah tempat.

Kedua kawasan tersebut berjarak sekitar 15–20 menit dengan trem kota (trem jalanan), dan jika dijelajahi setengah hari untuk masing-masing kawasan, Anda bisa berkeliling tanpa terburu-buru.

Tabel berikut merangkum cara menikmati setiap tempat wisata.

Kawasan Tempat Cara Menikmati
Dōgo Dōgo Onsen Honkan Arsitektur pemandian
Dōgo Asuka-no-Yu Onsen dan kerajinan
Dōgo Jam mekanik Botchan Jalan-jalan depan stasiun
Dōgo Haikara-dōri Kuliner jalanan
Dōgo Isaniwa-jinja Melihat bangunan kuil
Dōgo Ishite-ji Budaya ziarah henro
Dōgo Taman Dōgo Jalan-jalan reruntuhan kastil
Sekitar kastil Matsuyama-jō Menjelajahi kastil
Sekitar kastil Saka no Ue no Kumo Sastra dan modernisasi
Sekitar kastil Bansui-sō Arsitektur bergaya Barat

Kawasan Dōgo Onsen Cocok untuk Jalan-Jalan Setelah Berendam

Berpusat pada Dōgo Onsen Honkan, terdapat kawasan pertokoan, alun-alun depan stasiun dengan ashiyu (kolam rendam kaki), serta kuil dan taman, sehingga Anda bisa menikmati suasana kota onsen sambil berjalan mengenakan yukata (kimono musim panas).

Dengan memadukan makan dan berbelanja sebelum atau sesudah berendam, Anda bisa merasakan suasana khas Dōgo meski dalam kunjungan singkat.

Dari Stasiun Dōgo Onsen ke Honkan hanya sekitar 5 menit berjalan kaki, dan sebagian besar tempat wisata utama berada dalam jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Sekitar Matsuyama-jō Bisa Menikmati Sejarah dan Budaya Sekaligus

Di sekitar Matsuyama-jō terdapat Museum Saka no Ue no Kumo dan Bansui-sō, sehingga Anda bisa menelusuri sejarah kota kastil, sastra modern, dan arsitektur Barat dalam satu kawasan yang sama.

Dengan memadukan penjelajahan kastil di luar ruangan dan fasilitas dalam ruangan, rencana perjalanan menjadi tidak mudah terganggu oleh cuaca.

Semuanya berjarak sekitar 5–10 menit berjalan kaki dari halte trem "Ōkaidō", sehingga semua terletak dalam jangkauan yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Urutan Perjalanan Lebih Mudah Jika Dibagi antara Onsen dan Kota Kastil

Jika Anda menjelajahi kota onsen dengan santai di Dōgo, lalu berkeliling sekitar Matsuyama-jō di hari lain atau pada sore hari, perbedaan suasananya akan terasa jelas.

Jika berkeliling dalam sehari, penting untuk membatasi fasilitas yang ingin dikunjungi dan tidak menjejalkan terlalu banyak waktu untuk berendam, makan, dan melihat pameran.


Tempat Wisata Matsuyama yang Bisa Dinikmati di Sekitar Dōgo Onsen

Sekitar Dōgo Onsen adalah kawasan di mana Anda tidak hanya bisa berendam, tetapi juga menikmati bangunan, kawasan pertokoan, dan sentuhan bertema sastra sambil berjalan-jalan.

Karena syarat penggunaan fasilitas pemandian dan perlu tidaknya reservasi dapat berbeda-beda tergantung paketnya, sebaiknya periksa informasi fasilitas sebelum menggunakannya agar lebih tenang.

Dōgo Onsen Honkan | Arsitektur Pemandian yang Dicintai dalam Wisata Matsuyama

Dōgo Onsen Honkan adalah pemandian umum bersejarah yang menjadi simbol Dōgo, di dalamnya terdapat "Kami-no-Yu" dan "Tama-no-Yu".

Bangunan Honkan yang sekarang merupakan bangunan kayu yang direnovasi pada tahun 1894 (Meiji 27), dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.

Selain tampilan luar bangunan, terdapat pula daya tarik di mana sastra dan budaya onsen berpadu, seperti "Botchan-no-Ma" yang berkaitan dengan sastrawan Natsume Sōseki.

