Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kastil Ueda Nagano: Tembok Batu & Menara, Rute Taman & Foto

Kastil Ueda Nagano: Tembok Batu & Menara, Rute Taman & Foto
Jelajahi situs Kastil Ueda di Nagano, dari Gerbang Yagura Higashi-Koguchi hingga Batu Sanada. Kenali sejarah, museum, rute taman, dan etika foto.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Kastil Ueda

Kastil Ueda di Kota Ueda, Prefektur Nagano, dikenal sebagai kastil yang dibangun oleh Sanada Masayuki; di taman yang berpusat pada Situs Bersejarah Reruntuhan Kastil Ueda, Anda dapat berjalan-jalan sambil memastikan sendiri tata letak menara (yagura), gerbang, parit, tanggul tanah, dinding batu, dan kuruwa (area benteng).

Gerbang Higashi-Koguchi Yaguramon dan Batu Sanada

Gerbang Higashi-Koguchi Yaguramon (gerbang bermenara di pintu masuk timur) Kastil Ueda direkonstruksi pada tahun 1994 berdasarkan foto-foto lama dan hasil penggalian arkeologi, dan di dekatnya terdapat Batu Sanada yang konon dipotong oleh Sanada Masayuki dari Gunung Taro.

Menara Barat di Atas Tebing Amagafuchi

Menara Barat (Nishi-yagura) yang berdiri di atas tebing Amagafuchi di sebelah barat daya Honmaru (area utama kastil) adalah satu-satunya menara yang luput dari pembongkaran maupun pemindahan sejak zaman Edo dan tetap berada di tempat ini; bagian dalamnya tidak dibuka untuk dikunjungi.

Tanggul Tanah, Parit, dan Sumi-otoshi

Dengan menyusuri tanggul tanah dan parit yang mengelilingi Honmaru, garis luar kastil akan tampak tersambung, dan di bagian timur laut terdapat sumi-otoshi (sudut yang sengaja dipotong) yang diperkirakan berfungsi sebagai penangkal kimon (arah timur laut yang dianggap membawa sial).

Rute yang Mudah Diikuti bagi Pengunjung Pertama Kali

Rute yang mudah dipahami adalah memastikan pintu masuk di Gerbang Higashi-Koguchi Yaguramon, melihat tanggul tanah dan parit di bekas Honmaru, lalu berjalan ke Menara Barat dan sumi-otoshi, kemudian saat kembali mampir ke bekas Ninomaru (area kedua kastil) dan jalan berderet pohon zelkova.

Cek Museum dan Ketentuan Kunjungan

Di Museum Kota Ueda (Ueda City Museum), Anda dapat mempelajari materi tentang para penguasa kastil dari masa ke masa dan sejarah daerah; periksa hari buka, jam kunjungan, tarif, dan isi pameran menara serta museum di situs resmi Kota Ueda pada hari kunjungan.

Etika Memotret dan Berkunjung untuk Melindungi Situs Bersejarah

Jangan menyentuh atau memanjat dinding batu; periksa di lokasi apakah tripod boleh digunakan dan beralihlah ke pemotretan genggam saat ramai, serta mintalah persetujuan jika ingin memasukkan orang ke dalam foto.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Nagano

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Wisata Kastil Ueda (Ueda-jō): Memahami Fungsi Kastil dari Kontur Tanah yang Tersisa

Kastil Ueda di Kota Ueda, Prefektur Nagano, dikenal sebagai kastil yang dibangun oleh Sanada Masayuki, daimyō (penguasa feodal) dari klan Sanada pada zaman Sengoku.

Saat ini, kawasan ini ditata sebagai taman yang berpusat pada Situs Bersejarah Reruntuhan Kastil Ueda (Shiseki Ueda-jō Ato), tempat Anda bisa berjalan kaki sambil mengamati bukan hanya yagura (menara pengawas) dan gerbang, tetapi juga tata letak parit, dorui (tanggul tanah), dinding batu, dan kuruwa (area-area benteng).

