Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Bitchu Kokubunji Okayama | Pagoda 5 Tingkat Kibiji

Bitchu Kokubunji Okayama | Pagoda 5 Tingkat Kibiji

Bitchu Kokubunji di Soja adalah kuil tua di lanskap Kibiji dengan pagoda lima tingkat. Panduan sejarah, spot foto musiman, dan etika ziarah.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

Bitchu Kokubunji adalah kuil kuno yang berdiri di pedesaan Kibiji — spot wisata sejarah di mana Anda dapat dengan santai menikmati pemandangan satu-satunya pagoda lima tingkat di Prefektur Okayama yang dipadukan dengan bunga musiman.

Daya tarik utama

Pagoda lima tingkat satu-satunya di Prefektur Okayama (tinggi sekitar 34 m, Properti Budaya Penting Nasional), Situs Bersejarah "Bekas Kokubunji Bitchu", empat tiang Shitenshu di tingkat pertama, empat patung Nyorai, dan lukisan langit-langit berwarna.

Akses

Dari Stasiun JR Soja taksi sekitar 15 menit, sewa sepeda sekitar 40 menit. Mobil sekitar 10 menit dari IC Okayama-Soja atau IC Kurashiki, tempat parkir untuk sekitar 200 mobil pribadi.

Tarif kunjungan

Jalan-jalan di area kuil dan melihat pagoda lima tingkat dari luar diumumkan gratis, mudah disinggahi.

Perkiraan waktu

Jalan-jalan di area kuil dan melihat pagoda lima tingkat saja 30–45 menit; jika ingin memotret sambil berjalan di pedesaan sekitar, 1 jam–1 jam 30 menit sebagai patokan.

Tips menjelajah dengan nyaman

Pagi hari kerja atau sekitar pukul 10:00 saat pusat informasi wisata dibuka relatif sepi; cahaya lembut pagi atau cahaya miring sore cocok untuk pemotretan.

Hiburan musiman

Bunga sawi awal musim semi, bunga renge (Chinese milk vetch) akhir April–awal Mei, bunga matahari akhir Juni–akhir Juli, cosmos musim gugur, dan paduan daun musim gugur akhir dengan pagoda lima tingkat dapat dinikmati.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Okayama

Apa itu Bicchū Kokubun-ji | Kuil Tua yang Berdiri di Sawah Kibiji

Bicchū Kokubun-ji adalah kuil yang terletak di Kanbayashi, Kota Sōja, Prefektur Okayama, dan menjadi tempat wisata representatif kawasan Kibiji.

Kuil ini merupakan salah satu Kokubun-ji yang dibangun di seluruh wilayah Jepang berdasarkan dekrit Kaisar Shōmu pada tahun Tenpyō 13 (741) di periode Nara, ditata dengan konsep "melindungi negara dengan kekuatan Buddha".

Area kuil semula diperkirakan membentang 160 meter dari timur ke barat dan 178 meter dari utara ke selatan.

Bangunan asli pendirian dilaporkan terbakar pada periode Nanboku-chō, dan bangunan yang ada sekarang merupakan rekonstruksi sejak pertengahan periode Edo.

Nisshōzan Kokubun-ji dibangun dengan menghabiskan waktu 19 tahun sejak tahun Kyōhō 2 (1717) periode Edo.

Di sekitar area kuil masih tersisa situs "Bicchū Kokubun-ji Ato (Reruntuhan)" beserta peninggalan yang mengingatkan pada area kuil zaman kuno, sehingga Anda dapat merasakan ketenangan kuil sekaligus sejarah Kibi kuno secara bersamaan.

Daya tarik utama bagi wisatawan asing adalah mudahnya merasakan sejarah melalui pemandangan tanpa pengetahuan yang rumit.

Pagoda lima tingkat yang berdiri di tengah sawah, jalan yang membentang lembut, serta bunga dan tanaman hijau yang berganti seiring musim menciptakan pemandangan kuil khas Okayama yang berbeda dari Kyoto atau Nara.

Untuk Melihat Pagoda Lima Tingkat, Perhatikan Tampilan Luar dan Lanskap Sekitarnya

Yang dikenal sebagai simbol Bicchū Kokubun-ji adalah pagoda lima tingkat yang berdiri di area kuil.

