Nikmati Perjalanan ke Jepang!

15 Tempat Wisata Terbaik di Miyagi | Sendai, Matsushima & Zao

15 Tempat Wisata Terbaik di Miyagi | Sendai, Matsushima & Zao
Temukan 15 tempat wisata Miyagi, dari sejarah Sendai dan panorama Matsushima hingga alam Zao, lengkap dengan pilihan area dan tips transportasi.

Ringkasan Cepat

Daya tarik sekilas

Wisata di Miyagi menawarkan sejarah, laut, dan pegunungan yang dapat dinikmati dalam jarak berdekatan, mulai dari situs bersejarah di Sendai yang berkaitan dengan Date Masamune, panorama Teluk Matsushima (salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah di Jepang), hingga Danau Kawah Okama di Zao.

Sorotan Sendai

Patung berkuda Masamune dan panorama kota di reruntuhan Kastil Sendai (Aoba, situs bersejarah nasional), makam bergaya Momoyama Zuihoden, Kuil Osaki Hachimangu dengan bangunan harta nasional, dan Jozenji-dori yang berjajar pohon zelkova.

Kuil dan panorama laut Matsushima–Shiogama

Teluk Matsushima dengan lebih dari 260 pulau besar dan kecil, Kuil Zuiganji (harta nasional), "Kuil Mawar" Entsuin, Godaido di tepi laut, dan Kuil Shiogama, kuil utama Provinsi Mutsu.

Alam Zao dan kota kastel di selatan prefektur

Danau Kawah Okama di Zao yang berkilau hijau zamrud di ketinggian sekitar 1.600 meter, Kastil Shiroishi dengan menara utama yang direkonstruksi dari kayu, dan Michinoku Mori no Kohan Park yang dipenuhi bunga dan ruang hijau.

Akses dan cara berkeliling

Dari Stasiun Sendai ke Stasiun Matsushima-Kaigan sekitar 40 menit dengan Jalur JR Senseki. Untuk berkeliling situs bersejarah di pusat Kota Sendai, bus wisata "Loople Sendai" praktis; untuk Zao, Naruko, dan Tome, pertimbangkan menyewa mobil atau periksa jadwal dan frekuensi bus.

Perkiraan biaya

Tiket masuk Michinoku Mori no Kohan Park 450 yen untuk dewasa (SMA ke atas), gratis untuk SMP ke bawah. Kawasan kota Tome menyediakan tiket terusan untuk mengunjungi beberapa fasilitas sekaligus.

Cara menikmati saat hujan dan menurut musim

Saat hujan, beralihlah ke spot sejarah, museum, dan wisata kota di Sendai. Daun merah Ngarai Naruko biasanya terlihat dari pertengahan Oktober hingga pertengahan November; Air Terjun Akiu setinggi 55 meter dikenal sebagai salah satu dari Tiga Air Terjun Terkenal di Jepang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Miyagi

15 Tempat Wisata Terbaik di Miyagi: Sejarah, Alam, dan Akses

Miyagi adalah prefektur yang menawarkan beragam tempat wisata, mulai dari situs bersejarah yang berkaitan dengan Date Masamune (seorang daimyō terkenal), panorama laut Matsushima—salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang (Nihon Sankei)—hingga pegunungan Zaō. Kota Sendai cocok dijadikan basis perjalanan.

Untuk kunjungan pertama, pusatkan itinerary di Sendai dan Matsushima, lalu tambahkan Zaō, Akiu, atau wisata kota di bagian utara prefektur sesuai durasi dan musim perjalanan. Cara ini membantu Anda menikmati ciri khas Miyagi tanpa terlalu banyak berpindah tempat.

Daftar Tempat Wisata Miyagi Berdasarkan Area

Pertama-tama, pahami dulu area yang menarik minat Anda dan suasananya sesuai tujuan perjalanan.