Alih-alih mencari tenshu (menara utama) yang besar, perhatikan sistem pertahanan di pintu masuk, perbedaan ketinggian, dan batas yang dibentuk oleh parit agar Anda dapat membayangkan bentuk dan tata ruang kastil dengan lebih jelas.

Setelah dibangun oleh klan Sanada, kastil ini dibangun kembali oleh klan Sengoku dan kemudian berada di bawah kekuasaan klan Matsudaira, sehingga pemandangan yang terlihat sekarang merupakan perpaduan dari beberapa zaman.

Lihat Peta Keseluruhan Dulu dan Pahami Pembagian Area Kastil

Sebelum mulai berjalan, periksa lokasi bekas Honmaru (area inti kastil), bekas Ninomaru (area lapis kedua), Higashi-koguchi (gerbang masuk timur), dan parit pada peta panduan taman.

Jangan hanya melihat bangunan yang tersebar satu per satu; jika Anda memikirkan area mana yang dilindungi oleh setiap batas, tanggul tanah dan parit berair pun menjadi daya tarik utama.

Bedakan Sejarah Kemenangan atas Pasukan Tokugawa dengan Peninggalan yang Tersisa

Kastil Ueda terkenal karena dua Pertempuran Ueda (Ueda Kassen), tetapi catatan sejarah tentang wujud kastil pada masa klan Sanada sangat terbatas, sehingga yagura dan dinding batu yang ada sekarang tidak bisa dipastikan seluruhnya berasal dari masa awal pembangunan.

Penting untuk mencocokkan papan informasi di lokasi dengan informasi resmi Kota Ueda, serta membedakan antara legenda, bangunan yang dibangun kembali, dan kontur tanah yang masih tersisa.

Nikmati Dua Wajah: Situs Kastil dan Taman Kota

Area taman ini adalah tempat belajar sejarah sekaligus tempat bersantai warga dengan keteduhan pepohonan dan hamparan rumput.

Jangan terburu-buru berpindah dari satu situs bersejarah ke situs lainnya; amati yagura dari balik pepohonan atau nikmati pantulan pemandangan di permukaan air parit agar Anda juga dapat merasakan sejarah panjang kawasan ini sebagai taman.

Higashi-koguchi Yaguramon (Gerbang Menara Timur): Lihat Strategi Pertahanan dan Karakter Batunya

Higashi-koguchi Yaguramon adalah salah satu pemandangan ikonik yang menjadi simbol Kastil Ueda.

Gerbang menara ini direkonstruksi pada tahun 1994 (Heisei 6) berdasarkan foto-foto lama dan hasil penggalian arkeologi.

Di kiri dan kanan gerbang berdiri Kita-yagura (Menara Utara) dan Minami-yagura (Menara Selatan), dan dari depan Anda dapat melihat sekaligus perpaduan dinding putih, genteng, dan dinding batu.

Sebelum dan sesudah melewati gerbang, cobalah menoleh ke belakang dan bergantian membayangkan sudut pandang orang yang mendekat dari luar kastil dan orang yang bertahan dari dalam.

Sanada-ishi (Batu Sanada): Perhatikan Posisinya, Bukan Hanya Ukurannya

Di dinding batu dekat gerbang menara terdapat batu besar yang disebut Sanada-ishi.

Konon, Sanada-ishi adalah batu yang dipotong dari Gunung Tarō (Tarō-yama) oleh Sanada Masayuki saat membangun Kastil Ueda.

Jangan hanya mendekati batunya; amati juga susunannya dengan batu-batu di sekitarnya dan posisinya terhadap gerbang, maka Anda akan melihat perannya dalam memberi kesan kokoh pada koguchi (pintu masuk kastil yang dirancang untuk pertahanan).

Jangan menyentuh atau memanjat dinding batu, dan nikmatilah dari jalur pejalan kaki.

Bandingkan Perubahan Pandangan Sebelum dan Sesudah Gerbang

Di luar gerbang, yagura dan dinding batu menghalangi pandangan, tetapi setelah melewatinya, ruang terbuka lebar ke arah Honmaru.

