Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Taman Chōfu Shimonoseki | Taman Jepang Bersejarah Empat Musim

Taman Chōfu Shimonoseki | Taman Jepang Bersejarah Empat Musim
Panduan Taman Chōfu di Shimonoseki: kolam, paviliun, kedai teh, gudang tua, bunga musiman, dan suasana tenang kota kastel.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Taman daimyō seluas sekitar 31.000 meter persegi di kota kastil Chōfu, Kota Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi. Bekas kediaman Nishi Yukinaga, karō (pejabat senior) domain Mōri Chōfu; dengan kolam sebagai pusat yang dikelilingi shoin, kedai teh, dan gudang, Anda bisa merasakan ketenangan bekas kediaman samurai.

Sorotan

Di Taman Chōfu, Anda bisa melihat siluet pepohonan dan bangunan yang terpantul di kolam, shoin, kedai teh, dan gazebo, serta tiga gudang (toko, ruang pameran tentang paus, dan galeri). Di gudang, Anda bisa menemukan kudapan khas Shimonoseki dan materi tentang paus.

Akses

Sekitar 20 menit naik bus dari Stasiun JR Shimonoseki, turun di "Shiritsu Bijutsukan-mae", lalu 1 menit berjalan kaki. Dengan mobil sekitar 20 menit dari IC Shimonoseki di Jalan Tol Chūgoku; parkir untuk 235 mobil biasa dan 7 bus besar.

Biaya Masuk

Dewasa ¥210, siswa SD/SMP ¥100. Rombongan 20 orang ke atas ¥160 untuk dewasa dan ¥80 untuk siswa SD/SMP; warga Kota Shimonoseki/Kitakyūshū berusia 65 tahun ke atas ¥100; pemegang buku penyandang disabilitas gratis.

Jam Buka & Hari Tutup

09.00–17.00 (masuk terakhir 16.30); tutup pada 28 Desember–4 Januari (libur akhir dan awal tahun).

Bunga Musiman & Waktu Terbaik

Iris Jepang (hanashōbu) sekitar 30 jenis/3.000 tangkai pada awal hingga akhir Mei; teratai pada pertengahan Juni–akhir Agustus; teratai Sonbun pada pertengahan Juli–akhir Agustus; dedaunan musim gugur pada pertengahan November–awal Desember. Pada bulan Juli, ada tahun-tahun tertentu dibuka pagi lebih awal (pukul 06.00).

Cara Menikmati yang Direkomendasikan

Cocok berjalan sambil berhenti di sekeliling kolam dan mengganti sudut untuk memandang lapisan pemandangan antara permukaan air, bangunan, dan gunung. Di hari hujan atau musim dingin, Anda bisa merasakan ketenangan seperti basahnya ranting dan batu; kepuasan meningkat bila dipadukan dengan jalan-jalan di kota kastil Chōfu.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Yamaguchi

Apa Itu Chōfu Teien | Taman Bergaya Daimyō di Bekas Kediaman Samurai Kota Kastil Chōfu

Chōfu Teien (taman Jepang di Chōfu) adalah taman Jepang seluas sekitar 31.000 meter persegi yang terletak di Chōfu, kota kastil di Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi. Taman ini dibangun di bekas kediaman Nishi Yukinaga, seorang karō (pejabat tinggi setingkat kepala pengurus) dari klan Chōfu Mōri.

Di lahan yang berlatar belakang bukit kecil ini, terdapat shoin (bangunan bergaya rumah samurai), kedai teh, gazebo, dan gudang yang tertata di sekitar kolam, sehingga menghadirkan pemandangan tenang yang khas kota kastil Chōfu.

Taman yang Menyimpan Suasana Bekas Kediaman Samurai

Daya tarik taman ini bukanlah kemewahan yang mencolok, melainkan ketenangan khas bekas kediaman samurai yang bisa dirasakan sambil berjalan menyusurinya.

