Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Otsu dan Omihachiman 2 Hari 1 Malam Tanpa Mobil

Otsu dan Omihachiman 2 Hari 1 Malam Tanpa Mobil
Otsu–Omihachiman 2 hari 1 malam tanpa mobil. Hari 1 naik Keihan ke Ishiyama-dera dan Danau Biwa; hari 2 naik JR dan bus ke Hachimanbori serta Himure Hachimangu.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Perjalanan 2 Hari 1 Malam Tanpa Mobil

Tanpa menggunakan mobil dan dengan Jalur JR Biwako sebagai rute utama, kunjungi Kuil Ishiyamadera dan tepi Danau Biwa di Otsu pada hari pertama, lalu Kanal Hachiman-bori dan kota lama Omihachiman pada hari kedua.

Daya Tarik Kuil Ishiyamadera

Di Kuil Ishiyamadera, aula utama dan pagoda tahoto berdiri di atas batu wollastonit yang ditetapkan sebagai Monumen Alam. Konon, Murasaki Shikibu mendapatkan gagasan untuk Hikayat Genji di tempat ini.

Akses ke Kuil Ishiyamadera

Dari Stasiun JR Ishiyama, naik Bus Kojak sekitar 10 menit ke halte Ishiyamadera Sanmon-mae, atau berjalan menyusuri Sungai Seta dari Stasiun Keihan Ishiyamadera.

Tepi Danau Biwa di Otsu

Kembali dari Kuil Ishiyamadera ke pusat Otsu, lalu nikmati pemandangan permukaan air, tepi seberang, dan arah Gunung Hiei dari Pelabuhan Otsu atau jalur pejalan kaki tepi danau.

Perjalanan ke Omihachiman

Pada hari kedua, naik Jalur JR Biwako ke Stasiun Omihachiman, lalu gunakan bus rute dari Pintu Keluar Utara menuju kawasan Kanal Hachiman-bori.

Kanal Hachiman-bori dan Kota Lama

Hachiman-bori adalah kanal yang menghubungkan kota kastel dengan transportasi air di Danau Biwa. Anda dapat berjalan kaki mengunjungi Kuil Himure Hachimangu dan lanskap kota rumah-rumah pedagang di Shinmachi-dori.

Persiapan Bagasi dan Berjalan Kaki

Untuk menghadapi tangga batu dan lorong sempit, titipkan koper beroda di stasiun atau penginapan dan berjalanlah dengan barang kecil agar kedua tangan tetap bebas. Saat hujan deras atau ramai, lewatkan berjalan di tepi air dan fasilitas tambahan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Shiga

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Jika berkeliling Ōtsu dan Ōmihachiman tanpa mobil, bagi perjalanan menjadi Ishiyama-dera di selatan Ōtsu serta tepi Danau Biwa dan Sungai Seta pada hari pertama, lalu Hachiman-bori dan kota tua Ōmihachiman pada hari kedua.

Jadikan Jalur JR Biwako sebagai poros perjalanan, lalu lanjutkan dari setiap stasiun dengan kereta swasta atau bus lokal.

Jadwal dan layanan dapat berubah, jadi periksa informasi pada malam sebelumnya dan pada hari perjalanan.

Cara menyusun perjalanan 2 hari 1 malam tanpa mobil

Jangan sering berpindah tempat sambil membawa bagasi besar; gunakan stasiun atau penginapan sebagai basis.

Dengan membagi wilayah menjadi Ōtsu pada hari pertama dan Ōmihachiman pada hari berikutnya, Anda dapat mengurangi pergantian kendaraan dan menyediakan waktu lebih longgar untuk berjalan.

Hari 1 mengunjungi Ishiyama-dera dan kawasan tepi air

Dari Stasiun JR Ishiyama, naik bus lokal atau gunakan Jalur Keihan Ishiyama Sakamoto menuju Ishiyama-dera.

Setelah berziarah, pindahlah ke pusat Ōtsu dan berjalan singkat di jalur pejalan kaki tepi danau yang terbuka untuk umum.

Hari 2 menuju kota tua Ōmihachiman

Di Stasiun JR Ōmihachiman, periksa bagasi dan kereta pulang, lalu dari pintu utara naik bus lokal atau transportasi serupa menuju kawasan Hachiman-bori.

Hubungkan Hachiman-bori, Himure Hachimangū, dan deretan rumah pedagang dengan berjalan kaki.

Lihat alur perjalanan 2 hari dalam tabel

Dengan memisahkan peran kendaraan dan jalan kaki, urutannya tetap masuk akal meskipun tanpa mobil.