Harga tiket masuk untuk "Kami-no-Yu" di lantai bawah yang paling terjangkau adalah 700 yen untuk dewasa, dengan jam buka 6:00–23:00 (penutupan loket 22:30).

Karena tingkat keramaian dan paket yang tersedia berbeda-beda setiap hari, akan lebih nyaman jika Anda memeriksa kondisi hari itu melalui informasi fasilitas sebelum berangkat.


Dōgo Onsen Bekkan Asuka-no-Yu | Menikmati Onsen dan Kerajinan Ehime

Dōgo Onsen Bekkan Asuka-no-Yu adalah fasilitas onsen dengan konsep pemandian yang mengadopsi gaya arsitektur periode Asuka.

Di dalamnya, Anda bisa menikmati suasana yang dirancang dengan sentuhan cerita seputar Dōgo Onsen dan kerajinan tradisional Ehime.

Terletak sekitar 1 menit berjalan kaki dari Honkan, selain pemandian besar juga tersedia ruang istirahat pribadi dan ruang pemandian khusus.

Karena Anda bisa merasakan suasana yang berbeda dari Honkan, tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu dengan fokus pada onsen di Dōgo.

Jam Mekanik Botchan & Hōjō-en | Titik Temu di Depan Stasiun Dōgo Onsen

Jam mekanik Botchan adalah penanda jalan-jalan yang berada di Hōjō-en, tepat di depan Stasiun Dōgo Onsen.

Jam ini dibuat untuk memperingati 100 tahun renovasi Dōgo Onsen Honkan, dan setiap jam (setiap 30 menit tergantung musim) tokoh-tokoh dari novel "Botchan" akan muncul.

Di dekatnya juga terdapat ashiyu (kolam rendam kaki) gratis, sehingga Anda bisa merasakan suasana khas Dōgo sambil menunggu kereta atau bus.

Dōgo Haikara-dōri | Kawasan Pertokoan untuk Jalan-Jalan Setelah Berendam

Dōgo Haikara-dōri adalah kawasan pertokoan beratap sepanjang sekitar 250 m yang menghubungkan Dōgo Onsen Honkan dengan Stasiun Dōgo Onsen.

Toko oleh-oleh dan tempat makan berjajar, sehingga jalan ini mudah digunakan untuk jalan-jalan setelah berendam atau menikmati kuliner ringan.

Berjalan sambil mencari cita rasa khas Ehime seperti jus jeruk mikan dan botchan-dango (bola-bola manis khas) juga sangat direkomendasikan.

Banyak orang berjalan mengenakan yukata di kota onsen ini, namun di dalam toko sebaiknya berhati-hati dalam menangani handuk basah dan barang bawaan besar agar bisa menikmati suasana dengan nyaman.

Mengenal Sejarah Matsuyama di Jinja, Kuil, dan Reruntuhan Kastil

Di sekitar Dōgo Onsen terdapat tempat-tempat di mana Anda bisa merasakan tidak hanya budaya pemandian, tetapi juga kepercayaan kuno dan reruntuhan kastil abad pertengahan.

Di jinja dan kuil, hormatilah waktu tenang para peziarah, dan pada dasarnya ikutilah petunjuk di lokasi mengenai boleh tidaknya memotret atau memasuki area tertentu.

Isaniwa-jinja | Jinja Dōgo dengan Bangunan Kuil Merah yang Mengesankan

Isaniwa-jinja adalah jinja yang berada di Dōgo, dan bangunan kuilnya ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.

Dikenal sebagai bangunan langka bergaya "hachiman-zukuri" yang hanya ada tiga di Jepang, Anda bisa mengamati susunan bangunan kuil sambil berjalan melewati gerbang berlantai dua (rōmon) dan koridornya.

Jinja ini juga disebut "Yuzuki Hachiman" atau "Dōgo Hachiman", dan dikenal karena keberkahannya untuk terkabulnya doa serta jodoh.

Dari Honkan hanya sekitar 5 menit berjalan kaki, namun karena harus menaiki anak tangga batu di jalan menuju kuil, sebaiknya kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Saat beribadah, jangan terlalu lama berhenti di tangga atau di dalam area kuil, dan tetaplah tenang agar tidak mengganggu doa atau ritual keagamaan.