Merasakan langsung penyempitan dan pelebaran ruang ini menjadi kunci untuk memahami makna koguchi.

Berhentilah sejenak di tempat yang tidak menghalangi arus pengunjung, lalu dengan tenang tengadahkan pandangan untuk melihat balok, pintu, dan ketebalan dindingnya.

Cek Ketentuan Kunjungan Yagura, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk pada Hari Kunjungan

Ketentuan untuk berjalan-jalan di area taman belum tentu sama dengan ketentuan untuk masuk ke Ueda-jō Yagura (menara Kastil Ueda) atau Museum Kota Ueda (Ueda Shiritsu Hakubutsukan).

Hari buka, jam buka, harga tiket masuk, dan isi pameran dapat berubah, jadi periksa informasi hari itu di situs resmi Kota Ueda sebelum berkunjung.

Informasi yang perlu dicek di lokasi bisa dikelompokkan berdasarkan fungsinya seperti berikut agar tidak ada yang terlewat.

Hal yang dicek Sumber informasi Waktu pengecekan
Posisi tiap area di taman Peta panduan taman Sebelum berkeliling
Kunjungan ke yagura dan museum Informasi resmi Kota Ueda Sebelum berangkat dan di lokasi
Asal-usul situs bersejarah Papan informasi dan situs resmi Kastil Ueda Sebelum mengunjungi setiap tempat utama

Menyusuri Tanggul Tanah dan Parit untuk Melihat Bentuk Asli Kastil Ueda

Setelah melihat gerbang dan yagura, alihkan pandangan ke tanggul tanah dan parit yang mengelilingi Honmaru.

Dengan mengamati gundukan tanah, permukaan air parit, dan deretan pepohonan, Anda dapat memahami secara langsung bentuk dan tata ruang kastil yang sebelumnya hanya Anda lihat di peta.

Lihat Bentuk Sumiotoshi (Sudut Terpancung) di Sisi Timur Laut

Di bagian timur laut Honmaru terdapat sumiotoshi, yaitu sudut yang tampak seperti dipotong ke arah dalam.

Bagian ini dikenal sebagai salah satu ciri khas Kastil Ueda dan diyakini dapat menangkal pengaruh buruk dari kimon (arah timur laut yang dianggap membawa sial).

Setelah membaca papan penjelasan, bandingkan garis tanggul tanah yang tidak membentuk sudut siku-siku dari posisi yang agak jauh agar bentuknya lebih mudah dipahami.

Nishi-yagura (Menara Barat) dan Amagafuchi: Perhatikan Perbedaan Ketinggiannya

Di sekitar Nishi-yagura, cobalah perhatikan perbedaan ketinggian teras sungai (dataran bertingkat) tempat kastil ini berdiri.

Nishi-yagura dibangun di atas tebing Amagafuchi di sisi barat daya Honmaru, dan merupakan satu-satunya yagura yang lolos dari pembongkaran maupun pemindahan sejak zaman Edo dan tetap berdiri di tempat ini.

Bagian dalam Nishi-yagura tidak dibuka untuk umum.

Amagafuchi adalah bekas aliran cabang Sungai Chikuma (Chikuma-gawa) yang dulu berfungsi sebagai parit alami pelindung kastil.

Komposisi foto dari bawah sambil menengadah dan komposisi dari atas sambil memandang sekeliling akan memberi kesan berbeda meskipun objeknya yagura yang sama.

Di lereng atau tangga batu, jangan hanya menatap layar kamera; utamakan berpegangan pada pegangan tangan dan memperhatikan pijakan kaki.

Keyaki Namiki (Deretan Pohon Zelkova): Rasakan Jejak Parit Ninomaru

Jalur pejalan kaki Keyaki Namiki Yūhodō terletak di bekas parit Ninomaru.

Selain tingginya pepohonan, perhatikan jalur yang memanjang dan perbedaan ketinggiannya dengan area sekitar, maka Anda akan memahami bahwa kontur tanah ini tetap bertahan meski fungsinya berubah-ubah.