Jika Anda mengamati permukaan kolam, batu, tanaman, dan tata letak bangunan dengan perlahan, Anda akan menyadari bahwa taman ini bukan sekadar jalur berjalan, melainkan ruang yang mencakup kehidupan sehari-hari kediaman dan tempat menerima tamu.

Komposisi yang Meluaskan Pandangan dari Kolam

Di dalam taman, dengan memandang shoin dan gazebo bertitik tolak dari kolam, komposisi taman menjadi lebih mudah dipahami.

Bayangan pepohonan dan siluet bangunan yang terpantul di permukaan air menampilkan ekspresi yang tenang, tidak hanya di hari cerah tetapi juga di hari mendung.

Tempat yang Cocok Dipadukan dengan Jalan-Jalan di Kota Kastil Chōfu

Chōfu adalah kawasan wisata yang dipenuhi lorong-lorong berdinding tanah dan tembok batu, kuil-kuil, serta bangunan yang berkaitan dengan keluarga samurai.

Daripada hanya mengunjungi Chōfu Teien sendirian, jika Anda menyisipkannya di tengah acara jalan-jalan menyusuri deretan bangunan kota, Anda dapat merasakan ketenangan taman dan sejarah kota kastil secara berkesinambungan.

Cara Menikmati Jalan-Jalan di Chōfu Teien Menyusuri Kolam dan Bangunan

Di Chōfu Teien, daripada terburu-buru menyusuri jalur, lebih cocok cara berjalan dengan berhenti di sekitar kolam untuk memastikan lapisan-lapisan pemandangan.

Di tempat yang sama pun, dengan sedikit mengubah sudut pandang, tampilan permukaan air, bangunan, dan gunung akan berubah.

Pahami Keseluruhan dari Sekitar Kolam Terlebih Dahulu

Setibanya di sana, jika Anda berjalan sambil menyadari posisi kolam terlebih dahulu, komposisi taman menjadi lebih mudah dipahami.

Dengan menggerakkan pandangan bertitik pusat pada kolam, shoin dan gazebo akan muncul secara alami dalam pemandangan, dan kedalaman taman pun terasa.

Pandang Bangunan Sebagai Latar Belakang

Shoin dan kedai teh, jika dipandang bukan hanya sebagai bangunan itu sendiri melainkan sebagai latar belakang yang mempertegas pemandangan taman, kesannya akan berubah.

Perpaduan garis atap, bayangan pilar, dan bentuk cabang pohon taman menciptakan pemandangan berkesan lapang yang khas taman Jepang.

Pemandangan Chōfu Teien yang Berubah Menurut Musim dan Waktu Terbaik Melihat Bunga

Chōfu Teien adalah taman yang lebih berkesan jika Anda menikmati perubahan cahaya, permukaan air, dan hijaunya tumbuhan di setiap musim, ketimbang hanya menjadikan bunga atau daun musim gugur sebagai tujuan.

Karena waktu terbaik melihat bunga dan kondisi mekarnya berbeda-beda setiap tahun, akan lebih tenang jika Anda memeriksa informasi mekar bunga dan panduan acara sebelum berkunjung.

Berikut kami rangkum tampilan setiap musim sesuai dengan tujuan perjalanan Anda.

Musim Tampilan Cara Menikmati
Musim semi Hijau daun muda Berjalan di tepi air
Awal musim panas Bunga dan kolam Periksa waktu mekar
Musim gugur Daun musim gugur (kōyō) Amati lapisan warna
Musim dingin Cabang yang tenang Pandangi bangunan

Musim Semi hingga Awal Musim Panas, Perhatikan Iris dan Teratai di Tepi Air

Di Chōfu Teien, Anda dapat melihat bunga-bunga seperti hanashōbu (iris Jepang), teratai, sonbunren (teratai Sun Yat-sen), dan hydrangea.

Hanashōbu mekar sekitar 3.000 tangkai dari 30 jenis pada awal hingga akhir Mei, teratai dari pertengahan Juni hingga akhir Agustus, dan hydrangea juga dapat dinikmati di sepanjang jalur taman.