Pagoda lima tingkat ini adalah satu-satunya pagoda lima tingkat di Prefektur Okayama, dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Penting Nasional pada 18 Desember 1980 (Shōwa 55).

Pembangunan pagoda lima tingkat ini direncanakan sejak sekitar tahun Bunsei 4 (1821), dan pengerjaan selesai sekitar tahun Tenpō 14 (1843) atau Kōka 1 (1844).

Bentuknya persegi dengan sisi tiga ken berlapis genteng hongawara, dan tinggi totalnya 34,315 meter.

Tingkat pertama hingga ketiga menggunakan kayu zelkova (keyaki), dan tingkat keempat ke atas terutama menggunakan kayu pinus, ciri khas arsitektur periode Edo yang dapat dilihat di sini.

Saat berkunjung, jangan hanya melihat pagoda dari dekat, tetapi cobalah menjauh sedikit dan memandanginya bersama pemandangan sekitar.

Saat pagoda lima tingkat, langit, sawah, dan jalan berpadu, akan terlihat pemandangan tenang khas Kibiji.

Untuk pengambilan foto pun, daripada hanya membidik detail bangunan, masukkan pagoda dalam pemandangan yang lebih luas agar karakter tempat ini lebih tersampaikan.

Sudut Pandang Saat Melihat Bangunan

Jika memperhatikan tumpukan atap, garis tipis pagoda, dan warna tenang arsitektur kayu, atmosfer kuil yang telah melewati berbagai zaman akan lebih terasa.

Di bagian dalam tingkat pertama, terdapat empat tiang utama (shitenbashira), empat patung Buddha Nyorai, dan lukisan warna pada langit-langit.

Di area kuil, berhentilah di posisi yang tidak menghalangi peziarah dan amatilah dengan tenang.

Cara Menikmati Bunga Musiman dan Pemandangan Sawah

Bicchū Kokubun-ji adalah spot yang ingin dinikmati tidak hanya kuilnya saja, tetapi juga dipadukan dengan pemandangan sawah di sekitarnya.

Di area sekitar, Anda dapat menikmati pemandangan musiman seperti bunga lobak (nanohana), renge, bunga matahari, kosmos, dan daun musim gugur (momiji) bersama pagoda lima tingkat.

Acuan musim mekar adalah renge dari akhir April hingga awal Mei, dan bunga matahari dari akhir Juni hingga akhir Juli.

Bunga lobak umumnya mekar di awal musim semi, kosmos di musim gugur, dan daun musim gugur (momiji/kōyō) di akhir musim gugur, tetapi waktunya bisa maju atau mundur tergantung cuaca dan tahun, jadi sebaiknya konfirmasi status mekar sebelum kunjungan agar lebih aman.

Saat berjalan, disarankan memperluas pandangan dari area kuil ke sekitarnya.

Dari dekat Anda dapat merasakan ketenangan kuil, dan dari tempat yang sedikit jauh dapat menikmati perpaduan sawah dan pagoda lima tingkat.

Penting untuk tidak masuk ke sawah atau area yang dikelola, dan nikmatilah pemandangan dari jalan yang dapat dilalui.

Etika Dasar di Kuil yang Perlu Diketahui Sebelum Berziarah

Bicchū Kokubun-ji adalah tempat wisata sekaligus kuil yang masih menjadi tempat keagamaan aktif hingga sekarang.

Di area kuil, jangan berbicara keras dan jangan menyentuh bangunan, patung Buddha, atau persembahan.

Saat memotret, pertimbangkan agar peziarah lain tidak ikut terfoto, dan ikuti panduan jika ada tanda larangan pemotretan atau larangan masuk.

Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan

Di kuil, berjalan dengan tenang itu sendiri sudah menjadi etika.

Apakah perlu melepas topi atau kacamata hitam bergantung pada fasilitas dan lokasi, tetapi saat menyatukan tangan di depan aula utama (hondō), sebaiknya pertahankan sikap yang tenang.

Untuk gasshō (menyatukan tangan), cukup satukan kedua tangan di depan dada dan tundukkan kepala sedikit, sudah menjadi gestur yang cukup sopan.