Tempat Ciri Khas Cocok untuk
Reruntuhan Kastil Sendai Sejarah dan pemandangan Kunjungan pertama
Zuihōden Budaya Date Pencinta sejarah
Ōsaki Hachimangū Bangunan kuil harta nasional Pencinta arsitektur tradisional
Jōzenji-dōri Jalan berpepohonan Wisata kota
Kawasan Pesisir Matsushima Laut dan pulau Pencinta panorama
Zuigan-ji Berkaitan dengan Date Wisata kuil
Entsūin Taman Jalan santai
Godaidō Kuil tepi laut Berburu foto
Shiogama-jinja Kuil kuno Ziarah kuil
Zaō Okama Danau kawah Pencinta alam
Kastil Shiroishi Kota kastil Wisata sejarah
Michinoku Park Bunga dan ruang hijau Wisata keluarga
Air Terjun Akiu Air terjun dan hutan Mencari udara sejuk
Naruko-kyō Ngarai Wisata musim gugur
Kota Tome Arsitektur era Meiji Wisata kota

Tips Menyusun Itinerary Miyagi dari Sendai

Di Kota Sendai, wisata kota dan situs bersejarah dapat dikunjungi dalam satu rute. Di Matsushima, Anda dapat menikmati panorama pesisir sekaligus mengunjungi kuil-kuil bersejarah.

Perjalanan dari Stasiun Sendai ke Stasiun Matsushima-Kaigan memakan waktu sekitar 40 menit dengan JR Senseki Line. Karena itu, kedua area mudah digabungkan dalam itinerary 1–2 hari.

Akses ke Zaō, Naruko-kyō, dan kawasan Tome dapat dipengaruhi cuaca serta jadwal transportasi. Periksa status operasional dan informasi akses resmi sebelum berangkat agar perjalanan lebih lancar.

Wisata Sejarah dan Kota di Sendai

Sendai merupakan pintu masuk utama untuk menjelajahi Miyagi. Dalam satu hari, Anda dapat mengunjungi situs bersejarah yang berkaitan dengan klan Date sekaligus menikmati suasana kota yang rindang.

Untuk mengenal sejarah Miyagi dalam waktu singkat, jadikan Reruntuhan Kastil Sendai, Zuihōden, dan Ōsaki Hachimangū sebagai tujuan utama.

Ketiga tempat tersebut terhubung oleh bus wisata keliling Loople Sendai dari pusat kota, sehingga mudah dikunjungi tanpa mobil.

Reruntuhan Kastil Sendai (Aoba-jō) | Sejarah Date Masamune dan Panorama Kota

Reruntuhan Kastil Sendai (Aoba-jō) adalah bekas kastil yang mulai dibangun oleh Date Masamune di Gunung Aoba pada 1601. Kini, pengunjung dapat melihat tembok batu, patung berkuda Date Masamune, dan panorama Kota Sendai.

Dari bekas honmaru (kompleks utama kastil) di ketinggian sekitar 130 meter, Anda dapat melihat Kota Sendai hingga Samudra Pasifik. Tempat ini ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional pada 2003.

Menara utama konon tidak dibangun karena Date Masamune berhati-hati terhadap Tokugawa Ieyasu. Karena itu, daya tarik situs ini bukan menara kastil, melainkan bentuk medan, sisa struktur, dan panorama yang membantu pengunjung membayangkan fungsi pertahanannya.

Patung berkuda Date Masamune di bekas honmaru menjadi simbol Reruntuhan Kastil Sendai. Bahkan tanpa pengetahuan sejarah yang mendalam, pengunjung dapat memahami kaitan erat tokoh ini dengan asal-usul Sendai.


Zuihōden | Mausoleum Date Masamune Bergaya Momoyama

Zuihōden adalah mausoleum (otamaya) Date Masamune, pendiri Domain Sendai. Bangunan makam yang didirikan pada 1637 ini menampilkan dekorasi mewah khas budaya Momoyama.

Setelah bangunan aslinya terbakar dalam perang, Zuihōden direkonstruksi pada 1979. Hiasannya yang berwarna cerah menciptakan kontras dengan jalan masuk yang tenang dan dinaungi pepohonan cedar.

Di dalam kawasan ini terdapat mausoleum Tadamune, pemimpin generasi kedua, dan Tsunamune, generasi ketiga, serta museum yang memamerkan artefak hasil penggalian. Pengunjung dapat mengenal sejarah tiga generasi klan Date dalam satu kunjungan.

