Daya tarik wisata Shiga terletak pada kota-kota kastel, kuil dan wihara tua, titik pandang di pegunungan, serta desa penghasil keramik yang tersebar di berbagai wilayah dengan Danau Biwa sebagai pusatnya.
Meskipun tampak berdekatan di peta, perjalanan menuju seberang danau tetap memerlukan waktu. Karena itu, daripada memadatkan destinasi berdasarkan urutan popularitas, menjelajahi satu kawasan demi satu kawasan akan terasa lebih tenang dan menyenangkan.
Kami merangkum 15 tempat yang mudah dipilih bahkan untuk perjalanan pertama, dengan perbedaan lanskap, sejarah, dan pengalaman budaya yang terlihat jelas.
Kawasan wisata Shiga dan cara memilihnya
Ōtsu mudah dicapai dari Kyoto dan memungkinkan Anda menggabungkan tepi danau dengan kuil serta wihara di Gunung Hiei.
Kotō menonjol dengan kegiatan berjalan-jalan di Hikone dan Ōmihachiman, Kohoku menawarkan Nagahama dan Pulau Chikubu, sedangkan Kosei berfokus pada pemandangan gunung dan danau.
Di kawasan Kōka, Anda dapat mengenal keramik Shigaraki dan budaya ninja.
Gunakan tabel berikut untuk mempersempit kawasan yang sesuai dengan tujuan perjalanan Anda.
| Kawasan | Daya tarik utama | Jenis perjalanan yang sesuai |
|---|---|---|
| Ōtsu | Tepi danau serta kuil dan wihara tua | Perjalanan singkat yang mengandalkan kereta |
| Kotō | Kastel dan budaya pedagang | Berjalan-jalan menyusuri kota bersejarah |
| Kohoku | Kota pelabuhan dan pulau | Perjalanan menikmati transportasi danau |
| Kosei | Pemandangan danau dan gunung | Perjalanan fotografi alam |
| Kōka | Keramik dan ninja | Perjalanan pengalaman budaya |
Menjumpai Danau Biwa dan kuil-kuil tua di Ōtsu
Ōtsu berada di ujung selatan Danau Biwa, dengan kawasan yang memiliki sejarah berbeda seperti Sakamoto dan Ishiyama berjajar di sepanjang jalur kereta.
Di tempat dengan area wihara yang luas, penting untuk menyediakan waktu cukup, termasuk untuk berjalan dari kawasan depan gerbang hingga ke dalam kompleks.
Wihara Enryaku-ji di Gunung Hiei|Gunung doa dengan tiga kawasan utama
Wihara Enryaku-ji di Gunung Hiei merupakan wihara pusat aliran Tendai, dengan berbagai bangunan keagamaan yang tersebar di pegunungan.
Tempat ini juga terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia sebagai bagian dari “Monumen Bersejarah Kyoto Kuno”.
Tōdō, Saitō, dan Yokawa bukan 1 bangunan, melainkan kawasan-kawasan yang dijelajahi dengan berpindah tempat di dalam gunung.
Konpon Chūdō sedang menjalani renovasi besar dan kunjungan ibadah ke bagian dalam dihentikan sementara. Anda dapat melihat proses renovasi dari panggung pengamatan dan berdoa di depan patung pengganti serta api suci abadi di Manbai-dō.
Cuaca di puncak berbeda dari perkotaan, jadi periksa transportasi dan panduan ziarah.
Kuil Hiyoshi Taisha|Kuil utama Sanno di kaki Gunung Hiei
Hiyoshi Taisha adalah kuil pusat bagi sekitar 3.800 kuil Hiyoshi, Hie, dan Sanno di seluruh Jepang.
Kuil ini berdiri di Sakamoto, di kaki Gunung Hiei, yang dikenal sebagai kota gerbang Enryaku-ji. Berbagai bangunan kuil tersusun di kompleks luas dengan Nishi Hongū dan Higashi Hongū sebagai pusatnya.
Bangunan berstatus Properti Budaya Penting, termasuk bangunan utama yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional, tersebar di area ini. Jika dikunjungi bersama Enryaku-ji, Anda dapat merasakan hubungan antara kepercayaan di gunung dan kehidupan di kaki gunung.