Perhatikan pergerakan pejalan kaki dan pesepeda, dan hindari berhenti di tengah jalur.

Rute Jalan Kaki dan Itinerary Kastil Ueda: Gabungkan Taman dan Museum

Di Ueda-jōseki Kōen (Taman Reruntuhan Kastil Ueda), Anda bisa melihat gerbangnya saja dalam waktu singkat, atau berkeliling dengan saksama hingga tanggul tanah, parit, dan museum.

Dengan menyesuaikan rencana dengan stamina teman seperjalanan dan kondisi fasilitas, lalu memilih tempat yang paling ingin dikunjungi, Anda dapat menikmati setiap pemandangan dengan lebih tenang.

Rute yang Disarankan: Masuk dari Higashi-koguchi ke Honmaru, lalu Kelilingi Bagian Luar

Untuk kunjungan pertama, rute yang mudah dipahami adalah melihat pintu masuk kastil di Higashi-koguchi Yaguramon, mengamati tanggul tanah dan parit di bekas Honmaru, lalu berjalan ke arah Nishi-yagura dan sumiotoshi.

Jika mampir ke bekas Ninomaru dan Keyaki Namiki dalam perjalanan pulang, Anda bisa melihat batas antara bagian dalam dan luar kastil dari sudut yang berbeda.

Pelajari Sejarah Kastil Ueda lewat Pameran Museum

Di Museum Kota Ueda, Anda dapat mempelajari latar belakang yang tidak bisa dipahami hanya dari peninggalan di luar ruangan, melalui koleksi tentang para penguasa kastil dari masa ke masa dan sejarah daerah.

Anda bisa berjalan di reruntuhan kastil terlebih dahulu lalu mencari jawaban atas pertanyaan di museum, atau melihat pameran dulu sebelum mencari peninggalannya.

Tukar urutannya sesuai kondisi cuaca.

Diskusikan Waktu Istirahat dan Perpindahan dengan Teman Seperjalanan

Di dalam taman terdapat pepohonan dan lapangan terbuka, tetapi arus pengunjung berubah tergantung acara dan musim.

Tentukan sebelumnya tempat istirahat, titik kumpul, dan kapan perlu melewatkan suatu tempat dalam rencana perjalanan, serta buat rencana yang tidak memaksa orang yang lelah untuk terburu-buru.

Periksa juga informasi tempat parkir dan cara menuju lokasi dengan transportasi umum di informasi akses resmi Kota Ueda.

Dengan menyusun rute berdasarkan tujuan, Anda akan lebih mudah memilih meskipun waktunya terbatas.

Tujuan Tempat utama yang dilihat Hal yang diperhatikan saat berjalan
Pemandangan ikonik Higashi-koguchi Yaguramon dan Sanada-ishi Tata letak gerbang, yagura, dan dinding batu
Bentuk kastil Tanggul tanah, parit, sumiotoshi Batas area dan perbedaan ketinggian
Mendalami sejarah Museum dan papan informasi Perbedaan zaman dan peninggalan

Tips Spot Foto Kastil Ueda: Utamakan Etika terhadap Situs dan Pengunjung

Taman Reruntuhan Kastil Ueda punya banyak pemandangan menarik untuk difoto, seperti gerbang menara, sakura di musim semi, daun musim gugur (momiji), dan pemandangan bersalju di musim dingin.

Namun, menjaga agar situs bersejarah tidak rusak serta tidak mengganggu orang yang lewat, berdoa di kuil, atau berjalan-jalan sehari-hari lebih penting daripada foto.

Saat ramai, jangan terpaku pada satu komposisi foto; bergantianlah memberi tempat dan waktu kepada orang lain.

Saat Memakai Lensa Sudut Lebar, Perhatikan Kemiringan Bangunan dan Objek yang Ikut Terekam

Jika memotret dengan sudut lebar dari dekat gerbang, yagura dan tiang bisa tampak sangat miring.