Jalan menuju mausoleum memiliki tanjakan dan tangga batu di antara pepohonan cedar, jadi kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.


Ōsaki Hachimangū | Kuil Shinto Berstatus Harta Nasional

Ōsaki Hachimangū adalah kuil Shinto yang dibangun oleh Date Masamune pada 1607, tahun ke-12 era Keichō. Bangunan bergaya gongen-zukuri dengan ciri arsitektur Momoyama ini ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang pada 1952.

Kompleks yang menyatukan honden (ruang utama), ishi-no-ma (ruang penghubung), dan haiden (aula pemujaan) ini dihiasi lukisan aliran Kanō serta ukiran berwarna cerah. Bangunan tersebut merupakan salah satu contoh utama arsitektur Momoyama yang masih terpelihara di Sendai.

Saat berkunjung, ikuti aturan pemotretan dan akses yang tertera di lokasi, serta jaga ketenangan di dalam kawasan kuil.


Jōzenji-dōri | Jalan Ikonik Berpohon Zelkova di Sendai

Jōzenji-dōri adalah jalan sepanjang sekitar 700 meter yang dinaungi pohon zelkova (keyaki) dan menghubungkan Taman Nishi dengan Taman Kōtōdai. Jalan ini menghadirkan suasana hijau di pusat Sendai.

Pada musim dingin diadakan "SENDAI Pageant of Starlight", yang menjadi pemandangan khas musim dingin Sendai.

Jōzenji-dōri cocok disinggahi di antara kunjungan ke tempat wisata lain. Anda juga dapat memadukan jalan santai di sini dengan waktu di kafe atau berbelanja.

Wisata Pesisir dan Kuil di Matsushima serta Shiogama

Kawasan Matsushima merupakan bagian dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang. Di sini, Anda dapat menikmati panorama lebih dari 260 pulau besar dan kecil di Teluk Matsushima sekaligus mengunjungi kuil yang berkaitan dengan klan Date.

Matsushima mudah dikunjungi dalam perjalanan sehari dari Sendai. Namun, sediakan waktu lebih longgar bila ingin menikmati kuil dan berjalan santai di tepi laut.

Kawasan Pesisir Matsushima | Panorama Teluk dan Pulau-Pulau

Kawasan pesisir Matsushima merupakan salah satu panorama paling terkenal di Miyagi, dengan pulau-pulau kecil di teluk yang berpadu dengan hijaunya pepohonan pinus.

Warna dan suasana laut berubah mengikuti cuaca. Jangan hanya berfokus pada foto; nikmati perubahan panorama melalui kapal wisata dan jalan santai di tepi laut.


Zuigan-ji | Kuil Zen Berstatus Harta Nasional di Matsushima

Zuigan-ji adalah kuil Zen dari aliran Rinzai Myōshin-ji yang konon didirikan oleh Jikaku Daishi Ennin pada awal periode Heian. Kuil ini menjadi salah satu landmark budaya utama Matsushima.

Aula utama yang pembangunannya diselesaikan oleh Date Masamune pada 1609 setelah berlangsung selama 5 tahun ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang pada 1953. Bangunan ini menunjukkan hubungan erat Zuigan-ji dengan klan Date.

Aturan pemotretan dan area yang dapat dimasuki berbeda-beda di dalam aula serta ruang penyimpanan benda budaya. Periksa petunjuk di lokasi sebelum masuk.


Entsūin | Kuil dengan Taman Mawar yang Tenang

Entsūin adalah kuil yang menaungi Sankeiden, mausoleum Mitsumune—cucu Date Masamune—yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang. Karena memiliki taman mawar, kuil ini juga dikenal sebagai Bara-dera atau “Kuil Mawar”.

Pada zushi (kotak suci) di Sankeiden terdapat lukisan mawar dan bunga narsis yang konon terinspirasi oleh perjalanan Hasekura Tsunenaga ke Barat. Motif tersebut juga tercermin di Taman Barat Hakkahō, tempat pengunjung dapat menikmati bunga mawar.