Hari Basis Tempat utama Transportasi
Hari 1 Ishiyama Ishiyama-dera Keihan dan bus
Hari 1 Ōtsu Tepi Danau Biwa JR dan jalan kaki
Hari 2 Ōmihachiman Hachiman-bori Bus lokal
Hari 2 Kota tua Kawasan rumah pedagang Jalan kaki

Hari 1 menuju Ishiyama-dera dengan transportasi umum

Ishiyama-dera berada di tepi barat Sungai Seta dan dapat dicapai dengan bus dari Stasiun JR Ishiyama atau berjalan kaki dari Stasiun Keihan Ishiyama-dera.

Anda tidak harus menggunakan transportasi yang sama untuk perjalanan pergi dan pulang.

Periksa pergantian kendaraan di Stasiun JR Ishiyama

Jika berganti dari JR ke bus, periksa tempat naik dan rutenya.

Sebelum naik, periksa penggunaan kartu IC transportasi dan cara pembayaran tarif, serta jangan menghalangi pintu naik turun meskipun sedang ramai.

Dari Stasiun JR Ishiyama, naik Bus Kōjaku dan turun di halte “Ishiyamadera Sanmon-mae” agar jarak berjalan menuju gerbang kuil lebih ringan.

Waktu perjalanan sekitar 10 menit.

Pilihan berjalan dari Stasiun Keihan Ishiyama-dera

Dari Stasiun Keihan Ishiyama-dera, Anda dapat berjalan menyusuri Sungai Seta.

Di jalan sepanjang Sungai Seta, gunakan trotoar dan lampu lalu lintas serta jangan melebar ke sisi badan jalan.

Saat hujan deras atau cuaca sangat panas, beralihlah ke bus.

Pastikan layanan pulang sebelum berziarah

Jangan baru memikirkan perjalanan pulang setelah tiba di kuil; periksa terlebih dahulu lokasi halte atau stasiun dan informasi keberangkatan.

Jika ada pembatalan atau keterlambatan, lewatkan persinggahan tambahan seperti Jembatan Seta no Karahashi dan prioritaskan perjalanan ke pusat Ōtsu.


Melihat latar batu dan sastra di Ishiyama-dera

Ishiyama-dera adalah kuil dengan bangunan yang berdiri di atas batu wollastonit serta mewariskan sejarah pemujaan Kannon dan sastra.

Karena kawasan kuil memiliki perbedaan ketinggian, pilih tempat yang ingin dilihat untuk berziarah.

Perhatikan batu wollastonit dan tata letak bangunan

Batu wollastonit yang menjadi asal nama kuil merupakan monumen alam dan menjadi ciri khas lanskap kawasan.

Jangan memanjat atau menyentuh batu; dari jalur ziarah yang ditentukan, amati bagaimana aula utama, pagoda Tahōtō, dan bangunan lain ditempatkan mengikuti medan.

Kenali kisah yang berkaitan dengan Murasaki Shikibu

Di Ishiyama-dera terdapat kisah bahwa Murasaki Shikibu pernah berdiam untuk berdoa dan mendapatkan gagasan bagi “Hikayat Genji”.

Periode dan tempat pameran maupun kunjungan khusus dapat berubah, jadi jangan menganggapnya selalu tersedia dan periksa pengumuman penyelenggaraan.

Periksa waktu ziarah dan biaya

Jam buka biasa, batas waktu terakhir untuk masuk, dan biaya masuk telah ditetapkan, tetapi penerimaan dapat berubah karena upacara atau acara.

Jika tiba terlambat, jangan terburu-buru mengelilingi kawasan; turunlah mengikuti informasi penutupan.


Rasakan Danau Biwa dari tepi danau Ōtsu

Saat kembali dari Ishiyama-dera ke pusat Ōtsu, pemandangan berubah dari aliran Sungai Seta menjadi bentangan Danau Biwa.

Dalam perjalanan menuju penginapan, pilih bagian tepi danau yang mudah untuk kembali ke stasiun.

Berjalan singkat di sekitar Pelabuhan Ōtsu

Dari Pelabuhan Ōtsu dan jalur pejalan kaki tepi danau, Anda dapat memandang permukaan air, tepi seberang, dan arah Gunung Hiei.

Jika ada pemasangan acara atau pekerjaan konstruksi, ikuti tanda memutar; pada bagian yang dipakai bersama pesepeda, jangan berjalan melebar.

Pisahkan pengalaman di danau dari rencana utama

Jika menambahkan kapal wisata, periksa tempat keberangkatan, hari operasi, reservasi, dan perubahan akibat cuaca melalui informasi operator.

Jika tiba terlambat, batalkan naik kapal dan cukup berjalan di tepi danau agar perjalanan menuju penginapan tetap terjaga.

Pilih penginapan berdasarkan perjalanan JR keesokan pagi

Menginap di tempat yang mudah kembali ke Jalur JR Biwako, seperti dekat Stasiun Ōtsu, Zeze, atau Ishiyama, akan memudahkan perjalanan ke Ōmihachiman keesokan pagi.