Dengan mengetahui nama tanaman dan waktu terbaiknya lebih dulu, Anda akan lebih mudah memahami apa yang sedang Anda lihat di sekitar kolam dan jalur taman, sehingga kunjungan tidak berakhir hanya dengan berfoto.

Musim Gugur, Amati Warna Daun yang Membentang ke Sisi Gunung

Di Chōfu Teien pada musim gugur, dengan mengarahkan pandangan dari dekat kolam ke sisi gunung, Anda akan lebih mudah menikmati lapisan-lapisan daun musim gugur (kōyō).

Waktu terbaik melihat daun musim gugur diperkirakan dari pertengahan November hingga awal Desember. Jika Anda mengamati bukan hanya warna daun, tetapi juga warna yang terpantul di permukaan air, bayangan bangunan, hingga daun-daun gugur di jalur taman, suasana keseluruhan taman akan terasa lebih dalam.

Musim Dingin dan Hari Hujan, Nikmati Ketenangannya

Selain musim bunga pun, hari-hari ketika bentuk cabang, kelembapan batu, dan garis atap terlihat jelas juga cocok untuk berjalan-jalan di taman.

Di hari hujan, sambil berhati-hati dengan pijakan, tanpa memaksakan diri berjalan ke mana-mana, jika Anda mengamati dengan saksama pemandangan yang terlihat, Anda dapat menghabiskan waktu dengan tenang.

Untuk Melihat Sonbunren, Periksa Panduan seperti Pembukaan Lebih Pagi

Sonbunren (teratai Sun Yat-sen) dikenal sebagai bunga ikonik musim panas Chōfu Teien, dengan waktu terbaik diperkirakan sekitar pertengahan Juli hingga akhir Agustus.

Pada bulan Juli, di sejumlah tahun diadakan pembukaan pagi lebih awal (buka pukul 06.00) untuk mengagumi sonbunren. Jadi, jika berkunjung dengan tujuan melihat bunga ini, sebaiknya periksa panduan jam buka hari itu sebelum menyusun rencana.

Poin Menikmati Chōfu Teien dengan Memahami Shoin, Kedai Teh, dan Gudang

Di Chōfu Teien, dengan mengetahui peran bangunan seperti shoin, kedai teh, dan gudang, bukan hanya pohon taman dan kolam, pemahaman Anda saat berjalan-jalan akan semakin mendalam.

Anda tidak perlu menghafal namanya, tetapi dengan menyadari tempat apa yang sedang Anda lihat, kesan pun akan lebih mudah tertata meski singgah dalam waktu singkat.

Berikut kami rangkum elemen utama yang akan Anda lihat di dalam taman sebagai sudut pandang untuk menikmatinya.

Elemen Sudut Pandang Tips Perjalanan
Kolam Pantulan Ubah sudut
Shoin Jarak dengan taman Lihat atap
Kedai teh Sosok yang tenang Lihat ruang kosong
Gazebo Tempat beristirahat Hentikan pandangan pada pemandangan
Gudang Tempat pameran Periksa isinya

Pandang Shoin Sebagai Bangunan untuk Memandangi Kolam

Dari shoin, Anda dapat memandangi kolam.

Saat memandang bangunan dari sisi taman pun, jika Anda membayangkan pandangan orang yang menatap keluar dari dalam bangunan, konstruksi taman menjadi lebih mudah dipahami.

Gudang sebagai Toko, Ruang Pamer Materi Paus, dan Galeri: Pintu Masuk untuk Mengenal Budaya Daerah

Di dalam taman terdapat tiga gudang. Ichi-no-kura (gudang pertama) memiliki toko yang menjual kue khas dan pernak-pernik Shimonoseki di lantai 1 serta pameran dan penjualan karya seniman di lantai 2, ni-no-kura (gudang kedua) merupakan ruang pameran materi tentang paus, dan san-no-kura (gudang ketiga) diperkenalkan sebagai galeri.

Karena Shimonoseki juga merupakan kota yang berhubungan erat dengan laut, seperti perburuan paus, kesempatan menyentuh materi tentang Shimonoseki dan paus di ni-no-kura menjadi petunjuk untuk mengenal budaya daerah.