Kegiatan membuat juzu (tasbih Buddha) juga populer. Setelah meninggalkan keramaian di sekitar Zuigan-ji, berjalanlah menyusuri taman batu dan pepohonan untuk menikmati sisi Matsushima yang lebih tenang.


Godaidō dan Shiogama-jinja | Kuil Bersejarah di Kawasan Pesisir

Godaidō adalah aula yang berdiri di pulau kecil dekat kawasan pesisir Matsushima. Asal-usulnya dikaitkan dengan Bishamon-dō yang dibangun oleh Sakanoue no Tamuramaro pada era Daidō (807–809). Bangunan saat ini direkonstruksi oleh Date Masamune pada 1604 dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang; bangunan ini merupakan salah satu contoh arsitektur Momoyama tertua yang masih ada di Tōhoku.

Patung Godai Myōō, yang biasanya tidak diperlihatkan kepada publik, dibuka untuk umum sekali setiap 33 tahun. Lokasinya yang sangat dekat dengan laut menciptakan pemandangan khas Matsushima.

Bila melanjutkan perjalanan ke Shiogama, kunjungi Shiogama-jinja, kuil yang sejak dahulu dihormati sebagai ichinomiya atau kuil utama di bekas Provinsi Mutsu.

Kuil ini berada dalam kompleks yang sama dengan Shiwahiko-jinja. Karena jalur utama (omotesandō) memiliki tangga batu yang curam, gunakan pintu masuk timur yang lebih landai bila ingin mengurangi beban berjalan.



Wisata Pegunungan dan Kota Kastil di Zaō serta Miyagi Selatan

Kawasan Zaō dan bagian selatan prefektur menampilkan sisi Miyagi yang berbeda dari Sendai dan Matsushima, mulai dari panorama pegunungan dan kota kastil hingga taman berbunga.

Cuaca dapat mengubah kondisi dan panorama destinasi alam dengan cepat. Hindari itinerary yang terlalu padat, dan pilih tujuan sesuai transportasi serta kondisi pada hari kunjungan.

Zaō Okama | Danau Kawah Berwarna di Pegunungan Zaō

Zaō Okama adalah danau kawah berbentuk bundar di Pegunungan Zaō, tepat di perbatasan Prefektur Miyagi dan Yamagata. Danau ini berada di ketinggian sekitar 1.600 meter dan memiliki keliling sekitar 1.080 meter.

Permukaan airnya dapat tampak hijau tua atau biru bergantung pada cahaya matahari dan cuaca. Karena itu, danau ini juga disebut Goshiki-ko atau “danau lima warna” dan menjadi salah satu panorama alam ikonik Miyagi.

Air danau sangat asam sehingga hampir tidak mendukung kehidupan. Zaō Echo Line biasanya ditutup pada musim dingin, jadi periksa informasi jalan resmi dan petunjuk setempat sebelum berkunjung.


Kastil Shiroishi | Jejak Klan Katakura di Kota Kastil

Kastil Shiroishi di Miyagi selatan menjadi kediaman klan Katakura, pengikut utama klan Date, hingga Restorasi Meiji. Kastil ini memperoleh pengecualian sehingga tetap dipertahankan meskipun Peraturan Satu Provinsi Satu Kastil diberlakukan pada 1615.

Menara utama tiga tingkat yang dibongkar pada era Meiji direkonstruksi dengan kayu dan metode tradisional pada 1995. Rekonstruksi ini menjadi daya tarik utama kastil.

Selain melihat kastil, berjalanlah di sekitar bekas kediaman samurai dan kawasan kota tua. Suasananya menghadirkan jejak sejarah yang lebih tenang dibanding pusat Sendai.


Kokuei Michinoku Mori no Kohan Kōen | Taman Luas dengan Bunga Musiman

Kokuei Michinoku Mori no Kohan Kōen, yang juga dikenal sebagai Michinoku Park, adalah satu-satunya taman rekreasi nasional yang dikelola pemerintah pusat di wilayah Tōhoku. Taman ini memanfaatkan lanskap alam di sekitar Danau Kamafusa, Kota Kawasaki.