Ambil jarak sedikit dan jadikan garis dinding batu sebagai acuan bingkai foto agar komposisinya terlihat lebih seimbang.

Jika memasukkan orang dalam foto, mintalah persetujuannya, dan perhatikan agar pengunjung lain tidak terekam dengan wajah yang bisa dikenali.

Cek Aturan Fasilitas dan Arus Pejalan Kaki sebelum Memakai Tripod

Kaki tripod mempersempit jalur dan bisa membuat orang tersandung saat hari gelap.

Pastikan boleh tidaknya penggunaan tripod di lokasi, dan meskipun diperbolehkan, beralihlah ke pemotretan tanpa tripod saat ramai.

Jangan meletakkan peralatan di dinding batu atau pagar, dan jangan menginjak tanaman untuk mencari posisi memotret.

Cek Kondisi Sakura dan Daun Musim Gugur lewat Informasi Resmi

Perkembangan mekarnya sakura dan perubahan warna daun musim gugur, serta alur pengunjung karena acara, tidak sama setiap tahun.

Periksa informasi taman yang dirilis Kota Ueda sebelum berangkat, dan utamakan peraturan di lokasi serta arahan petugas.

Pada hari dengan cuaca buruk, hindari tangga batu yang licin dan genangan lumpur, dan jangan memaksakan diri untuk terus memotret.

Kesimpulan: Tips Wisata Jalan Kaki di Taman Reruntuhan Kastil Ueda

Kunci menikmati Kastil Ueda adalah melihat bukan hanya Higashi-koguchi Yaguramon dan Sanada-ishi, tetapi juga tanggul tanah, parit, sumiotoshi, hingga Keyaki Namiki sebagai satu kesatuan ruang kastil.

Jika Anda memisahkan kisah klan Sanada, pembangunan kembali sejak masa klan Sengoku, dan sejarah bagaimana reruntuhan kastil dilestarikan sebagai taman, makna pemandangannya akan terasa lebih dalam.

Periksa ketentuan kunjungan yagura dan museum, transportasi, serta kondisi musiman di informasi resmi Kota Ueda pada hari kunjungan.