Untuk Penggunaan Ruang Teh atau Shoin, Periksa Informasi Reservasi

Penggunaan shoin dan ruang teh memerlukan pengajuan permohonan terlebih dahulu.

Karena hal yang perlu diperiksa berbeda antara jalan-jalan biasa dan penggunaan ruangan atau ruang teh, jika Anda memiliki tujuan penggunaan, sebaiknya konfirmasikan ke fasilitas terlebih dahulu.

Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju yang Perlu Diketahui Sebelum Mengunjungi Chōfu Teien

Hal yang perlu diperiksa sebelum berkunjung adalah jam buka, harga tiket masuk, hari tutup, dan informasi akses.

Karena rencana mudah berubah saat bepergian, akan lebih tenang jika Anda memeriksa status buka hari itu dan ada tidaknya acara melalui panduan fasilitas sebelum berangkat.

Jam Buka Pukul 9.00 hingga 17.00, Hari Tutup Adalah Akhir dan Awal Tahun

Jam buka Chōfu Teien adalah dari pukul 9.00 hingga 17.00, dengan waktu masuk terakhir pukul 16.30.

Hari tutup ditetapkan pada akhir dan awal tahun, yaitu 28 Desember hingga 4 Januari. Jadi, jika Anda berwisata ke Prefektur Yamaguchi pada periode ini, perlu memeriksa agar tidak bertepatan dengan tanggal kunjungan Anda.

Harga Tiket Masuk Dewasa 210 yen, Siswa SD dan SMP 100 yen

Harga tiket masuk reguler adalah 210 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk siswa SD dan SMP.

Karena ada kategori tarif seperti tarif rombongan 20 orang ke atas (dewasa 160 yen, siswa SD dan SMP 80 yen), warga Shimonoseki dan Kitakyushu berusia 65 tahun ke atas 100 yen, serta pemegang kartu disabilitas gratis, jika Anda kemungkinan termasuk kategori tersebut, siapkan dokumen yang membuktikannya di loket agar prosesnya lancar.

Akses Sekitar 20 Menit dengan Bus dari Stasiun JR Shimonoseki

Dari Stasiun JR Shimonoseki, tempuh sekitar 20 menit dengan bus, lalu turun di halte bus "Shiritsu Bijutsukan-mae" (depan Museum Seni Kota) dan berjalan kaki sekitar 1 menit.

Dengan mobil, dari Shimonoseki IC di Chūgoku Expressway sekitar 20 menit. Tempat parkir tersedia untuk 235 mobil penumpang biasa dan 7 bus besar, tetapi pada hari acara yang ramai, sebaiknya periksa panduan terlebih dahulu.

Cara Berjalan dan Etika yang Dipadukan dengan Kota Kastil Chōfu

Chōfu Teien akan meningkatkan kepuasan Anda jika memadukan waktu menikmati taman yang tenang dengan waktu berjalan menyusuri kota kastil Chōfu.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang, bukan hanya di dalam taman, cara berjalan yang tidak merusak suasana kota secara keseluruhan juga penting.

Sadari Pentingnya Menikmati dengan Tenang di Dalam Taman

Bahkan di tempat yang jalurnya terasa lebar sekalipun, ada orang yang sedang berhenti untuk menikmati pemandangan.

Dengan menurunkan volume percakapan dan tidak menghalangi jalur saat memotret, orang-orang di sekitar pun dapat menikmati taman dengan tenang.

Untuk Foto, Utamakan Kepedulian pada Tempat Ketimbang Komposisi

Saat memotret kolam, bangunan, dan bunga, prinsip dasarnya adalah tidak terlalu mendekati pagar atau tanaman dan memandang dari jalur taman yang telah ditentukan.

Jika Anda memotret dengan menyertakan orang, pilih sudut yang tidak menangkap pengunjung lain, agar hasilnya juga mudah digunakan sebagai foto perjalanan.

Berikut kami rangkum cara menghabiskan waktu di taman sebagai kepedulian di setiap situasi.