Mengenai goshuin (stempel suci) dan barang sakral khusus, ketersediaannya dapat berubah menurut hari, jadi konfirmasi panduan di lokasi.

Harga Tiket Masuk, Pusat Informasi Wisata, dan Poin Akses

Harga tiket masuk Bicchū Kokubun-ji dinyatakan gratis dalam informasi wisata Kota Sōja.

Untuk menyusuri area kuil atau melihat pagoda lima tingkat dari luar juga tidak dikenakan biaya.

Di area kuil terdapat Pusat Informasi Wisata Kokubun-ji (telepon: 0866-94-3155, jam buka: 10:00-16:00), yang dapat dihubungi untuk informasi wisata sekitar Bicchū Kokubun-ji, status mekarnya renge, dan akses.

Berguna jika Anda ingin mengonfirmasi pemandangan musiman dan cara berjalan-jalan sebelum berziarah atau menyusuri sekitar.

Untuk akses, dengan transportasi umum, perkiraan waktu tempuh dari Stasiun Sōja (JR) adalah sekitar 15 menit dengan taksi atau sekitar 40 menit dengan sepeda sewaan.

Dengan mobil, dapat diakses sekitar 10 menit dari Okayama-Sōja IC di Jalan Tol Okayama atau Kurashiki IC di Jalan Tol Sanyō, dan tersedia area parkir untuk sekitar 200 mobil biasa dan 15 kendaraan besar.

Namun, operasional kuil, pusat informasi, acara, dan syarat penggunaan fasilitas sekitar dapat berubah, jadi konfirmasi panduan sebelum berangkat.

Jika Anda memilih moda transportasi sesuai gaya wisata seperti mobil, taksi, atau sepeda sewaan, akan lebih mudah dipadukan dengan spot lain di Kibiji.

Estimasi Waktu Kunjungan dan Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Jika hanya menyusuri area kuil dan melihat tampilan luar pagoda lima tingkat, estimasi waktu kunjungan sekitar 30-45 menit.

Jika ingin menyusuri sawah sekitar sambil memotret dan menikmati pemandangan, sediakan sekitar 1 jam hingga 1 jam 30 menit agar dapat menikmati dengan santai.

Karena cara pandang berubah menurut kondisi cahaya, waktu pagi dengan cahaya lembut atau sore hari saat cahaya miring menerangi sawah dan pagoda lima tingkat sangat direkomendasikan.

Jika ingin menghindari keramaian, pilihlah pagi hari pada hari kerja atau sekitar pukul 10:00 saat pusat informasi wisata buka, sehingga Anda dapat berziarah dengan relatif tenang.

Pada akhir pekan musim mekar renge dan bunga matahari, jumlah pengunjung dengan tujuan fotografi cenderung meningkat, jadi datanglah dengan waktu yang cukup longgar agar lebih nyaman.

Ringkasan | Tips agar Tidak Bingung Saat Pertama Kali ke Bicchū Kokubun-ji

Bicchū Kokubun-ji adalah spot di Kota Sōja tempat Anda dapat menikmati kuil bersejarah, pagoda lima tingkat sebagai Cagar Budaya Penting Nasional, sekaligus pemandangan sawah Kibiji.

Daripada fasilitas wisata yang ramai, tempat ini lebih untuk menikmati pemandangan dan sejarah sambil berjalan dengan tenang.

Jika baru pertama kali datang, alur yang nyaman adalah berziarah di area kuil terlebih dahulu, melihat pagoda lima tingkat dari dekat, lalu memandang lanskap melintasi sawah dari tempat yang sedikit jauh.

Jika tujuan Anda adalah bunga musiman, gunakan acuan akhir April hingga awal Mei untuk renge dan akhir Juni hingga akhir Juli untuk bunga matahari, konfirmasi musim mekar sebelumnya, dan jangan masuk ke area yang dikelola.

