Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Zuihoden: Sejarah, Museum & Tips Ziarah Lengkap

Panduan Zuihoden: Sejarah, Museum & Tips Ziarah Lengkap

Zuihoden adalah mausoleum Date Masamune bergaya Momoyama di Sendai. Kenali museum, Kansenden, Zennoden, serta tips berkunjung dalam panduan ini.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tariknya

Zuihoden, mausoleum Date Masamune, pendiri Domain Sendai, adalah salah satu situs bersejarah terkemuka Sendai yang terkenal dengan ornamen mewah bergaya Momoyama: pernis hitam, daun emas, dan warna-warna cerah.

Sorotan Utama

Ukiran kirin, peoni, dan singa Tiongkok di Gerbang Nehan; tata letak keseluruhan dan lengkung atap yang terlihat dari balik aula utama; Kansenden (mausoleum Tadamune, generasi ke-2); serta Zenoden (mausoleum Tsunamune, generasi ke-3, dengan motif phoenix dan peoni).

Akses

Dari Stasiun JR Sendai: taksi sekitar 10 menit; Loople Sendai sekitar 15 menit turun di "Zuihoden-mae" lalu jalan 7 menit; atau bus reguler dari halte No. 11/12 pintu barat Stasiun Sendai sekitar 15 menit turun di "Otamayabashi/Zuihoden Iriguchi".

Tiket Masuk

Umum/mahasiswa ¥570, siswa SMA ¥410, siswa SD/SMP ¥210. Diskon grup untuk 20 orang lebih; kartu kredit dan kartu IC transportasi juga diterima.

Estimasi Waktu

Hanya museum termasuk menonton video 20–30 menit. Jika berkeliling ketiga mausoleum dan museum dengan santai, sekitar 60–90 menit.

Waktu Sepi

Sesaat setelah buka sekitar pukul 9:00 atau pagi hari kerja relatif lengang, sehingga nyaman menikmati ornamen arsitektur dengan tenang.

Musim & Pembukaan Khusus

Daun hijau segar di bulan Mei dan daun musim gugur awal hingga pertengahan November menjadi waktu terbaik. Saat "Zuihoden Tanabata Night" pada 6–8 Agustus dan acara pembukaan khusus, interior aula utama dibuka untuk umum.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Miyagi

Apa Itu Zuihōden?

Zuihōden adalah otamaya (bangunan mausoleum) yang dibangun di Kyōgamine sesuai wasiat Date Masamune, pendiri Domain Sendai. Tempat ini menjadi salah satu situs sejarah yang mewakili wisata Sendai.

Berawal dari bangunan yang dibangun pada tahun 1637 oleh Date Tadamune, daimyo kedua, setahun setelah Date Masamune wafat di usia 70 tahun pada 1636, sesuai wasiatnya. Pada tahun 1931 bangunan ini juga pernah ditetapkan sebagai Harta Nasional.

Bangunan yang ada sekarang adalah hasil rekonstruksi tahun 1979 berdasarkan Zuihōden lama yang terbakar dalam Serangan Udara Sendai tahun 1945. Ornamen megah yang mencerminkan gaya budaya Momoyama menjadi daya tarik utamanya.

Pada tahun 2001, bertepatan dengan 400 tahun berdirinya Sendai, dilakukan renovasi besar yang membuat pewarnaan dan ukirannya terlihat lebih cemerlang.

Zuihōden terdiri dari Honden (bangunan utama), Haiden (bangunan sembahyang), Osonaesho (ruang persembahan), dan Nehanmon (gerbang utama).

Saat berjalan di dalam area kuil, memperhatikan setiap bangunan satu per satu akan memudahkan Anda memahami keterkaitan keseluruhannya.

Sendai memiliki banyak situs sejarah terkait klan Date, namun Zuihōden adalah tempat wisata di mana Anda dapat menikmati sejarah dan arsitektur sekaligus sebagai "tempat yang memuliakan Date Masamune".

Selain melihat bangunan, berjalanlah juga ke museum (shiryōkan) dan mausoleum di sekitarnya yaitu Kansenden dan Zennōden. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah merasakan sejarah Domain Sendai secara tiga dimensi.