Ishite-ji | Kuil untuk Merasakan Suasana Ziarah Shikoku

Ishite-ji adalah kuil yang dikenal sebagai persinggahan ke-51 dalam ziarah 88 kuil Shikoku (Shikoku henro).

Di dalam area kuil, banyak properti budaya yang terjaga dan diwariskan, seperti Gerbang Niō (Niō-mon) yang merupakan Harta Nasional, serta pagoda tiga tingkat dan bangunan utama yang merupakan Properti Budaya Penting.

Gerbang Niō adalah gerbang berlantai dua dari periode Kamakura yang ditetapkan sebagai Harta Nasional pada tahun 1952 (Shōwa 27), dan konstruksinya yang kokoh menjadi daya tariknya.

Anda juga bisa menjumpai peziarah berpakaian henro, sehingga bisa mengenal budaya ziarah Shikoku sambil berada di Matsuyama.


Taman Dōgo & Reruntuhan Kastil Yuzuki | Menjelajahi Reruntuhan Kastil di Dekat Kota Onsen

Taman Dōgo adalah taman yang mencakup reruntuhan Kastil Yuzuki (Yuzuki-jō ato) yang merupakan situs bersejarah nasional.

Dikenal sebagai bekas kediaman klan Kōno yang merupakan penguasa (shugo) Iyo abad pertengahan, melalui museum dan kediaman samurai yang direstorasi Anda bisa merasakan lapisan sejarah yang berbeda dari kota onsen Dōgo.

Tiket masuk museum dan taman gratis, dan dari menara pandang Anda bisa memandang pusat kota Matsuyama.

Karena banyak tempat yang harus ditempuh dengan berjalan kaki di luar ruangan, sebaiknya kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Menikmati Budaya dan Arsitektur di Sekitar Matsuyama-jō

Sekitar Matsuyama-jō adalah kawasan budaya di mana kastil, sastra, dan arsitektur modern berjajar dalam jarak yang berdekatan.

Setelah menikmati pemandangan di luar ruangan lalu berpindah ke fasilitas dalam ruangan, Anda bisa memahami sejarah Matsuyama lebih mendalam sambil mengurangi rasa lelah berjalan.

Matsuyama-jō | Menjelajahi Kastil dengan Panorama Kota Kastil

Matsuyama-jō adalah hirayama-jiro (kastil di bukit datar) yang membentang berpusat pada bangunan utama (honmaru) di puncak Gunung Katsuyama setinggi 132 m.

Merupakan kompleks kastil luas yang membentang di honmaru, ninomaru, dan sannomaru, Anda bisa merasakan struktur kastil sambil menelusuri tembok batu, gerbang, dan menara utama (tenshu).

Menara utama merupakan salah satu dari "12 menara utama yang masih tersisa" sejak periode Edo, dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.

Tiket masuk menara utama seharga 520 yen untuk dewasa dan 160 yen untuk anak SD, sedangkan untuk ke puncak bukit bisa diakses dengan ropeway atau lift (pulang-pergi 520 yen untuk dewasa).

Karena cara berjalan berbeda tergantung sarana menuju puncak bukit dan cuaca, akan lebih nyaman jika pakaian dan alas kaki dibuat sedikit lebih leluasa dibanding untuk jalan-jalan biasa di kota.


Museum Saka no Ue no Kumo | Belajar Sastra dan Jepang Modern

Museum Saka no Ue no Kumo adalah fasilitas inti dari konsep yang menjadikan seluruh kota Matsuyama sebagai "museum tanpa atap".

Melalui jejak Akiyama Yoshifuru, Akiyama Saneyuki, dan Masaoka Shiki yang berasal dari Matsuyama, serta pameran tentang era Meiji, Anda bisa mempelajari keterkaitan Matsuyama dengan Jepang modern.

Bangunannya dirancang oleh arsitek Andō Tadao, sehingga tidak hanya isi pamerannya, tetapi ruang bangunannya pun menjadi daya tarik.