Selama Anda menjaga etika sebagai kuil saat berjalan, Bicchū Kokubun-ji akan menjadi destinasi wisata yang memungkinkan Anda merasakan sejarah Okayama dan pemandangan lembut khas Kibiji.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Bicchu Kokubunji adalah salah satu kuil kokubunji dari era Nara yang terletak di Kota Soja, Prefektur Okayama. Kuil ini termasuk kuil yang dibangun di berbagai daerah Jepang berdasarkan dekrit Kaisar Shomu, dan bangunan awalnya konon terbakar pada zaman Nanbokucho. Kompleks kuil yang ada sekarang dibangun ulang sejak pertengahan zaman Edo, dan pemandangan pagoda yang menjulang di tengah sawah menjadi lanskap khas Kibiji.
A. Pagoda Lima Tingkat Bicchu Kokubunji adalah satu-satunya pagoda lima tingkat yang masih berdiri di Prefektur Okayama. Pembangunannya dimulai pada Bunsei 4 (1821) dan selesai sekitar Koka 1 (1844), dengan tinggi sekitar 34,3 m dan atap genteng. Pada tahun 1980, pagoda ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Nasional. Keunikan strukturnya adalah penggunaan kayu keyaki pada lantai 1–3 dan kayu pinus yang lebih ringan pada lantai 4 ke atas.
A. Area Bicchu Kokubunji dapat dikunjungi gratis, dan Anda bebas melihat eksterior Pagoda Lima Tingkat. Pusat Informasi Wisata Kokubunji buka pukul 10:00–16:00 dan menyediakan brosur wisata. Bagian dalam lantai pertama pagoda biasanya tertutup; altar shumidan dengan pilar utama yang melambangkan Dainichi Nyorai hanya dapat dilihat saat pembukaan khusus.
A. Dari Stasiun JR Soja, aksesnya sekitar 15 menit naik taksi, 20–25 menit dengan sepeda sewa, atau sekitar 10 menit naik mobil dari Okayama Soja IC atau Kurashiki IC. Jika menyewa sepeda di Araki Rental Cycle di depan stasiun (9:00–17:00, pendaftaran sampai 15:30), dengan tambahan 500 yen Anda dapat mengembalikan sepeda di Stasiun Bizen Ichinomiya atau Takatani Rental Cycle dekat Kokubunji. Cara ini membuat rute satu arah terasa lebih ringan.
A. Jalur Sepeda Kibiji adalah jalur sepeda sepanjang sekitar 21 km yang membentang dari Soja ke arah Okayama. Jalur khusus pejalan kaki dan sepeda ini terpilih dalam daftar "100 Jalan Pilihan Jepang", dan di sepanjang rutenya terdapat Tsukuriyama Kofun, Koumoritzuka Kofun, dan Kibitsu Jinja. Bicchu Kokubunji berada hampir di tengah jalur, dan karena tanjakan serta turunannya sedikit, rute ini mudah dilalui bahkan oleh pemula.
A. Tersedia parkir kota gratis yang dapat menampung sekitar 200 mobil biasa dan 15 bus besar. Saat Festival Renge (umumnya akhir April–awal Mei) dan iluminasi malam, parkir cenderung penuh, jadi parkir di sisi utara dekat "Kibiji Motenashi-no-Yakata" biasanya relatif lebih lengang. Area ini juga dekat dengan spot pemotretan klasik untuk melihat pagoda dari depan.
A. Sudut klasik adalah dari jalan di depan "Kibiji Motenashi-no-Yakata" di sisi selatan menghadap utara, dengan komposisi khas Kibiji yang memadukan sawah dan pagoda. Pagi hari dapat menampilkan kabut, sedangkan sore hari membuat cahaya barat menonjolkan warna merah pagoda. Jangan masuk ke sawah yang sedang digarap; memotretlah dari pematang atau spot yang ditentukan sebagai bentuk tata krama terhadap warga setempat.
A. Di Bicchu Kokubunji, musim semi diwarnai bunga renge dan bunga kanola, sedangkan musim gugur dihiasi cosmos dan dedaunan yang mengelilingi Pagoda Lima Tingkat. Renge biasanya mekar pada akhir April–awal Mei, padi merah pada awal September–akhir Oktober, dan dedaunan musim gugur pada awal–pertengahan November. Saat lahan dipenuhi renge, kawasan ini sangat populer bagi pecinta foto dan dapat dinikmati bersama Festival Renge Kibiji pada akhir April.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.