Upacara serta status pembukaan bangunan dapat berubah, jadi periksa informasinya sebelum berkunjung.
Wihara Mii-dera|Menjelajahi bangunan dan memandang Danau Biwa
Mii-dera juga disebut Onjō-ji dan memiliki banyak bangunan di dalam kompleksnya, termasuk Kondō.
Sambil menyusuri tangga batu dan lereng, Anda dapat mengamati arsitektur serta arca Buddha. Dari sekitar Kannon-dō, Kota Ōtsu dan Danau Biwa dapat terlihat.
Saat berkunjung, ikuti papan petunjuk setempat untuk memastikan bagian lonceng dan benda budaya yang boleh disentuh, serta jelajahi dengan tenang karena tempat ini merupakan ruang doa.
Wihara Ishiyama-dera|Batuan, kompleks bangunan, dan kenangan sastra
Ishiyama-dera mengesankan dengan batuan wollastonit yang tersingkap di kompleksnya dan bangunan-bangunan yang berdiri di atasnya.
Bangunan utama dan pagoda Tahōtō sama-sama berstatus Pusaka Nasional.
Tempat ini juga dikenal berkaitan dengan Murasaki Shikibu, sehingga dapat dijelajahi bukan hanya melalui arsitektur, tetapi juga latar sastra.
Jika datang untuk bunga musiman, waktu terbaik bergantung pada kondisi mekarnya. Jangan hanya berfokus pada bunga; nikmati bangunan utama, batuan, dan taman sebagai satu lanskap yang menyatu.
Berjalan-jalan di kota kastel Hikone dan Ōmihachiman
Di Kotō, destinasi utama adalah Kastel Hikone dengan menara utama berstatus Pusaka Nasional dan Ōmihachiman yang mewariskan budaya pedagang Omi.
Daripada menggabungkan dua kota dalam 1 hari, mendalami salah satunya hingga ke kegiatan berjalan-jalan di kota akan membantu Anda melihat alur sejarah dengan lebih jelas.
Kastel Hikone|Merasakan perbedaan ketinggian menara dan benteng
Di Kastel Hikone, jangan hanya memperhatikan menara utama. Amati keseluruhan benteng, termasuk gerbang, menara pengawas, dinding batu, dan parit.
Jalan menuju menara memiliki lereng dan undakan, sedangkan bagian dalamnya juga mencakup tangga curam. Karena itu, gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.
Jika melanjutkan perjalanan ke kota kastel di sekitar parit luar, Anda akan merasakan bahwa kastel dahulu menjadi pusat kawasan.
Area yang dibuka dan acara dapat berubah, jadi periksa informasi kunjungan Kastel Hikone.
Taman Genkyū-en|Memandang Kastel Hikone dari seberang permukaan air
Genkyū-en adalah taman kediaman penguasa yang terletak di timur laut Kastel Hikone.
Ketika berjalan mengelilingi kolam, sudut tumpang tindih antara bukit buatan, jembatan, bangunan, dan menara utama di belakangnya terus berubah.
Dengan melihatnya sebagai ruang penyambutan dan apresiasi yang berbeda dari fasilitas pertahanan kastel, Anda dapat memahami budaya Domain Hikone secara lebih utuh.
Meskipun dikunjungi setelah kastel, sediakan waktu untuk berhenti dan menikmati taman.
Kanal Hachiman-bori|Pemandangan kota yang makmur berkat transportasi air
Hachiman-bori adalah kanal yang menghubungkan kota kastel Ōmihachiman dengan Danau Biwa. Bangunan berdinding putih dan dinding batu berjajar di tepi air.
Lanskap yang diwariskan melalui pelestarian dan pemulihan ini memiliki makna lebih dalam jika dilihat bukan hanya sebagai latar foto, tetapi juga sebagai jalur yang menunjang distribusi para pedagang Omi.
Saat berjalan di sepanjang kanal, jangan menghalangi jalan warga dan jangan memasuki rumah maupun lahan pribadi.
La Collina Ōmihachiman|Arsitektur dan budaya penganan
La Collina Ōmihachiman adalah fasilitas tempat Anda dapat mengenal budaya penganan Shiga di tengah arsitektur yang menyatu dengan kehijauan.