Daya Tarik Zuihōden: Arsitektur Budaya Momoyama yang Kaya Warna

Jika ini kunjungan pertama Anda ke Zuihōden, yang perlu diperhatikan lebih dulu adalah ornamen arsitekturnya.

Dengan dasar pernis hitam (kuro-urushi) yang dipadukan dengan daun emas, warna-warna cerah, dan ukiran yang mendetail, bangunan ini memiliki kehadiran yang kuat meskipun berfungsi sebagai makam yang tenang.

Zuihōden dikenal sebagai arsitektur budaya Momoyama yang menyampaikan selera estetika Date Masamune hingga saat ini.

Perhatikan Ukiran di Nehanmon

Di Nehanmon yang merupakan gerbang utama, terdapat ukiran dekoratif kirin (hewan mitologi), bunga peoni (botan), dan karajishi (singa khas Tiongkok).

Sebelum melewati gerbang, berhentilah sejenak dan pandangilah ke atas. Anda akan memahami bahwa Zuihōden bukan sekadar makam, melainkan arsitektur yang menyampaikan estetika zaman itu.

Detail ukiran dan lapisan warnanya sangat direkomendasikan untuk diamati langsung dengan mata, tidak hanya diabadikan dalam foto.

Memandang Keseluruhan dari Haiden

Haiden yang ada sekarang dibuat dengan desain yang disederhanakan agar Honden Zuihōden terlihat jelas dari sini.

Selain detail, dengan memandang struktur keseluruhan melalui Haiden, Anda juga akan lebih mudah merasakan kemegahan dan keindahan tata letak bangunan.

Jangan hanya melihat dari depan, cobalah mengubah sudut pandang sedikit. Anda dapat menikmati perbedaan lengkungan atap dan lapisan ukiran.

Di Museum, Anda Dapat Lebih Mendalami Sejarah Tiga Generasi Klan Date

Shiryōkan (museum) di dalam area Zuihōden cocok bagi yang tidak ingin kunjungannya berakhir hanya sebagai pengamatan bangunan saja.

Di sini dipamerkan barang-barang penyerta (fukusōhin) yang ditemukan dari penggalian, data penelitian jenazah, dan patung wajah tiga daimyo yang direkonstruksi. Dengan ini Anda dapat memahami Zuihōden, Kansenden, dan Zennōden secara lebih konkret.

Patung wajah tiga dimensi Masamune, Tadamune, dan Tsunamune memberikan kehadiran yang tidak bisa didapatkan dari buku sejarah sekolah.

Di dalam museum juga diputar video berdurasi sekitar 8 menit yang merangkum daya tarik area ini.

Menonton video di awal kunjungan akan memudahkan Anda menangkap gambaran keseluruhan, dan menontonnya setelah kunjungan akan memperdalam pemahaman Anda tentang bangunan dan situs sejarah yang baru saja dilihat.

Perkiraan waktu di dalam museum, termasuk menonton video, adalah 20–30 menit.

Kansenden dan Zennōden yang Juga Wajib Dilihat sebagai Mausoleum Klan Date

Di area Zuihōden tidak hanya terdapat mausoleum Date Masamune, tetapi juga Kansenden yang merupakan mausoleum daimyo kedua Date Tadamune, dan Zennōden yang merupakan mausoleum daimyo ketiga Date Tsunamune.

Daripada pulang hanya setelah melihat Zuihōden, dengan membandingkan tiga mausoleum ini Anda dapat menikmati perbedaan dekorasi dan suasananya.

Zennōden memiliki ciri khas menggunakan burung fenghuang (hōō) dan bunga peoni sebagai dekorasi, memberikan kesan elegan yang berbeda dari Zuihōden.

Di kedua sisi Kansenden juga tersisa kuyōtō (tugu peringatan) para pengikut setia, sehingga Anda dapat menelusuri sejarah klan Date bersama mausoleum para daimyo.

Daya tarik besar Zuihōden adalah Anda dapat menelusuri ruang yang berkaitan dengan tiga generasi klan Date dalam satu kawasan.

Jika ingin mengunjungi ketiga mausoleum dan museum dengan santai, sebaiknya alokasikan waktu sekitar 60–90 menit agar lebih tenang.