Periksa stasiun terdekat, penitipan bagasi, dan ketentuan check-in pada informasi penginapan yang dipesan.



Hari 2 menuju Ōmihachiman dengan JR dan bus

Pada pagi hari, naik Jalur JR Biwako menuju Stasiun Ōmihachiman.

Karena stasiun pemberhentian berbeda menurut jenis kereta, periksa tujuan dan pemberhentian kereta pada layar peron.

Tentukan perjalanan pulang di Stasiun Ōmihachiman

Saat tiba, periksa kereta pulang, gerbang tiket, dan bagasi. Jika menggunakan loker koin, lihat ketersediaan dan waktu penggunaan di lokasi serta jangan menitipkan barang berharga.

Jangan berjalan di tangga batu sepanjang kanal sambil membawa bagasi besar.

Periksa halte bus di pintu utara

Untuk bus menuju kawasan Hachiman-bori, periksa tujuan, nama halte, serta jadwal pergi dan pulang pada informasi layanan.

Jangan naik hanya karena nama arahnya mirip; pastikan kepada pengemudi atau melalui papan informasi sebelum naik.

Saat ramai, sediakan waktu untuk menunggu 1 bus

Pada hari festival atau hari libur, bagian dalam bus dan kota tua dapat ramai.

Meski terlambat karena kemacetan jalan, jangan menambah rencana dan naiklah bus pulang lebih awal.

Saat bus penuh atau layanan dihentikan, jangan memaksakan berjalan jauh; tanyakan alternatif di pusat informasi stasiun.

Berjalan di Hachiman-bori dan Himure Hachimangū

Setelah turun dari bus, jelajahi Hachiman-bori, Himure Hachimangū, dan kota tua dengan berjalan kaki.

Amati susunan kota tempat kawasan tepi air, tempat ibadah, dan pusat perdagangan berdekatan.

Memahami sejarah transportasi air di Hachiman-bori

Hachiman-bori adalah kanal yang menghubungkan kota kastel dengan transportasi air Danau Biwa.

Jangan hanya melihat pemandangan dinding putih dan tembok batu; amati pula sebagai jalur air yang mendukung kapal pengangkut barang serta kegiatan para pedagang.

Di tepi air tanpa pagar atau tangga batu yang basah, pilih tempat berhenti dengan hati-hati.

Berziarah di Himure Hachimangū

Himure Hachimangū berada di kaki Gunung Hachiman dan telah lama terkait dengan kepercayaan para pedagang Ōmi.

Pada hari festival atau saat ramai, ikuti arahan di jalan masuk dan jangan lama-lama menghalangi jalur di depan gerbang menara atau aula pemujaan.

Patuhi batas kawasan terbuka di kota tua

Di Jalan Shinmachi dan sekitarnya, lihat fasad rumah pedagang, kisi-kisi, serta deretan atap dari jalan.

Jangan memasuki rumah yang masih digunakan atau tanah pribadi; jika ingin melihat bagian dalam, periksa jam buka dan penerimaan fasilitas yang terbuka untuk umum.


Siapkan bagasi dan cuaca untuk perjalanan tanpa mobil

Dalam perjalanan dengan transportasi umum, berat bagasi dan keamanan saat berjalan berdampak langsung pada rencana perjalanan.

Antisipasi tangga, kawasan tepi air, dan hujan, lalu sepakati kriteria untuk mengurangi rencana.

Berjalan dengan bagasi kecil agar kedua tangan bebas

Masukkan minuman, perlengkapan hujan, dan alat pengisi daya ke dalam tas punggung.

Titipkan koper beroda di tempat penyimpanan yang tersedia di penginapan atau stasiun; jangan membawanya ke lereng Ishiyama-dera atau jalur sempit Hachiman-bori.

Tentukan kriteria perubahan dalam tabel

Putuskan terlebih dahulu tindakan saat transportasi atau cuaca berubah.

Situasi Hal yang diprioritaskan Pilihan yang dilewatkan
Bus terlambat Pastikan perjalanan pulang Fasilitas tambahan
Hujan deras Menuju stasiun atau ke dalam ruangan Berjalan jauh di tepi air
Bagasi banyak Titipkan terlebih dahulu Bergerak di tangga batu
Keramaian Berangkat lebih awal Tambahan di atas gunung

Jangan hanya bergantung pada ponsel pintar

Untuk mengantisipasi baterai habis, catat penginapan, stasiun, kereta pulang, dan halte utama.

Siapkan cara memeriksa rute meskipun koneksi tidak stabil; jika ada arahan dari petugas stasiun atau awak kendaraan, prioritaskan arahan itu daripada informasi lama di layar.