Harga tiket masuk 500 yen untuk umum, buka dari pukul 9:00 hingga 18:30 (pintu masuk hingga 18:00), dan pada dasarnya tutup pada hari Senin.

Bansui-sō | Bangunan Bergaya Prancis di Dekat Matsuyama-jō

Bansui-sō adalah bangunan bergaya Barat yang dibangun sebagai vila oleh Pangeran Hisamatsu Sadakoto, keturunan dari mantan penguasa Domain Matsuyama.

Dikenal sebagai bangunan bergaya Prancis murni yang mencerminkan selera Pangeran Hisamatsu yang memiliki pengalaman tinggal di Prancis.

Bangunan ini rampung pada tahun 1922 (Taishō 11), dan kini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.

Harga tiket masuk 400 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk anak-anak, dan jika dipadukan dengan Matsuyama-jō serta Museum Saka no Ue no Kumo, perbedaan antara budaya samurai, sastra modern, dan arsitektur Barat menjadi lebih mudah dipahami.

Menyusun Wisata Matsuyama dengan Transportasi Umum dan Jalan Kaki

Pusat Kota Matsuyama adalah kota yang mudah untuk bolak-balik antara arah Dōgo Onsen dan sekitar Matsuyama-jō menggunakan trem kota atau bus rute.

Namun, karena ada juga situasi di mana Anda harus berjalan dari pintu masuk fasilitas wisata ke ruang pameran atau menara utama, akan lebih tenang jika Anda memperhitungkan tidak hanya sarana transportasi tetapi juga waktu untuk berjalan.

Menjadikan Trem Kota sebagai Poros Membuat Perpindahan Kawasan Lebih Mudah

Jika Anda menjadikan Stasiun Dōgo Onsen, Ōkaidō, dan Stasiun Matsuyama-shi sebagai penanda, hubungan posisi antara kota onsen, sekitar kastil, dan kawasan belanja menjadi lebih mudah dipahami.

Dari Stasiun Matsuyama-shi ke Stasiun Dōgo Onsen memakan waktu sekitar 20 menit dengan trem kota.

Periksa informasi dari operator transportasi mengenai cara naik dan kondisi operasional, dan saat ramai, dekatkan barang bawaan besar ke tubuh Anda saat naik.

Barang Bawaan dan Sepatu Menentukan Kenyamanan Jalan-Jalan di Kota

Di Matsuyama-jō, Isaniwa-jinja, dan Taman Dōgo, ada situasi di mana Anda harus berjalan menaiki jalan menanjak dan tangga.

Daripada bergerak sambil membawa koper, akan lebih nyaman jika Anda memanfaatkan loker koin di penginapan atau sekitar stasiun, lalu berkeliling dalam kondisi ringan.

Etika yang Perlu Diperhatikan di Onsen, Jinja, dan Fasilitas Lain

Dalam wisata Matsuyama, cara menghabiskan waktu berbeda-beda tergantung tempatnya, seperti onsen, jinja, museum, dan reruntuhan kastil.

Karena aturan detail berbeda-beda di setiap fasilitas, sikap yang aman adalah memeriksa informasi fasilitas dan papan pengumuman di lokasi, serta bertanya kepada staf jika ragu.

Berikut kami rangkum situasi yang mudah membingungkan wisatawan asing, dibagi antara tindakan yang boleh dan yang sebaiknya dihindari.

Situasi Boleh Sebaiknya Dihindari
Onsen Membersihkan tubuh Mencuci di kolam
Onsen Berendam dengan tenang Bicara keras
Jinja Membungkuk hormat Menghalangi jalan
Museum Memeriksa pengumuman Memotret tanpa izin
Reruntuhan kastil Mengikuti rute Memanjat tembok batu

Ikuti Alur Sebelum Berendam di Onsen

Di onsen Jepang, etika umum adalah membersihkan tubuh sebelum masuk ke kolam dan tidak memasukkan handuk ke dalam air panas.

Karena aturan seperti tato atau penggunaan pakaian renang berbeda-beda di setiap fasilitas, periksalah informasi fasilitas dan papan pengumuman di lokasi.

Habiskan Waktu dengan Tenang di Jinja dan Kuil sebagai Tempat Ibadah

Isaniwa-jinja dan Ishite-ji adalah tempat wisata sekaligus tempat berdoa.