Informasi Dasar yang Perlu Diketahui Sebelum Berkunjung ke Zuihōden

Sebelum berkunjung, selain mengecek hari buka dan harga tiket masuk, pastikan juga mengetahui kondisi lokasi agar lebih nyaman.

Informasi dasar Zuihōden adalah sebagai berikut.

  • Tutup total setiap 31 Desember.
  • Pada 1 Januari, hanya Zuihōden yang buka; Kansenden, Zennōden, dan museum tutup.
  • Jam buka: 1 Februari hingga 30 November pukul 9:00–16:50, 1 Desember hingga 31 Januari pukul 9:00–16:20.
  • Waktu masuk terakhir adalah pukul 16:30 atau 16:00 tergantung musim.
  • Harga tiket masuk: umum/mahasiswa 570 yen, pelajar SMA 410 yen, pelajar SD/SMP 210 yen (harga individu).
  • Tersedia diskon grup untuk 20 orang atau lebih, serta keringanan biaya dengan menunjukkan kartu penyandang disabilitas fisik.
  • Pembayaran menerima kartu kredit dan kartu IC transportasi.

Cara menuju ke sana: dari Stasiun JR Sendai sekitar 10 menit dengan taksi, atau sekitar 15 menit dengan Loople Sendai (bus wisata keliling).

Jika menggunakan Loople Sendai, turun di halte "Zuihōden-mae" lalu berjalan kaki sekitar 7 menit untuk tiba di lokasi.

Jika menggunakan bus reguler, tersedia rute dari halte nomor 11 atau 12 di terminal bus Pintu Barat Stasiun Sendai, sekitar 15 menit, lalu turun di "Otamayabashi / Zuihōden Iriguchi".

Di sebelah kiri pintu masuk utama tersedia parkir gratis, yang juga praktis bagi pengunjung yang datang dengan mobil.

Aturan Pemotretan dan Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Berjalan Kaki

Pemotretan untuk keperluan pribadi diperbolehkan.

Namun, pengunjung diminta untuk tidak mengambil foto dan video di dalam museum. Pemotretan untuk tujuan komersial memerlukan izin terlebih dahulu.

Di jalan masuk dan dalam area terdapat banyak tangga dan perbedaan ketinggian. Terutama tangga batu dari pintu masuk memiliki kemiringan, sehingga sepatu yang nyaman untuk berjalan sangat disarankan.

Bagi pengguna kursi roda, diperlukan beberapa orang pendamping. Jika khawatir tentang perpindahan, sebaiknya menghubungi pihak pengelola terlebih dahulu agar lebih tenang.

Seluruh area dilarang merokok, dan mohon menjaga suasana dengan beribadah secara tenang.

Musim dan Waktu yang Direkomendasikan untuk Berkunjung

Zuihōden menawarkan pemandangan indah dengan rumpun pohon cedar sepanjang empat musim, seperti daun hijau muda di bulan Mei dan daun musim gugur awal hingga pertengahan November.

Jika ingin menghindari keramaian, waktu sekitar pembukaan pukul 9:00 atau pagi hari di hari kerja relatif lebih lengang untuk berkeliling.

Pada masa "Zuihōden Tanabata Night" tanggal 6–8 Agustus, atau pada masa Tokubetsu Gokaichō (pembukaan khusus) tanggal 24 Mei, 15 Agustus, dan bulan Oktober, bagian dalam Honden yang biasanya tertutup akan dibuka untuk umum.

Kesimpulan | Menyentuh Ruang Terkait Date Masamune di Zuihōden

Zuihōden adalah situs sejarah yang mewakili Sendai, di mana Anda dapat menikmati sejarah sebagai mausoleum yang memuliakan Date Masamune, keindahan dekorasi budaya Momoyama, pameran museum, hingga Kansenden dan Zennōden.

Ketika ingin mengunjungi tempat-tempat terkait Date Masamune di Sendai, Zuihōden adalah tempat wisata yang mudah dipilih karena menyentuh sejarah dan arsitektur sekaligus.