Situasi Perilaku Baik Perilaku yang Dihindari
Jalur taman Berhenti di tepi Menghalangi jalan
Dekat kolam Jaga jarak Menjulurkan badan
Sekitar bangunan Melihat dengan tenang Berbicara keras
Ruang pameran Membaca keterangan Menyentuh tanpa izin

Saat Jalan-Jalan di Sekitar, Jangan Lupa Peduli pada Kawasan Permukiman

Di kota kastil Chōfu, bukan hanya tempat wisata, tetapi juga terdapat ruang kehidupan sehari-hari warga.

Saat berjalan menyusuri lorong, patuhi etika dasar seperti tidak memasuki tanah pribadi, tidak berhenti lama di depan pintu masuk, dan membawa pulang sampah.

Cara Menikmati Chōfu Teien Menurut Tipe Wisatawan

Chōfu Teien cocok baik bagi orang yang ingin mengenal sejarah secara mendalam maupun bagi orang yang ingin menikmati pemandangan yang tenang.

Dengan mengubah sudut pandang sesuai dengan teman perjalanan dan tujuan perjalanan, cara menghabiskan waktu di taman yang sama pun akan berbeda.

Berikut kami rangkum poin yang mudah diperhatikan menurut tipe perjalanan.

Tipe Cara Menghabiskan Waktu Poin Perhatian
Kunjungan pertama Mengitari kolam Bentuk keseluruhan
Pecinta sejarah Melihat bangunan Bekas kediaman samurai
Pecinta foto Melihat permukaan air Pantulan
Wisata keluarga Berjalan tanpa memaksakan Tempat istirahat
Pengunjung berulang Mengganti musim Bunga dan daun musim gugur

Jika Baru Pertama Kali, Pahami Bentuk Keseluruhan

Pada kunjungan pertama, daripada menjejalkan pengetahuan detail, dengan melihat secara besar hubungan posisi antara kolam, bangunan, dan gunung akan lebih mudah dipahami.

Setelah Anda memahami garis besar taman, pada kunjungan berikutnya pandangan Anda pun akan lebih mudah tertuju pada perubahan musim dan pameran.

Jika Pecinta Sejarah, Lihat dengan Menghubungkannya ke Kota Kastil

Karena Chōfu Teien berlatar belakang bekas kediaman yang berkaitan dengan klan Chōfu Mōri, memadukannya dengan jalan-jalan di kota kastil Chōfu akan memperdalam pemahaman.

Jika Anda berjalan menyusuri deretan bangunan kota setelah dari taman, kediaman, kuil, dan lorong akan terlihat bukan sebagai titik-titik yang terpisah, melainkan sebagai tempat-tempat yang berada di atas sejarah yang sama.

Kesimpulan | Tips Menikmati Chōfu Teien dengan Tenang

Chōfu Teien adalah tempat wisata di mana Anda dapat merasakan sekaligus pemandangan taman yang berpusat pada kolam, ruang dengan shoin, kedai teh, dan gudang, serta sejarah kota kastil Chōfu.

Sebelum berkunjung, periksa jam buka, harga tiket masuk, hari tutup, serta informasi acara dan mekar bunga melalui panduan fasilitas, dan pada hari kunjungan, utamakan sikap memandang pemandangan dengan tenang dari jalur taman.

Bukan hanya di musim hanashōbu (iris Jepang), sonbunren (teratai Sun Yat-sen), dan daun musim gugur, hari hujan dan ketenangan musim dingin pun memiliki cita rasa khas taman.