Atap rumput dan taman berubah rupa mengikuti musim. Selain berbelanja, mengamati rancangan seluruh area juga menjadi bagian yang menyenangkan.
Tingkat keramaian dan produk yang dijual berbeda setiap hari. Jangan datang hanya untuk satu produk tertentu; gabungkan dengan Hachiman-bori dan kota tua dalam 1 hari agar perjalanan lebih lengkap.
Menjelajahi kota pelabuhan dan pulau di Nagahama dan Kohoku
Kohoku berada di sisi utara Danau Biwa dan memungkinkan Anda menggabungkan jalan-jalan di Nagahama dengan transportasi danau.
Pada hari menggunakan kapal, cuaca dan status pelayaran akan memengaruhi rencana, jadi siapkan pula alternatif perjalanan di darat saja.
Kurokabe Square|Jalanan rute Hokkoku Kaidō dan karya kaca
Kurokabe Square berada di kota tua Nagahama, dengan toko dan studio yang memanfaatkan bangunan bersejarah.
Selain melihat karya kaca, memperhatikan lebar jalan dan tampilan luar bangunan akan membantu Anda merasakan bagaimana kota di sepanjang rute Hokkoku Kaidō terbentuk.
Hari libur setiap toko berbeda, jadi periksa informasi masing-masing jika ada tempat tertentu yang ingin dikunjungi.
Pulau Chikubu|Pulau kepercayaan yang dicapai dengan kapal
Pulau Chikubu berada di Danau Biwa dan merupakan pulau keagamaan yang menaungi Wihara Hōgon-ji serta Kuil Tsukubusuma.
Gerbang Karamon di Hōgon-ji dan bangunan utama Kuil Tsukubusuma ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.
Tangga batu berlanjut dari pelabuhan menuju kompleks, sedangkan lama kunjungan dipengaruhi jadwal kapal.
Daripada terburu-buru mengikuti urutan ibadah, periksa kapal pulang terlebih dahulu lalu pilih cakupan yang wajar.
Pelayaran dapat berubah karena angin kencang dan kondisi lainnya, sehingga pengumuman perusahaan kapal pada hari itu wajib diperiksa.
Menikmati Danau Biwa dan pemandangan gunung di Kosei
Di Kosei, tepi danau berdekatan dengan Pegunungan Hira, sehingga Anda dapat menemukan pemandangan berbeda di tepi air dataran rendah, titik pandang di gunung, dan jalan berpohon.
Baik dengan mobil maupun kereta, jarak perjalanan mudah bertambah. Rencana yang tidak bergerak terlalu jauh ke utara dan selatan dalam 1 hari akan terasa lebih aman.
Kuil Shirahige|Memandang gerbang torii besar di danau dengan aman
Kuil Shirahige terkenal dengan gerbang torii besar yang berdiri di atas air Danau Biwa.
Jalan nasional dengan lalu lintas padat berada di antara bangunan kuil dan tepi danau. Jangan menyeberang jalan untuk memotret; gunakan tempat pandang yang disediakan dan patuhi petunjuk keselamatan.
Selain torii, perhatikan bangunan utama dan kuil-kuil kecil di belakang kompleks agar Anda memahami tempat ini sebagai lokasi kepercayaan sejak dahulu.
Deretan metasequoia|Jalan yang berubah warna dalam empat musim
Deretan metasequoia di Makino menciptakan pemandangan pepohonan lurus yang memanjang dengan pegunungan sebagai latarnya.
Daun hijau muda, hijau tua, warna musim gugur, dan pemandangan salju memberikan kesan berbeda pada setiap musim.
Berhenti di jalan atau melompat ke jalur kendaraan sangat berbahaya. Gunakan panduan dan tempat parkir di sekitar Makino Pick Land, lalu nikmati pemandangan tanpa mengganggu lalu lintas.
Biwako Valley dan Biwako Terrace|Memandang danau dari puncak gunung
Di Biwako Valley, kereta gantung membawa Anda ke puncak untuk menikmati pemandangan luas Danau Biwa.
Awan dan angin mengubah jarak pandang, sedangkan jenis kegiatan dan periode penutupan juga berbeda menurut musim.