Harga tiket masuk adalah 450 yen untuk pengunjung usia SMA ke atas, sedangkan pelajar SMP ke bawah dapat masuk gratis. Tulip bermekaran pada musim semi dan bunga kosmos menghiasi taman pada musim gugur.

Dengan bunga musiman, hamparan rumput, dan perbukitan bernuansa pedesaan, taman ini cocok untuk keluarga yang ingin beristirahat di alam di sela itinerary kuil dan reruntuhan kastil.


Wisata Alam Miyagi: Air Terjun, Ngarai, dan Pegunungan

Daya tarik alam Miyagi tidak hanya terletak di laut, tetapi juga mencakup air terjun, ngarai, dan panorama pegunungan.

Destinasi yang sama menawarkan pengalaman berbeda pada setiap musim: udara sejuk pada musim panas, dedaunan berwarna pada musim gugur, dan panorama salju pada musim dingin. Pilih tempat sesuai musim agar perjalanan lebih berkesan.

Air Terjun Akiu | Air Terjun Setinggi 55 Meter dekat Sendai

Air Terjun Akiu berada di hulu Sungai Natori, Distrik Taihaku, Kota Sendai, dengan ketinggian 55 meter dan lebar 6 meter. Air terjun ini sering disebut bersama Air Terjun Nachi dan Air Terjun Kegon sebagai salah satu dari Tiga Air Terjun Besar Jepang.

Air terjun ini juga ditetapkan sebagai Situs Keindahan Alam Nasional. Lokasinya cocok untuk perjalanan singkat dari pusat Sendai bagi wisatawan yang ingin menikmati alam.

Sebagian jalur menuju kolam air terjun dapat basah dan licin. Kenakan sepatu yang nyaman serta hindari turun ketika cuaca buruk.


Naruko-kyō | Spot Daun Musim Gugur dan Panorama Ngarai

Naruko-kyō adalah ngarai sedalam sekitar 100 meter yang dibentuk oleh aliran Sungai Ōya di Kota Ōsaki. Tempat ini menjadi salah satu destinasi alam utama di Miyagi utara.

Periode terbaik untuk melihat daun musim gugur (koyō) biasanya berlangsung dari pertengahan Oktober hingga pertengahan November. Panorama dari Jembatan Ōfukasawa dan jalur jalan kaki di sekitarnya sangat populer.

Pepohonan dan ngarai menampilkan suasana berbeda pada setiap musim. Nikmati kondisi yang Anda temui saat berkunjung, bukan hanya membandingkannya dengan foto.


Tips Memilih Destinasi Alam Berdasarkan Musim

Saat menjadikan alam sebagai tujuan utama, pertimbangkan bukan hanya musim bunga atau daun gugur, tetapi juga pengaruh hujan dan angin terhadap itinerary.

Musim Pemandangan yang Cocok Hal yang Perlu Diperhatikan
Musim semi Bunga dan dedaunan muda Perbedaan suhu
Musim panas Air terjun dan dataran tinggi Hujan tiba-tiba
Musim gugur Ngarai dan daun musim gugur Keramaian
Musim dingin Pemandangan salju Periksa transportasi

Wisata Budaya dan Kota Tua di Miyagi Utara

Untuk mengenal Miyagi lebih mendalam, pertimbangkan wisata kota di bagian utara prefektur.

Dengan mengunjungi bangunan bersejarah dan kawasan lokal, bukan hanya destinasi panorama terkenal, Anda dapat memahami perpaduan budaya pesisir, pegunungan, dan kota kastil di Miyagi.

Kawasan Bersejarah Tome | Arsitektur Era Meiji di “Meiji-mura Miyagi”

Kawasan Tome berkembang sebagai kota kastil cabang klan Date. Karena masih memiliki banyak bangunan bergaya Barat dari era Meiji, kawasan ini dijuluki “Meiji-mura Miyagi”.

Anda dapat berjalan kaki mengunjungi bangunan bergaya semi-Barat, seperti Museum Pendidikan Kota Tome—bekas Sekolah Dasar Tinggi Tome yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang—serta Museum Kepolisian yang menempati bekas Kantor Polisi Tome.