Kepedulian terhadap sekitar sangat penting, seperti tidak memotret orang yang sedang berdoa dari depan, dan tidak berhenti terlalu lama di tempat pemberian jimat atau tempat doa.

Periksa Papan Petunjuk Pemotretan di Museum dan Properti Budaya

Di ruang pameran dan bangunan properti budaya, terkadang ada pembagian antara tempat yang boleh dan tidak boleh dipotret.

Karena aturan penggunaan flash, tripod, dan perekaman video juga berbeda-beda di setiap fasilitas, periksalah papan pengumuman sebelum mengambil foto.

Menikmati Wisata Matsuyama Berdasarkan Musim dan Tipe Perjalanan

Karena Matsuyama mudah untuk memadukan penjelajahan luar ruangan dan apresiasi dalam ruangan, kota ini mudah untuk menyesuaikan tujuan sesuai musim dan cuaca.

Karena tampilan alam dan kenyamanan jalan-jalan berubah sesuai waktu, menentukan prioritas sesuai tujuan perjalanan akan meningkatkan kepuasan.

Sakura (bunga sakura) mencapai puncak mekar di Matsuyama-jō dan Taman Dōgo pada akhir Maret hingga awal April, sedangkan daun musim gugur (kōyō) diperkirakan pada pertengahan hingga akhir November.

Berikut kami rangkum penggunaan tempat sesuai musim dan cuaca.

Kondisi Tempat yang Cocok Cara Menikmati
Hari cerah Matsuyama-jō Menikmati pemandangan
Hari hujan Museum Melihat pameran
Hari panas Kota onsen Berjalan sambil istirahat
Hari dingin Dōgo Onsen Menghangatkan diri di air panas
Sore hari Kawasan pertokoan Mencari makan

Perjalanan Pertama ke Matsuyama Utamakan Dōgo dan Sekitar Kastil

Jika baru pertama kali, memilih dari tempat-tempat yang khas Matsuyama seperti Dōgo Onsen Honkan, Matsuyama-jō, dan Museum Saka no Ue no Kumo akan membuat kesan perjalanan lebih terpadu.

Jika ada waktu luang, menambahkan Isaniwa-jinja atau Taman Dōgo akan membuat Anda melihat sejarah yang menjadi latar belakang kota onsen.

Perjalanan Keluarga Menghubungkan Tempat yang Mudah untuk Beristirahat

Jika bersama anak-anak atau anggota keluarga yang lebih tua, penting untuk tidak terlalu banyak menghubungkan tempat dengan banyak jalan menanjak dan tangga.

Dengan menyelipkan kawasan pertokoan atau fasilitas dalam ruangan setelah penjelajahan luar ruangan, Anda bisa melanjutkan wisata sambil beristirahat.

Pengunjung Berulang Bisa Mendalami Sastra dan Arsitektur

Bagi yang pernah mengunjungi Dōgo Onsen dan Matsuyama-jō, berjalan-jalan dengan fokus pada Bansui-sō dan Museum Saka no Ue no Kumo akan bisa mendalami sisi budaya Matsuyama.

Karena isi pameran terkadang berubah sesuai musim, periksalah informasi fasilitas sebelum berkunjung.

Kesimpulan

Untuk menikmati 10 tempat wisata terbaik di Matsuyama, memisahkan pemikiran antara sekitar Dōgo Onsen dan sekitar Matsuyama-jō akan memudahkan penyusunan alur perjalanan.

Di Dōgo Anda menjelajahi onsen, kawasan pertokoan, jinja, dan reruntuhan kastil, sedangkan di sekitar Matsuyama-jō Anda memadukan kastil, sastra, dan arsitektur bergaya Barat, sehingga bisa merasakan pesona Matsuyama yang beragam.