Dengan memahami terlebih dahulu perkiraan waktu kunjungan, aturan pemotretan, dan cara menuju lokasi, Anda dapat menikmati daya tarik Zuihōden secara lebih mendalam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Zuihoden adalah mausoleum yang memuliakan Date Masamune, pendiri Domain Sendai, dibangun pada 1637 oleh daimyo kedua, Tadamune, di Bukit Kyogamine. Berhias dekorasi penuh warna khas budaya Momoyama, di area yang sama berderet pula Kansenden milik Tadamune dan Zenoden milik daimyo ketiga, Tsunamune, sehingga Anda bisa menelusuri tiga generasi keluarga Date sekaligus, hal yang langka di Jepang.
A. Zuihoden adalah mausoleum Date Masamune yang dikenal sebagai "Dokuganryu" (Naga Bermata Satu), terkenal dengan ornamen gaya Momoyama yang gemerlap memadukan pernis hitam, daun emas, dan warna-warna cerah. Ditetapkan sebagai Harta Nasional pada 1931, kemudian terbakar pada serangan udara Sendai 1945, dibangun kembali pada 1979, dan direnovasi besar bertepatan dengan peringatan 400 tahun Sendai pada 2001 sehingga wujudnya yang sekarang dapat kembali dinikmati.
A. Ekskavasi yang menyertai pembangunan kembali pada 1974 menemukan kerangka utuh Masamune beserta benda kubur seperti senjata dan alat tulis. Karena dilindungi kapur, kondisi kerangka terjaga baik, dan diketahui bahwa tinggi badannya 159,4 cm dengan golongan darah B; museum kini memajang model wajah hasil rekonstruksi tengkorak ketiga daimyo. Bagi penyuka sejarah, mengunjungi museum sebelum bangunan utama akan memperdalam kesan.
A. Dari West Exit Sendai Station, naik bus loop wisata "Loople Sendai" sekitar 15 menit, turun di "Zuihoden-mae", lalu naik tangga batu di jalur masuk selama 5–7 menit. Perjalanan dengan taksi dari Sendai Station memakan waktu sekitar 10 menit, sehingga lebih nyaman saat hujan atau ketika ingin menghindari banyak anak tangga.
A. Tarifnya 570 yen untuk umum/mahasiswa, 410 yen untuk SMA, dan 210 yen untuk SD/SMP, dengan diskon rombongan dan keringanan bagi pemegang buku disabilitas. Karena menerima kartu kredit dan IC card transportasi, Anda tidak perlu menyiapkan uang receh; menunjukkan tiket harian Loople Sendai juga memberikan diskon di fasilitas wisata kota lain, jadi membeli paket akan lebih hemat.
A. Jam buka Zuihoden berbeda menurut musim, terbagi antara periode musim panas dan musim dingin. Dari 1 Februari hingga 30 November buka 9:00–16:50, dari 1 Desember hingga 31 Januari buka 9:00–16:20, dengan masuk terakhir 20 menit sebelum tutup. Bangunan utama menghadap barat sehingga daun emas terlihat memukau di bawah cahaya sore, dan sekitar satu jam sebelum tutup cocok untuk beribadah sekaligus memotret.
A. Mengelilingi museum dan tiga mausoleum (Zuihoden, Kansenden, Zenoden) dengan santai memerlukan sekitar 60 menit. Jalur masuknya berisi sekitar 100 anak tangga batu, dan di depan bangunan utama yang memuliakan Masamune masih ada sekitar 70 anak tangga curam, jadi sneaker atau sepatu nyaman wajib dipakai. Urutan resepsionis → Nehanmon → Zuihoden → Kansenden/Zenoden → museum, dengan jalur turun, akan menghemat tenaga.
A. Pada musim gugur, "Momiji-meguri" biasanya digelar pada pertengahan hingga akhir November dengan pencahayaan, dan bangunan utama berwarna pernis hitam dan emas yang muncul di antara hutan cedar terlihat magis. Pada musim panas, selama Sendai Tanabata Festival (umumnya 6–8 Agustus) digelar "Zuihoden Tanabata Night" dengan lampion bambu menyala di tangga batu. Karena suasananya jauh berbeda dari siang hari, kunjungan sore juga sangat direkomendasikan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.