Meski tidak semeriah destinasi populer, fasad bangunan dan suasana jalannya memberi kesempatan untuk mengenal sejarah modern Miyagi dengan lebih dekat.

Periksa Jam Buka Fasilitas saat Wisata Kota

Museum dan fasilitas budaya dapat memiliki hari tutup atau jadwal pergantian pameran.

Tome juga menawarkan tiket terusan untuk beberapa fasilitas. Periksa jam buka terbaru melalui sumber resmi sebelum berangkat agar itinerary tidak perlu banyak diubah di lokasi.

Hormati Kehidupan Warga di Kawasan yang Tenang

Saat menjelajahi kawasan kota tua, Anda akan melewati ruang publik yang juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Di sekitar rumah, sekolah, dan kuil, hindari berbicara terlalu keras, jangan memasuki properti pribadi, dan pastikan kegiatan memotret tidak menghalangi pejalan kaki atau kendaraan.

Tips Perjalanan Miyagi untuk Wisatawan Asing

Transportasi dan kondisi cuaca berbeda di setiap kawasan Miyagi. Jangan hanya menyusun daftar tujuan; pertimbangkan juga waktu tempuh dan kemudahan berpindah pada hari kunjungan.

Untuk kawasan pegunungan, kuil, dan situs budaya, selalu periksa informasi resmi serta ikuti petunjuk di lokasi.

Memilih Transportasi Umum atau Mobil

Di Kota Sendai dan menuju Matsushima, transportasi umum seperti Loople Sendai dan JR Senseki Line cukup praktis. Untuk Zaō, Naruko, dan Tome, periksa frekuensi bus atau pertimbangkan menyewa mobil.

Bila tidak yakin dengan SIM atau kemampuan mengemudi di Jepang, jadikan Sendai dan Matsushima sebagai basis. Untuk destinasi alam, pertimbangkan tur lokal atau pilih tempat yang dapat dijangkau dengan transportasi umum.

Patuhi Aturan di Kuil dan Situs Budaya

Di kuil dan situs budaya, beberapa area mungkin melarang pemotretan atau membatasi akses pengunjung.

Ikuti papan petunjuk dan arahan petugas. Hindari menggunakan drone atau tripod kecuali terdapat izin resmi.

Siapkan Rencana Alternatif sesuai Cuaca

Itinerary pesisir dan pegunungan mudah terganggu bila hanya mengandalkan cuaca cerah.

Siapkan pilihan alternatif, seperti situs bersejarah, museum, atau wisata kota di Sendai untuk hari hujan, agar perjalanan tetap menyenangkan.

Kesimpulan | Itinerary Miyagi dari Sendai, Matsushima, hingga Zaō

Untuk perjalanan pertama ke Miyagi, susun rute yang mengenalkan sejarah Sendai, panorama laut dan kuil di Matsushima, lalu perluas perjalanan ke Zaō, Akiu, atau kawasan kota tua di bagian utara prefektur bila waktu memungkinkan.

Harga tiket masuk, jam buka, jadwal transportasi, dan aturan pemotretan dapat berubah. Periksa informasi resmi sebelum berangkat dan patuhi petunjuk di lokasi.