Utamakan keselamatan langkah dan kelancaran arus pejalan kaki, jangan menyentuh situs bersejarah atau melewati batas area yang diizinkan, dan berjalanlah dengan cara yang memungkinkan pengunjung berikutnya juga menikmati pemandangan yang sama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kastil Ueda yang dibangun oleh Sanada Masayuki pada tahun 1583 dikenal sebagai kastil yang tak tertaklukkan karena berhasil memukul mundur pasukan Tokugawa sebanyak dua kali dalam Pertempuran Ueda Pertama dan Kedua. Kelompok pemeran samurai Shinshu Ueda Omotenashi Busho-tai biasanya tampil di depan Gerbang Menara Koguchi Timur pada pukul 10.30, 13.00, dan 15.00, tetapi terkadang tidak hadir, jadi periksa jadwal penampilan mereka (shutsujin-hyo) terlebih dahulu. Jika ingin merasakan sejarah kastil secara langsung, sesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal mereka agar suasana zaman Sengoku terasa lebih dekat.
A. Di situs bekas Kastil Ueda tidak ada tenshu (menara utama kastil); daya tarik utamanya adalah tiga menara pengawas (yagura) dan sebuah gerbang menara. Menara Barat yang dibangun oleh klan Sengoku pada awal zaman Edo merupakan Harta Prefektur Nagano dan satu-satunya menara yang tetap bertahan tanpa pernah dipindahkan atau dibongkar. Menara Selatan dan Menara Utara dipindahkan kembali ke kastil pada era Showa, sedangkan Gerbang Menara Koguchi Timur dipugar pada tahun 1994. Bagian dalam Menara Barat tidak dibuka untuk umum, jadi tengadahlah ke arah menara di atas tebing ini dari tempat yang lebih rendah di sisi Amagafuchi untuk merasakan betapa cerdiknya pemilihan lokasinya.
A. Batu Sanada adalah batu besar yang tertanam di dinding batu di samping Gerbang Menara Koguchi Timur, dan konon dipotong dari Gunung Taro oleh Sanada Masayuki saat membangun kastil. Ada pula legenda bahwa ketika Sanada Nobuyuki pindah ke Matsushiro, ia mencoba membawa batu ini sebagai kenang-kenangan dari ayahnya, tetapi batu itu sama sekali tidak bergeming. Dinding batu ini merupakan warisan budaya, jadi jangan menyentuh atau memanjatnya; cara menikmatinya adalah membandingkan ukurannya dengan batu-batu di sekitarnya dari jalan setapak.
A. Taman Reruntuhan Kastil Ueda dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 12 menit dari Stasiun Ueda yang dilayani JR, Shinano Railway, dan Ueda Dentetsu. Jika Anda kesulitan berjalan atau saat hujan, Anda juga bisa naik Bus Merah yang berkeliling kota hingga halte "Koen-mae". Berkeliling tanggul tanah dan parit di dalam area kastil ternyata membutuhkan lebih banyak berjalan kaki daripada yang dibayangkan, jadi sesuaikan dengan stamina Anda, misalnya naik bus saat berangkat dan berjalan kaki saat pulang sambil menikmati suasana kota, agar jadwal perjalanan lebih longgar.
A. Taman Reruntuhan Kastil Ueda memiliki Tempat Parkir Utara dan Tempat Parkir Selatan; satu jam pertama setelah masuk gratis, selanjutnya 100 yen per jam, dengan tarif maksimal 500 yen per hari. Lokasinya sekitar 15 menit dari Ueda-Sugadaira IC di Jalan Tol Joshin-etsu. Selama Festival Senbon-zakura, Golden Week, dan Festival Dedaunan Musim Gugur, berlaku tarif khusus 500 yen per 3 jam dengan maksimal 1.000 yen, dan tempat parkir juga menjadi ramai, jadi perlu diperhatikan.
A. Tiket masuk menara Kastil Ueda adalah 300 yen untuk umum, dengan jam buka pukul 09.00–17.00 (masuk terakhir pukul 16.30). Hari tutupnya adalah setiap Rabu, sehari setelah hari libur nasional, dan libur akhir dan awal tahun; selain itu, menara biasanya tutup selama musim dingin dari pertengahan November hingga Maret. Tiket paket umum yang sudah termasuk museum seharga 500 yen. Taman bisa dimasuki 24 jam, tetapi karena ada kemungkinan penutupan sementara, periksa informasi resmi pada hari kunjungan Anda.
A. Rute yang direkomendasikan untuk mengelilingi tempat-tempat menarik utama di dalam taman memakan waktu sekitar 60 menit, dan sekitar 2 jam jika Anda juga ingin melihat bagian dalam menara dan museum. Jika bingung menentukan rute, masuklah ke bekas Honmaru (benteng utama) melalui Gerbang Menara Koguchi Timur, kelilingi Menara Barat dan sumi-otoshi (sudut bertakik) di sisi timur laut, lalu akhiri dengan menyusuri jalan setapak Keyaki Namiki (deretan pohon zelkova) yang dulunya merupakan parit Ninomaru. Rute ini memungkinkan Anda menjelajahi bagian-bagian pertahanan kastil secara berurutan.
A. Taman Reruntuhan Kastil Ueda memiliki sekitar 1.000 pohon sakura, dan Festival Senbon-zakura (Festival Seribu Pohon Sakura) tahun 2026 diadakan pada 4–12 April dan sudah berakhir. Mulai 4 April, iluminasi diadakan menyesuaikan masa mekar terbaik, dari matahari terbenam (sekitar pukul 18.30) hingga pukul 22.00, dan pemandangannya diperkenalkan sebagai lanskap Warisan Pemandangan Malam Jepang (Night View Heritage of Japan). Tanggal festival dan masa mekar terbaik berubah setiap tahun, jadi periksa informasi resmi terbaru untuk penyelenggaraan berikutnya.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.