Jika dipadukan dengan jalan-jalan di kota Chōfu, Anda dapat menghabiskan waktu untuk penjelajahan sejarah yang tenang, berbeda dari wisata selat di Shimonoseki.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Chofu Garden adalah taman Jepang bergaya kolam dengan jalur mengelilingi seluas sekitar 31.000 meter persegi di kota kastel Chofu, Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi, yang ditata di bekas kediaman Nishi Yukinaga, pejabat setingkat karo Domain Mouri Chofu. Berbeda dari taman daimyo yang memamerkan kemewahan, cirinya adalah ketenangan khas bekas kediaman samurai yang masih terasa hingga kini, dan pantulan di kolam menampilkan ekspresi lebih lembut pada hari mendung atau hujan dibanding saat cerah.
A. Biaya masuk (biaya memasuki taman) adalah 210 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk pelajar SD/SMP. Karena pembagiannya cukup rinci, misalnya rombongan 20 orang atau lebih 160 yen untuk dewasa dan 80 yen untuk pelajar SD/SMP, warga Shimonoseki dan Kitakyushu berusia 65 tahun ke atas 100 yen, serta gratis bagi pemegang buku disabilitas, mereka yang memenuhi syarat sebaiknya menunjukkan dokumen bukti di loket agar lebih lancar.
A. Jam buka pukul 9.00-17.00, dengan masuk terakhir pukul 16.30. Hari libur hanya pada akhir dan awal tahun, 28 Desember-4 Januari, dan selain itu buka sepanjang tahun. Menjelang sore, cahaya matahari barat menembus permukaan kolam dan menegaskan garis pepohonan, sehingga waktu menjelang tutup cocok bagi mereka yang ingin menikmati taman dengan tenang.
A. Dari Stasiun JR Shimonoseki naik bus sekitar 20 menit, turun di halte "Shiritsu Bijutsukan Mae" lalu berjalan sekitar 1 menit. Bila naik mobil, sekitar 20 menit dari IC Shimonoseki jalur Chugoku Expressway, dan tersedia parkir untuk 235 mobil serta 7 bus besar. Dari sisi Stasiun Shimonoseki, tempat ini terhubung satu jalur bus dengan wisata selat seperti Karato dan Dannoura, jadi menggabungkannya dengan wisata selat membuat perpindahan lebih efisien.
A. Dari musim semi hingga awal musim panas ada iris, teratai, dan hydrangea; di musim panas ada teratai Sonbun; dan di musim gugur ada daun berwarna, sehingga tampilannya berubah tiap musim. Iris sekitar 3.000 tangkai dari 30 jenis paling indah pada awal hingga akhir Mei, sedangkan teratai paling indah dari pertengahan Juni hingga akhir Agustus. Bahkan pada musim dingin tanpa bunga atau hari hujan, bentuk ranting dan kelembapan batu tampak menonjol, sehingga Anda bisa menikmati ketenangan itu sendiri.
A. Teratai Sonbun biasanya paling indah dari akhir Juni hingga pertengahan Agustus. Karena teratai mekar dini hari dan menutup kelopaknya menjelang siang, pada Juli ada tahun-tahun ketika diadakan buka pagi sejak sekitar pukul 6 (acara melihat teratai pagi). Teratai Sonbun tumbuh dari biji teratai yang dihadiahkan sebagai tanda persahabatan oleh sang revolusioner Sun Yat-sen, dan mengetahui asal-usulnya akan mengubah bobot setiap kuntumnya.
A. Daun musim gugur biasanya paling indah dari pertengahan November hingga awal Desember. Bila Anda mengangkat pandangan dari dekat kolam ke arah lereng gunung, warna-warni dedaunan tampak berlapis-lapis, dan memandangnya bersama daun yang terpantul di air, bayangan bangunan, hingga daun gugur di jalur taman akan memperdalam kedalaman taman secara keseluruhan. Perhatikan pula tata krama saling mengalah tanpa menghalangi jalur.
A. Di dalam taman terdapat tiga gudang: gudang pertama dengan toko kudapan khas dan pernak-pernik Shimonoseki di lantai satu serta pameran dan penjualan karya seniman di lantai dua, gudang kedua sebagai ruang pameran materi tentang paus, dan gudang ketiga sebagai galeri. Shimonoseki adalah kota yang erat kaitannya dengan perburuan paus, dan di gudang kedua Anda bisa mengenal materi seputar paus, sehingga sembari menikmati taman Anda pun bisa mengenal budaya laut kawasan ini.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.