Kombinasi kenyamanan kota besar, panorama laut, dan alam pegunungan yang relatif berdekatan menjadi daya tarik utama perjalanan di Miyagi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Wisata di Miyagi umumnya menggabungkan wisata sejarah di Kota Sendai, pemandangan laut dan kuil di Matsushima, serta lanskap pegunungan Zao, dengan Sendai sebagai basis perjalanan. Sendai dan Matsushima berjarak sekitar 40 menit dengan JR Senseki Line dan dapat dijelajahi dalam 1–2 hari. Karena layanan transportasi menuju Zao dan Naruko-kyo terbatas, wisatawan yang tidak ingin menyetir sebaiknya menjadikan Sendai dan Matsushima sebagai poros agar itinerari lebih mudah disusun.
A. Reruntuhan Kastel Sendai adalah bekas kastel yang mulai dibangun oleh Date Masamune pada 1601, dan area reruntuhannya dapat dikunjungi secara gratis. Situs ini ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional pada 2003. Menara utama tidak pernah dibangun, sehingga daya tarik utamanya adalah tembok batu dan pemandangan kota, bukan bangunan kastel. Dari bekas benteng utama pada ketinggian sekitar 130 m, Anda dapat melihat Kota Sendai hingga Samudra Pasifik; menjelang senja, lampu kota dan laut menciptakan pemandangan yang fotogenik.
A. Tiket masuk Zuihoden adalah 570 yen untuk pengunjung umum, 410 yen untuk pelajar SMA, dan 210 yen untuk pelajar SD/SMP. Waktu kunjungan yang disarankan sekitar 40–60 menit untuk menjelajahi mausoleum megah bergaya Momoyama tempat Date Masamune dimakamkan. Sebagian area terkadang ditutup, jadi ikuti petunjuk di lokasi. Karena terdapat tangga batu yang cukup curam di antara deretan pohon cedar menuju pintu masuk, sisihkan waktu lebih longgar bila Anda khawatir dengan stamina.
A. Tempat-tempat bersejarah di pusat Kota Sendai dapat dijelajahi secara efisien dengan bus wisata keliling Loople Sendai. Tiket satu hari untuk dewasa seharga 630 yen, sedangkan tiket gabungan dengan kereta bawah tanah seharga 920 yen; kartu IC transportasi juga dapat digunakan untuk perjalanan sekali naik. Bus beroperasi kira-kira setiap 20 menit. Karena Reruntuhan Kastel Sendai berada di atas tanjakan, naiklah dengan bus lalu berjalan kaki saat turun agar perjalanan lebih ringan sambil menikmati suasana hijau kota seperti Jozenji-dori.
A. Dari Stasiun Sendai ke Stasiun Matsushimakaigan, perjalanan dengan JR Senseki Line memakan waktu sekitar 40 menit. Matsushima, salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang, terkenal dengan lebih dari 260 pulau yang tersebar di teluk. Kapal wisata Matsushima Shimameguri rute Nioumaru berlayar sekitar 50 menit, dengan tarif 1.500 yen untuk dewasa dan 750 yen untuk anak SD. Banyak pulau terkenal terlihat di sisi kanan kapal searah perjalanan, jadi memilih kursi di sisi kanan dapat membantu Anda agar tidak melewatkan pemandangan utama.
A. Tiket masuk Zuiganji adalah 1.000 yen untuk dewasa dan 500 yen untuk pelajar SD/SMP. Entsuin yang berada di sebelahnya dapat dikunjungi dengan tiket 500 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk pelajar SD/SMP. Bangunan utama Zuiganji, yang dibangun kembali oleh Date Masamune selama lima tahun dan selesai pada 1609, ditetapkan sebagai harta nasional. Setelah berkunjung ke Zuiganji, Anda dapat bersantai di taman batu Entsuin yang tenang atau mengikuti pengalaman membuat tasbih.
A. Zao Okama adalah danau kawah di puncak gunung pada ketinggian sekitar 1.600 m. Zao Echo Line biasanya ditutup selama musim dingin, dari awal November hingga akhir April, sehingga akses melalui jalan tidak tersedia pada periode tersebut. Dari akhir April hingga pertengahan Mei setelah jalan dibuka kembali, dinding salju tinggi masih dapat terlihat di tepi jalan sehingga Anda bisa menikmati danau kawah dan pemandangan salju sekaligus. Air danau sangat asam sehingga ikan tidak dapat hidup, sedangkan warna permukaannya berubah dari hijau ke biru sesuai cuaca dan cahaya.
A. Dedaunan musim gugur di Naruko-kyo biasanya mencapai puncaknya pada pertengahan Oktober hingga pertengahan November. Jembatan Ofukazawa yang menghadap ngarai sedalam sekitar 100 m merupakan salah satu spot foto utama. Dari jembatan, Anda dapat memotret kereta JR Rikuu East Line yang melintas di ngarai dengan latar dedaunan merah dan kuning. Karena frekuensi kereta terbatas, periksa jadwal terlebih dahulu agar tidak melewatkan momen kereta melintasi lembah.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.