Ringkasan perjalanan tanpa mobil di Ōtsu dan Ōmihachiman

Perjalanan Shiga 2 hari 1 malam tanpa mobil mencakup Ishiyama-dera dan tepi danau Ōtsu pada hari pertama, lalu Hachiman-bori, Himure Hachimangū, dan kawasan rumah pedagang Ōmihachiman pada hari berikutnya.

Jadikan Jalur JR Biwako sebagai poros, lalu kombinasikan dengan Keihan atau bus di Ishiyama dan bus lokal di Ōmihachiman.

Atur jadwal pergi-pulang dan bagasi terlebih dahulu, lalu kurangi tempat tambahan saat terlambat atau hujan agar dapat menelusuri sejarah kuil dan kawasan tepi air dengan aman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tanpa mobil, gunakan hari pertama untuk mengunjungi Kuil Ishiyama-dera dan tepi Danau Biwa di Otsu, lalu hari kedua untuk Kanal Hachiman-bori dan kota tua Omihachiman. Jadikan Jalur JR Biwako sebagai rute utama, dengan sambungan Kereta Keihan atau bus di Ishiyama dan bus lokal di Omihachiman. Titipkan barang besar pada layanan penitipan penginapan atau tempat serupa agar lebih mudah berpindah kendaraan dan berjalan di tangga batu.
A. Dari halte No. 1 di Stasiun JR Ishiyama, naik Bus Kojak yang berhenti di Ishiyamadera Sanmon-mae dan turun di sana; perjalanan memakan waktu sekitar 10 menit. Anda juga dapat berjalan dari Stasiun Keihan Ishiyamadera. Situs resmi Ishiyama-dera tersedia dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea, sehingga memeriksa rute serta panduan kunjungan sebelum berangkat dapat memudahkan perjalanan.
A. Biaya masuk Ishiyama-dera adalah 600 yen untuk dewasa dan 250 yen untuk siswa sekolah dasar. Gerbang buka pukul 08.00 dan tutup pukul 16.30, dengan waktu masuk terakhir pukul 16.00. Area dalam aula utama memerlukan biaya terpisah, sedangkan Hojo-den hanya buka selama periode pameran musim semi dan musim gugur. Karena area kuil memiliki perbedaan ketinggian, datanglah lebih awal dari waktu masuk terakhir dan sisakan cukup waktu serta tenaga untuk mengunjungi aula utama dan Pagoda Tahoto.
A. Ishiyama-dera dikenal sebagai kuil tempat Murasaki Shikibu dipercaya pernah berdiam untuk beribadah dan mendapat inspirasi bagi Hikayat Genji. Hojo-den biasanya memamerkan materi yang berkaitan dengan Murasaki Shikibu dan Hikayat Genji pada musim semi dan musim gugur setiap tahun. Di luar periode pameran pun, Anda dapat mengunjungi aula utama yang dianggap sebagai latar kisah tersebut dan menelusuri latar sastra kuil.
A. Wollastonite adalah formasi batuan besar yang juga menjadi asal nama Ishiyama-dera dan ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional. Batu langka ini terbentuk ketika batu kapur berubah akibat panas di bawah tanah, menciptakan pemandangan khas dengan aula utama dan Pagoda Tahoto berdiri di atasnya. Jangan memanjat batu; lihatlah ke atas dari jalur masuk untuk memahami cara bangunan kuil ditata mengikuti medan.
A. Naik bus dari halte No. 6 atau 7 di pintu keluar utara Stasiun Omihachiman, lalu turun di Hachiman-bori (Osugicho), Hachimanyama Ropeway-guchi. Tarifnya 260 yen. Tujuan dan waktu berbeda pada setiap layanan, jadi cocokkan nama halte dengan layar informasi sebelum naik agar dapat mencapai pintu masuk kota tua tanpa tersesat.
A. Hachiman-bori adalah kanal yang menghubungkan kota kastel yang dibangun Toyotomi Hidetsugu dengan transportasi air Danau Biwa dan menopang kemakmuran para pedagang Omi. Pemandangan gudang berdinding putih dan dinding batu yang terpantul di air juga dikenal sebagai lokasi syuting drama sejarah. Karena terdapat bagian tepi air tanpa pagar dan tangga batu basah, berhentilah hanya di tempat yang aman dan perhatikan perbedaan tinggi pada anak tangga bekas dermaga.
A. Kuil Himure Hachimangu berada di kaki Gunung Hachiman, telah lama menjadi tempat pemujaan pedagang Omi, dan dapat dikunjungi dengan bebas untuk beribadah. Festival Sagicho dan Festival Hachiman pada musim semi dikenal dengan ritual yang semarak menggunakan api dan obor serta sangat ramai. Selama festival atau saat padat, ikuti arahan di jalur masuk dan hindari berdiam terlalu lama di depan Gerbang Romon atau aula ibadah.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.