Jangan berencana hanya dengan mengandalkan cuaca cerah. Periksa status operasional dan cuaca di puncak, serta bawalah jaket untuk menahan angin dan udara dingin.
Mengenal kerajinan dan budaya ninja di Kōka dan Shigaraki
Di Kota Kōka, Anda dapat mengalami kawasan produksi keramik dan budaya ninja dari sudut pandang yang berbeda.
Sebagian fasilitas berada jauh dari stasiun, jadi periksa lebih dahulu status pembukaan dan tentukan cara berpindah.
Shigaraki Ceramic Cultural Park|Menghubungkan keramik Shigaraki dengan masa kini
Shigaraki Ceramic Cultural Park adalah tempat untuk mengenal keramik Shigaraki dan seni keramik kontemporer melalui pameran karya, kegiatan produksi, dan ruang luar.
Berbeda dari berjalan-jalan mengunjungi tempat pembakaran di dalam kota, tempat ini menjadi pintu masuk untuk mempelajari hubungan antara karya dan daerah produksinya.
Periksa pergantian pameran dan kondisi penggunaan fasilitas. Menggabungkannya dengan toko peralatan makan di sekitar Stasiun Shigaraki akan memperdalam pemahaman.
Desa Ninja Kōka|Melihat ninjutsu sebagai kebijaksanaan hidup
Di Desa Ninja Kōka, rumah ninja dan berbagai materi membantu Anda memahami ninjutsu bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga melalui sejarah daerah dan kebijaksanaan hidup.
Beberapa pengalaman dipengaruhi pakaian dan cuaca, jadi periksa syarat untuk berpartisipasi.
Bacalah pameran dengan saksama dan pelajari topografi serta latar otonomi tempat aliran Kōka lahir agar kisahnya terasa semakin dalam.
Menggabungkan objek wisata tanpa memaksakan jadwal
Untuk kunjungan pertama, pilih Ōtsu, Hikone, Ōmihachiman, atau Nagahama sebagai basis untuk 1 hari.
Tempat berpemandangan indah di Kosei dan kawasan Kōka berada di arah perjalanan yang berbeda. Memisahkannya ke hari lain akan menjaga waktu yang cukup di setiap lokasi.
Berikut contoh kombinasi yang disusun berdasarkan tujuan dan pola perjalanan.
| Tema perjalanan | Contoh kombinasi | Poin perencanaan |
|---|---|---|
| Kuil dan wihara tua | Enryaku-ji / Sakamoto | Periksa transportasi gunung terlebih dahulu |
| Kota kastel | Kastel Hikone / Genkyū-en | Sediakan waktu untuk lereng di dalam kastel |
| Budaya pedagang | Hachiman-bori / kota tua | Jelajahi terutama dengan berjalan kaki |
| Pemandangan Kosei | Kuil Shirahige / Makino | Jangan menyeberangi jalan nasional |
| Budaya Kōka | Shigaraki / Desa Ninja | Periksa transportasi antarfasilitas |
Cuaca, kapal, kereta gantung, dan kondisi jalan gunung di sekitar Danau Biwa dapat berubah.
Periksa operasional dan area yang dibuka sesaat sebelum perjalanan, serta sisakan ruang untuk mengurangi rencana bila diperlukan.
Di kuil dan wihara, utamakan jalur para peziarah. Di lokasi berpemandangan indah, hindari parkir di tepi jalan dan pemotretan berbahaya. Sikap ini membantu menjaga lanskap setempat.
Rangkuman|Pilih satu kawasan untuk menikmati danau dan sejarah Shiga
Shiga tidak hanya menawarkan pemandangan Danau Biwa, tetapi juga beragam kisah: doa di Gunung Hiei, kota kastel Hikone dan Ōmihachiman, kota pelabuhan Nagahama, serta kerajinan Shigaraki.
Anda tidak perlu mengunjungi seluruh 15 tempat sekaligus.
Pilih 1 kawasan terlebih dahulu, lalu gabungkan objek wisata utamanya dengan berjalan-jalan di kota atau pengalaman budaya.
Setelah memeriksa informasi transportasi dan operasional, rencana yang santai untuk menikmati pemandangan negeri danau adalah pilihan yang tepat.


















Ulasan (0)