Karena harga, jam buka, boleh tidaknya memotret, serta perlu tidaknya reservasi dapat berubah, periksalah informasi masing-masing fasilitas sebelum berkunjung.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Pada dasarnya, berkelilinglah dengan membagi menjadi dua area: kawasan Onsen Dogo dan sekitar Kastil Matsuyama. Kedua area berjarak 15–20 menit dengan trem kota, dan membaginya masing-masing setengah hari memungkinkan Anda berjalan tanpa menjejalkan berendam, kunjungan pameran, dan makan. Karena kastil di luar ruangan sementara museum dan bangunan Barat di dalam ruangan, menukar urutannya sesuai cuaca membuat hari hujan pun tak terbuang.
A. Yang paling terjangkau, "Kami no Yu" lantai bawah seharga 700 yen untuk dewasa, dengan jam operasional 06.00–23.00 (penutupan loket 22.30). Di kalangan warga lokal, "mandi pagi" tepat setelah buka pukul 06.00 adalah ikon, dan kebiasaan menuju sarapan di pertokoan setelah mandi telah mengakar. Di dalam gedung juga ada "Kamar Bocchan" yang terkait Natsume Soseki, sehingga Anda bisa menikmati berendam dan jalan-jalan bertema sastra sekaligus.
A. Honkan adalah bangunan properti budaya penting yang direnovasi pada Meiji 27, sedangkan Asuka no Yu adalah pemandian baru untuk menikmati kerajinan tradisional Ehime. Kedua gedung berjarak sekitar 1 menit jalan kaki. Dengan menyusuri Honkan yang bersejarah lalu mengunjungi gedung tambahan yang dihiasi kriya lokal, Anda bisa merasakan budaya pemandian Dogo lama dan baru sekaligus.
A. Tiket melihat menara 520 yen untuk dewasa dan 160 yen untuk siswa SD, sedangkan kereta gantung/lift ke puncak 520 yen pulang-pergi untuk dewasa. Bila memakai keduanya sekaligus, total untuk dewasa adalah 1.040 yen. Kastil berada di puncak Gunung Katsuyama setinggi 132 m, dan naik lift saat pergi lalu kereta gantung saat pulang akan menghadirkan variasi.
A. Menara Kastil Matsuyama adalah salah satu dari "12 menara asli" yang bertahan sejak era Edo, kastil ternama nasional yang ditetapkan sebagai properti budaya penting negara. Benteng luas yang mencakup Honmaru, Ninomaru, dan Sannomaru masih tersisa, dan jalan pendakian yang berbelok bak labirin serta tembok batu tinggi adalah bentuk siasat mencegah penyusupan musuh. Pemandangan Dataran Matsuyama hingga Laut Seto dari dalam menara juga tak boleh dilewatkan.
A. Bangunan kuil bergaya "Hachiman-zukuri" yang hanya ada tiga contoh di Jepang merupakan properti budaya penting negara, kuil berkesan dengan gerbang menara dan koridor berwarna merah cerah. Sekitar 5 menit jalan kaki dari Honkan, tetapi di jalan menuju kuil terdapat 135 anak tangga batu, jadi sepatu yang nyaman lebih aman. Ema aritmetika Jepang "sangaku" yang dipersembahkan pada era Edo masih tersisa, memperlihatkan budaya belajar masa itu saat soal matematika sulit dipersembahkan kepada dewa.
A. Ishiteji adalah kuil ke-51 dalam ziarah Shikoku. Di area kuil ini terdapat Gerbang Nio, harta nasional yang dibangun pada era Kamakura, serta pagoda tiga tingkat dan aula utama yang berstatus properti budaya penting. Konon, mengusap sandal jerami besar di Gerbang Nio pada bagian tubuh yang sakit dipercaya membawa berkah pemulihan. Di belakang aula utama terdapat Gua Mantra sepanjang sekitar 160 m, tempat pengalaman berdoa unik dengan berjalan menembus kegelapan.
A. Dogo Haikara-dori adalah arcade pertokoan sepanjang sekitar 250 m yang menghubungkan Stasiun Onsen Dogo dan Honkan, dengan dua ikon utama bocchan dango dan jus jeruk. Jus jeruk dari keran yang menyajikan sari buah jeruk murni asal Prefektur Ehime seru untuk membandingkan varietas, dan jenis yang tersedia berubah menurut musim. Karena banyak pengunjung berjalan dengan kimono atau yukata setelah mandi, rapikan handuk basah dan barang bawaan agar tidak mengganggu di depan toko.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.